Tiba di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Gubernur Khofifah Menjamu Penyintas dari Sudan Ketupat Opor

SURABAYA, JAYAKARTA NEWS-Sebanyak 21 warga Jatim yang dievakuasi dari Sudan berhasil tiba di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Minggu (30/4). Rombongan pertama yang tiba sejumlah 21 orang itu terdiri dari 18 orang dewasa 1 orang anak-anak dan 2 orang balita.

Setibanya di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Sekdaprov Jatim Adhy Karyono menyambut para penyintas dari Sudan dengan sarapan pagi bersama.

Menu ketupat opor yang menjadi andalan momen lebaran pun tersaji sebagai hidangan khas Hari Raya lebaran lengkap dengan lepet.

“Saya sengaja menyiapkan Ketupat, Lepet dan Opor karena ini masih suasananya lebaran. Semoga semua suka ‘Ketupat Opor’. Ada Ketupat dan Lepet tidak di Sudan?,” tanya Khofifah.

“Tidak ada ibu,” sahut Sucipto (60) warga Sidotopo Wetan Surabaya yang baru menetap di Sudan selama 1 tahun.

Dengan telaten dan sabar, Gubernur Khofifah menjamu dan melayani para warga Jatim yang memang lama tidak merasakan ketupat dan lepet lebaran selama berada di Sudan. “Mari silahkan, ambil lagi saya yakin di Sudan tidak ada Ketupat, opor berkuah santan ataupun lepet seperti di Indonesia. Semoga semua sehat dan segera berkumpul dengan keluarga,” harapnya.

Warga Jatim dari Sudan yang tiba di Asrama Haji Sukolilo Surabaya ini sebelumnya telah berada di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur dan transit sejenak di Kantor Badan Penghubung Prov. Jatim di Jakarta.

Nantinya, para penyintas, akan melanjutkan perjalanan menuju Kab/Kota di Jatim meliputi Banyuwangi, Bondowoso, Gresik, Jember, Lamongan, Lumajang, Madiun, Malang, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo dan Surabaya.

Gubernur Khofifah menegaskan, bahwa Pemprov Jatim akan memfasilitasi penjemputan warga Jatim yang dievakuasi dari Sudan untuk diantar ke daerah asalnya. Karenanya, ia memastikan, Pemprov Jatim akan memberikan pelayanan terbaik dengan menciptakan rasa aman dan nyaman kepada seluruh warga Jatim dari Sudan. Koordinasi terus dilakukan dengan KBRI di Riyadh, Jeddah sampai seluruh proses ini selesai.

“Kita menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh tim yang bertugas membantu kelancaran evakuasi ini khususnya TNI dan Kemenlu RI. Pastikan mereka dalam keadaan tenang, pulang dalam keadaan sehat. Pemprov akan memberikan pelayanan terbaik terutama bagi warga Jatim yang sudah di evakuasi dari Sudan,” harapnya.

Lebih lanjut, Khofifah meminta kepada Sekdaprov untuk memonitor dan mengkoordinasikan seluruh pergerakan pesawat dalam penerbangan khususnya dari Jeddah menuju Jakarta. Selanjutnya akan di cek kesehatan dan kelengkapan dokumen pasportnya di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta.

“Jika seluruh proses selesai maka kemudian kami dari Pemprov Jatim akan memberikan pelayanan terbaik bagi para saudara-saudara kita dari Sudan. Kita doakan seluruh proses evakuasi berjalan aman, lancar dan selamat,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah juga berkesempatan bersapa dengan salah satu warga Jatim dari Sudan yang kondisi fisiknya kurang fit sehingga membutuhkan perawatan di RSU Haji Surabaya.

Saat berbincang dengan Ibu Supartin asal Madiun berusia 54 tahun, Gubernur Khofifah memastikan bahwa seluruh kesehatan warga Jatim dari Sudan menjadi jaminan dari Pemprov Jatim sampai dengan berkumpul dengan keluarga. Selain itu, seluruh biaya kesehatan menjadi tanggung jawab dari Pemprov Jatim sehingga para Warga Jatim dari Sudan tidak perlu mengeluarkan biaya selama proses perawatan berlangsung di RS milik Pemprov Jatim.

“Kami memiliki RSU Haji Surabaya yang bersebelahan dengan Asrama Haji. Kalau yang berasal dari Madiun, kami juga memiliki RS Pemprov yakni RSUD Soedono Madiun. Semua dalam penanganan Pemprov Jatim. Jadi mereka tidak akan dikenakan biaya tindakan pelayanan kesehatan selama proses perawatan berlangsung,” jelas Khofifah.

Sementara itu, Sekdaprov Jatim Adhy Karyono mengungkapkan, bahwa Pemprov Jatim akan memberikan perlakuan dan pelayanan yang sama kepada para Warga Jatim dari Sudan yang akan datang baik yang baru tiba di Jakarta ataupun yang akan menuju Jawa Timur. Tak hanya sampai disitu, kendaraan juga disiapkan apabila ketika sampai di Surabaya belum ada keluarga yang menjemput.

“Intinya kita memberikan pelayanan terbaik bagi saudara kita dari Sudan. Kita akan mengantar sampai rumah masing masing dalam keadaan nyaman dan sehat,” tegasnya.

Disisi lain, Athieva Ramza Zuhaira asal Jember yang merupakan Mahasiswi di Sudan mengkisahkan ketegangan saat berada di Sudan. Ketika tim relawan akan mendistribusikan bantuan ternyata tidak ada satupun yang bisa dirasakan akibat perang yang terjadi. Bahkan, selama konflik terjadi 1 nampan makanan diperuntukkan bagi 76 orang yang berada di Asrama.

“Allhamdulillah KBRI mengambil langkah untuk para perempuan khususnya Ibu dan Anak untuk dilakukan Evakuasi secara bertahap. Terimakasih juga kepada Pemprov Jatim khususnya Ibu Gubernur atas semua fasilitas yang sudah diberikan kepada kami,” tutupnya.

Direncanakan kloter kedua, akan tiba hari ini sebanyak 363 orang, dimana 31 orang diantaranya berasal dari Jawa Timur yang akan terlebih dahulu dilakukan pendataan di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur. (poedji)

Warga Jatim yang Dievakuasi dari Sudan Disiapkan Penjemputan Baik Melalui Darat dan Udara

SURABAYA, JAYAKARTA NEWS– Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan bahwa Pemprov Jatim akan memfasilitasi penjemputan warga Jatim yang dievakuasi dari Sudan.

Khofifah menegaskan bahwa warga Jatim yang tiba di Indonesia akan langsung dijemput oleh Pemprov Jatim untuk kemudian diantar ke daerah asalnya.

