Kisah-Kisah Pilu Para Korban Tsunami Selat Sunda

Tim gabungan dari TNI (Yon Mandala Yudha Kostrad), Polri, Basarnas, BPBD, Pemda, Tagana, dan relawan terus melakukan penanganan darurat di di Kec. Sumur Pandeglang. Belum semua desa dapat dijangkau dan tertangani baik karena akses jalan rusak. Bantuan terus didatangkan—foto sutopo twitter/bnpb

Aneka kisah pilu diceritakan para korban juga keluarga korban tsunami Selat Sunda. Salah satunya adalah Dewi Mariani (22) yang kehilangan  saudaranya juga sang nenek yang meninggal. Begitu juga kisah Abdul Rakim (45), pegawai Kemenpora yang berada di sana karena ada gathering kantornya. Dari kejauhan dia menyaksikan Gunung Anak Kerakatau sudah memerah, lalu tiba-tiba mati lampu dan datanglah bencana itu.

Kisah-kisah ini didapat Ma’ruf Amin saat berkunjung ke RSUD Berkah Pandeglang, Selasa (25/12). Ma’ruf mengunjungi para korban dan keluarganya yang sedang menjalani perawatan akibat tsunami Selat Sunda. Dalam kesempatan itu pada korban juga keluarganya berbagi cerita seputar kejadian tersebut.

Dewi Mariani (22), misalnya, menceritakan bagaimana saudara tirinya, Tirman (16) terseret air dari bibir pantai di Kampung Sumur, Pandeglang, sampai ke jalan raya.  “Ini terseret dari bibir pantai sampai jalan raya. Pas sadar dia sudah di jalan raya. Kalau adiknya nemu bambu, dipegangnya bambu itu,” cerita Dewi ke Ma’ruf .

Dewi pun masih kehilangan dua sanak saudaranya lagi. Sedangkan neneknya yang bersama Tirman, meninggal. “Neneknya meninggal,” ungkap Dewi.

Sementara itu, korban lainnya, Abdul Rakim (45) merupakan pegawai Kemenpora yang tinggal di Bekasi, juga menceritakan bagaimana kejadian yang dialaminya, saat berada di gathering kantornya. “Habis makan malam ada acara debus. Tapi emang kelihatan dari jauh Krakatau udah merah. Enggak ada peringatan, tiba-tiba mati lampu, (kemudian) ombak tinggi. Kaki kena kayu,” tutur Abdul.

Mendengar dan melihat kondisi korban, Ma’ruf Amin yang hadir bersama istrinya, langsung mendoakan mereka. Dirinya pun berharap diberikan kesembuhan.  “Alhamdulillah masih diselamatkan. Cepat sembuh,” kata Ma’ruf kemudian mendoakan.

Dia mengatakan, menengok para korban lantaran merasa menjadi bagian masyarakat Banten, yang juga turut prihatin dan sedih dengan bencana tsunami ini. “Saya merasa apa yang mereka rasakan, kami juga rasakan. Kebetulan saya dari Banten, jadi merasa mereka adalah saudara-saudara kami sekampung, se daerah. Keprihatinan kami sangat mendalam, makanya hari ini kami menengok dan melihat,” jelas Ma’ruf.

Dia pun tak lupa mengucapkan terima kasih kepada para petugas yang ikut membantu dan menyelamatkan para korban. “Terima kasih kepada para petugas yang menyelamatkan mereka dan merawat mereka,” tutupnya.***/ebn

Ma’ruf Amin: Jangan Marah Sama Allah

Ma’ruf Amin saat berkunjung ke RSUD Berkah Pandeglang, Selasa (25/12

Ma’ruf Amin meminta agar masyarakat yang terdampak bencana tsunami Selat Sunda bersabar karena apa yang terjadi merupakan bagian dari ujian dari Allah. Jadi, jangan marah. “Ini namanya ujian, diuji kesabaran. Ini ujian dari Allah SWT. Semoga sabar, mudah-mudahan ada balasannya. Jangan mengeluh, jangan marah sama Allah,” ucap Ma’ruf di Posko kantor Kelurahan Sukasari, Pulosari, Banten, Selasa (25/12/2018).

