JAYAKARTA NEWS— ARTJOG tahun ini digelar lagi. Helatan seni rupa kontemporer berskala besar di Indonesia ini menggelar Road to ARTJOG 2024 – Performa Kinestetik di Serambi Salihara, Jakarta, baru-baru ini.
Agendanya menghadirkan presentasi karya dari Zulfian Amrullah, seorang arsitek, perupa dan pengarah artistik.
Kali ini, Zulfian berkarya dengan bentuk dan fungsi kursi. Berbagai persepsi indrawi, pengadeganan dan gerakan, sekaligus bereksperimen terhadap peluang narasi yang terus dibangun dari sebuah perustiwa seni, dieksplorasi secara apik dan kinestetik.
Mendadak sontak dialog atas pengalaman tubuh dalam karya instalasi masif ini diperkuat lewat pertunjukan tari yang dibawakan oleh Siska Aprisia, penari dan koreografer asal Sumatera Barat alumnus ISI Padangpanjang yang kerap berkolaborasi lintas disiplin.
Berdurasi 17 menit, Siska meliuk-liukkan tubuh lenturnya dalam berbagai bentuk tari kontemporer diantara kursi-kursi yang dipajang atau menerobos kedalam celah kursi yang tak boleh diduduki pengunjung.
Mengusung tajuk Lamaran yang akan diselenggarakan di Jogja National Museum, Jogjakarta. Berbagai program pendukung digebrak seperti Young Artist Award, ARTJOG Kids, performa ARTJOG, Exhibition Tour, Meet the Artist, Artcare dan Jogja Art Weeks.
Siska Aprisia (foto Ipik)
“ARTJOG memadukan ide-ide pola karya para seniman, sekaligus mengajak mereka mengungkapkan tafsir, penawaran serta maksud dan motivasi dibalik karya-karya mereka,” ujar Hendra Wiyanto, kurator dan penulis.
Selama bertahun-tahun, ARTJOG telah membuktikan bagi ekosistem seni rupa Indonesia. Boleh dikata ARTJOG telah menjadi katalisator dalam mengembangkan aspek pariwisata berbasis seni.
Tak kalah penting, ARTJOG telah mengemas sebuah perhelatan seni rupa kontemporer menjadi tontonan yang populer sekaligus sarana pendidikan bagi khalayak luas. Peristiwa ini dinanti oleh kalangan pegiat seni dan publik dalam lingkup lokal maupun internasional. Sejak 2022, ARTJOG telah melibatkan anak-anak dan teman difabel tidak hanya sebagai pengunjung, tapi juga partisipan pameran dan program lainnya. (pik)
MALANG, JAYAKARTA NEWS– Pertama kali Lomba Mural Aspirasiku yang diadakan oleh Jurnalis Lintas Selatan (JLS) resmi diselenggarakan, Selasa (7/2). Tampak puluhan tim yang telah terdaftar, begitu antusias dalam menghasilkan karya seni mural terbaiknya.
Para peserta tidak dibatasi usia, usia muda hingga lansia hadir memeriahkan acara memeriahkan Hari Pers Nasional (HPN) ini. Peserta termuda 14 tahun pun semangat mengguratkan cat di media yang dibuat dari papan kayu yang sudah disediakan oleh panitia.
Lomba dibuka oleh Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana S.I.K. “Acara mural Apesiasiku ini menunjukkan komitmen kami untuk selalu mendukung, sinergi, dan kolaborasi dengan insan media dan para seniman, terutama rekan-rekan Jurnalis Malang Selatan,” ujar Kapolres dalam sambutannya.
Ia berharap agar bisa terus berkolaborasi mengadakan kegiatan-kegiatan positif berkesinambungan. “Apresiasi kepada seniman-seniman peserta mural dan rekan-rekan jurnalis, melalui lomba mural semoga tercipta karya dan menjadi motivasi kami untuk lebih baik lagi”, tambahnya.
Sementara Ketua Pelaksana Lomba Mural Aspirasiku, Daviq Umar dalam sambutannya menyatakan, Lomba Mural Aspirasiku diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional 2023.
“Acara ini diselenggarakan oleh para jurnalis di Kabupaten Malang yang tergabung dalam JLS. Tujuan dari diselenggarakannya acara ini yaitu untuk memperingati HPN yang bertepatan pada hari Kamis (9/2/2023),” tuturnya.
