Tim Dayung Indonesia Raih Juara Dunia, Kemenpora Beri Bonus Rp3,7 Miliar

Menpora Imam Nahrawi dan salah satu atlet dayung nasional— foto instagram imamnahrawi

JAYAKARTA NEWS— Prestasi kembali dicetak atlet Indonesia dikancah turnamen internasional. Kali ini diukir Tim Dayung Indonesia yang berhasil meraih Juara Dunia di Pattaya Thailand. Ini adalah kemenangan yang diraih kembali setelah 22 tahun. Atas prestasi membanggakan tersebut Kemenpora memberikan bonus Rp3,7 miliar.

“Bonus sebesar 3.7 Miliar kami berikan sebagai bentuk apresiasi kepada Tim Dragon Boat Indonesia yang menjuarai Kejuaraan Dunia di Pattaya Thailand beberapa waktu lalu. Inilah wujud perhatian pemerintah kepada prestasi anak bangsa. Semoga bermanfaat bagi atlet dan pelatih, dan lebih banyak yang tergerak memberikan penghargaan dan apresiasi pada para pejuang olahraga,” tulis  Menpora Imam Nahrawi di akun instagramnya.

Ini, lanjutnya,  adalah kemenangan yang diraih kembali setelah 22 tahun. Hasil ini melampaui target latihan dalam persiapan menuju SEA Games Manila 2019 mendatang. Prestasi ini menjadi bukti bahwa atlet Indonesia mampu bersaing di kancah kejuaraan internasional. .

“Persiapkan terus, kalau sekarang Amerika Serikat saja bisa dikalahkan, Saya yakin di SEA Games, Tim Dragon Boat Indonesia dapat memperoleh prestasi yang lebih baik. Aamiin, Insyaallah,” tandasnya.

Dalam kejuaraan dunia ’14th IDB World Dragon Boat Racing Championship 2019’ yang berlangsung di Pattaya 21-25 Agustus, tim Indonesia berhasil mendulang dua emas, tiga perak dan dua medali perunggu dari tujuh nomor yang diperlombakan.

Sementara itu dalam sambutannya di Waduk Jatiluhur, Menpora berharap, bonus yang diberikan dapat memacu semangat atlet Indonesia untuk berjuang menjadi yang terbaik bukan hanya di level Asia Tenggara tapi dunia.***/ebn

Menpora Lantik 286 Atlet Berprestasi Jadi PNS

Lilyana Natsir –foto instagram lilyana natsir

JAYAKARTA NEWS-–Akhirnya harapan para atlet untuk bisa menjadi pegawai negeri sipil lewat prestasi-prestasi yang diukirnya di pentas olah raga terwujud. Sebanyak 286 atlet berprestasi dari berbagai cabang olah raga dilantik Menpora sebagai  PNS, satu di antaranya adalah Lilyana Natsir, pebulutangkis kenamaan Indonesia, (2/4/2019).

Para atlet yang dilantik tersebut adalah atlet-atlet yang berprestasi di berbagai event di antaranya, Asian Games, Asian Championships , Asian Para Games, Olimpiade, SEA Games, dll.

Dalam Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga No 6 Tahun 2018 dikatakan, syarat atlet yang bisa mendaftarkan diri sebagai CPNS adalah, 1) Minimal mendapat perunggu pada olimpik dan paralimpik serta kejuaraan dunia tahun 2016, 2) Minimal mendapat perak pada Asian Games dan Para Games serta kejuaraan Asia tahun 2014, 3) Minimal mendapat emas pada Sea Games dan Asean Para Games serta kejuaraan Asean alainnya pada 2015-2017.