Dia pun berharap bahwa ujian ini terakhir. Tidak ada lagi yang tertimpa musibah seperti ini. “Mudah mudahan cukup sekali ini aja ya. Jangan lagi terkena musibah seperti ini ya,” kata Ma’ruf.

Disana, dia sambut ratusan pengungsi yang mayoritasnya kaum ibu-ibu. Kehadirannya sontak diserbu untuk bersalaman, berfoto bersama, bahkan di curhati.  “(Disini) sudah tiga malam, dari malam minggu,” ucap salah satu warga kepada Ma’ruf, di lokasi, Selasa (25/12/2018).

Ma’ruf pun lantas menanyakan kepada warga yang berjumlah 621 orang itu, tentang apa saja yang kurang di posko tersebut. Para warga menyatakan berkecukupan, dan sempat memuji pemerintah daerah setempat.  “Alhamdulillah. Pengobatannya cukup. Pak lurahnya, dan kepala desanya jempol pak. Lurahnya ganteng,” celetuk para warga, yang berasal dari Caringin, Teluk, Labuhan, Carita.

Yang menarik, saat mendengarkan para curhatan ibu-ibu, Ma’ruf Amin yang didampingi istrinya, didatangi oleh seorang anak kecil, yang juga mengungsi. Anak itu mendekatinya, dan menunjukkan gelagat minta digendong.  Melihat tingkah anak kecil tersebut, Ma’ruf langsung menggendong dan memangkunya. Hal ini membuat para ibu-ibu sempat tersenyum dan berbagi tawa.

Ma’ruf pun terus melanjutkan mendengar cerita  para cerita sembari terus memangku anak kecil yang menggunakan kaos timnas Brasil itu.

Hal serupa juga disampaikan saat dia mengunjungi posko pengungsian Masjid Jami Al Mu’amanah, di Kampung Tenjolahang, Jiput, Banten. Menurutnya, jika masyarakat berhasil sabar dari ujian Allah, maka akan mendapatkan balasan yang setimpal. “Lulus nanti, Insya Allah dapat pahala dan Allah balas nanti,” kata Ma’ruf.

Selepas berbagi cerita serta menyalurkan bantuan, Ma’ruf pun mengajak doa bersama. Yang kemudian dilanjutkan mengunjungi posko pengungsian Masjid Jami Al Mu’amanah, di Kampung Tenjolahang, Jiput, Banten.

Disana, tak jauh berbeda kondisinya. Para ibu-ibu juga menyerbu Ma’ruf untuk berbagi cerita. Pada saat pria yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia itu, menanyakan ada keluarga meninggal, warga pun menjelaskan ada banyak. “Banyak pak. (Yang dirawat) ada di RS Pandeglang,” kata warga.

Ma’ruf pun berpesan kepada para warga untuk bersabar. Karena ini bagian dari ujian. Jika berhasil melewati ini semua. Mudah-mudahan ada balasannya.  “Ini musibah bukan buatan manusia. Diuji, sabar. Dan semua sabar ya,” tutup Ma’ruf dengan doa bersama.***/ebn

 

Erupsi Dahsyat 64 Ha Lereng Baratdaya Anak Gunung Krakatau Longsor

Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terpantau dari pesawat Grand Caravan Susi Air pada 23/12/2018. Gunung Anak Krakatau erupsi sejak Juni 2018 hingga sekarang. Erupsi kemarin bukan yang terbesar. Periode Oktober-November 2018 terjadi erupsi lebih besar. Status Waspada (level 2)–foto sutopo twitter

Meskipun disebutkan bahwa erupsi Gunung Anak Krakatau beberapa hari lalu bukan lah yang terbesar namun dampaknya sungguh luar biasa. Erupsi dahsyat itu telah memicu tsunami yang menyebabkan ratusan orang meninggal dan seribu lebih luka-luka, dan kerusakan berbagai bangunan dan sekitarnya.

“Erupsi kemarin bukan yang terbesar. Periode Oktober-November 2018 terjadi erupsi lebih besar. Status Waspada (lever 2),” ungkap Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB.

