Bambang Hartono, orang terkaya Indonesia peraih medali perunggu Asian Games 2018, bersama Menpora Imam Nahrawi–foto istimewa
Di antara atlet penerima bonus Asian Games di Istana Negara, ada sosok Bambang Hartono, salah satu orang terkaya Indonesia yang dalam Asian Games 2018 ini tarung di cabang bridge. Bambang meraih medali perunggu dan berhak atas bonus Rp150 juta. Apa kata pengusaha kaya raya itu tentang bonus Asian Games?
“Luar biasa, apresiasi kepada pemerintah dan pemberiannya sangat bagus sekali karena langsung apresiasi (diberikan), juga tidak perlu atlet itu kembali lagi ke Jakarta, untuk terima hadiah lagi, jadi ini sangat efisien, bagus sekali,” kata Bambang di Istana Negara Jakarta, Minggu. Demikian dikutip dari laman asiangames2018.id.
Bambang Hartono menghadiri acara Silaturahim Presiden Republik Indonesia dengan para Atlet dan Pelatih Nasional Peraih Medali pada Asian Games XVIII Tahun 2018 sekaligus penyerahan bonus secara simbolis kepada para atlet dan pelatih yang meraih medali.
Michael Bambang Hartono adalah pemilik Djarum sekaligus salah satu orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes yang dirilis Maret 2018, total kekayaan Bambang Hartono mencapai 16,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp225 triliun
Bambang yang saat ini berusia 79 tahun merupakan atlet tertua yang mewakili Indonesia di Asian Games 2018 dan berhasil mendapatkan perunggu dalam cabang olahraga bridge secara beregu pada 27 Agustus 2018 lalu.
Atas capaian medali perunggu itu, Bambang pun berhak mendapatkan Rp150 juta dari pemerintah.
“Uang bonus diberikan untuk pembinaan bridge kelanjutannya, jadi dibalikin ke bridge lagi seluruhnya,” tambah Bambang yang datang ke istana dengan mengenakan jaket merah tim Indonesia dan medali perunggunya.
Ia pun mengaku sudah menerima bonus yang dikirimkan ke buku rekeningnya itu.
“Sudah terima ini loh,” kata Bambang sambil menunjukkan buku tabungan BRI yang diberikan kepadanya dari pemerintah.
Hal itu menjadi lucu karena Bambang bersama saudaranya Budi Hartono adalah salah satu pemilik saham di Bank BCA dan juga produsen rokok Djarum. Bambang sendiri diketahui memiliki 25 persen saham dari BCA.
“Iya nih, hahaha,” kata Bambang sambil tertawa saat ditanya mengapa bonus tersebut tidak masuk lewat bank BCA.***
Presiden Jokowi berfoto bersama Peraih Medali Asian Games 2018, di Istana Negara, Jakarta, Minggu (2/9–foto humas setkab
Ada yang berbeda dari biasanya dalam hal pembagian bonus bagi atlet. Kalau biasanya hanya yang meraih medali saja yang akan menerima bonus. Maka dalam perhalatan Asian Games kali ini, pemerintah juga memberi bonus pada atlet-atlet yang gagal meraih medali. Besarannya adalah Rp20 juta. Hal tersebut disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi di Istana Negara Jakarta, Minggu(2/9), seusai menghadiri acara silaturahim Presiden Joko Widodo dengan para atlet dan pelatih nasional peraih medali pada Asian Games XVIII Tahun 2018 sekaligus penyerahan bonus secara simbolis kepada para atlet dan pelatih yang meraih medali.
Sebagaimana diketahui pemerintah mempercepat penyerahan pemberian bonus bagi peraih medali Asian Games XVIII tahun 2018. Bukan menunggu hajatan Asian Para Games 2018 atau bahkan pekan depan, tapi sehari sebelum penutupan Asian Games VIII bonus tersebut diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Minggu (2/9) pagi. Bonus diserahkan oleh Presiden Jokowi kepada 9 (sembilan) orang perwakilan atlet peraih medali, yaitu 3 (tiga) orang mewakili peraih medali emas masing-masing: Eko Yuli Irawan (angkat besi), Puspa Harum Sari (pencak silat) dan Aris Susanti Rahayu (panjat tebing).
