JAYAKARTA NEWS – Tak dapat disangkal, hari-hari ini mata dunia tersorot ke Nusa Tenggara Barat. Untuk pertama kali di masa pandemi, event balap internasional World Superbike akan diselenggarakan di Sirkuit Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, 19 – 21 November 2021.
Bisa dipastikan, World Superbike bakal menjadi trending topic di media sosial seluruh dunia. Saat ini saja, pemberitaan mengenai Superbike di Mandalika memenuhi laman-laman media dengan berbagai angle. Mulai dari rencana Presiden Joko Widodo menjajal sirkuit dengan “moge”-nya Jumat (12/11/2021) besok, hingga kasus unboxing illegal oleh panitia lokal terhadap kargo motor Ducati.
Di antara ingar-bingar Superbike Mandalika itulah, “Mobil Masker” BNPB hadir mencuri pandang dunia. “Gerakan Mobil Masker ini merupakan upaya pemerintah melalui BNPB mengedukasi dan mensosialisasikan pentingnya penggunaan masker kepada masyarakat,” ujar Kepala BNPB, Letjen TNI Ganip Warsito saat meluncurkan ‘Gerakan Mobil Masker Untuk Masyarakat’ di depan kantor Gubernur NTB, Kamis (11/11/2021).
Event balap motor ini merupakan kegiatan pariwisata internasional pertama yang akan di gelar Indonesia pada masa pandemi COVID-19. Karena itulah, tak kurang dari Menteri Pariwisata Sandiaga Uno hingga Presiden Joko Widodo menaruh perhatian serius. “BNPB hadir menyukseskan event itu melalui ‘mobil masker’,” tambah Ganip.
Dalam penyelenggaraannya, Gerakan Mobil Masker Untuk Masyarakat tersebut melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, unsur TNI/Polri, Forkopimda bersama 95 relawan Satgas Penanganan COVID-19 Daerah.
Berdasar data Satgas Covid-19, sejauh ini penanganan wabah corona di “Pulau Seribu Masjid” dinilai sangat baik. Faktor itu pula yang membuat Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM) sebagai pemegan regulasi World Superbike memberi lampu hijau untuk menggelar balapan di Mandalika, NTB, Indonesia.
Kepala BNPB, Letjen TNI Ganip Warsito (kanan), bersama Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc (kiri) melepas Gerakan Mobil Masker untuk masyarakat di halaman Gedung Gubernur NTB, Kamis (11/11). (foto: BNPB)
Sedikit informasi, bahwa sepeda motor yang dipakai pada kejuaraan ini merupakan sepeda motor pabrikan yang dimodifikasi. Berbeda dengan MotoGP, yang menggunakan sepeda motor yang dibuat khusus (prototype) untuk para pembalap.
Pada event yang akan berlangsung tiga hari itu, penyelenggara menjual tiket bervariasi mulai dari kisaran Rp 150 ribu sampai Rp 1,5 juta. Untuk dan atas nama protokol kesehatan, tiket yang dijual hanya berjumlah 50.000 lembar per hari.
“Mobil masker akan mem-back-up BPBD dan Satgas Covid-19 NTB daerah dalam memastikan ditegakkannya aturan protokol kesehatan selama World Superbike berlangsung,” tegas Ganip.
Masker menurut para ahli, adalah alat paling efektif mencegah terjadinya penularan virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 hingga 97 persen. Menurut Ganip, masker memiliki fungsi yang sama dengan payung ketika terjadi hujan.
“Payung tidak bisa menghentikan hujan, tapi payung dapat melindungi kita dari keterpaparan air hujan. Begitu pula masker dan vaksinasi. Tidak menghentikan menghilangkan COVID-19. Tetapi masker bisa mencegah kita dari terpapar COVID. Vaksin bisa melindungi kita dari keterpaparan COVID-19,” jelas Ganip.
Melalui ‘Gerakan Mobil Masker Untuk Masyarakat’, Ganip sangat optimis bahwa program tersebut menjadi salah satu strategi yang tepat untuk mengendalikan COVID-19 di tengah masyarakat. Termasuk di tengah ingar-bingar perhelatan World Superbike di Mandalika.
Peluncuran ‘Gerakan Mobil Masker Untuk Masyarakat’ dilakukan secara simbolis dengan pengangkatan bendera oleh Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito bersama Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, didampingi Danrem 162 Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, Kapolda NTB Irjen Pol. Moh. Iqbal, Deputi Bidang Rehabililtasi dan Rekonstruksi BNPB Jarwansah, serta tamu undangan lain di depan gedung kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat. (*/rr)
Kepala BNPB, Letjen TNI Ganip Warsito memberikan sambutan sekaligus arahan pada kegiatan Gerakan Mobil Masker untuk Masyarakat se Nusa Tenggara Barat di halaman Gedung Gubernur NTB (11/11). (foto: BNPB)
JAYAKARTA NEWS— Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Ganip Warsito meminta dilakukan percepatan vaksinasi Covid-19 di Papua yang sebentar lagi akan menggelar Pekan Olah Raga Nasional ke-20. Ganip juga meminta penguatan penerapan protokol kesehatan demi kelancaran dan keamanan pelaksanaan acara ini.