Dalam siaran pers bersama sejumlah lembaga yakni Kemnko Maritim, BMKG, BIG,BPPT, LIPI dan Badan Geologi ESDM disebutkan bahwa bencana di Selat Sunda merupaka bencana multievent yang diakibatkan oleh gelombang tinggi,tsunami, erupsi gunung api dan longsor tebing kawah Gunung Anak Krakatau yang memicu tsunami.

BMKG memperoleh data tide-gauge pasa 22 Desember 2018 sekitar pukul 22.00 WIB, 4 tide gauge di Selatn Sunda mencatat adanya anomali permukaan air laut yang diyakini sebagai tsunami. Tsunami yang terjadi tersebut bukan lah disebabkan oleh gempa bumi tektonik, namun akibat longsoran di lereng Gunung Anak Krakatau akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Disebutkan juga, kejadian longsor lereng Gung Anak Krakatau tercatat di sensor seismograph BMKG di Cigeulis Pandeglang pada 21.03 WIB, juga beberapa sendor di Lampung, Banten , Jawa Barat. Hasil analisa rekam seismik dari longsoran lereng Gunung Anak Krakatau setelah dianalisa oleh BMKG setara dengan kekuatan MLv=3.4 dengan episenter di Gunung Anak Krakatau.

Faktor penyebab lepasnya material di lereng anak Krakatau dalam jumlah banyak adalah tremor aktivitas vulkanik dan curah hujan yang tinggi di wilayah tersebut. Beberapa bukti yang mendukung telah terjadi longsoran di lereng Gunung Anak Krakatau sebagai akibat dari erupsi gunung tersebut di antaranya deformasi Gunung Anak Krakatau berdasarkan perbandingan citra satelit sebelum dan sesudah tsunami yang memperlihatkan 64 hektar lereng baratdaya Gunung Anak Krakatau runtuh, curah hujan tinggi pada periode waktu yang berdekatan dengan tsunami. Selain itu, model inversi 4 tide-gauge yang memperlihatkan bahwa sumber energi berasal dari Selatan Anak Krakatau.***/ebn

Update Tsunami Selat Sunda: 375 Orang Meninggal, 128 Orang Hilang

Presiden Jokowi meninjau posko penanggulangan bencana tsunami, di Pandeglang, Banten, Minggu (24/12) pagi–foto setkab go id

Jumlah korban yang meninggal maupun luka-luka yang ditemukan oleh tim SAR gabungan terus bertambah. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut sampai kini jumlah korban yang meninggal tercatat 375 orang, sementara yang luka-luka 1.459 orang. Sementara yang dilaporkan hilang 128 orang. Diperkirakan jumlah korban masih akan bertambah karena tim evakuasi masih terus bekerja.

“Korban tsunami di Selat Sunda terus bertambah. Tim SAR masih terus beroperasi. Jumlah korban yang tercatat 373 orang meninggal dunia, 1.459 orang luka-luka, 128 orang hilang, dan 5.665 orang mengungsi. Diperkirakan korban masih bertambah,” kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB.***/ebn

Tsunami Selat Sunda: ‘Bukan Nakut-nakuti, Bagaimana Kesiapan Jakarta?’

ILustrasi–sumber foto display BNBP twitter

Kejadian bencana yang menghantam sepanjang pesisir pantai di wilayah Provinsi Banten dan Lampung Selatan  kembali menggugah kesadaran bahwa secara geografis kita tinggal di wilayah rawan bencana. Karena dikelilingi cincin api Pasifik (Pacific Ring of Fire). Sejauh mana kesiapan kita. Bukan hanya Banten, Lampung Selatan, tapi juga sejauh mana persiapan Pemda Provinsi DKI Jakarta.

Sekjen PDI Perjuangan Haso Kristiyanto dalam rilisnya menyebut, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, sudah beberapa kali mengingatkan hal itu. Dalam seminar mengenai peta rawan bencana yang diselenggarakan PDIP pada 13 Desember lalu, Megawati menyampaikan pesan secara khusus agar kewaspadaan dan kesiapan perlu dilakukan. Khususnya terkait aktivitas anak Gunung Krakatau.  Saat itu, kata Hasto, Megawati memerintahkan Fraksi PDI Perjuangan di DPRD DKI Jakarta, agar mempertanyakan soal kesiapan tersebut kepada Gubernur Pemprov DKI Jakarta.