” Untuk Asian Games ini disiapkan kira-kira Rp210 miliar, itu sudah termasuk untuk non-medali. Itu untuk Asian Games, Asian Paragames lain lagi, semua sama, penyetaraan dan sudah dilakukan sejak beberapa tahun yang lalu,” tambah Imam sebagaimana dikutip dari lamat asiangames2018.id. Bonus itu sudah langsung dicairkan hari Minggu kepada para atlet serta pelatih dan asisten pelatih.
Presiden serahkan bonus kepada atlet di Istana Negara, Minggu (2/9). (Foto: Humas/Jay)
Bonus bagi peraih medali emas adalah sebesar Rp1,5 miliar secara penuh tanpa dipotong pajak. Untuk pasangan atau ganda, mendapatkan Rp1 miliar per orang dan Rp750 juta per orang untuk beregu.
Bagi peraih medali perak untuk tunggal mendapatkan Rp500 juta, ganda Rp400 juta, dan beregu Rp300 juta per orang sedangkan perebut medali perunggu, dihadiahi Rp250 juta, ganda Rp200 juta dan beregu Rp150 juta per atlet.
Untuk pelatih yang anak didiknya meraih medali emas mendapatkan Rp450 juta, perak Rp150, perunggu Rp75 juta. Asisten pelatih perorangan/ganda mendapatkan Rp300 juta untuk emas, Rp100 juta untuk perak, dan Rp50 juta untuk perunggu. Pelatih dan asisten pelatih dapat, mestinya cair hari ini, semua penerima per hari ini bisa melihat angkanya di buku tabungan. Ini bersejarah juga. Baru kali ini sepanjang pemberian bonus adalah yang tercepat,” jelas Imam.
Kemenpora juga menawarkan bagi para atlet untuk menjadi pegawai negeri sipil (PNS).
“Kalau PNS boleh untuk semua peraih medali, tapi mereka mau ambil atau tidak silahkan, nanti sore pukul 16.00 WIB saya ‘declare’, tapi memang PNS butuh penyesuaian misalnya (proses) prajabatan,” ungkap Imam.
Pengangkatan atlet yang menjadi PNS pertama-tama dilakukan di Kemenpora namun bila setahun kemudian mereka ingin berpindah ke kementerian lain atau daerah asalnyam, dipersilahkan. “Meskipun mereka PNS, atlet ini kerjanya bukan di bangku atau di ruangan. Kerjanya di lapangan, di pelatnas, latihan terus sehingga pemerintah menjamin bulanannya, menjamin masa depan,” tambah Imam.
Sedangkan mengenai bonus rumah bagi peraih medali emas menurut Imam masih belum final dibicarakan.
“Terus- terang saya belum final menyampaikan ini, saya harus bertemu sekali lagi dengan Pak Menteri PU (Basuki Hadimuljono) untuk mendetailkan karena harus ada peraturan menterinya seperti halnya bonus rumusannya detail sekali sampai angka terkecil dan diputuskan oleh menteri memberi tanda tangan. Untuk rumah sejauh ini kami belum membuat semacam peraturan menteri PU maksudnya. Kita tunggu Menteri PU,” ungkap Imam.
Acara itu juga dihadiri Ibu Iriana Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Kalla, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Chef de Mission (CdM) kontingen Asian Games Indonesia Syafruddin, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani serta pejabat terkait lainnya.
Para atlet yang hadir antara lain peraih medali emas Defia Rosmaniar (taekwondo), Lindswell Kwok (wushu), Hanifan Yudani (pencak silat), peraih perak Sri Wahyuni (angkat besi), peraih perunggu Bunga Imas (skateboard) dan Bambang Hartono (bridge).
Namun pemberian bonus itu tidak dihadiri oleh kontingen bulu tangkis termasuk peraih medali emas dari tunggal putra Jonathan Christie (Jojo) dan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Markus Fernaldi Gideon.
