JAYAKARTA NEWS— Film Televisi (FTV) bertajuk ‘Suara Hati Istri’ menjadi fenomena tersendiri. Sejak tayang di Indosiar medio 2019 sampai Covid 19 sempat merajai perolehan pemirsa di Prime Time Indo Siar. Setelah 3 bulan tayang terus, akan dilanjutkan.
‘Suara Hati Istri’ episode baru mulai Senin (15/6) pukul 19.30 dengan cerita-cerita baru yang fresh dan lebih dramatik. FTV ini mengangkat problematika rumah tangga dari sudut pandang istri. Dan terinspirasi dari para istri yang terzolimi.
Direktur Program Indosiar, Harsiwi Achmad mengemukakan, FTV ini memberikan hikmah dan perjuangan para istri dalam mempertahankan rumah tangganya menghadapi konflik, misalnya hadirnya orang ketiga, masalah ekonomi dan status sampai pandangan dan pendapat orang lain.
“Kami menekankan para istri adalah wanita paling utama. Dan Indosiar juga mengundang suara hati kaum wanita. Jika ceritanya diangkat ke FTV, dapat uang tunai,” papar Harsiwi Achmad. Deretan pemain yang memperkuat FTV ini adalah Gita Sinaga, Teuku Mirza, Ferry Ixel, Meidiana Maladi, Tyas Mirasih, Gita Virga, Amanda Manoppo, Ferdi Ali, Panji Saputra, Arie Dwi Andika, Masayu Anastasia, Hans Hosman dll. (pik)
JAYAKARTA NEWS—
Upaya Emtek Peduli Corona untuk membantu dan amanah pemirsa SCTV dan Indosiar,
termasuk pengguna Bukalapak dan pembaca Liputan 6 terus berlanjut, yang
dilakukan di berbagai link di penjuru Nusantara.
Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih (YPP) sebagai pengelola dana
masyarakat menyerahkan aneka kebutuhan berbentuk APD untuk tenaga medis dan
paket sembako kepada masyarakat yang terdampak C19. Hari Selasa (9/6), Emtek
salurkan paket APD ke banyak RS di Jabar, Jateng dan Jatim. Masing-masing
sebanyak 600 baju hazmat, 50 foot cover, 50 face shield, 50 safety goggle, 500
safety gloves, 500 masker bedah, 80 masker N95 dan 500 masker kain di RS As
Syifa Bogor, RS Klaten di Jateng dan RS Gotong Royong di Jatim.
Hal ini dilakukan YPP bekerjasama dengan berkoordinasi dengan
stasiu n tranmisi SCTV dan Indosiar terdekat. Sasaran distribusi sebagai proses
pengakuan tetap mengutamakan prosedur PSBB.
Sedangkan paket sembako dibagikan kepada masyarakat yang
secara ekonomi terdampak C19, seperti minggu lalu kaum disabilitas tuna netra
se Jabodetabek melalui Yayasan Hidup Berdikari. Juga, warga desa Kalisuren,
Tajurhalang, Bogor, yang terbantu dengan adanya paket sembako.
Sampai kini, lewat pengguna dana dan sponsor amal konser
Satu Indonesia, SCTV dan Indosiar, pengguna Bukalapak dan pembaca Liputan 6,
dana yang terhimpun menjadi Rp 29.159.994.090. (pik)
JAYAKARTA NEWS— Indosiar menayangkan program ‘Keluarga
Ambyar’ yang hadir sebagai hiburan
‘Ramadhan di Rumah Saja’. Program penuh musik ini diramaikan oleh
Soimah, Irfan Hakim, Rara Lida dan Jirayut (warga Thailand yang fasih berbahasa
Indonesia).
