Viaskin, Harapan Baru untuk Anak yang Alergi Kacang

JAYAKARTA NEWS— Sebuah penelitian baru-baru ini menunjukkan adanya potensi dalam penggunaan patch kulit eksperimental untuk mengobati balita yang memiliki alergi tinggi terhadap kacang tanah, yang memungkinkan tubuh mereka untuk menangani gigitan tidak sengaja.

Alergi kacang tanah adalah salah satu alergi makanan yang paling umum dan berbahaya. Orangtua dari anak-anak yang alergi harus selalu berjaga-jaga terhadap paparan yang dapat membuat pesta ulang tahun dan pertemuan berubah menjadi kunjungan ke ruang gawat darurat.

Tidak ada obatnya. Satu-satunya pengobatan untuk anak-anak yang berusia 4 tahun ke atas adalah dengan mengonsumsi bubuk kacang khusus untuk melindungi terhadap reaksi yang parah.

Patch yang dinamakan Viaskin bertujuan untuk memberikan pengobatan semacam itu melalui kulit. Dalam sebuah uji coba besar dengan anak-anak usia 1 hingga 3 tahun, patch itu membantu mereka yang bahkan tidak bisa mentolerir sedikit pun kacang tanah untuk akhirnya dapat mengonsumsi beberapa kacang tanah dengan aman.

Jika uji coba tambahan berhasil, “ini akan memenuhi kebutuhan yang sangat besar,” kata Dr. Matthew Greenhawt, seorang ahli alergi di Children’s Hospital Colorado yang membantu memimpin penelitian tersebut.

Sekitar 2% dari anak-anak di AS memiliki alergi kacang tanah, beberapa di antaranya sangat parah sehingga bahkan jumlah kecil dapat menyebabkan reaksi yang mengancam nyawa. Sistem kekebalan tubuh mereka bereaksi berlebihan terhadap makanan yang mengandung kacang tanah, memicu reaksi inflamasi yang menyebabkan ruam, mengi atau bahkan yang lebih parah. Beberapa anak tumbuh keluar dari alergi tersebut tetapi kebanyakan harus menghindari kacang tanah seumur hidup dan membawa obat penyelamat untuk mencegah reaksi yang parah jika mereka tidak sengaja mengonsumsi kacang tersebut.

Pada tahun 2020, Food and Drug Administration menyetujui pengobatan pertama untuk menumbuhkan toleransi terhadap kacang tanah, yaitu “imunoterapi oral” yang dinamakan Palforzia yang dikonsumsi setiap hari oleh anak-anak berusia 4 hingga 17 tahun untuk menjaga perlindungan. Palforzia dari Aimmune Therapeutics juga sedang diuji pada balita.***/sm

Peringatan! Jangan Sering-Sering Konsumsi Vitamin D, Kalsium, Minyak Ikan dan Multivitamin

JAYAKARTA NEWS— Dalam hal suplemen, ada begitu banyak promosi sensasional tentang potensi manfaatnya sehingga sulit untuk memisahkan fakta dari fiksi. Meskipun benar bahwa vitamin dan mineral penting untuk kesehatan, tidak benar bahwa meminumnya dalam bentuk pil, kapsul, atau bubuk – terutama dalam dosis besar – diperlukan atau tanpa risiko.

Untuk satu hal, suplemen makanan terkadang dapat berinteraksi satu sama lain, serta dengan obat bebas (OTC) dan resep. Selain itu, tidak seperti obat-obatan, Food and Drug Administration (FDA) AS tidak berwenang untuk meninjau suplemen diet untuk keamanan dan efektivitas sebelum dipasarkan. Terserah produsen untuk memastikan bahwa produk mereka tidak mengandung kontaminan atau kotoran, diberi label dengan benar, dan mengandung apa yang mereka klaim. Dengan kata lain, regulasi suplemen diet jauh lebih ketat dibandingkan dengan resep atau obat OTC.

Dikutip dari laman everydayhealth, Pada bulan Maret 2023, FDA meluncurkan Direktori Bahan Suplemen Makanan yang baru, sebuah halaman web yang dimaksudkan untuk membantu masyarakat tetap mendapat informasi tentang bahan yang digunakan dalam suplemen makanan. Konsumen dapat menggunakan direktori untuk mencari bahan yang digunakan dalam produk yang dipasarkan sebagai suplemen makanan dan mencari tahu apa yang dikatakan FDA tentang bahan tersebut dan apakah agensi tersebut telah mengambil tindakan terkait bahan tersebut.

Menurut FDA, lebih dari separuh orang Amerika mengonsumsi suplemen herbal atau makanan setiap hari, dengan laporan oleh Grandview Research mencatat pasar suplemen makanan bernilai $151,9 miliar di seluruh dunia pada tahun 2021.

Jika digunakan dengan benar, beberapa suplemen dapat meningkatkan kesehatan Anda, tetapi suplemen lainnya mungkin tidak efektif atau bahkan berbahaya. Misalnya, tinjauan sistematis yang diterbitkan dalam Annals of Internal Medicine Agustus 2019 menganalisis efek potensial suplemen nutrisi pada kesehatan kardiovaskular, terutama serangan jantung dan stroke, dan menemukan bahwa hanya sedikit suplemen yang membantu mencegah penyakit jantung — hanya asam lemak omega-3 dan asam folat, efektif. Hal yang sama berlaku untuk perubahan pola makan, kecuali diet rendah garam.

Penelitian lain yang diterbitkan pada tahun yang sama, melibatkan kebiasaan diet yang dilaporkan sendiri dari sekelompok orang Amerika, mengaitkan dosis harian lebih dari 1.000 miligram (mg) kalsium dengan risiko kematian akibat kanker yang lebih tinggi (meskipun National Cancer Institute mencatat bahwa penelitian lain menyarankan sebaliknya).

Selain itu, data menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi magnesium, seng, dan vitamin A dan K dalam jumlah yang cukup memiliki risiko kematian yang lebih rendah – tetapi hanya jika mereka mendapatkan nutrisi tersebut dari makanan daripada suplemen.

“Pembeli berhati-hatilah,” kata JoAnn Manson, DrPH, MPH, MD, kepala divisi pengobatan pencegahan di Brigham and Women’s Hospital di Boston dan seorang profesor epidemiologi di Harvard T.H. Chan School of Public Health di Cambridge, Massachusetts.

