Masker Kain Dipakai Maksimal Empat Jam

JAYAKARTA NEWS—Pakar gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengingatkan bahwa penggunaan masker kain adalah empat jam.

“Masker kain bagi orang yang sehat maksimal dipakai tiga sampai empat jam, setelah itu harus diganti,” kata Wiku dalam acara sosialisasi pedoman standar alat pelindung diri (APD) dan jenis-jenis tes COVID-19 di Indonesia yang dipantau melalui siaran streaming akun YouTube resmi BNPB, Rabu (15/4). Demikian dikutip dari laman bnpb.go.id

Wiku kemudian mempraktekkan cara melepas masker kain penutup hidung dan mulut yang tepat.

Pertama-tama ia melepas pengait masker di telinga kanan dengan tangan kanan, kemudian melepas pengait masker di telinga kiri dengan tangan kiri. Berikutnya ia memasukkan masker itu ke dalam kantung plastik untuk kemudian dapat dicuci dan dipakai kembali.

Setelah membuka masker dan menyimpannya ke dalam kantung plastik, Wiku tidak luput mengingatkan agar setelah proses tersebut selesai dilakukan, maka proses berikutnya adalah mencuci tangan dengan air dan sabun atau menggunakan hand sanitizer.

Bagi orang-orang yang berada di luar rumah di, Wiku mengajak agar masyarakat saling mengingatkan pentingnya penggunaan masker. Baik bagi orang yang sehat, maupun bagi orang yang kurang sehat atau memiliki gejala COVID-19.

“Kita memakai masker untuk melindungi orang lain. Siapa tahu kita terinfeksi COVID-19 tapi tidak memiliki gejala. Jadi pakai masker supaya orang lain tidak tertular,” tutur Wiku.

“Bagi orang yang belum memakai masker saat berada di luar rumah, kita dapat mengajak mereka atau bahkan memberikan masker bersih,” tambahnya.

Masker sempat menjadi barang langka di pasaran setelah pemerintah mengumumkan kasus positif COVID-19 pertama. Meski saat ini masker telah dapat kembali diperoleh dengan mudah, namun Wiku mengatakan benda itu dapat dibuat sendiri di rumah masing-masing.

Syarat minimal masker kain yang direkomendasikan Wiku adalah berbahan katun, menggunakan tiga lapis kain, kemudian disesuaikan dengan bentuk wajah.

“Yang penting adalah menutup dagu, mulut, sampai pipi” paparnya.***/ebn

Ada 103 Daerah belum Realokasi Anggaran Covid 19

JAYAKARTA NEWS – Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan diminta menegur daerah yang belum melakukan realokasi anggaran untuk penanganan Covid-19. Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo saat memimpin sidang kabinet paripurna melalui telekonferensi dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Selasa, 14 April 2020.

Presiden mencermati adanya sejumlah daerah yang belum melakukan refocusing dan realokasi anggaran bagi penanganan Covid-19. Padahal, hal tersebut telah diinstruksikan untuk merespons situasi yang disebabkan karena penyebaran virus korona jenis baru yang telah menjadi pandemi global.

“Ini saya minta Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan agar mereka ditegur,” tegasnya. Demikian dikutip dari laman bnpb.go.id

Kepala Negara mencatat setidaknya terdapat 103 daerah yang belum melakukan realokasi dan menganggarkan jaring pengaman sosial dalam APBD mereka. Ada pula 140 daerah yang diketahui belum melakukan antisipasi terhadap dampak ekonomi yang bakal ditimbulkan. Bahkan, ada 34 daerah yang belum menyampaikan data anggaran untuk penanganan Covid-19.

“Artinya ada di antara kita yang masih belum memiliki respons dan belum ada feeling dalam situasi yang tidak normal ini,” kata Presiden.

Mengingat hal itu, Presiden kembali meminta Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan untuk membuat pedoman bagi daerah dalam melakukan refocusing serta realokasi anggaran dan kegiatan sehingga pemerintah pusat dan daerah memiliki satu visi dan prioritas yang sama untuk mengatasi penyebaran Covid-19.

“Pangkas belanja-belanja yang tidak prioritas, potong rencana belanja yang tidak mendesak seperti perjalanan dinas, rapat-rapat, dan belanja-belanja lain yang tidak dirasakan langsung manfaatnya oleh rakyat,” ucapnya.

