Relawan Emosi, Tiba-tiba APS Bacaleg PDIP Ganip Warsito Hilang Diganti Caleg Lain

JAYAKARTA NEWS— Relawan ‘Sedulure Jenderal Ganip’ bereaksi atas hilangnya alat peraga Sosialisasi Letnan Jenderal (Purn) Ganip Warsito, berupa banner di wilayah Kecamatan Sukun, Kota Malang. Korcam ‘Sedulure Jenderal Ganip’ wilayah Sukun melaporkan langsung kepada Ganip Warsito.

Informasi awal, sejumlah banner Ganip Warsito yang dipasang di pinggir jalan Kecamatan Sukun mendadak hilang, Senin (25/9/2023) malam, dan digantikan oleh banner salah seorang calon anggota legislatif (Caleg) lain.

Beberapa relawan militan Ganip, yakni masyarakat setempat emosi mengetahui kejadian itu, dan ingin merubuhkan banner yang menggantikan banner milik Ganip.

Menghindari konflik dilapangan, Ganip menenangkan para relawannya. Walaupun Ganip merasakan apa yang dirasakan oleh para relawannya, tapi sebagi mantan pebajat negara dan jenderal bintang 3, Ganip ingin mengajarkan kepada relawannya dan semua pihak, agar bisa berkompetisi dengan sportif dan ksatria.

Ganip menekankan, jika sebuah proses di awali dengan berbuat tidak baik, maka hasilnya nanti juga tidak akan baik, dan yang akan menjadi korban adalah masyarakat.

“Kita harus memberikan contoh yang baik kepada masyarakat cara berdemokrasi yang baik,” kata Ganip.

Lebih lanjut, Ganip meminta relawannya untuk tetap semangat, dan turun ke bawah untuk mendengarkan denyut nadi rakyat.

“Sampai hari ini saya sudah melakukan pertemuan, ratusan kali lebih, dan saya merasakan betul keluhan rakyat. Saya berjanji kepada mereka akan mengawal semua aspirasi mereka dengan cara yang baik,” tegas Ganip.***/din

Relawan Ganip Warsito Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Sumberpucung Malang

MALANG, JAYAKARTA NEWS – Kepedulian terhadap sesama bisa dilakukan dengan cara apa saja. Salah satunya kegiatan sosial seperti yang dilakukan dokter Dian Agung Anggraeni, yang akrab dengan sebutan dokter sayur, dan Tim Perjuangan Jenderal Purnawirawan Ganip Warsito serta Yayasan Yatim Mandiri.

Mereka menggelar pemeriksaan kesehatan gratis untuk warga dan santri pondok pesantren (ponpes) rakyat di daerah Sumberpucung, Kabupaten Malang pada hari Minggu (21/5/2023).

Para Kyai selaku pimpinan pondok pesantren rakyat yang akrab dengan panggilan Kyai Beling sangat bahagia dan berterima kasih dengan adanya kegiatan ini.

“Ini adalah momen halal bihalal dan pemeriksaan gratis ini memang sengaja kami masukkan dalam rangkaian acara,” tuturnya.

“Harapannya, semoga kepedulian kesehatan terhadap santri untuk ke depannya agar lebih diperhatikan,” imbuhnya.

Di sisi lain, Jenderal Purnawirawan Ganip Warsito juga mengungkapkan bahwa akan support kegiatan positif yang berkaitan dengan kemaslahatan umat dalam program sosial.

“Dokter Dian dan saya satu hati dan sefrekuensi (dalam hal kegiatan sosial)”, ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, dokter Dian juga memberikan sedikit kata namun penuh makna, “Saya sangat bahagia melihat orang lain bahagia,” ucapnya. (Nova)

Kepala BNPB: Daya Dukung Lingkungan di Sekitar DAS Sangat Terkait Kebijakan dan Budaya Masyarakat

JAYAKARTA NEWS— Kepala Badan Nasional Penanggulngan Bencana (BNPB) Pusat, Letjen TNI Ganip Warsito menegaskan pentingnya aktivitas pengelolaan dan pelestarian Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk menghindari ancaman bencana alam yang dapat dicegah.

