Presiden Prabowo dan Bill Gates Dorong Kolaborasi Filantropi Melalui Danantara Trust Fund

JAYAKARTA NEWS – Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan pendiri Gates Foundation, Bill Gates, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 7 Mei 2025. Dalam pertemuan tersebut, kedua tokoh membahas penguatan kolaborasi di bidang filantropi, khususnya melalui pengembangan Danantara Trust Fund.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani dalam keterangan persnya menyampaikan bahwa Danantara saat ini tengah membentuk Danantara Trust Fund. Hal tersebut bertujuan untuk memperluas kontribusi sosial di bidang pendidikan, sanitasi, dan peningkatan taraf hidup masyarakat Indonesia.

“Kalau kami lihat, memang kami sudah running number-nya, pada awal tahun kita memang akan taruh dulu 100 juta USD, dan kita sudah lihat angkanya mungkin dalam waktu lima sampai enam tahun ini kita sudah bisa memberikan ke dalam Danantara Trust Fund ini sebesar 1 bilion USD,” ujar Rosan dalam keterangannya kepada awak media usai pertemuan.

Menurut Rosan, kolaborasi ini telah mulai dibahas secara intensif dengan pihak Gates Foundation. Dalam rencana tersebut, Gates Foundation diharapkan turut berpartisipasi dalam mendukung pendanaan bersama di dalam Danantara Trust Fund.

“Kolaborasi itu sudah kita bicarakan dengan Gates Foundation kemarin, untuk mereka juga bersama-sama menaruh dana juga bersama-sama dengan kami, dan kita pun juga menawarkan membuka kolaborasi dengan kami di dalam Danantara Trust Fund ini,” jelasnya.

Rosan menegaskan bahwa tujuan besar dari inisiatif ini adalah menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat kegiatan filantropi di kawasan ASEAN. Ia pun mengajak para pengusaha dan filantropis internasional untuk berkontribusi.

“Jadi hal itu yang kita ingin dorong karena ini akan memberikan dampak yang sangat-sangat positif kepada kita semua,” tuturnya.

Lebih lanjut, Rosan menyatakan bahwa Danantara akan mengoordinasikan program ini dengan berbagai BUMN yang telah memiliki program CSR masing-masing. Koordinasi dilakukan agar kegiatan sosial tersebut menjadi lebih terstruktur, berkelanjutan, dan selaras dengan program pemerintah.

“Kita ingin ini program CSR punya dampak atau impact yang besar, yang berkelanjutan dan berkesinambungan, bukan yang sifatnya hanya ad-hoc saja,” tegasnya.

Saat ini, proses pembentukan kolaborasi ini tengah berlangsung. Rosan menyebut bahwa dua orang perwakilan dari Gates Foundation telah ditunjuk untuk melanjutkan diskusi teknis lebih lanjut.

“Harapannya ini kita mengikuti standar internasional, yang kita mau attract sebenarnya bukan hanya filantropis dari Indonesia saja, itu juga dari ASEAN, dari negara-negara lain. Yang paling penting juga adalah programnya ini kita akan lakukan secara terbuka, secara transparan, bisa dipantau oleh semua teman-teman media,” kata Rosan.***/mel

Tinjau Langsung Program MBG, Bill Gates Apresiasi Komitmen Indonesia

JAYAKARTA NEWS – Tokoh filantropi dunia Bill Gates menyampaikan apresiasi mendalam atas pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) di Indonesia. Apresiasi ini, menurut Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana disampaikan Bill Gates saat meninjau langsung pelaksanaan program tersebut bersama Presiden Prabowo Subianto di SD Jati 03, Jakarta, pada Rabu, 7 Mei 2025.

Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda kerja sama di bidang kesehatan antara Pemerintah Indonesia dan Gates Foundation. Kunjungan ke SD Jati 03 difokuskan pada observasi langsung terhadap distribusi makanan bergizi untuk siswa sekolah dasar serta pemeriksaan kesehatan dasar bagi anak-anak.

