Indonesia Berduka Atas Gugurnya Praka Rico Pramudia Prajurit TNI di Lebanon

JAYAKARTA NEWS— Pemerintah Indonesia menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya Praka Rico Pramudia (31), prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian dunia Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL), Jumat (25/4/2026).

Praka Rico  dinyatakan wafat setelah menjalani perawatan intensif selama hampir satu bulan akibat luka berat yang diderita pascaserangan artileri tank Israel di dekat Kota Adchit Al Qusayr pada akhir Maret 2026.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengonfirmasi  Praka Rico mengalami luka serius sejak insiden ledakan proyektil pada Minggu 29 Maret 2026.

Meski telah mendapatkan penanganan medis optimal di sebuah rumah sakit di Beirut melalui koordinasi erat dengan pihak UNIFIL dan pemerintah Lebanon, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

“Berbagai langkah medis terbaik telah ditempuh, tetapi akibat luka berat yang dialami, nyawa almarhum tidak dapat diselamatkan,”  kata Kemlu  melalui keterangan resmi,  Jumat (24/4/2026), dikutip dari InfoPublik.

Menanggapi insiden tragis itu, Pemerintah Indonesia melalui Kemlu kembali melayangkan kecaman keras terhadap tindakan militer Israel.

Kemlu menyatakan, serangan yang menyasar personel pemelihara perdamaian PBB tersebut dinilai sebagai bentuk pelanggaran fatal terhadap norma internasional.

“Serangan terhadap personel pemelihara perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang,” tegas pernyataan Kemlu RI.

Indonesia  mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera melakukan investigasi yang menyeluruh, transparan, dan akuntabel guna memastikan adanya pertanggungjawaban atas insiden tersebut.

Saat ini, pemerintah tengah berupaya mempercepat proses kepulangan jenazah ke tanah air.

Sedangkan,  UNIFIL melalui platform X turut menyatakan keprihatinan mendalam atas wafatnya Praka Rico.

“UNIFIL prihatin atas wafatnya Praka Rico Pramudia, yang terluka parah akibat sebuah ledakan proyektil di markasnya di Adchit Al Qusayr pada 29 Maret malam,” kata UNIFIL dalam pernyataannya di platform X, dipantau di Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Berdasarkan catatan mereka, ledakan proyektil terjadi tepat di markas tempat almarhum bertugas. (*)

Prabowo  Diminta Memilih Menlu yang tak hanya sekadar Jadi Juru Bicara di PBB

JAYAKARTA NEWS— Eskalasi ketegangan di Timur Tengah terus meningkat seiring dengan Israel yang memperluas perang kawasan. Indonesia juga harus merespon hal ini dengan segera menyiapkan skenario terburuk menghadapi situasi geopolitik global yang semakin memanas, apabila Israel terus memperluas zona perang. Ancaman perang dunia (PD) III semakin nyata.

Mantan diplomat senior Ple Priatna meminta agar Prabowo Subianto selaku Presiden terpilih memilih menteri luar negeri yang tepat, tidak hanya sekadar menjadi juru bicara di PBB atau forum-forum internasional, tetapi juga mengambil langkah-langkah visioner kebijakan politik luar negerinya.

“Menteri luar negeri ke depan jangan hanya bisa menyampaikan keprihatinan, atau ikut narasi barat. Jangan menganggap biasa persoalan Palestina, kenapa negara lain seperti bisa membawa Israel ke ICC, sementara Indonesia tidak bisa. Karena kita menganggapnya biasa, dan bisanya hanya menyampaikan keprihatan saja,” kata Diplomat Indonesia 1998-2021 ini, dalam diskusi Gelora Talk, Rabu (2/10/2024).

Ia juga menyoroti sikap Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno dan para delegasi Indonesia yang walkout saat Presiden Israel Benyamin Netanyahu berpidato di Sidang Majelis PBB ke-79 beberapa waktu lalu.

“Ngapain harus walkout, utus saja diplomat paling rendah. Caci maki Neyatanyu di situ, sampaikan semua sikap pemerintah Indonesia, dan jangan pernah berpikir untuk membuka hubungan diplomatik dengan Isarel,” kata Ple Priatna.

Sementara itu, Duta Besar LBBP Republik Indonesia untuk Lebanon Hajriyanto Thohari berharap agar Indonesia berperan agar bisa mencegah terjadinya perang kawasan atau regional.

Sebab, Israel pada prinsipnya tidak akan berhenti menyerang Lebanon sampai Hizbullah bisa dihancurkan, seperti halnya Hamas di Gaza, Palestina.

“Tidak hanya Iran, di Lebanon ada banyak negara yang punya proxy-nya. Di situ ada Amerika, Prancis, Iran, dan Arab. Saya berharap Indonesia membuat seruan agar kekuatan besar bisa mengerem diri supaya tidak terjadi perang regional,” kata Hajriyanto.

Keberadaan pasukan perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) yang didukung 43 negara, termasuk Indonesia sejak 2006 lalu,  yang didukung sekitar 11.500 pasukan perlu diefektifkan untuk mencegah perang regional tersebut.

“Selama ini Hizbullah kalau menyerang Israel hanya sekadar simbolik saja, tapi kalau agresi Israel ke Lebanon seperti ke Gaza, perang besar pasti terjadi. Kehadiran peacekeeping di Lebanon itu dalam rangka memisahkan Hizbullah dan Israel. Peacekeeping harus diefektifkan mencegah perang regional,” ujarnya.

Mantan Wakil Ketua MPR ini menegaskan, Israel tidak takut dengan kekuatan militer negara-negara Arab, bahkan pesawat tempurnya sering berlalu-lalang dan rudalnya berseliweran, dibiarkan saja.

“Negara-negara Arab itu tidak punya sistem pertahanan anti roket, sehingga pesawat Israel bisa terbang rendah berjoget-joget dan menari nari dari Lebanon hingga Damaskus, Suriah. Negara-negara Arab itu, seperti tidak berdaya,” ujarnya.

Cara efektif untuk menekan Israel itu, lanjut Hajriyanto, dengan menggalang solidaritas dan aksi demontrasi di negara-negara barat. Hal ini membuat dukungan barat kepada Israel dan Netanyahu rontok.

“Jadi yang paling ditakut Israel dan Netanyahu itu, demo-demo di negara-negara Eropa dan Amerika. Sehingga dukungan barat dan legitimasi terhadap mereka langsung rontok seperti beberapa waktu lalu. Kalau demo di negara Arab dan Islam tidak berdampak sama sekali,” ujarnya.

Gelora Talk, Rabu (3/10/2024)

Netanyahu Ingin Trump Menang

Sementara Penulis Buku Hamas: Superpower Baru Dunia Islam Pizaro Gozali Idrus mengatakan, Presiden Israel Benyamin Netanyahu sengaja memperluas perang kawasan untuk sekedar ‘buying time’ menunggu kemenangan Donald Trump di Pilpres 2024.

