Jahe, Si Mungil yang Menghangatkan

JAYAKARTA NEWS – Indonesia memiliki sumber daya alam melimpah dan budaya yang membanggakan. Salah satunya, UNESCO menetapkan jamu sebagai warisan budaya tak benda atau Intangible Cultural Heritage (ICH) pada 2023.

UNESCO melalui situs webnya menyebutkan jamu menjadi salah satu bentuk budaya, karena pembuat jamu membuat resep yang disesuaikan dengan usia, gaya hidup, hingga masalah kesehatan pelanggan. Jamu dibuat murni dari beragam tumbuhan dan rempah-rempah, salah satunya jahe, yang khasiatnya sudah dirasakan masyarakat Tanah Air bahkan dunia.

Dikutip dari laman Kemenkes, Jumat (12/1/2024), disebutkan jamu juga salah satu bentuk pengobatan herbal yang sudah dipraktikkan di Indonesia sejak abad ke-8. Salah satu yang terkenal, dalam penjualan jamu keliling, adalah minuman jahe hangat dengan sedikit madu atau gula merah. Minuman ini biasanya dikonsumsi setelah menenggak jamu pahit, sehingga lidah kembali terasa nyaman.

Jenis Tanaman Jahe

Meski jahe adalah salah satu dasar bumbu dapur, masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak tahu bentuk jahe. Kementerian Pertanian dalam situs web resminya menyebutkan jahe termasuk tanaman terna yang bagian daunnya terlihat seperti pelepah.

Dari tanaman terna itu, rimpang jahe berada di bagian akar dan merupakan modifikasi bentuk dari batang, bagian luarnya ditutupi daun yang berbentuk sisik tipis tersusun melingkar. Rimpang jahe berbau harum. Berdasarkan warna kulitnya, ada yang putih dan ada yang merah.

Menurut ukurannya, jahe ada yang berukuran besar atau kecil. Inilah sebabnya jahe dikenal dengan tiga kultivar yang dibedakan berdasarkan warna dan ukuran rimpangnya, yaitu jahe putih besar, jahe putih kecil, dan jahe merah.

Manfaat Jahe untuk Kesehatan

Lantaran sudah digunakan sejak abad ke-8 di Indonesia, secara tidak langsung jamu yang mengandung jahe  memiliki manfaat untuk kesehatan. Meskipun, untuk digunakan di industri kedokteran resmi, perlu penelitian lebih lanjut.

Ahli Toksikologi Forensik Universitas Udayana Prof.I Made Agus Gelgel menyebutkan, dalam pengembangan obat herbal, harus jelas kandungan tanaman herbal dan memastikan kualitas zat aktif dalam jahe tidak berbeda. Sebab, tidak semua jahe yang tumbuh di berbagai wilayah Indonesia punya kandungan zat aktif yang sama, karena perbedaan lingkungan, udara unsur hara tanah dan sebagainya.

“Jadi, misalnya, tanaman herbal yang ditanam di Dieng dengan yang ditanam di Jakarta bisa saja berbeda, karena faktor tanah, udara, hingga lingkungan di sekitar bisa mempengaruhi,” ujar Gelgel dalam acara konferensi HPTLC Association Indonesia Chapter di Cikini, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Melansir dari University of California (UCLA) Health, berikut ini sederet manfaat jahe untuk kesehatan, yang bisa dipertimbangkan untuk dimasukkan dalam makanan atau masakan:

  1. Membantu Mengatasi Nyeri Sendi

Nyeri sendi kronis akibat peradangan seperti osteoarthritis bisa dikurangi dengan mengonsumsi jahe. Meski tidak bisa meredakan secara langsung, penelitian menunjukkan jahe bisa mengurangi rasa sakit seiring berjalannya waktu. Penelitian terbaru yang berfokus pada efek penggunaan minyak jahe yang dioles menyebutkan dapat meredakan nyeri akibat osteoartritis.

  1. Meredakan Kram Menstruasi

Pada 2020, lebih dari 20 juta wanita di Amerika Serikat menggunakan produk tanpa resep untuk meredakan nyeri haid. Namun penelitian menunjukkan jahe sama efektifnya dalam meredakan nyeri haid. Herbal ini bekerja layaknya obat pereda nyeri yang dijual bebas seperti ibuprofen.

Sebuah penelitian memberi wanita dosis jahe atau obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) selama tiga hari pertama siklus menstruasi mereka. Hasilnya, jahe mampu mengurangi rasa sakit sama efektifnya dengan NSAID.

  1. Membantu Gula Darah Stabil

Pada penderita diabetes yang bermasalah dengan gula darah tidak stabil, mungkin konsumsi minuman jahe tanpa gula bisa membantu. Ini karena penelitian terbaru menunjukkan gingerol membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Penelitian kecil juga menunjukkan mengonsumsi 2 gram suplemen jahe bubuk setiap hari secara nyata menurunkan gula darah puasa pada penderita diabetes tipe 2. Studi lain juga menemukan bahwa mengonsumsi bubuk jahe selama 12 minggu meningkatkan sensitivitas insulin pada penderita diabetes tipe 2.

  1. Meredakan Sakit Perut dan Pencernaan

Hal ini sesuai dengan tinjauan terhadap lebih dari 100 percobaan, menyimpulkan jahe sangat efektif melawan mual. Selain itu, mengkonsumsi 1 gram jahe saja secara signifikan mengurangi gejala mual pada wanita hamil.

Ini juga membantu mengatasi mabuk perjalanan, termasuk juga bisa meredakan mual dan muntah setelah operasi atau terkait dengan pengobatan kanker. Menariknya, saat perut terlalu lama kosong dan membuat pencernaan mengalami gangguan kronis, jahe bisa membuat makanan bergerak lebih cepat di saluran cerna.

  1. Mengurangi Risiko Sakit Jantung

Kadar kolesterol tinggi, terutama kolesterol LDL (jahat), dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung. Namun ada beberapa bukti jahe dapat menurunkan kadar kolesterol.

Meskipun diperlukan lebih banyak penelitian, penelitian awal pada manusia dan hewan menunjukkan menambahkan jahe ke dalam makanan dapat menurunkan kadar LDL, kolesterol total, dan kadar trigliserida darah.

Kandungan Gizi dan Zat Aktif pada jahe

Pusat Nasional Informasi Bioteknologi (NCBI) National Library of Medicine dalam situsnya menyebutkan jahe adalah salah satu anggota keluarga akar-akaran yang terdiri dari kunyit dan kapulaga. Ada lebih dari 1.300 spesies tanaman jahe yang berbeda di seluruh dunia.