Hal tersebut disampaikan Ganip dalam rapat yang bertajuk Perkembangan Pelaksanaan Vaksin di Daerah Venue PON XX bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, beserta unsur Forkopimda Provinsi Papua di Ballroom Swissbel Hotel, Kota Jayapura, Rabu (29/9).
Berdasarkan data yang telah dihimpun Kementerian Kesehatan, Selasa (28/9), ada empat kabupaten tempat beberapa venue telah mencapai vaksinasi Covid dosis pertama di atas 50% . Adapun rincian cakupan vaksinasinya yakni Kabupaten Jayapura dosis pertama 58 % dosis kedua 36 %, Kota Jayapura dosis pertama 65 % dosis kedua 39 %, Kabupaten Mimika dosis pertama 61 % dosis kedua 42 %, dan Kabupaten Marauke dosis pertama 70 % dosis kedua 44 %.
Lebih lanjut, Ganip juga menyampaikan pemerintah melalui Satgas Penanganan Covid-19 memastikan penyelenggaraan PON XX agar terhindar dari penularan Covid-19. Oleh karena itu, diimbau melalui jajaran unsur Forkopimda yang hadir, untuk selalu mengajak seluruh masyarakat menerapkan disiplin protokol kesehatan.
Adapun Provinsi Papua sendiri sudah memenuhi syarat Inmendagri No.44/2021 mengenai syarat dalam penyelenggaraan kegiatan besar. Di antaranya sudah mencapai angka vaksinasi minimal 50% di empat Kabupaten/Kota dimana tempat venue perlombaan berlangsung. ***ebn
JAYAKARTA NEWS— Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP) menggelontor 1,5 juta masker untuk membantu pemerintah daerah dan masyarakat Aceh dalam pengendalian Covid-19.
Sebanyak 1 juta masker pendistribusiannya dikelola Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten dan kota di Aceh. Sebagian lainnya akan didistribusikan oleh Kodam Iskandar Muda.
Di samping bantuan masker kain dan masker medis tersebut, BNPB membantu 2 unit mesin PCR, dengan rincian 1 unit untuk Kabupaten Aceh Besar dan satu lainnya untuk Kodam Iskandar Muda.
“Pada ratas beberapa waktu lalu, kami mendapatkan arahan dari Bapak Presiden untuk memberikan atensi, perhatian kepada Pemerintah Aceh dalam pengendalian Covid-19,” ujar Letjen TNI Ganip Warsito di hadapan Forkopimda Aceh saat melepas Gerakan Mobil Masker di Kantor Gubernur, Banda Aceh, pada Sabtu (28/8).
Ganip berharap gerakan mobil masker ini dapat terus menyemangati masyarakat Aceh untuk disiplin dan patuh prokes, khususnya pemakaian masker di tengah pandemi yang masih berlangsung.
Gerakan mobil masker ini bertujuan sebagai bagian dari strategi edukasi, sosialisasi dan mitigasi dalam penegakan disiplin prokes di masyarakat. BNPB dan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 di seluruh Tanah Air menggaungkan pentingnya memakai masker sebagai bagian dari 3M dengan jargon #PakaiMaskerHargaMati. Masker merupakan ‘senjata’ yang ampuh dalam menangkal serangan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.
BNPB telah mendistribusikan masker sejak PPKM diberlakukan pada 3 Juli 2021 silam hingga 24 Agustus 2021 dengan total 8.845.932 buah. Bantuan masker ini terdistribusi ke seluruh wilayah Indonesia.
Satu-satunya Provinsi yang Alami Kenaikan Kasus Covid
Sebagaimana diketahui, Provinsi Aceh merupakan satu-satunya provinsi yang mengalami kenaikan kasus Covid mingguan di saat provinsi lainnya mengalami penurunan. Jumlah kesembuhan juga menurun, sementara kematian meningkat. Bed Occupansi Rate (BOR) meningkat 59% dibanding minggu sebelumnya yang 56%.
Data-data tersebut dibeberkan Prof Wiku Adisasmito pada jumpa pers perkembangan Covid di Indonesia, beberapa hari lalu. “Kasus aktif di Aceh juga mengalami kenaikan 1.067 kasus,” tambah Prof Wiku
“Saya ingatkan penting setiap pimpinan daerah untuk membaca data tidak hanya perkembangan secara umum. Namun juga kondisi detail seperti positifity rate, selisih kasus mingguan, serta jumah kasus aktifnya,” paparnya.
Kepada pemerintah daerah yang masih mencatat positivity rate tinggi serta masih naik kasus, terutama Aceh agar memastikan koordinasi dengan pemerintah pusat, terutama Kemenkes terkait singkronisasi data. Pastikan data yang terlaporkan sesuai dengan pencatatan di daerah.