Seperti yang telah diketahui sebelumnya, konflik militer yang terjadi di Sudan beberapa hari terakhir membuat Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengevakuasi ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah konflik.

Berdasarkan catatan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) usai pemutakhiran, terdapat sebanyak 937 WNI yang saat ini berada di Khartoum, Sudan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 897 WNI telah berhasil dievakuasi dari wilayah konflik. Saat ini sebanyak 557 WNI sudah berada di Jeddah, sementara sebagian sisanya berada di Port Sudan. Dalam waktu dekat mereka akan segera diterbangkan menuju Indonesia.

Ketua Umum PP Muslimat NU ini juga mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan oleh Kemenlu dan TNI. Berkat upaya tersebut sebagian besar WNI di Sudan telah berhasil dievakuasi ke tempat yang aman.

“Untuk itu kami akan melanjutkan proses evakuasi WNI khususnya yang warga Jatim begitu mereka tiba di Indonesia. Kami akan siapkan penjemputan bagi warga Jatim untuk bisa pulang ke daerah asalnya,” ujar Gubernur Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Kamis (27/4).

Dia melanjutkan, penjemputan bagi warga Jatim yang sudah tiba di Jakarta akan disiapkan dengan menggunakan kendaraan jalur darat. Selain itu, Gubernur Khofifah juga telah menyiapkan tempat transit untuk warga Jatim agar bisa beristirahat terlebih dahulu begitu tiba di Jakarta.

Tempat transit tersebut berada di Badan Penghubung Daerah Jawa Timur di Jalan Pasuruan No. 16 Menteng, Jakarta. Dengan nomor kontak yang bisa dihubungi 081216383145 – Kepala Badan Penghubung Daerah Jatim di Jakarta Zainal Fanani.

“Untuk perjalanan darat dari Jakarta nanti akan berkoordinasi dengan Banhub untuk menyiapkan armada kendaraan. Sementara yang naik pesawat, nanti akan kami jemput di Bandara Internasional Juanda,” imbuhnya.

Mantan Menteri Sosial RI ini ingin memastikan warga Jatim yang turut dievakuasi oleh Kemenlu dari Sudan bisa pulang ke daerah asalnya dengan aman dan nyaman. Saat ini, Gubernur Khofifah juga telah memerintahkan jajarannya untuk menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk menjemput warga Jatim.

“Konflik militer di Sudan ini memang menjadi kejadian yang memprihatinkan terlebih saat ini masih dalam suasana lebaran. Untuk itu kami ingin menyiapkan fasilitas terbaik agar WNI, khususnya warga Jatim bisa pulang ke rumah dengan selamat,” ujarnya.

“Sehingga keluarga para WNI yang saat ini tengah dievakuasi dari Sudan bisa tenang juga menunggu kepulangan mereka di rumah,” imbuhnya.

Gubernur Khofifah mengajak seluruh warga untuk berdoa bersama agar konflik di Sudan lekas terselesaikan dan situasi di sana kembali kondusif.

“Mari kita juga berdoa agar seluruh WNI yang dievakuasi dapat kembali ke tanah air dengan selamat dan aman,” tandasnya. (poedji)

Tradisi Kontes Bandeng Kawak Didorong Jadi Destinasi Wisata Baru di Kabupaten Gresik

GRESIK, JAYAKARTA NEWS-Gelaran Pasar Bandeng untuk memeriahkan suasana menjelang akhir Ramadhan di Kabupaten Gresik, berlangsung meriah.

Tradisi yang cukup bersejarah di Kota Pudak ini biasa dilaksanakan menjelang Hari Raya Idul Fitri terutama di tiga malam terakhir Bulan Ramadhan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut hadir dan menyerahkan hadiah secara langsung kepada Juara Pertama Kontes Bandeng Kawak seberat 11.5 Kg di Kawasan Kota Tua Bandar Gresik, Kamis (19/4).

Dalam arahannya, Gubernur Khofifah mengatakan, Kontes Pasar Bandeng Kawak ini memiliki daya dongkrak yang kuat terhadap perekonomian masyarakat Gresik. Sebab, kontes Bandeng Kawak ini juga melibatkan produk produk UMKM dalam bazar.

Khofifah mengaku optimistis jika tradisi ini terus terjaga dengan baik maka pasar dan lelang Bandeng akan menjadi destinasi wisata baru di Gresik khusysnya saat masyarakat mudik. Terlebih, ketika musim liburan tiba banyak masyarakat mencari destinasi wisata dan wisata Bandeng Kawak menjadi opsi menarik.

“Gelaran Pasar Bandeng ini terbukti mendorong tumbuh kembang banyak sektor ekonomi dan UMKM di Kab. Gresik,” ungkapnya.

Khofifah berharap eksplorasi potensi di Gresik bisa dilakukan secara terus menerus sehingga dapat menumbuhkan ekonomi baru yang lebih signifikan. “Semakin banyak potensi Gresik yang kita gali saya rasa akan semakin menumbuhkembangkan sentra-sentra pertumbuhan ekonomi baru yang lebih signifikan lagi,” urainya.

Gubernur perempuan pertama di Jatim itu menegaskan, Gresik telah memberi kontribusi terhadap komoditi Bandeng sebanyak 60 persen dari total jumlah bandeng di Jawa Timur. Ini karena produksi dan budidaya Bandeng telah dikembangkan secara baik di Kab. Gresik.

“Tanpa Kab. Gresik, bandeng yang ada di Jatim tidak ada apa apanya. 60 persen penyumbang Bandeng di Jatim berasal dari Gresik,” tegasnya.

Untuk itu, dihadapan para pembudidaya dan petani Bandeng di Gresik, Khofifah mengajak untuk mengoptimalkan proses budidaya dan hilirisasi. Proses tersebut bisa dimulai dari mulai pengolahan bandeng hingga memberikan pendampingan pada proses hilirisasi sehingga dapat memberikan nilai tambah menjadikan komoditi Bandeng semakin besar di pasaran.

Sementara itu, Bupati Gresik menyatakan, bahwa dalam sejarahnya Pasar Bandeng telah bisa menguatkan ekonomi yang diawali oleh para santri yang telah diletakkan oleh Waliyullah Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Giri. Sunan Giri memberi spirit, semangat berbisnis kepada para santri di Kab. Gresik dengan membudidayakan Ikan Bandeng dengan menjadikan icon.

“Gresik ya identik dengan Ikan Bandeng, dan Ikan Bandeng ya berasal dari Gresik,” jelasnya.