Para atlet yang dilantik sebagai PNS ini akan menduduki jabatan sebagai golongan IIa sebanyak 214 orang, IIc sebanyak 4 orang dan IIIa sebanyak 68 orang. ***/ebn

Arak-arakan Sambut Timnas Piala AFF, Bonus Rp2,1 Miliar Menanti

Timnas Piala AFF U 22 Indonesia bergembira-ria setelah menerima piala kemenangan–foto kemenpora

JAYAKARTA NEWS—Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyiapkan arak-arakan untuk menyambut kepulangan Tim Nasional (Timnas) Indonesia, usai menorehkan prestasi yang luar biasa, dengan mengandaskan perlawanan sengit Thailand 2-1 di partai final Piala AFF U-22 di Olympic Stadium, Phnom Penh, Kamboja, Selasa (26/2) malam.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi yang menyaksikan langsung pertandingan final di Kamboja itu mengatakan, akan memberikan apresiasi yang pantas atas perjuangan pasukan Indra Sjafri di ajang piala AFF 2019 ini, bahkan arak-arakan penyambutan disiapkan oleh Kemenpora. “Akan ada arak-arakan, akan kami sambut. Bonus juga ada, kami siapkan. Saya hitung bonusnya Rp2,1 miliar,” kata Menpora.

Menurut Menpora, para pemain belum tahu mengenai apresiasi itu. Pemerintah melakukan itu sebagai wujud terima kasih, wujud syukur kita kepada PSSI, kepada Timnas, para atlet yang keren-keren, yang hebat ini. “Kita akan menyambut para pahlawan sepakbola tanah kita kembali ke tanah air dengan gegap gempita,” tegas Menpora.

Langkah Timnas Indonesia di Piala AFF U-22 berjalan mulus. Skuat Garuda Muda juara tanpa menelan kekalahan. Indonesia menjadi juara Piala AFF U-22 setelah mengalahkan Thailand 2-1 di Olympic Stadium, Phnom Penh, Kamboja, Selasa (26/2).

Laju Indonesia di laga pertama fase grup juga sempat meragukan. Tim besutan Indra Sjafri ditahan imbang 1-1 oleh Myanmar dan selanjutnya imbang 2-2 dengan Malaysia. Performa meningkat saat laga ketiga fase grup. Indonesia mengalahkan Kamboja 2-0 dan memastikan tiket ke semifinal dengan status runner- Grup B. Maju bersama Kamboja selaku juara grup. Indonesia bertemu Vietnam di semifinal. Osvaldo Haay dkk, berhasil mengalahkan lawannya itu dengan skor 1-0. (gun)

 

PSSI harus Makin Gencar Benahi Permasalahan Sepakbola Nasional

Ilustrasi–Timnas Indonesia U-23 saat menghadapi Laos di matchday ketiga babak penyisihan Grup A cabang sepak bola Asian Games 2018. Foto: SINDOnews

Mundurnya Edy Rahmayadi sebagai Ketua Umum PSSI tidak akan menghentikan perang terhadap pengaturan skor dalam sepakbola Indonesia. Justru sebaliknya, PSSI harus semakin gencar dan serius dalam membenahi permasalahan sepakbola nasional.

“Pertama-tama, saya ingin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pak Edy Rahmayadi atas kerja keras dan dedikasinya selama menjabat sebagai ketua umum PSSI,” ucap Menpora Imam Nahrawi, Senin (21/1) siang. Demikian dikutip dari laman kemenpora.go.id

Keputusan Edy Rahmayadi mundur sebagai ketua umum dalam Kongres PSSI 2019 di Bali pada 20 Januari 2019 berarti Joko Driyono, selaku anggota paling senior dalam tubuh PSSI, akan menjabat sebagai Pelaksana Tugas Ketua Umum hingga Kongres Luar Biasa digelar.

Meski membutuhkan waktu transisi, Menpora meminta PSSI untuk tidak membuang-buang waktu. Permasalahan sepakbola Indonesia sudah terlalu rumit karena dibiarkan selama puluhan tahun belakangan.

