‘Dream High’, Sheryl Sheinafia Ajak Kaum Disabilitas tak Takut Bermimpi

Sheryl Sheinafia & Claudya Fritska –foto istimewa

Menjadi saksi sejarah pergelaran Asian Para Games 2018 siapa yang tidak bersyukur? Tapi Sheryl Sheinafia bukanhanyar bersyukur namun juga  bangga bukan main karena dia bukan sekadar saksi sejarah tapi pelaku sejarah. Betapa tidak, Sheryl mendapat kesempatan menciptakan lagu ‘Dream High’ di mana lagu tersebut menjadi salah satu official song Asian Para Games 2018, selain ‘Song of Victory’ dan beberapa theme official song lainnya.

Untuk ‘Dream High’ ini, Sheryl Sheinafia  menyanyikannya  bersama penyanyi tunanetra Claudia Fritska. Dalam waktu singkat penyanyi berparas cantik ini mencuri perhatian publik.  Apalagi gadis 20 tahun ini selain berkarier di dunia tarik suara juga merambah dunia akting dan presenter.

Sheryl merasa bangga dapat berpartisipasi dalam ajang internasional Asian Para Games  dengan menciptakan lagu Dream High. Lagu ini Sheryl dedikasikan bagi setiap orang yang tidak mudah menyerah walaupun menghadapi hambatan besar.

“Lagu ini saya persembahkan bagi siapapun yang tidak pernah menyerah untuk menjadi terbaik bagi dirinya,” ujar Sheryl.

Selain itu, ia juga merasa sangat senang dapat berkolaborasi menyanyikan lagu ini bersama dengan Claudia Fritska karena Sheryl sangat mengagumi setiap perjuangan yang telah dilakukan penyanyi tunanetra tersebut.

“Semangat Claudia yang tak pernah menyerah dengan keadaan adalah inspirasi saya dalam menjalani hidup,” ungkap Sheryl.

Claudia merasa terhormat dapat terlibat dalam penyelenggaraan Asian Para Games kali ini dengan menyanyikan lagu Dream High. “Sudah pasti saya bangga dan senang dapat bernyanyi di ajang Paragames ini,” ujar Claudia.

Sheryl bersama Claudia mengajak kaum disabilitas untuk tidak takut bermimpi setinggi-tingginya dan berusaha meraihnya. Karena menurutnya, dengan bermimpi dapat membawa kita menuju tempat yang lebih baik.

Claudia berharap lagu ini dapat menjadi penyemangat bagi setiap atlet yang akan bertanding di Asian Para Games. Sebab menurutnya, keterbatasan fisik bukan suatu penghambat bagi seseorang untuk berprestasi dalam berbagai bidang.

Dream High dapat sebagai pembangkit semangat teman atlet untuk terus meraih prestasi membanggakan tanpa memikirkan kekuarangan yang ada. Let’s dream high and higher,” ungkap Claudia.

Claudia sudah bernyanyi sejak usia 3 tahun. Awal karirnya dimulai dengan menyanyi beberapa lagu jingle iklan untuk televisi. Awalnya Claudia terlahir dalam keadaan penglihatan normal. Namun saat usia 3 bulan, dokter memvonisnya terkena kanker mata atau dalam istilah kedokteran disebut retinoblastoma.

Saat usia 5 bulan, gadis cantik ini harus menjalani operasi pengangkatan mata kirinya. Pada usia satu tahun kurang seminggu, mata kanan Claudia juga harus diangkat karena upaya kemoterapi yang dijalaninya tak berhasil membendung keganasan penyakit kanker yang dideritanya. (pik)

 

Chintami Atmanagara Pelajari Batik Lasem

Chintami Atmanegara-foto istimewa

Apa kabar Chintami, adik Minati Atmanegara?

Chintami Atmanegara, yang dikenal sebagai artis penyanyi, bintang film dan sinetron, menambah kesibukannya dengan menjadi desainer.

Kemampuan untuk menciptakan karya busana sudah dimilikinya sejak semasa sekolah dulu secara otodidak, ia menyukai dunia adi busana ini karena sering melihat ibunya menjahit pakaian.

“Sejak dulu saya suka mendesain sebuah busana dan sering memakai kain tradisional batik”, kata Chintami Atmanagara, di sela acara pameran bertajuk Tribute The Art Rembang, Jumat (5/10/2018) di Pasaraya The Pride Of Indonesia, Jakarta Selatan.