Bupati menyebut, bahwa tradisi Pasar Bandeng ini merupakan sejarah budaya kearifan lokal yang harus dijaga dan dilestarikan, kegiatan ini menjadi spirit penguatan kebangkitan ekonomi masyarakat Gresik. “Tradisi pasar bandeng ini menjadi budaya kearifan lokal yang harus kita jaga selalu, jangan sampai tradisi yang luar biasa ini hilang karena kita tidak merawat,” katanya.

Sebagai informasi, Sejarah tradisi Pasar Bandeng merupakan kegiatan tahunan msyarakat Gresik, untuk menyambut datangnya hari raya Idul Fitri. Bandeng sendiri adalah salah satu komoditas unggulan Gresik yang cukup melimpah ruah. Tradisi ini pun menjadi salah satu momen yang ditunggu masyarakat.

Tradisi ini sudah menjadi acara rutin, sejak Sunan Giri berkuasa memimpin Kerajaan Giri Kedaton. Pasar Bandeng mulai dilakukan karena banyaknya santri yang membawa pulang bandeng sebagai oleh-oleh selepas iktikaf di Gresik.

Konon, Sunan Giri melihat potensi ikan bandeng yang cukup melimpah sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Dari situ, tradisi pasar bandeng diadakan, mulai dari lomba hingga lelang yang bisa dilihat dan diikuti oleh semua masyarakat Gresik.

Semakin meriahnya tradisi ini membuat pengunjung pasar ini bukan hanya dari Gresik, tetapi juga dari daerah sekitarnya. Bahkan, lokasi yang dulunya hanya ada di sekitar Pasar Krempyeng , kini semakin meluas dari Jalan Suryo hingga Alun-alun Kabupaten Gresik.

Untuk diketahui, pemenang Juara I diraih oleh pembudidaya Syaifullah Mahdi dari Desa Pangkah Wetan, Kec. Ujung Pangkah. Pemenang Juara II diraih oleh pembudidaya Askin Desa Berasal dari Desa Pangkah Wetan Kec. Ujung Pangkah dengan Berat Bandeng 11 Kg. Sedangkan, pemenang Juara III diraih oleh pembudidaya Zaenul Abidin berasal dari Desa Watuagung Kec. Bungah dengan berat 7.2 Kg. (poedji)

Gubernur Khofifah Bahas Peningkatan Kerjasama di Bidang Pedidikan dan Teknologi Pertanian dengan Tiongkok

SURABAYA, JAYAKARTA NEWS– Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Republik Rakyat Tiongkok untuk ASEAN, Hou Yanqi di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (13/4).

Dalam pertemuan ini, banyak potensi kerjasama yang dibahas antar keduanya. Di antaranya adalah soal pendidikan, serta pengembangan teknologi pertanian dan hortikultura.

Soal pendidikan, Gubernur Khofifah meminta adanya kerjasama beasiswa dari Pemerintah Cina untuk para mahasiswa dari Jatim terutama untuk jenjang S1, S2 dan S3. Beasiswa ini terutama di bidang pengembangan teknologi pertanian dan agrikultur.

Selain beasiswa, Khofifah juga meminta adanya short course atau pelatihan dari Pemerintah Cina bagi para Pegawai Negeri Sipil (PNS) baik di lingkungan Pemprov Jatim maupun pemerintah kabupaten/kota. Terutama terkait program pengentasan kemiskinan dan teknologi pertanian.

“Saya pernah ditugaskan Gus Dur ke beberapa provinsi di RRT untuk mempelajari bagaimana Pemerintah RRT menurunkan kemiskinan. Diantaranya dengan memberikan training dan skill bagi kaum perempuan untuk dapat mandiri dan bangkit secara ekonomi. Sehingga short course bagi PNS ini sangat penting untuk mereka belajar soal penanganan kemiskinan,” katanya.

“Terutama soal akses bantuan permodalan bagi kaum perempuan di sektor pertanian, perikanan dan peternakan. Bagaimana support permodalan dari perbankan di Cina bagi kaum perempuan untuk bisa bangkit secara ekonomi,” imbuhnya.

Khofifah mengatakan, beasiswa dan shortcourse di bidang pertanian juga dibutuhkan, apalagi sektor pertanian di RRT sangat maju . Didukung dengan penggunaan teknologi pertanian yang canggih terutama untuk pengembangan varietas padi dan produk agrikultur yakni buah-buahan tropis asal Jatim.

Varietas padi misalnya, Khofifah mengatakan di Malang ada varietas padi yang sekali panen dalam satu hektar bisa menghasilkan 14 ton. Benihnya diperoleh dari Cina. Dan varietas ini sudah diujicoba di Malang dan berhasil beberapa kali panen, dengan hasil 14 ton per hektar.

“Jatim ini produksi padi sudah tertinggi secara nasional, tapi sebagian besar per hektar hasilnya 6-7 ton, di beberapa kabupaten bisa mencapai 9-12 ton per hektar, dan yang dari RRT bisa 14 ton per hektar. Jikalau ada kerjasama di bidang pertanian maka akan mampu meningkatkan produktivitas padi di Jatim. Sektor pertanian ini penting karena secara global dunia sedang mengalami krisis pangan,” katanya.

Kemudian di bidang hortikultura, yakni pengembangan buah-buahan tropis asal Jatim seperti manggis, mangga dan durian. Bahkan beberapa produk buah-buahan asal Jatim tersebut cukup banyak yang sudah diekspor ke luar negeri termasuk RRT. Bila komoditas ini dikembangkan maka produktivitasnya meningkat dan ekspornya juga bisa semakin luas.

Sehingga harapannya produk hortikultura terutama buah-buahan asal Jatim ini bisa memperluas pasar ekspornya ke RRT. Tentunya dengan adanya short course terkait teknologi pertanian dari hulu dan hilirnya. Sehingga mampu memberikan nilai tambah pada produk hortikultura.

“Manggis dan mangga chokanan ini di Jatim juga banyak produksinya bahkan kami ekspor. Kemudian saya juga mendengar RRT impor durian dari Malaysia sangat besar. Kami ingin menunjukkan bahwa durian Jatim varietasnya sangat banyak dan sangat besar produksinya . Tapi untuk pasar ekspor masih belum maksimal,” katanya.

“Durian ini diantaranya ada durian montong yang ditanam di lereng Gunung Lawu Kecamatan Jogorogo, Ngawi. Kemudian ada varian durian Malaysia jenis Musang King dan Black Thorn di Jatim juga banyak kami kembangkan disini,” imbuhnya.

Khofifah berharap ke depan akan ada tim dari RRT termasuk para pengusaha dan investor yang melakukan business trip ke Jatim untuk melihat potensi produk agrikultur Jatim. Sehingga ke depan investasi RRT di Jatim dapat semakin besar.