Apalagi, PSSI tidak berdiri sendiri. Ada Satgas Anti-Mafia Sepakbola dari pihak kepolisian yang telah bekerja dengan cepat dan luar biasa. Kemenpora pun selalu siap memberikan bantuan demi kemajuan sepakbola nasional.

“PSSI harus segera melakukan identifikasi permasalahan-permasalahan sepakbola Indonesia agar tidak berlarut-larut dan menjadi masalah sistemik yang menghambat perkembangan sepakbola di Indonesia,” tutur Menpora.

“Saya pikir kuncinya adalah keterbukaan. Sudah ada beberapa anggota PSSI yang ditetapkan sebagai tersangka pengaturan skor. Pembenahan ini harus semakin dikeraskan. Tidak perlu malu untuk mengajak pihak lain bekerja sama jika ingin benar-benar serius berbenah,” tambah dirinya.

Dalam kesempatan yang sama, menteri asal Bangkalan itu juga menyoroti catatan prestasi timnas Indonesia di berbagai level umur sepanjang 2018 lalu. Hanya sedikit target yang mampu tercapai.

Prestasi tim nasional sangat erat kaitannya dengan sistem kompetisi nasional. Menpora yakin, jika seluruh pemilik suara (voters) di PSSI mampu bersinergi dan mengenyampingkan kepentingan klub masing-masing, maka akan ditemukan sebuah visi terkait sepakbola Indonesia yang berlandaskan prestasi di masa mendatang. ***/ebn

 

Indonesia Terjunkan Atlet-atlet Junior pada SEA Games 2019, Atlet Senior Fokus Olimpiade 2020

Menpora Imam Nahrawi memastikan kekuatan tim Indonesia yang akan turun di SEA Games 2019 di Manila, Filipina November mendatang adalah mayoritas atlet yunior. Hal itu ia sampaikan usai Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi X DPR RI di ruang rapat Komisi X Gedung Nusantara I, Jakarta, Rabu (16/1) sore. (foto:satria/kemenpora.go.id)

SEA Games 2019 yang akan berlangsung di Manila, Filipina merupakan momentum penting sebelum menuju tujuan lebih besar yakini Olimpiade 2020 dan Asian Games 2022. Kontingen Indonesia nantinya akan diperkuat oleh mayoritas atlet yunior, sementara atlet-atlet senior difokuskan pada Olimpiade 2020.

“Ibarat sedang melakukan lompat jauh, SEA Games 2019 adalah sebuah batu loncatan. Bukannya disepelekan tapi justru jadi langkah penting untuk menuju tujuan lebih besar yakni Olimpiade 2020 dan Asian Games 2022. Itulah rangkuman paparan saya ke Komisi X DPR RI.  Indonesia akan mengirimkan atlet-atlet muda pada SEA Games 2019. Karena target kita sekarang memang harus sudah menuju ajang multievent yg lebih besar,” papar Menpora Imam Nahrawi lewat akun instagramnya.

Imam Nahrawi, Menpora, dan jajarannya saat Raker dengan Komisi X DPR RI, pekan lalu–instagram imamnahrawi

Hal tersebut juga disampaikan Nahrawi saat Rapat Kerja dengan Komisi X DPR, pekan lalu. Dalam kesempatan itu Menpora menegaskan bahwa mayoritas atlet Indonesia yang akan turun pada SEA Games 2019 Manila adalah atlet junior.

“Tanggal 7 Januari kemarin, kami sudah mengundang seluruh pimpinan cabang olahraga, KONI, KOI dan Deputi Peningkatan Prestasi kami untuk membicarakan tentang mayoritas atlet muda yang akan turun di SEA Games 2019 selain juga tentang penyampaikan pertanggungjawaban keuangan 2018 untuk menentukan reward and punishment Asian Games 2018,” kata Menpora sebagaimana dikutip dari laman kemenpora.go.id.  “Atlet-atlet senior kita fokuskan untuk Olimpiade 2020 termasuk event yang potensial medali di Olimpiade,” tambahnya.