“Oh ya Jojo sudah berangkat tadi malam ke Jepang terbuka, yang mulai malam ini. Jadi tadi malam sudah terbang semua atlet bulutangkis,” kata Imam.***
Presiden Joko Widodo memberi keterangan kepada wartawan di halaman RSPAD seusai jenguk BJ Habibie, senin (27/8/2018)–foto istimewa
Dengan sisa waktu sekitar sepekan lagi, Presiden Joko Widodo optimistis target medali emas bagi Indonesia di ajang Asian Games 2018 bisa tercapai. Keyakinan tersebut didasari oleh banyaknya peluang bagi kontingen Indonesia untuk memperebutkan emas di beberapa ajang olahraga yang akan dipertandingkan dalam kurun waktu tersebut.
“Menurut saya target 16 emas yang sudah kita tentukan itu insyaallah terlampui,” kata Presiden di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Senin, 27 Agustus 2018.
Secara khusus, Kepala Negara berharap Indonesia mampu mendulang banyak emas dari cabang pencak silat yang akan bertanding hari ini. “Hari ini silat, silat ini banyak (medali) nanti. Pencak silat saya kira tambang emas kita ada di situ,” ucapnya.
Di samping pencak silat, Presiden Joko Widodo juga memandang kontingen Indonesia masih berpeluang mendulang medali di banyak cabang olahraga lainnya. Di antaranya ialah bulu tangkis, karate, dan panjat tebing.
“Saya kira kita masih banyak peluang di beberapa cabang olahraga, tidak hanya silat saja. Bulu tangkis, karate, jetski, panjat tebing, atau kano masih ada peluang,” ujarnya.
Untuk diketahui, hingga berita ini ditulis, Indonesia berhasil mengumpulkan medali dengan rincian 14 emas, 13 perak, dan 25 perunggu. Torehan emas sejumlah tersebut menjadikan Indonesia melampaui pencapaiannya saat menjadi tuan rumah di 1962. Saat itu Indonesia meraih 11 emas, 12 perak, dan 28 perunggu.( Leste )
LAGU kebangsaan Indonesia Raya berkumandang di venue taekwondo di Plenary Hall, Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta, Minggu, 19 Agustus 2018 setelah atlet taekwondo putri Indonesia Defia Rosmaniar berhasil menyabet medali emas. Medali emas pertama untuk kontingen Indonesia di ajang Asian Games 2018 itu diraih Defia dalam nomor poomsae individu putri.
Kebahagiaan Defia semakin lengkap setelah medali emas yang dia raih dikalungkan langsung oleh Presiden Joko Widodo yang telah hadir sejak pukul 14.00 WIB dan menyaksikan penampilan Defia dari babak semifinal. Senyum bahagia terlihat di wajahnya saat medali emas dikalungkan oleh Kepala Negara.
“Taekwondo memang targetnya satu emas dan alhamdulillah tadi Defia Rosmaniar mendapatkan satu emas, artinya targetnya terpenuhi di taekwondo. Semua saya kira bahagia, senang, dan kita harapkan nanti cabang-cabang olahraga yang lainnya juga sesuai dengan target atau melebihi target. Harapan kita itu ya. Ini adalah emas pertama,” kata Presiden seusai pengalungan medali.
Defia Rosmaniar tampil sebagai juara pertama setelah di partai final mengalahkan taekwondoin Marjan Salahshouri asal Iran dengan nilai 8.690-8.470. Tangisan bahagia Defia pun pecah seketika. Dia bersujud lalu berlari mengelilingi lapangan sambil membentangkan bendera Merah Putih.
Dia kemudian berlari menuju ke tribun VIP di mana Presiden Joko Widodo duduk. Tampak hadir juga di tribun tersebut Perdana Menteri Korea Selatan Lee Nak-Yon, Presiden World Taekwondo Chungwon Choue, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Menteri Belia dan Sukan Malaysia Syed Saddiq, dan Chef de Mission (CdM) kontingen Indonesia Komjen Pol Syafruddin yang juga turut memberikan ucapan selamat dan bersalaman dengan Defia.
Sebelumnya, Defia mengalahkan Yun Jihye dari Korea Selatan dengan nilai 8.520-8.400 di babak semifinal. Kehadiran Presiden tidak membuatnya menjadi tegang, namun justru memberikan motivasi besar buat taekwondoin berusia 23 tahun ini.