“Selain itu kami juga memiliki potensi sarang burung wallet, yang menjadi favorit untuk makanan balita di RRT. Namun kami masih ingin kembangkan ekspor ke RRT lebih luas lagi. Mohon dibantu untuk mendetailkan kembali proses perizinan maupun persyaratan untuk melakukan ekspor sarang burung wallet dari Jatim ke RRT,” katanya.

Kinerja perdagangan Jawa Timur – Republik Rakyat Tiongkok (RRT) pada kurun waktu Januari s/d Desember 2022: nilai ekspor Jawa Timur ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT) sebesar US$  3.221,91 juta, sedangkan impornya sebesar US$ 7.144,19 juta, mengalami defisit sebesar US$ 3.922,28 juta.

Komoditas ekspor Jawa Timur ke RRT antara lain lemak & minyak hewan /nabati; bahan kimia organik; Berbagai produk kimia; tembaga; besi dan baja; kayu, barang dari kayu; ikan dan udang; biji-bijian berminyak; kertas/karton; kopi, teh; rempah-rempah.

Sedangkan komoditas impor utama Jawa Timur dari RRT di antaranya adalah mesin-mesin/pesawat mekanik; buah-buahan; besi dan baja; mesin/peralatan listrik; bahan kimia organik; plastik dan barang dari plastik; sayuran; bahan kimia anorganik; tembakau; aluminium.

Republik Rakyat Tiongkok (RRT) termasuk dalam 3 besar sebagai negara tujuan ekspor dari Jawa Timur dan berada di urutan ke-1 sebagai negara asal impor ke Jawa Timur.

Investasi RRT  di Jawa Timur sejak tahun 2010 sampai dengan triwulan IV tahun 2022, sebanyak 370 Proyek dengan nilai investasi US$ 435,27 juta, dengan beberapa bidang usaha terbesar yaitu: perdagangan dan reparasi, industri makanan, industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya.

Sementara itu, Dubes Republik Rakyat Tiongkok untuk ASEAN, Hou Yanqi mengatakan, ada kemiripan antara Jatim dan RRT terkait potensi sektor pertanian dan agrikultur. Ia pun berharap ke depan dapat mengirim tim dari RRT yang bisa melakukan kunjungan bisnis ke Jatim untuk bisa melihat potensi di sektor ini.

“Kami juga termasuk negara petanian sehingga kami sangat concern terkait pertanian termasuk penggunaan teknologi tinggi di alat pertanian. Dan saya lihat perkembangan pertanian di jatim cukup baik, dan kami sendiri juga banyak memberikan pelatihan atau workshop soal ini,” katanya.

“Termasuk soal beasiswa kami setiap tahun kami memiliki keinginan besar untuk memberikan program beasiswa terutama bagi negara-negara di ASEAN termasuk Indonesia. Kami berkomitmen memberikan besasiswa untuk negara ASEAN untuk mencetak para ahli di bidangnya,” imbuhnya.

Untuk itu, kunjungan pertamanya ke Jatim ini diharapkan akan meningkatkan koordinasi kerjasama dan kolaborasi yang efektif di masa mendatang, khususnya di bidang pertanian hortikultura. Ia berharao hubungan kerjasama itu akan berjalan dengan sangat baik terutama dengan Pemprov Jatim.

“Hasil produk komoditas Indonesia itu cukup sama atau mirip dengan apa yang kami hasilkan, sehingga ketika ada koordinasi atau kerjasama yang terjalin di bidang pertanian dan hortikultura, maka kami harap kerjasama ini akan saling menguntungkan kedua belah pihak,” pungkasnya. (poedji)

Ini Langkah Strategis Gubernur Khofifah Cegah Inflasi Pangan di Jatim

SURABAYA, JAYAKARTA NEWS– Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan bahwa Jawa Timur berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas harga pangan dan mengendalikan inflasi pangan guna mencegah terjadinya inflasi pangan.

Hal tersebut dilakukan Pemprov Jatim dengan mendorong peningkatan produktivitas tanaman pangan serta meningkatkan pemanfaatan inovasi teknologi pertanian dengan penggunaan  alat dan mesin pertanian (alsintan) yang modern. 

“Antara pangan dan kedaulatan bangsa negara itu saling nyekrup. Maka peningkatan produktivitas tanaman pangan ini penting dilakukan untuk memperkuat stabilitas harga dan ketahanan pangan. Selain itu hal ini erat kaitannya dengan upaya pengendalian inflasi pangan,” ujar Gubernur Khofifah pada acara High Level Event Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Jawa Timur Tahun 2023 di Ballroom Grand City Convention and Exhibition Surabaya, Jumat (17/3).

Untuk itu, Khofifah menjelaskan, Pemprov Jatim memiliki sejumlah upaya strategis dalam peningkatan produksi tanaman pangan di Jatim Tahun 2023. Pertama yaitu dengan penggunaan varietas unggul (produksi tinggi dan tahan kekeringan/banjir) bermutu yang berumur genjah. 

Kedua, penggunaan pupuk secara berimbang dengan ‘6 tepat’ yaitu tepat tempat, tepat harga, tepat jumlah, tepat mutu, tepat jenis dan tepat waktu. Ketiga, optimalisasi infrastruktur pertanian, antara lain jaringan irigasi dan pengelolaan sumber air. 

Keempat, penyesuaian pola tanam/pengelolaan tanaman pangan. Dan kelima penekanan susut hasil panen padi dengan optimalisasi Alsintan pascapanen yang akan terus ditingkatkan bagi gapoktan di Jatim. 

“Penggunaan alsintan modern ini dapat semakin meningkatkan produktifitas petani dan nilai tambah produk petani. Salah satunya combine harvester. Hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan hilangnya (loss) produktivitas gabah saat panen,” katanya.

Tidak hanya itu, Pemprov Jatim juga melakukan digital farming atau digitalisasi pertanian melalui program digitalisasi SiJago (Sistem Informasi Jatim Agro). SiJago ini merupakan sistem informasi yang diinisiasi dengan tujuan untuk input data, pengolahan serta penyajian pada komoditas pokok pertanian di Jatim.

“Program sistem informasi Jatim agro ini terdiri dari virtual expo, virtual office, supply chain, directory Bussiness to bussiness serta layanan website berjejaring secara gratis yang diharapkan mampu memajukan pertanian di Jatim,” kata Khofifah .

Sebagai informasi, berdasarkan data BPS, produksi gabah dan beras Jatim tahun 2020, 2021 dan 2022 merupakan tertinggi di Indonesia. Dimana, untuk total produksi padi di Jatim tahun 2022 mencapai 9,69 juta ton GKG. Yang diiringi dengan NTP dengan indeks di atas 100, yang mengindikasikan peningkatan kesejahteraan petani atau produsen pangan.