Menurutnya, fokus prestasi olahraga Indonesia saat ini adalah Asian Games dan Olimpiade. “Kelas kita saat ini sudah kelas Asian Games dan Olimpiade, karena kita telah berhasil menjadi tuan rumah dengan prestasi membanggakan untuk itu kita menjadikan SEA Games hanya sebagai batu loncatan bagi atlet-atlet junior kita,” tegasnya.

Sementara untuk cabor yang tidak mencapai targetnya di Asian Games 2018 lalu, pihak Kemenpora akan tetap menerapkan reward and punishmentnya. “Tentu akan kita kurangi nanti anggarannya hingga akan ada pendampingan dari jabatan fungsional pelatih maupun atlet yang kita miliki dan itu menjadi titik krusial bahwa pemerintah tidak hanya mengganggarkan tapi pemerintah ikut campur untuk menaikkan target itu,” tegas Imam Nahrawi.***/ebn

Menpora Imam Nahrawi: Bonus Peraih Medali Asian Para Games Segera Cair!

Menpora Imam Nahrawi bersama atlet Wheelchair Fencing Indonesia di venues cabang olahraga Wheelchair Fencing Asian Para Games 2018 di Gedung POPKI Cibubur, Jakarta Timur, Rabu(10/10)—foto INAPGOC

Suasana penuh keakraban tergambar ketika Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menyambangi venues cabang olahraga Wheelchair Fencing Asian Para Games 2018 di Gedung POPKI Cibubur, Jakarta Timur, Rabu(10/10).

Mengenakan kemeja batik yang didominasi warna hijau, Menpora tak hanya menjalin keakraban dengan para atlet Wheelchair Fencing Indonesia. Bahkan ia pun berbaur di bangku penonton untuk ikut menyemangati atlet Indonesia yang berlaga.

Setibanya di Gedung POPKI, Imam Nahrawi tak langsung duduk di bangku VVIP yang telah disediakan. Dia justru beranjak mendatangi satu persatu para atlet Wheelchair Fencing Indonesia yang akan bertanding. Bahkan, membantu memasang sabuk atlet Indonesia Agus Suprayitno yang akan berlaga di nomor Individual Male Degen Senior B.

Selain itu, ia juga mendatangi tim beregu putri Sabre Indonesia yang sehari sebelumnya meraih medali perunggu.

Menurutnya, kehadirannya di cabang olahraga Wheelchair Fencing untuk memastikan semua fasilitas dan kisi-kisi detil penyelenggaraan ini harus benar-benar siap.

Menpora Imam Nahrawi duduk bersama para penonton pertandingan wheelchair fencing di Gedung POPKI Cibubur, Jakarta Timur, Rabu(10/10)–foto INAPGOC

“Saya bersyukur setelah berbincang dengan salah satu Techinal Delegate dari IWAS Mr. Udo Ziegler, bahwa venues anggar sangat memenuhi syarat dari semua aspek. Mulai dari venuesnya, penyelenggaraan, dan volunter cukup bagus. Dan bahkan mereka sangat senang sekali bahwa suporter atau penonton sangat antusias meski cabang ini baru pertama kalinya di pertandingkan di Indonesia,” tutur Imam Nahrawi.

Ia mengatakan, kehadirannya dalam rangka memotivasi para atlet Indonesia yang sedang berjuang karena mereka tentu punya tekad. “Tekad ini harus kita tambah dengan energi. Siapa tahu kehadiran saya di sini bisa menyemangati mereka,” kata pria asal Madura itu.

Meski cabang olahraga Wheelchair Fencing masih sangat baru di Indonesia, Imam Nahrawi berharap agar kesempatan bertemu dengan para atlet dari negara lainnya yang memiliki prestasi sebagai juara Asia dan Dunia dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi para atlet Indonesia untuk menyiapkan tim yang lebih tangguh di masa depan.