“Netanyahu melakukan buying time, menunggu hasil Pilpres. Netanyahu ingin Donald Trump yang menang. Jika Donald Trump menang dan ekskalasi berlanjut, maka skala perang antara Israel dan Iran akan semakin besar,” kata Pizaro.

“Tapi kalau perang dengan skala nuklir, kita we can see. Tapi kalau perang dengan skala besar, itu terbuka terjadi apalagi kalau Donald Trump terpilih,” imbuhnya.

Peneliti Asia Middle East Center for Research and Dialog ini sependapat, bahwa situasi geopolitik global sekarang memungkinkan terjadinya PD III, meskipun efeknya tidak secara langsung ke Indonesia, tetapi persiapan harus tetap dilakukan.

“Karena itu, Indonesia perlu membuat buku putih pertahanan mengantisipasi hal ini terjadi. Dan Presiden Prabowo nantinya harus nelpon satu-satu menteri luar negeri. Menlu Iran, Lebanon, Amerika dan lain sebagainya,untuk melakukan deeskalasi perang. Semoga kedepan Indonesia lebih banyak berkecimpung di forum-forum internasional,” tegasnya.***din

Entitas Zionis Kepung Total Jalur Gaza

JAYAKARTA NEWS – Entitas Zionis memberlakukan pengepungan total di Jalur Gaza pada hari Senin dan memutus pasokan air, sambil terus melakukan serangan udara terhadap sasaran-sasaran di enklaf Palestina yang padat penduduk. Langkah itu sebagai jawaban terhadap serangan mendadak Hamas yang dianggap serupa dengan serangan 9/11.

Terpukul oleh serangan darat, udara, dan laut yang belum pernah terjadi sebelumnya oleh kelompok Islam, entitas Zionis telah mencatat lebih dari 700 kematian dan melancarkan serangkaian serangan besar-besaran ke Gaza yang telah meningkatkan jumlah korban jiwa menjadi 560 orang.

Kuwait mengungkapkan kekhawatiran atas eskalasi kekerasan di Timur Tengah, dan mendorong komunitas internasional untuk memastikan perlindungan yang memadai bagi warga Palestina di tengah agresi terus-menerus oleh entitas Zionis. Kabinet Kuwait menegaskan solidaritas Kuwait dengan rakyat Palestina dan dukungan teguh negara tersebut terhadap aspirasi mereka untuk mendirikan negara berdasarkan batas tahun 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

Kementerian Awqaf dan Urusan Islam Kuwait memerintahkan imam-imam masjid lokal untuk mendoakan rakyat Palestina selama ibadah harian. “Perkembangan terbaru dan peristiwa saat ini di Gaza dan wilayah yang diduduki memerlukan kita untuk berdoa kepada Allah Yang Maha Kuasa untuk perlindungan rakyat Palestina dan kemenangan mereka melawan pendudukan Zionis dan praktik-praktiknya,” demikian bunyi pernyataan dari kementerian tersebut pada hari Senin.

Masyarakat Bulan Sabit Merah Kuwait (Kuwait Red Crescent Society/KRCS) meluncurkan kampanye donasi “Bantuan Palestina” pada hari Senin yang bertujuan untuk mendukung rakyat Palestina dan menyediakan bantuan dan perbekalan medis yang diperlukan bagi mereka. Ketua KRCS, Dr. Hilal Al-Sayer, mengatakan kampanye ini untuk menyediakan peralatan rumah sakit yang diperlukan untuk merawat yang terluka, didorong oleh rasa kewajiban nasional dan kemanusiaan KRCS terhadap masalah Palestina.

Perdana Menteri Zionis, Benjamin Netanyahu, mengancam bahwa “apa yang akan dialami oleh Hamas akan sulit dan mengerikan… Kami akan mengubah Timur Tengah.” Langit di atas Gaza menjadi gelap oleh awan asap dari ledakan yang menggelegar ketika Hamas terus meluncurkan roket hingga mencapai Tel Aviv dan Yerusalem, di mana sistem pertahanan rudal menembak dan sirene serangan udara berkumandang.

Hamas, yang militannya meluncurkan serangan ke kota-kota Zionis pada hari Sabtu, menewaskan empat tawanan dalam serangan udara Zionis pada hari Senin. Hamas mengancam akan membunuh sandera jika tentara Zionis melakukan serangan udara tanpa peringatan sebelumnya yang menargetkan penduduk Jalur Gaza.

“Setiap penargetan terhadap rakyat kami tanpa peringatan akan dijawab dengan eksekusi salah satu sandera sipil,” demikian pernyataan dari Brigades Ezzedine al-Qassem, sayap bersenjata Hamas.

Entitas Zionis mengatakan telah memanggil 300.000 reservis militer untuk kampanye “Swords of Iron”-nya, dan konvoi truk sedang memindahkan tank ke selatan, di mana pasukannya telah mengusir pejuang Hamas terakhir dari kota-kota yang diperjuangkan. Menteri Pertahanan Yoav Gallant mengatakan entitas Zionis akan memberlakukan “pengepungan total” di enklaf yang lama diblokade dan menekankan apa artinya hal ini bagi 2,3 juta penduduknya: “Tidak ada listrik, tidak ada makanan, tidak ada air, tidak ada gas — semuanya ditutup.”

Masyarakat Palestina di wilayah pesisir yang miskin bersiap untuk apa yang banyak yang khawatir akan menjadi serangan darat Zionis besar-besaran yang bertujuan untuk mengalahkan Hamas dan membebaskan para sandera. Netanyahu telah memperingatkan warga Gaza untuk menjauh dari semua situs Hamas, yang katanya akan diubah menjadi “reruntuhan”.

Ketegangan di Timur Tengah telah meningkat karena musuh utama entitas Zionis, Iran, dan sekutu mereka, Hezbollah dari Lebanon, telah memuji serangan Hamas, meskipun Tehran menolak peran apa pun dalam operasi militer tersebut. Hamas telah memanggil “pejuang perlawanan” di Tepi Barat yang diduduki dan di negara-negara Arab dan Islam untuk bergabung dalam “Operasi Banjir Al-Aqsa”, diluncurkan setengah abad setelah Perang Arab-Zionis tahun 1973.[diolah dari berbagai sumber]

“Operasi militer ini masih berlanjut,” kata Hossam Badran, pejabat Hamas, kepada AFP dari Doha, menambahkan bahwa “saat ini tidak ada peluang untuk negosiasi mengenai tawanan atau hal lainnya.” Amerika Serikat telah berjanji memberikan dukungan kuat bagi entitas Zionis dan mengatakan akan mengirim amunisi dan peralatan militer ke sekutu kuncinya serta mengalihkan kelompok kapal induk ke Laut Tengah timur. Entitas Zionis, yang selama ini bangga dengan keunggulan militer dan intelijensia berbasis teknologi tingginya dalam banyak konfliknya, telah diguncang sampai ke inti oleh serangan Hamas yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Sekarang mereka menghadapi ancaman perang multi-front setelah Hezbollah meluncurkan misil terarah dan peluru artileri dari utara pada hari Minggu “sebagai solidaritas” dengan Hamas, dalam apa yang beberapa pengamat anggap sebagai tembakan peringatan. Pada hari Senin, pasukan Zionis mengatakan telah “membunuh sejumlah tersangka bersenjata” yang telah melintasi perbatasan dari Lebanon dan bahwa helikopter Zionis menyerang sasaran-sasaran di area tersebut. Kelompok militan Palestina Jihad Islam kemudian mengklaim tanggung jawab atas upaya infiltrasi dari Lebanon ke entitas Zionis. [berbagai sumber/sm]