Untuk itu, Kepala BNPB menekankan pentingnya daya dukung lingkungan melalui kebijakan pembangunan yang pro lingkungan, juga kebiasaan dan budaya masyarakat setempat.

Penegasan disampaikan Ganip Warsito dalam arahannya saat pada Temu Komunitas Peduli Sungai di Kampus IAIN, Kota Ambon, Provinsi Maluku, Selasa (19/10/2021).

Hadir dalam acara tersebut Gubernur Maluku, Irjen Pol (Purn) Murad Ismail, Ketua DPRD Provinsi Maluku, Lucky Wattimury, Rektor IAIN Ambon Dr. Zainal Abidin Rahawarin, dan Jajaran BNPP/SAR Maluku, Kepala Bakamla, Walikota Ambon serta Komunitas Peduli Sungai Maluku.

Kepala Badan Nasional Penanggulngan Bencana (BNPB) Pusat, Letjen TNI Ganip Warsito saat memberikan arahan pada Temu Komunitas Peduli Sungai di Kampus IAIN Ambon, Selasa (19/10/2021). (Foto: BNPB)

“Berbicara tentang daya dukung lingkungan, maka sangat terkait dengan kebijakan pembangunan dan implementasinya, terkait juga dengan kebiasaan dan budaya masyarakat, serta kerentanan bencana lainnya,” ucap Ganip Warsito.

Menurut mantan Kasum TNI ini, selain ancaman bencana yang tidak dapat dicegah, seperti Ancaman Geologi berupa Gempabumi, Tsunami, Erupsi Gunungapi, Putting Beliung yang terjadi secara tiba-tiba, ada juga ancaman bencana yang dapat dicegah.

Ancaman bencana yang dapat dicegah itu terkait dengan daya dukung lingkungan, seperti: Banjir, Banjir Bandang, Tanah Longsor, Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan.

Dalam catatannya, Ganip mengatakan setiap tahun lahan kritis di Indonesia, terus mengalami peningkatan. Hal ini menyebabkan perubahan drastis pada Daerah Aliran Sungai (DAS), sebagai penjaga siklus hidrologis.

“Pada Tahun 1984, terdapat 22 DAS kritis, Tahun 1994 terdapat 39 DAS kritis, Tahun 1998 terdapat 62 DAS kritis; dan pada Tahun 2016 terdapat 108 DAS kritis,” ujarnya.

Oleh karena itu, Ganip menegaskan beberapa hal penting yang harus dilakukan dalam rangka meningkatkan daya dukung lingkungan pada DAS. “Hal penting yang perlu dikembangkan dalam kegiatan ini adalah terwujudnya koordinasi,” ucap Ganip.

Kedua, hal penting yang juga harus dilakukan secara terus menerus adalah kampanye pelestarian lingkungan hidup. Ketiga, perlunya dilaksanakannya Identifikasi dan Analisa Daerah Aliran Sungai (DAS) yang membutuhkan perhatian lebih dan menjadi prioritas penanganan.

“Keempat terwujudnya pemberdayaan dan partisipasi masyarakat, serta kelima pemilihan tanaman ekologis dan bernilai ekonomis,” sebut Ganip.

Kelima hal itu, ia tegaskan sebagai upaya mitigasi vegetasi di sekitar wilayah aliran sungai. Sehingga, output yang diharapkan dapat meningkatnya produktivitas lahan dan pemanfaatan sungai sebagaimana fungsi alaminya.

“Dan yang paling penting adalah outcome dari upaya tersebut yaitu menurunnya Indeks Risiko Bencana,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Kepala BNPB sekaligus memberikan penghargaan kepada 44 relawan Komunitas Peduli Sungai (KPS), menyaksikan Simulasi Kebencanaan Berbasis Masyarakat serta meninjau Pameran Kebencanaan & Lingkungan Hidup. (ctr)

Target Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bogor 100 Ribu per-Hari

JAYAKARTA NEWS— Menko Marvest Luhut Binsar Pandjaitan berharap kepada seluruh jajaran pemerintah Kabupaten Bogor terus mendorong pelaksanaan vaksinasi dengan jumlah target hingga mencapai 100 ribu per hari. Pemkab juga diminta berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan terkait suplai vaksin, tambahan tenaga vaksinator dan keperluan lain yang dianggap perlu.