Presiden juga menegaskan kepada jajarannya baik di pusat maupun daerah agar mendayagunakan seluruh kekuatan dan upaya pada penanganan Covid-19 baik di bidang kesehatan maupun menangani dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan.

Tiga prioritas yang harus menjadi pegangan bagi pusat dan daerah dalam hal ini ialah melakukan penanganan dan pencegahan meluasnya penyebaran Covid-19, mempersiapkan jaring pengaman sosial (bantuan sosial), dan menyiapkan stimulus ekonomi bagi para pelaku UMKM dan pekerja informal terdampak Covid-19. (*/ebn)

Jurnalis Kristiani dan Dapoer Kasih Bagi-bagi Makanan

JAYAKARTA NEWS – Para wartawan Ibu Kota Jakarta yang tergabung dalam Jaringan Jurnalis Kristiani mulai hari ini hingga Jumat nanti akan melakukan aksi kepeduliannya dengan menyalurkan makanan siap saji kepada para pekerja harian terdampak COVID-19.

“Aksi ini muncul dari ketulusan para jurnalis untuk melakukan gerakan bela rasa kemanusiaan guna meringankan beban mereka yang terdampak Covid-19, terutama para pekerja harian seperti pengemudi ojol, sooir bajaj, sopir taksi, pedagang kaki lima, pemulung, ojek pangkalan, sopir angkutan umum, dan lainnya,” ujar koordinator aksi, Dar Edi Yoga, Selasa, (14/4/2020).

Dalam situasi ini, jelas Dar Edi Yoga, sikap solidaritas, gotong royong dan saling membantu harus ditingkatkan karena hal ini adalah sikap warisan nenek moyang yang merupakan kepribadian bangsa. Dimana oang yang kuat harus menolong orang yang lemah, orang yang kaya harus menolong orang yang miskin.

“Sikap tolong menolong dapat mempererat rasa persaudaraan satu sama lain tanpa memandang suku dan agama sebagai saudara sebangsa. Dan kali ini kami mengapresiasi untuk para pahlawan keluarga yang tetap berjuang mendapatkan penghasilan setiap hari bagi keluarganya,” terang Dar Edi Yoga yang juga pengurus PWI Pusat.

Ketika berbagi kasih siang tadi, ada hal menarik yang dialami Jaringan Jurnalis Kristiani di kawasan Rawasari, Jakarta Pusat. Ada pemulung yang disodorkan makanan namun ia menolak lantaran dirinya sudah menerima dari pihak lain.

“Maaf pak, saya tadi sudah ada yang ngasih makanan untuk saya,” kata orang itu kepada Gabriel Bobby.

Bagi tim Jurnalis Kristiani, pengakuan jujur orang itu adalah suatu hal yang luar biasa dan patut ditiru oleh semua pihak.

Aksi sosial para jurnalis Kristiani ibu kota bekerja sama dengan Restoran Dapoer Kasih pimpinan Kim Siong di Mangga Dua Square Jakarta. Setiap harinya akan dibagikan makanan sehat sekitar dua ratus nasi kotak dengan lauk, ayam, telur, mie dan tempe orek serta minuman dalam kemasan. 

Beberapa waktu yang lalu Jaringan Jurnalis Kristiani juga telah membagi makanan siap saji bekerja sama dengan Bhinneka Padang Restoran di Tangerang.

“Semoga warga Indonesia dimanapun berada selalu terpanggil untuk berbela rasa ikut membantu sesama agar dapat mempercepat pemutusan wabah COVID-19 ini,” ujar pengurus Jaringan Jurnalis Kristiani Mercys C Loho didampingi Wilson B Lumi dan Gabriel Bobby usai membagi makanan di sejumlah jalanan ibu kota Jakarta.***ks

93% Daerah Merealokasi APBD untuk Tangani Covid-19

JAYAKARTA NEWS— Upaya penanganan penyebaran Covid19 di Indonesia semakin merata. Lebih dari 90% provinsi sudah melakukan refocusing dan realokasi APBD sebagai upaya pencegahan penyebaran dan percepatan penanganan Covid19 di lingkungan pemerintah daerah.

“Total sudah sekitar Rp55 Triliun yang dianggarkan oleh provinsi, kabupaten dan kota untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat serta memberikan bantuan bagi masyarakat yang secara ekonomi terdampak akibat kebijakan physical distancing ini,” ungkap DR. Moch. Ardian N., M.Si, Plt. Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta, (13/4/2020). Demikian dikutip dari rilis Puspen Kemendagri.