“ Banyak suplemen di pasaran belum diuji secara ketat. Sangat sedikit suplemen yang terbukti bermanfaat.” Dan, katanya, banyak yang membawa klaim kesehatan yang tidak berdasar.

Bingung?

Lembar fakta Institut Kesehatan Nasional (NIH) memberikan informasi terperinci tentang manfaat dan risiko vitamin dan mineral individu, serta suplemen herbal. Dan jika Anda mengelola kondisi kesehatan yang mendasarinya (terutama jika Anda sedang minum obat) atau sedang hamil atau menyusui, lakukan dengan aman dan bicarakan dengan tim perawatan kesehatan Anda sebelum menambahkan suplemen baru apa pun ke rejimen Anda.

Berikut ini 7 suplemen populer yang menyimpan bahaya tersembunyi sebagaimana dikutip dari everydayhealth.

1.Vitamin D: Terlalu Banyak Dapat Membahayakan Ginjal Anda

Vitamin D meningkatkan penyerapan kalsium dalam tubuh, dan memiliki cukup adalah pusat kesehatan dan kesejahteraan, menawarkan janji untuk melindungi tulang dan mencegah penyakit tulang seperti osteoporosis, menurut NIH. Suplemen vitamin D sangat populer karena sulit (jika bukan tidak mungkin bagi sebagian orang) untuk mendapatkan cukup dari makanan.

Juga, seperti yang dicatat oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), tubuh kita membuat vitamin D ketika kulit telanjang terpapar sinar matahari langsung, tetapi meningkatkan waktu yang dihabiskan di dalam ruangan dan penggunaan tabir surya secara luas, sebagai cara yang diperlukan untuk mencegah penuaan kulit dan kulit. kanker, telah meminimalkan jumlah vitamin D yang banyak kita dapatkan dari paparan sinar matahari.

Tapi suplemen vitamin D adalah topik yang rumit. Kadang-kadang, tampaknya pedoman dan penelitian saling bertentangan. Sebenarnya, antusiasme terhadap suplemen vitamin D melampaui bukti.

Misalnya, ketika wanita pra dan pasca menopause yang sehat mengonsumsi vitamin D (hingga 400 unit internasional, atau IU), itu tidak serta merta mencegah mereka dari patah tulang, menurut rekomendasi Gugus Tugas Layanan Pencegahan AS tahun 2018.

Dan dosis tinggi bukanlah pilihan yang baik. Pada orang sehat, kadar vitamin D darah yang lebih tinggi dari 100 nanogram per mililiter dapat memicu penyerapan kalsium ekstra – dan menyebabkan nyeri otot, gangguan mood, sakit perut, dan batu ginjal, catat Klinik Cleveland. Ini juga dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

“Lebih banyak belum tentu lebih baik dalam hal suplemen mikronutrien,” kata Dr. Manson.

Konon, suplemen vitamin D dapat bermanfaat bagi orang-orang tertentu, termasuk mereka yang berisiko kekurangan, seperti individu dengan kulit lebih gelap, kondisi kesehatan tertentu, dan orang dewasa yang lebih tua, menurut MedlinePlus.

Pernyataan konsensus American Geriatrics Society terbaru secara khusus menunjukkan bahwa orang yang berusia lebih dari 65 tahun dapat membantu mengurangi risiko patah tulang dan jatuh dengan melengkapi diet mereka dengan setidaknya 1.000 IU vitamin D per hari, selain mengonsumsi suplemen kalsium dan mengonsumsi vitamin D– makanan kaya.

Siapa pun dapat meningkatkan kadar vitamin D mereka dengan menghabiskan waktu singkat di bawah sinar matahari tanpa tabir surya – sekitar 10 hingga 15 menit sehari, menurut NIH.

Perlu diingat bahwa suplemen vitamin D dan obat-obatan dapat berinteraksi satu sama lain. Obat-obatan yang tidak cocok dengan vitamin D termasuk obat penurun berat badan orlistat (Xenical, Alli), berbagai statin, seperti atorvastatin (Lipitor), diuretik thiazide (seperti Hygroton, Lozol, dan Microzide), dan kortikosteroid seperti prednison ( Deltasone, Rayos, Sterapred), menurut NIH.

2. St. John’s Wort: Hindari Interaksi Obat

St John’s wort adalah tanaman yang digunakan sebagai teh atau kapsul, dengan manfaat yang diakui untuk depresi, gangguan hiperaktivitas defisit perhatian, gejala menopause, insomnia, masalah ginjal dan paru-paru, gangguan obsesif-kompulsif, penyembuhan luka, dan banyak lagi, catat the NIH.

Studi kecil menunjukkan St. John’s wort efektif dalam mengobati depresi ringan. Misalnya, tinjauan studi jangka pendek mengamati 27 uji klinis dengan sekitar 3.800 pasien dan menyarankan bahwa obat herbal bekerja sebaik antidepresan tertentu untuk mengurangi gejala depresi ringan hingga sedang.

Tapi, kata Denise Millstine, MD, seorang internis di departemen kedokteran integratif di Mayo Clinic di Phoenix, Arizona, “masalah terbesar dengan St. John’s wort adalah interaksi pengobatannya.”

Sebuah studi menemukan bahwa dalam 28 persen kasus ketika St. John’s wort diresepkan antara tahun 1993 dan 2010, itu diberikan dalam kombinasi berbahaya dengan obat antidepresan atau anticemas, statin, obat pengencer darah warfarin (Coumadin), atau kontrasepsi oral. 

Misalnya, menggabungkan St. John’s wort dengan antidepresan dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk peningkatan serotonin kimia otak yang mengancam jiwa, menurut National Center for Complementary and Integrative Health.

St John’s wort juga dapat mengurangi keefektifan obat lain, termasuk pil KB, kemoterapi, obat HIV atau AIDS, dan obat untuk mencegah penolakan organ setelah transplantasi, menurut NIH. Sebelum Anda mengonsumsi St. John’s wort, baca tentang potensi interaksi obat dan tanyakan kepada dokter Anda tentang risiko dan manfaat suplemen ini, serta perbandingannya dengan pilihan Anda yang lain.

3.Kalsium: Kelebihan Dapat Menetap di Arteri Anda

Kalsium sangat penting untuk kerangka yang kuat, tetapi seperti semua nutrisi, terlalu banyak mineral ini bisa berbahaya. Seperti yang dicatat NIH, lebih dari 2.500 mg per hari untuk orang dewasa berusia 19 hingga 50 tahun, dan lebih dari 2.000 mg per hari untuk individu berusia 51 tahun ke atas, dapat menyebabkan masalah.