Ketua Pelaksana yang ramah ini menyebutkan, acara Lomba Mural Aspirasiku yang diadakan oleh awak media tersebut, merupakan ajang bergengsi pertama kali yang diselenggarakan di tingkat kepolisian Polres se-Indonesia. Oleh karenanya, pihaknya berharap dengan adanya acara ini bisa menginspirasi jajaran kepolisian lainnya yang bertugas di seluruh wilayah Indonesia.
Dijelaskan Daviq, acara Lomba Mural Aspirasiku ini diikuti oleh sekitar 40 tim. Puluhan seniman tersebut berasal dari seluruh wilayah di Indonesia. Diantaranya dari Malang Raya, Jawa Timur, Jawa Tengah, bahkan hingga Jawa Barat.
“Atas nama panitia, kami berharap acara ini bisa menjadi sarana serta wadah bagi para seniman dalam menyampaikan aspirasinya melalui karya mural terbaiknya,” ujarnya.
Terakhir, Daviq mengucapkan selamat berlomba kepada para seniman yang menjadi peserta dalam Lomba Mural Aspirasiku . Tak lupa, pihaknya juga mengucapkan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada para pihak yang terlibat dalam suksesnya acara Lomba Mural Aspirasiku . Utamanya kepada jajaran kepolisian Polres Malang maupun peserta yang telah berpartisipasi dalam acara ini.
“Saya selaku Ketua Panitia Lomba Mural Aspirasiku mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada para hadirin yang telah bersedia datang dan memeriahkan acara ini. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana beserta jajarannya, yang telah men-support acara pada hari ini. Semoga acara ini dapat berlangsung dengan baik dan lancar, sehingga dapat memberikan manfaat bagi kita semua,” pungkasnya. (Dian)
YOGYAKARTA, JAYAKARTA NEWS-— Bedog Arts Festival (BAF) merupakan “ruang temu kreatif” dengan format festival seni pertunjukan yang dinaungi oleh Yayasan Banjarmili. Festival ini menjadi tempat bertemunya kreator seni, pemerhati kebudayaan, pelaku bisnis, masyarakat, dan para pemangku kepentingan. Pertemuan ini terwujud melalui berbagai kegiatan kreatif yang berkaitan dengan masalah lingkungan, seni/budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Terselenggara pertama kali pada tahun 2007 dan hingga saat ini terselenggara yang ke 12 kali.
Pada akhir tahun lalu, Bedog Arts Festival kehilangan pendiri sekaligus Direktur, bapak Martinus Miroto yang meninggal pada 31 Desember 2021 dalam usia 63 tahun. Beliau tidak hanya meninggalkan istri dan kedua putera, namun juga meninggalkan warisan ruang kreatif yaitu Studio Banjarmili dan Bedog Arts Festival. Walaupun Direktur Bedog Arts Festival telah berpulang ke Sang Pencipta, akan tetapi spirit beliau menggerakkan istri, putera, dan teman-teman di sekeliling beliau untuk merancang Bedog Arts Festival ke 12 tahun 2022.
Yayasan Banjarmili yang menaungi Studio Banjarmili dan Bedog Arts Festival sepakat bahwa istri alm. Miroto, yaitu Ibu Yuli Miroto (Tri Yuliyanti Setyasari) yang akan mengantikan alm. Miroto menjadi Direktur Bedog Arts Festival yang ke 12 tahun 2022 agar spirit kekaryaan dan teladan hidup tokoh Martinus Miroto dapat semakin dikenal dan terus hidup. Tidak hanya di kalangan pelaku seni namun juga masyarakat secara luas; Sehingga api semangat hidup dan kekaryaan sang maestro tari dapat diwarisi dan diteruskan oleh generasi berikutnya.