Belajar dari Israel: Bagaimana AI Melihat Jalan Menuju Kediktatoran

JAYAKARTA NEWS— Israel adalah salah satu dari sedikit negara di dunia yang tidak punya konstitusi dan mendasarkan pembuatan undang-undang dan produk hukum lain pada hukum adat (common law) atau kebiasaan. Sekarang ini, PM Benjamin Netanyahu sedang berupaya melakukan perubahan hukum besar-besaran. Yang menurut para pengkritik akan mengarah pada otoritarian atau pemerintahan otoriter dan membunuh demokrasi, yang dinikmati rakyat Israel sejak awal pembentukan negara 1948 lalu.

Lalu kenapa Israel? Alasannya adalah ketika Israel makin jauh dari demokrasi dan pemerintahannya semakin otoriter maka makin jauh juga perdamaian dengan Palestina dan Timur Tengah akan makin dipenuhi kekerasan. Namun bagaima proses sebuah negara demokrasi mulai meninggalkan demokrasi dan menuju jadi negara otoriter juga patut kita lihat polanya dan jadi pembelajaran untuk sidang pembaca.

Saat ini, dan sudah berbulan-bulan, parlemen jalanan berupa demonstrasi menentang “reformasi” yudisial/hukum terus berlangsung. Lalu bagaimana kita menganalisanya. Kita bisa minta bantuan Kecerdasan Buatan atau (AI – Artificial Intelligence). ChatGpt bisa dipakai dengan pertanyaan; Bagaimana orang bisa mengubah demokrasi jadi kediktatoran?

 ChatGpt atau AI ternyata selain “pintar” juga punya etika yang baik. Dia menjawab; ”Sebagai model Bahasa AI, saya harus menegaskan mempromosikan dan mendukung segala bentuk kekerasan, melukai/merusak, atau aktivitas illegal, termasuk mencoba merusak/mengrogoti prinsip-prinsip demokrasi atau membangun kediktatoran, berlawanan dengan panduan etik saya.” Kemudian dijelaskan bahwa “Kediktatoran itu penindasan” dan sangat penting untuk menentangnya.

Kalau kita minta AI meringkasnya,” Mempromosikan aksi-aksi anti-demokrasi berlawanan dengan panduan etika. Lestarikan Demokrasi.”

Jadi ternyata ChataGpt punya ideologi demokrasi dan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, yang menekankan kesetaran bagi semua orang. Singkatnya manusia harus hidup secara bermartabat dan matipun harus dijaga tetap bermartabat, dan negara berkewajiban mewujudkan ini.

Tapi bagaimana jika AI ditanya secara hipotesis bagaimana mengubah sebuah negara demokrasi menjadi negara otoriter dengan pemerintahan kediktatoran. Jawaban ChatGpt, sungguh mengejutkan, memperlihatkan jalan yang ditempuh Netanyahu untuk memperoleh dan mempertahankan kekuasaannya di Israel melalui suara mayoritas di parlemen, dalam hal ini Knesset.

ChatGpt menjawab;

Perlemah Lembaga-lembaga demokrasi. Secara perlahan mengurangi/menurunkan independensi dan efektifitas institusi seperti Lembaga peradilan, media, dan legislative. Langkah ini bisa dicapai melalui intervensi politik, penunjukkan oran-orang yang loyal (dengan anda), atau meloloskan undang-undang yang membatasi fungsi-fungsi mereka.

Lalu bagaimana dengan Netanyahu. Dia dan para menterinya tidak pernah menutupi kehendak mereka. Mereka, awal Agustus ini, mencabut “doktrin kewajaran/masuk akal” yang jadi langkah pertama untuk menguasai peradilan. Mereka juga memperkuat upaya ini dengan cara lain, seperti mengubah keanggotaan komite seleksi yudisial agar lebih banyak memasukkan wakil pemerintahan dan mengurangi keanggotaan hakim professional. Meniadakan pengujian calon menteri oleh Pngadilan Tinggi dan 39 usulan peraturan kepada parlemen  untuk melemahkan peradilan. Pada saat yang sama pemerintahan Netanyahu mencoba melemahkan Asosiasi Pengacara Israel, yang dipimpin oleh penentang reformasi hukumnya. Sistem peradilan hanyalah salah satu dari cara pemerintah menyatukan kekuasaannya. Di Komite Perencanaan Nasional (semacam Bappenas) dan Dewan Pendidikan Tinggi, pemerintah mengkosolidasi kekuasaannya dengan cara meniadakan masukan atau input publik dan mengganti penasehat professional dengan perwakilan dari pemerintah. Jadi pada dasarnya, jabatan diisi oleh orang-orang pemerintah alias loyalis Netanyahu.   

Pelemahan lembaga-lembaga penjaga demokrasi, sistem peradilan, akan membuat penguasa bisa memenjarakan siapa saja, yang menentang atau mengkritik, mereka.

Kuasai media. Kontrol media dengan cara membatasi/mengurangi kebebasan pers, tutup media-media independent, dan kuatkan propaganda untuk membentuk opini public dan tutup mulut suara-suara berbeda/berlawanan.

Netanyahu sudah lama berupaya membentuk media yang lebih bersahabat dengan dirinya dan partainya, biasanya dengan klaim membuka pasar. Penerbitan  koran/tabloid ‘Israel HaYom’ yang dibagikan gratis dan televisi Channel 14 disebutkan sebagai upaya untuk “menyeimbangkan” laporan media. Tapi nyatanya kedua media massa ini hanyalah jadi corong politik Netanyahu. Menteri Komunikasi Shlomo Karhi, yang tidak puas dengan dominasi media sayap kanan, telah mendorong terbentuknya undang-undang yang memungkinkan pejabat pemerintah, yang ditunjuk, memonitor media lebih ketat dan membatasi sumber-sumber pendapatannya. Pada saat yang sama, aturan itu menguntungkan alat propaganda sayap kanan, televisi Channel 14. Pemerintahan Netanyahu melalui ancaman atau cara-cara lain yang bertujuan  membungkam suara oposisi dan saat yang sama memperkuat suaranya sendiri. Tujuan pemerintahan model seperti ini sama di seluruh dunia (seperti Turki atau Hongaria) adalah mengontrol media melalui penguasaan modal sekaligus sumber-sumber pendapatan dan berbagai peraturan hingga media independen menjadi semakin kecil dan mati sendiri. 