‘Keluarga Ambyar’ yang
tayang sebanyak 6 episode ini masih dalam suasana duka yaitu wafatnya ‘The
Godfather of Broken Heart’ yang akrab disapa Didi Kempot. Diawali Soimah yang
melantunkan tembang ”Cidro’ kemudian ustad Muchlis M Hanafi memimpin doa
bersama untuk mendiang Didi Kempot bersama Sobat Ambyar melalui video
conference.
Di segmen ‘Indonesia Mengaji’ dimana qori dan qoriah
terbaik dari 34 propinsi di Indonesia akan membacakan potongan ayat dari salah
satu surah dalam Al Quran. Gilang Dirga bersama Keluarga Ambyar juga ikut
menyimak bacaan peserta.
Dalam acara ini,
diharap pemirsa mendapat ilmu baru lewat Uci, qoriah asal Sulsel yang
membacakan Surah Al Isra, 99-101. Melalui proses penjurian ketat, Rahma asal
Sumsel terpilih peserta terbaik dan berhak mengikuti kembali kompetisi lawan qori/qoriah
terbaik lain. (pik)
JAYAKARTA NEWS—
Suasana Ramadan tahun ini berbeda sesuai kondisi yang diberlakukan pemerintah.
Dengan segala tantangan yang ada, Indosiar menyuguhkan banyak program lebih
dari sekedar tontonan bagi masyarakat sepanjang Ramadan.
Bertajuk ‘Ramadan penuh Berkah’, yang merupakan benang merah
program-program unggulan Indosiar yang siap menemani pemirsa selama sebulan
#dirumah saja. Dari sahur sampai waktu beristirahat di malam hari.
Direktur Programming Indosiar, Harsiwi Achmad mengemukakan,
Indosiar berkomitmen mendukung kebijakan pemerintah di tengah wabah Covid-19.
“Kami tetap mengedepankan semangat #dirumah saja serta menimalisir
kehadiran pengisi acara dan crew di studio dan di saat yang sama kami beri
tayangan-tayangan yang menghibur, bermakna dan sarat pesan keagamaan di tengah
pandemi,” ujar Harsiwi Achmad.
poster
Beberapa program kontekstual yang sesuai situasi terkini
dibuka ‘Akademi Sahur Indonesia’ (AKSI) dengan kemasan baru berjudul #Beraksi
dirumah saja, dilanjutkan sederet FTV
‘Pintu Berkah Ramadan’, ‘Kisah Nyata Spesial Ramadan’ dan ‘Suara Hati
Isteri Premier Ramadan’ mulai pagi sampai sore hari. Kemudian ada program baru
bertajuk ‘Songsong Buka Puasa’, ‘Curhat Dong Bang Haji’ yang akan menyapa
pemirsa dengan pesan-pesan Rhoma Irama.
Ada lagi mega drama Ramadan berjudul ‘Banyak Jalan Menuju
Rhoma’ session 2 dengan penampilan Rhoma Irama dan Camelia Malik. Setelah
tarawih di rumah, sebagai penutup hari, tampil program berita ‘Fokus’ yang
dikemas lebih spesial.
Para komika juga akan diberi panggung dari rumah saja, mulai
awal Ramadan, Jumat (24/4 ) pk 18.00 WIB. Kemudian ada program baru ‘Indonesia
Mengaji’ (kompetisi qari dan qariah lewat video streaming), ‘Indonesia Berdoa’
(kerjasama Indosiar dan Kemenag RI), ‘Berzikir Bersama’ ditengah Covid-19
(kerjasama Indosiar dan Dewan Pertimbangan MUI) dan ‘Indonesia 30 Days
Challenge’ berupa nyanyi bareng video call berhadiah total Rp 20 Juta. (pik)
JAYAKARTA NEWS—
Dua puluh lima tahun adalah usia yang sudah matang. Sudah melewati masa akil
balik dan kini memasuki masa dewasa. Televisi Indosiar segera menginjak usia 25 tahun pada 11
Januari 2020 mendatang.
