Baznas dan Baraya Koordinasi Santuni Anak Yatim

Rapat koordinasi Baznas Kabupaten Pandeglang bersama ormas Baraya. Foto: Andang S

BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) Kabupaten Pandeglang, menggelar rapat koordinasi bersama ormas Baraya Pandeglang, Kamis (29/3). Rapat digelar guna membahas persiapan acara santunan anak yatim yang akan dilaksanakan pada Peringatan HUT Kabupaten Pandeglang ke-144, 1 April mendatang.

Rapat yang diselenggarakan di Kantor Baznas Pandeglang itu dipimpin para Ketua Baznas Pandeglang, yakni, H. Aah Wahid Maulani, H. Acang, Kyai Herman. Pada kesempatan itu Ketua I, H Aah meminta jajarannya untuk selalu berkoordinasi dengan Baraya Pandeglang demi lancar dan suksesnya acara. Aah meminta jajarannya segera mempersiapkan seluruh rangkaian acara terutama persiapan peserta anak yatim.

“Kegiatan ini harus berjalan dengan baik dan lancar. Jangan sampai ada masalah pada waktunya. Untuk itu rapat ini kita harus fixed semua agar pada hari H nanti semua sudah OK,” pintanya.

Hal senada dikatakan Ketua II, H. Acang. Ia berharap semua pihak menjaga ketertiban saat kegiatan berlangsung. “Kegiatan nanti kan menghadirkan anak-anak. Jadi kita mesti kerja ekstra jangan sampai timbul masalah terutama persiapan konsumsi yang harus lebih diperhatikan,” tandas Acang.

Sementara Sekretaris Baraya Pandeglang, H. Hapid mengaku pihaknya sudah siap menyongsong kegiatan tersebut. “Insya Allah kami telah mempersiapkan semua rangkaian kebutuhan mulai dari peserta hingga perlengkapan, konsumsi serta susunan acaranya. Harapan kami semoga Ibu Bupati Irna dapat hadir di tengah-tengah anak-anak yatim, karena kehadiran ibu Bupati tentu akan menjadi sebuah kebahagiaan bagi mereka,” tutup Hapid. ***

Menyoal Anggaran Makan

PEMERINTAH Kabupaten Pandeglang menganggarkan biaya makan minum (mamin) Rp 26,8 miliar. Nilai tersebut meningkat sekitar Rp 3 miliar dari tahun sebelumnya Rp 23,6 miliar. Dana mamin akan digunakan untuk rapat kegiatan dan menjamu tamu undangan seperti di pendopo dan sekretariat daerah (Setda) dan kegiatan di luar gedung pemerintahan.

Besaran pengeluaran mamin itu, kini disoal LAKiP Pandeglang. Koordinator LAKiP Pandeglang Zaenal menilai, dengan besaran nilai mamin itu,  jelas Pemkab Pandegalang telah mengabaikan rasa keadilan dan etika publik.

Menanggapi persoalan itu, Pelaksana Jabatan Sekeretaris Daerah (Pj Sekda) Pandeglang, Ferry Hasanudin, menilai wajar kenaikan anggaran mamin untuk rapat dan kegiatan serta menjamu tamu undangan di Pendopo Pandeglang. Penggugunaan anggaran mamin tidak sembarangan, karena anggaran tersebut bisa diserap jika ada kegiatan. “Ya kalau tidak ada, maka anggarannya utuh,” tandasnya. ***