“Jatim mempunyai peran vital dalam menjaga ketersediaan pangan nasional. Kemudian pada bulan Maret – April 2023, Jatim telah memasuki masa panen raya padi. Dimana potensi panen s.d April 2023 mencapai 828,72 ribu ha dan diperkirakan surplus 1,13 juta ton,” tukasnya. 

Berikutnya, dari sisi permodalan, Gubernur Khofifah berharap para petani bisa mendapatkan kemudahan permodalan khususnya grace period. Grace period adalah kelonggaran waktu (masa tenggang) dalam melakukan cicilan awal dan pelunasan pinjaman pokok maupun bunganya selama jangka waktu tertentu agar tidak memberatkan pihak yang bersangkutan.

“Grace period untuk gapoktan kita harapkan minimal dua tahun saja itu sudah luar bisa. Grace period ini akan menjadi harapan bagi para gapoktan terutama untuk bisa mengakses alsintan modern. Dengan begitu maka kedaulatan pangan negeri ini akan terwujud,” katanya.

Lebih lanjut menurutnya, dalam menghadapi tantangan pengendalian inflasi yang multidimensional, dibutuhkan kerja sama yang erat antara pemerintah daerah dan Bank Indonesia dalam Wadah tim pengendalian inflasi daerah TPID untuk menghasilkan inovasi dan sinergi kebijakan. 

Untuk itu, orang nomor satu di Jatim ini mengusulkan 7 solusi percepatan pengendalian inflasi di Jatim. Pertama, pemerintah provinsi, pemkab dan pemkot se-Jatim bersama satgas pangan harus melakukan sinergi dan koordinasi dengan Gapoktan, PERPADI, distributor dan Perum BULOG, agar terwujud stabilisasi pasokan dan harga pangan (komoditas beras) di Jatim.

Kedua, memperkuat fungsi BULOG sebagai penyedia cadangan beras pemerintah (sebagai CBP, tidak boleh kurang dari 1,2 juta ton). Ketiga, secara on-farm, peningkatan ketersediaan pasokan dilakukan dengan menggalakkan masa tanam lebih cepat, serap gabah beras petani, penyusunan pola tanam dengan pendekatan teknologi pertanian terpadu, optimalisasi pengamanan produksi. 

Keempat, digitalisasi pemasaran produk pertanian dan mendorong adanya food station. Kelima, perlu ditingkatkan kerjasama antar daerah. Keenam, operasi pasar dilakukan sewaktu-waktu oleh semua kab/kota apabila komoditas tertentu mengalami kenaikan harga yang signifikan. Serta ketujuh, optimalisasi penggunaan BTT untuk subsidi ongkos angkut. 

“Jadi 7 solusi yang kami usulkan agar bisa dilakukan bersama sebagai upaya penanganan inflasi di masing-masing daerah di Jatim. Maka sinergi dan peran aktif dari pemkab/pemko, forkopimda, satgas pangan beserta seluruh stakeholder sangat diperlukan,” pungkas Gubernur Khofifah.

Sebagai informasi, berdasarkan data BPS, pada bulan Februari 2023 capaian inflasi Jatim sebesar 0,10 (m to m). Capaian inflasi ini lebih rendah dari inflasi nasional sebesar 0,16 (m to m) sekaligus menjadi capaian inflasi provinsi terendah di Pulau Jawa.

Selain itu, dalam kegiatan ini juga dilakukan peluncuran gerakan Digitalisasi dan Inovasi Budaya Pertanian (Digdaya), Amankan Distribusi Pangan Strategis (Amukti), Pembiayaan Inklusif Pelaku Usaha Pangan (Palapa) sebagai gerakan bersama pengendalian inflasi pangan.

Di sisi lain, Mendukung upaya yang dilakukan oleh Pemprov Jatim, Menteri Koperasi dan UKM RI Tenten Masduki menyatakan bahwa pengendalian inflasi utamanya di sektor pangan menjadi fokus utama pemerintah pusat. Terlebih, secara khusus Presiden RI Joko Widodo telah memerintahkan jajarannya untuk melakukan intervensi pada sektor pertanian melalui program Korporatisasi Petani. 

“Presiden memerintahkan untuk dilakukan konsolidasi terhadap petani-petani kecil perorangan ini dalam skala ekonomi kecil maupun koperasi. Koperasi ini nantinya akan menjadi Off Taker, Agregator Product dan sebagai konsolidator petani,” ungkap Menteri Teten Masduki. 

Bukan tanpa alasan, Menteri Teten melanjutkan bahwa Korporatisasi Petani dianggap menjadi hal yang urgent mengingat hasil pertanian Indonesia masih mengandalkan teknologi sederhana bergantung pada alam. Padahal sektor pertanian ini sangat mempengaruhi inflasi pangan. 

Tidak hanya itu, permasalahan biaya produksi yang tidak murah juga masih menjadi momok petani Indonesia yang mayoritas bersifat perorangan. 

“Korporatisasi Petani ini nantinya akan didukung dengan sistem pembiayaan free financing sehingga ada kepastian harga dan market kepada petani,” pungkasnya.

Sebelumnya, Deputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung mengatakan, pada kesempatan ini Kantor Perwakilan BI Jatim meluncurkan Program Unggulan TPID dalam Sinergi dan Inovasi Pengendalian Inflasi Pangan Jawa Timur. Pertama DIGDAYA-Digitalisasi dan Inovasi Budidaya Pertanian. 

Melalui berbagai program yakni Program digital farming Jawa Timur, Program 100 Green House, Implementasi penggunaan pupuk organik dan agen hayati, Bantuan alsintan dan saprotan untuk mendukung program mekanisasi pertanian serta Program kemandirian Ekonomi pesantren 

Kemudian, AMUKTI (Amankan Distribusi Pangan Strategis) melalui program yakni Sembako murah bersama QRIS, Digitalisasi rantai pasok pangan dan operasi pasar serta Kesepakatan kerjasama perdagangan intra Jatim dan antar Provinsi.

“Serta PALAPA (Pembiayaan Inklusif Pelaku Usaha Pangan). Melalui berbagai program yakni program pembiayaan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), subsidi bunga pinjaman melalui Program Kredit Sejahtera (PROKESRA) dan Program Kredit Pertanian Jatim (PKPJ),” tutupnya. (poedji)

HUT ke-73 Satpol PP, Kalaksa BPBD Jatim Terima Penghargaan

TUBAN, JAYAKARTA NEWS-Gelar peringatan HUT ke-73 Satpol PP tingkat Provinsi Jatim yang dibarengkan dengan HUT ke-61 Satlinmas dan HUT Ke-104 Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan di Alun-alun Kabupaten Tuban, Rabu (8/3), menjadi momentum yang membanggakan bagi Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto.