Aroma kuat yang dihasilkan jahe berasal dari keton, kandungan utama dalam rimpang tersebut yang disebut gingerol. Jahe mengandung vitamin C, vitamin B6, mikronutrien seperti magnesium, potasium, tembaga, mangan, serat, dan air.

Jahe juga tinggi fitokimia dan polifenol. Gingerol, shogaol, dan paradol adalah tiga komponen aktif utama dari terpen yang ditemukan dalam jahe. Ukuran porsi yang disarankan berkisar antara 170 miligram (mg) hingga 1 gram bubuk sehari.

Sederet kandungan dalam jahe dan metabolitnya saat dikonsumsi, diprediksi akan berkumpul di saluran pencernaan dan memberikan efeknya dengan menghilangkan rasa sakit melalui efek anti-inflamasi, menenangkan sistem pencernaan melalui efek karminatif, dan mengurangi rasa mual.***/mel

Komjen Dharma Pongrekun Minta Nyamuk Wolbachia Dimusnahkan Demi Keselamatan Rakyat

JAYAKARTA NEWS— Pihak yang berwenang diminta agar segera menyita semua telur nyamuk yang mengandung Wolbachia untuk dimusnahkan agar masyarakat Bali dapat hidup dengan tenang, tentram dan damai. Hal ini disampaikan

Komjen Dharma Pongrekun dari Gerakan Sehat Untuk Rakyat (Gesuri) di Jakarta Rabu (6/12/2023) menindaklanjuti penolakan masyarakat Bali terhadap penyebaran nyamuk Aedes Aegypti yang mengandung Wolbachia oleh Kementerian Kesehatan dan World Mosquito Program (WMP).

“Ya untuk apa lagi disimpan kalau sudah tahu dampaknya berbahaya bagi keselamatan masyarakat. Untuk itu kepolisian Daerah Bali perlu segera mensita semua telur nyamuk yang mengandung Wolbachia untuk dimusnahkan agar masyarakat Bali dapat hidup dengan tenang, tentram dan damai,” tegasnya. Demikian keterangan tertulis yang diterima JayakartaNews

Dharma Pongrekun mengingatkan apabila masih ada yang menyimpan telur-telur nyamuk mengandung Walbachia, suatu saat akan mengancam kesehatan dan keselamatan masyarakat.

“Bisa saja diserbarkan diam-diam tanpa diketahui masyarakat,” ujarnya.

Menurut mantan Wakil Kepala BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara) ini, pihak Kepolisian Daerah Bali tidak boleh mendiam kasus ini karena hal tersebut diduga melanggar UU Kesehatan Omnibus Law No. 17 Tahun 2023 Pasal 397, 399, 445.

Pasal 397 (1) Setiap Orang yang mengelola bahan yang mengandung penyebab dan/atau agen biologi penyebab penyakit dan masalah Kesehatan yang berpotensi menimbulkan KLB dan Wabah wajib memenuhi standar pengelolaan.

Pasal 399 Setiap Orang dilarang (a) Melakukan kegiatan penyebarluasan bahan yang mengandung penyebab penyakit dan masalah Kesehatan yang berpotensi menimbulkan KLB, dan/atau (b) Melakukan kegiatan menyebarluaskan agen biologi penyebab penyakit yang berpotensi menimbulkan KLB dan Wabah.

Pasal 455 Setiap Orang yang melakukan kegiatan menyebarluaskan bahan yang mengandung penyebab penyakit dan/atau agen biologi penyebab penyakit dan masalah kesehatan yang berpotensi menimbulkan KLB dan Wabah sebagaimana dimaksud dalam pasal 399 dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun atau pidana denda paling banyak Rp.5.000.000.000,00 (lima milyar rupiah).

Yang dimaksud dengan kegiatan menyebarluaskan adalah kegiatan yang ditujukan untuk menimbulkan KLB dan Wabah serta tidak termasuk kegiatan penyebarluasan dalam rangka penegakan diagnosis atau konfirmasi laboratorium.

Yang dimaksud dengan “agen biologi” penyebab penyakit yang berpotensi menimbulkan KLB dan Wabah adalah virus, bakteri, jamur, dan parasit, baik hidup maupun mati, yang dapat
menyebabkan/menularkan penyakit yang berpotensi
menimbulkan KLB dan Wabah, misalnya, sampel dan atau spesimen yang dikelola oleh Rumah Sakit, laboratorium, dan
lembaga penelitian, dan hewan atau daging yang mengandung agen biologi penyebab penyakit.

Terhadap kota-kota lain yang juga menjadi sasaran penyebaran nyamuk mengandung Wolbachia, Dharma Pongrekun menghimbau untuk mengikuti langkah yang diperjuang masyarakat Bali dan DPRD sebagai wakil rakyat Bali.

“Ini demi menyelamatkan jiwa-jiwa keluarga kita semua,” tegasnya.

Pemerintah pusat khususnya Kementerian Kesehatan menurutnya diminta agar selalu melibatkan partisipasi masyarakat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi dalam setiap kegiatan apapun yang menyangkut keselamatan jiwa masyarakat.

“Karena perintah dari Pembukaan UUD 45 alenia 4 adalah membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia,” tegasnya.

Rakyat Bali Berhasil Menolak

Sebelumnya diberitakan rekomendasi Komisi IX DPR bersama Menteri Kesehatan dan Scott O’Neill, CEO World Mosquito Program (WMP), dihadapkan pada penolakan dari DPRD dan masyarakat Bali terkait rencana kontroversial penyebaran 200 juta nyamuk.

Pertemuan hari ini Selasa (5/12) di Bali yang dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari masyarakat lokal hingga tokoh spiritual, menjadi sorotan sebagai bentuk reaksi dari ketidak nyamanan warga masyarakat terhadap program tersebut.

Meskipun Menkes berusaha meyakinkan bahwa langkah ini bertujuan melindungi kesehatan masyarakat, namun DPRD dengan tegas menyuarakan bahwa program ini tidak mengindahkan nilai-nilai lokal dan kemanusiaan.

Dewa Putu Sudarsana, juru bicara komunitas Bali, menyampaikan, “Keberlanjutan kesehatan masyarakat harus dijaga dengan menghormati nilai-nilai lokal. Program ini, dengan segala ketidakpastiannya, tidak mencerminkan semangat kolaboratif dalam menghadapi tantangan kesehatan bersama.”