“Perasaannya senang dan bangga. (Kedatangan Presiden) menambah semangat juga karena Bapak Presiden peduli dengan kita. Alhamdulillah tadi beliau bilang ini medali emas pertama Indonesia,” kata Defia seusai pengalungan medali.
Pertandingan Berlangsung Ketat
Pertandingan final taekwondo nomor poomsae individu putri berlangsung dengan ketat. Di babak pertama, Defia sempat sedikit goyah karena kuda-kudanya yang tidak sempurna.
Namun tak berselang lama, Marjan Salahshouri juga melakukan kesalahan. Setelah melakukan tendangan berputar, posisi Marjan terlihat bergeser karena kuda-kuda yang tidak kokoh. Nilai akhir di babak pertama 8.360-8.620 untuk keunggulan Defia.
Di babak kedua, Defia tampil lebih percaya diri. Seluruh gerakan yang sulit bisa ia lakukan dengan sempurna. Sementara Marjan terlihat kesulitan dan setidaknya melakukan tiga kali kesalahan.
Dukungan penonton yang terus meneriakkan yel-yel “Indonesia!” membuat Defia semakin bersemangat hingga akhirnya berhasil menuntaskan tugasnya dengan sempurna.
Chef de Mission kontingen Indonesia Komjen Pol Syafruddin mengucapkan rasa syukurnya karena hingga hari ini Indonesia telah meraih 1 medali emas dan 1 medali perak. Medali perak dipersembahkan oleh atlet wushu Edgar Xavier yang meraih medali perak pada nomor Cangquan putra dengan angka 9.72.
“Saya bertemu (Defia) memberikan beberapa petuah-petuah supaya rileks bahwa harga diri dan martabat bangsa ada di pundaknya. Alhamdulillah sore hari ini medali emas Indonesia pertama. Presiden sangat apresiasi karena di hari pertama Asian Games, Indonesia sudah mempersembahkan 1 emas dan 1 perak,” tandasnya.
Demikian siaran pers yang dikirim Bey Machmudin, Deputi Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, 19 Agustus 2018. ***
JAS Airport Services terus melakukan inovasi layanan dengan menambahkan 5 armada bus apron lower deck atau memiliki sasis frame yang rendah. Bus apron lower deck ini termasuk jenis pertama di Indonesia dan mulai beroperasi di Bandara Internasional Soekarno Hatta hari ini (09/08/2018).
Penambahan bus apron lower deck merupakan upaya JAS membenahi armada GSE (Ground Support Equipment), yaitu dengan mematuhi peraturan Dirjen Perhubungan Udara KP 635 tahun 2015 tentang standar peralatan penunjang pelayanan darat pesawat udara (GSE) dan kendaraan operasional yang beroperasi di sisi udara.
Dalam hal ini, kepatuhan yang dimaksud adalah lower deck dari depan sampai belakang, sasis monokok yaitu kerangka bus menjadi kesatuan dengan bodi dan sasis tidak dimodifikasi sama sekali. Selain lower deck, bus apron 8 pintu ini memiliki CCTV dan suspensi udara canggih dengan kemampuan miring sampai level tertentu untuk mempermudah penyandang disabilitas leluasa naik-turun bus. Ini merupakan jenis bus apron yang juga dipakai di bandara-bandara internasional dan para pemain global seperti Terminal 4 Changi dan Swissport.
Bus apron berkapasitas 105 orang berfungsi melayani proses perpindahan penumpang dari pesawat ke terminal atau sebaliknya, terutama menjelang Asian Games bulan Agustus 2018 dan Paragames Asia di Oktober 2018.
Adji Gunawan Direktur Utama JAS Airport Services –foto istimewa
Pada saat peresmian yang dimeriahkan oleh kehadiran 3 maskot Asian Games 2018 dan dihadiri oleh jajaran pimpinan komunitas Bandara Soetta, perwakilan maskapai, perwakilan Kementerian Pariwisata, ketua INASGOC dan INAPGOC, Adji Gunawan selaku Direktur Utama JAS Airport Services mengatakan bahwa JAS memang berfokus pada layanan berkualitas guna meningkatkan pengalaman perjalanan penumpang.
