The Secret: Suster Ngesot Urban Legend

Salah satu film Indonesia yang siap rilis bersamaan dengan Avengers: Infinity War adalah The Secret: Suster Ngesot Urban Legend merupakan sebuah film horor yang bercerita tentang hantu dengan sosok suster.

Film The Secret: Suster Ngesot Urband Legend menceritakan tentang Kanaya (Nagita Slavina) yang punya pengalaman buruk setelah kecelakaan yang menimpa dirinya. Dari sebuah rumah sakit tempatnya dirawat Kanaya kemudian mengalami beberapa firasat buruk.

Kanaya bertemu dengan Marsha (Marshanda) yang merupakan seorang guru privat yang datang mengajar Kemala (Kanaya Gleadys) seorang anak Indigo dan bertemu dengan Kanaya setiap harinya. Marsha ternyata punya misteri serta mampu menghadirkan suasana yang menyeramkan ketika berada di dekat Kemala.

Sementara itu, Teddy (Raffi Ahmad) ternyata punya misi sendiri terhadap Kanaya. Semuanya menjadi konflik yang cukup rumit keitka Ridwan (Roy Marten) bersama istri mudanya Tyas Mirasih punya kepentingan lainnya. Meski diprotes kalangan perawat, Raffi Ahmad (RA) tak takut. Dia terus maju karena filmnya sudah lolos sensor LSF.***

Mimpi Besar Zaskia Gotik (1): Dulu Dicemooh Kini Dipuja-Puji

Zaskia Gotik–sumber foto instagram Zaskia Gotik

Memiliki mimpi besar boleh-boleh saja. Namun terkadang itu menjadi menyakitkan ketika si empunya mimpi adalah orang yang kehidupan ekonominya sangat sederhana. Makin meyakitkan ketika yang diimpikan ‘si miskin’ adalah sesuatu yang kelewat tinggi. Sesuatu yang diangap tidak mungkin oleh kebanyakan orang yang berada di lingkungan ‘si miskin’ . Itulah yang dialami Zaskia Gotik diawal awal kariernya sebagai penyanyi dangdut yang manggung dari kampung ke kampung.

Gadis cantik yang kini menjadi salah satu pedangdut populer Tanah Air, dulunya sempat dicibir orang lantaran mimpinya menjadi penyanyi terkenal. Cilakanya, ‘mimpi besarnya’ itu dia sampaikan kepada orang lain. Walhasil, tak jarang dia pulang menangis lantaran cibiran orang sekelilingnya. Tapi bagi Eneng, begitu dia menyebut dirinya, meski sempat menangis karena hinaan, tidak mematahkan semangatnya untuk meraih mimpi. Tuhan menjawab doa dan kerja kerasnya, nasib baik menjemputnya. Jadilah Si Eneng benar-benar pedangdut papan atas yang terkenal seantero negeri.

***

Ia berasal dari keluarga sederhana cenderung miskin. Ibunya sehari-hari berjualan. Sedang sang ayah bekerja serabutan. Karena hidup pas-pasan itulah maka dia tak bisa sekolah dengan baik. Terpaksa harus membantu orangtua berjualan jajanan. Tapi dia memiliki keistimewaan yakni parasnya yang cantik dan suaranya yang merdu. Keistimewaan itulah yang dikemudian hari menghantarnya meraih kesuksesan.

foto instagram zaskia gotik

“Hidup Neng dulu susah, berat. Neng  bukan dari keluarga berada, malah sederhana sekali. Untuk makan saja susah. Tapi Neng berjuang keras, kerja keras agar bisa membantu keluarga. Neng nggak pernah putus asa meski sering nangis karena banyak yang suka mencemooh,” ungkap Zaskia Gotik yang kerap menyebut dirinya ‘Neng’, tentang masa lalunya. Untuk diketahui, Neng atau Eneng adalah panggilan dalam bahasa Sunda untuk anak gadis perempuan. Zaskia Gotik sendiri adalah nama panggung sementara nama aslinya adalah Surkianih.