Hal tersebut disampaikan Luhut saat meninjau pelaksanaan percepatan vaksinasi di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (14/8). Hadir dalam kesempatan itu, Ketua Satgas Penanganan Covid 19 Ganip Warsito, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Bupati Kabupaten Bogor Ade Yasin.

“Setelah minggu depan kita harus bisa mendekati 100 ribu per hari. Vaksin dari Pak Menteri Kesehatan tidak ada masalah,” kata Luhut.

Berdasarkan data pemerintah Kabupaten Bogor per Sabtu (14/8), pelaksanaan vaksinasi dosis pertama telah mencapai 626.016 atau sebanyak 14,81 persen. Vaksin dosis kedua sudah diberikan kepada sebanyak 304.382 atau telah mencapai 7,20 persen. Kemudian vaksin dosis ketiga diberikan kepada 365 orang atau 2,78 persen.

Peserta vaksinasi Covid 19 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (14/8)—foto BNPB

Di sisi lain, Luhut juga meminta kepada pemerintah Kabupaten Bogor agar mendorong masyarakat yang terpapar Covid-19 untuk menjalani isolasi mandiri di tempat isolasi terpusat (isoter).

Berdasarkan data yang dimiliki Luhut, pasien Covid-19 yang dirawat di tempat isoter memiliki prosentase kesembuhan hingga 99 persen. Oleh sebab itu, Luhut kemudian mendorong agar seluruh komponen di bawah komando pemerintah Kabupaten Bogor termasuk TNI dan Polri agar menambah dan mempersiapkan segala kebutuhan penanganan pasien Covid-19 khususnya tempat isoter.

Pemerintah Kabupaten Bogor telah menyediakan dua tempat isoter yang berada di Kemang dan Cibogo. Dari total 40 kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Bogor terdapat 29 rumah sakit rujukan. Adapun Bed Occupancy Rate (BOR) tempat isoter telah mencapai 39,08 persen dan BOR ICU sebanyak 72,08 persen.

“Nambah lagi isoter. Isoter ini sangat baik. Pengalaman kita di isoter itu pada umumnya 99 persen sembuh. Dan rata-rata kesembuhannya itu kami lihat antara 8 sampai 13 hari,” kata Luhut.

“Kita minta supaya didorong lagi. Nanti bekerja sama dengan TNI. Saya sudah minta Danrem sama Kapolres untuk bahu membahu. Termasuk di tempat lain. Kalau semua ini dilakukan inshaAlloh akan bagus,” ucapnya.

Sementara Ketua Satgas Covid Ganip Warsito mengingatkan kepada seluruh masyarakat yang telah mendapatkan vaksin agar tetap konsisten menerapkan protokol kesehatan (prokes) seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun. Sebab, selain vaksinasi, penerapan prokes juga menjadi komponen utama dalam rangka memutus penularan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid.

Ia juga mengingatkan kepada seluruh unsur penyelenggara mulai dari Dandim, Kapolres dan Bupati beserta jajaran agar tetap mengatur jaga jarak peserta untuk menghindari terjadinya kerumunan. “Saya mengingatkan untuk penyelenggara, Dandim, Kapolres dan Bupati agar tetap memperhatikan protokol kesehatan menjaga jarak kemudian mengatur supaya tidak terjadi kerumunan,” kata Ganip. (ont)

Ketua Satgas Memuji Pelaksanaan Posko PPKM Mikro Desa Negara Ratu

LAMPUNG, JAYAKARTA NEWS— Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Ganip Warsito mengapresiasi Desa Negara Ratu, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, sebagai salah satu desa percontohan penerapan protokol kesehatan yang memiliki posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro dan beroperasi secara optimal memberikan pelayanan masyarakat dalam penanganan Covid-19.