“Kita berada di bandara Internasional yang juga melayani berbagai maskapai internasional, maka sudah sepatutnya mengikuti standar internasional. Sudah 34 tahun kami bermitra dengan Angkasa Pura II, semoga fasilitas terbaru ini memberikan nilai tambah untuk Bandara terbesar di Indonesia ini dan juga maskapai pelanggan JAS, ” katanya.
Sementara Muhammad Awaluddin selaku Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) mengatakan, bahwa AP II terus mendorong semua mitranya, termasuk JAS Airport Services untuk meningkatkan layanan kebandarudaraan.
“Ini adalah bus apron low deck pertama yang beroperasi di Indonesia, tepatnya di Bandara Internasional Soekarno Hatta. Selaku pengelola bandar udara, kami berterima kasih atas peningkatan layanan yang dilakukan mitra kami, JAS Airport Services. Harapan kami agar sinergi yang baik ini terus berlanjut di masa yang akan datang,” ujarnya.
Adji juga kembali menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan tugas dan fungsi sebagai ground handling selama ini, JAS memiliki SDM terpercaya untuk perawatan bus dan GSE lainnya, termasuk staff operasional yang berorientasi pada keamanan, kemudahan, kecepatan dan kenyamanan bagi penumpang.
“Rata-rata staff kami mendapat pelatihan dari JAS Academy yang berada di Tangerang, Denpasar, Surabaya dan Medan. Mereka diajarkan berbagai materi terkait layanan ground handling dan fokus dalam melayani penumpang dengan keramahan khas Indonesia.”
Sebagai informasi tambahan, JAS Airport Services selaku mitra co-branding dari Kementerian Pariwisata, juga melengkapi bus apron dengan logo Wonderful Indonesia, wewangian aromaterapi dan instrumen lagu daerah untuk mempromosikan kebudayaan Indonesia sekaligus memberikan pengalaman unik bagi penumpang. Tak sampai disitu, bus apron juga telah di-branding Asian Games 2018 sebagai bagian dari tekad perusahaan untuk turut mensukseskan program pemerintah.
JAS Airport Services merupakan perusahaan nasional yang telah beroperasi selama 34 tahun di 12 bandara besar di Indonesia, termasuk BIJB Kertajati dalam melayani kebutuhan ground handling dan penyediaan lounge bagi lebih dari 30 maskapai pelanggan baik domestik maupun asing. ***
DUA puluh enam hari menuju Asian Games 2018, persiapan volunteer semakin padat. Deputi II Departemen Ticketing Panitia Pelaksana Asian Games melaksanakan Workshop dan Pelatihan Volunteer Ticketing.
Sebanyak 460 volunteer asal seluruh Indonesia diberikan pembekalan hari ini dan dibuka oleh Wakil Gubernur Sandiaga Uno. Total keseluruhan dari volunteer ticketing ada sekitar 800 orang. Mereka juga akan diberikan pembekalan serupa di Palembang dan Bandung pada tanggal 26-30 Juli 2018.
Pada kesempatan yang sama, secara simbolis Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno bersama Direktur Utama Trans Jakarta, Budi Kaliwono menyerahkan kartu pengenal khusus kepada volunteer sehingga mereka dapat menikmati layanan Transjakarta secara gratis mulai 1 Agustus sampai 15 September 2018.
Direktur Utama Budi Kaliwono mengatakan ada sekitar 13.000 volunter Asian Games yang akan merasakan manfaat tersebut. “Mereka akan mendapatkan ID card volunter Asian Games yang terintegrasi dengan transjakarta sehingga dapat memudahkan mereka bekerja” ujar Budi.
Kartu bebas akses Transjakarta yang dibagikan kepada volunteer Asian Games 2018 ini dicetak oleh tiga bank sponsor yaitu Mandiri, BNI dan BRI. Dengan menggunakan kartu bebas akses tersebut para volunteer bebas menggunakan Transjakarta, baik menuju dan dari venue Asian Games 2018.
“Kalian adalah putra-putri bangsa yang terpilih dan kalian harus menjadi bagian yang dapat menyukseskan Asian Games 2018 karena ini merupakan acara kita bersama,” tambah Sandiaga Uno, Wakil Gubernur DKI Jakarta pada acara yang sama.