Juga, meningkatkan jumlah testing di daerahnya. “Positivity rate yang tinggi dapat terjadi karena jumlah testing yang rendah. Upayakan agar dapat mencapai standar WHO yaitu 1 banding 1000 populasi per minggu.,” kata Prof Wiku yang juga Ketua Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19.
Selain itu, Wiku meminta agar jumlah kasus positif ditekan dengan meningkatkan pengawasan prokes serta pengaturan kegiatan sosial ekonomi masyarakat.
“Posko yang telah terbentuk di Aceh sudah mencapai 68,5% dari total desa atau kelurahan di daerahnya dengan 66,03% posko sudah melaporkan kinerjanya,” ujarnya.
Namun kinerja posko yang paling tinggi adalah edukasi, sosialisasi 3 M. Sedangkan kinerja penting lainnya seperti menegur, membubarkan kerumunan masih terbilang rendah.
Dengan masih kenaikan kasus positif dan kematian serta penurunan kesembuhan, paparnya, maka kinerja posko perlu dievaluasi dan terus diperbaiki agar fungsi yg dijalankan berdampak signifikan terhadap perkembangan kasus di Aceh.
Kesembuhan yang masih turun perlu ditingkatkan dengan memastikan fasilitas pelayanan kesehatan tersedia dengan baik dan mudah diakses. BOR yang masih tinggi juga dapat menyebabkan pasien terlambat ditangani dan meningkatkan kematian.
Untuk itu BOR yang tinggi perlu segera ditekan dengan mengkonversi tempat tidur di RS rujukan dan memaksimalkan pemanfaatkan tempat isoter (isolasi terpusat).
“Sebisa mungkin pasien positif tidak melakukan isolasi mandiri di rumah. Apabila terdapat kendala dalam peningkatan jumlah testing, konversi BOR dan pemanfaatan isoter, maupun pembentukan posko, dapat dikordinasikan dengan pemerintah pusat agar dapat ditangani segera mungkin,” tandasnya.***ebn
PEKANBARU, JAYAKARTA NEWS— Program vaksinasi terus digencarkan di Provinsi Riau untuk melawan Covid-19. Salah satunya melalui Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Riau yang membantu pemerintah daerah dalam menghadapi pandemi yang masih berlangsung hingga kini. Bertempat di SMA Negeri 8 Pekanbaru, penyelenggara menargetkan 1.000 dosis vaksin.
Saat kegiatan vaksinasi berlangsung, Kepala BNPB Letjen TNI Danip Warsito, S.E., M.M. yang didampingi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Riau meninjau dan menyapa para pelajar yang siap divaksin.
“Mengapa mau divaksin, apa terpaksa divaksin?” tanya Ganip dengan canda kepada seorang siswa SMA Negeri 8, Pekanbaru, Minggu (8/8). Siswa itu pun menjawab,” supaya tidak terkena Covid-19.”
Sebanyak 1.000 vaksin ditargetkan untuk pelajar SMAN 8, guru dan anggota keluarga guru, anak-anak disabilitas serta tenaga kesehatan. Penyediaan vaksin dan penyelenggaraan vaksinasi ini merupakan hasil kerja sama IDI provinsi dan kabupaten/kota di Riau bersama Dinas Kesehatan Provinsi Riau.
Ganip menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi upaya IDI dalam membantu mengakhiri pandemi Covid-19 di wilayah Riau. Hal tersebut disampaikannya saat menyapa perwakilan IDI kabupaten dan kota di wilayah Provinsi Riau melalui daring atau dalam jaringan.
“Saya ucapkan terima kasih, apresiasi dan rasa bangga saya kepada IDI wilayah Riau dan cabang se-Provinsi Riau dengan program ini,” ujar Ganip.
Hal senada juga disampaikan oleh Gubernur Riau, Drs. Syamsuar, M.Si. yang mendampingi Kepala BNPB siang tadi.
Sementara itu, terkait dengan pasokan vaksin untuk wilayah Riau, Ganip memastikan ketersediaannya. Menurutnya pada Agustus ini sudah ada ketersediaan vaksin untuk wilayah Provinsi Riau.***/ebn
JAYAKARTA NEWS— Pemerintah Pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus menggenjot persiapan Rumah Susun (Rusun) Pasar Rumput, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, sebagai tempat isolasi mandiri pasien Covid-19.
Dalam hal ini, Letkol TNI Drg. M Arifin selaku Komandan Lapangan RS Wisma Atlet mengatakan bahwa pihaknya menargetkan agar persiapan Rusun Pasar Rumput dapat diselesaikan dalam waktu satu minggu.
Hal itu mengingat bahwa penambahan kasus aktif COVID-19 di wilayah DKI Jakarta mengalami peningkatan yang signifikan. “Paling lama satu minggu harus sudah beroperasi. Karena urgent,” jelas Letkol TNI Drg. M Arifin, Sabtu (3/7).