BAF #12 mengusung tema “Memayu Hayuning Sukma” – Tribute To Miroto yang dapat dimaknai sebagai bentuk lelaku untuk mengabdikan sekaligus memberikan penghormatan kepada jiwa seseorang atas jasa dan pelayanan yang diberikan selama hidup. Karya-karya yang ditampilkan pada BAF #12 adalah karya cipta alm. Miroto yang dikreasi untuk Festival di Eropa dan Jepang, diselenggarakan pada hari Minggu, 23 Oktober 2022, pukul 19.30 WIB di indoor space Studio Banjarmili. Melalui berbagai pertimbangan, BAF #12 belum bisa diselenggarakan di outdoor space Studio Banjarmili walaupun unsur artistik berupa setting alam dengan ratusan senthir tetap dilakukan. Untuk penonton yang tidak mendapatkan tempat duduk maka dapat menyaksikan pada siaran tunda BAF#12 pada hari Selasa 25, Oktober 2022, pukul 20.00 WIB di youtube channel Bedog Arts Festival.
Karya-karya alm. Miroto yang akan ditampilkan dalam BAF # 12 antara lain “Dancing Shadows”, sebuah karya yang diciptakan tahun 2002 untuk Festival di Belanda, Belgia, dan Jerman dengan penari yang masih sama saat itu yaitu Agung Gunawan, Mugiyono Kasido, Anter Asmarateja, dan Sudiharto, dengan pemusik Eko PT Wibowo.
Karya lainnya adalah “Rites Of Revival” yang diciptakan pada tahun 2018 untuk Festival di Jepang dalam rangka memperingati kejadian Tsunami di Jepang dengan penari yang masih sama yaitu Widi Pramono, Anang Wahyu, Irwanda Putra, dan Bima Arya, pemusik Sambung Penumbra.
Selanjutnya dengan tema air akan tampil karya Dr. Memet Chairul Slamet yang berjudul “Air Mata Air”, merupakan karya kolaborasi dengan alm. Miroto pada tahun 2019 yang ditampilkan di PostFest, Surakarta dengan mengusung isu pencemaran air.
Kemudian mengingat alm. Miroto sangat dekat dengan anak-anak, maka akan tampil pula kelompok dolanan anak dari Sanggar Dolanan Bocah Gayeng Regeng dari Kabupaten Sleman. Tidak ketinggalan pula puteri alm. Miroto, Bunga Seouli akan mengekspresikan kerinduan kepada ayahnya melaui ekspresi tubuh, sebuah karya tari yang diarahkan oleh murid alm. Miroto, Maharani Ayuk Listyaningrum dengan judul “Talk to the Moon”, pemusik oleh Setyaji Dewanto.
Pertunjukan karya alm. Miroto dalam BAF # 12 ditutup dengan “Umbul Donga”, sebuah ekspresi doa untuk sukma alm. Miroto oleh seniman- seniman senior dari Yogyakarta dan Surakarta diantaranya adalah Prof. Y. Sumandiyo Hadi, Dr. Ni Nyoman Sudewi, Dra. Setyastuti, M.Sn., dan Dr. Darmawan Dadijono (seniman-seniman tari dari Yogyakarta), Wahyu Santoso Prabowo, S. Kar. M.S., Dr. Dr. Eko Supriyanto, M.F.A., Dr. Silvister Pamardi, S. Kar. M.Hum., Dr. Daryono, S. Kar. M. Hum., Hari Genduk Mulyanto, Djarot B. Darsono, Nuryanto, S.Kar. M.Sn., Mugiyono Kasido, dan Ting Sahita (seniman-seniman tari dari Surakarta).***/pr
JAYAKARTA NEWS— Hari ketiga pelaksanaan, Solo International Performing Arts (SIPA) 2022 telah menampilkan 23 delegasi bagi dari dalam dan luar negeri. Setelah dilaksanakan tiga hari berturut-turut mulai dari tanggal 8, 9, dan 10 September 2022, SIPA telah mampu mengundang ribuan penonton baik penonton langsung maupun penonton dari live streaming di kanal Youtube channel SIPA Festival.
Selain sajian yang ada di panggung, SIPA 2022 juga mengadakan live video performances melalui kanal Youtube SIPA Festival yang dapat disaksikan mulai dari jam 13.00 – 17.00 WIB.
Terdapat 25 sajian live video performances yang dapat dinikmati oleh penonton secara virtual. Berbagai negara menampilkan karya terbaiknya melalui live video performances, negara yang turut berkontribusi diantaranya adalah Australia, Prancis, UK, Hungaria, Japan, Colombia, Scotland, dan lain sebagainya.