Tekan oposisi politik

Massa demo pro-demokrasi di Israel, sekarang sudah memasuki minggu ke 31, belum pernah terjadi sebelumnya dari sisi besarnya dan lamanya. Itamar Ben Gvir, Menteri Keamanan Nasional, berkali-kali dipermalukan oleh kepala polisi yang menolak membubarkan paksa massa demo. Tapi sekarang ini, dengan rotasi kepemimpinan, kepala polisi Kobi Shabtai akan segera mundur dan kandidat penggantinya dikabarkan ingin ‘memuaskan’ keinginan Ben Gvir. Secara bersamaan, undang-undang baru sedang dibahas di parlemen yang akan sangat membatasi hak untuk berdemonstrasi dengan hukuman jauh lebih keras. Misalnya, jika demonstran memblokir jalan akan dihukum penjara 3 tahun, dan seterusnya.

Uniknya, oposisi di Israel sekarang ini lebih banyak bergantung pada massa demonstrasi. Sementara partai-partai politik, yang bisa disebut sayap kiri, sudah lama kehilangan kepercayaan publik sehingga rakyat banyak menggantungkan harapan pada anak-anak muda yang mendirikan parlemen jalanan.

Sementara Netanyahu dan sekutu koalisinya terus-menerus melontarkan pernyataan yang mengolok dan melecehkan orang-orang paling berjasa terhadap Israel. Mereka secara rutin mengecam pilot-pilot Angkatan udara, para perwira intelejen, pengusaha teknologi tinggi, pekerja Kesehatan, dosen-dosen universitas, pahlawan perang, aktivis muda, dan daftar terus bertambah. Pada pokoknya, semua orang, yang memutuskan, langkah-langkah pemerintah telah melewasi batas masyarakat demokratik.

Kuasai militer dan aparat keamanan

Sejauh ini harus diakui militer dan aparat keamanan masih menjadi ganjalan besar bagi Netanyahu untuk menjadi dictator. Sudah ribuan tentara cadangan Israel menyatakan tidak akan bertugas jika pemerintahan berubah jadi kediktatoran. Sementara ribuan tentara cadangan lain bergabung dengan gerakan pro-demokrasi dibawah organisasi “Saudara dalam Perjuangan” (Brothers and Sisters in Arms). Selama ini, polisi berusaha keras dengan mengijinkan pemblokiran jalan dan menghindarkan kekerasan dengan segala cara. Hasilnya, sampai sekarang tidak ada pendemo yang terluka dan juga tidak ada property yang rusak. Namun, perwira polisi pendukung Ben Gvir akan segera naik jabatan jadi kepala polisi dan polisi mungkin akan mulai menggunakan taktik kekerasan untuk mengintimidasi massa pendemo, yang sudah mulai terlihat dalam demo terakhir di Tel Aviv. Ben Gvir melangkah lebih lanjut dengan upaya pembentukan milisi “Penjaga Nasional” yang berada dibawah komandonya.

Jadi jalurnya adalah kuasai kepala-kepala keamanan dengan cara menempatkan para loyalis dan kuasai jalanan serta bersihkan dari para penentang atau oposisi. Caranya, dengan memperkenalkan peraturan baru, yang lebih keras dan ketat, dan langsung menerapkannya. Kalau perlu, bentuk milisi (seperti era Presiden Soeharto dengan Pam Swakarsa-nya ketika berusaha mempertahankan kekuasannya). Tapi membersihkan jalanan dari demo pro-demokrasi barulah langkah pertama selanjutnya bagaimana membentuk opini bahwa dia (sang diktator) adalah pilihan terbaik bangsa untuk saat ini demi negara dan bangsa.

Pupuk ketidak-puasan publik dan manfaatkan situasi kedaruratan

Kondisi deteren keamanan dan kesiapan militer Israel, sekarang ini, mengalami kemunduran serius akibat demo berbulan-bulan. Ditambah dengan kemerosotan ekonomi dan makin rendahnya kepercayaan pebisnis untuk berinvestasi. Apalagi cukup banyak para professional Israel dan anak-anak muda dengan giat mencari kesempatan kerja di luar negeri. Nah sekarang, para pendukung Netanyahu memanfaatkan situasi ini dengan menyalahkan para pendemo atas semua situasi keamanan dan ekonomi yang memburuk. Mereka sama sekali tidak peduli atau berupaya mendengar tuntutan pendemo agar menghentikan langkah mengubah tata hukum, yang mengarah pada negara otoriter dan kediktatoran. Netanyahu sendiri, yang ahli dalam mengadu domba, terus berusaha terlihat tetap bekerja seperti biasa dan terus menyemai saling curiga, ketidak-percayaan, dan kebencian.

Mengkapitalisasi dan menyebarkan ketakutan di masyarakat diharapkan akan membuat rakyat bersatu dan ada dibelakang pemimpinnya, kendati dia seorang diktator. Cara yang sama dilakukan disepanjang sejarah manusia oleh semua diktator di dunia, dari Hitler, para dictator di Amerika Selatan, bahkan oleh Ferdinan Marcos dan juga Soeharto dan dicoba juga oleh Donald Trump. Menebar ketakutan dengan menciptakan ‘hantu’ yang dikatakan akan membuat rakyat sengsara jika tidak mendukungnya. Ini resep paling ampuh pada diktator dan masih terus digunakan.

Inilah menurut AI atau ChatGpt Israel akan jatuh ke dalam kekelaman kediktatoran. Lalu apa kata para cendikiawan, Prof. Erica Frants dari Universitas Michigan, dikutip dari harian Haaretz, mengatakan pendekatan pelan-pelan, dimana pemerintah, yang dipilih secara demokratis, secara sistimatis terus mempreteli demokrasi dengan argumentasi pembenaran bahwa yang mereka lakukan sebenarnya memperkuat demokrasi. Seperti yang persis dilakukan oleh pemerintahan Netanyahu sekarang ini.

Prof.Franz menambahkan jika sudah rusak maka demokrasi itu sangat sukar diperbaiki atau dipulihkan kembali. Sementara ChatGpt memberikan rekomendasi,”Demokrasi membutuhkan keterlibatan aktif warganegara untuk menjaga Lembaga-lembaga dan prinsip demokrasi dari berbagai ancaman. Dengan cara, tetap terus terinformasi dan berpartisipasi dalam kehidupan sipil, masyarakat bisa membantu untuk mempertahankan dan memperkuat sistem demokrasi.”