“Alhamdulillah hari ini Pak Presiden menerima kunjungan dari Bill Gates yang kelihatannya ada beberapa agenda yang dilakukan terutama terkait dengan kesehatan dan sekalian kemudian meninjau program pelaksanaan makan bergizi gratis di sekolah SD Jati 03 ini. Dan tadi Pak Bill Gates sangat appreciate dan impress dengan apa yang dilakukan,” ujar Kepala BGN dalam keterangannya kepada media.

Dadan menyampaikan bahwa Bill Gates menaruh perhatian pada pentingnya asupan gizi terutama bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita. Menurutnya, Bill Gates juga memandang program MBG sebagai bagian integral dari upaya jangka panjang pemerintah dalam menciptakan generasi yang sehat dan produktif.

“Menurut beliau ini program yang sangat penting dan terutama beliau menekankan pada seribu hari pertama yaitu ibu hamil, menyusui, anak balita serta juga anak-anak yang masih butuh pertumbuhan,” tambah Kepala BGN.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo dan Bill Gates sempat berbincang hangat dengan para siswa dan melihat langsung proses distribusi makanan. Selain meninjau program MBG, Presiden dan Bill Gates juga meninjau layanan cek kesehatan gratis yang disediakan bagi murid-murid sebagai bagian dari pendekatan terpadu antara gizi dan kesehatan anak.

“Beliau sangat impress karena untuk melakukan ini kan pasti membutuhkan anggaran yang cukup besar dan Pak Presiden menyampaikan bahwa itu sudah disiapkan oleh pemerintah Indonesia. Dan kemudian beliau terkesan dengan apa yang dilakukan,” jelasnya.

Mengenai bentuk dukungan konkret dari pihak Bill Gates, Kepala BGN menyebut bahwa pembicaraan lebih teknis akan dilanjutkan dalam sesi yang lain. “Biasanya setelah itu kan ada hal yang teknis tindak lanjut. Nanti kita tunggu saja,” ujarnya.

Dalam keterangannya, Dadan menjelaskan bahwa kunjungan ke SD Jati 03 bersifat mendadak dan tidak dirancang secara khusus. Kepala BGN memastikan bahwa persiapan kunjungan beserta menu makanan yang diberikan kepada anak-anak pada hari ini tidak dipersiapkan khusus.

“Jadi betul-betul ini dadakan. Kita enggak tau mau ke sekolah mana dan kita baru taunya pagi hari. Jadi apapun yang terjadi disini bukan settingan, memang apa adanya,” tegas Kepala BGN.

Rangkaian kunjungan ini menjadi simbol kuat kerja sama global dalam membangun ketahanan gizi anak-anak Indonesia. Hal ini sekaligus menegaskan komitmen Presiden Prabowo terhadap pembangunan manusia sejak usia dini.***/mel

Bill Gates: Ubah Pandanganmu tentang Tidur demi Kesehatan Otak yang Optimal

JAYAKARTA NEWS – Dalam podcast “Unconfuse Me with Bill Gates,” sosok Bill Gates menceritakan pengalamannya yang menarik terkait pola tidur dan dampaknya pada kesehatan otak.

Ketika memimpin Microsoft pada usia 30-an dan 40-an, miliarder dan pendiri perusahaan tersebut, Gates, memaparkan bagaimana ia dulu bersaing dengan koleganya untuk melihat siapa yang bisa tidur paling sedikit. Dia dan para miliuner itu menganggap, hal tersebut sebagai ukuran produktivitas yang tinggi.

Detail menarik ini terungkap dalam episode terbaru podcast-nya, di mana tamu-tamu menarik seperti Seth Rogen dan Lauren Miller Rogen juga hadir.

Ternyata, Gates mengungkapkan, “Saya dulu bisa bilang, ‘Saya hanya tidur enam jam.’ Kemudian orang lain bilang, ‘Saya hanya tidur lima jam!’ atau ‘Saya kadang-kadang bahkan tidak tidur sama sekali.'”

