Badai dan Sammy Simorangkir Tampil Bareng Kerispatih di Konser Love Festival 2019

love festival Vol3–foto suara com

Perjalanan, Cinta, Persahabatan, dan Perpisahan adalah empat momentum yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Begitu pun dalam perjalanan karier sebuah band, mengusung tema perjalanan band-band terkenal di Indonesia, akhirnya LOVE Festival Vol.3 siap diselenggarakan.

 
Hype festival, bekerja sama dengan Berlian Entertainment dan Panorama Live akan menggelar acara LOVE Festival Vol.3 pada tanggal 8 Februari 2019, di Jakarta Convention Center. LOVE Festival Vol.3 tahun ini bertema Love is Live, 9 Concerts in 1 Night.
 
Dino Hamid selaku CEO Berlian Entertainment mengatakan bahwa LOVE Festival tahun ini mengusung cerita dari sembilan band ternama Tanah Air yang akan menjadi pengisi acara.
 
“Tahun ini dibuatnya lebih ke strory ada sembilan cerita ada banyak band masing-masing punya cerita dan yang manggung dan yang datang dapat value. Konsep semuanya diperhatikan dengan seksama,” ucap Dino di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa, 15 Januari 2019.
 
Sembilan band tersebut adalah Gigi, Padi Reborn, Maliq & D’Essentials, Project Pop, Kerispatih, Pure Saturday, Yovie & Nuno, Nidji, dan Element. Mereka semua akan tampil dengan formasi lengkap seperti sejak awal terbentuk. Kerispatih misalnya, dalam penampilanya nanti, Badai dan Sammy Simorangkir akan ikut terlibat.
Akan ada tiga panggung megah yang nantinya disiapkan, yakni Love Stage, Hope Stage, dan Passion Stage. Untuk informasi pemesanan tiket dapat diakses melalui website www.lovefestindo.com dengan harga: Platinum Rp1.5 juta, Gold Rp750 ribu, Silver Rp600 ribu, dan Festival Rp500 ribu. (pik)

Kasus Prostitusi Online: Jadi Tersangka, Vanessa Angel Dijerat UU ITE

vanessa Angel–foto akun IG vanessa angel

Setelah terus mendalami kasus prostitusi online dan melakukan pemeriksaan mendalam terhadap Venessa Angel, akhirnya artis FTV ‘Gue yang PDKT, Lo yang Jadian’,  ini pun, ditingkatkan statusnya dari saksi korban menjadi tersangka. Venessa dijerat dengan pasal 27 ayat 1 UU ITE yang menyebutkan, setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan atau mentrasmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, mengatakan dijeratnya Vanessa dengan pasal 27 ayat 1 ini terkait dengan kegiatan Vanessa yang mengeksplor dirinya. Luki mengatakan Vanessa kerap mengirimkan foto dan video tak senonoh melalui pesan elektronik di handphone kepada muncikari. Selanjutnya, video ini pun tersebar. Para muncikari menggunakan foto dan video tak senonoh ini untuk menawarkan Vanessa kepada pelanggan prostitusi online.

“Pertimbangannya tadi sudah saya sampaikan yang bersangkutan secara langsung mengeksplor dirinya, mengeksploitasi dirinya langsung dengan muncikari, ada komunikasi,” ungkap Kapolda Luki di Mapolda Jatim, Rabu (16/1/2019).

Luki memaparkan penetapan Vanessa ini mengacu dari fakta penyidikan yang ada. Selain telah melakukan gelar perkara hingga pemeriksaan rekam data digital forensik pada handphone Vanessa, penyidik juga telah memeriksa ahli ITE, ahli bahasa, ahli pidana hingga ahli agama dari Kementerian Agama dan MUI.**/ebn/dtk

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Main Film Cinta Anak Negeri

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo–foto ist

Film ‘Cinta Anak Negeri’ yang diproduksi oleh Padma Film ini mengangkat kultur budaya, pariwisata, edukasi dalam berdemokrasi. Selain itu film yang disutradarai Rachmad Rangkuti, melibatkan nama besar. Salah satunya Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Menandai dimulainya proses syuting film Cinta Anak Negeri yang akan dilangsungkan mulai Kamis, 17 Januari mendatang, kru dan para pemain menggelar syukuran. Acara digelar di salah satu hotel di bilangan Taman Sari, Jakarta Barat.