Kemampuannya mendesain busana berbahan kain tradisional diwujudkannya dengan memproduksi busana bermerek Nagara By Chintami Atmanagara.

Sejak berhijab dan mengurangi aktifitasnya di duna entertainment yang telah membesarkan namanya itu, Tami mulai fokus menyalurkan keahliannya di bidang adi busana.

“Sejak beralih mengenakan hijab dan mulai mengurangi jadual syuting, saya baru punya kesempatan untuk menekuni dunia fashion yang sudah saya idamkan sejak dulu”, ujar adik kandung aktris Minati Atmanagara ini.

Chintami mengaku menyukai Batik LAsem karena memiliki ciri khas yang unik yakni motifnya sangat klasik, lebih detail dan masih dikerjakan secara tradisional.,

Pasaraya Pride Of Indonesia bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Rembang menggelar pameran Tribute To Batik Indonesia bertajuk The Art Of Rembang, 2 hingga 31 Oktober mendatang yang digelar dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional.

Acara yang dihadiri oleh Bupati Rembang, H Abdul Hafidz, Wakil Bupati Rembang, Bayu Andrianto, CEO Pasaraya, Medina Latief Harjani dan Dona Latief ini memamerkan beragam produk unggulan dari Kabuaten Rembang  diantaranya Batik Tulis Lasem yang terkenal dan melegenda. (pik)

 

Horor!! “Asih” – ‘Spin Off ‘ Danur, I Can See A Ghost

Berawal dari curhat Risa Sawaraswati melalui novelnya, kisah Danur kemudian diceritakan dalam bentuk film. Pada film pertamanya, karakter Risa yang diperankan oleh Prilly Latuconsina, bertemu dengan tiga hantu kecil yang disebut bernama Peter, William, dan Hansen.

Namun, selain tiga hantu tersebut, film Danur sebenarnya memiliki sesosok hantu lain yang menyeramkan. Seperti halnya karakter hantu Valak di dalam film The Conjuring, hantu di film Danur: I Can See Ghost  disebut bernama Asih.

Meskipun tidak terlalu banyak diungkap di dalam film Danur yang pertama, namun, tampaknya sosok hantu yang masih misterius ini memiliki peran yang penting di dalam film Danur: I Can See Ghost .

Salah satu pertandanya  terlihat dari poster film Danur: I Can See Ghost, dimana Risa (Prilly Latuconsina) yang terlihat ditarik oleh sosok hantu. Bagi kamu yang sudah menonton film Danur yang pertama dan membaca buku Risa yang berjudul “Gerbang Dialog Danur” pasti sudah mengenal karakter hantu tersebut.

Dikisahkan, hantu ini bernama Asih dan ternyata masih menyimpan sejumlah misteri. Siapakah sebenarnya sosok Asih ini? Apakah Asih akan menjadi “teman” Risa di film Danur: I Can See Ghost nanti?

Tidak adil rasanya jika film Danur hanya bercerita tentang keakraban Risa dengan “teman-teman” kecilnya seperti Peter, William, dan Hansen saja, karena Danur masih menyimpan cerita tentang Asih.

Lalu, siapa sebenarnya Asih? Peran apa yang akan dimainkan Asih di film Danur: I Can See Ghost? (pik)

 

IIMF 2018: The KadriJimmo Berkomunikasi dengan Pasar

Kadri (ketiga dari kanan) dan Jimmo, paling kanan, saat mengadakan temu wartawan jelang pentas The KadriJimmo di IIMF 2018 besama inisiator IIMF, Harry Koko Santoso (keempat dari kiri)–foto istimewa

Untuk strategi pasar dan niatan membesarkan jumlah massa penontonnya, band pop progresif The KadriJimmo diantaranya melakukan kerjasama kesetiakawanan dengan pemusik dan komposer Yovie Widianto yang bereputasi gede dengan industri musik nasional bersama Kahitna dan Yovie & Nuno.

Jimmo mengakui, semakin kesini KadriJimmo mempertebal keyakinan siapin market pasar yang terbuka lebar.

“Pilihannya beralih main akustikan, tanpa kibord  tapi dilengkapi instrumen akordeon, karena sekarang industri musik udah berubah media playernya jadi digital, mendengarkan lagu-lagu cukup memakai HP (ponsel) dan live music menjadikan akustikan semakin jadi pilihan,” ditegaskan Jimmo di Melody Music Bar & Lounge, Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan dalam kaitan mengabarkan KadriJimmo ikut muncul  di panggung penyelenggaraan International Indie Music Festival yang berlangsung di ICE, BSD City, Tangerang Selatan, Banten dengan jadwal pentas hari Minggu sore (7/10/2018).