Selama ini, Indosiar tercatat sebagai stasiun televisi yang
selalu menyuguhkan hal-hal spektakuler yang akan menjadi tolok ukur baru dalam
industri pertelevisian di Indonesia. Misalnya Liga Dangdut Indonesia (LlDA)
yang menjadi sat-satunya program pencarian bakat yang memecahkan rekor Muri sebagai program
pencarian bakat dengan peserta terbanyak dari provinsi terbanyak.
Program lain yang spektakuler adalah D’Academy, AKSI dan
Puteri Muslimah yang telah meluaskan jangkauannya sampai level benua Asia.
Terobosan apa lagi yang akan disuguhkan dalam ulang tahun peraknya pada 11
Januari 2020 ?
Foto ipik tanoyo
“Di usia peraknya, Indosiar akan menggebrak perayaan
spektakuler selama 2 malam berturut-turut yang menjadi puncak perayaan serta 5
Konser Luar Biasa sebagai bagian dari rangkaian program spesial ultah
ke-25,” ujar Direktur Programing Surya Citra Media (SCM) yang
memfasilitasi Indosiar, Harsiwi Achmad kepada penulis, baru-baru ini.
Yang pertama adalah ‘Konser Raya 25 Tahun Indosiar Luar
Biasa’ akan dihelat pada hari Sabtu (1/1/2020) pukul 19.00 WIB, live dari
Jakarta Convention Center (JCC) dengan menampilkan segerobak artis musik
ternama Ibukota seperti Agnez Mo, Slank, Soimah, Rossa, Rizky Febian, Dewi
Perssik, Fildan DA, Reza DA, Ical DA, Lesti DA, Selfi LIDA, Putri DA, Renda
LIDA, Weni DA, Rara LIDA, Evi DA, Faul LIDA, Irwan LIDA, plus 34 duta LIDA 2020
serta Valentino Jebreeet (komentator bola) dan masih banyak lagi.
Perayaan terus berlanjut di esok harinya, Minggu (12/1/2020)
dari JCC dalam program live pukul 19.00 WIB bertajuk ‘Pesta Perak LUV Indosiar
25’ dengan penampilan luar biasa artis-artis Indosiar yang berkolaborasi dengan
sederet musisi papan atas Indonesia, yaitu Rhoma Irama (Raja Dangdut) dan
Soneta Group, Iwan Fals, Via Vallen, Armada, Zaskia Gotik, Giring Ganesha (eks
Nidji), Ayu Ting Ting, Nassar, Jenita Janet, Jarwo Kwat, Abdel, Valentino
Jebreeet, Arif SUCA (Stand Up Comedi Academy), Cak Blangkon, 25 Pantura Angels
dan seabreg artis lain.
Jelang memasuki usia peraknya, Indosiar mempertemukan dua
legenda hidup musik dan akting dalam satu layar. Rhoma Irama dan Camelia Malik
hadir di ‘Mega Drama 25 Tahun Indosiar’ berjudul ‘Banyak Jalan Menuju Rhoma’
yang tayang tiap hari mulai 1 Januari 2020 pukul 21.00 WIB.
Berkisah ihwal cara- cara unik dari Rhoma Irama dalam
memberikan nasihat tanpa kalimat seruan atau perintah. Mega drama ini didukung
para pemain yang sudah tak asing lagi seperti Silvia Anggraini, Bobby Samuel,
Hamsah Syahid dll.
“Masih ada lagi, yaitu tradisi rangkaian Konser Luar
Biasa yang kembali hadir dengan
tema-tema yang lebih luar biasa mulai 6-10 Januari 2020 live dari Studio 5
Indosiar. Sederet nama top dangdut seperti Elvy Sukaesih, Rita Sugiarto,
Mansyur S akan unjuk diri sepanggung mengawali acara ini.
Dilanjutkan esok harinya oleh penampilan para bintang
D’Academy dan LIDA yang akan beradu akting dan vokal dalam ‘Konser Luar Biasa
Drama Musikal I Hate You, I Love You’ pada Selasa (7/1/2020),” urai
Harsiwi Achmad lagi.