Dalam kesempatan itu Hasto menyampaikan rasa dukacita mendalam PDI Perjuangan kepada para korban dan keluarga akibat bencana tsunami yang menghantam sepanjang pesisir pantai di wilayah Provinsi Banten dan Lampung Selatan.  “Semoga para korban diampuni segala kekhilafannya dan keluarga mereka senantiasa diberi kesabaran dan ketabahan,” ucapnya.

Jauh sebelumnya, saat melepas bantuan untuk korban bencana ke Sulawesi Tengah pada 8 Oktober lalu, Megawati pun mengingatkan hal yang sama. “Saya minta tolong Jakarta, apa persiapannya. Bukan mau bikin takut. Cuma bagaimana agar tak panik karena tak ada panduan,” kata Megawati sebagaimana dikutip kembali oleh Hasto.

Menurut Hasto, semuanya didasari oleh sebuah kesadaran akan pentingnya untuk selalu siap menghadapi resiko bencana alam akibat kondisi geografis Indonesia. Salah satu negara yang bisa jadi bahan percontohkan soal kesiapsiagaan bencana adalah Jepang. Kebetulan, kondisi geografis Indonesia dan Jepang juga mirip-mirip.

Dalam konteks itu, Hasto mengatakan PDI Perjuangan sendiri mengambil inisiatif untuk menyebarkan kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan sejak dini. Karena itu, bertepatan dengan perayaan HUT partai pada 10 Januari mendatang, PDIP akan meluncurkan buku manual bencana. Isinya, sosialisasi kepada anak SD, SMP, SMA, mengenai pemahaman soal area rawan bencana dan bagaimana harus menghadapinya bila bencana benar terjadi.

Buku itu disusun oleh Tim Baguna DPP PDI Perjuangan, berdasarkan hasil studi bersama lembaga negara terkait seperti BMKG, Pusat Mitigasi Bencana Geologi, dan lain-lain.

“Kontribusi kecil ini kami harapkan bisa menjadi pemicu gerakan negara bersama rakyat yang lebih besar dalam menyiapkan mitigasi bencana yang lebih baik,” ujarnya.

Mengenai penanganan paskabencana di Banten dan Lampung, Hasto menegaskan PDI mendukung langkah-langkah cepat dari aparat pemerintahan untuk segera melakukan kegiatan pencarian, penyelamatan, hingga evakuasi. Baik itu dari BNPB Pusat dan Daerah, TNI/Polri, maupun aparat lainnya, untuk melakukannya bersama-sama rakyat.

Megawati Soekarnoputri sendiri sudah memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDIP yang sudah dilatih khusus oleh BASARNAS, agar segera turun secepatnya membantu proses pencarian dan evakuasi para korban bencana.

Kata Hasto, Megawati berpesan agar skala prioritas ditujukan kepada korban, khususnya ibu dan anak-anak. Semangat dasarnya adalah “menangis dan tertawa” bersama rakyat.

“Mari terus bergandengan tangan. Semangat Gotong Royong dan Solidaritas Kemanusiaan sangat penting sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa,” tandas Hasto.***/ebn

KH Ma’ruf Amin Ucapkan Belasungkawa kepada Keluarga Korban Tsunami Banten dan Lampung

Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01 KH Ma’ruf Amin menyampaikan rasa dukacita dan belasungkawa bagi korban tsunami di pesisir Banten dan Lampung pada Sabtu (22/12) malam. Melalui sebuah pernyataannya, Ulama yang menjadi pendamping Joko Widodo di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 itu mengharapkan keluarga korban senantiasa tabah.

“Atas bencana trusnami yang menimpa daerah Banten khususnya Anyer, Serang, Pandeglang, dan Lampung, kami mengucapkan sangat prihatin. Saya mendoakan, semoga musibah yang menimpa ini membuat masyarakat Banten dan Lampung tidak berputus asa, tapi tetap sabar dan penuh harapan,” ujar Kiai Ma’ruf, dalam pernyataannya, Minggu (23/12).