Keberanian dan kesatuan hati yang ditunjukkan oleh DPRD dan masyarakat Bali dalam menolak program yang dianggap tidak berperikemanusiaan ini, menjadi inspirasi bagi provinsi-provinsi lain di Indonesia. Pergeseran sikap ini memberikan sinyal kuat bahwa masyarakat dan pemimpin lokal dapat bersama-sama menentang kebijakan yang tidak mempertimbangkan dampak kemanusiaan dan nilai-nilai setempat.

Menurut Komjen Dharma Pongrekun mewakili GESURI (Gerakan Sehat Untuk Rakyat Indonesia) mengatakan keputusan ini menciptakan momentum luar biasa.

“Provinsi-provinsi lainnya dapat belajar dari contoh nyata persatuan bersama antara masyarakat Bali dan DPRD sebagai wakil rakyat adalah kunci utama untuk penyelamatan jiwa-jiwa keluarga kita dalam menghadapi ketidaksetujuan yang mengakar pada kebijakan yang tidak mempertimbangkan sisi keselamatan manusia,” ujarnya.

Selanjutnya Komjen Dharma Pongrekun menyampaikan bahwa peristiwa ini sebagai titik balik penting dalam sejarah partisipasi aktif masyarakat dalam pembentukan kebijakan kesehatan.

“Keberanian masyarakat Bali untuk mengekspresikan aspirasi lokal dan menolak program yang dianggap tidak berperikemanusiaan diharapkan dapat menjadi dorongan positif untuk perubahan kebijakan di tingkat nasional,” tegasnya. ***/din

Siti Fadilah Menyoroti Penyebaran Nyamuk Wolbachia: Segera Hentikan!

JAYAKARTA NEWS— Mantan Menteri Kesehatan menyerukan penolakan penyebaran Nyamuk Wolbachia di wilayah Indonesia. “Penyebaran nyamuk Wolbachia ini membawa risiko bagi kesehatan masyarakat dan bisa menimbulkan penyakit baru yang berbahaya bagi kesehatan rakyat Indonesia. Segera hentikan!” tegas Siti Fadilah.

Ia menjelaskan bahwa penyebaran ini bersifat percobaan yang menggunakan masyarakat Indonesia sebagai percobaan ini. “Ini namanya rakyat kita jadi kelinci percobaan dan ini tidak boleh. Siapa yang bertanggung jawab terhadap resiko yang akan datang,” ujarnya.

Siti Fadilah menyoroti keterlibatan Kementerian Kesehatan dalam penyebaran nyamuk Wolbachia.

“Apakah sudah ada ijin keamanan dan pertahanan? Karena ini menyangkut kedaulatan Republik Indonesia. Jangan sembarangan menyetujui percobaan yang langsung dilakukan pada rakyat Indonesia,” ujarnya.

Gerakan Sehat Untuk Rakyat Indonesia menyampaikan keprihatinan yang mendalam terkait adanya program Pemerintah berupa penyebaran telur nyamuk Aedes Aegypti yang terpapar bakteri Wolbachia dalam jumlah jutaan.

Gerakan Sehat Untuk Rakyat Indonesia mengingatkan Pemerintah untuk segera menghentikan rencana pelepasan 200 juta nyamuk Wolbachia di Pulau Bali pada 13 November 2023, dan juga di 5 kota lainnya yaitu di Jakarta Barat, Bandung, Semarang, Kupang dan Bontang.

Program penyebaran nyamuk yang bekerjasama dengan World Mosquito Program (WMP) ini mengklaim akan menurunkan penyakit Demam Berdarah, padahal Pemerintah telah berhasil melakukan pengendalian Demam Berdarah dalam 10 tahun terakhir.

Keprihatinan dan tuntutan disuarakan secara bersama oleh “Gerakan Sehat Untuk Rakyat Indonesia”, sebuah gerakan yang diinisiasi oleh SFS Foundation, Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia), dan Gladiator Bangsa, serta didukung oleh Puskor Hindunesia, dalam konferensi pers pada Minggu, 12 November 2023 di Hotel Grandhika, Jakarta Selatan.

Hadir sebagai pembicara dalam konferensi pers adalah DR dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP (K), Menteri Kesehatan Republik Indonesia periode 2004-2009, Komjen. Pol. Drs. Dharma Pongrekun, S.H. M.M., M.H., Mirah Sumirat, SE (Presiden ASPEK Indonesia) dan Dr. Ir. Kun Wardana Abyoto, MT. Dr.

Ir. Kun Wardana Abyoto, MT. menjelaskan program pelepasan ratusan juta nyamuk Wolbachia di Indonesia ini membawa risiko parah, antara lain terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan, karena belum ada studi menyeluruh di Bali, Jakarta Barat, Bandung, Semarang, Kupang dan Bontang secara jangka panjang sehingga berpotensi risiko terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan, termasuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Ia  pelepasan jutaan nyamuk berpotensi merusak industri pariwisata, serta ekonomi masyarakat setempat. “Siapa yang bertanggung jawab jika terjadi kesalahan dan dampak yang tak terhitung?” ujarnya.

Gerakan ini menuntut  Due Diligence mendalam dan evaluasi menyeluruh sebelum pelepasan nyamuk. “Investigasi risiko IP Technology melalui Wolbachia Publik harus tahu dan menyatakan persetujuan. Kami meminta tindakan segera untuk melindungi Bali, Jakarta Barat, Bandung, Semarang, Kupang, dan Bontang. Darurat”. ***din

Sinergi Sektor Keuangan Negara dan Kesehatan Pilar Penting bagi Indonesia

JAYAKARTA NEWS – Tidak ada kesehatan tanpa keuangan negara yang sehat, tidak ada keuangan negara yang sehat tanpa sektor kesehatan yang kuat. Keduanya adalah pilar yang sangat penting dalam menjaga dan membangun Indonesia ke depan. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati saat memberikan sambutan kunci pada Seminar Nasional PERSI XIX, Jumat (20/10) di Jakarta.

Menkeu mengatakan bahwa keberhasilan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia adalah contoh sinergi yang baik antara otoritas sektor kesehatan dengan otoritas keuangan negara. Tidak banyak negara di dunia yang mampu melakukan hal ini.