Hal itu disampaikan Ganip Warsito saat meninjau pelaksanaan PPKM Mikro di Desa Negara Ratu bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga menjabat Ketua Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi (KPC PEN) pada Jumat (13/8).

“Ini bagus ya. Tidak ada masalah,” kata Ganip kepada petugas dan tim relawan Posko PPKM Mikro Desa Negara Ratu.

Dalam peninjauan tersebut, Ketua Satgas bersama Ketua KPC PEN juga berdialog menanyakan perihal pelaksanaan optimalisasi posko PPKM kepada petugas. Melalui dialog tersebut, Ganip ingin memastikan bahwa penanganan Covid-19 bagi masyarakat Desa Negara Ratu dan kebutuhan serta sarana prasarana telah sesuai dengan ketentuan dari Kementerian Kesehatan.

Obat-obatan bagaimana?” tanya Ganip.

“Obat-obatan disuplai dari Puskesmas, Pak,” jawab tenaga kesehatan yang bertugas.

Aman ya. Tidak ada kendala, ya?” ujar Ganip kembali memastikan.

Pada kesempatan itu, Ganip juga tak lupa mengingatkan kepada para warga dan segenap unsur pemangku kebijakan yang ada di Desa Nagara Raja agar tetap menegakkan protokol kesehatan, melaksanakan 3T dan turut menyukseskan program vaksinasi. Sebab, tiga hal tersebut menjadi komponen utama dalam mengendalikan Covid-19 sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo.

“Prokes tetap dijaga ya. Kuncinya itu,” tegas Ganip.

Usai berdialog dengan para petugas, Ganip Warsito dan Airlangga Hartarto juga menyempatkan diri bertatap muka dengan sejumlah warga kelompok rentan yang masuk dalam daftar pantauan petugas relawan posko PPKM Mikro Desa Nagara Ratu.

Pada kesempatan tersebut, Airlangga juga menyerahkan bantuan berupa sembako kepada sejumlah warga yang ditemui langsung di kediamannya. Dia juga berpesan agar protokol kesehatan selalu dilaksanakan dengan disiplin dan konsisten agar penyebaran virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 dapat dikendalilan dan pemulihan ekonomi segera bisa dilakukan.

Protokol kesehatan dilaksanakan terus, ya bu,” kata Airlangga kepada warga.

Desa Negara Ratu saat ini memiliki satu warga yang menjalani isolasi mandiri dan satu warga yang tengah dirawat di Puskesmas akibat Covid-19.

Pemerintah desa dibantu Babinsa dan Bhabinkamtibmas serta petugas dari Puskesmas telah melaksanakan segala aturan yang diterbitkan oleh pemerintah pusat dan perintah provinsi dalam menangani Covid-19.

Posko PPKM Mikro sendiri telah tersedia ruang isolasi mandiri berikut dengan petugas tracing, mobil ambulance desa, bantuan sembako dan vitamin bagi pasien isolasi.

Berdasarkan data per Jumat (13/8), sebanyak 572 warga Desa Negara Ratu telah divaksin. Angka tersebut sama dengan 4,4 persen dari keseluruhan warganya.

Sebelum meninggalkan Desa Negara Ratu, Ketua Satgas dan Ketua KPC PEN menyerahkan bantuan berupa masker 3.000 lembar, kantong jenazah 100 buah, hand sanitizer 15 jerigen dan cairan disinfektan 15 jerigen kepada Kepala Desa Negara Ratu, Herry Putra untuk kemudian diserahkan kepada Posko PPKM Mikro Desa Negara Ratu.***ebn

Anak-anak Antusias Vaksinasi Covid, Ketua Satgas Ganip: Kalian Hebat!

JAYAKARTA NEWS— Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Ganip Warsito melakukan peninjauan vaksin di SDN Duri Pulo 03, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (22/7). Peserta yang andil dalam kegiatan vaksinasi ini tidak hanya dari orang dewasa, namun juga dari kalangan anak-anak.

