• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Ojol di Panggung Politik, Pengemudi Konvensional di Pinggir Jalan

Ojol di Panggung Politik, Pengemudi Konvensional di Pinggir Jalan

September 10, 2025
Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

October 6, 2026
Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

October 6, 2026
Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

October 6, 2026
Indonesia 2–2 Thailand (4–2): Berkali-kali di Ujung Tanduk, Garuda Akhirnya Juara!

Indonesia 2–2 Thailand (4–2): Berkali-kali di Ujung Tanduk, Garuda Akhirnya Juara!

October 6, 2026
Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

October 5, 2026
Presiden Prabowo Tegaskan TNI Harus Modern dan Adaptif Hadapi Beragam Ancaman

Presiden Prabowo Tegaskan TNI Harus Modern dan Adaptif Hadapi Beragam Ancaman

October 5, 2026
Film 5cm: Revolusi Hati Siap Eksplorasi Keindahan Laut Indonesia

Film 5cm: Revolusi Hati Siap Eksplorasi Keindahan Laut Indonesia

October 5, 2026
Presiden FIFA Infantino: Kemajuan Sepak Bola Indonesia Luar Biasa, Peluang Gelar Event FIFA Makin Terbuka

Presiden FIFA Infantino: Kemajuan Sepak Bola Indonesia Luar Biasa, Peluang Gelar Event FIFA Makin Terbuka

October 5, 2026
Kehadiran TNI di Tengah Masyarakat Jadi Bagian Kekuatan Gotong Royong yang Perlu Terus Dirawat

Kehadiran TNI di Tengah Masyarakat Jadi Bagian Kekuatan Gotong Royong yang Perlu Terus Dirawat

October 5, 2026
Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

October 5, 2026
Tolak PT 5 Persen, Fahri Hamzah: Itu Demi Selamatkan Posisi Partai Besar, bukan Kepentingan Rakyat

Tolak PT 5 Persen, Fahri Hamzah: Itu Demi Selamatkan Posisi Partai Besar, bukan Kepentingan Rakyat

October 5, 2026
Kementerian UMKM Targetkan Penyaluran KUR 2025 Sebesar Rp 300 Triliun

Rasio Kewirausahaan Indonesia Ditargetkan Meningkat Hingga Delapan Persen

September 17, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Tuesday, October 6, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    A beginner’s guide to the legendary Tim Tam biscuit, now available in America

    India is bringing free Wi-Fi to more than 1,000 villages this year

    Betterment moves beyond robo-advising with human financial planners

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    Oil spill off India’s southern coast leaves fisherman stranded, marine life impacted

    You can now play Bill Gates’ first PC game and run over donkeys on your iPhone, Apple Watch

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup

    Rap group call out publication for using their image in place of ‘gang’

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    A beginner’s guide to the legendary Tim Tam biscuit, now available in America

    India is bringing free Wi-Fi to more than 1,000 villages this year

    Betterment moves beyond robo-advising with human financial planners

    People are handing out badges at Tube stations to tackle loneliness

    Trump’s H-1B Visa Bill spooks India’s IT companies

    Oil spill off India’s southern coast leaves fisherman stranded, marine life impacted

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    A beginner’s guide to the legendary Tim Tam biscuit, now available in America

    People are handing out badges at Tube stations to tackle loneliness

    Trump’s H-1B Visa Bill spooks India’s IT companies

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    Oil spill off India’s southern coast leaves fisherman stranded, marine life impacted

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Rap group call out publication for using their image in place of ‘gang’

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    India is bringing free Wi-Fi to more than 1,000 villages this year

    Betterment moves beyond robo-advising with human financial planners

    People are handing out badges at Tube stations to tackle loneliness

    Trump’s H-1B Visa Bill spooks India’s IT companies

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kolom

Ojol di Panggung Politik, Pengemudi Konvensional di Pinggir Jalan

by admin
September 10, 2025
in Kolom
0
Ojol di Panggung Politik, Pengemudi Konvensional di Pinggir Jalan
491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Muhamad Akbar, Pengamat Transportasi

Dalam sepuluh tahun terakhir, wajah transportasi Indonesia berubah cepat. Kehadiran ojek online (ojol) yang relatif baru langsung mencuri perhatian publik. Mereka hadir di jalanan kota-kota besar, tampil di layar ponsel, bahkan diterima dalam pertemuan resmi di Istana Presiden dan kantor Wakil Presiden. Nama ojol hampir setiap pekan muncul di media. Menjelang musim pemilu, para politisi pun kian rajin merangkul mereka—difoto bersama di basecamp, diajak berdialog, atau dijadikan simbol kedekatan dengan masyarakat perkotaan.

Sebaliknya, pengemudi konvensional berada dalam posisi yang jauh berbeda. Padahal mereka sudah jauh lebih lama hadir: truk yang mengangkut barang antarprovinsi, bus yang menghubungkan kota, angkot yang setia melayani rute perkotaan, hingga taksi dan travel Hiace atau Elf. Jumlah mereka besar, tetapi gaungnya jarang terdengar. Suara mereka lebih sering tenggelam dalam hiruk-pikuk isu lain, seakan kiprah panjang itu kalah pamor dibanding fenomena baru bernama ojol.