Persiapan Rusun Pasar Rumput sebagai tempat isolasi pasien COVID-19 di Setiabudi, Jakarta Selatan, Sabtu (3/7). FOTO: Kedeputian Logistik dan Peralatan BNPB
Sementara itu, menurut data yang dihimpun hingga Sabtu (3/7), Kedeputian Logistik dan Peralatan BNPB telah mengirimkan sejumlah peralatan meliputi 375 unit ranjang, 2 ribu bantal, 786 kasur, 130 sprei, 130 sarung bantal dan 150 kasur dari dunia usaha.
Beberapa peralatan lainnya akan dikirimkan secara bertahap sebagaimana arahan Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito, guna memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana Rusun Pasar Rumput sesuai standar yang telah ditetapkan untuk isolasi mandiri terpusat.
“Gantungan baju, handuk, gayung, ember, lemari pakaian harus disiapkan juga,” jelas Ganip yang juga selaku Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19.
Dalam hal ini, kapasitas yang disediakan untuk tempat isolasi di Rusun Pasar Rumput sementara ada sebanyak 698 hunian yang masing-masing akan diisi tiga tempat tidur.
Adapun persiapan tersebut melibatkan beberapa unsur mulai dari BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta, Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta, Pasar Jaya DKI Jakarta dan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan. (ctr)
JAYAKARTA NEWS— Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Ganip Warsito bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau pelaksanaan program vaksinasi di Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Cakung, Jakarta Utara, Kamis (1/7).
Pada peninjauan tersebut, Panglima TNI memastikan bahwa pelaksanaan vaksinasi yang menjadi program pemerintah dalam rangka mengendalikan dan menanggulangi penyakit Covid-19 dapat dilaksanakan dengan baik sesuai target dan tepat sasaran.
“Sudah bagus, ya. Semua berjalan dengan tertib dan lancar,” ujar Panglima TNI Hadi Tjahjanto.
Adapun dalam hal ini, peserta vaksinasi adalah mereka yang bekerja sebagai karyawan KBN beserta keluarga dan warga sekitar yang masuk dalam wilayah KBN Cakung.
Program vaksinasi tersebut ditargetkan menyasar hingga 3.500 peserta.
Tetap Patuhi Prokes
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNPB yang juga selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Letjen TNI Ganip Warsito mengapresiasi para warga dan karyawan yang telah mengikuti program vaksinasi.
Petugas tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin kepada penerima dalam pelaksanaan program vaksinasi di Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Cakung, Jakarta Utara, Kamis (1/7). Pelaksanaan vaksinasi tersebut menyasar target sebanyak 3.500 peserta dari karyawan KBN dan warga sekitar–foto BNPB
Ganip berpesan kepada seluruh peserta yang telah divaksin agar dapat tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat. Sebab vaksinasi tersebut bukan berarti membuat seseorang terbebas dari infeksi virus SARS-CoV-2, melainkan akan memiliki imunitas yang lebih kuat dan minim gejala apabila terinfeksi virus.
“Sehat terus ya. Meski sudah divaksin, prokesnya tolong tetap dijaga,” kata Ganip kepada peserta vaksinasi.
Usai meninjau pelaksanaan vaksinasi di KBN Cakung, rombongan Ketua Satgas bersama Panglima TNI dan Menkes melanjutkan kegiatan lainnya yakni peninjauan vaksinasi di Rumah Sakit Lapangan Artha Graha dan PIK Jakarta Utara. (ont)
JAYAKARTA NEWS—Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Letjen TNI Ganip Warsito meninjau rusun Nagrak, Cilincing, Jakarta Utara, pada Minggu (13/6). Rusun ini merupakan salah satu fasilitas isolasi pasien Covid-19.
Dalam kunjungan tersebut, Ganip memastikan kesiapan fasilitas yang ada di rumah susun (rusun) Nagrak mengingat lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia setelah libur hari panjang.
“Kami terus memeriksa dan memantau kesiapan setiap tempat isolasi para pasien Covid-19 guna mengantisipasi lonjakan kasus, khususnya jumlah pasien terkonfirmasi positif, pada kelompok orang tanpa gejala atau OTG yang semakin meningkat,” ungkap Ganip.
Ganip turut memberikan bantuan logistik berupa 500 unit velbed yang diberikan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Sabdo Kurnianto. Velbed atau alas tidur portabel ini bermanfaat sebagai fasilitas penunjang di Rusun Nagrak.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Unit Pengelola Rumah Susun Sederhana Sewa (UPRS III) Vita Nurvianti mengapresiasi kunjungan serta bantuan dalam mendukung kebutuhan rusun Nagrak untuk menjalankan operasional rusun sebagai tempat isolasi pasien Covid-19.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan bantuan velbed yang diberikan oleh Ketua Satgas dalam menunjang fasilitas tempat isolasi para pasien Covid-19,” tutur Vita.
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Letjen TNI Ganip Warsito (dua dari kiri) saat melakukan kunjungan tempat isolasi pasien Covid-19 didampingi Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Sabdo Kurnianto (paling kanan) dan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti (dua dari kanan) di Rusun Nagrak, Cilincing, Jakarta Utara, Minggu (13/6)—foto BNPB
Di samping kebutuhan logistik, Vita turut mengungkapkan kebutuhan lain, yakni sumber daya manusia dalam pengelolaan serta penanganan para pasien Covid-19.