Dalam kesempatan itu hadir para pemainnya yaitu Ajun Perwira, Nadira Sungkar, Syahra Larez, Rio Desta, Sandy Tumiwa dan yang lainnya.

Ajun Perwira mengatakan dirinya merasa tertantang untuk bermain film genre drama yang digarap secara serius. Ajun Perwira dalam kesempatan itu juga mengatakan film Cinta Anak Negeri tidak melulu drama, tapi juga memuat unsur komedi di dalamnya.

“Film Cinta Anak Negeri Inya Alllah akan tayang April 2019. Ini tentang drama tapi ada komedinya juga,” kata Ajun.

Cerita dalam film ini diangkat dari permasalahan yang biasa terjadi di masyarakat dalam konteks perbedaan suku, bahasa, dan yang lainnya.

“Ini permasalahan yang biasa terjadi di berbagai daerah, menyelesaikan permasalahan dengan cara demokrasi musyawarah mufakat. Kita di sini membentuk nusantara bersatu. Kita memerankan berbagai karakter dengan berbagai suku. Saya kebetulan memerankan karakter dari suku Jawa,” ungkapnya.

Menurut salah satu produser, Heri Tanjung mengatakan film ini akan melakukan proses syuting di kantor gubernur Jawa Tengah.

“Film ini menceritakan tentang sosok Bayu yang lahir dari keluarga yang sangat sederhana. Bayu memiliki sebuah mimpi besar yaitu mengubah masih keluarganya dan ingin mengubah darah tempat tinggalnya menjadi sesuatu,” ujar Heri Tanjung. (pik)

Komedian Gebi Ramadhan Wafat karena Kanker Hati

alm Gebi Ramadhan

Hidup meninggalnya seseorang memang hanya Tuhan yang tahu. Satu lagi kabar duka datang dari dunia entertainment Indonesia. Salah satu stand up comedian, Gebi Ramadhan, menghembuskan nafas terakhir pada hari Selasa (15/1/2019) setelah berjuang melawan penyakit kanker hati yang dideritanya. Gebi yang dilahirkan di Serang, 22 Februari 1994 terakhir membintangi film ‘Milly dan Mamet’.

Kepergian Gebi ini juga membuat sedih rekan-rekannya dari dunia hiburan. Salah satunya Ernest Prakasa yang mengabarkan berita duka ini di media sosial sekaligus memuji semangat almarhum selama masih hidup.
“Di tengah perjuangannya berperang melawan kanker hati, @GebiRamadhan menyanggupi ajakan gue untuk main di @millymametmovie. Sekarang Gebi udah pergi. Selamat jalan, Geb. Kita semua sayang sama lo,” tulis Ernest di Twitter-nya yang segera mendapat reply ucapan duka dari netizens.
 (pik)