Memang semua diatas mengenai Israel, yang sedang meluncur perlahan dan pasti kearah otoriter dan kediktatoran. Namun kita semua bisa belajar bahwa demokrasi dan kehidupan dalam prinsip-prinsip demokrasi, yang kalau diperas menjadi  budaya ‘Gotong-Royong’ menurut Soekarno. Dimana semua rakyat, tanpa memandang suku, agama, dan ras, bahu-membahu melindungi dan memperkuat demokrasi dengan tujuan kesejahteraan bagi semua warganegara Indonesia. Kita diminta tetap aktif dimanapun Tuhan menempatkan kita, untuk Indonesia. (Leo)

Tahun Lalu Delegasi Israel Hadiri Acara IPU di Bali, DPR: Bukan Indonesia yang Mengundang

JAYAKARTA NEWS— Menyusul penolakan Gubernur Bali  I Wayan Koster atas kedatangan satu peserta sepak bola Piala Dunia U-20 Timnas Israel, memunculkan kembali kabar lama yakni kehadiran Delegasi Israel mengikuti acara Inter–Parliamentary Union (IPU) di Bali pada 2022 lalu.

DPR RI membantah kehadiran delegasi Knesset di Bali tahun 2022 lalu merupakan undangan resmi dari Indonesia. Perwakilan Parlemen Israel itu datang sebagai delegasi Inter–Parliamentary Union (IPU) yang mengadakan acara.

“Meeting IPU ke-144 adalah meeting reguler IPU, yang pada tahun 2022 diadakan di Bali. Saat itu DPR RI sebagai tuan rumah hanya bertindak sebagai Majelis Umum,” kata Sekjen DPR Indra Iskandar, Senin (27/3/2023), sebagaimana dikutip dari rilis yang diterima redaksi.

IPU General Assembly ke-144 digelar di Nusa Dua, Bali, dari tanggal 20 sampai 24 Maret 2022 dengan tema ‘Getting to Zero: Mobilizing Parliament to Act on Climate Change’. Lebih dari 110 perwakilan negara hadir dalam sidang IPU ke-144, termasuk delegasi dari Israel.

Oleh karenanya, Indra membantah pemberitaan yang menyebut Israel mengadakan kunjungan resmi ke Indonesia. Sebab perwakilan Israel hadir sebagai undangan dari IPU yang merupakan forum internasional yang membidangi negosiasi politik antarnegara.

Sebagai Ketua Majelis Umum, Ketua DPR RI Puan Maharani pun hanya menjalankan tugas untuk memimpin jalannya Sidang Umum IPU ke-144. Indra menjelaskan, undangan peserta yang hadir di Sidang Umum dikeluarkan oleh Presiden IPU dan Sekjen IPU.

“Agenda juga IPU yang tentukan, dengan masukan dari negara host. Sebelum menjadi host, kita meneken MoU Host Country Agreement yang isinya antara lain akan menerima kehadiran seluruh anggota IPU,” jelas Indra.

“Selama penyelenggaraan IPU ke-144 di Bali, Ibu Puan tidak ada kontak fisik dengan delegasi Parlemen Israel, apalagi menyambut hangat,” imbuhnya.

Saat IPU ke-144 di Bali berlangsung, registrasi peserta diurus oleh sekretariat IPU.

“Jadi mereka yang screening setelah itu daftar peserta diberikan ke Indonesia,” terang Indra.

Bahkan menurutnya, peserta Parlemen Israel sebelum mengikuti Sidang Umum IPU harus terlebih dahulu dikirim ke clearing house sebagai Tim Interkem yang bertugas memberikan visa untuk beberapa negara sensitif. Indra mengatakan, clearing house terdiri dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenhumham), Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Polri, BIN, dan lembaga lainnya yang terkait.

“Setelah dapat acc dari clearing house, mereka baru bisa masuk ke Indonesia,” sebutnya.

Indra memastikan, partisipasi dengan prosedur seperti itu juga terjadi pada meeting-meeting PBB yang diadakan di Indonesia selama ini.

“Sehingga tidak benar DPR RI menerima kunjungan kenegaraan dari Knesset atau Parlemen Israel karena Indonesia tidak mempunyai hubungan diplomasi dengan Israel,” ujar Indra.

Seperti diketahui, DPR RI mendapat banyak pujian atas penyelenggaraan IPU ke-144 di Bali. Salah satu produk Sidang Umum IPU itu adalah lahirnya ‘Deklarasi Nusa Dua Bali’, yang ditetapkan menjadi produk utama hasil sidang.

IPU ke-144 juga turut membahas isu-isu yang tengah menjadi tantangan dunia, termasuk tentang konflik Rusia dengan Ukraina. Ketua DPR RI Puan Maharani sendiri juga terus menekankan isu perdamaian dunia selama penyelenggaraan Sidang Umum IPU ke-144.

Dalam sidang IPU tersebut, Puan mengatakan promosi perdamaian dan keamanan penting untuk menjadi perhatian bersama.

“Dan bagaimana Parlemen berkontribusi dalam membangun kepercayaan di antara pihak-pihak yang berkonflik,” ucap Puan dalam di Sidang Umum IPU ke-144, tahun lalu.

Selain itu, isu penting lain yang dibahas adalah mengenai percepatan mengakhiri pandemi Covid-19 lewat kesetaraan vaksin di seluruh negara. Ia juga menekankan pentingnya penguatan demokrasi dan penghormatan terhadap hak asasi manusia yang dihadapkan pada berbagai tantangan selama pandemi Covid-19.

Puan mengatakan, Majelis IPU ke-144 dapat menjadi momentum bagi Parlemen untuk menyebarkan ‘budaya damai’ (culture of peace) yang selalu mempromosikan toleransi, dan dialog, serta menolak kekerasan. Ia menyinggung krisis kemanusiaan akibat konflik Rusia dan Ukraina. “Melalui upaya damai, pertemuan Majelis IPU ini mendorong diakhirinya perang di Ukraina. Tentunya kita mengharapkan perang segera berakhir, dan dilakukan gencatan senjata,” ungkap cucu Bung Karno itu.

Puan pun menekankan pentingnya penghormatan kepada hukum internasional, piagam PBB, dan perlunya peneguhan terhadap integritas teritori untuk mencapai resolusi konflik Rusia dan Ukraina. Ia juga menyinggung soal kemerdekaan Palestina.“Namun, kita jangan melupakan untuk menyelesaikan konflik di berbagai belahan bumi lainnya. Pertemuan ini juga dapat mendesak tercapainya kemerdekaan penuh Palestina,” tegas Puan.***/din

Mufti Besar Yerusalem Ingatkan Serbuan Warga Yahudi akan Picu Perang Agama

 

MUFTI Agung Yerusalem memperingatkan bahwa  pelanggaran yang terus berulang oleh para pemukim Yahudi  akan mengarah pada perang agama di wilayah tersebut.

Peringatan tengang kemungkinan “perang agama” itu disampaikan Mufti Agung Yerusalem pada hari Minggu,  menyusul ratusan pemukim Yahudi menyerbu Yerusalem Al-Aqsha.

Menurut kantor berita resmi Wafa, Sheikh Mohamed Hussein mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa penyerbuan oleh para pemukim Israel tidak akan mengubah pola Arab-Islam Yerusalem.

“Tapi ketekunan upaya (untuk menguasai daerah oleh warga Yahudi) tersebut akan menyeret daerah itu ke dalam perang agama,” katanya.