“Seperti halnya di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran Jakarta, Rusun Nagrak juga membutuhkan dukungan tambahan sumber daya manusia dalam konteks pelayanan kepada para pasien Covid-19, mengingat sumber daya kami cukup terbatas yang hanya meliputi petugas kebersihan dan teknisi gedung,” ungkap Vita.
Selanjutnya, Vita mengatakan, namun untuk tetap memperkuat jalannya operasional pelayanan kepada para pasien, pihaknya didukung sarana dan prasarana dalam unit hunian serta daerah sekitar oleh BPBD DKI Jakarta bersama perangkat wilayah dan Satuan Kerja Perangkat Daerah terkait.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti juga menjelaskan tentang pengoperasian setiap tower yang ada di rusun Nagrak.
“Rusun Nagrak memiliki 14 tower, untuk Tower 1 sampai 5 akan difokuskan untuk lokasi isolasi pasien Covid-19 terkendali, Tower 6 sampai 10 masih dalam proses penghunian, sedangkan Tower 11 – 14 sudah terhuni,” jelas Widyastuti.
Widyastuti turut menyampaikan bahwa Dinas Kesehatan DKI Jakarta akan melakukan pelatihan untuk sumber daya manusia yang ada pada masing-masing tower terkait prosedur standar operasi (SOP) penanganan pasien Covid-19.
“Terdapat 58 tenaga petugas Penyedia Jasa Lainnya Perorangan atau PJLP dari masing-masing tower yang akan dilatih oleh Dinas Kesehatan terkait SOP penanganan pasien Covid-19. Pelatihan akan dilaksanakan mulai hari Selasa (15/6) mendatang di Tower 3,” terangnya.
Widyastuti juga menambahkan bahwa Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga membantu alur penerimaan atau evakuasi pasien Covid-19 dengan sistem zonasi guna mencegah kontak penularan antar pasien Covid-19.
“Kami juga mengkoordinir dan membantu pengaturan alur evakuasi penerimaan pasien Covid-19 dengan sistem zonasi sehingga mengurangi potensi kontak pasien satu sama lain,” imbuhnya.
Sebagai informasi, Rusun Nagrak merupakan salah satu tempat isolasi pasien Covid-19 yang resmi ditunjuk oleh Pemerintah Kota Jakarta Utara. Rusun Nagrak memiliki 14 tower yang terbagi dalam tiga klaster yang setiap klasternya cukup berjarak.
Masing-masing tower memiliki 16 lantai dengan 225 unit, dimana setiap unitnya terdiri dari dua kamar yang mampu menampung hingga 2.550 orang.
Dalam menjalankan kegiatan operasional pelayanan para pasien Covid-19, rusun Nagrak didukung oleh BPBD dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta dalam mempersiapkan sumber daya manusia dan fasilitas pendukung lain serta Dinas Sosial DKI Jakarta dalam pemenuhan gizi para pasien.***ont
JAYAKARTA NEWS— Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Letjen TNI Ganip Warsito S.E., M.M., melakukan peninjauan Rumah Sakit (RS) Lapangan Ijen Boulevard di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (11/6).
Dalam kunjungan tersebut, Ketua Satgas memastikan bahwa segala aspek yang dibutuhkan baik dari Sumber Daya Manusia (SDM), sarana dan prasarana untuk penanganan Covid-19 di wilayah Kota Malang dan daerah penyangganya dalam kondisi siap.
“Semua yang ada di sini saya cek dan pastikan, baik itu menyangkut masalah nakesnya, dokter, perawat dan relawan juga fasilitas dan obat-obatan semua dalam keadaan siap,” tegas Ganip.
Adapun berdasarkan data yang dirangkum per Jumat, 11 Juni 2021 pukul 12.23 WIB, keterisian tempat tidur RS Lapangan Boulevard tergolong rendah, yakni 67 dari total kapasitas 307 tempat tidur.
Dari data tersebut, Ganip optimis bahwa RS Lapangan Ijen Boulevard dapat lebih siap mengantisipasi apabila terjadi lonjakan kasus. Tentunya hal hal yang berkaitan dengan lonjakan kasus itu tidak diharapkan dan Covid-19 dapat dikendalikan.
“Keterisian tempat tidur tergolong sedikit. Sehingga kita bisa mengantisipasi manakala terjadi ledakan kasus, tapi tidak berharap itu karena kita telah melakukan berbagai upaya pengendalian,” jelas Ganip.
Dalam kesempatan tersebut, Ganip Warsito yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan bahwa pemerintah pusat melalui Satgas Penanganan Covid-19 dan BNPB telah melakukan berbagai upaya dalam rangka menekan dan mengendalikan angka kasus Covid-19.
Adapun yang pertama menurut Ganip, pemerintah pusat telah dan terus melakukan langkah pendampingan kepada seluruh komponen di daerah dalam rangka peningkatan dan penyempurnaan manajemen yang ada di lapangan.