Konser 1 Hati 1 Cinta – Armand Maulana dan Dewi Gita 

Pasangan musisi Armand Maulana dan Dewi Gita tengah merayakan ulang tahun pernikahan ke-25. Sebagai perayaan memasuki usia perak pernikahan, mereka pun menggelar intimate concert pada Jumat (11/1/2019), sesuai tanggal mereka menikah pada tahun 1994 silam. Secara keseluruhan, konser bertajuk 1 Hati 1 Cinta itu merupakan refleksi perjalanan cinta mereka.
Di segmen pertama, Armand Maulana tampil secara solo dengan membawakan beberapa lagu favoritnya. Lagu Tunggu Di Sana dan Sebelah Mata yang merupakan tembang dari project solonya dibawakan dengan enerjik. Di samping itu, ia juga mengaransemen lagu milik Ruth Sahanaya berjudul Bawa Daku Pergi. Satu lagu lain yang dibawakan secara solo adalah lagu Terluka ciptaan David NOAH.
Soal lagu Terluka yang bertema patah hati, ayah satu anak itu memiliki cerita tersendiri. Pasalnya, dalam perjalanan cintanya dengan sang istri, ia pernah merasakan luka ketika diduakan oleh Dewi Gita saat masih berpacaran.
“Ini agak melenceng sih dari konsep acara. Ini lagu tentang dikhianati. Tapi memang dalam fase hubungan gue, ada satu saat, waktu pacaran sama Dewi, gue pernah diduain sama Dewi. Ini lagu tentang itu, karya David NOAH,” ucap Armand Maulana saat press preview konser 1 Hati 1 Cinta di Ciputra Artpreneur, Kuningan, Jakarta Selatan.
Setelah Armand tampil secara solo, giliran Dewi Gita yang unjuk kemampuan. Di segmen kedua, Dewi Gita tampil dengan diiringi belasan penari latar dengan nuansa tradisional yang kental. Lagu Penari pun berlantun.
Setelahnya, beberapa lagu lain seperti Si Manis Jembatan Ancol, Padamu, Kekaguman Cintaku, dan Apa Jadinya menjadi setlist berikutnya. Dalam part ini, ia pun sempat berkolaborasi dengan Electroma, nama duetnya dalam sebuah ajang pencarian bakat khusus musik EDM di salah satu stasiun televisi membawakan lagu Zamrud Khatulistiwa dengan nuansa up beat.
Segmen ketiga, Armand Maulana kembali mengendalikan panggung pertunjukan. Namun tidak sendiri, ia ditemani dua sabahatnya, Thomas dan Hendy dari grup band GIGI. Absennya Dewa Budjana dalam malam spesialnya itu pun dijelaskan oleh pria asal Bandung, Jawa Barat tersebut.
“Budjana lagi rekaman di Jerman. Itu impian mereka, jadi kita sekarang bertiga aja,” tuturnya.
Armand juga berujar, perjalanan kisah asmaranya dengan Dewi Gita sejalan dengan perjalanan kariernya bersama GIGI yang akan menginjak usia 25 tahun di 2019 ini.
“22 Maret GIGI juga ulang tahun ke-25. Nggak sangka GIGI bisa sampai 25 tahun. I love you Tom, Hen, Bud yang di Jerman, Baron juga,” ujar Armand Maulana.
Tak tampil dalam formasi lengkap nyatanya tak mengurangi greget GIGI memberikan suguhan yang enerjik. Lagu-lagu lawas mereka seperti Nakal, Kuingin, Nirwana, dan Janji, sukses menghadirkan nuansa nostaliga.
Segmen berikutnya bisa dibilang persembahan para sahabat musisi untuk ulangtahun pernikahan Armand Maulana dan Dewi Gita. Grup musik RAN bersama Marion Jola menyumbang suara untuk dua lagu berjudul Terbang dan Begitulah Cinta.
Setelah kolaborasi RAN dan Marion Jola, panggung konser 1 Hati 1 Cinta jadi benar-benar milik mereka yang tengah berbahagia. Namun, sebelum berduet dengan sang suami, Dewi Gita terlebih dahulu memberikan kejutan dengan tampil berduet dengan putri semata wayangnya, Naja Dewi Maulana. Menggunakan gaun serba putih, ibu dan anak itu sukses melantunkan lagu milik Frank Sinatra berjudul Fly Me To The Moon.
Setelah sang anak turun panggung, duet Dewi Gita dan Armand Maulana pun akhirnya terjadi. Duet pasangan suami istri itu pun dibuka dengan membawakan lagu ciptaan Melly Goeslaw yang dibuat spesial sebagai persembahan di ulang tahun pernikahan keduanya. (pik)

Lukman Sardi Jadi Amir Hamzah

Lukman Sardi–foto istimewa

Aktor Lukman Sardi bakal memainkan tokoh penyair kondang, Amir Hamzah dalam pementasan ‘Nyanyi Sunyi Revolusi’. Pemilihan Lukman Sardi bukan tanpa alasan.

Happy Salma, selaku produser pementasan dari Titimangsa Foundation mengatakan lelaki 47 tahun itu punya wajah hampir mirip dengan Amir Hamzah.

“Lukman adalah aktor yang sangat cocok memerankan itu, secara look juga dia mendekati (Amir Hamzah),” ujar Happy Salma di Galeri Indonesia Kaya, Thamrin, Jakarta Pusat pada Sabtu (12/1/2019).

Tidak cuma itu, Happy Salma melihat Lukman Sardi termasuk lelaki yang konsisten dan gampang diajak belajar.

“Lukman itu orang yang konsisten, mau bekerja keras dan mau belajar dan keluar dari zona nyamannya dia. Orang kalau udah masuk dunia teater harus banyak mau, mau belajar, mau latihan dan man meluangkan waktu,” ujarnya.

Ditambah, Amir Hamzah dikenal sebagai pribadi yang baik hati juga romantis. Dia optimistis Lukman Sardi dapat memainkan tokoh tersebut dengan sempurna.

