• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Vetiver dan Palaka di Tengah Pandemi

Vetiver dan Palaka di Tengah Pandemi

October 10, 2020
Operasi Patuh 2026 Dimulai, Korlantas: Kedepankan Pendekatan Humanis dan Edukatif

Operasi Patuh 2026 Dimulai, Korlantas: Kedepankan Pendekatan Humanis dan Edukatif

October 26, 2026
Fahri Minta Masyarakat Berpikir Rasional dan tak Emosional, Utamakan Dialog Ketika Menyampaikan Kritik

Fahri Minta Masyarakat Berpikir Rasional dan tak Emosional, Utamakan Dialog Ketika Menyampaikan Kritik

October 26, 2026
Bapanas Akui Beras Premium Sempat Kosong di Sebagian Ritel

Gerakan Pangan Murah Disambut Antusias Warga Tuban: Disediakan 1 Ton Beras SPHP Harga Terjangkau

October 26, 2026
DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

October 25, 2026
“Gue Ini Presiden, Ted”:  Bukan Sekadar Political Joke

“Gue Ini Presiden, Ted”:  Bukan Sekadar Political Joke

October 25, 2026
Operasi Senyap Membuahkan Hasil! Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Terbongkar

Operasi Senyap Membuahkan Hasil! Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Terbongkar

October 25, 2026
Menyusuri Jejak Api dari Udara, Kepala BNPB Pantau Karhutla Way Kambas

Menyusuri Jejak Api dari Udara, Kepala BNPB Pantau Karhutla Way Kambas

October 25, 2026
Kelas Bahasa dan Budaya Mandarin di Migrant Service Center Unhas Perkuat Kesiapan CPMI

Kelas Bahasa dan Budaya Mandarin di Migrant Service Center Unhas Perkuat Kesiapan CPMI

October 24, 2026
Jenderal Maruli, Mendekatkan yang Terpencil

Jenderal Maruli, Mendekatkan yang Terpencil

October 24, 2026
Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

October 24, 2026
243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

October 23, 2026
Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

October 23, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Monday, October 26, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

    DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Feature

Vetiver dan Palaka di Tengah Pandemi

by admin
October 10, 2020
in Feature
0
Vetiver dan Palaka di Tengah Pandemi

Doni Monardo rapat koordinasi di Aula Mapalus, Kantor Gubernur Sulawesi Utara. (foto: BNPB)

492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Catatan Perjalanan Egy Massadiah

Jayakarta News – Kami saling melirik, saat Doni Monardo –kembali—berbicara soal vetiver dan pohon palaka. Setidaknya, sudah lebih tujuh bulan (sejak intensif mengendalikan Covid-19), Doni Monardo fokus berbicara tentang covid dan covid.

Egy Massadiah

Bermula dari rapat koordinasi pengendalian Covid-19 di aula Mapalus Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Rabu (7/10/2020). Tiba satu kesempatan, Doni memberi waktu kepada ahli tsunami dan gempa BNPB, Dr Abdul Muhari, PhD, untuk mengintermezo dengan paparan pendek tentang ancaman bencana alam yang sewaktu-waktu bisa melanda Sulut.

Tak kurang dari Pjs Gubernur Sulawesi Utara, Dr Drs Agus Fatoni, MSi antusias mendengar paparan Abdul Muhari. Pria yang akrab disapa Aam itu menyajikan data lawas, ihwal gempa dan tsunami berulang yang pernah menimpa daerah Sulawesi Utara.

Data otentik hasil penelusuran tim BNPB menyebutkan bahwa setidaknya pernah terjadi lima kali gempa besar dalam kurun waktu sangat singkat yakni 15 tahun, yang melanda daerah yang dijuluki “Nyiur Melambai” itu.

Kelima peristiwa itu terjadi tahun: 1845, 1846, 1856, 1858, dan 1859. “Data itu diperoleh saat tim BNPB ke Belanda menelusuri jejak-jejak kebencanaan masa lalu, akhir Mei 2019. Yang ingin saya tegaskan adalah, bahwa bencana alam itu sesuatu yang berulang. Hanya saja, kita tidak tahu kapan peristiwa itu akan terjadi. Karenanya, kita harus selalu waspada,” ujar Doni Monardo, melengkapi paparan Aam.

