Jajakan 50 Anak Bawah Umur Lewat FB, Dalang Prostitusi Online Banyumas Dibekuk Ditreskrimsus Polda Jateng

SEMARANG. JAYAKARTA NEWS – Pria asal Purwokerto, Banyumas, berinisial RW (28) atas kasus prostitusi online di Kabupaten Banyumas. Bermodal laman facebook dengan nama akun setianingsih zoya, pria tersebut menjajakan puluhan anak, kaum gay, ibu hamil hingga ibu menyusui ke pria hidung belang.

Akibatnya, dirinya harus berurusan dengan aparat Ditreskrimsus Polda Jateng karena melanggar pasal 27 ayat 1 dan pasal 45 ayat 1 UU No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU No 11 tahun 2008 tentang UU ITE serta pasal 30 dan pasal 4 ayat 2 UU No 44 tahun 2008 tentang pornografi.

Direktur Reskrimsus Polda Jateng Kombes Dwi Subagio saat konferensi pers menuturkan RW menjajakan korbannya dengan cara memajang foto mereka di laman facebook

“Pelaku memposting, menawarkan dan meyakinkan pelanggan dengan mengirimkan foto Perempuan yang dijualnya ke facebook. Di Facebook, pelaku menawarkan jasa seksual,” kata Dwi Subagio, Senin (30/10).

Dalam postingan, pelaku menyertakan kontak nomor teleponnya. Sehingga, pria hidung belang mudah berkomunikasi dengannya untuk mendapatkan Wanita yang diinginkan. Adapun harga Perempuan yang dijual jasa seksualnya beragam.

“Tarifnya, kalau anak dibawah umur yakni Rp 600.000,- sekali kencan, Ibu Hamil Rp 500.000,- gay Rp 500.000,- dan ibu menyusui Rp 800.000,-. Pelaku dapat komisi Rp 200.000,-,” terangnya

Sebagian besar korbannya, kata Dwi Subagio, adalah anak dibawah umur.

“50 orang anak-anak dijajakan RW dengan modus seperti ini,” ungkapnya

Kasus ini terungkap, kata Dwi Subagio, pasca adanya laporan masyarakat yang resah soal postingan prostitusi. Kemudian tim patroli cyber mendapatkan akun Setianingsih Zoya. Kemudian pada 5 Oktober 2023 petugas ke Banyumas menangkap RW di kawasan Baturaden.

Di depan media, pelaku RW mengaku bahwa dirinya mencari para korbannya dengan iming-iming tawaran pekerjaan dengan gaji tinggi sebelum akhirnya menjajakan mereka melalui facebook.

“Cara seperti ini sudah saya lakukan sejak 2020,” kata dia.***/mel

Artis dan Selebgram TA Ditangkap Polisi, Diduga Terlibat Prostitusi Online

JAYAKARTA NEWS—–Kasus prostitusi online masih marak. Kepolisian Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar menangkap seorang perempuan berprofesi artis berinisial TA yang diduga terlibat kasus prostitusi online.

TA ditangkap disebuah hotel di Bandung. Hingga saat ini, TA masih terus menjalani pemeriksaan oleh pihak polisi. “Kami amankan 1 orang perempuan berinisial TA. Dia berprofesi artis sekaligus selebgram,” kata Komisaris Reonald, Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jabar kepada wartawan, Kamis (17/12).

Selain TA, ditangkap 3 orang yang diduga mucikari serta 3 orang lainnya juga ikut ditangkap. “Kami sedang gelar perkara kasus lebih terperinci. Nanti kalau sudah ada hasilnya, akan diinformasi kepada wartawan,” demikian Reonald. Artis TA adalah Tania Ayu. Dia ditangkap polisi di sebuah hotel di Bandung bersama seorang pria yang jadi langganan bisnis esek-esek ini. (pik)

Kasus Prostitusi Online, Kriss Hatta: Hana Anak Lugu, Dia Dijebak

JAYAKARTA NEWS—  Aktor Kriss Hatta yang mengaku pacar Hana Hanifah (HH) akan segera menyusul ke Medan, setelah pekerjaannya di Jakarta selesai. Ditelepon ke telepon genggamnya, Kriss menjawab ramah dan detil.