Dalam hal ini, Ganip mengakui memang masih ada beberapa daerah yang masih kurang dan memiliki keterbatasan dalam kaitan manajemen penanganan Covid-19.
“Untuk memperbaiki manajemen lapangan dalam rangka penanganan Covid-19 yang terjadi di wilayah kita,” kata Ganip.
Selain pendampingan, Satgas Penanganan Covid-19 juga melakukan upaya penguatan dari berbagai aspek, baik dalam konteks pencegahan berbasis sosialisasi dan edukasi, penanganan hingga rehabilitasi.
“Penguatan baik dari aspek tenaga medis, obat-obatan maupun lapangan dengan pengetatan program atau pelaksanaan PPKM Mikro dalam rangka untuk penegakan protokol kesehatan,” jelas Ganip.
Dalam hal ini, Ganip juga secara khusus mengimbau kepada masyarakat agar terus menerapkan protokol kesehatan 3M. Menurutnya, melalui 3M maka masyarakat dapat saling melindungi satu sama lain dan mencegah terjadinya penularan Covid-19.
“Saya mengimbau kepada masyarakat untuk berdisiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan,” terang Ganip.
“Ini yang terpenting. Kalau diri kita terjaga maka orang lain juga terjaga, akhirnya semua aman,” imbuhnya.
Berikutnya, Ganip juga mengatakan bahwa langkah penanganan lain yang dilakukan adalah dengan mengoptimalkan kerja sama berbagai pihak atau multipihak dalam konteks pentaheliks.
Dalam konteks tersebut, Ganip lebih menekankan pentingnya peran tokoh masyarakat, adat, agama dan pemuda khususnya untuk edukasi dan sosialisasi penerapan protokol kesehatan.
“Saya mengajak para tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama tokoh pemuda untuk bersama-sama dengan satgas melakukan sosialisai eduksi atas pentingnya protokol kesehatan,” jelas Ganip.
Selanjutnya, dia juga mendorong dan mengajak masyarakat agar mendukung pelaksanaan program vaksinasi guna meningkatkan kekebalan tubuh dan membentuk imunitas sebagai pertahanan dari infeksi virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.
“Kalau ada program vaksinasi jangan ragu-ragu untuk melaksanakan vaksinasi karena bisa membentuk dan memperkuat imunitas,” tandasnya. (ont)
SEBELUM naik ke podium memberi sambutan Letjen TNI Ganip Warsito memanggil dan menggandeng tangan istrinya, Ati Supriati. Setiba di podium, ia meranggeh mic dan merendahkannya.
“Setiap sambutan sehabis pak Doni, saya harus merendahkan mic, karena saya lebih pendek…,” ujar Ganip, memecah suasana sekaligus membuat bibir hadirin merekah karena senyuman.
Ya, pria kelahiran Magelang 23 November 1963, Letjen TNI Ganip Warsito adalah Kepala BNPB/Ketua Satgas Covid-19 yang baru. Ia dilantik 25 Mei 2021 pagi, dan melaksanakan sertijab sore harinya di lantai 15, Graha BNPB.
Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito (tengah memakai rompi) saat meninjau kesiapan fasilitas yang dimiliki Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet pada Rabu (25/5) sore.
Tak pelak, 25 Mei 2021 menjadi hari bersejarah baginya. Pasalnya, inilah untuk pertama kali dalam 35 tahun kariernya sebagai prajurit, ia menanggalkan baju doreng.
“Ya, saya sudah perintahkan istri saya untuk melipat seluruh baju doreng dan baju dinas militer, karena mulai hari ini saya akan memakai rompi BNPB,” ujar Ganip, disambut tepuk tangan hadirin.
Benar. Sepanjang karier, sejak perwira pertama (pama), perwira menengah (pamen), hingga perwira tinggi (pati) Ganip selalu mendapat penugasan di lingkungan TNI. Mulai dari Komandan Peleton, Panglima Kogabwilhan III, hingga bertengger di jabatan Kasum Mabes TNI. “Alhamdulillah, saya sudah tiga kali menjadi penerus Bang Doni.”
Estafet pertama yang diterima Ganip dari Doni adalah Pokdo Tenor salah satu elemen penting dalam Drumb Band Canka Lokananta Akmil, Magelang.
“Beliau mentor tenor waktu kami di drum band Akmil,” ujar mantan Pangdam XIII/Merdeka itu seraya menambahkan, “Saat di drum band akmil, beliau berdiri di penjuru paling kanan sebagai pengatur langkah.”
Estafet kedua adalah tongkat komando Danyonif 741/Satya Bhakti Wirottama di Singaraja, Bali tahun 2001 saat masih berpangkat mayor infanteri. Dua puluh tahun kemudian, peristiwa berulang, Ganip menggantikan Doni sebagai Kepala BNPB.