Pada masa itu, di usia 67 tahun sekarang, Gates merasa terinspirasi untuk berkompetisi dan terus berusaha lebih keras, karena dalam pandangannya, tidur diartikan sebagai tanda kemalasan dan kurang produktif.

Namun, pandangan Gates berubah total setelah ayahnya didiagnosis menderita penyakit Alzheimer. Ini menjadi momen penting yang menggerakkan Gates untuk mempelajari lebih dalam tentang kesehatan otak.

“Salah satu hal paling penting yang terungkap dari penelitian di bidang [Alzheimer] ini adalah betapa pentingnya tidur yang baik,” katanya.

“Tidur yang baik ternyata menjadi salah satu faktor prediktif utama dari berbagai jenis demensia, termasuk Alzheimer. Seberapa baik Anda tidur ternyata sangat memengaruhi risiko Anda terkena masalah otak ini.”

Menurut studi Harvard Medical School tahun 2021, orang dewasa yang berusia 65 tahun ke atas yang tidur kurang dari lima jam per malam memiliki risiko dua kali lipat mengalami demensia atau meninggal dalam waktu lima tahun, jika dibandingkan dengan mereka yang tidur antara enam hingga delapan jam per malam.

Studi ini dilakukan dengan menganalisis lebih dari 2.800 partisipan yang berusia 65 tahun ke atas dalam National Health and Aging Trends Study. Hasil penelitian tersebut menunjukkan keterkaitan erat antara kualitas tidur dan kondisi kesehatan otak pada usia lebih lanjut.

Gates juga menyoroti pentingnya tidur bagi generasi muda. Menurut American Academy of Sleep Medicine, remaja yang mendapatkan delapan hingga sepuluh jam tidur per malam memiliki pertumbuhan intelektual yang optimal, kesehatan mental yang baik, dan daya ingat yang lebih tajam. Untuk usia 20 hingga 64 tahun, tidur tujuh hingga sembilan jam per malam dianggap berkontribusi pada kesehatan fisik dan mental yang optimal, menurut Centers for Disease Control and Prevention.

Dalam perbincangan podcast yang menarik ini, Seth Rogen, seorang aktor dan produser terkenal, juga setuju dengan pandangan Gates. Ia menyampaikan bahwa ketika ia masih muda, pandangan umum adalah “Anda akan tidur nanti saja setelah mati. Tidur tidak begitu penting. Anda tidak memerlukannya.” Namun, kini kita tahu bahwa pandangan tersebut sangat bertentangan dengan kenyataan. Ternyata, tidur merupakan salah satu kunci utama dalam menjaga kesehatan otak yang optimal.

Gates sendiri kini lebih bijak dalam merawat tidurnya. Ia mengatakan bahwa sekarang ia tidur minimal tujuh jam per malam dan bahkan mengamati “skor tidur”nya setiap hari. Konsep “skor tidur” ini mencerminkan sejauh mana tubuhnya pulih selama semalaman, dengan mempertimbangkan durasi dan kualitas tidur yang ia alami.

Sementara Gates tidak secara spesifik menyebutkan alat apa yang digunakannya untuk melacak “skor tidur,” banyak perangkat yang dapat dipakai, seperti Fitbit atau Apple Watch, memiliki kemampuan untuk melakukan hal tersebut. Bagi Gates, upaya menjaga kualitas tidur dan memantau pola tidurnya telah menjadi suatu hal yang “sangat penting” dalam menjaga kesehatan dan produktivitasnya.

Podcast ini, melalui berbagai pengalaman dan pandangan yang dibagikan oleh Bill Gates dan tamunya, memberikan wawasan yang berharga tentang betapa pentingnya tidur yang baik dan dampak positifnya pada kesehatan otak dan produktivitas. Dalam era di mana ketidakcukupan tidur sering dianggap sebagai norma, podcast ini memberikan perspektif yang mendalam dan mengingatkan kita tentang nilai penting tidur yang sebenarnya.(sm)

Bill Gates Dukung Transformasi Kesehatan di Indonesia

JAYAKARTA NEWS— Bill Gates mendukung transformasi kesehatan yang saat ini sedang berlangsung di Indonesia. Hal ini dinyatakan dalam Bilateral Meeting dengan Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin, Selasa (20/9) dalam rangkaian UNGA ke-77 dan Global Fund Replenishment Conference di New York, Amerika Serikat.