Sulawesi Utara adalah salah satu daerah rawan gempa bumi dan tsunami. Sebab, ada tiga megathrust yang melingkarinya. Ketiga megathrust itu adalah megathrust Sulawesi, megathrust Sangihe, dan megathrust Halmahera.

“Thrust” merujuk pada salah satu mekanisme gerak lempeng yang menimbulkan gempa dan memicu tsunami, yaitu gerak sesar naik. Dengan demikian, megathrust bisa diartikan gerak sesar naik yang besar.

Mekanisme gempa itu bisa terjadi di pertemuan lempeng benua. Dalam geologi tektonik, wilayah pertemuan dua lempeng ini disebut zona subduksi. Zona megathrust terbentuk ketika lempeng samudera bergerak ke bawah menghunjam lempeng benua sehingga terjadi kuncian-kuncian yang menyimpan energi yang pada saatnya akan lepas dan menimbulkan gempa bumi yang bisa disertai tsunami.

Untuk itulah, peringatan dini serta gerakan mitigasi kebencanaan tidak boleh berhenti. “Masyarakat yang berada di daerah rawan bencana, harus selalu diberi pemahaman sekaligus langkah konkret. Selain itu, harus dilakukan langkah-langkah mitigasi atau pencegahan. Salah satunya adalah membangun green belt atau hutan pantai dengan jenis tanaman tertentu, untuk bisa menahan tsunami,” ujar Doni Monardo.

Data menyebutkan, jika tsunami terjadi dengan ketinggian sekitar lima meter, maka hutan pantai (green belt) dengan lebar minimal 150 meter akan mampu mereduksi dampak kerusakan hingga 82 persen. Gempa dan tsunami hebat di Aceh (2004), Lombok (2018), Palu (2018) telah memberi pelajaran berharga kepada kita semua.

Contoh penataan kawasan wisata pantai berbasis mitigasi.
Kepala BNPB/Ketua Satgas Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo didampingi Pjs Gubernur Sulawesi Utara saat rapat koordinasi di Aula Mapalus, Kantor Gubernur Sulut. (Foto: BNPB)

Sama seperti Sulawesi Utara, jejak-jejak bencana serupa juga pernah terjadi ratusan tahun lalu, di berbagai wilayah. “Jangan pernah terlena, karena gempa dan tsunami selalu datang tanpa permisi dan tanpa pengumuman. Dengan kata lain, bencana itu pasti akan terjadi (lagi), tapi kapan waktunya, tidak ada satu pun manusia yang tahu. Melakukan langkah pencegahan dan senantiasa siaga, adalah hal terbaik yang bisa kita lakukan,” papar Doni.

Jika Doni mengingatkan ihwal ancaman gempa dan tsunami, sama sekali bukan untuk tujuan menakut-nakuti, apalagi “teror psikis”. Sebab, seperti berulang dia kemukakan di banyak kesempatan, “Perang, belum tentu. Tetapi bencana berulang, pasti terjadi. Bukan untuk ditakuti, tetapi justru mengingatkan kita semua yang hidup di negara dengan letak geografis ring fire dan patahan-patahan dasar laut. Indonesia itu bisa diistilahkan supermarket bencana. Selain gempa dan tsunami, ada ancaman erupsi gunung berapi, banjir, longsor, dan kebakaran hutan. Karenanya kita juga harus menjadi bangsa yang sadar bencana.”

Tak lupa Doni Monardo menyampaikan kisah menarik tentang ahli geologi dan kegempaan asal Amerika Serikat Prof Ron A. Harris. Doni bertemu Prof Ron tahun 2019, tak lama setelah menjabat Kepala BNPB.

Yang menarik adalah, penelitian Prof Ron tahun 2002 terkait potensi gempa dan tsunami di wilayah Sumatera. Salah satu kalimat yang Doni ingat betul hingga hari ini adalah, “Seandainya pada tahun 2002 saya menyempatkan diri berkeliling Sumatera dan mengabarkan hasil penelitian itu, niscaya korban tsunami Aceh (tahun 2004) tidak akan sebesar itu.”