Pertanyaannya, mengapa ojol bisa begitu cepat menjelma menjadi kekuatan sosial sekaligus politik, sementara pengemudi konvensional yang lebih dulu ada justru kerap luput dari perhatian?

Dereta ojek online. (foto: https://kabar24.bisnis.com/)

Seragam Ojol dan Kekuatan Simbolik di Ruang Publik

Kunci pertama ada pada identitas. Ojol tampil dengan seragam khas: jaket dan helm hijau dengan logo aplikasi mencolok. Dari kejauhan, masyarakat langsung tahu, “itu pengemudi ojol.” Identitas visual ini bukan sekadar pakaian kerja, melainkan simbol kebersamaan sekaligus tanda solidaritas yang membuat mereka mudah dikenali sebagai satu kelompok.

Pengemudi konvensional sebaliknya tidak memiliki identitas nasional. Seragam mereka berbeda-beda. Pengemudi angkot—atau mikrolet dan KWK di Jakarta—berbeda dengan yang ada di Surabaya. Pengemudi bus antarkota mengenakan seragam perusahaan masing-masing. Pengemudi truk umumnya hanya berkaos seadanya. Identitas yang terpisah-pisah ini membuat pengemudi konvensional sulit tampak sebagai satu kekuatan bersama di mata publik.

Solidaritas ojek online. (foto: https://tirto.id/)

Solidaritas Ojol di Era Digital

Solidaritas ojol berakar pada kesamaan nasib. Mereka sama-sama berhadapan dengan tarif rendah, potongan aplikasi tinggi, dan perlindungan hukum yang lemah. Rasa sepenanggungan inilah yang membuat mereka merasa berada dalam satu perahu. Era digital kemudian menjadi katalis yang memperkuat ikatan itu. Melalui WhatsApp, Telegram, dan media sosial, informasi cepat menyebar dan aksi bisa terkoordinasi hanya dalam hitungan jam. Untuk urusan kecil, seperti mengumpulkan dana bagi rekan yang terkena musibah, mereka bisa segera bergerak. Apalagi ketika menyangkut persoalan besar, protes serentak mudah muncul di berbagai kota.

Pengemudi konvensional berada dalam situasi sebaliknya. Selama ini mereka lebih banyak berada di bawah kendali organisasi pengusaha angkutan, seperti Organda, yang mewakili kepentingan pemilik armada. Pengemudinya sendiri jarang memiliki organisasi yang benar-benar mewakili kepentingan mereka di tingkat nasional. Kalaupun ada, biasanya hanya berbentuk paguyuban lokal atau serikat kecil, seperti pengemudi truk pelabuhan, pengemudi bus malam, atau koperasi pengemudi angkot. Persoalan ini diperparah oleh beragamnya kepentingan: ada yang berkonflik dengan pemilik armada, ada yang terlibat gesekan antar-pengemudi karena rebutan penumpang atau muatan. Di sisi lain, banyak pengemudi juga terikat pada aturan perusahaan yang membatasi ruang gerak mereka. Akibatnya, suara mereka terdengar lemah, sulit kompak, dan hampir mustahil membangun agenda bersama di tingkat nasional.

Kecelakaan pengojek online. (foto: https://www.radarbogor.id/)

Ketimpangan Sorotan Media

Ojol begitu sering menghiasi pemberitaan. Kisah mereka mudah diangkat media: perjuangan mencari nafkah di jalan, kecelakaan kerja, pengemudi yang menolong orang, hingga protes soal tarif. Gambaran “ojol sebagai simbol ketangguhan masyarakat kota” cepat tumbuh karena media menyajikan cerita keseharian yang menyentuh dan dekat dengan pembaca.

Sebaliknya, pengemudi konvensional jarang mendapat sorotan serupa. Mereka baru menjadi berita ketika terjadi kecelakaan besar, muncul isu truk ODOL (Over Dimension OverLoad), atau kemacetan akibat angkot yang ngetem. Jarang ada media yang menyorot keseharian pengemudi truk yang tidur berhari-hari di kabin truk demi memastikan barang sampai tujuan, atau pengemudi bus malam yang tetap terjaga agar penumpang bisa mudik dengan selamat. Padahal, tanpa mereka, roda transportasi Indonesia akan lumpuh. Minimnya pemberitaan yang membangun membuat pengemudi konvensional sering tersisih dari sorotan publik dibanding ojol.

Driver ojol di TPS. (foto: https://www.gojek.com/)

Ojol sebagai Segmen Politik

Politisi melihat ojol sebagai segmen pemilih yang strategis. Jumlah mereka besar, tersebar di kota-kota, dan dianggap punya pengaruh suara terhadap keluarga serta lingkungannya. Ojol kerap diposisikan sebagai swing voters perkotaan yang penting untuk dirangkul. Dengan sekali kunjungan ke basecamp ojol, seorang politisi bisa mendapat liputan media luas sekaligus membangun citra dekat dengan rakyat.