“Saya akan mensupport dia. Hana itu anak lugu dan baik. Usianya saja masih 23 tahun,” ujar Kriss yang sudah mengontak Hana, tapi belum mendapat jawaban. Kriss jadi penasaran.

“Saya tahu, Hana memang jadi saksi, tapi kok ditahan oleh polisi Medan. Ini yang enggak benar,” tutur Kriss tenang. “Ia sengaja dijebak oleh seseorang,” imbuhnya.

Oleh seorang pria asal Medan berinisial R yang konon sudah memberikan uang Rp 20 juta sebagai uang muka untuk bisa sekamar dengan Hana ? “Untuk masalah itu, no comment,” jawab Kriss cepat.

Yang jelas, dalam pembicaraan singkat di hp nya, Kriss senang kalau dibilang dia pacar dekatnya Hana. Jadian menikah? “Doakan saja. Saya juga berharap kasus ini cepat selesai,” timpalnya.

Kriss dan Hana menikmati masa berpacaran di malam Minggu (11/7) sampai pagi. Mendadak malamnya, Hana terbang ke Medan sendiri, dan Kriss tak diberitahu. “Ini mengherankan. Bahkan, keluarga dan pengacaranya, Machi Achmad, juga enggak tahu. Yang mengherankan lagi, kenapa setiba di bandara Medan, Hana enggak dirapid test? Dia kan statusnya sebagai turis, orang luar Medan,” tukas Kriss.

Hana Hanifah atau aktris FTV berinisial HH belakangan sempat membetot perhatian karena ia ditangkap oleh aparat keamanan Medan di sebuah hotel bersama seorang pria. Hana diduga terlibat dalam prostitusi online. Dan dikabarkan Hana baru menerima uang Rp 20 juta. Kasus yang menimpa Hana mencuat setelah model Vanessa Angel yang juga terlibat dalam jaringan prostitusi lewat online (ada mucikari dan agen penawar jasa) untuk ditawarkan kepada pria kaya raya hidung belang.  Vanessa Angel sempat diseret ke pengadilan dan dihukum, dan kini sudah bebas bahkan sudah menikah. (pik)

Dalam Pusaran Kabar Prostitusi Online

Dari kiri Mariana Komnas Perempuan, Cathy Sharon, Karni Ilyas, dan Frans Barung Mangera. (foto: iswati)

JAYAKARTA NEWS – Tarik ulur, adu sikap, dan pelurusan fakta  dalam pusaran prostitusi online mengemuka. Berita-berita kasus VA running lebih dari sebulan. Isu yang melibatkan tersangka artis ini mengejutkan banyak pihak.

Polda Jawa Timur dimana prostitusi online ini terkuak di Surabaya sejak 5 Januari, seakan terus didesak agar meng-update keterangan informasinya. Sementara sebagian kalangan merasa gerah dengan kabar yang dianggap wilayah privat itu terus disuguhkan.

Inilah catatan Jayakartanews dari diskusi Forum Pemred, The Editors Talk: Media Meliput Perempuan, terkait peringatan Hari Pers Nasional di Hotel Garden Palace, Surabaya, beberapa hari lalu.

Sampai kemarin pun (23/2) 2019 beberapa media siber tetap melaporkan perkembangan artis VA yang sudah menjalani masa tahanan selama 3 minggu.

Kontroversi pemberitaan prostitusi online yang melibatkan artis VA, entah sampai kapan terhidang di ranah media. Tentu hingga polisi mengungkap semua jejak digital, siapa pun yang terkait, termasuk user dalam pusaran bisnis ini, seperti yang dijanjikan Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung Mangera.

Kepolisian tampaknya harus bekerja keras untuk mengungkap. Namun di sisi lalin, setidaknya dalam diskusi dengan media dan Komnas Perempuan, kepolisian dituduh menyampaikan informasi “berlebihan” untuk kasus yang dinilai sebagai wilayah pribadi ini.

Mariana Aminuddin dari Komnas Perempuan mengatakan, pemilik nama yang disebutkan dengan jelas atas keterlibatannya dalam kasus ini tentu akan mengalami trauma, termasuk keluarganya. Namun pihaknya juga tidak bisa menyalahkan media. Karena media menulis atau menayangkannya berdasarkan informasi yang diterimanya dari nara sumver. Dalam hal ini dari kepolisian.