Dulu, kata pelantun single ‘Satu Jam’ ,  meski banyak orderan menyanyi dari panggung ke panggung bukan berarti bayarannya banyak.  Malah  pernah ia menyanyi ke sana-kemari seharian bahkan sampai dini hari hanya bawa pulang uang Rp100 ribu. “Tapi Neng tetap bersyukur ada rejeki yang dibawa pulang,” ungkapnya. “Neng ambil positifnya aja. Biar Cuma dibayar segitu (sedikit) tapi Neng bertambah pengalaman, jadi jalani saja semuanya,” tambah perempuan cantik ini.

Perjuangan kerasnya membuah hasil, ada produser meliriknya dan menawarkan kontrak dua album sekaligus. Tapi bukan sebagai penyanyi solo melainkan duet dengan sebutan ‘Sinden Imut’.  Namun  duet itu tak bertahan lama, gadis kelahiran April 1990 ini pun hengkang dan meniti karier sebagai penyanyi solo. Perlahan, namanya pun mulai beken di kalangan pencinta dangdut, dia juga sering tampil menyanyi di televisi.

Tapi namanya baru benar-benar ‘hits’ ketika dia kerap muncul di tayangan infotainment terkait kedekatannya dengan Vicky Preasetyo yang ketika itu dikenal sebagai pengusaha muda. Pesta pertunangan keduanya digelar mewah di hotel berbintang. Namun hubungan keduanya hanya bertahan sebentar menyusul kabar bahwa ternyata Vicky masih beristri. Ditambah lagi kemudian Vicky terlibat kasus penipuan yang membuatnya mendekam di penjara.

Pemilik ‘goyang itik’ ini pun sangat terluka dan putuslah pertunangan mereka. Namun boleh dibilang ada ‘blessing in disguise’ bagi Zaskia atas peristiwa menyedihkan itu.  Pasalnya,  sejak kejadian tersebut  namanya menjadi benar-benar moncer. Tawaran manggung mulai dari on air sampai off air membanjir, belum lagi undangan sebagai bintang tamu  di acara-acara tv lainnya mengalir deras. Wajahnya pun kerap muncul dalam tayangan infotainment. Media memang menyenanginya karena selain ramah dia juga sederhana, bicaranya pun ‘polos-polos’ saja. Pendek kata, Zaskia bukan hanya ngetop tapi ‘koceknya tebal’.  ***

Police Movie Festival 2018 Resmi Digelar

Kepolisan Republik Indonesia mempersembahkan ajang Police Movie Festival 2018. Ada dua kategori yang dilombakan pada ajang tahun ini, antara lain film pendek (durasi 5 hingga 7 menit) dan film animasi (durasi 3 menit). Humanisme dipilih sebagai tema di ajang itu. Harapannya para sineas dapat menyadarkan masyarakat pada aksi kemanusiaan dalam setiap peristiwa. Apalagi masyarakat Indonesia dikenal santun, ramah, dan suka tolong menolong.

Selain itu, mengingatkan kembali bahwa aparat kepolisian bertanggung jawab untuk peduli, melindungi, menghargai sekaligus dekat dengan masyarakat. “Tentunya dengan tema-tema yang ada kaitannya dengan tugas-tugas kepolisian,” kata Kepala Biro Multimedia Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto, dalam jumpa pers di kawasan Gunawarman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, baru baru ini.

Sementara itu, karya peserta sebelumnya akan dikurasi menjadi sekira 25 hingga 50 karya. Angka tersebut masih bergantung berapa jumlah karya yang didaftarkan.“Nah setelah itu baru masing-masing dari kita menilai dan kita diskusikan bareng-bareng, kira-kira mana yang terbaik, mana yang masuk ke dalam tema, dan mana yang kira-kira bisa menginspirasi semuanya,” kata sutradara Anggi Umbara selaku juri.

Peserta wajib mendaftarkan karyanya sebelum 5 Juni 2018. Nantinya, akan terpilih 10 finalis dari masing-masing kategori. Malam puncak penganugerahan Police Movie Festival 2018 digelar pada 23 Juni 2018.