Bill Gates mendukung Presiden Joko Widodo dan Pemerintah Indonesia di sektor kesehatan. Berbagai pihak di Bill & Melinda Gates Foundation (BMGF) sedang berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan RI untuk dukung berbagai target di sektor pembangunan kesehatan di tanah air.

“Dukungan yang ada termasuk penguatan layanan primer berbasis pemanfaatan teknologi informasi dan teknologi kesehatan terkini” ujar Menkes Budi sebagaimana dikutip dari siaran pers Kementerian Kesehatan.

Dalam pertemuan ini juga Menkes Budi mengundang Bill Gates untuk melakukan kunjungan ke Indonesia untuk melihat progress pembangunan kesehatan di tanah air.

Menteri Kesehatan Budi G Sadikin memaparkan berbagai agenda transformasi kesehatan yang sedang berlangsung di Indonesia, beserta target target nyata yang telah dicanangkan saat pertemuan dengan Bill Gates. Menkes memaparkan enam pilar transformasi kesehatan yang diusung indonesia, yakni pilar pertama adalah layanan primer, pilar kedua adalah transformasi layanan rujukan rumah sakit, pilar ketiga transformasi sistem ketahanan kesehatan, pilar keempat transformasi sistem pembiayaan kesehatan, pilar kelima SDM kesehatan, dan pilar keenam adalah transformasi teknologi Kesehatan, ini terkait teknologi informasi dan bioteknologi.

Dalam transformasi layanan primer terutama transformasi teknologi informasi, aksi nyata yang saat ini dilakukan adalah pengembangan aplikasi PeduliLindungi menjadi citizen health app. Saat ini PeduliLindungi dilengkapi fitur baru di antaranya resume kesehatan sesuai dengan persetujuan termasuk riwayat vaksin baik di dalam maupun luar negeri untuk mempermudah penggunaan bagi Warga Negara Asing (WNA). Pengembangan yang lain adalah penyiapan PeduliLindungi dalam 13 bahasa untuk meningkatkan standar pelayanan kesehatan.

“Ke depan PeduliLindungi juga akan terintegrasi dengan platform SATUSEHAT yang bersifat personal” tambah Menkes

Sehingga nantinya setiap pengguna bisa memantau kesehatannya melalui aplikasi kesehatan yang memiliki fungsi sebagai pencatatan medis digital dan mendapatkan pelayanan yang lebih efisien dan transparan dengan fasilitas kesehatan yang telah terintegrasi.

Dalam pertemuan ini, Menkes Budi juga mengundang Bill Gates melakukan kunjungan ke Indonesia untuk melihat progress pembangunan kesehatan di tanah air.***/din

Bill Gates akan Donasikan Seluruh Kekayaannya Sebesar 113 Miliar Dolar AS

JAYAKARTA NEWS – Pendiri Microsoft mengumumkan mendonasikan 20 miliar dolar AS kepada Yayasan Bill & Melinda Gates. Dia juga menyatakan akan menyumbangkan seluruh kekayaannya kepada Yayasan ini. Jika dilakukan, Bill Gates tidak akan ada lagi dalam daftar orang terkaya di dunia.

Gates menyatakan rencananya itu melalui Twitter, “Saya punya kewajiban untuk mengembalikan sumber daya saya kepada masyarakat dengan cara-cara yang berdampak besar untuk mengurangi penderitaan dan mensejahterakan kehidupan. Saya berharap orang lain yang memiliki kekayaan besar dan hak-hak istimewa juga mengikuti langkah ini.”