Dengan suplemen kalsium, pengerasan arteri, atau aterosklerosis, dan risiko penyakit jantung yang lebih tinggi, merupakan risiko, meskipun penelitian beragam, menurut Klinik Cleveland.

“Dapatkan kalsium dari makanan Anda jika Anda bisa,” saran Dr. Millstine, mencatat bahwa penelitian menunjukkan bahwa kalsium lebih baik diserap melalui makanan daripada melalui suplemen.

Dalam sebuah penelitian, para peneliti menganalisis sekitar 5.450 asupan kalsium orang dewasa yang sehat dan menyaring hati mereka untuk endapan kalsium yang terkait dengan aterosklerosis selama 10 tahun. Mereka menemukan bahwa orang yang mendapatkan kalsium dari makanan memiliki risiko aterosklerosis yang lebih rendah, sedangkan suplemen kalsium dikaitkan dengan peningkatan risiko aterosklerosis.

NIH merekomendasikan 1.000 mg kalsium sehari untuk wanita usia 19 sampai 50 tahun dan 1.200 mg sehari untuk wanita 51 tahun ke atas. Rekomendasi untuk pria usia 19 hingga 70 adalah 1.000 mg sehari dan 1.200 mg sehari untuk pria berusia 71 tahun ke atas. Menurut Pedoman Diet untuk orang Amerika, ada berbagai makanan sumber kalsium, termasuk yogurt rendah lemak, tahu, susu tanpa lemak, keju, serta sereal dan jus yang diperkaya.

Kekurangan kalsium, atau hipokalsemia, dapat dideteksi dengan tes darah rutin. Jika Anda memiliki kadar kalsium darah yang rendah meskipun memiliki asupan makanan yang cukup, dokter Anda mungkin akan meresepkan suplemen kalsium.

4.Multivitamin dan Multimineral: Tidak Ada Pengganti Diet Sehat

Pikirkan bahwa gaya hidup sehat tidak hanya membutuhkan makanan yang baik untuk Anda, olahraga, dan tidur yang cukup tetapi juga mengonsumsi suplemen multivitamin-multimineral setiap hari?

Ketika Anda mempertimbangkan bahwa sekitar sepertiga orang dewasa di Amerika Serikat dan seperempat remaja mengambilnya, menurut NIH, Anda mungkin terkejut mengetahui bahwa juri masih belum tahu apakah itu membantu.

Satu studi yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Internal Medicine, yang meneliti data dari hampir 40.000 wanita berusia di atas 19 tahun yang merupakan bagian dari Iowa Women’s Health Study, menemukan bahwa rata-rata wanita yang mengonsumsi suplemen memiliki risiko kematian dini yang lebih tinggi daripada wanita yang tidak mengonsumsi suplemen. Multivitamin melakukan sedikit atau tidak sama sekali untuk melindungi dari kanker umum, penyakit kardiovaskular, atau kematian.

Penelitian lain menemukan manfaat mengonsumsi multivitamin. Sebagai contoh, sebuah penelitian di Nutrients Agustus 2017 menyimpulkan bahwa seringnya penggunaan suplemen multivitamin dan mineral membantu mencegah kekurangan mikronutrien yang dapat menyebabkan masalah kesehatan.

Secara keseluruhan, penelitian tentang apakah multivitamin benar-benar meningkatkan kesehatan beragam.

Untuk wanita usia subur, mengonsumsi vitamin prenatal dengan asam folat direkomendasikan oleh American College of Obstetricians and Gynecologists untuk membantu mencegah cacat lahir. Multivitamin mungkin diresepkan oleh dokter Anda jika Anda memiliki sindrom malabsorpsi, suatu kondisi di mana tubuh tidak dapat menyerap vitamin dan mineral dengan baik.

Namun, secara umum, kata Manson, “suplemen tidak pernah bisa menjadi pengganti diet sehat.”

Meskipun multivitamin menimbulkan risiko interaksi obat yang rendah, NIH merekomendasikan agar perokok dan mantan perokok menghindari konsumsi multivitamin dengan kadar vitamin A atau beta-karoten yang tinggi karena nutrisi ini dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru saat dikonsumsi sebagai suplemen.

5.Suplemen Minyak Ikan: Pilih Ikan atau Biji Rami

Kaya akan asam lemak omega-3, minyak ikan disebut-sebut sebagai sarana untuk mengurangi penyakit jantung dan penyakit lainnya. Namun semakin banyak bukti menunjukkan bahwa suplemen minyak ikan memiliki manfaat yang dipertanyakan.

Misalnya, sebuah penelitian yang diterbitkan pada Januari 2019 di New England Journal of Medicine menemukan bahwa suplemen omega-3 tidak mengurangi serangan jantung, stroke, atau kematian akibat penyakit jantung pada pria dan wanita paruh baya dan lebih tua tanpa faktor risiko yang diketahui untuk penyakit kardiovaskular. Studi sebelumnya menganalisis orang yang berisiko tinggi terkena penyakit kardiovaskular dan juga melaporkan tidak ada manfaat.

Plus, ulasan dan meta-analisis selanjutnya dari 83 uji coba terkontrol secara acak, yang diterbitkan pada Agustus 2019 di jurnal BMJ, mengungkapkan bahwa omega-3, baik dalam bentuk suplemen atau makanan, tidak mengurangi risiko diabetes tipe 2 di antara 58.000 peserta yang terlibat.

Tapi tidak semua berita negatif terkait suplemen omega-3: Uji coba terkontrol acak besar yang diterbitkan pada Januari 2022 di BMJ menunjukkan bahwa suplemen minyak ikan dapat memberikan manfaat kesehatan bila dikombinasikan dengan suplemen vitamin D, meskipun dalam kasus ini manfaatnya tidak  signifikan secara statistik.

Para penulis mengamati bahwa koktail ini, serta suplemen vitamin D saja, menyebabkan insiden kondisi autoimun yang lebih rendah seperti psoriasis dan artritis reumatoid.