“Terima kasih atas seluruh komunitas kesehatan yang sudah bekerja luar biasa keras selama pandemi (Covid-19) dan terus berkomitmen untuk memperbaiki sistem kesehatan di Indonesia. Kami di Kementerian Keuangan akan menjadi partner yang akan konstruktif,” terang Menkeu.

Menkeu mengatakan bahwa saat ini tantangan di dunia kesehatan semakin dinamis dengan muncul berbagai macam penyakit baik yang menular atau tidak menular. Sistem kesehatan di Indonesia harus terus mencermati ini supaya dapat menangani dengan baik untuk menjaga daya tahan tubuh dan produktivitas penduduk Indonesia.

Selain itu, Menkeu juga mengatakan bahwa saat ini Indonesia memiliki bonus demografi muda. Demografi ini harus terus dijaga kesehatan serta produktivitasnya sehingga akan mampu mendorong perekonomian Indonesia agar tetap tumbuh.***/mel

Kunci Jantung Sehat Tubuh harus Bergerak Aktif

SURABAYA, JAYAKARTA NEWS – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pencegahan penyakit jantung (kardiovaskular).

Hal itu ia sampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Jantung Sedunia yang jatuh hari ini, Jumat (29/9/2023).

Sesuai dengan tema Hari Jantung Sedunia Tahun 2023 ‘Kenali Jantung Sehatmu, Sayangi Hidupmu’, menurut Gubernur Khofifah masyarakat harus menyayangi jantung dengan cara menjaga pola hidup sehat, aktif bergerak sehingga jantung terus bekerja dalam aktifitas sehari hari.

Kunci agar jantung tetap sehat, lanjut Gubernur Khofifah adalah tubuh harus bergerak aktif, menghindari makanan yang tidak sehat, serta menghindari duduk terlalu lama. Karena, kondisi seseorang yang jarang bergerak bisa membuat jantung menjadi tidak sehat.

“Pada Peringatan Hari Jantung Sedunia ini, saya mengajak agar masyarakat menyayangi Jantung melalui Pola hidup sehat dan aktif bergerak. Pola makan yang sehat dan aktif bergerak menjadi kunci sehat menyayangi jantung kita,” ungkapnya di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (29/9).

Menurutnya, pola hidup sehat dan aktif bergerak merupakan salah satu cara preventif mengatasi dan mencegah penyakit jantung. Seperti mengonsumsi buah-buahan dan sayur menjadi hal penting disamping melakukan olahraga secara rutin.

“Saya selalu menyempatkan diri untuk berolahraga sebelum memulai aktifitas. Berjalan pagi berkeliling Grahadi sampai bersepeda. Bahkan ketika saya melepas acara gowes dimanapun, saya juga ikut gowes bersama seluruh peserta,” katanya.

“Jadi memang hidup sehat ini harus kita biasakan. Mungkin memulainya memang berat, tapi kalau sudah terbiasa, kita akan merasakan bagaimana manfaatnya sangat luar biasa untuk tubuh kita,” imbuhnya.

Gubernur Khofifah mengatakan, penyakit kardiovaskular masih menjadi ancaman dunia (global threat). Tidak hanya itu, kardiovaskular masih menjadi penyakit yang menyebabkan kematian nomor satu di seluruh dunia.

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, lebih dari 17 juta orang di dunia meninggal akibat penyakit jantung dan pembuluh darah. Kematian di Indonesia akibat penyakit Kardiovaskular mencapai 651.481 penduduk per tahun. Terdiri dari stroke 331.349 kematian, penyakit jantung koroner 245.343 kematian, penyakit jantung hipertensi 50.620 kematian, dan penyakit kardiovaskular lainnya.

“Berdasarkan data Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi penyakit jantung di Jawa Timur dengan prevalensi sebesar 1,5%. Ini harus kita tekan agar kasus tidak semakin meningkat,” tegasnya.

Berdasarkan jenis kelamin, prevalensi penyakit jantung lebih tinggi pada perempuan (1,6%) dibandingkan pada laki-laki (1,3%). Sedangkan jika dilihat dari sisi pekerjaan, ironisnya penderita penyakit jantung tertinggi terdapat pada aparat pemerintahan, yaitu PNS/TNI/Polri/BUMN/BUMD dengan prevalensi 2,7%.

Begitu pula, jika dilihat dari tempat tinggal, penduduk perkotaan lebih banyak menderita penyakit jantung dengan prevalensi 1,6% dibandingkan penduduk perdesaan yang hanya 1,3%

Untuk menurunkan penyakit jantung di Jatim, lanjut Khofifah, Pemprov Jatim melalui Dinas Kesehatan terus melakukan pencegahan kasus baru. Diantaranya berfokus pada pemberian informasi dan edukasi kepada masyarakat tentang perilaku hidup sehat serta deteksi dini.

Hal itu dilakukan melalui Kegiatan Kampanye GERMAS (Gerakan Masyarakat hidup sehat) sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017, yang terkait penyakit tidak menular adalah kegiatan deteksi dini, peningkatan aktivitas fisik serta konsumsi buah dan sayur.

Kemudian Kampanye GENTAS (gerakan nasional pengendalian obesitas) dengan menyosialisasikan agar menjaga berat badan ideal (IMT ≤25 kg/m2, Lingkar Perut laki-laki <90 cm, Lingkar Perut perempuan <80 cm). Serta mengajak masyarakat melakukan perilaku CERDIK yaitu Cek kesehatan secara berkala (pemeriksaan TD, GD, IMT dan LP minimal 1 tahun sekali).

“Dan yang tak ketinggalan adalah menjaga masyarakat dari asap rokok melalui penerapan kawasan tanpa rokok mulai dari desa tanpa rokok, sampai dengan rumah tanpa rokok. Serta mengajak masyarakat untuk rajin melakukan aktifitas fisik minimal 30 menit per hari dan pola makan isi piringku. Dan jangan lupa istirahat yang cukup,” tegasnya.

Sebagai informasi, Peringatan Hari Jantung Sedunia merupakan momentum untuk mendukung enam pilar transformasi sistem kesehatan tahun 2021- 2024. Salah satunya adalah transformasi layanan primer yang mencakup peningkatan pengetahuan, kesadaran dan pemahaman yang baik bagi masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit jantung di Indonesia.

“Selamat Hari Jantung Sedunia Tahun 2023, mari lebih mencintai dan menyayangi Jantung kita melalui pola hidup sehat dengan aktif bergerak,” pungkas Khofifah. (poedji)

PBI Ajak Dokter Masuk Desa Seluruh Indonesia: Pastikan Rakyat Desa Sehat!