Pada panggung malam terakhir SIPA 2022 diawali dengan karya “AA-Forest” oleh KF Project, yang merupakan hasil kolaborasi antara Indonesia dan Republik Korea.
SIPA 2022/foto: dok panitiaSIPA 2022/foto: dok panitia
Tak kalah, delegasi dari dalam dan luar negeri turut menyemarakkan panggung pagelaran SIPA, yaitu Sasikirana KoreoLAB & Dance Camp dari Bandung, Seri Malaya Group dari Malaysia, Go Seong Folksong Group dari Republik Korea, Sekuni Bali dari Bali, Luminous Clouds dari Singapura, dan Artaxiad Gamelan Orchestra dari Solo.
Maskot SIPA 2022 kembali menjejaki panggung SIPA dengan menggandeng Monica Lim sebagai bentuk kolaborasi antara Indonesia, Jepang dan Australia. Karya kolaborasi kali ini berjudul “Biyung” yang mengungkapkan fitrah manusia antara lain Mutmainah, Lawamah, Supiah, dan Amarah.
Sebagai bentuk rasa terima kasih pada seluruh penampil SIPA Festival 2021, Direktur SIPA, Dra. R.Ay. Irawati Kusumorasri, M.Sn memberikan buket bunga dan sertifikat pada delegasi. Disusul penampilan Closing Ceremony bersama seluruh panitia, termasuk Direktur SIPA dan maskot SIPA 2022, Rianto.
Dengan ditutupnya SIPA 2022, maka berakhirlah rangkaian acara selama tiga hari ini. Dengan Mengusung tema “Art as The Spirit of Life Changing”, SIPA tahun ini diharapkan dapat menjadi inovasi dan bangkitnya kembali pariwisata ekonomi, khususnya dalam bidang pertunjukan. Sehingga, para seniman dapat terus berkarya dan terwujudnya SIPA sebagai diplomasi budaya antar negara.***/pr
JAYAKARTA NEWS— Setelah rangkaian acara pembuka pada hari pertama Solo International Performing Arts (SIPA) 2022, antusiasme masyarakat semakin bertambah untuk menikmati pagelaran dari panggung SIPA 2022. Dengan mengangkat tema “Art as The Spirit of Life Changing”, panggung SIPA kali ini diharapkan mampu menjadi penggerak dan pendorong ketika kehidupan mulai berubah. Hal ini terwujud dengan diselenggarakannya SIPA yang mampu menjadi penggerak kehidupan masyarakat di Kota Solo.
Sebagai wadah berkumpulnya para seniman nasional maupun internasional, pada pagelaran SIPA 2020 di hari kedua ini seniman dan komunitas global terhubung melalui seni pertunjukan kali ini. Adapun delegasi yang turut memeriahkan panggung SIPA adalah Garuda Taekwondo dari Republik Korea, Wan Dance Studio dari Riau, Balaan Tumaan Ensemble dari Pontianak, Latif Bolat dari Turki, Anak Seni Asia x CCA UiTM dari Malaysia, Rodrigo Parejo dari Spanyol, Go Seong Folksong Group dari Republik Korea, dan Sadulur Sajaran dari Temanggung.
“Perasaan sangat senang dan terpuja dan kami mempersembahkan budaya kami di Indonesia sebab kita akan berkongsi untuk memperkenalkan budaya. Untuk harapannya, kami bisa sekali lagi dan seterusnya supaya kita bisa berkolaborasi dengan negara-negara sesama Melayu.” ujar perwakilan delegasi Anak Seni Asia x CCA UiTM dari Malaysia. Anak Seni Asia x CCA UiTM menampilkan pertunjukan dengan judul “T.I.G.A”, yang merupakan kepanjangan dari Teguh Iman Garapan Angin, sebuah pertunjukan Teater Tradisional Malaysia – Mak Ying yang memadukan elemen seni musik, tarian, akting, dan nyanyian Mak Yong.
Selanjutnya, SIPA juga telah mengadakan kuis mulai dari satu hari sebelum diadakannya pagelaran SIPA pada akun instagram resmi SIPA Festival. ***/pr
JAYAKARTA NEWS— Hari pertama Solo International Performing Arts (SIPA) 2022 di Benteng Vastenburg, Solo berlangsung meriah. Setelah terguyur hujan dari siang hingga sore hari, cuaca Kota Solo sangat sejuk sehingga menambah antusiasme masyarakat untuk menikmati dan menyaksikan pagelaran seni dari berbagai negara dan daerah yang dihadirkan pada rangkaian kegiatan SIPA 2022 kali ini.