Khusus bidang olahraga, terobosan lain yang dilakukan oleh
Indosiar bekerjasama dengan Asosiasi Persepakbola Profesional Indonesia (APPI)
akan memberikan penghargaan bagi pemain terbaik dan favorit dari kompetisi
Shopee Liga 1 dan penghargaan lainnya bagi tokoh sepakbola Indonesia yang ikut
dalam kemajuan sepakbola tanah air.
Untuk acara ini, akan dikemas dalam ‘Konser Luar Biasa
Indonesian Soccer Awards (Jumat, 10/1/2020). “Untuk bidang sosial, kami
juga menunjukkan kepedulian kepada mereka di penjuru Nusantara dengan
menggalang dana pemirsa. Kali ini, Indosiar mengajak pemirsa ikut serta
berdonasi bagi ‘Pahlawan Perbatasan Indonesia’,” imbuh Harsiwi Achmad.
Ini adalah sebuah program Corporate Social Responsibility
(CSR) yang bertujuan untuk mewujudkan mimpi saudara-saudara kita yang sedang
berupaya melakukan perubahan positif di perbatasan terluar Indonesia. Donasi
pemirsa akan disalurkan menjadi pembangunan sarana dan pra-sarana seperti
gedung sekolah, fasilitas pangan warga, pembangunan taman baca, rumah singgah
dll.
“Sampai kini telah terpenuhi dana untuk 3 titik sasaran
yang akan membawa perubahan lebih baik.Total dana yang terkumpul sebesar Rp
351.300.000. Ini mengejutkan sekaligus kami sangat terharu melihat keikhlasan
pemirsa,” pungkas Harsiwi Achmad sembari mengucapkan rasa syukur atas
pencapaian luar biasa yang diraih Indosiar selama 25 tahun saat ini.
“Semoga posisi Indosiar semakin melekat di hati pemirsa Indonesia.
Amin,” ucap Harsiwi Achmad tegas. (ipik)
Indosiar kembali menggelar ajang pencarian bakat Dangdut Academy (DA) Asia di tahun 2018. Ini merupakan tahun keempat Indosiar mengadakan acara Dangdut Academy (DA) Asia. Sebanyak 36 kontestan dari enam negara di Asia Tenggara, seperti Brunai Darussalam, Malaysia, Singapura, Thailand, Timor Leste dan Indonesia akan bersaing di atas panggung Dangdut Academy (DA) Asia 4 ini.
Hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya, dalam ajang Dangdut Academy (DA) Asia 4 ini, para peserta bukan hanya menunjukkan bakat bernyanyi. Namun, mereka yang tampil di atas panggung mengenalkan budaya dari negaranya masing-masing.”
DA Asia telah berhasil menjadi tolak ukur eksistensi musik dangdut di Asia,” kata Ekin Gabriel, selaku VP – PSRD Division Head di SCTV Tower, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (18/10/2018).
foro: instagram indosiar
Tentu acara ini akan berjalan menarik. Apalagi, penampilan kontestan DA Asia 4 akan dinilai oleh enam dewan juri perwakilan dari negara masing-masing, seperti DJ Daffy / Hans Anwar dari Brunai Darussalam, Hetty Koes Endang / Hendro Saky dari Indonesia, Zul 2by2 / ManTabla dari Malaysia, Mayoni Omar dari Singaputa, Kerry The Halabala dari Thailand dan Didinho Marchal dari Timor Leste.
Selain juri, Dangdut Academy (DA) Asia 4 juga menghadirkan komentator dari enam negara sekaligus. Dari Indonesia, ada sejumlah penyanyi yang ditunjuk sebagai komentator di ajang Academy (DA) Asia 4, seperti Dewi Perssik, Inul Daratista, Soimah, Nassar dan Zaskia Gotik dari Indonesia. Sedangkan komentator dari negara tetangga ada Masidayu (Malaysia), Rosalina Musa (Singapura), Kun Yee (Thailand), Paije (Timor Leste) dan Meinnan Yunos (Brunai Darussalam).