Saat ini, tidak ada cukup bukti positif bagi dokter untuk meresepkan suplemen minyak ikan kepada setiap pasien. Selain hasil penelitian campuran, kekurangan omega-3 sangat jarang terjadi di Amerika Serikat, menurut NIH. Salah satu interaksi obat yang penting dengan suplemen omega-3 adalah Coumadin (warfarin).

Cara terbaik untuk mendapatkan jumlah omega-3 yang cukup dan aman adalah dengan mengonsumsi berbagai makanan yang kaya akan omega-3. Tiga jenis utama omega-3 adalah asam eicosapentaenoic (EPA), asam docosahexaenoic (DHA), dan asam alfa-linolenat (ALA). Menurut NIH, berikut adalah beberapa sumber makanan EPA, DHA, dan ALA omega-3.

EPA dan DHA

Ikan dan makanan laut lainnya, terutama ikan berlemak air dingin, seperti salmon, mackerel, tuna, herring, dan sarden

DHA

Makanan yang diperkaya, seperti merek telur, yogurt, jus, susu, dan minuman kedelai tertentu (mungkin mengandung bentuk omega-3 lainnya, tergantung mereknya)

ALA

Kacang-kacangan dan biji-bijian, seperti biji rami, biji chia, dan kenari

Minyak tumbuhan, seperti minyak biji rami, minyak kedelai, dan minyak kanola

6.Kava: Penggunaan berlebihan Dapat Membahayakan Hati Anda

Kava adalah ramuan yang dalam bentuk terkonsentrasi telah digunakan untuk mengobati gangguan kecemasan umum dengan beberapa keberhasilan. Sebuah studi menunjukkan bahwa tanaman Pasifik Selatan dapat menjadi pengobatan alternatif yang efektif untuk obat resep bagi orang yang didiagnosis dengan gangguan kecemasan umum (GAD).

Studi sebelumnya yang lebih kecil juga menunjukkan bahwa mengonsumsi kava secara signifikan mengurangi kecemasan dibandingkan dengan plasebo pada orang dengan GAD.

Tapi mengambil terlalu banyak kava, atau terlalu lama, telah dikaitkan dengan kerusakan hati yang serius, termasuk hepatitis, sirosis, dan gagal hati. Akibatnya, menurut NIH, FDA telah memperingatkan bahwa orang, terutama mereka yang memiliki penyakit hati atau masalah hati, atau mereka yang mengonsumsi obat yang dapat memengaruhi hati, harus berbicara dengan praktisi kesehatan sebelum menggunakan kava. Selain itu, National Center for Complementary and Integrative Health melaporkan bahwa konsumsi kava yang berlebihan telah dikaitkan dengan masalah jantung dan iritasi mata.

Beberapa obat dapat berinteraksi dengan kava, dari antikonvulsan hingga obat anticemas, dan obat apa pun yang dimetabolisme oleh hati, catat Gunung Sinai. Terlebih lagi, orang yang mengonsumsi kava perlu menghindari minum alkohol karena potensi kerusakan hati, rekomendasi rumah sakit.

7.Isolat Kedelai: Hati-hati Dengan Estrogen?

Tahu, tempe, dan susu kedelai adalah sumber protein nabati, serat, dan nutrisi penting lainnya yang baik, menurut Cleveland Clinic. Beberapa wanita juga mengonsumsi kedelai dalam bentuk suplemen karena tanaman tersebut mengandung senyawa mirip estrogen yang disebut isoflavon yang dianggap dapat meredakan gejala menopause.

Namun beberapa ahli kesehatan telah mengemukakan kekhawatiran bahwa isoflavon dalam suplemen kedelai dapat menyebabkan peningkatan risiko kanker payudara.

Kabar baiknya adalah penelitian skala besar pada manusia tidak menunjukkan peningkatan risiko kanker payudara dari makan makanan kedelai utuh, seperti tahu dan edamame, dalam jumlah sedang, menurut Cancer.Net.

Memang, sebuah penelitian yang diterbitkan pada Maret 2017 di jurnal Cancer mengamati 6.235 penyintas kanker payudara dan mengaitkan makan setara dengan satu porsi kedelai seminggu dengan risiko kematian 21 persen lebih rendah dari semua penyebab selama hampir 10 tahun tindak lanjut.

Tetapi tidak cukup penelitian yang dilakukan pada isolat protein kedelai (SPI) – bubuk yang dibentuk dengan menghilangkan protein dari sisa tanaman – untuk mengetahui efek sebenarnya pada risiko kanker payudara, kata Millstine. Menurut Mayo Clinic, wanita dengan riwayat keluarga kanker payudara atau masalah kesehatan tiroid mungkin lebih rentan terhadap efek ini. Tetapi sekali lagi, ini bersifat teoretis dan diperlukan lebih banyak studi.***din

Masyarakat Kini Bisa Lakukan Tes Antigen Mandiri di Rumah

JAYAKARTA NEWS— Belakangan kasus Covid-19 meningkat lagi. Kemarin saja kasus aktif sudah mencapai 9.041 kasus atau naik 352 kasus dari sebelumnya. Total jumlah kasus Covid menjadi 6.757.445 atau naik 904 kasus. DKI Jakarta tertinggi dengan pertambahan 412 kasus, diikuti Jawa Barat 153 kasus dan Jawa Timur tambah 119 kasus.

Jumlah kenaikan bisa jadi lebih banyak dari yang tercatat lantaran tidak melapor atau ketidaktahuan masyarakat bahwa gejala yang dialaminya adalah terinfeksi Covid-19.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa sebagian masyarakat khawatir memeriksakan dirinya ke fasilitas kesehatan (Faskes) atas gejala yang dideritanya. Nah bagi mereka yang khawatir ini, mungkin bisa melakukan tes antigen secara mandiri.

Saat ini telah tersedia produk tes cepat antigen mandiri yang telah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan, dengan sistem pelaporan melalui aplikasi SATUSEHAT.

Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Dr. L. Rizka Andalucia, berharap dengan adanya tes mandiri, akan mempercepat deteksi dini dan upaya pengobatan Covid-19. Mengingat saat ini terjadi kenaikan kasus Covid-19 seiring dengan telah ditemukan dua kasus varian XBB.1.16 atau lebih dikenal dengan Arcturus di Indonesia.

“Dengan dilakukan skrining mandiri, tentunya diharapkan akan mempercepat temuan kasus Covid-19 dan pengobatan. Diharapkan skrining mandiri dalam rangka deteksi dini Covid-19 dapat terlaksana dengan baik untuk Indonesia yang semakin sehat dan tangguh”, ujar Dirjen Rizka.