Seperti kita ketahui, tsunami di Aceh diakibatkan gempa dangkal di laut bermagnitudo 9,3, yang jaraknya sekitar 149 kilometer dari Meulaboh. Secara keseluruhan ada 14 negara yang terkena dampak tsunami dengan jumlah korban mencapai 230.000 jiwa. Adapun warga Aceh yang dilaporkan meninggal dan hilang tercatat 167.000 orang.

“Yang dikatakan Profesor Ron adalah tentang kewaspadaan. Tentang pentingnya mitigasi. Apalagi, saat itu kita semua asing dengan kata tsunami. Kalau saja Prof Ron tahun 2002 mensosialisasikan hasil penelitiannya, maka lebih banyak warga Sumatera, khususnya Aceh yang mengetahui apa itu tsunami dan bagaimana menyikapinya. Jadi masuk akal jika Prof Ron berkeyakinan, kalau sebelumnya ada langkah mitigasi, jumlah korban tidak akan sebesar itu. Sekali lagi, itulah pentingnya mitigasi kebencanaan,” tandas Don.

Sulut Rawan Banjir-Longsor

Lain gempa dan tsunami, lain pula banjir dan longsor. Wilayah Sulawesi Utara memiliki setidaknya enam kabupaten/kota yang rawan banjir dengan kelas bahaya kategori “tinggi”. Keenam daerah itu masing-masing: Bolaang Mongondow, Minahasa, Kepulauan Sangihe, Bolaang Mongondow Utara, Minahasa Tenggara, dan Kota Manado.

Tanggap akan kondisi itu, Doni Monardo menyatakan, “Saya akan memberi bibit vetiver untuk ditanam di daerah-daerah yang rawan longsor. Selain itu, saya juga akan sumbangkan lima-ribu bibit pohon palaka. Itu pohon langka sekali, Pak Gubernur tidak akan dapat di tempat lain, tapi tolong ditanam, dirawat jangan sampai mati. Kalau mati, saya denda satu juta per pohon yang mati,” kata Doni Monardo disusul tawa, sekaligus tepuk tangan hadirin.

Dua jenis tanaman (vetiver dan pohon palaka) sangat ampuh mencegah longsor. “Pohon ini (palaka) saya temukan di Seram, Maluku. Di sana ada palaka berusia ratusan tahun. Tingginya lebih dari 50 meter. Lingkar pangkal pohonnya seukuran tiga puluh prajurit bergandengan tangan. Kokoh di segala jenis tanah, berusia hingga ratusan tahun, dan sangat efektif mencegah longsor,” papar mantan Pangdam XVI/Pattimura (2015-2017) itu.

Tak hanya mencegah longsor, palaka juga termasuk jenis pohon yang mampu menahan gelombang tinggi tsunami, selain jenis pohon lain seperti mangrove, cemara udang, ketapang, dan beringin.

“Saya menargetkan menanam 40.000 pohon palaka di daerah-daerah rawan. Beberapa provinsi lain sudah saya janjikan bibit pohon langka ini. Sekarang saya tambah lagi untuk Sulawesi Utara,” kata Doni, lagi-lagi disambut tepuk tangan meriah hadirin.

Atas “anomali” Doni Monardo siang itu, saya bersama PLT Deputi 3 Dodi Ruswandi dan Koorspri Kolonel Czi Budi Irawan yang mengikuti rapat saling lempar pandang. Setengah berbisik, Dodi Ruswandi berujar “Point penting ini… setelah sekian lama tidak bicara pohon, di Manado pak Doni kembali ke khittah…. Khittah pohon….” Mendengar itu, kami semua tertawa. Tentu dengan tawa lirih.

Pohon palapa “purba” di Pulau Seram, Maluku. Kanan: Presiden Joko Widodo dan para pejabat negara saat melakukan gerakan penanaman pohon vetiver untuk mencegah longsor.