Ganip juga mengapresiasi atas partisipasi dan keberanian anak-anak dalam kegiatan vaksinasi ini.

“Terima kasih ya anak-anak, kalian hebat” kata Ganip disela kunjungannya.

Kegiatan yang sudah dilaksanakan sejak Jumat (16/7) minggu lalu ini, mampu menghabiskan 400 dosis vaksin per hari. Sebelum melakukan vaksinasi, terlebih dahulu para peserta dilakukan beberapa screening guna mengecek kesiapan. Bagi para anak-anak, dapat didampingi oleh orang tuanya apabila diperlukan.

Tentu kegiatan ini disambut baik masyarakat sekitar, kegiatan vaksinasi yang dekat dengan lokasi tinggal para warga, memudahkan mereka untuk mendatangi lokasi. Hal senada juga diungkapkan Camat Gambir Fauzi, saat ikut mendampingi para rombongan.

“Memudahkan mereka (warga) untuk datang kesini, tinggal jalan kaki saja cukup,” kata fauzi.

“Diharapkan dengan kegiatan ini, dapat menekan angka penularan Covid-19.” Tutup Fauzi.

Giat vaksin ini, merupakan bentuk nyata dalam memerangi pandemi Covid-19. Turut hadir bersama, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (ont)

Ketua Satgas Bersama Panglima TNI dan Menkes Tinjau Serbuan Vaksin Serentak di GBK

JAYAKARTA NEWS— Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Letjen TNI Ganip Warsito bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin meninjau pelaksanaan program Serbuan Vaksin yang diinisiasi oleh Markas Besar (Mabes) TNI Cilangkap di halaman Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Minggu (11/7) sore.

Dalam peninjauan tersebut, Ketua Satgas mengaku puas dan bangga melihat semangat dan antusias para warga yang hadir untuk mengikuti vaksinasi, sebagai bagian dari percepatan pencapaian kekebalan kelompok di wilayah Indonesia.

“Ini suatu yang membanggakan,” jelas Ganip di sela peninjauan.

Adapun pelaksanaan vaksinasi tersebut juga merupakan bagian dari program Pemerintah Indonesia dalam “Satu Juta Vaksin Per Satu Hari” yang dilaksanakan secara serentak se-Tanah Air.

Dalam pelaksanaannya, Serbuan Vaksinasi GBK tersebut telah mencapai 10 ribu penyuntikan vaksin. Adapun rinciannya, sebanyak 6 ribu dari warga yang mendaftarkan diri melalui aplikasi Jaki dan 4 ribu lainnya adalah mereka yang datang secara langsung ke lokasi vaksinasi.

Menurut Menkes RI Budi Gunadi Sadikin, capaian angka penyuntikan tersebut sudah cukup baik apabila dibandingkan dengan beberapa faskes lainnya.

Hal itu dikatakan Menkes RI melalui Kabid Yankesin Puskes TNI, Kolonel Laut (K) dr. RM. Tjahja Nurrobi selaku Koordinator Serbuan Vaksin GBK.

“Angka 10 ribu itu prestasi. Karena satu minggu belum tentu dapat angka segitu,” ujar Nurrobi menirukan pernyataan Menkes RI.

Sementara itu, Panglima TNI mengapresiasi dan memberi semangat para relawan yang telah mencurahkan waktu dan tenaganya untuk kesehatan serta keselamatan masyarakat.

Menurut Panglima TNI, para relawan sebanyak 561 itu memiliki semangat layaknya anggota TNI.

“Terima kasih, ya. Semangat 55,” ucap Panglima diikuti salam khas Komando TNI 55 oleh para relawan secara serentak.

Sebelum meninggalkan lokasi, Ketua Satgas Penanganan COVID-19, Panglima TNI dan Menkes juga menyempatkan diri meninjau mobil dapur lapangan yang dioperasikan secara khusus untuk menyuplai logistik dan makanan bagi para tenaga relawan dan seluruh anggota yang bertugas.