Sejauh ini, Gates bersama mantan isterinya, Melinda Frech Gates, telah menyumbangkan 50 miliar dolar AS ke berbagai yayasan kemanusiaan sejak 1994 lalu. Jika keinginannya dilaksanakan maka dia diperkirakan akan mendonasikan sekitar 113 miliar dolar AS — berdasarkan hitungan Bloomberg. Gates, saat ini, tercatat sebagai orang ke-empat terkaya dunia.

Tentunya donasi Gates akan punya dampak besar pada kerja-kerja Yayasan. Gates sendiri menyebutkan Yayasan Gates akan meningkatkan pengeluarannya sampai 50% pada tahun 2026 mendatang, naik tajam dari pengeluarannya sekarang sekitar 6 miliar dolar AS.

Gates menulis, “Sekarang ini sudah sangat jelas ada kebutuhan jauh lebih besar dari biasanya di bidang-bidang yang sedang kami kerjakan. Krisis besar sekarang mendorong kami bekerja lebih lagi.” Dia juga menambahkan kemunduran global akibat Covid-19 sampai invasi Rusia di Ukraina.

Yayasan Gates didirikan tahun 2000 lalu dan saat ini Yayasan ini sudah jadi salah satu yang terbesar di dunia. Dana non-profit disebarkan untuk mengatasi berbagai hal dan fokus Yayasan adalah pengentasan kemiskinan, perubahan iklim, penyembuhan berbagai penyakit, akses terhadap layanan kesehatan dan Pendidikan.

Gates, menulis, di masa depan dia ingin donasinya digunakan untuk penelitian dan pengembangan upaya pencegahan pandemi, mitigasi perubahan iklim dan mengurangi kematian anak-anak dari penyakit, yang bisa dicegah, sampai setengahnya di dunia.

Saat ini, Bill & Melinda Gates Foundation telah memberi dampak baik yang besar kepada dunia. Universitas Rice, dalam riset 2008 lalu, menemukan dukungan Yayasan kepada National Institutes of Health dalam riset pengembangan vaksin malaria dan TBC (tuberculosis) dan penyakit lainnya seperti asma dan jantung.

Yayasan Gates juga punya peranan sangat penting dalam pengembangan Gavi, Aliansi Vaksin. Aliansi ini merupakan program kesehatan dunia, yang didirikan tahun 2000, untuk menyediakan vaksin kepada negara-negara miskin dan membantu memvaksin 1,2 miliar manusia. Vaksin yang diberikan mulai dari vaksin Covid-19, polio, dan campak. Yayasan menyuntikkan dana 4 miliar dolar AS, termasuk 750 juta dolar khusus untuk produksi vaksin. Yayasan juga berhasil mendorong banyak negara-negara dan organisasi kesehatan dunia untuk juga memberi dukungan dana miliaran dolar kepada program penyediaan vaksin ini.

Sejak diluncurkan, program ini diperkirakan sudah berhasil mencegah kematian dini sebanyak 15 juta manusia.

Bill Gates memperoleh kekayaannya dari saham-saham yang dimilikinya, termasuk 1% saham Microsoft, yang bernilai sekitar 19 miliar dolar. Meski nilai saham-saham ini berfluktuasi, dalam 5 tahun terakhir kekayaannya meningkat 25%. Jika hal ini terus terjadi maka nilai kekayaan yang akan disumbangkan Gates bisa saja tembus lebih dari 113 miliar dolar AS.

Gates sudah mendonasikan sebagian kekayaanya kepada Yayasan Bill & Melinda Gates, yang saat ini punya dana perwalian sekitar 70 miliar dolar AS dalam bentuk saham. Gates bisa saja mendonasikan kekayaannya dalam bentuk saham atau kas. Selain saham, Gates juga memiliki rumah dan tanah luas di Medina, Washington. Rumah ini diperkirakan bernilai 80 juta dolar dan berbagai koleksi seni, termasuk lukisan Leonardo Da Vinci, yang bernilai 130 juta dolar.