Sebagai simbol pembukaan, acara pertama dimulai dengan pemukulan alat musik kenong oleh Bapak H. Ibnu Sina, S.Pi., M.Si. (Walikota Banjarmasin), Ibu R.Ay. Irawati Kusumorasri, M. Sn. (Direktur SIPA Community), Kim Yong Woon (Direktur Korean Culture Center), Bapak Sulistyo S.Pd M.M (Sekretaris Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Prov. Jateng), dan Bapak Edy Wardoyo (Sekretaris Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Event) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia). Walikota banjarmasin, direktur korea, dispora jateng, seketratis deputi,
foto: dok.panitia
SIPA 2022 mengangkat tema “Art as The Spirit of Life Changing” yang memiliki makna filosofis dan mendalam. “Seni adalah penjaga kehidupan, seni adalah penyelaras kehidupan. Pagelaran SIPA 2022 hadir dengan membawa pesan art the spirit of life changing, ketika kehidupan berubah seni harus mampu menjadi penggerak. SIPA sebagai semangat penyemangat perubahan dari kota solo, kita gelorakan melalui panggung SIPA.” kata Ibu Irawati Kusumorasri selaku Direktur SIPA.
Panggung SIPA kembali dimeriahkan dengan kembang api serta dibuka dengan penampilan Maskot SIPA 2022, Rianto, diiringi dengan para penari dari Semarak Candra Kirana. Selain itu, pada hari pembukaan ini terdapat berbagai live performances empat delegasi dalam negeri, yaitu Excelsior Dance Project dari Banjarmasin, Sanggar Seni Budaya Segah Betuah Tewah dari Kalimantan, Bang Dance Company dari Bali, Gondang Sumut dari Jurusan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan.
foto: dok.panitia
Tidak hanya dimeriahkan oleh delegasi dalam negeri, delegari dari luar negeri pun juga turt memeriahkan panggung SIPA, yaitu Garuda Taekwondo Demostration Team (Korean Cultural Center Indonesia) dari Republik Korea dan Pooja Bhatnagar dari India. Salah sat satu delegasi dari luar negeri, yaitu Pooja Bhatnagar dari India, membawakan tarian berjudul Krisnha Nartan yang menceritakan tentang dewa terkenal di seluruh India dan dunia, Sri Krishna, yang dipuja sebagai inkarnasi ke-8 Dewa Wisnu dan dikenal sebagai dewa cinta, perlindungan, dan kasih sayang.
Pagelaran panggung SIPA hari pertama diakhiri dengan penampilan Gondang Sumut dari Jurusan Sendratarik Jurusan Bhasa dan Seni Universitas Negeri Medan. Setelah semua penampil dari berbagai daerah dan negara disajikan di panggung Benteng Vastenburg, SIPA tidak luput untuk memberikan apresiasi berupa buket bunga serta sertifikat sebagai simbol apresiasi.***/ctr
SOLO, JAYAKARTA NEWS— Memasuki tahun ke-14, SIPA 2022 mengusung tema “Arts as The Spirit of Life” yang mengandung makna bahwa kedudukan dan peran seni adalah penjaga dan penyelaras kehidupan. Seni adalah penggerak dari semangat mewujudkan harapan. Ketika kehidupan harus berubah maka seni harus menjadi penggerak perubahan kehidupan. Panggung SIPA 2022 adalah wujud dari semangat seni sebagai spirit perubahan kehidupan. Sebab yang abadi dalam kehidupan sesungguhnya adalah perubahan.
SIPA 2022 akan digelar selama tiga hari pada tanggal 8, 9, dan 10 September 2022, acara ini dapat disaksikan secara gratis di Benteng Vastenburg atau melalui Youtube channel SIPA FESTIVAL mulai pukul 19.00 hingga 22.00 WIB. SIPA diharapkan dapat menjadi sarana pelestarian seni pertunjukan agar masyarakat dapat selalu mengingat keberadaan seni sebagai salah satu produk asli Indonesia.