Betapa tidak, dalam acara yang ditandai dengan apel pasukan ini, Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto menjadi satu-satunya OPD di lingkungan Pemprov Jatim yang menerima penghargaan dari Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

Penghargaan ini diberikan atas kontribusinya dalam membangun Sinergitas dan Partisipasi Aktif
dalam Penyelenggaraan
Ketertiban Umum, Ketentraman Masyarakat dan Perlindungan Masyarakat di Jatim.

“Terima kasih atas seluruh dedikasi dan pengabdian yang luar biasa, semoga seluruh kerja keras yang saudara lakukan dan dedikasikan akan memberikan manfaat besar bagi kemajuan, kebangkitan dan kekuatan pertumbuhan ekonomi, kohesivitas sosial dan akan membangun suasana guyub rukun di Provinsi Jawa Timur,” ujar Gubernur Khofifah dalam sambutannya.

Selain Kalaksa BPBD Jatim, penghargaan serupa juga diberikan kepada Kas Kogartap II Surabaya, Direktur Binmas Polda Jatim,
Asisten Teritorial Kasdam V
Brawijaya, Direktur Baja Ringan Kencana dan Direktur JTV.

Usai menerima penghargaan, Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto menyampaikan terimakasih kepada Gubernur Jatim dan segenap elemen pentahelix yang mendukung capaian kinerja sinergis selama ini.

“Semoga ini menjadi motivasi untuk bisa bekerja melayani masyarakat dengan lebih baik lagi,” harapnya.

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Hikmah Bafaqih juga menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih Kalaksa BPBD Jatim ini.

Ia berharap, capaian prestasi ini bisa mengantarkan BPBD Jatim sebagai lembaga yang sangat efektif dan memiliki inisiatif-inisiatif cerdas untuk membangun lingkungan yang lebih baik.

“Saya mengucapkan selamat dan apresiasi yang tinggi atas prestasi ini,” ujarnya.

Sementara, hadir mendampingi Gubernur Jatim dalam acara ini, Bupati Tuban Aditya Halindra, Sekretaris Bina Adwil Kemendagri Indra Gunawan dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Jatim.

Di antaranya, Kasatpol PP Jatim Hadi Wawan Guntoro, Kadishub Jatim Nyono, dan Kepala Bakorwil se-Jatim. (poedji)

Rasa Sosial Kemanusiaan PMI Tulus, bukan Dinamika Buatan

MAGETAN, JAYAKARTA NEWS – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Magetan, Jawa Timur, yang bergerak di ruang sosial kemanusiaan, tak pernah lelah bertindak atas nama humanity. Segala aktivitas yang terkait dengan ‘dunia pertolongan pertama’, senantiasa dilakukannya atas kesadaran menolong sesama makhluk ciptaan Tuhan.

Setiap dinamika yang memerlukan sifat emergency (kedaruratan), PMI hadir tanpa menghitung untung rugi. Personel PMI bertindak tanpa kalkulasi pagi, siang, sore atau malam hari.

Seperti yang dilakukan PMI Kabupaten Magetan pada Jumat (20/1/2023) ini. Lembaga sosial berlambang red cross itu, siaga membantu seorang warga yang kesulitan berobat ke luar kota.

Awalnya, warga tidak mampu, Arif Mustaqim, 27 tajun, asal Dusun Babadan, Desa Balegondo, Kecamatan Magetan, itu kebingungan untuk berobat (kontrol) ke RSUD dr. Moewardi, Solo, Jawa Tengah.

Arif menderita patah kaki akibat kecelakaan yang dialami beberapa hari sebelumnya. Pada saat jadwalnya untuk kontrol di rumah sakit tersebut, dia kesulitan keuangan untuk menyewa kendaraan pengantarnya.

Hingga akhirnya pihak perangkat desa setempat mengontak personel PMI, hingga lepaslah keruwetan yang mengambang di benak keluarga Arif.

“Personel PMI ini sahabat saya, kawan saya sekaligus keluarga saya. Disaat saya bingung, dia ada di dekat saya. Mengantarkan saya berobat ke rumah sakit di Solo, sampai pulang kembali ke rumah tanpa dibebani apa pun,” ungkap Arif Mustaqim, kepada jurnalis.

Sebelum berangkat ke Solo menggunakan ambulans PMI untuk berobat, Arif mengaku dilakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu oleh personel PMI yang hendak mengantarnya.

Arif menambahkan, pihak keluarganya merasa tenang, aman dan nyaman selama dalam penanganan PMI. Tiba di rumah sakit tujuan pun, Arif dibimbing sebagaimana arahan rumah sakit.

“Sampai sulit saya hendak mengungkapkan rasa terima kasih saya kepada PMI. Saya hanya berdoa, mudah-mudahan keringat dan jerih payah personel PMI dibalas Allah Swt dengan anugerah yang mulia,” do’a Arif Mustaqim.

Sementara personel PMI Kabupaten Magetan yang enggan disebut namanya, lantaran kerja tanpa pamrih, mengaku turut bangga bisa berbuat positif terhadap sesama.

Dikatakan personel pria PMI itu, setiap mengantar pergi sampai kembali pulang setiap pasien, pihaknya tidak pernah meminta balas jasa dari pihak yang ditolongnya.

“Tidak, kami tidak memungut apa pun kepada siapa pun yang kami bantu. Itu kami rasakan sebagai panggilan jiwa kami. Setetes darah kita, nyawa bagi sesama,” tegas personel PMI itu.

Sebelum akhirnya kembali ke base-nya, atas nama kemanusiaan, personel PMI Kabupaten Magetan itu mengaku siaga sepanjang hari secara bergantian. (fin)

Buka Pegadaian Sekuritas Run 2022, Ini Harapan Wagub Jatim Emil Dardak

SURABAYA, JAYAKARTA NEWS-– Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memberangkatkan peserta gelaran Pegadaian Sekuritas Run 10K dan 5K.

Sebanyak hampir 800 peserta lomba lari 5k dan 10k diberangkatkan pada Minggu (20/11) di depan monumen Tugu Pahlawan Surabaya.

Dalam acara yang digelar sebagai peringatan Hari Pahlawan Nasional tersebut, diikuti oleh peserta dari seluruh wilayah Indonesia bahkan juga dari mancanegara.

Merespon antusiasme masyarakat yang tinggi, Emil Dardak panggilan akrab Wagub Jatim itu menyatakan bahwa melalui gelaran Pegadaian Sekuritas Run 2022 diharapkan bisa menjadi momen peningkatan literasi keuangan bagi masyarakat.

Sebagaimana diketahui, berdasarkan hasil Survey Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2022 mencatatkan Indeks Literasi Keuangan Jatim telah tembus 55,32% dan untuk Indeks Inklusi Keuangan Jatim telah mencapai 92,99%.