Namun, Kadri menjelaskan, mereka sebagai duo vokalis di The KadriJimmo tetap menjadi  entertainer yang bukan didikte pasar tetapi berkomunikasi dengan pasar kekinian.

“Dengan demikian, kita mengakui sudah lewat masanya bikin musik yang terserah marketnya menerima ataupun tidak, karena kini kami berkomunikasi dengan pasar yang baru,” tambah Kadri yang berjulukan singing lawyer, karena juga berprofesi selaku konsultan hukum.

“Tadinya bahkan dengan Yovie maunya berkolaborasi, sampe Yovie sempet mau bikinin khusus lagu baru buat kita.Tetapi karena kesibukan dan kepepet waktu, lalu disuruhlah mencoba publishing lagu dari lagu-lagu lama Yovie yang kemungkinan cocok (buat The KadriJimmo, dan pilihan kami adalah Seandainya Aku Bisa Terbang. Setelah kemudian rampung, Syukur Alhamdulillah kata Yovie jadinya lebih laki,” ujar Jimmo, menambahkan keterangannya.

Kadri pun sempat bernostalgia saat pernah merasakan pengalaman bermusik di Makara Band yang tidak mikirin market, dari tahun 1980-an sampai 1986, dan mencoba bangkit lagi pada tahun 2008. “Mainin progresif rock, dan menyadari hanya bermain segmented di pasar tertentu. Kemudian berubah jadi Kadri Jimmo the Princes of Rhythm yang memainkan pop dari skill progresif.

Lantas disadari oleh mereka, bahwa mainin pop harus konsisten dan juga jangan sembarangan seperti bukti memainkan lagu Yovie, Seandainya Aku Bisa Terbang lewat strategi bisnis yang memang beda walaupun dengan pembaruan aransemen sendiri.

Hasilnya? “Dulu paling di YouTube cuma dapet limaribu viewer udah paling top karena segmen genre progresif. Begitu kita main pop, dapetnya 180 ribu-an viewer. Belum ada apa-apanya dibandingkan Via Vallen. Tetapi buat band seperti kita, sudah hasil mencengangkan, dan ikut jadi original soundtrack sinetron yang setiap hari Kamis pagi diputar di SCTV,” ungkap Kadri, bangga.***john js

 

Putri Kedua Nola B3 Rilis Lagu Anak Beraliran Hiphop

Neona dan Ananta Vinnie–foto istimewa

Putri kedua dari penyanyi wanita senior Riafinola Ifani Sari atau yang biasa dikenal dengan Nola B3, yaitu Neona, baru saja merilis lagu anak bergenre hiphop. Lagu yang berjudul Warbiasyak ini diproduseri langsung oleh salah satu komposer musik hiphop kenamaan Tanah Air, yakni Ananta Vinnie, dan diciptakan oleh Mhala Numata, yang pernah meraih penghargaan pencipta lagu anak terbaik di Anugerah Musik Indonesia (AMI Awards) 2018.

Di single kelimanya, gadis berusia sembilan tahun ini mengaku tak mengalami kesulitan dalam rekaman lagu ini, terlebih dirinya memang menyukai musik bergenre hiphop. Apalagi ia mengaku sangat mengidolakan Ariana Grande dan Cardi B.

“Aku senang banget dan enggak mengalami kesulitan. Senang saja karena aku memang suka hiphop. Hiphop itu enak, keren, dan luar biasa,” kata Neona saat ditemui di ICE BSD, Rabu, 3 Oktober 2018.

Adik dari Naura ini mengaku, “Di lagu ini aku juga ngerap loh. Aku belajar ngerap dari video, terus aku catat kata-kata rapnya. Aku ingin kayak Ariana Grande dan Cardi B,” ujar gadis kecil ini.

Lagu berjudul Warbiasyak ini mengandung banyak pesan positif bagi anak-anak dan dinyanyikan menggunakan bahasa yang kekinian.

“Pesan untuk-anak Indonesia yang positif tapi dengan jargon zaman sekarang, kayak kata warbiasyak, wagelaseh dan cara ngomong Neona juga pakai logat unik,” tutur Mhala Numata.

