IMTC akan Gelar Kejurnas Tens Junior di Pariaman

JAYAKARTA NEWS— Mantan petenis nasional, Irawati Moerid terus menjalankan kiprahnya dalam membangun tenis di Tanah Air. Melalui Irawati Moerid Tenis Competition (IMTC), Irawati Moerid akan menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tenis  Junior di Lapangan Tenis Kota Pariaman, Sumatera Barat, 23-25 September 2022.

Menurut pemrakarsa sekaligus promotor kejuaraan ini, Irawati Moerid, Pariaman menjadi salah satu kota pilihan karena potensi tenis di kota tersebut cukup bagus.

“Sayang potensi yang begitu besar tidak digarap secara maksimal. Sebagai insan tenis saya merasa tertantang dan terpanggil untuk menggelar sebuah kejuaraan tenis nasional junior diakui Pelti (TDP),”kata penentu medali emas tenis beregu putri Indonesia di SEA Games 1991 Manila Filipina  itu.

Gayung pun bersambut, Ketua Pelti Kota Pariaman, Ir.Fitrias Bakar langsung mengamini keinginan Irawati Moerid. Karena, Fitrias yakin betul bahwa hanya dengan menggelar kejuaraan akan lahir calon atlet berbakat dan berprestasi.

Fitrias Bakar bersama IMTC mendukung Ketua Umum PB.Pelti Rildo Anwar untuk program pembinaan dan pembibitan lewat kejuaraan-kejuaraan tenis nasional berbasis TDP.

Pada prinsipnya, lanjut Irawati Moerid, dirinya hanya membantu PB Pelti menyiapkan wadah untuk pembibitan sebagai bagian dari pembinaan. Karena, tidak ada juara tanpa melalui pertandingan.

Adapun nomor-nomor yang dipertandingkan adalah kelompok umur (KU) 10 tahun 12, 14, 16 dan 18. Kepada para pemenang atau juara disediakan hadiah, piala dan piagam.***din

Cederai Hakim Garis, Petenis Novak Djokovic: Tidak Sengaja, Saya Sungguh Menyesal

JAYAKARTA NEWS— Rasa frustasi petenis nomor satu dunia Novak Djokovic berbuah cedera tenggorokan pada hakim garis wanita di AS Terbuka 2020. Pasalnya Djokovic yang tertinggal 5-6 pada set pertama melawan Pablo Carreno Busta begitu frustasi ketika gagal membalikkan serangan Pablo. Saking kesalnya dia pun memukul bola asal-asalan, naasnya, mengenai tenggorokan hakim garis yang berada di belakangnya. Kencangnya bola membuat hakim garis tumbang.

Djokovic sangat kaget dan langsung menghampiri sang hakim garis yang kesakitan memegang lehernya. Dengan sungguh hati dia meminta maaf. Namun tetap saja dia menerima hukuman. Atas perbuatannya selain dia didiskualifikasi dari turnamen Grand Slam AS Terbuka, Djokovic juga dedenda Rp3,6 miliar.

Tertunduk sedih. Novac Djokovic didiskualifikasi dari turnamen AS Terbuka setelah mencederai hakim garis– foto instagram djokovic

Lewat akun instagramnya, Djokovic mengaku sangat menyesal atas peristiwa yang tidak disengajanya itu. Dia sudah menanyakan kondisi hakim garis itu dan dikatakan oleh pihak turnamen bahwa baik-baik saja. “Terima kasih Tuhan,” tulis Djokovic.

“Seluruh situasi ini membuatku sangat sedih dan hampa. Saya memeriksa hakim garis itu dan pihak turnamen mengatakan kepada saya bahwa, terima kasih Tuhan, dia (hakim garis) merasa baik-baik saja. Saya sangat menyesal telah membuatnya stres seperti itu. Sangat tidak disengaja. Jadi salah,” ucapnya lagi.

“Saya tidak mengungkapkan namanya untuk menghormati privasinya. Mengenai diskualifikasi, saya harus kembali ke dalam dan mengatasi kekecewaan saya dan mengubah ini semua menjadi pelajaran untuk pertumbuhan dan evolusi saya sebagai pemain dan manusia.”

“Saya minta maaf kepada turnamen @usopen dan semua orang yang terkait atas perilaku saya. Saya sangat berterima kasih kepada tim dan keluarga saya karena telah menjadi pendukung rock saya, dan penggemar saya karena selalu ada bersama saya. Terima kasih dan maafkan saya,” paparnya. ***ebn