Erick Thohir, Ketua Panitia Pelaksana Asian Games 2018 mengatakan bahwa kehadiran para volunteer ini sangat membantu kerja panitia dalam menyelenggarakan Asian Games 2018. “Peran para sukarelawan ini sangatlah vital dalam kelancaran penyelenggaraan Asian Games 2018. Kami sangat mengapresiai seluruh pihak yang mendukung secara konkret para volunteer. Mari bersama-sama kita sukseskan Asian Games 2018, ini adalah perhelatan besar kebanggaan bangsa Indonesia,” jelas Erick.
Selanjutnya, Ruth, seorang volunteer Asian Games asal Mojokerto mengatakan bahwa dirinya ingin berpartisipasi menjadi volunteer Asian Games karena selagi masih menjadi mahasiswa, dirinya ingin mengisi dengan kegiatan positif. “Jurusan saya adalah Sastra Korea, membuat saya semakin terpicu untuk dapat mencari kegiatan yang dapat mempertemukan saya dengan orang Koreanya langsung. Saya bangga bisa menjadi bagian untuk dapat menyukseskan Asian Games,” ujar Ruth
Ruth mengatakan rasa bahagianya dapat berada dan menjadi volunteer Asian Games karena tidak setiap orang dapat terpilih menjadi volunteer. Menurutnya, pengalaman disini akan memberikan dia pengetahuan yang luas. Sebagai volunteer yang datang dari luar Jakarta, ini merupakan pengalaman yang sangat luar biasa. Walaupun dirinya berasal dari Mojokerto, namun ia mengatakan bahwa masyarakat harus turut berperan serta dalam menyukseskan Asian Games 2018.
“Tadinya, ketika mendaftarkan diri menjadi seorang volunteer, saya tidak terlalu berharap akan lolos apalagi melalui tahap yang panjang dan berbulan-bulan. Saya senang sekali ketika mendapatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari Asian Games, acara yang diadakan beberapa tahun sekali. Mengingat Indonesia kali ini menjadi tuan rumah, dan belum tentu akan menjadi tuan rumah dikemudian hari,” jelas Yuni seorang volunteer dari DKI Jakarta.
Sebagai seorang volunteer, persiapan paling awal yang dia lakukan adalah menjaga stamina dan daya tahan tubuhnya. Ia berpendapat bahwa karena jadwal shifting nanti akan bergantung pada jadwal pertandingan olahraga, maka volunteer harus bersiap-siap apabila mereka harus bekerja hingga larut malam.
“Saya berharap agar seluruh masyarakat mau turut merawat fasilitas Asian Games, jangan sampai rusak seperti apa yang terjadi sebelumnya. Lalu, sejauh itu dilakukan untuk Asian Games, saya akan selalu siap. Karena saya ingin menjadi bagian dari sejarah dunia ini,” tutur Yuni. ***
Album resmi Asian Games 2018: Energy of Asia kini hadir dalam format fisik. Album tersebut berisi lagu-lagu Asian Games 2018 yang dinyanyikan penyanyi-penyanyi ternama Tanah Air.
Panitia Pelaksana Asian Games mengatakan album ini menyuguhkan variasi genre, dari pop, balada, reggae, EDM, rap hingga dangdut untuk memamerkan keragaman musik Indonesia.
Ada 13 lagu dalam album ini yang dinyanyikan Ariel NOAH, Afgan, Anji, Armada, Bunga Citra Lestari, Cakra Khan, Dira Sugandi, Dipha Barus, GAC, JFlow, Isyana Sarasvati, Once, Slank, Shakira Jasmin, Via Vallen serta gabungan artis Energy 18. Salah satu lagu di album itu adalah Meraih Bintang yang dinyanyikan Via Vallen sebagai lagu tema resmi Asian Games 2018.
JFlow adalah salah satu dari musisi yang pertama kali dihubungi untuk berkolaborasi dalam album itu. Ia berpendapat album istimewa itu ibarat puzzle berisi kepingan-kepingan berbeda yang akan harmonis ketika digabungkan. “Saya berpikir, lagu saya jika terpilih harusnya jadi pelengkap, saya mencari potongan apa yang hilang, yang belum dikerjakan orang lain,” ujar JFlow dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.