“Ketika yang bersangkutan belum jadi tersangka, VA itu siapa, informasinya sudah  beredar,“ papar Mariana.

Memang alasan itu bisa diterima dalam suatu penyidikan terbuka. Namun ia tetap menegaskan bahwa pribadi perempuan yang diekspos habis-habisan sesungguhnya itu tanggung jawab kita bersama.

Kita harus ingat, kita tidak bicara bahwa seorang itu seorang diri. Tapi kita mesti sadar perempuan dalam terpaan kasus ini memiliki keluarga, orangtua, saudara, tetangga dan lingkungannya. “Dan itu akan menjadi penghakiman seumur hidupnya karena terus menerus  dibicarakan,“ ujar Mariana.

Penegasan ini belum cukup. Yang lain pun menimpali bahwa hal itu tak lepas dari informasi pihak kepolisian yang sudah (dengan jelas) menyebutkan nama tersebut.

Sementara artis lain yang merasa namanya terseret dalam kasus prostitusi online ini, Cathy Sharon, berupaya gigih agar jejak digitalnya tidak meninggalkan aib karena memang tidak terlibat, melainkan korban hoax atau terseret isu.

Cathy memiliki keluarga, punya orangtua dan  memiliki anak pula. Karena itu ia pun membuat laporan ke polisi atas tersiarnya inisial namanya. “Orang  pasti menduga-duga siapa CS itu, pasti Cathy Sharon,“ ucap Chaty. Beberapa tahun sebelumnya dalam kasus mucikari Robby, namanya juga terseret tapi ia tidak membuat laporan ke polisi, karena saat itu ia sedang menghadapi kasus perceraian. Ia hanya menuntut sang mucikari minta maaf dan dimuat di koran.

Kali ini keluarga besarnya terganggu. Orangtuanya mendapat pesan via Whats App dari  grup WA-nya yang mempertanyakan tentang CS itu. Teman-temannya pun mempertanyakan pada dirinya.

“Maka jangan sampai anak-anak saya nanti mempertanyakan siapa mamanya ini,“ Itulah tekad Cathy  yang berusaha meluruskan pemberitaan yang menyeret namanya, agar tidak meninggalkan jejak noda digital yang  mengganggu rumah tangganya, terutama bagi masa depan anak-anaknya.

 

Polisi Menjawab

Kabid Humas Polda Jatim juga merasa heran atas running-nya pemberitaan kasus VA ini. “Tidak ada (kasus serupa) sebelumnya  siaran beritanya sampai running lebih dari sebulan,“ kata Frans Barung Mangera.

Kasus mucikari Keyko tahun 2018 lalu misalnya, tak kalah heboh. “Dulu kemana Komnas Perempuan,“ kata Mangera seperti balik tanya atas tudingan informasi yang berlebihan dari pihaknya.

Juga gigolo Supriadi alias Andre atau Lorenzo, namun kasus-kasus itu tidak terus menerus jadi pemberitaan. Kalau sekarang malah ada pendampingan.

Namun Mangera mencoba memaklumi. Gencarnya pemberitaan dan running sekian lama karena prostitusi online kali ini melibatkan nama tokoh  atau pun artis.

Ia menyadari era keterbukaan informas. Dalam kasus VA ini, semua media meliput. Sehari-hari wartawan di Polda dan memiliki loker masing-masing, kadang tidur pun di Polda. Mereka tahu dari awal dan pihaknya tak bisa menghalang-halangi. “Kami tidak membatasi pers dan keterbukaan informasi, “ ujar Mangera.

Ketika dibuka fakta kasus tersebut, ternyata yang terlibat oknum-oknum dan public figure. Itulah yang membuat kasus ini running sampai sekarang. Selama ia menjabat Kabid Humas di Polda Sulsel hingga di Jawa Timur, tidak ada yang running sekian lama. Termasuk kasus bom tak selama itu pemberitaannya.