Gates sendiri menyebutkan mendonasikan seluruh kekayaannya bukanlah pengorbanan. “Saya merasa terhormat untuk terlibat dalam mengatasi tantangan-tantangan besar. Saya menikmati kerja-kerja itu dan saya percaya merupakan kewajiban saya untuk mengembalikan sumber daya saya kepada masyarakat dengan cara yang bisa memberi dampak besar untuk mesejahterakan kehidupan,” tulisnya. (leo)

Sumber informasi: cnbc.com

Properti Pilihan Para Miliader Dunia

DALAM  daftar orang terkaya di dunia versi  “Forbes 400” tahun 2018, ada sedikit kejutan dimana  Bill Gates, dengan kekayaan bersih $ 81 miliar, berada di peringkat No. 1 untuk tahun ke-23 berjalan. Rekannya,  Warren Buffett melorot ke  tempat ketiga untuk pertama kalinya dalam 15 tahun, dari  kekayaan bersih $ 65,5 miliar yang dimilikinya.

Melonjaknya harga saham perusahaan teknologi, CEO yang memimpin perusahaan-perusahaan itu tampaknya telah mengumpulkan kekayaan dengan kecepatan yang jauh lebih cepat daripada yang lain. CEO Amazon.com, Jeff Bezos, memperoleh $ 20 miliar untuk meningkatkan kekayaan bersihnya menjadi $ 67 miliar, menjadikannya orang terkaya kedua di AS.

CEO Facebook Mark Zuckerberg melonjak ke tempat keempat, peringkat tertinggi yang pernah ada, dengan kekayaan bersih $ 55,5 miliar. Namun, pendiri Oracle Larry Ellison berada di posisi 5 untuk pertama kalinya sejak 2007. Kekayaan bersihnya adalah $ 49,3 miliar. Pososi  No. 6 dipegang oleh mantan Walikota New York City Michael Bloomberg, CEO dari firma eponim Bloomberg L.P., yang memiliki kekayaan bersih $ 45 miliar.

Nilai kekayaan keenam miliarder terkaya itu jika digabungkan berjumlah $ 363,3 miliar. Sebagian besar kekayaan mereka masih dipegang dalam bentuk  saham di perusahaan yang mereka dirikan. Selain itu,  sebagian dari kekayaan mereka ditempatkan  di  real estat. Gates, misalnya, memiliki rumah besar di Washington yang bernilai sekitar $ 170 juta, beberapa peternakan kuda di seluruh AS dan  beberapa  jaringan hotel mewah melalui perusahaan investasi pribadinya, Cascade.

Para miliader dunia itu memilih  lokasi elite untuk hunian mereka:

1. Bill Gates  total kekayaan   $ 81 miliar memiliki rumah  di Medina, Washington

Pemilik Microsoft Inc. Bill Gates, 60 tahun, menghabiskan sebagian besar waktunya di rumahnya yang besar, di Medina, Washington, yang luasnya  20.000-an meter persegi, dijuluki sebagai Xanadu 2.0. Rumah besar ini menghadap ke Danau Washington.

Gates membutuhkan tujuh tahun dan $ 63,2 juta untuk membangun rumah ini, yang dipenuhi dengan banyak fitur teknologi tinggi. Dia membeli rumah tersebut  $ 2 juta pada tahun 1988, tetapi sekarang bernilai sekitar $ 170 juta.

2. Jeff Bezos, kekayaan $ 67 miliar, rumah di Medina, Washington

Jeff Bezos, 52, dalam  membangun kerajaan e-commerce-nya, meraup sejumlah besar properti  selama bertahun-tahun, mengantarnya ke tempat No. 26 dalam daftar The Land Report tentang pemilik tanah terbesar di Amerika tahun lalu.

Dalam hal tempat tinggal, ia memiliki peternakan seluas 667.731.310 meter persegi atau 165.000 acre di Texas Barat, rumah tepi laut di negara bagian Washington, tiga apartemen yang terhubung di Menara Century Manhattan, dan perkebunan Beverly Hills seluas 12.000 kaki persegi yang menawarkan Tom Cruise sebagai tetangga, menurut untuk Forbes.