Sebelumnya, lebih dari 1.000 pemukim Yahudi telah memaksa masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsa di bawah perlindungan ketat oleh  polisi Israel.

Hussein mengatakan warga Palestina harus berhati-hati dalam menghadapi upaya semacam itu yang berniat memicu insiden baru. “Tapi orang-orang kami membela Al-Aqsa dan akan terus mempertahankan [itu].”

Firas al-Dibis, seorang pejabat di  Otoritas Wakaf Keagamaan yang dikelola oleh Jordan, mengatakan polisi Israel menyerbu kompleks itu sebelum para pemukim dan melakukan pembersihan dan pencarian.

Langkah itu dilakukan beberapa hari setelah Knesset (parlemen Israel) mengeluarkan undang-undang kontroversial yang mengakui Israel sebagai “negara-bangsa dari orang-orang Yahudi”.

Bagi Muslim, Al-Aqsa mewakili situs ketiga paling suci di dunia, setelah Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.  Orang-orang Yahudi, merujuk Yerusalem  sebagai “Temple Mount“, mengklaim itu adalah situs dari dua kuil Yahudi di zaman kuno.

Israel menduduki Yerusalem Timur selama Perang Arab-Israel 1967. Yahudi mencaplok seluruh kota itu pada tahun 1980, dan mengklaim sebagai ibukota negara Yahudi, sebuah langkah yang sebenarnya tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional, kecuali Amerika Serikat. ***

Saat pelukis dari dunia hening melawan polisi dunia

Young man holding large painted canvas gives the victory hand gesture as he stands in a room surrounded by his paintings

 

BAGAIMANA  seorang seniman dapat menangkap kemarahan orang, ketika politisi paling berkuasa di dunia mencoba untuk mencapakkan  hak-hak mereka?

Mahmoud al-Moqayad mungkin telah berhasil melakukan hal itu. Setelah Donald Trump menyampaikan penghinaan besar kepada orang-orang Palestina dengan mengumumkan bahwa AS mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, Mahmoud menanggapi dengan lukisan yang luar biasa.

Lukisan berjudul “Seruan Yerusalem,” tampaknya menggambarkan badai yang menghantam kota. Meskipun udara dari sihir dan ancaman, Dome of the Rock berdiri tinggi; emasnya kontras dengan nuansa dominan biru, merah dan hitam.

The Dome of the Rock dan masjid al-Aqsa yabg bertetangga itu – salah satu situs tersuci Islam – telah menjadi simbol perlawanan dan ketahanan.

“Saya mengikuti berita tentang keputusan Trump dan saya pikir semua orang harus menentangnya,” kata Mahmoud.

“Saya selalu percaya pada kekuatan seni dan saya memutuskan untuk membuat lukisan yang mengekspresikan bagaimana Palestina menolak deklarasi Trump. Saya memilih warna-warna tajam untuk menunjukkan bahwa kami akan terus berjuang sampai kami mendapatkan kembali Yerusalem dan tanah kami yang diduduki. ”

Pameran solo pertama lukisan-lukisan Mahmoud telah diadakan di Kota Gaza awal tahun ini.

 

Terinspirasi dan bangga

Pameran yang digelar Mahmoud menampilkan koleksi karya yang terinspirasi oleh sejarah dan budaya Palestina, serta perjuangan untuk kebebasan. Subyeknya lukisannya berkisar dari pernikahan tradisional hingga kenangan tentang Nakba, pembersihan etnis Palestina 1948.

Pria berumur 25  ini  lahir di Gaza. Dia menikah dan memiliki anak, namun ia masih tinggal bersama orang tuanya di kamp pengungsi Jabaliya, tempat ia dibesarkan.

Pada usia 1, Mahmoud didiagnosis dengan gangguan pendengaran yang parah.

“Ketika kami pertama kali mengetahui bahwa Mahmoud tuli, kami sangat sedih,” kata ibu Mahmoud, Subhiya, 45 tahun. “Kami tidak tahu apa-apa tentang cacat ini, dan kami takut Mahmoud harus tinggal di rumah tanpa kesempatan kehidupan yang layak. ”

Tetapi orang tuanya beradaptasi. Mereka belajar tentang taman kanak-kanak untuk anak-anak dengan kebutuhan khusus – dari  Atfaluna Society for Deaf Children – dan pada usia 5 tahun Mahmoud terdaftar.

 

Two colorful landscape paintings hang above door frames in a sparely furnished room

 

Pada usia inilah keluarga dan gurunya mulai memperhatikan kemampuan menggambarnya. Mahmoud memilih pensil warna, kertas, dan imajinasinya sendiri untuk bermain dengan anak-anak lain, kenang ibunya.

Sekolah mendorongnya dan bekerja mengembangkan keterampilannya.

Di kelas tiga, Mahmoud memenangkan hadiah pertama dalam lomba menggambar untuk siswa sekolah yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Gaza. Itu adalah sesuatu yang masih diingatnya dengan bangga dan itu memberinya kepercayaan diri untuk melanjutkan, katanya kepada Electronic Intifada dalam bahasa isyarat.

Tapi tidak ada yang bisa mudah bagi Mahmoud. Selama satu Ramadhan ketika dia berusia 8 tahun, dia bermain dengan anak-anak di lingkungan ketika kembang api yang dia tidak dapat dengar salah tembak dan memukulnya.

Dia kehilangan penglihatannya di satu mata dan banyak pemandangan di sisi lain.

Namun, Mahmoud tidak mau  membiarkan dirinya ditentukan oleh ketidakmampuannya.

“Saya akan melanjutkan,” katanya , “meskipun saya cacat dan kondisi kami yang buruk, mengejar impian saya.”

Pada tahun 2008, ia mendapat penghargaan, mengambil tempat ketiga dari Penghargaan Internasional Palestina untuk Keunggulan dan Kreativitas.

Pada tahun 2010, ia tampil dalam kompetisi yang diselenggarakan oleh saluran TV al-Quds Gaza. Dan sejak itu, dia menikmati kemajuan yang mantap.

Pada 2013, ia berpartisipasi dalam sebuah pameran di Turki yang disponsori oleh kotamadya Trabzon. Pada 2015, organisasi budaya Rawasi Palestina untuk Kebudayaan dan Seni memasukkan karyanya dalam sebuah pameran seniman-seniman Gaza yang berbeda.

 

“Dedikasi yang bagus”

Mahmoud menggunakan cat minyak dan cat yang larut dalam air, meskipun yang pertama adalah pilihannya.

Pameran tunggal tahun ini datang setelah ia mengesankan para pejabat selama proyek untuk melukis mural di sekitar Jalur Gaza. Atef Asqoul, direktur jenderal kementerian kebudayaan, mengatakan Mahmoud terbukti menjadi salah satu dari 25 seniman terbaik yang terlibat dalam proyek tersebut dan akhirnya bertanggung jawab atas sebagian besar mural di Jalur Gaza utara.