Selaras dengan tema Solo International Performing Arts (SIPA) 2022 “Arts as The Spirit of Life”, dipilihlah Rianto yang juga menjadi simbol dari seniman kontemporer yang selalu melahirkan karya yang menjadi penggerak perubahan kehidupan. Rianto menjadi salah satu seniman yang sudah go international mementaskan tariannya di berbagai belahan dunia. Salah satu yang luar biasa ialah ketika menjadi salah satu penari Indonesia yang tampil pada malam inagurasi pengukuhan Presiden Amerika Barack Obama di Capital Hill pada tahun 2009.
Peran yang diambil ini, akan mengarahkan para remaja dan anak-anak untuk menjadi generasi muda yang teredukasi seni melalui sebuah pertunjukan. SIPA selalu berkomitmen untuk terus menyuguhkan acara seni yang menarik dan berkualitas. Maka dari itu popularitas Rianto pada pelestarian seni tradisi yang turut membawanya ke dalam seni industri tentu sejalan dengan semangat SIPA. Sosok Rianto dianggap layak untuk diangkat sebagai maskot dan diberikan penghormatan melalui panggung festival dunia.
Penari kelahiran 8 September 1981, Rianto atau yang akrab disapa Rian merupakan seniman tari dan koreografer yang telah memiliki banyak apresiasi serta penghargaan salah satunya adalah juara pertama Festival Tari serta Koreografi Tradisi Yogyakarta (2001). Saat ini, Rianto memutuskan untuk tinggal di Jepang dan mendirikan sanggar tari pada tahun 2016 yang diberi nama Dewandaru Dance Company (DDC) di Tokyo. Untuk memperkenalkan seni tari lebih dalam di festival dunia, Rianto berkenan untuk kembali ke Indonesia dan menjadi maskot SIPA Festival 2022 dengan harapan dapat membawa seni tradisi yang selama ini beliau pegang di dunia global.
SIPA juga memberikan ruang bagi seniman dan presenter (festival director, event organizer, kurator, dan teater dari berbagai negara) yang diundang untuk mempresentasikan terkait acara mereka dalam acara SIPA Mart. Para seniman dapat terlibat di dalamnya sebagai penampil. Sehingga melalui SIPA Mart diharapkan terjalin hubungan kerja sama diantara presenter dan seniman di kemudian hari.
JAYAKARTA NEWS— Pelukis Sohieb Toyaroja kembali menggelar pameran tunggal. Kali ini, pameran bertajuk “Kebo Iwa: Sukma Suci Nusantara” digelar di Gallery Kunstkring, Menteng Jakarta Pusat, 14 – 28 Juli 2022. Sebuah pameran yang mengangkat dimensi spiritual tertinggi terwujudnya Sumpah Palapa Patih Gajah Mada.
“Tanpa pengorbanan Kebo Iwa bisa jadi tidak ada Nusantara. Dengan kata lain, berkat pengorbanan Kebo Iwa maka lahir Nusantara, yang kemudian menjadi inspirasi pejuang kita mendirikan NKRI,” ujar pelukis kelahiran Kediri, tahun 1968 itu.
Alkisah, Maha Patih Gajah Mada mengumandangkan Sumpah Palapa dengan misi suci penyatuan Nusantara. Saat itu Kerajaan Majapahit di bawah kendali Ratu Tribhuwana Tunggadewi. Kerajaan Bedahulu (Bali) dengan Maha Patih Kebo Iwa, adalah salah satu yang harus ditaklukkan.
Bukan sekali dua prajurit Majapahit mencoba menaklukkan Kebo Iwa, baik dengan cara ksatria ataupun nista. Perang tanding Kebo Iwa dan Gajah Mada melewati batas siang dan malam. Sama digdaya.
Di tengah napas yang terengah, bertanyalah Kebo Iwa kepada Gajah Mada, mengapa harus ada sengketa. Mengapa harus saling mencabut nyawa. Diwartakanlah ihwal Sumpah Palapa. Ihwal sumpahnya untuk menyatukan Nusantara. Hanya dengan merajut persatuan, antar-nusa akan tercipta Nusantara yang tenteram dan sentosa.
