Tyo Pakusadewo Persembahkan Pagelaran Teater Kenang Kasih Ibu

Tio Pakusadewo–foto istimewa

Setelah mendekam selama sembilan bulan dibalik jeruji besi akibat kasus narkoba yang menjeratnya, salah satu aktor senior Tanah Air, yakni Tyo Pakusadewo akhirnya bisa menghirup udara bebas

Kembalinya Tyo Pakusadewo juga ditandai dengan dirinya yang memutuskan kembali ke industri seni peran yang sudah membesarkan namanya sejak dulu. Namun, bukan kembali ke dunia film seperti biasanya, kali ini Tyo bergabung dalam proyek pagelaran teater berjudul ‘Ibu’.

Tak tanggung-tanggung, pada pagelaran yang diberi nama ‘Untuk Ibu’ ini, Tyo Pakusadewo duduk sebagai produser sekaligus pemain.

Alasan kembalinya Tyo ke dalam dunia seni peran khususnya teater ternyata karena berkaitan dengan Almarhum sang Ibunda. Tyo mengaku ingin memberikan penghormatan yang terbaik bagi ibunya sekaligus bagi para ibu di seluruh dunia ini.

“Ini adalah teater modern atau kerja panggung saya yang pertama yang akan saya persembahkan khusus untuk ibu saya dan kebetulan untuk memperingati hari ibu tanggal 22 Desember,” kata Tyo saat ditemui di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 15 November 2018.

Ia pun menambahkan, “Ibu saya pada 15 Desember kemarin sudah berpulang, saya ingin mengenang sesuatu untuk beliau, kebetulan ini sudah ada dari setahun yang lalu,” ujarnya.

Tyo membeberkan bahwa sebetulnya proyek pembuatan teater ini sudah ia rencanakan sejak satu tahun yang lalu, namun baru bisa terealisasi akhir tahun ini.

“Sebetulnya ingin setahun yang lalu saya merencanakan ini tapi Tuhan mungkin baru memberikan jalan untuk tahun yang sekarang,” tuturnya.

Sementara itu diketahui, pagelaran teater ini bakal berlangsung pada 15 Desember 2018, di Teater Komunitas Salihara. Pemain lain adalah Reza Rahadian, Teuku Rifnu Wikana, Shelomita, Donny Damara, Chatib Basri, Patrisha Pakusadewo, Jerome Gabe sebagai pianis, Yudhis gitaris dan Heidy Awuy harpist. (pik).

Tio Pakusadewo, Narkoba Lagi… Ditangkap Lagi…

Tio Pakusadewo

RESERSE Narkoba Polda Metro Jaya menangkap aktor senior Tio Pakusadewo atas penggunaan dan kepemilikan narkotik. Kejadian ini semakin menambah panjang riwayat aktor tersebut dengan narkoba.

Lahir pada 2 September 1963, Tio dikenal sebagai aktor kawakan yang telah memulai karier di dunia perfilman sejak lebih dari dua dekade lalu.

Namun, ia baru mulai dikenal publik usai berperan dalam film Cinta dalam Sepotong Roti arahan Garin Nugroho pada 1990. Aktor yang masih kerabat dekan Kadipaten Pakualaman ini dikenal sebagai bintang film muda penuh talenta kala itu.

Bukti talentanya semakin bersinar ketika meraih Piala Citra di Festival Film Indonesia pada 1991 atas perannya sebagai komponis idealis dalam film Lagu Untuk Seruni (1991).

Setelah menggapai kegemilangan karier, Tio justru terjebak dalam berbagai masalah pribadi dan narkoba pada pertengahan dekade 90-an. Hal ini membuat kariernya tenggelam.

Tio sempat muncul kembali ke dunia perfilman pada 2004 melalui film Virgin. Sejak saat itu, Tio makin sering muncul di dunia perfilman melalui Berbagi Suami (2006), Quickie Express (2007), Lastri (2008), Pintu Terlarang (2009).

Pun ia bermain dalam film Surat dari Praha (2016) bersama Julie Estelle. Film tersebut menjadi jagoan Indonesia untuk diajukan dalam kategori Film Asing Terbaik di Academy Awards 2017 lalu.

Dalam sebuah acara pemberantasan minuman keras pada Mei 2017 lalu, Tio sempat mengenang ia pernah terjerat narkoba selama 15 tahun. Kala itu, Tio mengakui bahwa melepaskan diri dari narkoba membuat dirinya kembali merasa lebih ringan, cerah, dan senang dalam menghadapi kehidupan.

Pun, Tio mengakui bahwa ia menjalani rehabilitasi sejak 2016. Ia menyebut telah berhasil menghentikan ketertarikan dan keterikatan dengan narkoba.

“Bayangkan, saya 15 tahun kehilangan banyak hal. Saya mengkonsumsi narkoba 15 tahun. Kalau saya sesalkan tiap hari, tak ada gunanya juga. Saya mungkin lihat masa depan saja, ingin lebih baik,” kata dia, seperti dilansir dari detik. ***