Kiai Ma’ruf mengaku sangat bersedih dengan musibah yang melanda masyarakat Banten. Ulama kelahiran 11 Maret 1943 itu memang memiliki ikatan emosional dan jalur silsilah di Banten. Secara silsilah, Kiai Ma’ruf adalah cicit Syekh Nawawi Al Bantani yang kondang sebagai imam Masjidilharam. Sehingga, Kiai Ma’ruf punya ikatan kuat secara emosional dengan Banten.

Kiai Ma’ruf juga mengucapkan terima kasih kepada Aksi Santri Tanggap Bencana (Astana), yang sudah turun di Anyer untuk membantu korban tsunami di sana. Sekaligus Kiai Ma’ruf menyerukan agar masyarakat bergotong royong dan mengutamakan solidaritas, dengan segera memberi bantuan kepada para korban maupun pengungsi akibat bencana itu.

“Kita harapkan kepada masyarakat. Mari kita bantu saudara kira yang terkena musibah bencana tsunami di Anyer, Serang, Pandeglang dan Lampung,” pintanya.

Sebelumnya tsunami melanda wilayah pesisir Banten dan Lampung pada Minggu (22/12) malam sekitar pukul 21.30. Peristiwa itu telah mengakibatkan setidaknya 60 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya terluka atau hilang.***

BNPB: Tsunami di Pantai Pandeglang 20 Orang Tewas

foto twitter sutopo

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui informasi soal korban tsunami di Anyer, Banten. Korban tewas bertambah jadi 20 orang.

“Data sementara dampak tsunami di Pantai di Kab Pandeglang, Serang dan Lampung Selatan hingga 23/12/2018 pukul 04.30 WIB: tercatat 20 orang meninggal dunia, 165 orang luka-luka, 2 orang hilang dan puluhan bangunan rusak. Data korban kemungkinan masih akan terus bertambah,” ungkap Kepala Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo  Purwo Nugroho dalam rilisnya, Minggu (23/12).

Sutopo juga menyebut, kemungkinan penyebab tsunami di di Pandeglang dan Lampung Selatan adalah n kombinasi dari longsor bawah laut akibat pengaruh erupsi Gunung Anak Krakatau dan gelombang pasang saat purnama. BMKG masih meneliti lebih jauh untuk memastikan penyebab tsunami.***/ebn

Perkuat Mitigasi Bencana, PDIP Segera Terbitkan Buku Manual untuk Siswa SD-SMA

Hasto Kristiyanto (kedua dari kiri/baju merah)—foto istimewa

PDI Perjuangan akan segera menerbitkan buku manual mengenai bencana dan sosialisasi apa saja yang harus dilakukan demi menjamin keselamatan bila bencana terjadi. Buku manual itu diperuntukkan bagi anak SD, SMP, dan SMA.

Menurut Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, buku manual itu dipersiapkan oleh Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDIP. Untuk menyempurnakannya, dilakukanlah workshop Peta Rawan Bencana Indonesia yang digelar di kantor pusat partai itu di Jalan Diponegoro, Jakarta, hari ini (13/12).

Hasto yang membuka acara itu, menyampaikan sejumlah pesan dari Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Kata Hasto, Megawati ingin agar sistem peringatan dini (early warning system) bencana di Indonesia diperkuat. Bukan hanya menyangkut instrumen teknologi untuk mendeteksi gempa, letusan gunung, dan tsunami.

“Namun juga membangun kesadaran masyarakat, dimana kita sadar sewaktu-waktu bencana datang. Kita tinggal di wilayah cincin api Pasifik yang memang rawan,” kata Hasto.

Di Jepang, sebagai contoh negara dengan kondisi geografis mirip, selalu disediakan buku manual sederhana. Isinya, bagaimana bila terjadi bencana, sistem evakuasi, makna sirine, dan lain-lain. Itulah makna penting buku manual bencana seperti yang hendak diterbitkan PDIP itu.

“Ini buku manual untuk disosialisasikan di anak-anak kita. Di SD, SMP, SMA, untuk kami bagi. Supaya pemahaman kita yang tinggal di kawasan bencana itu menguat. Agar betul-betul kita mampu mempersiapkan dengan baik,” ujar Hasto.