“Amir Hamzah itu laki-laki yang lembut, romantis dan penyayang. Dia itu nggak memikirkan dirinya, dia lebih banyak memikirkan orang-orang di sekitarnya. Padahal dia kan bangsawan, dia seorang pangeran. Ibaratanya laki-laki kaya gini nih yang patut kita cintai,” kata Happy Salma menuturkan.

Seperti diketahui, pementasan Nyanyi Sunyi Revolusi berkisah lika-liku perjalanan hidup seorang Amir Hamzah. Selain Lukman Sardi, pementasan ini juga dibintangi oleh Dessy Susanti, Prisia Nasution hingga Sri Qadariatin.

Rencananya, Nyanyi Sunyi Revolusi sendiri akan ditampilkan selama dua hari yaitu tanggal 2 dan 3 Februari 2019 di Gedung Kesenian Jakarta. (pik)

Aktor Robby Tumewu Meninggal Dunia di Usia 65 Tahun

Aktor kawakan sekaligus desainer, Robby Tumewu meninggal dunia di usia 65 tahun pada Senin (14/1) dini hari setelah menderita sakit dan sempat stroke pada delapan tahun lalu.
Kabar duka tersebut disampaikan oleh pembawa acara kawakan Becky Tumewu dalam akun media sosial miliknya.
“Robby sakit sudah lama, sudah tidak usah diceritain lagi bagian sakitnya, dia telah pergi tadi dini hari, pukul 00.05, semua derita dan sakit penyakit sudah diangkat dari Robby,” kata Becky dalam unggahan foto dirinya bersama Robby yang duduk di atas kursi roda.
“Saya tidak pernah akan lupa dengan kebaikan Robby, senyum dan tawa yang selalu beliau bagikan pada orang di sekitarnya, komentar komentar dan cerita yang membuat kita semua tertawa, suasana selalu seru dan ceria saat ada Robby, syuting panjang pun tidak terasa,” lanjutnya.
“Sekarang Robby sudah pergi, semua tinggal kenangan, tapi Bi, you’ll always be in my heart, you’ll always be in so many people’s hearts. Selamat Jalan sayang, Rest In Peace, Rest In Love, Until we meet again, someday,” kata Becky.
Sempat mengalami stroke pada 2010 lalu, pada September 2018 Robby dikabarkan sempat sakit dan menjalani operasi otak.
Sebelum dikenal sebagai aktor, Robby Tumewu yang lahir pada 4 Desember 1953 telah menjalani karier sebagai desainer.
Namun namanya melambung di dunia hiburan sejak dirinya mengikuti Teater Koma dengan tugas awal sebagai penata busana yang kemudian mengantarkan dirinya mendapatkan peran.
Robby Tumewu kemudian mendapatkan tawaran bermain dalam Lenong Rumpi pada 1990 oleh Harry de Fretes yang kemudian membuat namanya berkibar di dunia hibura.
Robby Tumewu banyak membintangi film sejak namanya berkibar melalui Lenong Rumpi, yaitu Lenong Rumpi II (1992), Ca Bau Kan (2002), Gie (2005), Laskar Pelangi (2008), Tanah Air Beta (2010), 3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta (2010), dan yang terakhir Madame X (2010). (pik)

Sineas Edward Pesta Sirait Meninggal Dunia

Dunia perfilman Tanah Air kembali dirundung duka. Salah satu sutradara terbaik, Edward Pesta Sirait atau yang akrab dipanggik Edo tutup usia, Sabtu (12/1/2019).
Sutradara serial televisi Keluarga Cemara ini mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan. Edward meninggal dunia dalam usia 77 tahun.
Kabar duka ini disampaikan oleh rekan penggiat film, produser Amanda Latief melalui pesan singkat. Amanda Latief tak menyebutkan penyebab dari kematian sang sutradara senior tersebut.
“RIP Bang Edward P Sirait (Sutrada senior). Telah meninggal dunia, Eduard Pesta Sirait di RS. Pondok Indah 12 Januari pukul 17.55 WIB, pada usia 77 tahun,” tulis Amanda Latief.
Selama berkiprah di dunia perfilman, Edward P Sirait telah melahirkan setidaknya 17 judul film. Dari karya-karya yang diciptakannya, 5 judul film di antaranya berhasil mengantarkan Edward sebagai nominator dalam ajang Festival Film Indonesia.
Meskipun kini Edward Sirait sudah tak dapat ditemui di dunia, namun karya-karyanya akan abadi dan selalu diingat. Beberapa film populer yang telah digarap Edward antara lain Duo Kribo (1977), Buah Terlarang (1979), Sang Guru (1981), Gadis Penakluk (1981) dan Bila Saatnya Tiba (1985).
Sutradara berdarah Batak ini menunjukkan kebolehannya dalam serial televisi. Edward menjadi sutradara pertama dalam serial televisi populer Keluarga Cemara pada tahun 1996. Jenazah almarhum yg berusia 77 tahun akan dimakamkan di San Diego Hills, Karawang, Senin (14/1). ***(pik)