“Kesempatan ini harus dijadikan modal bagi mereka untuk menyiapkan tim yang lebih panjang waktunya dan lebih bagus lagi dari segi teknik, fisik dan mental untuk menyiapkan tim menghadapi kejuaraan multievent lagi kedepannya,” tandas Imam Nahrawi.

Kepada para atlet Imam Nahrawi juga berjanji untuk segera mengucurkan bonus bagi para peraih medali sama seperti penghargaan yang diberikan kepada para atlet yang berprestasi di ajang Asian Games 2018 lalu.

“Perlakuan yang sama akan kami berikan kepada para atlet yang berprestasi di ajang Asian Para Games. Kami akan mengucurkan bonus sebelum keringat mereka kering,” janjinya.***INAPGOC

Menpora Minta Peralihan Aset INASGOC ke INAPGOC Dipercepat

Menpora-memimpin-rapat-pengalihan-pengelolaan-aset-dari-Inasgoc-ke-Inapgoc-foto-humas-kemenpora–foto humas Kemenpora

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi meminta agar peralihan aset dari INASGOC kepada INAPGOC dipercepat mengingat Asian Para Games akan berlangsung tak lama lagi. Hal itu disampaikan Menpora dalam rapat pembahasan peralihan aset INASGOC kepada INAPGOC di ruang rapat Lt.10, Kemenpora.

Gelaran Asian Games dan Asian Para Games merupakan hajat negara yang anggarannya dari negara, dan sekaligus Kemenpora selaku pengguna anggaran di kedua event besar ini. “Sekarang ini, tinggal peralihan aset dari INASGOC kepada INAPGOC. Peralihan ini harus dilakukan secara cepat mengingat Asian Para Games ini tinggal sebentar lagi. Saya kira antara keduanya sudah memahami dimana letak koordinasinya. Kalau nanti ada revisi juknis harus segera dilaksanakan,” jelasnya sebagaimana dikutip dari rilis  Kemenpora.

Sementara Ketua INAPGOC Raja Sapta Oktohari menyampaikan bahwa sudah melakukan koordinasi dengan semua kementerian/lembaga utamanya dengan INASGOC.Ia menyampaikan bahwa telah berusaha untuk bisa memaksimalkan sinkronisasi dari peralatan yang digunakan saat Asian Games.

“Hari ini kami memohon pada Menpora untuk melaksanakan sinkronisasi akhir dengan INASGOC sehingga beberapa peralatan yang digunakan di Asian Games bisa dilanjutkan di Asian Para Games,” ujarnya.

Sedangkan Sekjen INASGOC Eris Herryanto mengatakan bahwa arahan Ketua INASGOC untuk meminta membantu INAPGOC. “Kami dari INASGOC akan membantu terkait penyelenggaraan Asian Para Games. Pada waktu pembukaan Asian Games saya bertemu dengan Okto, dan saya mohon untuk diberikan list barang yang akan digunakan di Asian Para Games dan sudah kami rapatkan antara INASGOC, INAPGOC, dan instansi terkait.

“Hasil dari rapat yang lalu bisa kami laporkan saat ini, ada tiga permintaan dari INAPGOC akan mengunkan peralatan untuk opening ceremony, menggunakan tenda dining hall serta kitchen dan pengunaan barang milik negara. Namun setelah cek ada 20 item yang terikat dengan kontrak. Namun ita akan segera menyelesaikan dengan vendornya secepat mungkin,” jelasnya.