Rencananya, buku manual diluncurkan saat perayaan HUT PDIP pada 9 Januari tahun depan.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Rudi Suhendar, yang menjadi salah satu pembicara dalam workshop itu, memberi penjelasan soal Indonesia yang rawan bencana.

Dijelaskannya, ada hal positif dari Indonesia yang secara geografis terletak di wilayah cincin api Pasifik. Tanahnya subur, banyak cekungan yang berpotensi hidrokarbon serta air tanah, lima jalur metalligenik yang berarti banyak sumber daya mineral.

Namun, negatifnya, ada 127 gunung api aktif yang dipantau 24 jam perhari oleh mereka lewat 69 posko. Lalu 3 lempeng tektonik aktif yang bisa menimbulkan gempa.

Lihat saja statistiknya. 12-15 persen gempa bumi di dunia itu terjadi di wilayah Indonesia. Dan 6-12 kejadian gempa bumi merusak setiap tahunnya.

Lalu probabilitas kejadian tsunami dengan ketinggian inundasi lebih dari 3 meter terjadi sekali dalam 10-50 tahun. Lebih dari 800 kejadian gerakan tanah dalam satu tahun terjadi di Indonesia. Bencana gerakan tanah sebagian besar terjadi di musim hujan.

“Kami dari Pusat Mitigasi Bencana Geologi, punya tujuan mengurangi jatuhnya korban jiwa dan materiil. Supaya zero korban,” kata Rudi.

Hasto mengatakan, pesan Megawati lainnya adalah perlunya koordinasi yang baik antara berbagai lembaga Pemerintah. Pengetahuan kebencanaan harus dijadikan salah satu dasar dalam penyusunan tata kota. Dengan itu, daerah yang rawan bencana tidak dijadikan, misalnya, kawasan pemukiman.

“Lalu hilangkan ego sektoral. Karena seringkali persiapan menghadapi bencana itu dilupakan. Koordinasi antarinstansi harus dapat dilakukan dengan baik,” kata Hasto menyampaikan pesan Megawati.

Baguna Siaga Bencana

Menyangkut Baguna sendiri, Hasto menjelaskan bahwa partainya adalah satu-satunya parpol di Indonesia yang memiliki badan demikian. Sejauh ini, Baguna PDIP aktif mempersiapkan diri. Khususnya menghadapi potensi bencana basah di tengah musim penghujan saat ini. “Seperti tanah longsor, banjir, dan sebagainya,” imbuh Hasto.

Sebagai salah satu yang pertama kali turun saat bencana Palu beberapa waktu lalu, Baguna PDIP juga melakukan evaluasi atas proses penanganan bencana. Targetnya adalah agar Baguna lebih efektif dalam menolong masyarakat di wilayah bencana.

“Ketika ada bencana, Baguna wajib membantu rakyat,” kata Hasto.

“Seluruh warga bangsa yang terkena bencana wajib ditolong oleh Baguna tanpa membedakan pilihan partainya, sukunya, agamanya,” tambahnya.***/ebn

Ketua DPR Bamsoet Minta Penanganan Bencana Dilakukan Secara Terpadu

Jembatan yang menghubungkan ruas Padang- Bukittinggi putus total pada 10/12/2018 pukul 18.30 WIB–foto BNPB

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi hujan disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Sumatera dan Jawa masih akan terjadi hingga 16 Desember 2018 mendatang. Daerah seperti Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Jambi, Bengkulu, Sumsel, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur, agar mewaspadai hal ini.

Sebagaimana diketahui, bencana banjir, tanah longsor akibat hujat lebat telah menimbulkan sejumlah kerusakan infastruktur di sejumlah daerah Sumatera Barat dan Jawa, di antaranya jembatan dan puluhan rumah warga rusak. “Banjir akibatkan jembatan yang menghubungkan ruas Padang- Bukittinggi putus total pada 10/12/2018 pukul 18.30 WIB. Jembatan terletak di Korong Pasa Usang Nagari Kayutanam Kec. 2×11 Kayutanam Kab. Padang Pariaman. Tidak ada korban jiwa dari banjir tersebut,” demikian diungkap Sutopo Purwo Nugroho lewat twitter Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Foto BNPB

Terkait hal tersebut, Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta agar Kementarian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Sosial (Kemensos), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melakukan pemetaan daerah yang terdampak banjir dan tanah longsor, serta segera melakukan penanganan bencana secara terpadu dengan mengirimkan bantuan berupa pangan, obat-obatan, tenda, membangun dapur umum, serta membangun sarana Mandi, Cuci, dan Kakus (MCK), dan air bersih guna memenuhi kebutuhan para korban terdampak bencana.