Sebagai juri, terdapat aktor Chicco Jerikho, komikus dan animator Faza Meonk, sutradara Anggi Umbara dan Brigjen Pol Rikwanto. Pemenang pertama akan mendapatkan beasiswa SSR Jakarta. Selain itu mereka berkesempatan mengikuti ajang Kompetisi Internasional. Total hadiah Rp 120 juta.***

 

 

Polri Minta Maaf Syuting Film Bom Thamrin Bikin Macet

Ilustrasi syuting film Bom Thamrin

Syuting film berjudul “22 Menit” yang menceritakan peristiwa Bom Thamrin 2016, membuat jalanan di kawasan Sarinah hingga Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, macet.

Kadiv Humas Mabes Polri  Irjen Setyo Wasisto  menerangkan, film itu diharapkan dapat dijadikan pelajaran oleh masyarakat agar lebih waspada dan hati-hati. “Tentunya dalam rangka sosialisasi anti terorisme,” ujar Setyo di Monas, Jakarta Pusat.

Setyo mewakili jajaran Polri  meminta maaf kepada masyarakat yang terganggu atas pembuatan film tersebut. Terutama para pengendara yang melintas di sekitar lokasi syuting. “Mohon maaf atas nama produser dan penyelenggara yang membuat semacam film dokumenter. Semoga bisa kita tonton bersama,” ujar Setyo.

Penutupan jalan tersebut, juga telah dilakukan pada hari Sabtu dan Minggu pekan lalu. Penutupan jalan untuk syuting film ini masih akan dilakukan hingga dua kali lagi Sabtu dan Minggu (28-29 April dan 5-6 Mei). Film yang disutradarai Eugene Panji itu, dibintangi oleh aktor Ario Bayu. ***

 

Europe on Screen 2018 Putar 93 Film di Enam Kota

FESTIVAL film tahunan Europe on Screen kembali hadir untuk edisi ke-18 pada 2018. Sebanyak 93 film dari 24 negara Eropa akan diputar di enam kota besar Indonesia pada periode 3-12 Mei 2018.

Film yang disajikan beragam, mulai dari klasik hingga pemenang penghargaan, serta sejumlah film pendek, animasi, dan dokumenter. Sebagian besar dari film-film ini belum pernah dirilis komersial di Indonesia.

Menurut keterangan pers yang diterima Medcom.id, sejumlah film yang menjadi andalan tahun ini antara lain nomine Oscar untuk animasi The Breadwinner, komedi laris asal Spanyol My Big Night, peraih penghargaan Berlin The Other Side of Hope, nomine Ocar untuk film asing Land of Mine, serta peraih penghargaan Cannes berjudul Barbara.

Lalu ada dua film dari Jerman dan Prancis yang baru hendak rilis bioskop, yaitu Based on a True Storygarapan Roman Polanski dan Submergence garapan Wim Wenders. Ada juga program khusus untuk tiga film klasik karya Ingmar Bergman, salah satu sineas berpengaruh asal Swedia. Selama festival, akan ada pameran mengenai perjalanan hidup Bergman untuk memperingati hari lahirnya ke-100

“Di seluruh dunia diadakan perayaan khusus (Bergman), termasuk di Indonesia melalui EoS. Kami akan menghadirkan 3 film klasik beliau, yaitu Autumn Sonata, The Seventh Seal, dan Wild Strawberries. Ada arsip wawancara dengan Ingmar Bergman yang belum pernah kita lihat sebelumnya di setiap film tersebut,” kata festival co-director Nauval Yazid.

Untuk sesi diskusi, salah satunya adalah diskusi tentang sulih teks dalam film atau subtitle. Diskusi akan diadakan di kampus Universitas Multimedia Nusantara pada 7 Mei 2018.

“Alih bahasa memegang peranan penting bagi film asing untuk meraih penonton yang lebih luas dan membantu penonton untuk memahami film secara utuh. Program ini baru pertama kali diadakan di Indonesia. Kami telah mengundang ahli sulih teks dari Perancis, Indonesia, dan periset yang telah membuat film dokumenter mengenai sulih teks dari Inggris,” kata festival co-director Meninaputri Wismurti.

Festival tahun ini juga menghadirkan sesi pemutaran dokumenter #OurOcean yang didedikasikan bagi upaya pelestarian laut. Ada film 4 Ocean (Jerman), Dolphin Man (Yunani), Freightened: The Real Price of Shipping (Spanyol), How to Change the World (Inggris), Hurricane (Prancis), dan The Last Sea Gypsy(Belanda).