“Kenapa ini running, karena di dalamnya ada (keterlibatan) public figure, foto model, artis, sehingga itu yang diangkat. Kepolisian kalau berhenti berbicara, rekan-rekan wartawan akan ribut sama saya,“ sambung Mangera pula. Lalu katanya kepada  kerumunan para wartawan, “Eh kalian jujur ya, jangan-jangan kalian tidak jujur karena saya “dihantam” seperti ini.“ Namun ucapannya ini disambut gelak tawa para wartawan yang meliput diskusi ini.

Pihaknya paham  kebutuhan  wartawan akan informasi. Apalagi kadang-kadang ditambah rengekan wartawan ketika mengorek perkembangan kasus VA ini. “Pak, ini tugas kantor, pak, “

Dari kasus yang terpapar itu, Mangera jadi bertanya, kemana pemerhati wanita. “Ayo, kemana ketika muncul kasus Keyko (2018 lalu), kasus gigolo, kasus Winger. Baru kali ini, ada pendampingan.”

Semua tak lepas dari keterbukaan informasi. Pihaknya tidak bisa menghalangi kerja media. “Saya akan berhadapan dengan undang-undang lain kalau kami menutup informasi. Salah satunya undang-undang keterbukaan informasi. Nanti bisa dituduh, kepolisian menghalang-halangi tugas pers,“ Mangera menandaskan.

Disampaikan pula, pihaknya akan  menuntaskan kasus ini, termasuk user atau siapa pun yang sudah masuk dalam forensik digital kepolisian.

 

Sikap Media

Petty Fatimah. (foto: iswati)

Lantas bagaimana seharusnya sikap media dalam menyikapi kasus VA? Karni Ilyas, pemred TV One termasuk penganut mazhab yang tidak suka dengan masalah privasi orang diberitakan. Menurutnya, kasus Jawa Timur yakni VA   ini tidak ada sama sekali (manfaatnya) untuk  kepentingan umum. Wartawannya yang sempat dua hari meliput kasus tersebut disemprotnya dengan kata-kata, “Kenapa kalian ganjen banget meliput kasus itu.“

Senada dengan Karni Ilyas, Petty Fatimah, Pemred majalah wanita Femina kepada Jayakartanews juga menyayangkan pemberitaan yang terlalu mengekspos privasi perempuan. Ia bahkan prihatin atas sikap media yang kurang menjunjung bahkan mengabaikan etika-etika jurnalistik. “Seharusnya etika-etika itu selalu jadi pegangan selain memahami bagaimana sebaiknya standar  jurnalistik yang baik,” kata Petty. (Iswati)

Della Perez Siap Buktikan tak Terlibat Prostitusi Online

Della Perez

KEPOLISIAN Daerah (Polda) Jawa Timur terus menginvestigasi jejaring prostitusi online dengan melakukan pemanggilan terhadap sejumlah selebriti dan  selegram. Della Puspa, yang merintis karir di dunia hiburan sebagai foto model itu,  kabarnya juga akan dimintai keterangannya oleh Polda Jatim.

Kesal, bingung dan stres, begitu Della mendapat panggilan dari Polda Jatim terkait dengan kasus prostitusi online yang sedang didalami kepolisian ini. Della pun kemudian menemui seorang pengacara kondang,  Minola Sebayang. Menurut Minola, mendapat panggilan polisi dalam isu  yang sudah menyeret  Vanessa Angel ini,  Della tidak tahan menahan tangisnya meledak.

Menangis. Ya, menangis itu salah satu cara perempuan mengekspresikan perasaannya. “Perempuan kan mengungkapkan perasaannya dengan berbagai cara, termasuk menangis,” ujarnya Minola.

Sri Wulansih, Ibunda Della juga mengungkapkan hal yang sama. Della  sangat sedih sehingga menangis seharian. “Kita nggak perlu tanya, dia nangis-nangis seharian,” ungkapnya.

Menurut Sri, Della bingung bagaimana namanya ikut terseret dalam kasus prostitusi online yang melibatkan selebritis itu. Della mengaku, tidak ada akses berteman dengan Vanessa Angel.  “Della itu anak rumahan banget. Mama yang tahulah dia itu bagaimana. Lagi pula, dia itu kalau mau ke mana-mana selalu minta uang ke Mama kok,” ujar  Sri.