Tes cepat antigen mandiri, merupakan metode tes Covid-19 secara mandiri, yang dalam prosesnya tidak memerlukan bantuan tenaga kesehatan, baik saat pengambilan spesimen, hingga pembacaan hasil tes, sebagai upaya skrining mandiri dalam rangka deteksi dini Covid-19.

Masyarakat dapat membeli produk tes cepat antigen mandiri di toko alat kesehatan, apotek, dan tempat lain yang memiliki izin pendistribusian alat kesehatan. Pastikan produk tes cepat antigen mandiri yang dibeli telah memiliki izin edar.

Saat ini telah terdapat dua (2) produk tes cepat antigen mandiri yang telah disetujui izin edarnya dan memiliki kode _Quick Response_ (QR) yang terhubung dengan aplikasi SATUSEHAT, yakni FASTCLEAR Q COVID-19 Ag Nasal dan Panbio COVID-19 Antigen Self-Test.

Apabila dalam perkembangannya terdapat produk tes cepat antigen mandiri lain yang juga telah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan, masyarakat dapat mengakses informasinya melalui http://infoalkes.kemkes.go.id. Produk memiliki kode _Quick Response_ (QR) yang terhubung dengan aplikasi SATUSEHAT. Kode QR berisi kode unik pada tiap produk, sebagai tanda pengenal produk agar mampu telusur dan tidak dapat digunakan kembali.

Ketika terkonfirmasi positif Covid-19, Pemerintah juga memberikan layanan telemedisin bagi masyarakat dengan hasil tes positif Covid-19. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu ragu untuk melaporkan hasil tes cepat antigen mandiri melalui aplikasi SATUSEHAT, unggah hasil tes dengan cara pindai _(scan)_ kode QR dan mengisi data yang diperlukan.

“Bila hasil tes positif, maka lakukan isolasi mandiri dan lanjutkan konsultasi melalui layanan telemedisin untuk mendapatkan pengobatan gratis. Bila hasil tes negatif, namun bergejala atau kontak erat, maka tetap lakukan karantina mandiri dan berkonsultasilah dengan tenaga kesehatan,” lanjut Dirjen Rizka.

Hal-hal yang perlu masyarakat perhatikan yaitu:
· Gunakan produk tes antigen mandiri yang telah memiliki izin edar.
· Hasil tes dapat diinput melalui aplikasi SATUSEHAT pada bagian Hasil Tes Covid-19.
· Untuk mendapatkan hasil yang valid, ikuti cara penggunaan produk yang terdapat dalam petunjuk penggunaan pada kemasan.
· Perhatikan cara pembuangan limbah tes cepat antigen Covid-19 yang telah digunakan yaitu:
1. Setelah selesai digunakan, swab kit dimasukkan ke dalam kantong plastik kemudian dilakukan disinfeksi dengan disinfektan dengan cara disemprotkan.
2. Kantong plastik yang digunakan harus kuat/anti bocor.
3. Kemudian digabung dengan sampah sejenis (plastik) dan tidak boleh dicampur/dimasukkan dengan sampah organik (sampah basah).
4. Dilarang dibuang langsung ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS).

Indonesia telah bergerak menuju transisi dari pandemi menjadi endemi. Hal ini bukan berarti kita bebas dari virus Covid-19, terlihat dari adanya kenaikan kasus sejak bulan Maret 2023. Namun, dengan pembelajaran dan upaya bersama selama 3 tahun ini, saat ini kita telah siap dan memiliki modalitas yang lengkap, antara lain ketersediaan vaksin dalam negeri, ketersediaan obat terapeutik, dan ketersediaan alat kesehatan diagnostik Covid-19.

Terbaru, obat antivirus oral bernama nirmatrelvir/ritonavir atau Paxlovid merupakan obat baru Covid-19 yang kini tersedia di Indonesia. Obat ini dinilai lebih efektif dalam proses penyembuhan pasien Covid-19, yang diberikan kepada pasien dewasa dengan tingkat keparahan ringan hingga sedang dan berpotensi menjadi berat.

Sebanyak 24.096 dosis didonasikan untuk Indonesia oleh Pemerintah Amerika Serikat dan Australia. Paxlovid akan didistribusikan ke 34 provinsi, dengan tahap awal distribusi obat akan diprioritaskan kepada daerah yang sangat membutuhkan.***/din

Sandiaga Uno Resmikan Malang Health Tourism

MALANG, JAYAKARTA NEWS – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Uno meresmikan Malang Health Tourism (MHT) di Hotel Grand Mercure Malang, Minggu (17/4/2023). Hal ini sekaligus menjadikan wilayah Malang Raya sebagai kawasan health tourism keempat di Indonesia. Tiga tempat yang lain ada di Sumatera Utara, Bali dan Sulawesi Utara.

Malang Health Tourism diharapkan bisa mendorong pelaku industri kesehatan bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Malang Raya dan penggiat pariwisata di Malang Raya menangkap peluang yang ada.

Sandiaga Uno menyebut, berdasarkan informasi yang ia terima, ada 161 triliun rupiah uang warga Indonesia yang mengalir ke luar negeri untuk berobat. Malaysia menjadi negara yang paling banyak dituju. Persentasenya mencapai 80 persen.

Di Malaysia, pasien dilayani dengan baik bahkan rela menjemput langsung pasien ke Indonesia. Kita juga bisa seperti itu melalui Malang Helath Tourism, ujar Sandiaga Uno.

Malang Health Tourism diharapkan bisa mendorong pelaku industri kesehatan dan pariwisata di Malang Raya menangkap peluang yang ada.

Sandiaga Uno meyakini, perpaduan layanan industri kesehatan dan pariwisata di Malang Raya bisa mewujudkan hal itu.

Dia berharap, pihak-pihak yang tergabung dalam Malang Health Tourism dapat fokus untuk menarik pasar dari masyarakat Indonesia terlebih dahulu.

Setelah sukses dikembangkan, kemudian bisa berbalik, menarik orang-orang luar negeri bisa mendapat layanan kesehatan di Indonesia.

Sandiaga mengatakan, layanan wisata kesehatan dinilai mampu memberi sumbangan peningkatan pertumbuhan ekonomi suatu daerah.