Jumlah ini merupakan data terakhir yang masuk pada tanggal 12 April 2020. “Angka ini akan terus bertambah, karena saat ini data terhimpun masih 93,73 persen. Kami masih akan terus update terutama bagi daerah yang belum melapor,” lanjut Ardian.

Hal ini sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor.1 Tahun 2020, yaitu agar seluruh kepala daerah segera melakukan percepatan pengutamaan penggunaan alokasi anggaran kegiatan tertentu (refocusing) atau realokasi anggaran untuk meningkatkan kapasitas penanganan kesehatan, penanganan dampak ekonomi terutama menjaga agar dunia usaha daerah masing-masing tetap hidup, dan penyediaan jaring pengamanan sosial (social safety net).

Refocusing dan realokasi APBD dilakukan melalui optimalisasi penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT) dan berpedoman pada Permendagri Nomor 20 Tahun 2020 tentang Percepatan Penanganan Covid19 di Lingkungan Pemerintah Daerah.

Dalam Inmendagri Nomor 1 Tahun 2020 tersebut, para kepala daerah juga diinstruksikan agar menghimbau masyarakat supaya tidak mudik guna menghindari penyebaran Covid19. “Namun, bagi yang terlanjur mudik agar melakukan isolasi mandiri dan melaksanakan protokol kesehatan,” tutup Ardian.

Lebih lanjut Kapuspen/ Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Bahtiar,  menyampaikan data tersebut masih terus bergerak, dan beberapa daerah belum lapor, kami masih tunggu. Ditjen Keuangan Daerah Kemendagri secara aktif memberikan bimbingan kepada Pemda dalam melakukan re-alokasi APBD. Demikian pula kami minta Pemda Provinsi secara aktif memberikan bimbingan kepada Pemda Kabupaten/Kotauntuk lakukan realokasi. Beberapa daerah masih melakukan perhitungan. Dan jumlah realokasi terus bertambah. 

Mendagri Tito Karnavian, ucapkan terima kasih atas kekompakan Pemda, Kepala Daerah dan DPRD yang melaksanakan Instruksi Mendagri. tutup Bahtiar.***/ebn

Tenaga Medis Covid-19 Telah Amalkan Makna Paskah

JAYAKARTA NEWS— Sekretaris Umum Persatuan Gereja Indonesia (PGI) Pendeta Jacky Manuputty mengemukakan bahwa seluruh tenaga medis yang tengah berjuang untuk melayani pasien COVID-19 telah mengamalkan makna Paskah sepenuhnya.

“Saya juga ingin menyapa semua saudara dokter dan paramedis yang tidak bisa merayakan Paskah bersama keluarga saat ini karena harus bersiap siaga di bangsal-bangsal isolasi,” ujar Jacky dalam keterangannya di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Gedung Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Minggu (12/4). Demikian dikutip dari rilis bnpb.go.id

Jakcy berpesan kepada tenaga medis yang berhalangan unik merayakan Paskah karena bertugas untuk tetap kuat dan teguh.

“Percayalah saudara-saudara sedang menjalani makna Paskah seutuhnya,” katanya.

Selain itu, Jacky juga mengapresiasi peran jurnalis yang telah memberikan waktu ekstra bagi pelayanan informasi, edukasi dan literasi kepada masyarakat di tengah situasi pandemik COVID-19.

“Melalui kesempatan ini saya menyampaikan selamat Paskah,” katanya.

PGI mengajak masyarakat untuk berperang menghadapi COVID-19 melalui upaya yang telah ditentukan pemerintah.

Pencegahan di dalam situasi wabah adalah dengan melakukan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir minimal 20 detik.

Kedua, program masker untuk semua masyarakat selalu pakai masker apabila berada di tempat umum.

Ketiga, adalah menjaga jarak aman satu sampai dua meter saat berinteraksi dengan orang lain.

Keempat, tinggal di rumah, belajar dan bekerja dari rumah.