Turut hadir dalam rapat tersebut, Sesmenpora Gatot S Dewa Broto, Ketua INAPGOC Raja Sapta Oktohari, Sekjen INASGOC Eris Herryanto, Direktur Advokasi dan Penyelesaian Sanggah Wilayah I LKPP Yulianto Prihandoyo, Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta, Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Mulyana dan Staf Khusus Kepemudaan Anggia Ermarini, serta beberapa pejabat lembaga terkait. ***eben

 

Menpora: Persiapan Asian Para Games 2018 Hampir 90%

foto: istimewa/asian para games

Rapat pleno koordinasi panitia Asian Para Games 2018 (INAPGOC) digelar di ruang sidang lantai 3 Kemenpora, Kamis (13/9) pagi. Dalam pertemuan yang berlangsung tiga jam tersebut, kesiapan teknis penyelenggaraan disebut sudah maksimal. Menpora Imam Nahrawi memimpin langsung rapat tersebut.

Tampak hadir ketua pelaksana INAPGOC Raja Sapta Oktohari, Chef de Mission (CdM) Asian Para Games Arminsyah, dan seluruh pemangku kepentingan Asian Para Games 2018.

Menurut Imam, dalam laporan yang dipaparkan di rapat pleno, persiapan sudah mencapai 90 persen. Bukan sekadar di kesiapan venue, tapi juga seluruh hal teknis yang berkaitan dengan games time.

“Sudah hampir 90 persen, baik venue, volunteer, sistem, dan yang lebih penting bagaimana temanteman turut mempublikasikan logo, semangat Asian Para Games, serta figur dan para atlet ke penjuru tanah air,” ungkap Imam seperti dikuti dari siaran pers INAPGOC.

Imam memastikan, Asian Para Games adalah langkah untuk menjaga harkat dan martabat bangsa yang betul-betul dipersiapkan dengan matang oleh INAPGOC. Tak hanya itu, kesiapan secara prestasi juga sudah diupayakan dengan maksimal oleh pimpinan kontingen Tim Merah Putih.

“Pak Okto dan CdM terus mengawal. Tentu sukses penyelenggaraan, prestasi akan kita berikan kepada Indonesia dan semuanya sudah dilaksanakan dengan baik,” lanjut Imam.

Sementara itu, Okto menyebut bahwa khusus untuk venue, sesuai rencana akan beres seluruhnya pada 25 September. Tapi, karena ada permintaan percepatan, pihak INAPGOC pun langsung bergerak cepat untuk menyelesaikan kesiapan venue lebih awal dari yang direncanakan.

“Kalau dalam perencanaan kami tanggal 25, tapi hari ini ada permintaan beberapa venue mungkin kita akan lakukan percepatan dan bisa selesai sebelum 25 September. Perencanaan sudah kita mulai dari enam bulan lalu, ini membutuhkan support dari semua pihak agar waktu ini kita bisa jaga dengan baik,” tegas pria yang juga Ketua PB ISSI (Ikatan Sport Sepeda Indonesia) tersebut.

Di sisi lain, CdM Arminsyah memastikan kesiapan atlet untuk meraih prestasi sejalan dengan kesiapan INAPGOC menyukseskan pelaksanaan Asian Para Games. “Atlet sudah delapan bulan berlatih di Solo dan sudah dua cabor yang ke Jakarta, lawn ball dan menembak, selebihnya masih di Solo sambil menunggu kesiapan venue dan juga kesiapan wisma. Kami tegaskan, setiap cabor siap untuk meaih prestasi tinggi,” tandasnya.

Ini Kata Orang Terkaya Indonesia Bambang Hartono Setelah Terima Bonus Rp150 Juta

Bambang Hartono, orang terkaya Indonesia peraih medali perunggu Asian Games 2018, bersama Menpora Imam Nahrawi–foto istimewa

Di antara atlet penerima bonus Asian Games di Istana Negara, ada sosok Bambang Hartono, salah satu orang terkaya Indonesia yang dalam Asian Games 2018 ini tarung di cabang bridge. Bambang meraih medali perunggu dan berhak atas bonus Rp150 juta. Apa kata pengusaha kaya raya itu tentang bonus Asian Games?