“Itulah mengapa saya mengatakan, menggantikan bang Doni itu berat. Makanya saya mohon bantuan dan kerjasama semua pejabat dan staf di BNPB, agar apa yang selama ini ditunjukkan pak Doni bisa ditularkan pula kepada saya,” ujar Ganip.
Dulu Ransel, Kini Koper
Ada hal menarik lain yang disampaikan Ganip. Ia telah mengobservasi ruangan di lantai 10, tempatnya berkantor di Graha BNPB. Juga sudah menengok sejumlah ruang lain di gedung yang terletak di Jl Pramuka, Jakarta Timur.
Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito (rompi cokelat) mendapatkan penjelasan terkait kondisi ketersediaan alat pelindung diri di gudang persediaan Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Rabu (26/5).
“Satu yang menarik perhatian saya, di ruang-ruang itu saya melihat ada koper. Saya jadi ingat, waktu prajurit yang namanya ransel sudah harus siap. Begitu bel berbunyi, lari berbaris dan seketika siap ditugaskan ke mana saja. Rupanya, di BNPB pun sama. Bedanya, di militer ransel, di BNPB koper,” kata Ganip sambil bercanda, “apa perlu koper-koper itu kita ganti lagi dengan ransel ya?”
Intinya adalah, sebagai aparat kebencanaan, harus selalu siap bergerak. Siap terjun ke medan bencana di mana pun di wilayah Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.
“Jadi kalau sebelumnya saya keliling Indonesia karena penugasan sebagai prajurit, sekarang bakal keliling Indonesia lagi untuk misi kebencanaan. Saya siap, sebab dari pama sampai bintang tiga, saya selalu di lapangan,” ujar Ganip, mantap.
Adapun bekal Ganip memikul tanggung jawab sebagai Kepala BNPB adalah arahan Presiden Joko Widodo. Ditemani Doni Monardo keduanya menghadap presiden pagi hari sebelum acara pelantikan.
Pesan presiden sangat jelas, “gunakan dan lanjutkan jurus-jurus yang dipakai pak Doni. Itulah kalimat Bapak Presiden yang akan saya ingat terus. Mohon bang Doni, jangan dianggap sebagai gangguan kalau saya selalu minta arahan dan bimbingan abang,” ujar Ganip ditujukan kepada Doni yang duduk di hadapannya.
Pesan Presiden yang kedua adalah, segera transfer permasalahan yang harus ditangani.
Ketiga, dalam kondisi Covid-19 ada trend merangkak naik pasca libur Lebaran, kunci utamanya adalah PPKM Mikro yang diperketat, pelaksanaan 3M dan 3T secara konsisten dan penuh disiplin.
“Insya Allah saya akan lanjutkan apa-apa yang sudah abangda lakukan dengan sangat baik. Semoga saya bisa, paling tidak memelihara apa yang sudah abang lakukan. Ini janji saya,” tambah Ganip, sambil memandang ke arah Doni.
Pacar Lima Langkah
Pacarku memang dekat/Lima langkah dari rumah/Tak perlu kirim surat/SMS juga nggak usah//Kalau rindu bertemu/Tinggal nongol depan pintu/Tangan tinggal melambai/Sambil bilang: “Hello, Sayang”
Untuk diketahui, larik narasi puitis di atas adalah lirik lagu dangdut berjudul “Pacar Lima Langkah”, lagu besutan Iceu Wong tahun 2008. Lirik itulah yang digunakan Ganip ketika memperkenalkan istri tercinta, Ati Supriati.
“Saya naksir dia waktu kelas satu SMA, dan dia masih kelas tiga SMP. Jadi, bisa dibilang dia itu cinta saya, mulai cinta monyet sampai sekarang cinta king kong,” kelakar Ganip.
Dari Ati, ia dikaruniai dua putra dan satu putri. Dua putra-putrinya sudah menikah. Dari putri sulung ia beroleh tiga orang cucu. Dari putra kedua, bakal memberinya cucu keempat. “Menantu saya mendapat tugas sebagai Atase Pertahanan di Serbia,” ujar Ganip.
Jabatan Kepala BNPB, tidaklah ringan. Presiden memberi perintah kepada Ganip. “Supaya jurus jurus yang dipakai pak Doni, diserahterimakan, dan itu dilanjutkan. Itu bahasa pak presiden. Saya yakin jurus jurus itu terdokumentasikan dengan baik, Insya Allah saya akan menyesuaikan,” kata Ganip bersemangat.
BNPB Ibarat Kopassus
Sebelumnya, Doni Monardo juga menyampaikan semacam sambutan perpisahan. Ia berpidato didampingi istri tercinta, Santi Monardo.
Doni berterima kasih kepada seluruh pejabat dan staf BNPB yang telah bekerja keras membantunya selama 2 tahun 4 bulan bertugas. Baginya, BNPB ibarat kesatuan lamanya, Kopassus. Dalam kondisi negara yang rawan bencana, aparat BNPB nyaris tidak pernah beristirahat.
Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito melakukan wawancara singkat dengan media saat melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma pada Rabu (26/5) untuk memastikan kesiapan RSDC menghadapi kemungkinan lonjakan kasus COVID-19 pasca libur lebaran.