“Kita tidak mau pergi liburan yang terlibat di dalam kerumunan massa. Kali ini ibadah di rumah dan produktif di rumah lakukanlah semuanya dengan disiplin. Lindungi diri sendiri dan jadilah pelindung bagi semua orang,” pungkasnya.***/ebn

PGI: Terpapar Virus Corona Bukanlah Aib Atau Kutukan Tuhan

JAYAKARTA NEWS— Sekretaris Umum Persatuan Gereja Indonesia (PGI) Pendeta Jacky Manuputty menegaskan orang yang terpapar virus corona (COVID-19) bukan merupakan aib atau kutukan Tuhan. Stigmatisasi yang mendorong ke tindakan-tindakan diskriminatif terhadap mereka yang terpapar harus dilawan bersama-sama.

Dalam hal ini, peran keluarga menjadi penting untuk memberikan edukasi dan literasi yang benar terkait COVID-19 secara terus menerus.

“Saat berdiam bersama keluarga di rumah, literasi dan edukasi harus terus-menerus dilakukan,” ujar Jacky dalam keterangannya di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Gedung Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Minggu (12/4). Demikian dikutip dari rilis bnpb.go.id

Selain itu, gereja-gereja secara institusional memaknai kebangkitan Kristus dalam situasi pandemi COVID-19 harus dinyatakan melalui tindakan gereja. 

Tindakan itu dilakukan untuk membela dan merawat kehidupan. Gereja harus bisa mengkonsolidasi seluruh sumber dayanya, baik sumber daya institusi, pelayanan maupun sumber daya umat untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Dia mencontohkan untuk sikap dan tindakan solidaritas itu, gereja bisa menyiapkan gedung gereja yang saat ini kosong dan tidak dipakai, untuk tempat isolasi bagi mereka yang terpapar COVID-19, bilamana itu layak dan dibutuhkan.

Kemudian, gereja juga harus siap untuk dampak ikutan dari pandemi corona, misalnya keterpurukan ekonomi dan naiknya angka pengangguran akibat pemutusan hubungan kerja. 

“Sekali lagi saya menghimbau untuk menggerakkan diakonia berbasis keluarga, yang kuat membantu yang lemah apapun latar belakang dan perbedaannya,” tegas Jacky.

Selain itu, PGI juga mengajak seluruh umat Nasrani melakukan tindakan solidaritas melalui upaya kreatif di tengah COVID-19 yang mewabah saat perayaan Paskah 2020. Semangat itu sejalan dengan tema Paskah pada tahun ini, “Kebangkitan Kristus Membawa Harapan Baru”. ***/ebn

Komunitas Pewarta Hiburan Donasi Masker dan Uang

JAYAKARTA NEWS— Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dilaksanakan di Jakarta sejak Jumat (10/4) direspons positif oleh Komunitas Pewarta Hiburan (Kophi). Pelaksanaan donasi  telah digelar dalam bentuk pembagian masker gratis serta uang tunai sebanyak 200 paket.

“Kami berharap bantuan kecil ini bisa bermanfaat buat warga yang terdampak langsung dari virus Corona,” kata Benny Benke selaku Ketua Kophi di Jakarta. Dalam kesempatan itu, Benny Benke dan kawan-kawan bergerak langsung ke wilayah yang ada anggotanya yaitu Bekasi, Depok, Bogor dan Jakarta.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada XL Axiata, Erick Martoyo (musisi) dan beberapa pihak yang tak mau disebutkan namanya,” ucap Benny Benke, wartawan senior di koran Suara Merdeka ini. Penasehat Kophi, Arey Arifin menegaskan bahwa pembagian donasi diberikan langsung kepada pengendara ojek online, pemulung dan janda.

Donasi untuk para driver ojol–foto istimewa

“Kami khususkan kaum fakir miskin. Donasi berupa sembako dan uang tunai,” urai Arey Arifin. “Kophi juga memberikan masker bagi yang belum memiliki. Ini nilai manfaat tambahan selama mereka menganggur atau yang pemasukannya berkurang,” timpal Benny Benke lagi. Kophi yang didirikan di Jakarta oleh beberapa wartawan hiburan telah menghimpun dan mewawancarai kalangan seniman, artis, produser musik dan film serta pekerja kreatif.