Rumahnya di berada Medina, Washington, dekat dengan kantor pusat Amazon, menawarkan 5,35 hektar dan sekitar 29.000 kaki persegi ruang hidup. Selain dari rumah utama, ada juga pondok penjaga dan pondok perahu 4.500 kaki persegi di Danau Washington.

3. Warren Buffett dengan kekayaan   $ 65,5 miliar  tingga di Omaha, Nebraska

Meskipun investor paling pintar di dunia memiliki banyak investasi real estat,  Buffett, 86, dikenal hidup dengan rendah hati.

Rumahnya terletak di sudut di Omaha, Nebraska, yang ia beli pada tahun 1958 dengan harga $ 31.500.   Buffett tinggal di sana sejak 1958. Rumah itu, yang awalnya dibangun pada tahun 1921, mengalami beberapa perluasan untuk menjadikannya rumah yang nyaman dan aman  dengan luas 603 meter persegi atau 6.500 kaki persegi untuk  pria yang memiliki kekayaan bersih lebih dari $ 65,5 miliar.

4. Mark Zuckerberg dengan kekayaan  $ 55,5 miliar memilih rumah di Palo Alto, California

Pengusaha terkaya termuda di dunia ini menanamkan  sebagian besar kekayaannya di sekolah, kesehatan dan filantropi lainnya. Portofolio real estatnya meliputi rumahnya di Palo Alto dan 9,9 juta pied-a-terre dekat Dolores Park di San Francisco.

Zuckerberg, 32, membeli rumah  seluar 5.000 meter persegi pertamanya di Palo Alto pada tahun 2011 dengan harga $ 7 juta. Dia kemudian membeli empat rumah di sekitar rumahnya pada tahun-tahun berikutnya dengan sekitar $ 43,8 juta untuk menjaga privasi dengan lebih baik. Tetapi rencananya akan menghancurkan dan membangun kembali keempat rumah itu terhenti.

 

5. Larry Ellison dengan kekayaan senilai  $ 49,3 miliar memiliki rumah di Woodside, California

Ketua eksekutif Oracle, Larry Ellison, 72, memiliki portofolio real estat yang luas. Dia telah membeli sebagian besar dari seluruh lingkungan di Malibu dan di sekitar Danau Tahoe.

Dia memiliki Beechwood Mansion senilai $ 70 juta di Newport, Rhode Island; villa  di Kyoto, Jepang; dan 98% dari tanah di Lanai, pulau terbesar keenam Hawaii, yang ia beli pada tahun 2012 seharga $ 500 juta.

Dia juga memiliki perkebunan di Woodside, California, dengan  perkiraan nilai sebesar $ 110 juta, dimodelkan setelah arsitektur Jepang abad ke-16, lengkap dengan danau buatan seluas 2,3 hektar.

 

6. Michael Bloomberg dengan kekayaan  $ 45 miliar rumah di Manhattan, New York

Mantan Walikota New York City ini, Michael Bloomberg, 74, memiliki lebih dari selusin properti di seluruh dunia. Dia menghabiskan sebagian besar waktunya di townhouse Upper Estate Side-nya, tetapi dia juga memiliki perkebunan di Hamptons di New York, serta di London, Bermuda, Colorado, dan Florida.

Townhouse  Bloomberg, terletak di 17 East 79th St., mencakup lima lantai dengan eksterior batu kapur. Selama tiga masa jabatannya sebagai walikota,   Bloomberg tinggal di townhouse. Namun, ia tampaknya memiliki rencana untuk mengubahnya menjadi mega-mansion.

Sejak 1989, ia secara bertahap membeli unit di 19 East 79th St.,  townhouse yang berada tepat di sebelah kediamannya saat ini. Dari enam unit di gedung putih bergaya Yunani tahun 1880, Bloomberg sekarang memiliki lima di antaranya, demikian menurut laporan  The New York Observer.***