“Jadi, pak Ganip nanti akan didukung aparat sipil tapi berjiwa militan. Sulit menemukan ASN yang punya dedikasi luar biasa seperti ASN di BNPB,” kata Doni, bangga.
Tak lupa, Doni menyampaikan terima kasih karena telah diberi kesempatan oleh Presiden Joko Widodo memimpin BNPB dan Satgas Covid-19. Sebuah kehormatan yang luar biasa dari aspek kemanusiaan.
“Semua terkendali dengan baik, berkat kolaborasi para ASN di BNPB yang sangat luar biasa. Sekali lagi, saya berterima kasih,” ujar Doni.
Di mata Doni, Ganip Warsito bukan orang asing di dunia kebencanaan. Sejak menjabat Asops TNI, lalu Pangkogabwilhan III, sudah bersinggungan dengan bencana alam dan Covid-19. Bahkan tidak sedikit kontribusi Ganip dalam membantu pelaksanaan tugas BNPB dan Satgas Covid-19.
“Salah satunya, ketika transportasi langka akibat PSBB di awal awal pandemi, sementara relawan dokter harus dikirim ke berbagai daerah, maka beliaulah yang memerintahkan TNI-AU mengerahkan pesawat mengangkut relawan ke berbagai daerah,” singkap Doni.
Menutup sambutannya, Doni menegaskan kembali permintaan Bapak Presiden agar semua unsur di BNPB dan Satgas memberi dukungan total kepada pak Ganip dalam mengemban tugasnya ke depan.
Selamat bekerja Jenderal. Tetap bahagia, gembira dan tentunya sehat selalu. *
JAYAKARTA NEWS— Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Ganip Warsito yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid 19 meninjau Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran Jakarta pada Rabu sore, (26/5), untuk memastikan kesiapan RSDC Wisma Atlet menghadapi kemungkinan melonjaknya pasien Covid-19 setelah melalui libur lebaran.
“Pengalaman yang lalu sehabis libur panjang lonjakan kasus akan meningkat, oleh karena itu kehadiran saya ingin memastikan kesiapan baik dari aspek personil maupun sarana dan prasarana pendukung lainnya,” ujar Ganip saat tiba di RSDC Wisma Atlet.
Dalam kunjungan tersebut, Letjen TNI Ganip Warsito yang juga Ketua Satgas Covid-19 memimpin rapat koordinasi penanganan Covid-19 dan meninjau ketersediaan obat, alat pelindung diri, dan personil yang bertugas bersama Pangdam Jayakarta Mayjen TNI Dudung Abdurachman dan Mayjen TNI Tugas Ratmono selaku Koordinator RSDC Wisma Atlet.
Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito (tengah memakai rompi) saat meninjau kesiapan fasilitas yang dimiliki Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet pada Rabu (25/5) sore.
Kepala BNPB yang baru dilantik pada Selasa (25/5) lalu juga berkeliling di sekitar Tower 1 RSDC untuk melihat sarana dan prasarana yang dimiliki oleh Rumah Sakit Darurat tersebut.
Ganip menegaskan RSDC Wisma Atlet sudah siap menghadapi jika terjadi potensi kenaikan kasus.
“Kesiapan personil tidak ada masalah, daya tampung bisa diantisipasi, sarana dan obat-obatan siap hingga dua bulan ke depan dan terus menerus akan ditambah mengikuti kondisi nantinya,” tegas Ganip.
Kemudian ia menjelaskan, sejak libur idul fitri hingga saat ini terjadi lonjakan pasien di RSDC Wisma Atlet rata-rata 100 orang per hari dan akan terus dilakukan pemantauan secara ketat hingga beberapa minggu ke depan.
Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito melakukan wawancara singkat dengan media saat melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma pada Rabu (26/5) untuk memastikan kesiapan RSDC menghadapi kemungkinan lonjakan kasus COVID-19 pasca libur lebaran.
“Sejak 18 Mei hingga hari ini (26/5) terjadi peningkatan pasien dengan kenaikan perhari sekitar 100 orang, hari ini 175 orang sedangkan kemarin 175 orang. Kami berharap tidak akan semakin meningkat, hingga dua minggu ke depan akan terus dipantau perkembangan di sini,” ucapnya.
Tidak lupa ia mengimbau untuk tetap menjalankan prokotol Kesehatan dan melakukan tes Covid-19 (Testing), penelusuran kontak erat (Tracing), dan tindak lanjut berupa perawatan pada pasien Covid-19 (Treatment) adalah salah satu upaya utama penanganan Covid-19 guna mengurangi penyebaran Covid-19
“3T dan protokol kesehatan harus menjadi upaya yang terus dilakukan demi mencegah rantai Covid-19, disamping itu melakukan vaksinasi juga menjadi pencegahan Covid-19, namun vaksin bukan menjadikan kita kebal virus sehingga kita tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan sangat dianjurkan,” tutup Ganip.***ebn