JAYAKARTA NEWS— Pemerintah perlu segera memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan khususnya dokter di setiap Puskesmas dan Puskesdes seluruh Indonesia. Hal ini ditegaskan oleh Bidan Dewi Oktavia, S.Keb dari Persatuan Bidan Indonesia (PBI) di Bandung kepada pers di Jakarta, Minggu (20/8/2023).

“Setidaknya inilah langkah awal transformasi kesehatan yang paling dibutuhkan masyarakat khususnya di desa-desa terpencil. Jangan sampai masih ada desa tanpa dokter yang melayani rakyat di desa,” tegasnya.

Menurutnya, Keberadaan bidan di desa harus dilengkapi dengan dokter agar bisa mencakup seluruh pelayanan kesehatan masyarakat.

“Kerjasama bidan dan dokter di desa akan lebih menguatkan pelayanan kesehatan. Saat ini sebagian besar puskesmas dan puskesdes dipimpin oleh bidan dengan kewenangannya yang terbatas oleh peraturan. Padahal rakyat sangat butuhkan pelayanan maksimal di puskesdes dan puskesmas,” jelasnya.

Pemerintah menurutnya sangat perlu segera melakukan sosialisasi terpusat dari Kementerian Kesehatan tentang UU Kesehatan No 17/2023 kepada para bidan desa diseluruh Indonesia agar ada kesatuan pemahaman dan tindakan dalam mendorong transformasi kesehatan yang sedang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan.

“Jangan ada penafsiran berbeda terhadap UU Kesehatan dan peraturan dibawahnya. Karena sudah waktunya sentralisasi dilakukan agar tramsformasi terarah dan lebih cepat,” ujarnya.

Saat ini menurutnya harapan masyarakat pada UU Kesehatan yang baru sangat tinggi dan semua tenaga kesehatan di bawah Kementerian Kesehatan harus kompak membuktikan kelebihan manfaat dari undang-undang ini.

“Jangan sampai setelah terbitnya undang-undang ini masyaralat masih sulit mendapatkan pelayanan kesehatan. Dan masih memilih keluar negeri untuk berobat. Kita pasti sanggup,” tegasnya lagi.

Pemerintah juga diharap dapat bijaksana dan adil dalam membuat turunan Undang-undang No 17/2023 tanpa terprovokasi oleh kepentingan individu dan kelompok yang mengambil keuntungan.

“Pemerintah perlu memberikan batasan dan sikap tegas kepada oknum atau kelompok tertentu yang ingin mengambil keuntungan dari turunan Undang-undang Kesehatan ini. Kami akan terus mengawal peraturan turunan Undang-undang agar konsistenn untuk kepentingan rakyat bukan untuk kepentingan elit politik atau golongan tertentu yang pada akhirnya merugikan rakyat,” tegasnya.

Sebagai bidan Dewi juga berharap agar pemerintah memangkas berbagai syarat administrasi bidan menjadi sederhana agar dapat maksimal dalam pengabdian pada masyarakat.

“Semua bidan yang masih berada dalam status kontrak agar segera diberikan hak kepastian kerja sebagai pegawai tetap negara, menjadi ASN sebagai bentuk reward dari pemerintah yang telah mengabdikan separuh perjalanan hidupnya untuk mengabdi kepada masyarakat sebagi tenaga honorer,” tegasnya.***/din

Masyarakat Luas Juga Mendukung Labelisasi BPA pada Galon Guna Ulang

JAYAKARTA NEWS— Masyarakat mendukung sepenuhnya pelabelan pada Galon Guna ulang. Hal itu terlihat dari berbagai akun sosmed, seperti yang disampaikan akun twitter @Aryprasetyo85 pada Kamis (27/7) lalu, “Indonesia tidak boleh kalah melawan lobi Danone Aqua yang bersikeras mempertahankan bisnis air minum dalam kemasan (AMDK) galon BPA di atas kepentingan kesehatan jutaan konsumen. Maka dari itu, aturan pelabelan pada kemasan galon guna ulang berbahan plastik keras polikarbonat yang mengandung Bisphenol A (BPA) sudah tak bisa ditunda lagi. Padahal dunia Internasional sudah memperketat regulasi pada kemasan plastik. “

Hal senada disampaikan Dwiyana melalui akun twitter @miicies, “Sebagai seorang ibu kita akan selalu Melindungi Anak dari Senyawa BPA Sedari Awal. Karena Anak dan Balita adalah salah satu korban terbesar dari dampak buruk senyawa berbahaya BPA. “

Dukungan pelabelan galon guna ulang bukan saja melalui akun sosial media. Melalui seminar – seminar maupun forum resmi, seputar pelabelan itu memang sudah mendesak.

Ketua PWI Jaya Sayid Iskandarsyah, mengakui banyak masyarakat yang mendukung bila dibanding yang menolak.

” Tentu saja lebih banyak yang mendukung. Hal itu wajar mengingat menyangkut hajat hidup orang banyak. Segala hal yang menyangkut obat – obatan dan makanan pasti akan menyedot perhatian publik. Seperti kasus etilen glikol beberapa waktu lalu. Masyarakat langsung aware sehingga persoalan lebih cepat diatasi,” ungkap Sayid Iskandarsyah.

Ilustrasi galon/foto: istimewa

Sayid sependapat dengan pandangan Ketua BPOM Pusat, Penny K Lukito semestinya jangan sampai terjadi baru bertindak. Akan lebih baik jika dilakukan pencegahan. Seperti pada upayanya untuk melakukan labelisasi pada galon guna ulang itu langkah yang tepat. Apalagi didasarkan pada kajian ilmiah baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

“Menurut saya, hal menyangkut makanan, minuman dan obat obatan harus hati hati. Lebih baik mencegah dari pada menunggu sampai ada korban baru bertindak. Jika upaya labelisasi itu tujuannya untuk mencegah terjadinya korban itu sangat baik,” ungkap Ketua PWI Jaya, Sayid Iskandarsyah melalui pesan singkat pada Selasa (15/8/2023).

Masih menurut Sayid, BPOM pasti tidak bekerja sendiri. Berdasarkan informasi peneliti dari universitas – universitas negeri Indonesia mendukung pelabelan tersebut.

“Itu langkah konkrit sebagai tindakan perlindungan kesehatan pada masyarakat,” tambah Sayid.