Pada lagu berjudul Warbiasyak ini, Neona juga berkolaborasi dengan Ananta Vinie dan menghadirkan sebuah lagu yang kaya akan jargon kekinian, namun tetap mengandung pesan positif bagi anak Indonesia. (pik)

 

‘Penghuni Rumah Terakhir’ di GTV Mulai Disiarkan 31 Oktober 2018

Masih ingat dengan mega reality show, “Penghuni Terakhir”? Ya, karena kenyataannya begitu banyak orang yang bilang kalau membeli rumah hunian di zaman sekarang itu mustahil. Sebutlah, kalau belum jadi orang kaya, susah buat mewujudkan mimpi punya rumah apalagi gedung mewah.

Tetapi bukan berarti mustahil. Kuncinya, jangan putus asa. Semua pasti bisa, asal ada kemauan, karena kini mega reality show, “Penghuni Rumah Terakhir Bersama Shopee” siap membantu mewujudkan mimpi Anda.

Jika ikutan program reality show terbaru GTV, “Penghuni Rumah Terakhir Bersama Shopee” juga berarti selangkah lebih dekat untuk wujudkan semua keinginan termewah.

Belum lagi, kesempatan Anda buat tampil di layar televisi dan ditonton banyak orang, dan besar banget kesempatan Anda untuk jadi artis terkenal berikutnya di Indonesia.

Erwin Munazat, Manager Promo GTV sebagai pihak penyelenggara program tayangan Penghuni Rumah Terakhir menjelaskan, para peserta audisi menjalani dua tahapan yaitu psikotes, uji karakter dan interview. “Mereka akan diuji secara berkelompok. Nanti akan kelihatan karakter masing-masing. Apakah ada yang ingin menonjol, yang tertutup, yang terbuka, yang cuek dan sebagainya. Ini yang membuat menarik,” ujarnya.

Hasil audisi dari semua kota nantinya hanya 25 peserta terpilihlah yang akan mengikuti karantina di Jakarta dengan menjalani kehidupan sehari-hari di sebuah rumah mewah selama 70 hari, dan gerak-gerik mereka akan selalu dipantau.

Penggunaan perangkat gadget akan dibatasi agar mereka lebih banyak berinteraksi. Hanya yang mampu bertahan sebagai penghuni terakhir yang akan berhasil memperoleh hunian rumah tersebut.

Show live tentang kehidupan mereka selama masa karantina akan ditayangkan setiap hari mulai 31 Oktober 2018. Mereka akan melewati eliminasi setiap minggu. Tayangan ini juga akan menampilkan banyak artis untuk meramaikan setiap episode eliminasi.

GTV (dahulunya, Global TV) ingin menyuguhkan tontonan yang berbeda kepada pemirsa dimana mereka seolah bisa terlibat secara emosional, melihat kehidupan para peserta selama karantina. Pemirsa juga diberi kesempatan untuk berpartisipasi.

“Penghuni Rumah Terakhir” siap menyuguhkan reality show yang akan menampilkan usaha setiap peserta untuk meraih hadiah rumah hunian seharga Rp 2 miliar.

Tahapan babak Big Auditions terakhir akan digelar di Jakarta pada Sabtu dan Minggu (6-7/10/2018). Saksikan kelanjutannya di GTV.***john js

 

Capai Kemenangan, Abi KDI Sumbang Korban Gempa Bumi dan Tsunami di Sulteng

Abi Rafdi memperoleh hadiah kemenangan senilai Rp 500 juta, didampingi Programming & Acquisition Director MNCTV, Endah Hari Utari mewakili pihak penyelenggara Kontes Dangdut Indonesia 2018–foto istimewa

Kini datang lagi, biduan dangdut berpotensi lulusan Kontes Dangdut Indonesia. Ya, tahun ini KDI telah mendapatkan jawara terbarunya bernama Abi Rafdi asal Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan.

Bukan tugas mudah bagi Abi buat menyukacitakan orang-orang Sidrap, sebab bukan saja ibunda tercinta yang berharap cemas supaya Abdi meraih kegemilangan di Kontes Dangdut Indonesia.

Begitulah, Abi berhasil menjadi juara setelah menempuh perjalanan yang berat dan seru dalam menghadapi 12.344 peserta dari 8 kota audisi yaitu Makassar, Semarang, Medan, Surabaya, Palembang, Banjarmasin, Bandung dan Jakarta.  Sehingga akhirnya mampu mengalahkan Delima Sirait (Tanjung Balai, Sumatera Utara) di babak Grand Final pada awal pekan ini.