Kedua angka tersebut tercatat meningkat dibandingkan tahun 2019. Dan yang lebih membanggakan capaian Indeks Literasi Keuangan maupaun Indeks Inklusi Keuangan Jatim telah melampaui target yang ditetapkan untuk tahun 2024.

Jika selama ini, lanjut Emil, masyarakat akrab dengan instilah Pinjol atau Pinjaman Online berbunga tinggi, maka disini masyarakat bisa mendapatkan informasi terkait pinjaman berbasis aset dengan bunga rendah.

“Menurut saya sistemnya juga bertanggungjawab, karena berbasis aset. Ini yang harus disosialisasikan secara luas,” ungkap Wagub Emil.

Mantan Bupati Trenggalek ini menambahkan, sosialisasi melalui festival yang dekat dengan masyarakat menjadi salah satu cara yang jitu. Harapannya masyarakat semakin aware terhadap fitur-fitur dari pegadaian. Tujuan besarnya adalah agar masyarakat bisa terhindar dari skema-skema keuangan yang justru menjerat seperti pinjol ilegal berbunga tinggi.

Selain itu, kegiatan pinjaman kepada masyarakat seyogyanya bertujuan mensejahterakan bukan menyengsarakan. Untuk itu, pemberian literasi keuangan yang masif kepada masyarakat sangat diperlukan, sehingga bisa membantu dalam pengambilan keputusan keuangan agar menjadi optimal.

“Walau memang (Pinjol) tidak butuh jaminan tapi kadang orang butuh nya besar pasak daripada tiang. Namun dengan adanya jaminan orang bisa menjadi berpikir dulu, karena kita juga ingin masyarakat bisa meminjam dengan bertanggungjawab,” tegas Wagub Emil.

Tidak hanya itu, Literasi Keuangan yang baik juga sangat diperlukan bagi para pelaku UMKM dimana sebagai penyumbang PDRB tertinggi Jawa Timur. Hal ini, diharapkan bisa terus didukung oleh seluruh stakeholder Pemprov terkait, untuk terus menjaga kestabilan perekonomian di Jawa Timur.

Sementara, para peserta lomba lari 5k dan 10k akan memulai start di kawasan Monumen Tugu Pahlawan Surabaya dan melalui jalan-jalan protokol untuk kemudian finish kembali di tempat semula. (poedji)

Konvoi 1.300 Kendaraan Listrik dalam Peringatan Hari Listrik Nasional Jatim Pecahkan Rekor MURI

SURABAYA, JAYAKARTA NEWS— Konvoi 1.300 kendaraan listrik di Jawa Timur yang digelar dalam rangka Peringatan Hari Listrik Nasional ke-77, Sabtu (29/10), berhasil meraih penghargaan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai ‘Konvoi Motor Listrik Dengan Peserta Terbanyak’.

Konvoi yang dilakukan atas inisiasi PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jatim dan didukung penuh Pemprov Jatim ini diikuti oleh Komunitas Electric Vehicle hingga ojek online (Ojol) dan dilakukan secara serentak di 11 Kota/Kabupaten di Jatim.

Diantaranya Kota Surabaya, Kab. Banyuwangi, Bojonegoro, Jember, Kediri, Madiun, Malang, Mojokerto, Pasuruan dan Ponorogo.

Penghargaan tersebut diserahkan perwakilan MURI kepada Gubernur Khofifah didampingi Direktur Distribusi PT PLN Adi Priyanto, GM PT PLN (Persero) UID Jawa Timur Lasiran di halaman kantor PLN Distribusi Jawa Timur, Surabaya, Sabtu (29/10).

Usai melepas konvoi, Gubernur Khofifah bersama jajaran PLN dan beberapa Kepala OPD Pemprov Jatim juga turut konvoi menggunakan motor listrik dari Kantor PLN Jatim hingga finish di DBL Arena.

Usai finish di DBL Arena Gubernur Khofifah mengungkapkan, guna mewujudkan Net Zero Emission 2060 dibutuhkan komitmen dari seluruh pihak. Bukan hanya pemerintah, swasta tapi juga masyarakat.

Untuk itu, kegiatan strategis seperti ini diharapkan menjadi momentum penyatuan komimen Jawa Timur untuk mendukung mewujudkan Net Zero Emission Indonesia di tahun 2060. Salah satunya, dengan memaksimalkan penggunaan kendaraan berbasis listrik sebagai lifestyle masyarakat di era Society 5.0.

“Berbagai upaya kita lakukan dalam membangun komitmen dan kesadaran semua pihak untuk mendukung Net Zero Emision tahun 2060. Renewable energi terus dioptimalkan termasuk penggunaan kendaraan listrik sekaligus menyongsong pertemuan G20 di Bali,” terangnya.

Bahkan ditegaskan Gubernur Khofifah, saat ini, Pemprov Jatim telah memiliki kebijakan dengan memberikan insentif sebanyak 90 persen pembayaran kendaraan bermotor khusus untuk yang berbasis listrik. Sehingga masyarakat hanya tinggal membayar 10 persen saja untuk pajak kendaraan bermotor yang berbasis listrik.

“Kita memberi apresiasi kepada PLN yang terus mencari format renewable energi menuju transisi energi baru terbarukan. Kita ingin memperoleh udara yang bersih yang bisa dinikmati hingga anak cucu kita mendatang,” harapnya.

Tidak hanya itu, seiring dengan upaya mewujudkan Net Zero Emission, Gubernur Khofifah juga menjelaskan bahwa Pemprov Jatim hingga kini aktif menggalakkan gerakan sedekah oksigen melalui tandur atau menanam khususnya menanam mangrove. Lewat sedekah oksigen, setiap masyarakat bisa menanam dalam bentuk apapun sehingga bisa menghasilkan oksigen untuk bumi yang lebih baik.

“Kalau kita sedekah akan menjadi jariyah kita. Kalau kita nandur kita niatkan sedekah pasti akan merawat apapun yang kita tandur atau tanam. Nantinya langkah ini akan menjadi sedekah berkelanjutan,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, usai menjajal Motor Listrik, Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa motor listrik ini sangat ringan dan tidak bising mesinnya. Untuk itu, ke depan dibutuhkan komitmen bersama semua pihak untuk menggencarkan penggunaan kendaraan motor listrik menuju Net Zero Emission.

Di sisi lain, Direktur Distribusi PT PLN Adi Priyanto mengatakan, acara ini merupakan bentuk kolaborasi PLN dan Pemprov Jatim sehingga mendapatkan rekor Muri dengan Konvoi Motor Listrik terbanyak di Indonesia.