“Namun, untuk menyukseskan hal itu baik pelaku industri kesehatan dan pariwisata harus melakukan penguatan kolaborasi, termasuk dengan pemerintah daerah. Sehingga tercipta terbuka peluang usaha, terciptanya lapangan kerja. Ini bagian dari terciptanya 4,4 juta lapangan kerja di tahun 2024. Tetapi industri kesehatan dan pariwisata tidak bisa instan, harus totalitas menyiapkan segala aspek,” katanya.

Ketua Umum Malang Health Tourism, Ardantya Syahreza mengatakan, pihaknya telah berkomunikasi dengan berbagai pihak untuk mewujudkan program kegiatan Malang Health Tourism.

Saat ini sudah ada enam rumah sakit (RS) di Kota Malang tengah diajak berkolaborasi. Diantaranya, RS Persada Hospital, RSU Muhammadiyah Malang, RS Lavalatte, RS Hermina, RS Panti Nirmala dan RS Panti Waluya. Masing-masing RS memiliki layanan unggulan.

“RS Persada Hospital memiliki layanan unggulan penanganan jantung dengan mendiagnosis irama jantung, bedah jantung terbuka sudah ada juga. RS Lavalatte ada layanan onkologi jadi radioterapi untuk menyinari penderita kanker, begitu juga dengan RS lainnya,” katanya.

Selain itu, pihak lainnya yang akan diajak berkolaborasi yakni ada klinik kecantikan, klinik kesehatan lainnya dan hotel-hotel. Pihaknya juga akan mengajukan SK Wali Kota untuk mendukung program kegiatan Malang Health Tourism.

Selain layanan medis, Malang Health Tourism menyasar program kegiatan wisata kebugaran dan wisata olahraga (sport tourism). Jadi masyarakat datang ke suatu tempat melakukan staycation seperti yoga, atau pilates, atau melakukan sesuatu yang menyenangkan seperti spa di suatu tempat dan kembali lebih fresh, ungkapnyanya.

Pihaknya juga berharap adanya dukungan dari pemerintah pusat. Selain promosi, dia berharap pemerintah mengaudit permasalahan harga penjualan alat-alat medis di Indonesia. (Nova)

Demam Keong, Apa Itu? Ini Gejala dan Cara Mencegahnya

JAYAKARTA NEWS— Demam Keong. Pasti kebanyakan orang belum tahu atau bahkan terasa aneh dengan sebutan penyakit itu. Seperti apakah yang disebut demam keong, bagaimana gejalanya dan pencegahannya. Apakah sama dengan demam-demam yang lainnya. Dan banyak lagi pertanyaan.

Berikut ini mengutip alodokter, penjelasan tentang demam keong yang sempat menginfeksi sejumlah orang di Sulawesi Tengah.

Demam keong atau schitosomiasis merupakan penyakit infeksi cacing Schistosoma yang bisa hidup dan berkembang dalam tubuh keong atau siput dari genus Biomphalaria dan Bulinus. Penularannya terjadi saat seseorang kontak dengan air tawar yang terkontaminasi bentuk cercaria dari cacing Schistosoma.

Nah, karena itulah, salah satu faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya demam keong adalah pernah melakukan aktivitas di air tawar, seperti berenang atau menyelam.

Gejala yang harus Diwaspadai

Demam keong akan terjadi saat seseorang terpapar bentuk cercaria dari cacing Scistosoma yang menempel di kulit, kemudian masuk, berkembang, dan menyebar di dalam tubuh. Gejala demam keong muncul akibat proses migrasi atau perpindahan parasit dan respons sistem kekebalan tubuh terhadap telur cacing.

Gejala demam keong ini bisa terjadi akut (cepat) atau kronis (lambat laun dan lama). Gejala akut dan awal dari infeksi cacing Schistosoma bisa berupa gatal dan ruam pada kulit akibat parasit yang menempel di kulit dan masuk ke tubuh.

Selanjutnya, dalam periode 1–2 bulan setelah terpapar, cacing mulai , menggigil, batuk, nyeri otot, sakit kepala, diare berdarah, sakit perut.

Selain gejala akut akibat reaksi sistem imun dari telur cacing, gejala demam keong kronis juga yang bisa muncul dan berkembang setelah beberapa bulan hingga tahun pascaterpapar parasit. Beberapa gejala yang bisa muncul adalah:

Sakit perut yang disertai membesarnya/membengkaknya perut (ascites), pembesaran organ hati (hepatomegali), kencing berdarah (hematuria), anyang-anyangan (dysuria), tinja berdarah, batuk terus-menerus hingga mengi.

Meski jarang terjadi, penderita demam keong bisa mengalami kejang, lumpuh, atau peradangan sumsum tulang belakang. Hal ini bisa terjadi jika cacing Schistosoma bertelur di otak atau sumsum tulang belakang.

Kalau tidak mendapatkan pengobatan, demam keong bisa menyebabkan kerusakan organ secara permanen.

Mencegah Demam Keong

Sejauh ini, belum tersedia vaksin khusus untuk mencegah schistosomiasis. Jadi, jika kamu tinggal di wilayah dengan kasus demam keong cukup tinggi, hindari aktivitas berenang di danau, sungai, atau waduk, ya.

Selain itu, coba terapkan beberapa langkah berikut ini untuk mencegah penularan cacing schistosoma:

-Jika menggunakan sumber air tawar, selalu rebus air sebelum diminum

-Segera keringkan tubuh dengan handuk apabila tidak sengaja terpapar air dicurigai terkontaminasi

-Hindari mencuci pakaian di sumber air yang terdapat banyak siput air tawar yang dicurigai terkontaminasi cacing schistosoma

-Jangan memancing ikan di perairan yang telah terkontaminasi

-Selalu gunakan air bersih untuk mandi, mencuci, dan mengolah air minum

-Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)

Nah, kalau kamu atau anggota keluarga ada yang mengalami gejala demam keong atau schistosomiasis seperti yang telah disebutkan di atas, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter.

Soalnya, demam keong harus segera diobati. Praziquantel adalah salah satu obat yang bisa digunakan untuk membunuh cacing dewasa yang berada di dalam tubuh. Dengan begitu, gejala berat hingga kerusakan organ tubuh bisa dicegah.