Kedua finalis utama, Abi dan Delima memperoleh tiga tantangan dari juri Ikke Nurjanah, Ayu Ting Ting, Iis Dahlia dan Beniqno yakni Zona Battle, Zona Kolaborasi, dan Zona Amazing Star.

Iis Dahlia menyebut, Abi yang pada saat grand final dipadukan berkolaborasi dengan Nissa Sabyan — memiliki cengkok dangdut yang sudah matang. Iis bahkan sempat kecepelosan mengunggulkan Abi sebagai jawara KDI 2018.

Pada gilirannya, Zona Amazing Star, Abi dipiihkan berduet dengam sang master Bertha. Secara dominan Abi terus menjadi pilihan para juri.

Namun jangan mengira perjuangan Abi di KDI 2018 mulus dan lancar. Menurut catatan, bahwa di babak Gerbang KDI, Abi sempat terjemput namun pada babak 20 besar Abi beruntung diberikan kesempatan wild card dari para juri, dan berhasil lolos masuk babak kontes.

Saat mengetahui kemenangannya menjadi jawara KDI tahun ini, Abi mengungkapkan ketercengangannya. “Aku enggak nyangka ya Allah, awalnya tereliminasi. Alhamdulillah ini berkat doa mama,” ujar dia, bahagia.

Sodoran hadiah yang didapatkan Abi, jelas tidak tanggung tanggung yakni uang senilai Rp 500 juta.

Abi mengungkapkan, hadiah kemenangannya terutama buat ibundanya membeli rumah tinggal, selebihnya juga untuk membangun masjid serta donasi untuk bencana alam Palu dan Donggala dan sekitarnya.

Abi juga tak lupa mengucapkan banyak terima kasih atas semua dukungan, utamanya kepada masyarakat Sidrap, Sulawesi Selatan. “Saya tak menyangka bisa menjadi juara. Mungkin juga ini atas doa dan dukungan dari ibu saya tercinta,” ungkap Abi.

Abi mengaku beruntung bisa mengikuti ajang pencarian penyanyi dangdut berbakat ini, karena bisa mewujudkan mimpinya menjadi penyanyi dangdut profesional di Tanah Air.***john js

Film ‘The Original of Santet’ akan Sumbang Korban Bencana Sulteng Rp1 Miliar jika…

Film ‘The Origin of Sante’t akan menyumbangkan dana sebesar Rp 1 Miliar untuk korban bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah, jika penjualan tiket menembus satu juta penonton. Hal itu dikatakan Marcelino Lefrandt, sang pemeran utama saat ditemui usai screening dan jumpa pers film ‘The Origin of Santet’ di Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (2/10/2018).

“Karena Indonesia lagi ditimpa bencana alam terus. Jadi kita harus berbuat sesuatu. Jadi, ditargetkan 1 juta penonton disumbangkan Rp 1 miliar untuk para korban bencana alam Donggala dan Palu,” kata Marcelino.

Ide itu dari teman-teman sih, dari eksekutif produser, dari produser. Ini film memang bukan cuma cari profit aja, tapi juga cari sesuatu,” lanjutnya.

Film ‘The Origin Of Santet’ bercerita tentang Rendy (Marcelino) dan istrinya Laura (Kelly Brook) yang tinggal di Amerika harus pulang ke Indonesia, karena Dharma (Ray Sahetapi) ayah Rendy meninggal bunuh diri. Rendy kemudian dikejutkan dengan kondisi ibunya yang sakit secara misterius, ditambah teror demi teror pun menyerang Rendy dan keluarganya.

Film yang disutradarai oleh Helfi Kardit itu dijadwalkan tayang pada 4 Oktober 2018 mendatang. (pik)

 

Festival Film Indonesia 2018 Siap Digelar

Foto-gatra com

Mulai tahun ini FFI akan memasuki babak baru. Dari semula program penghargaan tahunan, FFI kini menjadi sebuah entitas yang beroperasi sepanjang tahun dan kerjanya berfokus pada usaha-usaha meningkatkan kualitas film Indonesia untuk memperkuat sisi budaya dan estetika film.

Di acara launching Festival Film Indonesia 2018 Metropole XXI (1/10), FFI mengumumkan komite Festival Film Indonesia dengan masa kerja tiga tahun, 2018 hingga 2020. Komite FFI ini diketuai oleh Lukman Sardi dengan anggota pengurus, Catherine Keng, Edwin Nazir, Lasja F. Susatyo, Nia Dinata dan Coki Singgih.