Kebo Iwa menerimanya sebagai sumpah mulia. Bahkan ia pun rela jika nyawa harus pisah dari raga. Kebo Iwa menunjukkan di mana letak pintu sukmanya. Patih Gajah Mada membunuh Kebo Iwa tidak dengan jumawa. Gajah Mada tahu, Kebo Iwa mati bukan karena kalah, tapi rela mati demi terwujudnya Sumpah Palapa.
Sukma suci Kebo Iwa pun moksa ke swarga loka. Sumpah Palapa Gajah Mada, menjadi paripurna dengan pengorbanan Kebo Iwa. Nilai-nilai pengorbanan dan kepahlawanan Kebo Iwa mengusik “kreativitas-batin” pelukis Sohieb Toyaroja, dan menjadikannya sebagai ide besar penciptaan karya. Persembahan Pameran Lukisan “Kebo Iwa, Sukma Suci Nusantara” adalah upaya menguak sisi terdalam lahirnya Nusantara sebagai inspirasi kepada anak bangsa.
Sohieb dikenal sebagai pelukis dengan ciri khas sapuan palet yang ekspresif. Ia banyak menggelar pameran tunggal dengan tema-tema sejarah dan spiritual. Tahun 2016 misalnya, ia menggelar pameran tunggal “Spitirual Journey” di Kunstkring. Setahun berikutnya, 2017, pameran fenomenal digelar memperingati 72 tahun kemerdekaan Indonesia. Pameran itu diberinya tajuk “72 Tokoh Indonesia & 7 Presiden RI” di Epiwalk Epicentrum, Kuningan – Jakarta.
Tahun 2021, ia bahkan dinobatkan banyak kalangan sebagai “pelukis Semar”, berkat pameran tunggalnya “Semar Ngruwat Jagad”, di Kunstkring Galleri, dan Jogja Gallery. Di luar itu semua, ia juga mengelola Bellevue Art Space, di Cinere, Kota Depok.
Kembali ke tema pameran “Kebo Iwa”, Sohieb menyebutnya sebagai sebuah “panggilan jiwa”. Pengalamannya mukim di Bali pada satu periode kehidupannya, membuat ia merasa dekat dengan sosok Maha Patih Kerajaan Bedahulu (Abad ke-8 sampai Abad ke-14). “Bangsa ini harus mengingat peran besar Kebo Iwa dalam sejarah terwujudnya Nusantara, sebagai cikal-bakal NKRI,” ujarnya.
Kisah Kebo Iwa dan Gajah Mada ini menjadi warisan budaya Indonesia agar dipahami kemudian dilestarikan oleh generasi penerus bangsa. Sohieb bahkan melemparkan gagasan pembangunan Museum Kebo Iwa di Bali. “Saya akan menyampaikan gagasan tersebut. Semoga melalui pameran ini, jalan menuju pembangunan Museum Kebo Iwa bisa terwujud,” tekad Sohieb Toyaroja.***din
JAYAKARTA NEWS— Dewasa ini masyarakat dunia sudah mulai beradaptasi dengan segala aktivitas yang dilakukan secara virtual. Hal tersebut dikarenakan pandemi Covid 19 yang mengharuskan semua orang untuk mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak, khususnya menghindari kerumunan. Aktivitas kerap dilakukan secara virtual. Kini konser musik pun dapat dilakukan secara virtual dan live untuk mengibur masyarakat secara aman, seperti saat di rumah.
Donny Hardono, pendiri Don Sistem Suara (DSS), mengembangkan teknik untuk melakukan konser secara virtual dengan kualitas baik. Di sisi lain, ia mengadakan konser virtual yang disebut Konser 7 Ruang sebagai upaya memberikan wadah bagi para pekerja seni serta tim produksi untuk tetap dapat bekerja di masa pandemi. Donny mengatakan bahwa konser virtual ini merupakan konsep yang tidak pernah direncanakan sebelumnya.
“Saya mengubah rumah saya menjadi delapan ruangan, yang satu saya pakai untuk control room, yang tujuh untuk semua musisi yang akan saya ajak bekerja sama. Karena dengan tidak dibagi tujuh, saya rasa saya melanggar protokol Covid-19,” ucapnya saat berdialog melalui ruang digital di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Jakarta, Kamis (27/8).
Musisi yang diajak bekerja sama pun berjumlah tujuh orang, sehingga setiap ruangan hanya berisikan satu orang saja. Selain melakukan disinfeksi pada ruangan yang digunakan, setiap pihak yang bekerja sama pun juga harus menerapkan protokol kesehatan Covid-19.