Album fisik hasil kerjasama ASIRI dan Panitia Pelaksana Asian Games 2018 ini dijual di lebih dari 600 gerai-gerai KFC yang tersebar di Indonesia. Pekan lalu, album digital Asian Games 2018: Energy of Asia sudah diluncurkan.***
BERBAGAI kejadian yang mewarnai INASGOC menjelang Asian Games 18 yang akan digelar di Jakarta dan Palembang Agustus 2018. Seperti halnya Deputi II yang memenangkan tender di bidang pengadaan Crowd Control Manegement PT Garda Paksi Nusantara dengan menyingkirkan PT Rajawali Duta Pro.
PT Garda Paksi Nusantara atau disingkat Gapara adalah perusahaan penyedia jasa pengamanan atau security. Artinya, pengalaman Gapara hanya di bidang keamanan saja. Sementara PT Rajawali Duta Pro adalah perusahaan yang biasa menangani bidang crowd control dengan kualifikasi dengan pengalaman nasioanal dan internasional, salah satunya ketika sukses menggelar Java Jazz Internasional 2004-2018, Bon Jovi, Mariah Carey, Black Eyeed Peace, dan Iwal Fals.
Anehnya, pihak Deputi II Inasgoc memenangkan pihak Gapara dengan nilai kontrak yang mahal dengan harga Rp9.448.227.003. Padahal, PT Rajawali Duta Pro memberikan penawaran jauh lebih murah yakni sebesar Rp 9.030.230.000. Itu berarti ada selisih Rp 412 juta.
Ketika hal ini dikonfirmasi pada Deputi II Inasgoc Francis Wanandi yang bersangkutan dinyatakan sedang rapat. “Oh maaf, bapak sedang rapat. Nanti saya sampaikan kepada beliau, pak,” ujar Sekretaris Francis Wanandi, Janet.
Saat wartawan meminta konfirmasi dengan Wakil Deputi II INASGOC Djaja Sukirman, tidak bersedia menanggapi persoalan tersebut. “Oh mohon maaf, saya tidak berwenang menjelaskan masalah ini. Biar nanti Pak Francis yang menjelaskannya kepada bapak. Meskipun hal itu ada di bidang kami, tapi intinya semua harus melalui Pak Deputi,” jelas Djaja Sukirman. ***
DJ Stroo dan Roy Jeconiah Sajikan ‘Aku Garuda’ Songsong Asian Games 2018–foto suaramerdeka com
Dj Stroo, kembali merilis single terbaru. Kali ini menggandeng nama Roy Jeconiah exs vokalis band rock, Boomerang. Berawal bertemu dalam satu panggung, lahirlah gagasan untuk berkolaborasi dalam sebuah karya. DJ Stroo akhirnya menawarkan materi lagu, yang langsung di terima oleh Roy Jeconiah. Maka lahirlah lagu dengan semangat baru bertitel Aku Garuda.
Lagu Aku Garuda memang diciptakan khusus oleh DJ Stroo, sesuai dengan karakter vokal Roy, yang memiliki timbre kuat dan karakter rock yang lebar. Lagu ini dipersembakan untuk para pahlawan yang sukses mengharumkan nama Indonesia, terutama bagi mereka yang berprestasi di bidang olah raga. Menurut DJ Stroo, sangat jarang lagu spirit untuk penyemangat pahlawan bangsa ini diciptakan. Hal ini yang melandasi diciptakannya lagu ini.
“Lagu ini memang sekaligus untuk menyambut moment Asian Games 2018. Walaupun lagu ini sebenarnya diciptakan jauh sebelum euforia event olah raga se-Asia ini” papar DJ Stroo yang akan unjuk diri di IIMF 2018.