Masih menurutnya masyarakat lebih suka tindakan konkrit BPOM untuk pelabelan tersebut. Tentu saja langkah itu sudah dikaji dan dilakukan seminar berkali – kali melibatkan berbagai elemen yang terkait, utamanya para peneliti, tokoh agama, LSM dan lain – lain.

“Soal bahaya BPA sudah kita dengar sejak 5 tahun silam ya. Tulisan dan informasi tentang BPA sangat berlimpah. Benar juga, Jangan sampai menunggu ada korban. BPOM sudah tepat melakukan tindakan preventif, agar tidak sampai jatuh korban, ” tandas Sayid lagi.

Memang tidak mudah melakukan pelabelan pada galon guna ulang. Pasti ada pihak yang tidak setuju terutama mereka yang secara industri sedikit terusik. Padahal kalau mencermati langkah BPOM sudah tepat dan tidak mengganggu sama sekali.

Sekadar mengingatkan potensi bahaya BPA terhadap kesehatan adalah dapat mengganggu sistem reproduksi, sistem kardiovaskular, penyakit ginjal, kanker, diabetes, obesitas dan gangguan perkembangan otak.***/rd

HUT RI ke 78, PBI: Kawal Peraturan Turunan UU Kesehatan No17/2023 Jangan Merugikan Rakyat!

JAYAKARTA NEWS— Dalam usia ke 78 tahun ini sudah saatnya rakyat Indonesia memiliki UU Kesehatan yang menjunjung kepentingan rakyat di atas segalanya. Yang terpenting saat ini adalah seluruh rakyat harus terlibat mengawal penciptaan peraturan turunan di bawah Undang-Undang Kesehatan No 17/2023 yang baru disahkan ini. Hal ini ditegaskan oleh Bidan Lestari dari Persatuan Bidan Indonesia (PBI) Cirebon, Kamis (17/8/2023).

“Jangan sampai peraturan turunan Undang-Undang No 17/2023 ini justru merugikan rakyat. Bidan desa di seluruh Indonesia wajib mengawal kepentingan rakyat dalam setiap peraturan turunannya,” tegas Lestari.

Menurutnya undang-undang ini telah mengembalikan semua kewenangan di tangan pemerintah sehingga semua tenaga kesehatan saat ini berada di bawah Kementerian Kesehatan. Transformasi kesehatan yang sedang dijalankan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin tidaklah mudah sehingga seluruh tenaga kesehatan harus memastikan dukungannya sambil mengawal setiap peraturan turunan undang-undang.

“Menkes seharusnya memiliki tim yang solid mewakili setiap profesi nakes untuk merumuskan peraturan-peraturan yang berpihak kepada kepentingan rakyat. Jangan sampai sembarang memilih orang yang hanya membawa kepentingan pribadi atau kelompok,” tegasnya.

Kementerian Kesehatan harus berdiri kokoh dan tegak lurus mengakomodir semua kepentingan rakyat di atas kepentingan siapapun. Jangan sampai hanya mengakomodir kepentingan kelompok atau ormas yang cenderung tidak berimbang.

“Semua tenaga kesehatan harus menjadi alat pemerintah untuk memastikan kesehatan rakyat. Untuk itu perlu ada workshop dan pendidikan-pendidikan politik kesehatan pada tenaga kesehatan dari pusat sampai ke desa-desa, agar semua tenaga kesehatan satu komando,” ujarnya.

Lestari meminta agar pemerintah bisa menyediakan dokter dan bidan di seluruh desa Indonesia. Agar rakyat desa tidak kesulitan untuk mendapat akses kesehatan.

“Jangan hanya peralatan kesehatan yang dibagi Menkes sampai desa. Tapi dokter, bidan, apoteker dan perawat harus terdistribusi di setiap desa, di setiap Puskesdes di seluruh Indonesia” tegasnya.

Yang kedua menurutnya yang paling mendasar adalah pemerintah harus bisa membebaskan biaya kesehatan rakyat agar rakyat tidak kesulitan untuk berobat karena tidak memiliki biaya.

“Untuk itu BPJS Kesehatan harus segera dievaluasi dan dirombak bukan menjadi asuransi tetapi menjadi jaminan kesehatan rakyat yang membebaskan semua biaya kesehatan 250 juta rakyat. Semua biaya berobat rakyat menjadi tanggungan negara,” tegasnya.

Yang ketiga Lestari menekankan pentingnya partisipasi rakyat dalam pembangunan kesehatan rakyat di masa depan. Karena tangan pemerintah hanya sampai pada tenaga kesehatan yang jumlahnya sangat minim dibandingkan jumlah seluruh rakyat yang harus diurus.

“Aktifkan posyandu sebulan sekali. Dukung penuh dewan-dewan kesehatan rakyat dan desa siaga yang melibatkan seluruh rakyat desa untuj memastikan kesehatan rakyat setempat,” tegasnya.

Lestari menyampaikan bahwa UU Kesehatan No 17/2023 memiliki 458 pasal yang sangat komprehensif mengatur seluruh sistem kesehatan di Indonesia. Ada 107 peraturan , 100 PP, 5 PMK, 2 Perpres yang akan menjadi turunan undang- undang ini.

“Bidan Indonesia siap mengawal kepentingan rakyat dalam setiap peraturan itu. PBI berharap seluruh tenaga kesehatan fokus pada kepentingan kesehatan rakyat,” tegasnya.***/PR

Bahaya Kekurangan Vitamin D, Ini Tanda-Tanda yang Mungkin Anda Alami

JAYAKARTA NEWS— Kekurangan vitamin D sering kali sulit terdeteksi karena gejalanya yang tidak spesifik. Padahal, kekurangan vitamin D dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah pada tulang, seperti penyakit rakitis dan osteoporosis, serta melemahnya sistem kekebalan tubuh.  

Berdasarkan rekomendasi angka kebutuhan gizi dari Kementerian Kesehatan, vitamin D perlu dikonsumsi sebanyak 15 mikrogram (mcg) per hari oleh anak-anak, remaja, dan orang dewasa hingga usia 65 tahun. Sedangkan untuk lansia di atas usia 65 tahun, dosis vitamin D yang dianjurkan adalah 20 mikrogram per hari.

Sementara Ann Louise Gittleman, PhD, penulis Radical Longevity, yang berbasis di Coeur d’Alene, Idaho, menyebut vitamin D terbaik adalah berasal dari paparan sinar matahari. Ia merekomendasikan orang dengan kulit cerah mendapatkan 10 hingga 15 menit paparan sinar matahari tanpa perlindungan per hari untuk membantu meningkatkan kadar vitamin D mereka.