“Luar biasa, apresiasi kepada pemerintah dan pemberiannya sangat bagus sekali karena langsung apresiasi (diberikan), juga tidak perlu atlet itu kembali lagi ke Jakarta, untuk terima hadiah lagi, jadi ini sangat efisien, bagus sekali,” kata Bambang di Istana Negara Jakarta, Minggu. Demikian dikutip dari laman asiangames2018.id.

Bambang Hartono menghadiri acara Silaturahim Presiden Republik Indonesia dengan para Atlet dan Pelatih Nasional Peraih Medali pada Asian Games XVIII Tahun 2018 sekaligus penyerahan bonus secara simbolis kepada para atlet dan pelatih yang meraih medali.

Michael Bambang Hartono adalah pemilik Djarum sekaligus salah satu orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes yang dirilis Maret 2018, total kekayaan Bambang Hartono mencapai 16,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp225 triliun

Bambang yang saat ini berusia 79 tahun merupakan atlet tertua yang mewakili Indonesia di Asian Games 2018 dan berhasil mendapatkan perunggu dalam cabang olahraga bridge secara beregu pada 27 Agustus 2018 lalu.

Atas capaian medali perunggu itu, Bambang pun berhak mendapatkan Rp150 juta dari pemerintah.

“Uang bonus diberikan untuk pembinaan bridge kelanjutannya, jadi dibalikin ke bridge lagi seluruhnya,” tambah Bambang yang datang ke istana dengan mengenakan jaket merah tim Indonesia dan medali perunggunya.

Ia pun mengaku sudah menerima bonus yang dikirimkan ke buku rekeningnya itu.

“Sudah terima ini loh,” kata Bambang sambil menunjukkan buku tabungan BRI yang diberikan kepadanya dari pemerintah.

Hal itu menjadi lucu karena Bambang bersama saudaranya Budi Hartono adalah salah satu pemilik saham di Bank BCA dan juga produsen rokok Djarum. Bambang sendiri diketahui memiliki 25 persen saham dari BCA.

“Iya nih, hahaha,” kata Bambang sambil tertawa saat ditanya mengapa bonus tersebut tidak masuk lewat bank BCA.***

 

Atlet yang Gagal Dapat Medali Kecipratan Bonus Rp20 Juta

Presiden Jokowi berfoto bersama Peraih Medali Asian Games 2018, di Istana Negara, Jakarta, Minggu (2/9–foto humas setkab

Ada yang berbeda dari biasanya dalam hal pembagian bonus bagi atlet. Kalau biasanya hanya yang meraih medali saja yang akan menerima bonus. Maka dalam perhalatan Asian Games kali ini, pemerintah juga memberi bonus pada atlet-atlet yang gagal meraih medali. Besarannya adalah Rp20 juta.  Hal tersebut disampaikan  Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi di Istana Negara Jakarta, Minggu(2/9), seusai menghadiri acara silaturahim Presiden Joko Widodo dengan para atlet dan pelatih nasional peraih medali pada Asian Games XVIII Tahun 2018 sekaligus penyerahan bonus secara simbolis kepada para atlet dan pelatih yang meraih medali.

Sebagaimana diketahui pemerintah mempercepat penyerahan pemberian bonus bagi peraih medali Asian Games XVIII tahun 2018. Bukan menunggu hajatan Asian Para Games 2018 atau bahkan pekan depan, tapi sehari sebelum penutupan Asian Games VIII bonus tersebut diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Minggu (2/9) pagi. Bonus diserahkan oleh Presiden Jokowi kepada 9 (sembilan) orang perwakilan atlet peraih medali, yaitu 3 (tiga) orang mewakili peraih medali emas masing-masing: Eko Yuli Irawan (angkat besi), Puspa Harum Sari (pencak silat) dan Aris Susanti Rahayu (panjat tebing).