Tidak hanya menggelar program tahunan penghargaan Piala Citra, komite FFI akan menjalankan berbagai program, antara lain kanonisasi film Indonesia, pelatihan tingkat pakar (master class), kolaborasi komunitas, literasi dan apresiasi publik.

Nah untuk syarat untuk bersaing di Festival Film Indonesia yaitu film-film Indonesia yang tayang pada 1 Oktober 2017 hingga 30 September 2018 di bioskop berbayar. Sementara film pendek maksimal durasi 50 menit.

Tahap penjurian akan berlangsung dari 2 – 25 Oktober 2018 dan dilakukan oleh asosiasi profesi dan komunitas. Seluruh proses penjurian dilakukan di bawah pengawasan konsultan publik independen, Deloitte Consulting.

Untuk pengumuman  nominasi akan diumumkan pada 6 November 2018. FFI juga sudah menyiapkan 23 Piala Citra berlapis emas yang dibuat oleh The Palace Jeweler.

Piala Citra berlapis emas ini siap dibagikan kepada para pemenang di malam anugerah Festival Film Indonesia pada Desember 2018 di Teater Besar Taman Ismail Marzuki. (pik)

 

Indonesian Television Awards Jaga Kejujuran Penilaian

Project Leader Indonesian Television Awards, Dini Putri (depan, keempat dari kiri)–foto istimewa

RCTI dan MNCTV meneruskan program tahunan yang menghadiahkan anugerah kualitas tertinggi bagi insan-insan pertelevisian yaitu Indonesian Television Awards (ITA), dan kini di tahun ketiga penyelenggaraannya, bisa dilihat betapa nilai survei top of mind yang menyuarakan kehendak dan selera tontonan publik begitu elok dijalankan tanpa keberpihakan dari stasiun TV mana para peraih nominee melangsungkan kerja kreatifnya.

Coba diperhatikan pada susunan nominee sejumlah unggulannya, karena segalanya bergantung pada siapa saja yang disukai publik secara luas. Kenyataannya, RCTI memperoleh keunggulan pilihan nominasi antara lain untuk sinetron drama terpopuler “Dunia Terbalik”, “Tukang Ojek Pengkolan” dan “Cinta yang Hilang”, serta program informasi hiburan yang terus awet bertahan, “Silet” dalam kategori nominee Prime Time Non-Drama Terpopuler, bersama-sama Hitam Putih (Trans7) dan Ini
Talkshow (Net TV).

Kesan bijak tanpa tujuan sekadar mendominasi, ditunjukkan pula dalam Program Komedi Terpopuler, dimana daftar nominee justru menghadirkan “Ini Talkshow” dan “Waktu Indonesia Bercanda”  yang dua-duanya merupakan program tayangan di Net TV.

Deretan nominee dalam Program Anak Lokal Terpopuler, MNCTV dan RCTI diunggulkan melalui “Adit & Sopo Jarwo” dan “Kiko”. Tiada kehendak menarik simpati publik dari pemunculan nama-nama program unggulan di Indonesian Television Awards karena menurut Dini Putri selaku Project Leader ITA, tujuan mengadakan Indonesian Television Awards bermula dengan harapan memicu seluruh stasiun TV selalu menayangkan tontonan bermutu yang bukan berkonsep hiburan biasa.

ITA jelas berbeda dengan program awarding yang sejenis, dan dikatakan Kanti Mirdiati selaku Project Director ITA, sebagai bentuk apresiasi kepada mereka yang memiliki ide kreatif untuk menyajikan siaran-siaran televisi yang disukai oleh masyarakat, melalui 13 kategori penghargaan.

“Kami menjaga dan memastikan bahwa proses penilaian di ITA dilakukan secara komprehensif, melibatkan berbagi pihak agar dapat memberikan penilaian yang adil dan akurat, dengan merangkul tim independen Roy Morgan Research serta Provetic  sebagai konsultan riset dan data,” diterangkan Managing Director RCTI, Angela Tanoesoedibjo.

Dini Putri memastikan pemakaian sistem suara warga “one vote” yang didukung validasi penghitungan akurat dan analisa voting oleh Provetic dan kemudian secara cermat buat nantinya diverifikasi, walaupun melewati media sosial Facebook dan Instagram serta alamat situs www.indonesiantvawards.com.  Siapa saja peraih kemenangan tahun ini di arena penghargaan Indonesian Television Awards, silakan menyaksikannya hanya di RCTI dan MNCTV pada 31 Oktober mandatang.***john sinjal