“Orang yang berjemur dengan mudah bisa bertahan hingga 30 menit, dan orang dengan kulit gelap mungkin bisa mentolerir dua jam. Saya selalu mengatakan kepada orang-orang untuk merangkul matahari dengan hati-hati,” kata Ann Louise Gittleman sebagaimana dikutip dari everydayhealth.

Dalam jumlah yang lebih kecil, vitamin D ada dalam makanan tertentu, seperti ikan berlemak, sereal sarapan yang diperkaya, dan jamur yang terpapar sinar UV, menurut National Institutes of Health (NIH).

Menurut Kantor Suplemen Makanan NIH, orang dewasa yang sehat dan tidak hamil di bawah usia 71 membutuhkan setidaknya 15 mikrogram (mcg), yang setara dengan 600 IU vitamin D per hari – melalui makanan yang diperkaya, paparan sinar matahari, atau jika diperlukan, suplemen. Rekomendasi dosis dapat bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti usia dan tahap kehidupan.

“Jika Anda tidak mendapatkan cukup vitamin D dari sinar matahari maka asupan harian Anda harus mendekati 1.000 unit internasional (IU) atau 25 mcg per hari,” kata Shannon Henry, ahli gizi dan diet terdaftar di EZCareClinic di San Francisco. Sebelum berkomitmen pada suplemen apa pun dalam jangka panjang, berkoordinasilah dengan tim perawatan kesehatan Anda untuk menentukan apakah suplemen tersebut cocok untuk rencana perawatan kesehatan Anda. Jika demikian, mereka akan dapat memberi saran tentang dosis yang tepat.

Kekurangan Vitamin D dan Kondisi Kesehatan

Diperlukan lebih banyak penelitian tentang peran vitamin D dan kesehatan. Secara khusus, penelitian yang mengamati apakah mengonsumsi suplemen vitamin D mengurangi risiko penyakit atau kekurangan penyakit tertentu.

Banyak penelitian telah menemukan hubungan, tetapi bukan hubungan sebab-akibat, antara orang dengan penyakit tertentu dan memiliki vitamin D yang rendah. Apa yang para ilmuwan yakini, bagaimanapun, adalah bahwa ketika kekurangan vitamin D parah, risiko penyakit tulang seperti rakhitis pada anak-anak dan osteomalasia pada orang dewasa meningkat, menurut NIH.

Di bawah ini adalah contoh hubungan antara vitamin D rendah dan penyakit tertentu:

1.Depresi

Tingkat vitamin D yang rendah telah dikaitkan dengan depresi, menurut penelitian sebelumnya yang melibatkan lebih dari 31.000 peserta studi.

Ini mungkin karena vitamin D dan reseptornya ditemukan di area otak yang terlibat dengan suasana hati dan perilaku, per penelitian yang diterbitkan pada Mei 2020 di Journal of Affective Disorders.

“Vitamin D memainkan peran penting dalam fungsi otak yang sehat,” kata Henry. Bagi mereka dengan depresi ringan hingga sedang, melengkapi dengan vitamin D dapat membantu, tulis para peneliti studi, meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan sebelum resep suplemen vitamin D untuk depresi menjadi standar.

2.Demensia

Sebuah meta-analisis yang diterbitkan pada November 2019 di BMC Neurology menemukan hubungan antara kekurangan vitamin D dan penderita demensia, termasuk jenis kondisi yang paling umum, penyakit Alzheimer. Semakin parah kekurangannya, semakin kuat asosiasinya.

3.Kanker prostat

Studi lain sebelumnya menemukan hubungan antara kadar vitamin D dalam darah rendah dan kanker prostat agresif pada pria Eropa Amerika dan Afrika Amerika yang menjalani biopsi prostat pertama mereka setelah dirujuk untuk antigen spesifik prostat yang abnormal atau pemeriksaan colok dubur.

4.Disfungsi ereksi

Tinjauan sistematis dan meta-analisis yang diterbitkan pada Mei 2020 di Nutrients menemukan bahwa pria dengan disfungsi ereksi (DE) parah memiliki kadar vitamin D yang lebih rendah daripada pria dengan DE ringan.

5.Skizofrenia

Orang dengan skizofrenia lebih cenderung kekurangan vitamin D, menurut tinjauan sistematis dan meta-analisis yang diterbitkan pada Juni 2020 di Penelitian Psikiatri. Ini mungkin karena peran vitamin D pada respons peradangan dan kekebalan tubuh, menurut tinjauan sebelumnya.

Gejala Kekurangan Vitamin D

Tapi bagaimana Anda tahu jika Anda kekurangan vitamin D?

Cara terbaik adalah melalui tes darah sederhana, yang dapat dilakukan oleh dokter perawatan primer Anda. Idealnya, kadar vitamin D Anda sekitar 20 nanogram per mililiter (ng/mL), per NIH.

Konon, gejala tertentu mungkin menunjukkan kadar vitamin D Anda terlalu rendah. Berikut adalah lima tanda yang harus diwaspadai:

1.Kelelahan

Merasa lelah dan lesu mungkin merupakan tanda paling umum dari kekurangan vitamin D, kata Dr. Gittleman. Satu studi sebelumnya menunjukkan bahwa ada korelasi yang signifikan antara kantuk di siang hari dan rendahnya tingkat vitamin D.

Suplemen vitamin D dapat membantu membalikkan tren: Studi lain yang lalu tentang orang-orang dengan kelelahan dan kekurangan vitamin D menemukan bahwa pengobatan vitamin D meningkatkan skala peringkat kelelahan subyektif peserta dibandingkan dengan kelompok plasebo.

2.Patah Tulang dan Fraktur Stres

“Patah tulang yang tidak cepat sembuh adalah tanda lain [kekurangan vitamin D],” kata Gittleman.

Itu karena salah satu peran penting vitamin D adalah membantu tubuh menyerap kalsium, yang mendukung kesehatan tulang, menurut NIH. Penelitian menunjukkan bahwa kadar vitamin D dan kalsium yang cukup dapat meningkatkan kesehatan tulang dan membantu mencegah osteoporosis, menurut Mayo Clinic.