Sebanyak dua mobil dapur lapangan tersebut telah melayani suplai makanan sejak dimulainya program vaksinasi dari pukul 08.00 sampai 18.00 WIB.***ebn

Sebanyak 20 Provinsi Miliki Tingkat Kepatuhan Prokes di Bawah Standar, Jakarta Salah Satunya

JAYAKARTA NEWS— Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Ganip Warsito mengungkapkan, terdapat 20 provinsi memiliki tingkat kepatuhan protokol kesehatan memakai masker dan menjaga jarak di bawah standar rata-rata kepatuhan yang telah ditetapkan Satgas.

Hal tersebut disampaikannya dalam keterangan pers usai menghadiri Rapat Terbatas mengenai Penanganan Pandemi Covid-19 yang dipimpin oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), secara virtual, Selasa (06/07/2021). Demikian dikutip dari setkab.go.id

“Presiden memerintahkan kepada saya untuk mempublikasi hasil monitoring terhadap kepatuhan memakai masker di daerah dan kepatuhan institusi terhadap pelaksanaan protokol kesehatan. Standar kepatuhannya melalui sistem kita adalah 85 persen, sampai dengan satu minggu terakhir ini masih terdapat 20 provinsi dengan rata-rata kepatuhan di bawah 85 persen,” ujarnya.

Ke-20 provinsi dengan tingkat kepatuhan memakai masker di bawah 85 persen adalah Banten, DKI Jakarta, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Aceh, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Riau, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.

Sedangkan 20 provinsi dengan tingkat kepatuhan menjaga jarak di bawah 85 persen adalah Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Bengkulu, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Riau, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.

Sementara Kalimantan Barat dan Papua Barat tidak ada pelaporan tingkat kepatuhan memakai masker dan menjaga jarak dalam satu minggu terakhir.

Kemudian untuk peta zonasi kepatuhan memakai masker, dari 344 kabupaten/kota terdapat 36 kabupaten/kota (10,47 persen) di zona merah atau tingkat kepatuhan di bawah 60 persen, 45 kabupaten/kota (13,08 persen) di zona oranye atau tingkat kepatuhan 61-75 persen, 92 kabupaten/kota (26,74 persen) di zona kuning atau tingkat kepatuhan 76-90 persen, dan 171 kabupaten/kota (49,71 persen) di zona hijau atau tingkat kepatuhan di atas 90 persen.

Sedangkan untuk peta zonasi kepatuhan menjaga jarak dan menghindari kerumunan, dari 344 kabupaten/kota terdapat 40 kabupaten/kota (11,63 persen) di zona merah atau tingkat kepatuhan di bawah 60 persen, 49 kabupaten/kota (14,24 persen) di zona oranye atau tingkat kepatuhan 61-75 persen, 101 kabupaten/kota (29,36 persen) di zona kuning atau tingkat kepatuhan 76-90 persen, dan 154 kabupaten/kota (44,77 persen) di zona hijau atau tingkat kepatuhan di atas 90 persen.

Lebih lanjut Ketua Satgas memaparkan, untuk peta zonasi kepatuhan institusi dalam menjalankan protokol kesehatan masih terdapat 78 kabupaten/kota atau 31,71 persen dari 246 kabupaten/kota yang dipantau yang berada pada zona merah atau tidak patuh.

“Kepatuhan institusi, ini masih ada 78 kabupaten/kota yang kita monitor dalam seminggu terakhir ini pada persentase yang tidak patuh,” ujarnya.

Selain itu, terdapat 8 kabupaten/kota (3,25 persen) berada di zona oranye atau kurang patuh, 12 kabupaten/kota (4,88 persen) atau patuh, serta 148 kabupaten/kota (60,16 persen) zona hijau atau sangat patuh.

Skrining Berlapis

Pada kesempatan itu, Ganip Warsito juga mengungkapkan bahwa pihaknya terus melakukan upaya pencegahan laju penularan Covid-19 mulai dari tingkat mikro, daerah, hingga antarnegara.