PLN melihat bahwa Pemprov Jatim, turut berpartisipasi dalam percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai sesuai dengan Peraturan Presiden No. 55 Tahun 2019 dan Himbauan Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai sesuai surat Edaran Gubernur Jawa Timur No. 671 Tahun 2022 dengan harapan akan menjadi kunci sukses revolusi Indonesia dimasa yang akan datang.

“Kami mengapresiasi Ibu Gubernur Jatim atas perhatiannya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi bagi terjaganya lingkungan hidup di Jawa Timur,” ungkapnya.

Sementara itu, GM PT PLN (Persero) UID Jawa Timur, Lasiran mengungkapkan konvoi 1300 kendaraan listrik ini merupakan perjalanan panjang PLN untuk menumbuhkan iklim kendaraan listrik di Indonesia khususnya di Jawa Timur. Acara ini merupakan bentuk upaya PLN untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam hal akselarasi Net Zero Emiision pada tahun 2060.

“Mengusung konsep The New PLN 4.0, Unleashing Energy and Beyond, PLN telah bertransformasi mengedepankan digitalisasi dalam setiap lini proses bisnis menjadi lebih efisien. Mengusung salah satu aspirasi transformasi yakni Green, PLN terus menggiatkan upaya mengkampanyekan penggunaan energi bersih salah satunya melalui upaya electrifying lifestyle,” ungkapnya. (poedji)

Antisipasi dan Kendalikan Inflasi Pasca Kenaikan Harga BBM, Ini yang Disiapkan Gubernur Khofifah

LAMONGAN, JAYAKARTA NEWS— Pasca kenaikan harga BBM, salah satu yang menjadi kekhawatiran adalah naiknya harga bahan pangan dan kebutuhan pokok sehingga menyebabkan inflasi daerah.

Untuk mengantisipasi dan bahwa tidak ada lonjakan harga bahan pangan dan harga kebutuhan pokok secara signifikan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa blusukan dan sidak ke Pasar Babat Lamongan, Selasa (6/9) siang.

Didampingi oleh Bupati Lamongan Yusronur Effendi dan jajaran Kepala OPD Pemprov Jatim terkait, Gubernur Khofifah mengecek langsung harga berbagai komoditas kebutuhan masyarakat di pasar.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah pun berbincang dengan para penjual. Mulai dari penjual bahan pokok, telur, cabai, daging ayam, hingga daging sapi. Bahkan, dirinya juga membeli secara langsung bahan-bahan kebutuhan pokok yang dijual di Pasar Babat Lamongan.

“Ini daging sapi satu kilonya pinten bu? Masih standard nggeh bu?,” tanya Khofifah.

“Hari ini sekilonya Rp 110.000 bu Gubernur. Harganya masih sama tapi pembelinya masih sepi,” tutur salah satu penjual daging sapi di Pasar Babat Lamongan.

Usai peninjauan, Gubernur Khofifah menyampaikan, pihaknya bersama tim ingin mengecek langsung harga di pasar, utamanya kategori voletile food atau bahan makanan yang rentan terhadap perubahan-perubahan suasana seperti kenaikan BBM. Ini penting, untuk mencegah dan melakukan antisipasi terjadinya inflasi di daerah.

Dari hasil sidak tersebut, diketahui kenaikan harga tidak terjadi di seluruh komoditas, bahkan beberapa juga mengalami penurunan.

“Kalau telur ternyata justru ada penurunan. Sedangkan daging ayam ada kenaikan Rp 4.000,- diatas HET,” ungkapnya.

Dirinya melanjutkan, bawang merah dan bawang putih terpantau mengalami kenaikan Rp 2.000,-. Selain itu harga daging sapi juga masih standard di harga Rp 110.000,- /kg nya.

Dengan kondisi harga kebutuhan pokok di pasaran yang masih fluktuatif, Gubernur Khofifah mengajak masyarakat khususnya para ibu – ibu yang berhadapan langsung dengan pemenuhan kebutuhan rumah tangga agar bisa lebih pandai dan cermat dalam mengatur keuangan rumah tangga.

“Jadi saya ingin mengajak semuanya, para ibu-ibu, emak-emak, pokoknya me- manage sebaik mungkin kebutuhannya agar lebih detail,” pesan Khofifah.

“Yang kita prioritaskan adalah bagaimana pemenuhan kebutuhan prioritas bukan atas dasar keinginan. Keinginan bisa banyak, tetapi kebutuhan harus sesuai dengan prioritas. Semoga Allah mencukupkan,” tegasnya.

Tidak hanya itu, Gubernur Khofifah juga menuturkan bahwa pemerintah provinsi Jawa Timur menyiapkan skema untuk pemberian bantuan sosial ekonomi. Yang rencananya diberikan pada masyarakat terdampak kenaikan harga BBM.

“Insya allah kita akan memberikan bantalan sosial untuk masyarakat yang terdampak kenaikan BBM. Untuk sektor transportasi , pelaku UMKM, nelayan dan juga disabilitas,” tegas Gubernur Khofifah.

“Sekarang sedang kita matangkan, semoga segera final sehingga bisa meringankan beban masyarakat yang terdampak kenaikan BBM. Sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat agar inflasi di Jatim dapat kita kendalikan,” imbuhnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data yang dirilis di laman SISKAPERBAPO Disperindag Jatim (per 6/9, pkl 14.00 WIB), tercatat kenaikan harga terjadi pada komoditas cabai, baik itu cabai rawit, cabai merah keriting dan cabai merah biasa.

Rata-rata kenaikan di seluruh Jawa Timur untuk komoditi cabai Rp 2.000 hingga Rp 3.000 atau setara 3 hingga 5% dari harga awal sebelum terjadi penyesuaian harga BBM.

Sedangkan komoditi lain seperti telur ayam, beras, minyak goreng dan sayur mayur terpantau stabil di beberapa wilayah.

“Dengan adanya harga yang fluktuatif kami mengajak kepala daerah untuk turut melakukan antisipasi bersama agar inflasi dapat kita kendalikan. Apa yang bisa kita lakukan bersama kita harus maksimalkan agar tidak sampai terjadi inflasi yang tak terkendali,” pungkasnya.

Sementara itu, senada dengan Gubernur Khofifah, Bupati Lamongan Yusronur Effendi menyampaikan bahwa harga kebutuhan pokok terpantau masih stabil. Kenaikan paling signifikan terjadi di komoditas Cabai yang harganya mencapai Rp 50.000 s/d Rp 65.000 per kg nya.

“Kita lihat tadi harga-harga masih stabil ya. Ada kenaikan antara Rp 1.000 sampai Rp 2.000 untuk beberapa item.j Hanya cabai yang kita lihat memang cukup signifikan naiknya,” ungkapnya. (poedji)