Bamsoet juga meminta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) bersama BPBD, Pemerintah Daerah (Pemda), dan Tentara Negara Indonesia (TNI) untuk membuka akses jalan yang tertutup longsor, serta Dinas Kesehatan agar mendirikan posko-posko kesehatan guna memberikan layanan kesehatan kepada warga yang tertimpa bencana alam.

“Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR)  agar segera melakukan pemetaan terhadap infrastruktur seperti jembatan yang rusak, rumah rusak, rumah warga hanyut terbawa banjir atau tertimpa tanah longsor, agar dapat segera dilakukan pembangunan kembali sehingga bangunan-bangunan dan wilayah yang terisolir dapat segera pulih,” tegas Bamsoet.

Ia juga berharap agar Kemendagri melalui  Pemda, BNPB, dan BMKG,  bersinergi dalam upaya penanggulangan bencana dan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana sesuai dengan Undang-Undang No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.***/ebn

Konser Nasyid dan Sholawat untuk Kerukunan Bangsa dan Gempa Sulteng

Beragam cara dilakukan demi meringankan beban terhadap sesama saudara tanah air ini. Begitupun dengan sekelompok masyarakat yang tergabung dalam sebuah gerakan kepedulian terhadap apa yang terjadi dengan bangsa ini. Lewat ide dan keinginan untuk menebarkan sebuah kebaikan, berbagai kalangan lintas generasi, agama, musik sampai politik  akan menggelar  “Konser Nasyid & Sholawat Untuk Kerukunan Bangsa, Peduli Palu, Sigi, Donggala, NTB” pada hari Sabtu, 20 Oktober 2018 di Istora Senayan, Jakarta.

Dalam sajiannya Konser Nasyid dan Sholawat ini selain sebagai wadah kreasi bentuk seni musik islami, juga sebuah bentuk komunikasi massa yang cukup ampuh untuk menebar kebaikan. Acara tersebut nantinya akan menampilkan para juara di festival Nasyid 2018. Tak hanya itu, konser ini juga akan menghadirkan musisi-musisi lintas genre, agama dan generasi dari kalangan indie sampai major, serta juga artis dan tokoh-tokoh nasional. Acara yang dimulai pukul 9 pagi ini diantaranya diisi oleh musisi seperti Snada, Element, Ustadz Jamming, Halus Lembut, D’Friends, G-Pro sampai Payung Teduh yang akan memeriahkan acara tersebut sampai pukul 9 malam.

“Konsepnya semua akan kami undang, baik masyarakat baik remaja maupun semua kalangan sampai selebritis Ibu Kota. Pokoknya bertabur bintang!,” kata Harry “Koko” Santoso Pemerhati Musik Indonesia yang hadis di acara preskon di Grand Kemang, Jakarta, baru baru ini.

Kegiatan yang sudah dirancang jauh hari ini rencananya akan diselenggarakan pada bulan Mei lalu. Namun menurut Faris, Ketua Penyelenggara ada beberapa hambatan yang akhirnya tertunda, hingga munculnya Asian Games 2018 lalu.

“Dalam perjalanannya acara ini akhirnya terselenggara untuk mengumpulkan donasi untuk korban bencana alam,” ucap Faris.

“Kenapa menampilkan Nasyid? Nasyid itu sendiri memiliki arti senandung kebaikan. Musik yang menyampaikan kebaikan, dan dimaksudkan untuk kerukunan bangsa. Untuk peduli kepada yang tertimpa musibah bencana alam. Konser pada 20 Oktober nanti free entry. Hanya tolong  siapkan donasi dalam jumlah uang berapapun”, tambahnya lagi. (pik)