Hal ini guna menanggapi ajakan pemerintah agar Work From Home, Stay at Home dan apresiasi kepada tenaga medis. Puluhan artis dan produser telah diwawancarai Kophi, diantaranya Ari Lasso, Once Mekel, Ruth Sahanaya, Kaka Slank, Dewi Perssik, Nikita Mirzani, Armand Maulana, Tora Sudiro, Mulan Jameela, Rebecca Reijman, Harry ‘Koko’ Santoso, Chand Parwez Servia dan pesohor lain. (pik)

PWI: Wartawan Jangan Meliput Tanpa Protokol Kesehatan

JAYAKARTA NEWS—  Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) meminta agar para wartawan tidak melakukan peliputan selama belum memenuhi protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia.

“Saya bangga sekali wartawan sekarang ini bisa menjadi garda terdepan dalam menyampaikan informasi Covid-19 tapi saya mengingatkan harus mengutamakan kesehatan, mengutamakan kondisinya. Jangan sampai protokol kesehatan diabaikan,” ujar Ketua Umum PWI Atal S Depari dalam keterangan resminya di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Jumat (10/4).

Di samping itu, seluruh organisasi pers termasuk PWI terus mengingatkan, mengimbau, dan menyampaikan kepada seluruh anggotanya agar prosedur yang benar saat peliputan selama pandemi Covid-19 tetap dijalankan.

Ketua BNPB Doni Monardo bertemu dengan Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari dan jajaran pengurus PWI Pusat lainnya–foto humas BNPB

Hingga sekarang ini kegiatan peliputan sudah mulai dibatasi, dalam artian tidak lagi menimbulkan kerumunan yang sejalan dengan prinsip “physical distancing”. Oleh karena itu diharapkan kegiatan peliputan yang sebelumnya masih mengundang banyak wartawan sehingga menimbulkan kerumunan untuk dihindari selama pandemi Covid-19.

“Beberapa waktu lalu, karena diundang atau apa, temen-temen wartawan masih bergerombol. Ketika kita kampanye ‘social distancing’ masih berkumpul, begitu juga di beberapa daerah,” katanya.

Dalam hal ini banyak metode peliputan yang bisa dilakukan tanpa harus mengambil risiko dengan berkerumun di lapangan, misalnya melalui televisi pool, televisi streaming, telepon seluler, dan sebagainya.

Hal itu sebagaimana yang telah dilakukan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 selama memberikan keterangan resmi mengenai Covid-19 dari Kantor Graha BNPB melalui sistem TV Pool, Radio Pool dan rilis pers kepada para awak media melalui grup jejaring sosial yang dikelola oleh Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

“Kami meminta temen-temen wartawan lebih mengutamakan kesehatannya. Protokol kesehatan itu intinya. Sebenarnya, banyak sekali cara meliput sekarang ini, seperti TV pool, ini sudah bagus,” katanya.

Selain itu, menurut informasi perwakilan media-media asing di Indonesia pun sudah tidak menerjunkan lagi wartawannya di lapangan selama pandemi corona demi mendukung upaya Pemerintah dalam rangka memutus penyebaran virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.

“Saya dengar beberapa perwakilan media di luar, misalnya AS, Inggris, perwakilannya di sini ga ada yang di lapangan. Apalagi, sampai mengejar pasien sampai rumah sakit (RS),” tutup Atal.***/ks

Mendagri Instruksikan Pemda Berikan Hibah atau Bansos

JAYAKARTA NEWS— Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menginstruksikan seluruh pemerintah daerah untuk memberikan hibah atau bantuan sosial (Bansos). Hibah dan Bansos di masa pandemi Covid-19 ini sasarannya adalah masyarakat di luar penerima bantuan dari pemerintah pusat.

“Pemberian hibah atau bansos sesuai dengan instruksi Mendagri Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pencegahan Penyebaran dan Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Lingkungan Pemerintah Daerah,” kata Menteri Tito, di Jakarta dalam acara Rakor Implementasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di daerah bersama Mendes PDTT, Mensos, dan Seluruh Gubernur, Bupati/Walikota Se-Indonesia melalui video conference yang dipimpin Menkopolhukam Mahfud MD, Kamis (9/4/2020). Demikian rilis yang disampaikan Puspen Kemendagri.

Masih soal Hibah dan Bansos, Tito meminta pola penyaluran bantuannya harus sesuai dengan kondisi sosial dan geografis masyarakat. Ia juga minta, dibuat  kanal pengaduan bagi masyarakat. Kanal tersebut harus tersosialisasikan dengan baik pada masyarakat.

” Lakukan pembinaan kepada masyarakat untuk menciptakan kemandirian selama masa pandemi,” kata Tito.

