BPPT Tetap Gelar Operasi TMC Antisipasi Bencana Karhutla Riau

JAYAKARTA NEWS— Di saat hampir semua perhatian tertuju pada penyebaran virus corona, kebakaran hutan dan lahan masih melanda Riau. Pemerintah daerah setempat harus membagi perhatiannya dengan kebakaran hutan dan lahan yang masih melanda Riau.

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengatakan, pihaknya melalui BBTMC tetap melaksanakan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk mengantisiapasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau.

BBTMC tetap melaksanakan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk mengantisiapasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau–foto instagram bppt

“Sebagaimana kita ketahui, bahwa setiap tahun terjadi karhutla di Riau, itu terjadi sekitar Februari-Maret akibat adanya musim kemarau pertama di Riau”, dikatakan Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca Teknolog (BBTMC-BPPT) Tri Handoko Seto, melalui pesan singkat (19/03).

Seto menambahkan, sejak awal maret lalu BBTMC- BPPT mulai terjunkan tim untuk melaksanakan operasi teknologi modifikasi cuaca di Riau. Ini dilakukan untuk mencegah terjadinya karhutla yang lebih luas tak terkendali.

TMC kali ini dilakukan untuk membasahi lahan gambut agar tidak mudah terbakar atau dibakar. Semoga TMC mampu mencegah bencana asap karhutla yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat terutama ISPA, ujar Seto. –

Pencegahan kahurtla yang memberikan dampak asap ini tentu mengganggu kesehatan, ditengah masyarakat Indonesia sedang melawan Covid 19 kita perlu mencegah bahaya lain yang diakibatkan oleh kahurtla, tambahnya.

Sebagai informasi Tim TMC BPPT sudah melakukan operasi sejak 11 Maret 2020 di Provinsi Riau dengan dukungan TNI AU. ***/ebn


Nobar “Impian 1000 Pulau” untuk Membantu Warga dan Lingkungan Kepulauan Seribu

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjaga lingkungan hidup. Kalingga, sebuah kelompok filantropis yang berada di bawah Lion Club Indonesia, mengadakan nonton bersama (nobar) di berbagai daerah, khususnya di Jakarta, untuk membantu mengumpulkan dana bagi perbaikan lingkungan di Kepulauan Seribu, Jakarta.

Senin (12/11/2018) pagi Kalingga Lion Club mengadakan nobar film “Impian 1000 Pulau” bersama 500 siswa-siswi masrasah Al Fakhiriyah, di CGV Blitz Slipi Jaya Jakarta. Dan sore harinya juga akan diadakan nobar dengan siswa Khadijah Islamic School.

“Impian 100 Pulau” mengisahkan tentang seorang anak nelayan yang bercita-cita menjadi pembuat film. Sang ayah tidak setuju karena menganggap itu usaha yang sia-sia.

Film yang mengajak para generasi muda untuk lebih mencintai bangsa Indonesia ini disutradarai oleh pelajar SMA, menggunakan dana sumbangan dari berbagai pihak.

Remaja muda bertalenta ini berhasil menciptakan sebuah film yang bertujuan untuk mempromosikan wisata khususnya di Kepulauan Seribu.

Selain mengedukasi para penontonnya dengan film, para generasi muda ini juga mempromosikan aneka kuliner untuk memajukan industri pariwisata kepulauan seribu.

Eksekutif produser Ivone Zakaria menjelaskan, tujuan pembuatan film bertujuan untuk mencari dana yang akan digunakan untuk membantu memperbaiki lingkungan dan usaha masyarakat Kepulauan Seribu.

“Hasil dari pengumpulan dana itu akan kita gunakan untuk mengembangkan usaha masyarakat. Di sana ada berbagai olahan kuliner yang kita coba angkat. Kita pernah membawa koki dari hotel bintang lima untuk mengajari masyarakat memasak tanpa menggunakan penyedap,” kata Ivone.

Selain itu, menurut Ivone, dari setiap penonton yang menyaksikan film berarti telah menyumbangkan satu batang pohon mangrove, yang akan ditanam di pesisir pantai Kepulauan Seribu.

“Target kami 1 juta pohon. Jadi harapannya akan ada sejuta penonton yang menyaksikan film ini,” tambah Ivone.

Gubernur Lions Club Distrik 307-A1 Silvyana Murni menjelaskan, pihaknya bekerjasama dengan produser film “Impian 1000 Pulau” untuk membantu usaha warga penanaman mangrove di Kepulauan Seribu.

Menurut Silvyana, saat ini ada 362 klub yang bernaung di bawah Lion Club Indonesia yang akan digerakan untuk menonton film ini.

“Kepulauan Seribu bagian dari Jakarta. Kita harus punya keperdulian. Mangrove harus tumbuh, tidak boleh ada pengeboman ikan, kita didik masyarakat untuk mengolah makanan sehat,” katanya.

Presiden Kalingga Lion Club Tjut Syahna mengungkapkan, kegiatan yang dilakukan Kalingga adalah untuk mendorong pertumbuhan pariwisata Kepulauan Seribu.

“Kalau Singapura punya Sentosa Island, kita punya Kepulauan Seribu, salah satu tujuan wisata yang dicanangkan sebagai salah satu dari 10 Bali Baru. Kita bukan hanya menanam mangrove, tetapi juga mendorong masyarakat tidak menggunakan hairspray dan sedotan plastik. Ini adalah pengabdian organisasi,” paparnya. (pik)

 

 

Pulau Mungil di Krasnoyarsk Tetap Cantik Meski Dihantam Empat Musim

Pulau kecil ini terdapat di tengah danau Arctic di Krasnoyarsk, dekat pegunungan Ergaki, Rusia-Siberia–foto englishrussia.com

Pulau kecil ini terdapat di tengah danau Arctic di Krasnoyarsk, dekat pegunungan Ergaki, Rusia-Siberia. Pulau ini ‘dihantam’ empat musim, namun tetap saja terlihat indah, Setidaknya dalam foto ini. Tapi, konon, pemandangan terbaik akan kamu dapat pada musim semi. Mau ke sana?

Jika berminat, mungkin yang perlu diperhatikan adalah temperatur di sana yang bisa sangat rendah di musim dingin. Untuk diketahui kawasan Krasnoyarsk merupakan salah satu dari lima (Harbin,Heilongjiang, China; Winnipeg, Manitoba, Canada;  Yakutsk, Sakha Republic, Russia; Yellowknife, Northwest Territories, Canada) kawasan yang terdingin di dunia.

Konon, temperatur di sana bisa sampai -17 derajat celcius ketika berada pada musim dingin yang ekstrem. Jadi kalau anda ingin bersenang-senang dan menikmati semua keindahan alam di sana maka datanglah pada musim semi.***

sumber foto:englishrussia.com, /www.accuweather.com,sennaya.com