“Laut merupakan tanggung jawab kita bersama. Kami berharap program ini akan meningkatkan kesadaran atas dampak dari pilihan hidup kita terhadap paru-paru dunia ini,” kata Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Vincent Guerend.

Total ada 200 agenda pemutaran dalam EoS 2018 di Jakarta, Bandung, Medan, Denpasar, Surabaya, dan Yogyakarta. Tidak semua kota menjalankan festial selama 10 hari pada 3-12 Mei. Jadwal dan info lengkap dapat disimak di situs web resmi europeonscreens.org. ***

Sempat Dilarang, Pemutaran Film Tan Malaka Tetap Berlangsung

SETELAH dikabarkan batal, pemutaran film Maha Guru Tan Malaka di Padang tetap berlangsung di kantor Lembaga Bantuan Hukum Kota Padang, Sabtu malam, 21 April 2018. Namun menurut Komunitas Shelter Utara selaku pembuat acara, sejumlah pihak otoritas lokal sempat datang ke lokasi dan berusaha memastikan acara dihentikan.

Kabar ini dibagikan Shelter Utara di media sosial lewat akun Instagram @shelterutara. Dalam beberapa video pendek Instagram Stories, tampak aktivitas di luar dan di dalam kantor LBH Padang, termasuk mobil polisi dengan lampu rotator biru.

“Intelijen, Pol PP (polisi pamong praja), (ketua) RT, (ketua) RW, lurah bertandang untuk memastikan dipaksa batal atas pemutaran film Mahaguru Tan Malaka,” tulis @shelterutara dalam salah satu video.

Dalam video lain, terdengar dua orang mewakili kedua pihak sedang berdebat soal pelaporan agenda acara pemutaran ini. Sementara itu, video lain juga menunjukkan aktivitas menonton film dari beberapa orang di dalam ruangan.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam foto media sosial yang dibagikan Sabtu sore, Shelter Utara mengumumkan bahwa agenda pemutaran film dibatalkan karena “intimidasi berbagai pihak” tanpa menyebutkan pihak mana yang dimaksud. Sebelum dipindah ke kantor LBH di Jalan Pekan Baru, acara ini sedianya hendak digelar di kawasan Jalan Berok Raya, Siteba, Padang.

Medcom.id telah menghubungi pihak Shelter Utara untuk meminta konfirmasi dan penjelasan lebih lanjut, tetapi belum ada respons hingga berita ini diturunkan.

Maha Guru Tan Malaka adalah film dokumenter garapan Daniel Rudi Haryanto yang dibuat dengan bantuan dana Rp175 juta dari Direktorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Film ini menceritakan jejak riwayat pahlawan nasional Tan Malaka lewat perspektif Marko, lulusan sekolah drama Paris yang pergi ke Belanda menemui sejarawan Harry A Poeze.

Film ini pernah diputar di sejumlah tempat, seperti Malang dan Jakarta. Sebelumnya, ada beberapa insiden pembubaran diskusi terkait topik Tan Malaka di beberapa tempat. Dua di antaranya, seperti dicatat Setara Institute, terjadi di Semarang dan Banyumanik pada 2014. Setelah didesak organisasi massa FPI dan PP, pihak kepolisian membubarkan acara ini. ***

Morgan Oey Hobi Masak Gara-gara Main Film “Koki Koki Cilik”

Aktor Morgan Oey

“AKU lebih menghargai makanan sekarang,” kata Morgan Oey dalam acara jumpa pers film “Koki Koki Cilik” di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, Jumat (20/4/2018).

Morgan menyadari mengolah makanan tidaklah mudah. Karena, setelah mengolah makanan, masih terdapat proses berikutnya, yakni penyajian dan menyantap makanan itu sendiri. Selanjutnya, membersihkan meja yang diakhiri cuci piring. “Aku sekarang juga lebih menghargai masakan mama,” lanjutnya.

Ia tak segan-segan mengaku mulai gemar memasak sejak terlibat syuting film “Koki Koki Cilik”. Beberapa menu sudah dikuasainya. “Aku sudah bisa masak pasta, kalau soto berat ya persiapannya hahaha…. Waktu itu bikin soto terus harus ulek, itu capek banget,” kata Morgan menceritakan pengalamanya.