Sutradara Rocky Soraya Raih Rekor MURI

Rocky Soraya mencatatkan namanya di Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai sutradara sekaligus produser pertama yang konsisten meraih jumlah penonton lebih dari satu juta. 
Secara berturut-turut empat film horor garapannya yakni The Doll 2, Mata Batin, Sabrina dan Suzzanna: Bernapas Dalam Kubur 2018 meraih perolehan lebih dari 1 juta penonton.
“Dengan penuh rasa bangga kami mewakili Museum Rekor Indonesia menganugerahkan piagam penghargaan. Mudah-mudahan Anda bisa memecahkan rekor dunia hanya saja harus bersaing dengan sineas India dan Nigeria,” ujar Jaya Suprana di premier film Mata Batin 2 di Jakarta pada Jumat 11 Januari 2019.
 
Atas penghargaan tersebut, Rocky merasa terpacu untuk dapat menghasilkan karya lebih baik lagi. “Mudah-mudahan ini memacu saya untuk menghasilkan film yang bagus. Mudah-mudahan perfilman Indonesia lebih baik,” ungkap produser rumah produksi Hitmaker Studio tersebut.
 
Adapun film horor terbaru Rocky setelah Suzzanna, yakni Mata Batin 2, mulai tayang di bioskop pada 17 Januari 2019. Selain Jessica Mila, film tersebut juga dibintangi oleh Jeremy Thomas, Shopia Latjuba, Nabila Ayu dan Citra Prima. (pik)

Aktor Epy Kusnandar Kenang Sosok Didi Petet: Dia Guru dan Panutan Saya

Epy Kusnandar –foto istimewa

Dipercaya menjadi pemeran utama dalam film Preman Pensiun, Epy Kusnandar rupanya sempat tak menyangka dan pesimistis bisa terlibat dalam film yang kental dengan aksen adat Sunda tersebut. Preman Pensiun tak lepas dari sosok mendiang Didi Petet yang diketahui turut bermain dalam versi sinetronnya di salah satu televisi swasta.

Soal sosok mendiang Didi Petet, dengan mata berkaca-kaca, Epy mengakui sangat mengagumi pria bernama  asli Didi Widiatmoko tersebut.

“Sosok Didi Petet ya  awalnya sosok yang saya kejar-kejar sejak dulu karena saya dulu idola banget. Bukan sama wajahnya yang kurang bagus, matanya yang petet, tapi karena permainannya kok bisa sampai begini. Itu bagaimana caranya ya bisa melakukan seperti itu?” ujarnya saat berada di kawasan Kuningan, Jakarta, Kamis, 10 Januari 2018.

Bahkan, Epy mengaku rela mencari tahu asal mula kehebatan Didi dalam berakting. Dia juga mengumpulkan uang agar bisa berlatih akting di sanggar yang sama dengan Didi.

“Sehingga saya harus cari tahu di mana rumahnya, di mana latihannya, oh ternyata dia ada di Teater Koma, ada di kampus IKJ (Institut Kesenian Jakarta). Akhirnya saya harus mengumpulkan uang untuk kuliah di IKJ gara-gara pengin ketemu Didi Petet,” kata Epi.

Saat kuliah di sana, dia akhirnya bertemu dengan Didi Petet. Dan setelah Didi mengetahui bakatnya, Epy diajak untuk syuting.

“Saya diajak main sinetron, udah gitu saya senang,” ujarnya.

Film yang disutradarai Aris Nugraha ini juga dibintangi Tya Arifin, Andra Manihot, Soraya Rasyid, Ica Naga dll. (pik)