Selain itu, dokter juga bisa memberikan penanganan untuk meredakan gejala atau mengurangi risiko terjadinya reaksi tubuh akibat pengobatan yang bisa terjadi.***alodokter

Meninggal Dunia Saat Mengendarai Sepeda Motor

MALANG, JAYAKARTA NEWS – Nasib naas menimpa laki-laki berbadan kekar saat melintas di daerah jalan kenari RT 15/05 desa Senggreng kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang Sabtu (18/3).

Pengendara sepeda motor jenis Honda nopol W6571ER dari arah timur dengan kecepatan rendah terjatuh dengan posisi kepala bersandar dipintu pagar rumah ibu Hamidah.

Kronologinya pada saat saksi Nurudin (46) saat makan di dalam rumah mendengar suara seperti orang jatuh, keluar rumah untuk memastikan kejadian tersebut dan mengetahui ada seorang laki laki yang sudah tergeletak. Selanjutnya Nurudin bersama warga menolong korban, saat diangkat kondisi korban bernapas berat (ngorok) setelah itu korban meninggal dunia di TKP. Identitas korban di ketahui bernama Ribut Ferry Wibowo (47) warga desa Talunsono Ngajum.

Selanjutnya warga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sumberpucung dan menghubungi pihak keluarga korban.

Tidak butuh waktu lama Polsek Sumberpucung mendatangi TKP bersama tim kesehatan puskesmas Sumberpucung guna melakukan pengecekan penyebab kematian dengan hasil bahwa tidak diketemukan luka maupun tanda tanda kekerasan.

Selanjutnya petugas kepolisian Aiptu Edy Sunarto mengungkapkan pihak keluarga korban menerima kematian korban dikuatkan dengan membuat surat pernyataan dari pihak keluarga korban. (Nova)

Waspadalah! Gejala Penyakit Ginjal Kronis Sering tak Terasa, Tiba-tiba Stadium 5

JAYAKARTA NEWS— Gejala penyakit ginjal kronis sering kali tidak terasa di awal, namun seringkali pasien mengeluhkan sakit ginjal setelah di stadium lanjut. Perlu deteksi dini agar penyakit ginjal bisa terdeteksi di stadium awal untuk mencegah terjadinya gangguan ginjal kronis.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Dr. Eva Susanti, S.Kp, M.Kes mengatakan prevalensi penyakit ginjal kronis pada umur di atas 15 tahun berdasarkan diagnosis dokter di tahun 2018 sebesar 3,8 per mil atau 739.2008 jiwa.

Jumlah tersebut paling tinggi terjadi pada rentang usia 65 sampai 74 tahun, kemudian diikuti usia lebih dari 75 tahun ke atas, dan usia 55 sampai 64.

Pengobatan untuk penyakit tidak menular ini menyebabkan pembiayaan yang tinggi, dan untuk penyakit ginjal menghabiskan anggaran sekitar Rp.1,9 triliun lebih.

Provinsi yang paling tertinggi ada di Kalimantan Utara, diikuti Maluku, kemudian Sulawesi Utara. Sementara yang terendah kasus penyakit ginjal kronis ada di Sulawesi Barat, diikuti Banten, kemudian Riau.

Penyakit ginjal kronis merupakan suatu kerusakan ginjal baik struktural maupun fungsional yang terjadi sudah lebih dari 3 bulan dan berlangsung progressive atau semakin lama semakin memburuk.

Dengan obat apapun seseorang yang sudah didiagnosis sebagai penyakit ginjal kronis tetap suatu saat akan memburuk atau stadiumnya akan terus naik dari stadium 1 sampai 5. Pada stadium 5 pasien harus menjalani cuci darah atau terapi pengganti ginjal.

Perwakilan dari Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri) Dr. dr. Wachid Putranto, SpPD mengatakan gejala dari penyakit ginjal kronis seringkali tanpa gejala. Munculnya gejala terjadi pada stadium yang sudah lanjut biasanya sudah stadium 4 atau stadium 5.

“Ini yang menyebabkan pentingnya kita melakukan deteksi dini jangan sampai pasien sudah ada gejala baru periksa kemudian ternyata sudah stadium lanjut,” ucap dr. Wachid.

Deteksi dini gangguan ginjal adalah harus waspada bila air kencing berbusa, berwarna merah saat buang air kecil, atau pada pemeriksaan didapatkan adanya hipertensi.

Untuk pencegahan terutama harus menerapkan pola hidup sehat. Hal yang sangat penting adalah menghindari minum obat sembarangan seperti obat anti nyeri atau obat asam urat tanpa resep dokter.***/din

Ingin Seperti Ginseng Korea, Menkes Budi Minta Kelor Diteliti Serius

JAYAKARTA NEWS— Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu wilayah dengan tumbuhan kelor yang cukup banyak di Indonesia. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin minta pemerintah daerah NTT meneliti kelor dengan serius.

“Saya minta ke Pemda ini (kelor) kita masukkan penelitian karena kelor itu kan kaya akan gizi,” ujar Menkes Budi saat kunjungan kerja meninjau kasus stunting di NTT, Sabtu (4/3).

Kelor menjadi makanan tradisional dan tanaman herbal Indonesia. Menkes Budi ingin menjadikan kelor sebagai tanaman herbal terbaik khas Indonesia sebagaimana ginseng dari Korea.

“Saya pengin ngimbangin seperti ginsengnya Korea, dibikin penelitian yang serius untuk masuk dunia internasional,” ucap Menkes Budi.

Tumbuhan kelor memiliki daun, biji, dan akar yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Kelor telah lama dikenal sebagai tanaman obat yang berkhasiat.

Daun kelor kaya akan nutrisi, seperti protein, vitamin A, vitamin C, kalsium, dan zat besi. Oleh karena itu, daun kelor sering digunakan sebagai bahan makanan atau suplemen nutrisi untuk membantu mencegah atau mengatasi berbagai penyakit.

Selain daunnya, biji kelor juga memiliki banyak manfaat. Biji kelor mengandung minyak atsiri yang dapat digunakan sebagai bahan bakar nabati. Selain itu, minyak biji kelor juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan kosmetik atau obat-obatan.

Kelor atau Moringa Oleifera cukup populer di NTT karena memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan ekonomi masyarakat setempat. Daun kelor di NTT biasanya diolah menjadi sayur atau lalapan, yang diolah dengan bumbu khas NTT.