Ia mengaku Konser 7 Ruang ini terinspirasi dari kekurangan konser virtual yang biasa dilakukan melalui ruang digital dan mengalami keterlambatan audio serta gambar. Untuk mengindari hal tersebut, konser dapat dibuat dengan menggabungkan beberapa klip video dari setiap musisi. Risikonya, konser tersebut tidak dapat berlangsung secara live karena harus melalui proses editing terlebih duhulu.
“Kemudian saya buat tempat (tujuh ruangan) seperti ini, tanpa ada kelambatan, tanpa harus editing, kita bisa live sampai 10 jam nonstop,” lanjut Donny ketika menjelaskan asal mula dibuatnya Konser 7 Ruang.
Selanjutnya Donny menyampaikan bahwa konser yang diadakan setiap akhir pekan ini berjalan dari hasil pengumpulan donasi. Donasi tersebut lantas dibagikan kepada 77 karyawan perusahaannya, pekerja seni dan tim produksi yang terlibat.
Terakhir, Ia berpesan agar masyarakat tetap tidak keluar dari rumah terkecuali pada keadaan mendesak. “Saya akan sediakan hiburan (Konser 7 Ruang) ini sampai Covid-19 selesai, di setiap weekend,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, perwakilan Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI), Wicaksono Soegandhi atau yang acap dipanggil Nongki menyebutkan bahwa Iluni UI juga tengah mempersiapkan konser virtual sebagai bentuk apresiasi terhadap para relawan, medis maupun nonmedis, bertajuk Konser 75 Suara Perjuangan.
Bekerja sama dengan Satuan Tugas Penanganan Covid-19, konser akan ditayangkan langsung dari Makara Art Center, Depok, pada hari Jumat, 28 Agustus 2020. Melalui konser ini, musisi dapat kembali tampil di atas panggung. Tak lupa, setiap pihak yang terlibat juga harus menerapkan protokol kesehatan secara disiplin.
“Ini acara bukan pure konser musik tapi merupakan apresiasi terhadap relawan, jadi kita bentuknya storytelling. Jadi nggak hanya para artis itu nyanyi, tapi juga nanti ada monolog-monolog yang diisi oleh para tokoh-tokoh yang sudah meluangkan waktunya untuk berjuang melawan Covid-19 ini,” kata Nongki mengenai konsep dari Konser 75 Suara Perjuangan. ***/ebn
JAYAKARTA NEWS— Host ‘Mata Najwa’, Najwa Shihab untuk pertama kalinya mencoba main sandiwara radio. Ia didapuk jadi peneran utama dalam sandiwara radio bertajuk ‘Berita dari Kebayoran’ adaptasi cerpen karya Pramudya Ananta Toer.
“Ini yang ngajak Happy Salma. Dan ini pengalaman baru buat saya,” ujar Najwa dalam konferensi pers secara virtual Kemdikbud.
Sandiwara ini dikemas dalam bentuk podcast Sandiwara Sastra. Najwa memerankan sebagai Aminah yang harus pergi dari Kebayoran untuk pindah ke Jakarta dan menjadi pelacur. “Ceritanya sangat tragis dan banyak kritik sosial khas Pramudya,” ungkap Najwa.
Lakon ini berkisah ihwal pembebasan lahan di kampung-kampung yang warganya harus tersingkir dan hengkang ke kota.
Bagaimana rasanya main sandiwara radio ?
“Awalnya, berdebar-debar. Jantung dag dig dug. Kan biasanya saya baca berita, sekarang disuruh berdialog dalam sandiwara radio,” ucapnya.
Kalau ditawari main film atau sinetron ?
“Enggaklah. Ini kan saya kompromi sama sutradara dan pengarah cerita, hanya sandiwara radio. Enggak ada gambarnya (wajahnya), hanya suaranya,” jawab Najwa terpingkal.
Untung, kali ini Najwa ditemani sederet aktor yang keren dan terkenal, seperti Mathias Muchus, Chicco Jerikho dan Lulu Tobing. “Jadi saya bisa belajar karakter, intonasi suara dan mendalami dialog yang benar,” demikian puteri mantan Menag H. Quraish Shihab, kali ini serius. (pik)