Sri dan keluarga besarnya mengaku malu dengan terseratnya nama  Della dalam kasus prostitusi online. Namun bagaimanapun,  Sri yakin bahwa anaknya itu tidak mungkin untuk bisnis seperti itu.  Keyakinannya itu didasarkanpada ajaran yang selalu ditekankan, agar anak-anaknya mencari rejeki dengan cara yang jalan halal.

“Mama tuh ngajarin anak-anak mau kita sesusah apapun, nggak punya duit, nggak mungkin jual diri, astagfirullahallazim.”

Rencananya Della akan memberikan kesaksian dalam kasus ini  di Polda Jatim pada  Rabu (6/2) ini, dari yang sebelumnya dijadwalkan pada 7 Februari.

“Karena kesibukan dan hal lainnya, Della Perez terpaksa mengajukan untuk memajukan waktu pemeriksaan. Permintaan kami dikabulkan, jadi besok saya akan mendampingi Della Perez untuk memberikan kesaksian,” kata Minola. Dia memastikan,  Della akan kooperatif dengan polisi dan siap membuktikan bahwa dirinya  tidak terlibat dalam prostitusi online.***

Mucikari Buka Suara, Ini Dia Lima Artis yang Terlibat Dalam Prostitusi Online

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Inspektur Jenderal Polisi Luki Hermawan–foto viva.co.id

Kasus prostitusi online yang melibatkan para artis terus dikembangkan pihak kepolisian.  Sejauh ini polisi menyebut ada lima artis yang terbukti kuat ikut terlibat dalam jaringan tersebut. Juga disebutkan bahwa data 45 artis dan 100 model yang terlibat dalam jaringan prostitusi online adalah valid. Data-data mereka telah dikantongi polisi, mulai dari nama, telp hingga tarif yang ditawarkan. Terkait lima artis yang diindikasikasi terlibat, polisi akan memanggilnya dalam waktu dekat untuk meminta keterangan.

“Saya akan menjelaskan hasil pengembangan dari kasus prostitusi online. Saya sampaikan di sini untuk menguatkan pelaku bisnis online ini dari 45 orang artis ini sementara ada 5 yang ada kaitannya didukung dengan bukti,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan kepada wartawan di Mapolda Jatim, Kamis (10/1/2019). “Lima oknum ini akan dipanggil dalam waktu dekat,” tegasnya.

Lima artis tersebut berinitial  AC, TP, BS, ML dan RF. Nama-nama ini diperoleh polisi dari mucikari TN dan ES yang  kini sudah dijadikan tersangka oleh pihak kepolisian.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan,  data 45 artis dan 100 model yang tergabung dalam jaringan prostitusi online adalah valid. Data-data mereka telah dikantongi pihak kepolisian dan akan dilakukan pemanggilan pada mereka yang terlibat. “Step by step. Dipastikan ada pemanggilan,” ujarnya. ***/ebn/dtk

Warganet Puji Jane Shalimar Meski Pernah Disakiti Vanessa Tapi Terdepan Dalam Beri Support

Vanessa Angel–instagram vanessa angel official

Kasus tertangkapnya Vanessa Angel terkait kasus prostitusi online oleh polisi di Surabaya, Jawa Timur, menjadi perbincangan hangat para warganet. Banyak kecaman ditujukan pada pemeran FTV ‘Gue yang PDKT,Lo yang Jadian’, itu. Namun di sisi lain banyak warganet yang memuji-muji aksi artis  Jane Shalimar yang mendengar sahabatnya terkena musibah langsung datang menjenguk bahkan menyiapkan pengacara untuk Vanessa.

Keduanya, Jane-Vanessa memang kini bersahabat, meski sebelumnya sempat berseteru.  Ketika itu Vanessa tengah menjalin hubungan dengan Didi Mahardika yang juga merupakan mantan Jane Shalimar. Perang sindiran mewarnai keduanya lewat medsos masing-masing kala itu. Namun kini keduanya jadi akur dan bersahabat, Vanessa juga sudah tidak lagi bersama Didi.