Di samping itu, kelor juga memiliki potensi sebagai sumber pangan alternatif untuk mengatasi masalah kelaparan di daerah-daerah terpencil di NTT. Kandungan nutrisi yang tinggi pada kelor, seperti protein, vitamin, dan mineral, dapat membantu mengatasi kekurangan gizi dan memenuhi kebutuhan nutrisi masyarakat setempat.

Setibanya di Kupang, Menkes Budi mencicipi pangan olahan dari kelor, mulai dari biskuit, bubur, teh, dan roti.

“Jadi kita akan menjadikan kelor sebagai salah satu makanan tradisional dan herbal Indonesia, kita akan riset secara formal. Kita dukung risetnya supaya bisa diterima di kalangan internasional,” tutur Menkes Budi.***/din

Benarkah Gula Aren Lebih Sehat daripada Gula Pasir? Ini Faktanya

JAYAKARTA NEWS— Benarkah gula aren lebih sehat dari gula pasir? Pertanyaan itu kerap menjadi perdebatan kalangan awam. Ada yang bilang, gula aren lebih rendah kalori, bebas kolesterol dan lemak, serta kaya mineral. Entah benar atau tidak klaim itu. Berikut paparannya yang dikutip dari laman alodokter.

Gula aren adalah gula yang terbuat dari kristalisasi nira pohon aren atau enau. Gula ini berwarna cokelat sehingga sering disamakan dengan brown sugar, padahal keduanya berbeda. Walaupun sama-sama berwarna coklat, brown sugar adalah gula pasir yang melewati proses molases dan terbuat dari tebu.

Faktanya, gula aren memang bisa kamu jadikan sebagai pemanis yang lebih sehat dibandingkan jenis gula lainnya, seperti gula pasir. Hal itu bisa diperoleh berkat kandungan nutrisinya. Berikut adalah perbandingan kandungan nutrisi dalam 100 gram gula pasir dan gula aren:

NutrisiGula arenGula pasir
Energi368 kal394 kal
Karbohidrat92 g94 g
Lemak00
Kalsium75 mg5 mg
Fosfor35 mg1 mg
Besi3 mg0,1 mg
Natrium15 mg1 mg
Kalium390 mg4,8 mg
Vitamin B20,01 mg0

Dari tabel di atas, gula aren terlihat memiliki kandungan mineral yang lebih tinggi dibandingan gula pasir. Selain itu, jenis gula ini juga mengandung vitamin B2. Jadi tidak salah untuk menjadikah gula aren sebagai pilihan pemanis alami, apalagi jika kamu memang ingin memenuhi kebutuhan beberapa jenis mineral penting, seperti kalium, kalsium, fosfor, natrium, atau besi.

Manfaat Gula Aren untuk Kesehatan Tubuh

Berkat nutrisinya, gula aren mempunyai segudang manfaat untuk kesehatan tubuh, antara lain:

1. Menjadi sumber energi

Gula aren dan gula pasir sama-sama mengandung kalori yang cukup tinggi, sehingga bisa dijadikan sumber energi. Namun, kamu perlu berhati-hati jika menderita kencing manis atau diabetes. Hal ini karena kedua jenis gula ini sama-sama memiliki indeks glikemik yang cukup tinggi.

2. Mendukung kesehatan tulang

Gula aren mengandung sejumlah mineral, mulai dari kalium, kalsium, fosfor, besi, dan natrium. Perlu diketahui, kalium, kalsium, dan fosfor merupakan mineral yang berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang serta gigi, lho.

3. Membantu menangkal efek radikal bebas

Gula aren mengandung vitamin B2 atau riboflavin. Vitamin B2 memiliki efek antioksidan yang bisa membantu menangkal efek paparan radikal bebas yang bisa menyebabkan kerusakan sel hingga DNA.

Selain itu, sinergi antara riboflavin dengan vitamin B lainnya juga akan membantu proses pertumbuhan sel darah merah.

4. Menurunkan tekanan darah

Gula aren kaya akan kandungan kalium yang berperan penting dalam menjaga kerja jantung dan pembuluh darah, lho. Oleh karena itu, gula aren juga bisa dijadikan opsi pemanis alami bagi penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).

Meski mengandung sejumlah nutrisi sehingga bisa dikatakan lebih sehat, kamu tetap disarankan mengonsumsi gula aren dalam batas yang wajar. Anjuran konsumsi gula harian orang dewasa tidak lebih dari 30 gram atau 7 sendok teh per hari, anak 2–10 tahun berkisar di rentang 19–24 gram atau 4–6 sendok teh per hari.***alodokter

Mahasiswa Stikes Mitra Ria Husada Lakukan Studi Lapangan

JAYAKARTA NEWS – Sejumlah mahasiswa Stikes Mitra Ria Husada program studi Sarjana Terapan Kebidanan melakukan praktik studi lapangan ke empat layanan kesehatan di Jakarta. Yaitu RSUD Koja Jakarta Utara, PMB Lestari Solihati, Puskesmas Kramatjati dan Klinik Pratama Reksa Medika. Praktik studi lapangan itu dimaksudkan untuk mendapatkan konsep profesi bidan. Sehingga, para mahasiswa mengetahui gambaran tentang peran dan fungsi bidan sebagai tenaga kesehatan.

“Karena selain sebagai pelaksana, bidan juga menjalankan perannya sebagai tenaga pengelola, pendidik, peneliti dan penggerak masyarakat,” kata Ketua Prodi Sarjana Terapan Kebidanan Dr. Nur hidayah S.SiT, M.Kessaat dihubungi hari Senin (13/2/2023).

Dijelaskan, mahasiswa yang melakukan praktik studi lapangan didampingi dosen pembimbing masing-masing. Diantaranya Eka Maulana Nurzannah S.SiT, M.KM, Nurul Azmi S.Si.T M.Pd, Sri Kubilawati S.Si.T, M.Kes dan Sinta Dwi Juwita S.Si.T M.Keb.

Menurut Eka Maulana, mahasiswa sangat antusias. Mereka banyak bertanya ke bidan di lapangan. Mahasiswa juga melihat langsung bagaimana bidan memberikan asuhan terhadap pasien. Hal ini merupakan pengalaman baru bagi mahasiswa yang sangat bermanfaat karena mereka dapat melihat langsung apa saja peran dan fungsi bidan. Banyak tips dan ilmu baru di lapangan yang dapat mereka serap. Hal itu menambah wawasan bagi mahasiswa, sehingga bisa diterapkan kelak ketika melayani masyarakat. (laks)