Sebuah meta-analisis dari uji coba terkontrol secara acak yang diterbitkan Agustus 2020 di Kedokteran menemukan bahwa melengkapi dengan vitamin D (khususnya, vitamin D3) dan kalsium mengurangi kejadian jatuh dan patah tulang pada peserta penelitian.

Menurut National Institute on Aging, orang cenderung berhenti membangun massa tulang sekitar usia 30 tahun, jadi asupan vitamin D yang cukup penting untuk menjaga tulang dalam kondisi baik seiring bertambahnya usia.

3.Imunitas Rendah

Fungsi penting lain dari vitamin D: menjaga sistem kekebalan tubuh berjalan dengan baik dan tepat.

Beberapa penelitian mengaitkan kadar vitamin D yang lebih rendah dengan peningkatan risiko infeksi. Sebelum antibiotik tersedia, vitamin D digunakan untuk mengobati infeksi seperti tuberkulosis, menurut Harvard T.H. Sekolah Kesehatan Masyarakat Chan.

Misalnya, tinjauan sistematis dan meta-analisis yang diterbitkan pada Februari 2017 di BMJ menemukan bahwa melengkapi dengan vitamin D mengurangi risiko infeksi saluran pernapasan akut peserta. Mereka dengan kekurangan vitamin D terbesar – kurang dari 25 nmol/L pada awal – yang menambah setidaknya sekali seminggu atau setiap hari mengurangi risiko infeksi pernapasan hingga 50 persen dibandingkan dengan peserta yang kadar vitamin D-nya 25nnmol/L atau lebih tinggi.

“Terus terang, [tautannya] sangat besar,” kata Gittleman dari pengalaman perawatan klinisnya. Dia mencatat jika Anda tampaknya terkena setiap pilek, flu, dan virus yang datang, Anda mungkin kekurangan vitamin D dan ini adalah sesuatu untuk didiskusikan dengan penyedia perawatan primer Anda. Mereka dapat menguji kadar vitamin D Anda dan mengevaluasi Anda untuk kemungkinan penyebab lain yang mungkin menghambat fungsi kekebalan Anda.

Karena kaitan itu, menjaga kadar vitamin D yang sehat juga dapat berperan protektif terhadap Covid-19. Sebuah studi yang diterbitkan pada Oktober 2020 The Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism menemukan bahwa 82 persen dari 216 pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit yang termasuk dalam penelitian tersebut kekurangan vitamin D, meskipun penelitian sejauh ini belum menemukan hubungan sebab akibat.

4.Nyeri dan Pegal Otot

Dalam beberapa kasus, kekurangan vitamin D dapat menyebabkan nyeri dan pegal otot. Seperti disebutkan, tes status vitamin D dapat menentukan apakah kekurangan vitamin ini merupakan akar dari gejala ini.***ebn

Tenaga Cadangan Kesehatan, Apa Itu?

JAYAKARTA NEWS— Indonesia merupakan negara yang rawan terhadap ancaman bencana, baik bencana alam, bencana non alam dan bencana sosial. Sejak Februari 2023, Kementerian Kesehatan berkomitmen membentuk Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) – Emergency Medical Team (EMT) Regional Pusat Krisis Kesehatan.

Tim ini dibentuk untuk membantu dinas kesehatan kabupaten/kota dalam memberikan pelayanan medis kesehatan pada saat darurat bencana/krisis kesehatan, terlibat aktif pada kegiatan kesehatan saat pra maupun pasca bencana, dan melakukan pemantauan kejadian bencana serta kegawatdaruratan krisis kesehatan di wilayah kerja regional.

Saat ini, telah terbentuk TCK-EMT Regional Pusat Krisis Kesehatan di 11 Regional Pusat Krisis Kesehatan, yaitu di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan dan Papua.

Masing-masing TCK-EMT Regional tersebut terdiri dari 7 orang, yaitu 1 orang dokter sebagai ketua tim, 2 orang perawat, 1 orang tenaga farmasi, 1 orang tenaga logistik/umum, 1 orang tenaga administrasi, dan 1 orang pengemudi ambulans. Sehingga total anggota TCK-EMT sebanyak 77 orang.

Nantinya seluruh anggota TCK-EMT Regional akan mendapatkan pembekalan materi manajemen bencana, teknis medis, serta pembekalan umum mengenai kepegawaian.

EMT diklasifikasikan menjadi 4 tipe yaitu EMT tipe 1 (outpatient emergency care); EMT tipe 2 (inpatient surgical emergency care); EMT tipe 3 (inpatient referral care); dan additional specialized care team. EMT yang paling banyak ditugaskan selama terjadi bencana di Indonesia adalah EMT tipe 1 dan EMT tipe 2.

EMT tipe 1 terbagi menjadi 2 tim yaitu mobile team dan fix team. Mobile team bertugas mencari, temukan, dan layani karena korban tidak bisa mengakses fasilitas kesehatan. Mobile team akan bekerja di luar fasilitas kesehatan dan fix team memberikan layanan di kelompok pengungsian. Sementara EMT tipe 2 bertugas untuk melakukan operasi di fasilitas kesehatan.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan bencana di Indonesia bermacam-macam. Setiap jenis bencana membutuhkan pola penanganan yang berbeda, pola tenaga kesehatan yang berbeda, pola perawatan yang berbeda juga.

“Oleh karena itu harus kita persiapkan dan kita latih tim kesehatan dengan baik karena begitu ada bencana kita harus bisa segera mengirimkan tim untuk penanganan dengan waktu yang sangat cepat untuk bisa mengurangi hilangnya nyawa dari saudara-saudara kita. Indonesia menyiapkan tim cadangan kesehatan untuk bisa menangani bencana,” ujar Menkes Budi.

Kemenkes juga membuat pedoman nasional penanggulangan krisis kesehatan. pedoman tersebut dibuat berdasarkan surat keputusan menteri kesehatan dan ditandatangani oleh Menkes Budi, pada Senin (15/5).

Dalam penanggulangan krisis kesehatan sebelumnya terdapat beberapa jenis petunjuk teknis. Untuk memudahkan proses implementasi, maka perlu dilakukannya integrasi seluruh petunjuk teknis tersebut ke dalam sebuah Pedoman Nasional Penanggulangan Krisis Kesehatan.

Pedoman ini dibutuhkan agar tercipta tata kelola krisis kesehatan yang dapat dilaksanakan secara terpadu dan terkoordinasi dengan baik untuk mendukung ketahanan kesehatan, meningkatkan kualitas pelayanan, dan perlindungan kepada masyarakat.***/din