Film Koki Cilik bercerita tentang perjalanan seorang Bima (Farraz Fatik), yang harus mengikuti lomba masak demi meneruskan usaha kuliner milik almarhum sang ayah.

Selain Morgan, aktor yang terlibat dalam film tersebut antara lain Chloe Xaviera, Ringgo Agus Rahman, Aura Kasih, dan masih banyak lagi. Film anak-anak produksi MNC Pictures ini disutradarai Ifa Isfansyah dan tayang Juni 2018. ***

“Midnight Sun”, Pencarian Cinta Gadis ‘Vampire’

 

MIDNIGHT SUN. Judul film ini mengambil fenomena alam saat matahari terlihat pada malam hari di kawasan kutup Utara dan Selatan. Fenomena alam ini  merupakan hal  lumrah di   sejumlah negara, seperti: Finlandia, Norwegia, Swedia, Denmark, Rusia, Canada, dan Alasaka Amerika. Tajuk film ini juga  persis sama dengan  lagu yang dibawakan  Ella Fitzgerald dan Mezzoforte.

Film dengan genre drama  (romantik) ini tentu tidak menjelaskan tentang fenomena alam di kawasan kutup tersebut.  Makna “midnight sun” tampaknya lebih ingin menonjolkan kepuitisan  tontonan ini.

Dia berkisah  tentang Katie Price [Bella Thorne], gadis belia. Gadis yang berprestasi ini, juga  berbakat sebagai penyanyi dan pencinta lagu. Masalahnya,  si cantik ini  mengidap penyakit langka: Xeroderma Pigmentosum [XP].

Apabila  Katie terpapar  sinar ultraviolet dari matahari, dia bakal  mati. Praktis, kehidupan Katie bagai vampir. Gadis ini Cuma dapat menikmati dunia dengan  leluasa  pada malam hari. Pada siang hari, ia terpaksa  mengurung diri. Memang dimungkinkan keluar rumah, tapi  tubuhnya harus terlindungi dengan jaket atau hoddy, supaya tak terkena sinar matahari.

Dalam keterbatasan seperti itu,  Katie punya  ayah, Jack Price [Rob Riggle] dan sahabat, Morgan [Quinn Shephard], yang sangat menyayangi dan  menjaganya dari marabahaya.

Itu saja tentu tak cukup.  Dia memerluka  cinta istimewa. Kebutuhan normal gadis  usia remaja. Suatu saat, dia  tak sengaja bertemu Charlie [Patrick Schwarzenegger] di stasiun kereta. Remaja putra ini tampan dan baik hati.  Katie kikuk ketika Charlie mendekatinya saat Katie menyanyikan lagu di stasiun itu.  Akan halnya  Charlie, ia  merasa ‘tersihir’ oleh suara merdu dan kecantikan Katie.

Singkat cerita, cinta pun kemudian bersemi di antara keduanya.  Bagi  Katie, kehadiran Charlie telah memotivasi semangat hidupnya untuk bertahan menghadapi dan melawan  penyakitnya.

Film drama melankolis ini cocok sekali untuk ditonton para remaja, saat mereka mencoba  menyelami cinta sesungguhnya. Cinta yang berenergi positif. Dalam kisah ini,  kehadiran Charlie bagi Ketie ibarat matahari yang terbit dalam kehidupan malamnya. Pemeran Charlie, yang dimainkan putera bintang laga, Arnold Schwarzenegger ini membuat  film ini tambah seger.***

“Jailangkung 2” Tayang Lebaran 2018

TEROR Jailangkung rupanya belum berakhir dan masih menjadi masalah bagi keluarga Bella. Kengerian dan suasana arwah mencekam masih meliputi keluarga Bella. Sebuah misteri kembali harus dipecahkan oleh BELLA dan sahabatnya, RAMA, yang berkaitan dengan peristiwa di masa lalu ayah Bella, FERDI.