Terkait hal tersebut, Satgas sudah mengeluarkan peraturan untuk melakukan skrining berlapis bagi pelaku perjalanan internasional yang kita lebih perketat untuk membatasi atau mencegah imported case.

“Dengan perubahan yang signifikan adalah kewajiban untuk membawa keterangan ataupun surat telah divaksin dosis lengkap dan juga melakukan karantina selama 8×24 jam. Kemudian pada hari ketujuh dilakukan [tes] PCR kedua, khususnya bagi WNI (Warga Negara Indonesia) atau PMI [pekerja migran Indonesia] yang belum divaksin, setelah (tes) PCR kedua akan dilakukan vaksinasi,” ujar Ganip.

Untuk mencegah penularan antardaerah, tutur Ketua Satgas, juga telah dilakukan pengetatan pembatasan mobilitas perjalanan dalam negeri.

“Kita sudah mengatur untuk perjalanan dalam negeri. Kita akan juga perketat melalui skrining dengan menunjukkan bukti telah divaksin minimal dosis pertama dan hasil negatif tes PCR atau negatif (tes) antigen,” tuturnya.

Di tingkat mikro, upaya pencegahan juga dilakukan melalui implementasi kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro (PPKM Mikro).

“Pada tingkat PPKM Mikro ini kita juga terus mengaktifkan peran personil empat pilar pada Posko PPKM Mikro untuk melakukan pencegahan dan pengendalian di tingkat komunitas. Dia akan melaksanakan fungsi-fungsinya, melaksanakan kegiatan surveilans aktif, isolasi, karantina, penutupan tempat umum/tempat sosial, dan pembatasan kegiatan sosial,” pungkas Ganip. (ont)

Tinjau Vaksinasi Bersama Panglima dan Menkes, Ketua Satgas Apresiasi Keikutsertaan Warga

JAYAKARTA NEWS— Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Ganip Warsito bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau pelaksanaan program vaksinasi di Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Cakung, Jakarta Utara, Kamis (1/7).

Pada peninjauan tersebut, Panglima TNI memastikan bahwa pelaksanaan vaksinasi yang menjadi program pemerintah dalam rangka mengendalikan dan menanggulangi penyakit Covid-19 dapat dilaksanakan dengan baik sesuai target dan tepat sasaran.

“Sudah bagus, ya. Semua berjalan dengan tertib dan lancar,” ujar Panglima TNI Hadi Tjahjanto.

Adapun dalam hal ini, peserta vaksinasi adalah mereka yang bekerja sebagai karyawan KBN beserta keluarga dan warga sekitar yang masuk dalam wilayah KBN Cakung.

Program vaksinasi tersebut ditargetkan menyasar hingga 3.500 peserta.

Tetap Patuhi Prokes

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNPB yang juga selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Letjen TNI Ganip Warsito mengapresiasi para warga dan karyawan yang telah mengikuti program vaksinasi.

Petugas tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin kepada penerima dalam pelaksanaan program vaksinasi di Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Cakung, Jakarta Utara, Kamis (1/7). Pelaksanaan vaksinasi tersebut menyasar target sebanyak 3.500 peserta dari karyawan KBN dan warga sekitar–foto BNPB

Ganip berpesan kepada seluruh peserta yang telah divaksin agar dapat tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat. Sebab vaksinasi tersebut bukan berarti membuat seseorang terbebas dari infeksi virus SARS-CoV-2, melainkan akan memiliki imunitas yang lebih kuat dan minim gejala apabila terinfeksi virus.

“Sehat terus ya. Meski sudah divaksin, prokesnya tolong tetap dijaga,” kata Ganip kepada peserta vaksinasi.

Usai meninjau pelaksanaan vaksinasi di KBN Cakung, rombongan Ketua Satgas bersama Panglima TNI dan Menkes melanjutkan kegiatan lainnya yakni peninjauan vaksinasi di Rumah Sakit Lapangan Artha Graha dan PIK Jakarta Utara. (ont)