Jane Dhalimat dan Vanessa Angel–ig janeshalimar

Instagram janeshalimar

“Bener bgd jaranga da sperti mba @janeshalimar_1 Kalo berteman tulus bgd… Pernah di hina dan disakiti tu prempuan tpi skrg paling depan kasi supportnya, blom tentu saya bisa kyk mba ini… Akh salut ? mudah2an bisa bertemu dan punya sahabat kyk mba ini…,” tulis herapurba03 di akun IG Jane Shalimar.

“Duh udah cantik,baik hati banget saluttt sama kak @janeshalimar_1” tambah ebytahier.

Sementara ada juga yang menyampaikan,” Hidup unik ya kak. Yg dlu jauhan bisa jdi seperti saudara dekat yg dulu dekat bisa berjauhan di masa kini. Vanessa kmu beruntung bgt bisa dekat kak jane,” tulis allofyunher.

Sebagaimana dikabarkan, Jane Shalimar yang meski dalam kondisi kurang sehat, tetap terbang ke Surabaya untuk menjenguk sahabatnya Vanessa, sekaligus untuk mengetahui kejelasan kasusnya. Namun kata Jane, tim pengacara yang disediakannya untuk Vanessa sudah lebih dahulu berangkat.

“”Saya (berangkat) sendiri karena tim lawyer sudah duluan ke sana. Tapi mereka nggak mau buat pergerakan apa-apa sebelum saya kasih komando jadi saya bilang tunggu saya di sana. Tadinya mau besok saya lagi enggak enak badan ini lagi sakit sebenernya. Tapi saya pikir lagi kalau ditunda-tunda gak selesai-selesai,” ujarnya sebagaimana dikutip dari kapanlagi.com

Menurut Jane, soal pengacara, sebelumnya ia telah meminta izin pada orangtua Vanessa. “Saya telponan ayahnya setelah ada rilis dari kepolisian saya bilang boleh gak saya mau langkahin ayah. Saya bilang boleh nggak nyediain tim lawyer buat Eca. Karena ini kan dibilang kasus ringan enggak, kasus berat juga engga, karena enggak nyangkut narkoba. Jadi saya minta izin dan sudah ada izin dari ayahnya kita percaya sama Kak Jane aja deh Kak Jane yang bantu oke. Sudah ada izin yaudah aku kontak lawyer-ku untuk bantu segala macamnya,” jelas Jane.***ebn

Prostitusi Online, Artis Venessa Angel Ditangkap Polisi, Tarifnya Rp80 Juta

vanessa Angel–foto akun IG vanessa angel

Dunia hiburan geger lagi. Artis VA dikabarkan ditangkap pihak kepolisian terkait dugaan prostitusi online. Dia ditangkap bersama beberapa orang, salah satunya diduga mucikari. Penangkapan dilakukan di Surabaya pada Sabtu (5/1/2019). Pihak kepolisian telah memberi konfirmasi bahwa artis berinitian VA adalah Vanessa Angel. “Iya Vanessa Angel,” jelas Frans Barung, Kabid Humas Polda Jatim.

Namun pihak kepolisian belum memberikan detail mengenai kasus penangkapan tersebut. “Tanya dia saja. Dia kan yang konferensi pers. Dia sudah mengeluarkan pernyataan ya dialah yang bicara,” tambang Frans.

Isu prostitusi artis terus merebak. Terlebih lagi, menurut Merdeka.com, hari ini (5/1) polisi menangkap 2 orang artis yang diduga terlibat. Salah satunya adalah Vanessa Angel.

Dilansir dari Merdeka.com, keduanya diringkus bersama sejumlah orang di salah satu hotel di Surabaya. Menurut Wadir Reskrimsus Polda Jatim AKBP Arman Asmara, kedua artis tersebut miliki tarif hingga mencapai 80 juta. “Tarifnya yang satu Rp 80 juta, satunya Rp 25 juta. Kami melakukan penyelidikan selama satu bulan,” tukasnya.

Lebih lanjut, pihak kepolisian tidak memberikan statement pasti terkait nama artis yang terlibat. Keduanya berinisial VA dan AF, inisial VA adalah Vanessa Angel sedangkan untuk AF belum diketahui.***/ebn/kpl