Pencarian jawaban akan misteri tersebut yang membuat Bella dan Rama terus mengalami hal-hal gaib yang tak mampu dijelaskan oleh logika manusia. Kejadian mistis datang satu per satu menimpa keluarga Bella, tak terkecuali adik Bella, TASYA, dan kakak Bella, ANGEL. Bagaimana Bella dan Rama menyelesaikan misteri yang terjadi kali ini?

Nantikan JAILANGKUNG 2 tayang di bioskop – LEBARAN 2018.

Film produksi Skymedia dan Legacy Pictures ini dibintangi sederet bintang yaitu Jefri Nichol, Amanda Rawles, Hannah al Rashid, Lukman Sardi, Gabriella Quinlyn, Naufal Samudra, Dania Michelle dan Deddy Sutomo. Ini adalah film terbaru almarhum Deddy Sutomo yang wafat dua hari lalu usai merampungkan film ‘Sultan Agung’ di DIJ. Sementara Sultan Agung baru akan tayang awal 2019. ***

Pucuk Cool Jam 2018

PUCUK Cool Jam sebuah ajang festival seni dan kreativitas untuk memfasilitasi potensi, minat dan talenta anak muda Indonesia agar dapat mengekspresikan minat dan bakat seni mereka, khususnya di bidang musik. Di tahun 2018 ini, Pucuk Cool Jam akan kembali mengunjungi sekolah di wilayah Jabodetabek, Bandung dan Cirebon. Sejak digelar pada 2016 lalu, Teh Pucuk Harum telah berhasil mewadahi aspirasi dan kreativitas anak muda pecinta seni khususnya seni musik serta melahirkan talenta muda yang berani menantang dirinya untuk mencoba hal baru dengan unjuk kebolehannya di depan publik yang dapat dilihat dari penampilan band-band sekolah serta kegiatan ekstrakurikuler yang sangat seru, kreatif, dinamis dan menginspirasi di tiap-tiap sekolah yang dikunjungi.

Pesatnya teknologi informasi serta meningkatnya kemudahan akses digital di Indonesia menjadi sebuah kesempatan bagi Teh Pucuk Harum untuk memanfaatkan platform digital pada pelaksanaan Pucuk Cool Jam 2018 mulai dari pendaftaran sampai dengan pengiriman materi lagu. Digital Audition ini terbuka bagi semua pelajar SMA di wilayah Jabodetabek, Bandung dan Cirebon.

Pucuk Cool Jam 2018 juga akan menghadirkan kembali iconic truck “Pucuk Cool Truck” sebagai special stage untuk mendukung penampilan band yang berbeda dengan festival musik lainnya, di mana mereka yang tampil dapat unjuk kebolehan di panggung “Pucuk Cool Truck” yang terbuat dari mobiletrone dan telah dilengkapi dengan system audio serta layar LED yang tentunya akan memberikan warna berbeda dari festival-festival musik di sekolah pada umumnya.

Pucuk Cool Jam 2018 juga menyuguhkan rangkaian kegiatan lain seperti bintang tamu spesial yang dapat dipilih oleh mereka yang sekolahnya akan dikunjungi oleh Pucuk Cool Jam melalui platform digital untuk menghibur tiap sekolah yang dikunjungi.

Tidak hanya penampilan band, ekstrakurikuler favorit perwakilan tiap sekolah juga akan kembali ditantang, tidak hanya unjuk bakat dan kreativitas melalui kompetisi Pucuk Cool Jam, tapi juga menghasilkan beragam karya yang dapat menginspirasi anak muda Indonesia untuk berani menantang dirinya dalam berkreativitas dan mencoba hal-hal yang baru. Setelah melalui rangkaian seleksi digital audition dan roadshow di 40 SMA/SMK di Jabodetabek, Bandung dan Cirebon, tersisa 10 finalis band dan 10 ekstrakurikuler. Finalis akan unjuk gigi di babak Grand Final, Sabtu (21/4)/ di Taman Menteng, Jakarta Pusat. Jurinya adalah M.Adri Prakarsa (Adri Nidji/Nev), Satrio Pratomo pengajar SAE Institute dan Zuhirman Abdillah sebagai A&R salah satu perusahaan rekamab di Indonesia. Kategori ekstrakurikuler dinilai oleh Evelynn Kurnia sebagai figur ahli performance. ***