” Untuk Asian Games ini disiapkan kira-kira Rp210 miliar, itu sudah termasuk untuk non-medali. Itu untuk Asian Games, Asian Paragames lain lagi, semua sama, penyetaraan dan sudah dilakukan sejak beberapa tahun yang lalu,” tambah Imam sebagaimana dikutip dari lamat asiangames2018.id. Bonus itu sudah langsung dicairkan hari Minggu kepada para atlet serta pelatih dan asisten pelatih.

Presiden serahkan bonus kepada atlet di Istana Negara, Minggu (2/9). (Foto: Humas/Jay)

Bonus bagi peraih medali emas adalah sebesar Rp1,5 miliar secara penuh tanpa dipotong pajak. Untuk pasangan atau ganda, mendapatkan Rp1 miliar per orang dan Rp750 juta per orang untuk beregu.

Bagi peraih medali perak untuk tunggal mendapatkan Rp500 juta, ganda Rp400 juta, dan beregu Rp300 juta per orang sedangkan perebut medali perunggu, dihadiahi Rp250 juta, ganda Rp200 juta dan beregu Rp150 juta per atlet.

Untuk pelatih yang anak didiknya meraih medali emas mendapatkan Rp450 juta, perak Rp150, perunggu Rp75 juta. Asisten pelatih perorangan/ganda mendapatkan Rp300 juta untuk emas, Rp100 juta untuk perak, dan Rp50 juta untuk perunggu. Pelatih dan asisten pelatih dapat, mestinya cair hari ini, semua penerima per hari ini bisa melihat angkanya di buku tabungan. Ini bersejarah juga. Baru kali ini sepanjang pemberian bonus adalah yang tercepat,” jelas Imam.

Kemenpora juga menawarkan bagi para atlet untuk menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

“Kalau PNS boleh untuk semua peraih medali, tapi mereka mau ambil atau tidak silahkan, nanti sore pukul 16.00 WIB saya ‘declare’, tapi memang PNS butuh penyesuaian misalnya (proses) prajabatan,” ungkap Imam.

Pengangkatan atlet yang menjadi PNS pertama-tama dilakukan di Kemenpora namun bila setahun kemudian mereka ingin berpindah ke kementerian lain atau daerah asalnyam,  dipersilahkan. “Meskipun mereka  PNS, atlet ini kerjanya bukan di bangku atau di ruangan. Kerjanya di lapangan, di pelatnas, latihan terus sehingga pemerintah menjamin bulanannya, menjamin masa depan,” tambah Imam.

Sedangkan mengenai bonus rumah bagi peraih medali emas menurut Imam masih belum final dibicarakan.

“Terus- terang saya belum final menyampaikan ini, saya harus bertemu sekali lagi dengan Pak Menteri PU (Basuki Hadimuljono) untuk mendetailkan karena harus ada peraturan menterinya seperti halnya bonus rumusannya detail sekali sampai angka terkecil dan diputuskan oleh menteri memberi tanda tangan. Untuk rumah sejauh ini kami belum membuat semacam peraturan menteri PU maksudnya. Kita tunggu Menteri PU,” ungkap Imam.

Acara itu juga dihadiri Ibu Iriana Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Kalla, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Chef de Mission (CdM) kontingen Asian Games Indonesia Syafruddin, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani serta pejabat terkait lainnya.

Para atlet yang hadir antara lain peraih medali emas Defia Rosmaniar (taekwondo), Lindswell Kwok (wushu), Hanifan Yudani (pencak silat), peraih perak Sri Wahyuni (angkat besi), peraih perunggu Bunga Imas (skateboard) dan Bambang Hartono (bridge).

Namun pemberian bonus itu tidak dihadiri oleh kontingen bulu tangkis termasuk peraih medali emas dari tunggal putra Jonathan Christie (Jojo) dan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Markus Fernaldi Gideon.

“Oh ya Jojo sudah berangkat tadi malam ke Jepang terbuka, yang mulai malam ini. Jadi tadi malam sudah terbang semua atlet bulutangkis,” kata Imam.***