“Jadi komentator, ya sama aja sih. Ya, nggak jauh beda sama juri. Ngasih penilaian, ngasih rangkuman apa yang kita komentari,” kata Inul Daratista.
Inul merasa senang bisa terlibat di acara Dangdut Academy (DA) Asia 4. Pasalnya, di sini dia akan ditemani oleh komentator-komentator dari negara yang ikut dalam ajang tersebut.
“Happy banget, aku berterima kasih bisa diapresiasi jadi komentator. Ya seneng,” tandas pedangdut yang dijuluki goyang ngebor itu. ***(pik)
Indra Yudhistira Ramadhan, Direktur Utama Indonesia Entertainment Produksi (IEP).
JIKA sepuluh tahun silam banyak media cetak bertumbangan, kini, tidak menutup kemungkinan tiga atau lima tahu kedepan industri pertelevisian di republik ini, terancam tumbang. Sepatutnya, pelaku industri televisi bersiap siap beralih ke digital.
Setidaknya, itulah yang disampaikan Indra Yudhistira Ramadhan, Direktur Utama Indonesia Entertainment Produksi (IEP) inhouse production dari SCTV dan Indosiar, saat berbicara dalam Semiloka dengan tema “TV vs Digital” yang diadakan Forum Wartawan Hiburan (Forwan) Indonesia dan PWI Jaya di Cisarua, Puncak Bogor, Selasa (12/12)
Sejauh ini, televisi memang masih mendapat tempat di hati sebagian masyarakat, khususnya di daerah daerah. Meski demikian, Indra menambahkan, pola menontonnya pun sudah berubah.
Maka itu, tidak menutup kemungkinan tidak lama lagi televisi juga akan tersingkir. “Jadi, orang orang televisi (pelaku bisnis,red) siap siap menghadapi kenyataan pahit ini,” ungkap Indra seraya menerangkan grafik survai indeks penonton televisi sekarang, masa lalu, serta mengintip penonton untuk tiga sampai lima tahun ke depan.
Lebih lanjut, Indra menerangkan, Sepuluh tahun lalu media cetak masih berjaya, internet tidak dianggap sebagai ancaman. “Sekarang, televisi juga menghadapi ancaman serius. Jika masih ada orang orang yang menganggap hal ini bukan ancaman. Bagi saya, ini serius, ancaman, “ tegas Indra.
Saat ini Indonesia merupakan negara yang memiliki perkembangan pemakai internet terbesar di dunia, dengan pertumbuhan pemakai 19 %.
Pengguna internet di Indonesia mencapai 103 juta orang pada tahun 2016. Menurut Indra, nilai e-commerce di Indonesia tumbuh 59% per tahun. Pengguna facebook 75 juta, BBM 62 juta, WA 40 juta dan pemakai Line mencapai 30 juta. “
“Tidak heran, jika kini Indonesia disebut sebagai ibu kota sosial media, banyak trending topik dari Indonesia,” paparnya
Anak-anak muda generasi milenial mengalihkan kebiasaannya menonton televisi ke komputer atau gadget. Generasi milenial hanya menonton program-program yang disukainya melalui youtube atau media online lainnya.
Justeru itu, Indra menekankan,waktu senja televisi semakin nyata. “Siapapun harus siap menghadapinya. Caranya harus mengenal dunia digital,” ungkap Indra
Sekali lagi, Indra menekankan televisi harus siap-siap beralih ke televisi digital agar tidak bubar. Jangan sampai begitu jamannya tiba, perubahan itu datang, perkembangan jaman yang sedemikian cepat itu, tak bisa dibendung lagi, akhirnya tergilas, “ jelasnya panjang lebar. ***