“Mahmoud adalah seniman berbakat dengan dedikasi yang tinggi terhadap karya seninya,” kata Asqoul. “Dia telah membuktikan kepada seluruh komunitas bahwa memiliki cacat bukanlah stigma.”

“Saya memiliki hadiah yang diberikan Tuhan,” kata Mahmoud kepada Electronic Intifada. “Saya tidak mengambil ide dari tempat lain, saya hanya mengambil kuas saya dan mulai melukis apa yang saya rasakan di dalam.”

Seperti semua orang di Gaza, Mahmoud sangat terpengaruh oleh pengepungan dan pendudukan Israel.

Ada beberapa sumber daya di Gaza atau dari kementerian budaya untuk mendukung dan mempromosikan bakat lokal, kata Asqoul. Penduduk Gaza harus memprioritaskan kelangsungan hidup daripada ekspresi.

Akibatnya, kata pejabat itu, sebagian besar seniman mengandalkan dana asing atau pengakuan untuk memiliki harapan untuk membuat kehidupan dari seni mereka.

Tetapi perjalanan tidak diberikan untuk orang Palestina di Gaza. Sementara Mahmoud berhasil ke Turki pada 2013, ia tidak dapat pergi ke Moskow awal tahun ini untuk sebuah pameran seni karena penutupan penyeberangan Rafah antara Gaza dan Mesir.

“Aku akan mengejar mimpiku. Saya ingin pekerjaan saya terkenal di seluruh dunia. Dan saya akan terus menyoroti penderitaan, aspirasi dan perlawanan Palestina dalam pekerjaan saya, ”kata Mahmoud.

“Kami berhak mendapatkan kehidupan yang lebih baik di mana kami dapat mencapai impian kami tanpa hambatan yang dikenakan oleh pendudukan.”

Fidaa Shurrab adalah seorang penulis dan penerjemah freelance yang bermarkas di Jalur Gaza.

Ekonomi Gaza di ambang kehancuran

Stalls open selling goods at 20% of market price in Gaza [Mohammed Asad/Middle East Monitor]

 

HASHIM Harb, seorang warga Palestina ini,  kini tengah  menghadapi kekurangan pasokan barang di toko pakaiannya di Gaza City, setelah Israel baru-baru ini melarang masuknya barang-barang ke daerah di kantong pemukiman pantai.

Negeri kaum zioniz itu kian memperketat blokade mereka sejak diberlakukan satu dasawarsa silam.

Harb mengeluh, ia kehabisan beberapa pakaian di tokonya, karena semua pakaian impor telah dilarang oleh pemerintah Israel selama hampir dua minggu.

Pada tanggal 9 Juli, Israel menutup penyeberangan kargo utama Jalur Gaza untuk ekspor dan impor sebagai bagian dari balasan  terhadap tindakan terhadap Hamas, gerakan Islam yang menjalankan wilayah kantong Palestina yang terkepung.

Hanya persediaan makanan dan obat-obatan yang diizinkan masuk ke Gaza melalui terminal.

Pemerintah Israel juga memutuskan untuk mengurangi area yang diizinkan untuk memancing di laut Gaza hingga 3 mil laut.

Keputusan Israel tersebut dilakukan  sebagai tanggapan atas aksi pembakaran layang-layang dan balon helium yang terbang dari Gaza ke Israel, yang menyebabkan kebakaran besar dan kerugian di wilayah Israel.

Sanksi itu datang pada saat krisis kemanusiaan yang meningkat di Gaza, yang diciptakan oleh blokade yang diberlakukan oleh Israel sejak Hamas dengan brutal mengambil alih wilayah itu pada 2007.

“Prosedur Israel telah merusak pergerakan perdagangan yang tersisa di pasar Jalur Gaza,” kata Harb seperti dikutip Xinhua. “Kami memiliki kesepakatan untuk mengimpor pengiriman barang dari China dan pengiriman itu tertunda, karena kekhawatiran rusak atau disita di Israel.”

Blokade Israel telah mendorong lebih lanjut 2 juta penduduk Gaza ke dalam kemiskinan. Para ekonom di Gaza menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan ekstrim mencapai 53 persen pada tahun 2017 naik dari 37 persen pada tahun 2011.

Laporan Bank Dunia baru-baru ini juga mengatakan Jalur Gaza menduduki peringkat ketiga di wilayah Arab dalam hal tingkat kemiskinan setelah Sudan dan Yaman.

Maher al-Tabaa, pejabat media di Kamar Dagang dan Industri Gaza, mengatakan Israel telah membalikkan Jalur Gaza ke hari-hari pertama blokade, dengan jumlah truk harian menurun menjadi kurang dari 70 per hari hari ini hanya membawa makanan pokok dan suplai medis.

“Langkah-langkah ini memiliki dampak serius pada banyak sektor ekonomi di Jalur Gaza, terutama para importir yang barang-barangnya telah disita oleh pihak Israel, menyebabkan kerugian besar,” katanya.

Al-Tabaa menunjukkan bahwa sektor konstruksi di Gaza adalah yang paling terpengaruh oleh langkah-langkah tersebut, dan mencatat bahwa pekerjaan konstruksi dari ratusan proyek telah benar-benar berhenti.

“Diberhentikannya sektor industri ini sangat serius dampaknya… ini akan  meningkatkan tingkat pengangguran di Gaza, yang merupakan yang tertinggi di dunia, melebihi 49 persen,” katanya.

Para ekonom di Gaza mengatakan sekitar 450 fasilitas industri telah ditutup sejak awal tahun ini, menambahkan bahwa jumlah ini diperkirakan akan meningkat karena langkah-langkah baru Israel.

Israel mengatakan tidak akan menghapus pembatasannya sampai  aksi  pembakaran balon oleh para demonstran Palestina dihentikan. Aksi yang dikenal sebagai the Great Marches of Return, hingga kini belum berhenti sepenuhnya.

Setidaknya 145 warga Palestina, termasuk 20 anak-anak, telah tewas selama demonstrasi yang berlangsung yang dimulai pada tanggal 30 Maret menuntut untuk mengakhiri blokade Israel.***

Kerjasama Palestina – Israel Cegah ‘Ledakan’ di Timur Tengah

SENIN siang, dua tentara Israel, yang berpakaian sipil, tersesat dan secara tidak sengaja mengendarai kendaraannya memasuki Jenin, kota Palestina di utara Tepi Barat. Belasan orang Palestina langsung mengepung mobil tersebut, melemparkan batu-batu dan kursi ke jendela dan kaca depan mobil.

Sesaat kemudian, ditengah teriakan dan hancurnya kaca, seorang polisi Otoritas Palestina menarik senjata keluar dan mengusir para perusuh dan dia dia juga meminta bantuan lewat telepon. Pasukan Keamanan Otoritas Palestina langsung diterjunkan, menyelamatkan tentara Israel dan dengan selamat menyerahkan mereka kepada pihak keamanan Israel. Sebuah tragedy besar — atau krisis politik — berhasil dihindari.

