Industri Pertelevisian Bakal Tumbang

Indra Yudhistira Ramadhan, Direktur Utama Indonesia Entertainment Produksi (IEP).

JIKA sepuluh tahun silam banyak media cetak bertumbangan, kini, tidak menutup kemungkinan tiga atau lima tahu kedepan industri pertelevisian di republik ini, terancam tumbang. Sepatutnya, pelaku industri televisi bersiap siap beralih ke digital.

Setidaknya, itulah yang disampaikan Indra Yudhistira Ramadhan, Direktur Utama Indonesia Entertainment Produksi (IEP) inhouse production dari SCTV dan Indosiar, saat berbicara dalam Semiloka dengan tema “TV vs Digital” yang diadakan Forum Wartawan Hiburan (Forwan) Indonesia dan PWI Jaya di Cisarua, Puncak Bogor, Selasa (12/12)

Sejauh ini, televisi memang masih mendapat tempat di hati sebagian masyarakat, khususnya di daerah daerah. Meski demikian, Indra menambahkan, pola menontonnya pun sudah berubah.

Maka itu, tidak menutup kemungkinan tidak lama lagi televisi juga akan tersingkir. “Jadi, orang orang televisi (pelaku  bisnis,red) siap siap menghadapi kenyataan pahit ini,” ungkap Indra seraya menerangkan grafik survai indeks penonton televisi sekarang, masa lalu, serta mengintip penonton untuk tiga sampai lima tahun ke depan.

Lebih lanjut, Indra menerangkan, Sepuluh tahun lalu media cetak masih berjaya, internet tidak dianggap sebagai ancaman. “Sekarang, televisi juga menghadapi ancaman serius. Jika masih ada orang orang yang menganggap hal ini bukan ancaman. Bagi saya, ini serius, ancaman, “ tegas Indra.

Saat ini Indonesia merupakan negara yang memiliki perkembangan pemakai internet terbesar di dunia, dengan pertumbuhan pemakai 19 %.

Pengguna internet di Indonesia mencapai 103 juta orang pada tahun 2016. Menurut Indra, nilai e-commerce di Indonesia tumbuh 59% per tahun. Pengguna facebook 75 juta, BBM 62 juta, WA 40 juta dan pemakai Line mencapai 30 juta. “

“Tidak heran, jika kini Indonesia disebut sebagai ibu kota sosial media, banyak trending topik dari Indonesia,” paparnya

Anak-anak muda generasi milenial mengalihkan kebiasaannya menonton televisi ke komputer atau gadget. Generasi milenial hanya menonton program-program yang disukainya melalui youtube atau media online lainnya.

Justeru  itu, Indra  menekankan,waktu senja televisi semakin nyata. “Siapapun harus siap menghadapinya. Caranya harus mengenal dunia digital,” ungkap Indra

Sekali lagi, Indra menekankan  televisi harus siap-siap beralih ke televisi digital agar tidak bubar. Jangan sampai begitu jamannya tiba,  perubahan itu datang,  perkembangan jaman yang sedemikian cepat itu, tak bisa dibendung lagi, akhirnya tergilas, “ jelasnya panjang lebar. ***

Gelar Kampanye Film Serentak di Lima Kota

DALAM rangka pencanangan Gerakan Kampanye Film Indonesia, Pusat Pengembangan Film (Pusbangfilm) Kemendikbud menggandeng Forum Wartawan Hiburan (Forwan) Indonesia dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DKI Jaya memggelar Semiloka Kampanye Film, yang akan digelar serentak di 5 Kota, Bandung, Jakarta, Malang, Maros dan Padang.

“Nanti pada hari Selasa tanggal 12 Desember kami akan serentak melakukan pencanangan Gerakan Kampanye Film Indonesia di 5 kota. Salah satunya dengan teman-teman Wartawan yang tergabung di Forwan yang akan di selenggarakan di Wisma Arga Mulya Cisarua, Bogor Jawa Barat,” ujar Kholid Fatoni kepala Tata Usaha Pusbangfilm.

Nantinya Gerakan Kampanye Film akan dilakukan di seluruh Indonesia mulai tahun 2018. “Kami harapkan dari Gerakan Kampanye Film ini, masyarakat makin mencintai film Indonesia,” tegas Kholid, Ahad (10/12/2017).

Sementara Tresnawati selaku ketua Semiloka Kampanye film mengungkapkan panitia akan menghadirkan narasumber Kapusbang Film Dr Maman Wijaya, Ody Mulya Hidayat serta Jimmy Harjanto dari Gabungan Pungusaha Bioskop Indonesia.

Selain menggelar kampanye Film panitia juga menggeliar Semiloka Pertelevisian yang mengangkat tema Gonjang-Ganjing Undang-Undang Penyiaran dengan narasumber Dr Ishadi SK, Ketua asosiiasi Televisi Swasta Indonesia, Helmy Yahya, Direktur Utama TVRI dan Muhaimin Iskandar, Ketua umum PKB/anggota DPR RI komisi 1.

Sementara Indra Yudhistira Ramadan Presiden Direktur Indonesia Entertainment Produksi akan mengususng tema TV Konvensional vs TV Digital.

Sebagai pamungkas Semiloka dari kalangan insan musik yang akan mengangkat tema persoalan Plus Minus Musik Cover Version. Di sesi ini menghadirkan pelaku industri musik seperti Rahayu Kertawiguna (Produser Nagaswara), Muhammad Roem Aziz (KFC Musik) dan Agi Sugiyanto (CEO Pro Aktif).

“Dengan narasumber dari para profesional dibidangnya, kami harapkan bisa memberi pencerahan kepada anggota Forwan sebagai pesertanya dan kemudian bisa menyebarkan ke masyatakat luas. Sehingga target Kampanye Film sendiri bisa tercapai,” ujar Tresnawati.

Selain semiloka, acara diawali dengan Orientasi Wartawan bagi anggota Forwan yang ingin menjadi anggota PWI. Orientasi yang diselenggarakan Senin (11/12) akan menghadirkan pembicara Endang Werdiningsih (Ketua PWI Jaya), Kesit dan Sayid (sekretaris PWI Jaya).

Sementara dihari ketiga akan diisi dengan Media Vaganza yang antara lain akan menampilkan pembicara seorang apoteker dari PT Kimia Farma yang akan memberikan pembekalan mengenai penggunaan obat secara rasional.

‘’Materi penggunaan obat secara rasional ini penting, sebagai bekal bagi teman-teman wartawan agar dapat mengelola kesehatan diri dan keluarganya dengan baik, dimulai dengan penggunaan obat yang rasional,’’ tutur Tresnawati. ***