Sebuah ajang pameran seni rupa online segera hadir di media sosial. Penggagasnya perupa pebisnis sekaligus jurnalis, Sokoco Hayat DP. Pendaftaran peserta dibuka tanggal 21 Januari dan ditutup 5 Februari 2019. “Pameran seni rupa online yang diberi judul “Ini Karyaku” hadir menjawab kebutuhan perupa pada ajang pameran yang menjadi media agar karya mereka dikenal publik,” kata Sukoco di Yogyakarta, Selasa (22/1).
Nama “Ini Karyaku” dipilih karena pameran ini akan memberikan informasi lengkap tentang perupa dan karyanya. Selama ini, pada ajang pameran offline, di sebelah karya si perupa hanya tercatum nama, judul karya, ukuran dan tahun pembuatan. “Selain informasi seperti pada pameran offline, pameran seni rupa online ini akan memberikan juga informasi berupa alamat rumah, nomor kontak telepon/hape, alamat email, CV lengkap dengan rekam jejak perupa,” papar Sukoco. Berdasarkan informasi tersebut, para pecinta seni rupa termasuk para kolektor dapat dengan mudah menghubungi si perupa.

Pameran seni rupa online ini memberikan banyak keuntungan dibanding pameran yang biasa dilakukan di gedung atau galeri. Waktu persiapan lebih pendek, biaya lebih murah, tidak terbatas jarak, usia atau domisili si perupa. Di belahan bumi manapun tempat tinggal si perupa, ia bisa dengan mudah mendapatkan media untuk memamerkan karyanya. “Tanggungjawab moral sebagai perupa untuk unjuk karya tetap bisa dilakukan dengan efektif dan efisien,” tambahnya. Sementara penikmat seni rupa bisa mengakses pameran kapan saja, di mana saja mereka berada, cukup dengan sebuah smartphone dan jaringan internet. Dengan demikian ada kedekatan antara perupa dan penikmat karyanya.
Pendaftaran peserta dibuka mulai tanggal 21 Januari dan ditutup 5 Februari 2019. Setiap peserta menyerahkan dua foto karya beserta semua data yang terpapar di atas dan membayar uang pendaftaran sebesar Rp 50.000. Pameran akan berlangsung pada tanggal 10 – 28 Februari dan ditayangkan melalui media sosial Youtube, IG, FB dan Majalah Online.
“Sambutan seniman pada pameran seni rupa online ini lumayan besar,” tambah Sukoco. Data peserta yang masuk sampai dengan 22 Januari sudah mencapai 50-an orang, baik perupa dua dimensi maupun tiga dimensi. Para perupa yang ingin mendaftarkan diri bisa langsung menghubungi Sukoco di nomor wa 085701798144. ***nina

TUGU Kunstkring Paleis yang terletak di Jl. Teuku Umar No. 1, Menteng Jakarta Pusat relatif tidak terlalu sering dijadikan ajang pameran lukisan. Akan tetapi, hampir semua pameran lukisan yang diadakan di gedung tua peninggalan Belanda itu selalu berkualitas.
Edi Markas adalah pelukis kelahiran Surabaya, 12 April 1968. Ia pernah studi di Institut Kesenian Jakarta. Melukis sejak kecil dan sering menjuarai lomba lukis semasa sekolah. Sejak tahun 1990 aktif berpameran di berbagai tempat.



Jupri Abdullah, selama ini dikenal sebagai pelukis mini asal Dusun Sejo, Desa Karangrejo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Pria 55 tahun berambut gondrong ini, dikenal juga sebagai pelukis para tokoh nasional dan dunia. Termasuk membuat lukisan wajah terkecil Raja Salman, saat berkunjung ke Indonesia beberapa waktu lalu. Melukis detail wajah dalam dimensi mini, memang menjadi ciri Jupri.
Sementara, Didik Sasono Setyadi banyak menampilkan karya lukis alam. Di balik objek yang indah, ia juga menyelipkan satir kehidupan. Contoh, lukisan hijaunya alam di satu sisi, dan penembakan burung-burung langka, di sisi yang lain. Ada gugatan atas ironi yang terjadi di tengah kita.
PAMERAN Seni Rupa Nusantara 2017 kembali digelar. Tahun ini, mengusung tema “Rest Area” Perupa Membaca Indonesia, Galeri Nasional Indonesia (GNI) yang menjadi tempat penyelenggaraan ajang biennial (dua tahunan) ini akan menampilkan berbagai karya dari perupa yang berasal dari seluruh nusantara.