DJ Stroo dan Roy Jeconiah –istimewa
Tentu saja lagu ini menampilkan nuansa EDM (Electronic Dance Music) seperti karakter lagu-lagu DJ Stroo, tapi dengan aura musik rock yang lebar lewat olahan vocal luar biasa dari Roy Jeconiah. Menurut Roy Jeconiah sendiri kolaborasi ini menjadi experience terbaru-nya dalam bermusik. Kita bisa menyatukan banyak hal dalam sebuah musik. Tambahnya. Rencananya kolaborasi DJ Stroo dan Roy Jeconiah, tidak hanya berhenti di satu lagu ini saja. Dalam proses pengerjaan album ini, campur tangan Andi Bayou saat melakukan take vocal memberikan kontribusi yang besar.
Lagu Aku Garuda di harapakan bisa menyemangati para atlit tanah air yang berlaga di event Asian Games 2018, dimana, Indonesia menjadi tuan rumahnya. Dan tentunya lagu ini juga di persembahkan khusus untuk semua pahlawan bangsa yang berjasa mengharumkan nama Indonesia. Roy menegaskan, kolaborasi ini menjadi pengalaman terbarunya dalam karier bermusik. “Kita bisa menyatukan banyak hal dalam sebuah musik.***
Susi Susanti bawa obor Asian Games 2018 dari New Delhi India–istimewa
Legendaris bulutangkis Indonesia Susi Susanti mendapat kepercayaan membawa api obor Asian Games dari New Delhi India pada tanggal 15 Juli mendatang. Seperti diketahui New Delhi India adalah penyelenggara Asian Games pertama tahun 1951.
Di New Delhi, India nanti akan terjadi proses arak-arakan sepanjang lima kilometer dengan melibatkan para mantan atlet kondang India seperti pelari putri PT Usha. PT Usha adalah perain 3 medal emas Asian Games 1982 yang juga berlangsung di New Delhi, India.
Usai itu, obor api akan diserahkan oleh Presiden IOA (NOC) kepada Presiden INASGOC, Erick Thohir sebagai penyelenggara Asian Games 2018. Dari New Delhi India, obor api Asian Games akan diterbangkan ke Indonesia dan diperkirakan tiba di Bandara Internasional Adi Sucipto, Yogyakarta, 17 Juli. Sementara di DI Yogyakarta obor Asian Games akan dibawa ke Mrapen Solo, Jateng tempat pengambilan api abadi yang nantinya akan diarak keliling ke 85 kota dari 18 Provinsi di Indonesia.
erick thohir–istimewa
Menurut Erick Thohir, Wapres Jusuf Kalla yang didampingi sejumlah pejabat diantaranya Menko PMK Puan Maharani, Menpora Imam Nahrawi akan menyambut langsung kedatangkan obor api Asian Games tersebut.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa sudah tercatat sekitar 60 mantan atlet nasional ikut meramaikan proses pengambilan api abadi di Mrapen. Para mantan atlet nasional yang sudah konfirmasi hadir adalah Yayuk Basuki, Lanny Kaligis, Lita Sugiarto, Suharyadi, Yustedjo Tarik, Atet Wiyono (tenis), Tan Joe Hok, Rudy Hartono, Liem Swie King, Verawati Fajrin, Ivana Lie (bulutangkis), Wiem Gomies, La Paene Massara (tinju), dan Kristiono Sumono (renang).
”Prinsipnya kita melibatkan semua mantan atlet nasional baik yang ada di Jakarta maupun luar Jakarta. Selain itu, para mantan atlet daerah pun juga dilibatkan. Ini salah satu upaya kita untuk menjadikan Asian Games 2018 ini sebagai kebanggaan bangsa,”kata Erick.
Selain melalui tempat-tempat wisata, obor api Asian Games ini juga akan melewati sejumlah tempat bersejarah seperti Candi Prambanan, Candi Borobudur dan lain-lannya.Obor api Asian Games ini pada 17 Agustus sudah memasuki Jakarta dan akan diterima Presiden Joko Widodo pada saat penurunan bendera di Istana Negara.
Sementara di Istana Negara, semua peserta yang ikut pawai obor Asian Games mengenakan seragam berwarna merah putih. Keesokan harinya obor api Asian Games akan keliling kota Jakarta sampai memasuki Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan Jakarta sebelum dinyalakan di kaldron menandai pesta olahraga empat tahunan se-Asia itu resmi dimulai. ***