Selain Hibah dan Bansos yang diberikan Pemda, lanjut Tito, bantuan juga diberikan untuk masyarakat yang terdampak selama masa pandemi diberikan Pemerinta Pusat. Pemerintah Pusat telah menyiapkan program jaring pengaman sosial. Salah satunya adalah lewat Program Keluarga Harapan (PKH). Pemerintah juga memutuskan menambah jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH dari tadinya 9,2 juta keluarga menjadi 10 juta keluarga.

“Tidak hanya itu, Keluarga Penerima Manfaat program sembako juga naik, dari 15,2 juta menjadi 20 juta keluarga” katanya.

Sementara itu untuk membantu masyarakat kurang mampu di wilayah Jabodetabek dan luar Jabodetabek yang terdampak pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), pemerintah juga kata Tito, telah menyiapkan skema program jaring pengaman sosial. Program jaring pengaman ini akan diberikan dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT). Warga penerima BLT, akan diberikan dana bantuan sebesar Rp 600 ribu. Dana BLT ini akan diberikan selama 3 bulan.

“Akan dilakukan pemberian BLT di wilayah Jabodetabek dan di luar Jabodetabek sebesar Rp 600.000 per bulan selama 3 bulan,” ujarnya.

Bantuan lainnya untuk meringankan beban masyarakat, kata Tito, adalah keringanan pembayaran listrik. Pemerintah sepakat untuk menggratiskan pembayaran listrik bagi 24 juta pelanggan listrik 450 VA selama tiga bulan.  Tidak hanya itu, 7 juta pelanggan listrik dengan daya 900 VA akan diberikan diskon sebesar 50 persen. Diskon listrik ini akan diberikan selama 3 bulan.

“Program jaring pengaman sosial lainnya berupa Program Kartu Pra Kerja untuk 5,6 juta orang. Bahkan anggaran untuk program ini telah dinaikkan menjadi 20 triliun.  Pemerintah juga menyiapkan 25 triliun untuk operasi pasar dan logistik. Program jaring pengaman sosial selama masa pandemi Covid-19 lainnya adalah keringanan pembayaran kredit. Namun, hal yang perlu diperhatikan adalah landasan hukum bagi pemberian BLT,” ujar Tito.***/ebn

Kabar Baik! 100 Wartawan Depok Negatif Covid-19

JAYAKARTA NEWS—  Sebanyak 100 wartawan Depok yang mengikuti rapid test screening SARS CoV 2 selama dua hari berturut, Senin-Selasa (5-6 April) lalu, secara resmi dinyatakan semuanya non-reaktif alias negatif. Hal ini dikatakan oleh penanggung jawab pelaksana rapid test dari RS Bunda Margonda Depok, Dr. Arwin Prasasto, SpPK, Rabu 8/4) di Depok.

Wartawan yang di tes itu yang tergabung dalam Kelompok Kerja Wartawan Depok (Pokja), Depok Media Center (DMC), dan wartawan yang berdomisili atau ber-KTP Kota Depok.

Koordinator wartawan, Ketua Pembina DMC (Depok Media Center) yang juga Ketua Wartawan Depok Siaga Covid-19, Rusdy Nurdiansyah, menyatakan rasa syukurnya dan berharap agar para wartawan tetap menjaga kesehatan dan selalu menerapkan pola hidup sehat dan bersih (PHBS), selalu cuci tangan pakai sabun, gunakan masker dan jaga jarak saat bertugas meliput di lapangan.

Sebanyak 100 wartawan Depok mengikuti rapid test di RSU Bunda Margonda Depok 5-6 April 2020–foto istimewa

Dikatakannya,  pelaksanaan kegiatan rapid tes tersebut berkat dukungan Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok, Sidik Mulyono, RSU Bunda Margonda Depok dan The Margo Hotel. “Terima kasih atas dukungannya,” katanya.

Humas RSU Bunda Margonda Depok, Mawar mengatakan, jika hasil screening SARS CoV 2 non reaktif (negatif), sebaiknya hasil diulang 10 hari kemudian. Jika ada yang positif, disarankan untuk konsultasi ke dokter untuk pemeriksaan selanjutnya. “Kami senang dapat berperan membantu rekan-rekan wartawan yang merupakan mitra kami untuk bersama melawan pandemi Covid-19,” ujarnya. ***RGS