Sebaliknya, pengemudi konvensional tidak memiliki kekuatan massa yang seragam dan mudah digerakkan. Struktur hubungan kerja yang formal dengan pemilik armada membuat aspirasi mereka lebih sering disalurkan lewat mekanisme resmi—rapat atau negosiasi antara pengusaha dan pemerintah—bukan melalui aksi massa. Karena itu, politisi jarang melihat mereka sebagai kelompok pemilih yang strategis untuk didekati.

Ojek pangkalan atau ojek konvensional. (foto: https://daerah.sindonews.com/)

Langkah Strategis untuk Pengemudi Konvensional

Fenomena kontras antara kekompakan ojol dan lemahnya posisi pengemudi konvensional tidak seharusnya dibiarkan melebar. Ada sejumlah langkah strategis yang bisa ditempuh untuk memperbaiki keadaan.

Pertama, perlu didorong pembentukan organisasi pengemudi konvensional yang mandiri lintas moda—truk, bus, angkot, hingga taksi. Organisasi ini harus benar-benar melibatkan pengemudi secara aktif dan mampu merespons persoalan mereka dengan cepat, bukan sekadar mengikuti kepentingan asosiasi pengusaha.

Kedua, membangun identitas kolektif yang kuat bagi pengemudi konvensional. Jika ojol punya jaket dan helm hijau, pengemudi konvensional pun bisa memiliki simbol pemersatu. Misalnya, rompi oranye terang dengan strip reflektif yang berlaku nasional dan dilengkapi emblem “Pengemudi Indonesia”. Selain mudah dikenali sebagai tanda kebersamaan, rompi ini juga berfungsi meningkatkan keselamatan di jalan.

Ketiga, memperluas perlindungan sosial bagi semua pengemudi. Baik ojol maupun pengemudi konvensional harus dijamin aksesnya pada BPJS Ketenagakerjaan, jaminan kesehatan, hingga skema pensiun—program jaminan hari tua agar tetap ada penghasilan ketika mereka tidak lagi bisa bekerja. Bagi ojol, regulasi tarif perlu ditata lebih adil. Sementara bagi pengemudi konvensional, pola setoran dan kontrak kerja harus dibuat lebih transparan dan manusiawi.

Keempat, secara aktif membangun narasi positif di media. Sama seperti kisah inspiratif ojol yang sering viral, perlu digencarkan liputan tentang pengemudi konvensional. Misalnya kisah Nanang, pengemudi bus AKAP yang menolong penumpang tak berduit; Deden, pengemudi bus malam yang rela tidak libur demi mengantar pemudik saat Lebaran; atau Edi Susanto, pengemudi truk ekspedisi yang pernah tersesat di hutan tetapi tetap melanjutkan tugasnya. Kisah-kisah semacam ini mencerminkan ketangguhan dan empati pengemudi konvensional yang jarang mendapat sorotan publik.

Aneka moda transportasi umum. (foto: https://curcoleksentrik96.wordpress.com/)

Menuju Transportasi yang Berimbang

Ojol telah membuktikan bahwa identitas yang kuat—seperti jaket dan helm hijau yang begitu mencolok—ditambah jaringan digital yang sangat luas serta narasi media yang senantiasa positif, mampu memperkuat posisi tawar mereka dalam waktu relatif singkat. Namun, jangan dilupakan bahwa pengemudi konvensional tetap menjadi tulang punggung kokoh transportasi Indonesia: truk yang sabar mengangkut barang lintas pulau, bus yang setia menyambungkan kota, angkot yang tekun melayani jalur perkotaan, hingga taksi dan travel yang rajin menjangkau antar wilayah. Tanpa mereka, denyut transportasi nasional tentu akan terhenti.

Tantangan besar ke depan adalah menghadirkan keseimbangan nyata dalam hal narasi, perlindungan hukum, jaminan sosial, hingga kepastian ekonomi bagi seluruh pengemudi—baik ojol maupun konvensional. Ojol perlu terus diperkuat agar tidak sekadar diposisikan sebagai “tenaga murah aplikasi”, melainkan benar-benar tumbuh sebagai profesi yang bermartabat. Sementara itu, pengemudi konvensional mesti direvitalisasi dengan pembaruan sistem kerja yang lebih manusiawi, identitas kolektif yang lebih kuat, dan organisasi yang jauh lebih solid agar tetap relevan di tengah derasnya arus digitalisasi.

Pada akhirnya, wajah transportasi Indonesia harus ditampilkan secara lebih adil dan berimbang: hijau jaket ojol yang telah menjadi ikon era digital berdampingan dengan oranye rompi pengemudi konvensional—sebuah simbol persatuan dan kebanggaan profesi pengemudi transportasi. Keduanya sama-sama memastikan distribusi barang dan pergerakan manusia tetap terjaga dengan baik, sehingga roda pembangunan bangsa terus berputar dengan lancar, kokoh, dan berkesinambungan. (*)

Tags: ojekojek onlineojol di panggung politik
Share196Tweet123
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

October 6, 2026
Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

October 6, 2026
Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

October 6, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2017 JNews.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2017 JNews.

Go to mobile version