Persepsi Keliru Covid-19

Memasuki bulan ketujuh pandemi Covid-19, Doni memprihatinkan masih besarnya angka masyarakat yang tidak percaya bakal terpapar virus corona. Menurut survei BPS, 17 dari 100 responden menyatakan “sangat tidak mungkin” dan “tidak mungkin” terinfeksi/tertular Covid-19.

Doni memaparkan pula data yang perlu dicermati. Bahwa persentase terbesar masyarakat yang tidak percaya bisa terpapar Covid-19 adalah Maluku (29,18 %) dan Sulawesi Utara (27,66%).

“Jadi, pak Gubernur, dan bapak-ibu sekalian, provinsi Anda ini menempati urutan kedua dalam hal jumlah masyarakat yang meyakini ‘sangat tidak mungkin’ dan ‘tidak mungkin” terpapar corona. Ini harus menjadi perhatian kita bersama,” tandas Doni.

Salah satu cara untuk mensosialisasikan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan, adalah melalui peran media. Terutama media sosial, televisi, dan whatsapp. Sebab, berdasar survei, tiga jenis media itu yang paling besar menjadi sumber informasi masyarakat terkait Covid-19. Sisanya, baru media jenis yang lain.

Mengakhiri paparan, sebelum take off ke Biak Numfor, Papua, Ketua Satgas Covid-19, Doni Monardo mengajak masyarakat Sulawesi Utara untuk melaksanakan Iman – Aman – Imun.

Iman dalam arti rajin beribadah dan berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Aman, dalam arti patuh dan taat melaksankan tiga kewajiban: Wajib pakai masker, wajib menjaga jarak/hindari kerumuman, dan wajib mencuci tangan pakai sabun. Sedangkan imun, dalam arti mengonsumsi makanan bergizi, menjaga hati tetap senang, rajin berolahraga dan tidur cukup.

Sajian ikan oci dan sambal dabu-dabu ini hanya salah satu menu di antara menu-menu sea food lainnya.

Sebelum sampai di bandara Sam Ratulangi, 13 km dari pusat kota “Nyiur Melambai”, kami singgah di restoran Raja Oci di bilangan Pinaesaan, Kecamatan Wenang, Kota Manado. Di sini rombongan melahap sajian khas Manado.

Beberapa menu khas di sini adalah perkedel nike dan bakwan jagung yang lezat, garing, dan gurih. Di samping, menu ikan-ikanan yang fresh. Juga ikan tude segar. Sop ikan, woku, kepiting soka, dan lain-lain.

Last but not least adalah sambal dabu-dabu. Sambalnya pedas dengan potongan tomat segar. Dimakan dengan ikan oci yang khas Manado rasanya berguling-guling di dalam mulut.

Setidaknya, hati kami semua merasa gembira, ditambah kenyang makanan bergizi. Itulah yang dibutuhkan untuk meningkatkan imun, terlebih ketika tengah melakukan serangkaian kunjungan kerja marathon Gorontalo – Manado – Biak Numfor, dan Bali.

Menjelang tengah malam, roda pesawat TNI AU menapak di Pangkalan Udara Manuhua, Kabupaten Biak Numfor, Papua. Cita rasa kuliner Manado masih terasa lumer di lidah. (*)

Tags: covid-19doni monardoegy massadiahjayakartanewsmitigasi bencanapohon palakasatgas covid-19vetiver
Share197Tweet123
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Operasi Patuh 2026 Dimulai, Korlantas: Kedepankan Pendekatan Humanis dan Edukatif

Operasi Patuh 2026 Dimulai, Korlantas: Kedepankan Pendekatan Humanis dan Edukatif

October 26, 2026
Fahri Minta Masyarakat Berpikir Rasional dan tak Emosional, Utamakan Dialog Ketika Menyampaikan Kritik

Fahri Minta Masyarakat Berpikir Rasional dan tak Emosional, Utamakan Dialog Ketika Menyampaikan Kritik

October 26, 2026
Bapanas Akui Beras Premium Sempat Kosong di Sebagian Ritel

Gerakan Pangan Murah Disambut Antusias Warga Tuban: Disediakan 1 Ton Beras SPHP Harga Terjangkau

October 26, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version