Kejadian di Jenin bukanlah satu-satunya insiden. Awal bulan Februari 2018 ini, seorang warga sipil Israel secara tidak sengaja memasuki sebuah desa Palestina di luar Yerusalam dan kehadirannya memicu 200 orang mendatanginya. Mobilnya dibahar, dan disini juga, Pasukan Keamanan Otoritas Palestina (PASF) bergerak dan menyelamatkannya. Berdasarkan catatan pejabat Palestina, pada tahun 2017 saja, lebih dari 500 orang Israel memasuki wilayah Palestina di Tepi Barat, mereka semua berhasil diselamatkan oleh PASF dan dikembalikan ke Israel.

Langkah-langkah ini merupakan bagian dari ‘koordinasi keamanan’ antara Israel – Palestina. Koordinasi juga termasuk beberapa hal yang belum diungkap ke publik, seperti dialog dan berbagi informasi intelejen, kontra-terorisme, menghindari konflik saat militer Isreael melakukan penyergapan di wilayah, yang dikontrol oleh Otoritas Palestina, di Tepi Barat, dan pengamanan atas kerusuhan. Selain itu, ada keputusan strategis yang diusung oleh Presiden Palestina Mahmoud Abbas berupa menghindari tindakan kekerasan.

Jadi para perwira keamanan Israel dan Palestina selalu melakukan kontak, setiap hari dan pertemuan mingguan, menurut seorang perwira senior Otoritas Palestina. Mereka membahas ancaman-ancaman di Tepi Barat yang bisa berdampak pada situasi keamanan di sisi kedua belah pihak. Pertemuan-pertemuan ini sering menghasilkan operasi kontra-terorisme terhadap musuh bersama, Hamas. Selama rangkaian serangan teror ‘lone wolf’ 2015 – 2016, PASF bekerja mencegah serangan, yang kebanyakan dilakukan oleh pemuda Palestina. Pada akhir 2016, PASF berhasil menahan sepertiga tersangka teroris, yang berencana menyerang Israel.

Ketika Israel melakukan penyergapan sel teroris, biasanya pada malam hari, di kota-kota Palestina, maka dilaksanakan dengan berkoordinasi dengan PASF. Menteri pertahanan Israel menyatakan sebelumnya mereka membutuhkan satu devisi pasukan untuk melakukan operasi di kota Jenin. “Dua hari lalu kami melakukannya dengan tim kecil.” Hal ini bisa dilaksanakan dengan koordinasi bersama PASF. Minggu lalu, pasukan Israel melakukan beberapa penyergapan di kawasan Jenin dengan target beberapa sel Hamas, yang bertanggung jawab atas pembunuhan seorang pemukim Yahudi. Operasi ini berlangsung selama lima belas jam di dalam kamp pengungsi Jenin. Menurut sejumlah laporan, pihak intelejen Palestina ikut membantu pasukan Israel.

Selain itu, Otoritas Palestina juga berupaya mencegah demonstrasi besar berubah jadi kerusuhan besar, terutama di kawasan sensitif, seperti jalan raya, pos penjagaan Israel dan wilayah pemukiman Yahudi atau kawasan perbatasan antara Israel dengan Palestina. Bukan sebuah kebetulan dua bulan setelah pernyataan Presiden AS DonaldTrump, yang mengakui Yerusalam sebagai ibukota Israel, tingkat kerusuhan sudah jauh mendingin. PASF dilaporkan berupaya menghentikan para pemrotes bersenjata mengambil posisi di depan para demonstran lainnya. Sementara Otoritas Palestina juga tidak memobilisasi para pendukungnya.
Pejabat senior Angkatan Bersenjata Israel (IDF), kepada harian Daily Beast, menjelaskan koordinasi keamanan dengan PSAF sebenarnya semakin dekat sejak pernyataan Trump. Kendati pihak Palestina telah menyatakan akan meninjau kembali hubungan keamannnya dengan Israel, langkah yang beberapa saat sempat menghentikan koordinasi di tingkat tinggi.

Bahkan Trump, pada Mei 2017, mengakui peranan vital PASF. “Kita harus terus membangun kemitraan dengan PASF untuk mengalahkan terorisme.” Dia menyatakan ini ketika berdiri disamping Abbas di Gedung Putih. “Saya juga sangat menghargai Otoritas Palestina yang terus melakukan koordinasi keamanan bersama Israel. Mereka sangat baik bekerjasama, saya sangat terkesan dan bagaimanapun terkejut atas kerjasama mulus diantara mereka. Mereka bekerjasama dengan sangat indah.”

Namun kerjasama baik ini mendapat tantangan besar, justru dari sekutu terbesar Israel, Amerika. Trump menyatakan dengan keras ketidak-senangannya kepada Palestina, dalam pidatonya di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Januari lalu. Dia mengatakan AS merasa ‘tidak dihormati’ karena menolak bertemu dengan Wapres Mike Pence. Trump juga mengancam akan menghentikan bantuan AS kepada Palestina. “Uang itu sudah diatas meja. Kami memberi mereka ratusan juga dolar setahun. Karena kenapa kami perlu melakukan itu kepada sebuah negara jika mereka tidak melakukan apapun untuk kami?” tukas Trump.

AS, Januari lalu, menunda pengiriman dana untuk Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UN Relief and Works Agency for Palestine Refugees – UNRWA). Trump menghendaki Palestina kembali ke meja perundingan dengan Israel. Namun presiden bisa saja salah terutama dalam upaya stabilisasi Tepi Barat dan keamanan Israel. Trump sendiri berkali-kali menyatakan keamanan Israel adalah tujuan utama kebijakan luar negerinya.

Bantuan langsung AS kepada Palestina jumlahnya lebih dari 400 juta dolar setahun. Bantuan ini digunakan untuk membiayai banyak operasi Otoritas Palestina. Namun ada juga uang yang mengalir ke rumah sakit Israel untuk membayari pelayanan kesehatan yang diterima warga Palestina, kemudian ke perusahaan listrik Israel yang mengalirkan listrik ke kawasan Palestina. Selain itu, dana dari USAID juga digunakan untuk membangun infrastruktur dan proyek pembangunan lainnya. Dana ini memberi ruang fiskal bagi Otoritas Palestina sehingga bisa membiayai hal – hal lain termasuk keamanan. Diperkirakan setiap tahun PASF menghabiskan dana sekitar 1 miliar dolar AS per tahun.
Amerika juga selama lebih dari satu dekade mengirim misi kecil, yang dipimpin seorang letnan jenderal, berkedudukan di konsulat di Yerusalem. Tim ini melatih, memberi perlengkapan, dan memberi berbagai dukungan kepada PASF.
Jika Trump memtong bantuan ke Palestina maka akan ada banyak kerugian dengan menurunnya tingkat keamanan dan kestabilan kawasan itu. Taruhannya amatlah besar dibandingkan dengan beberapa ratus juga dolar.
Sumber: thedailybeast.com