• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Oedipus Rex, Tandai Kebangkitan Teater Alam

Oedipus Rex, Tandai Kebangkitan Teater Alam

January 16, 2020
MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

October 7, 2026
AWAL, Akhirnya Tiba

AWAL, Akhirnya Tiba

October 7, 2026
Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

October 6, 2026
Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

October 6, 2026
Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

October 6, 2026
Indonesia 2–2 Thailand (4–2): Berkali-kali di Ujung Tanduk, Garuda Akhirnya Juara!

Indonesia 2–2 Thailand (4–2): Berkali-kali di Ujung Tanduk, Garuda Akhirnya Juara!

October 6, 2026
Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

October 5, 2026
Presiden Prabowo Tegaskan TNI Harus Modern dan Adaptif Hadapi Beragam Ancaman

Presiden Prabowo Tegaskan TNI Harus Modern dan Adaptif Hadapi Beragam Ancaman

October 5, 2026
Film 5cm: Revolusi Hati Siap Eksplorasi Keindahan Laut Indonesia

Film 5cm: Revolusi Hati Siap Eksplorasi Keindahan Laut Indonesia

October 5, 2026
Presiden FIFA Infantino: Kemajuan Sepak Bola Indonesia Luar Biasa, Peluang Gelar Event FIFA Makin Terbuka

Presiden FIFA Infantino: Kemajuan Sepak Bola Indonesia Luar Biasa, Peluang Gelar Event FIFA Makin Terbuka

October 5, 2026
Kehadiran TNI di Tengah Masyarakat Jadi Bagian Kekuatan Gotong Royong yang Perlu Terus Dirawat

Kehadiran TNI di Tengah Masyarakat Jadi Bagian Kekuatan Gotong Royong yang Perlu Terus Dirawat

October 5, 2026
Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

October 5, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Wednesday, October 7, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    A beginner’s guide to the legendary Tim Tam biscuit, now available in America

    India is bringing free Wi-Fi to more than 1,000 villages this year

    Betterment moves beyond robo-advising with human financial planners

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    Oil spill off India’s southern coast leaves fisherman stranded, marine life impacted

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup

    Rap group call out publication for using their image in place of ‘gang’

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    A beginner’s guide to the legendary Tim Tam biscuit, now available in America

    India is bringing free Wi-Fi to more than 1,000 villages this year

    Betterment moves beyond robo-advising with human financial planners

    People are handing out badges at Tube stations to tackle loneliness

    Trump’s H-1B Visa Bill spooks India’s IT companies

    Oil spill off India’s southern coast leaves fisherman stranded, marine life impacted

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    A beginner’s guide to the legendary Tim Tam biscuit, now available in America

    People are handing out badges at Tube stations to tackle loneliness

    Trump’s H-1B Visa Bill spooks India’s IT companies

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    Oil spill off India’s southern coast leaves fisherman stranded, marine life impacted

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Rap group call out publication for using their image in place of ‘gang’

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    India is bringing free Wi-Fi to more than 1,000 villages this year

    Betterment moves beyond robo-advising with human financial planners

    People are handing out badges at Tube stations to tackle loneliness

    Trump’s H-1B Visa Bill spooks India’s IT companies

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Feature

Oedipus Rex, Tandai Kebangkitan Teater Alam

by admin
January 16, 2020
in Feature
0
Oedipus Rex, Tandai Kebangkitan Teater Alam

Suasana latihan pementasan Oedipus Rex karya Sophocles oleh Teater Alam. (foto: memet chairul slamet)

491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jayakarta News – Teater Alam Yogyakarta, tengah memasuki era kebangkitan. Di saat banyak teater seusia rontok dan tidak lagi berproduksi, Teater Alam seperti tak lekang dimakan usia. Kelompok teater yang didirikan Azwar AN, 4 Januari 1972 itu, pada Sabtu, 18 Januari 2020 sedia mementaskan “Oedipus Rex” (Sophocles), di Concert Hall, Taman Budaya Yogyakarta.

Menyimak perjalanan Teater Alam, tampak mengalami pasang surut. Setelah “tidur panjang” di era tahun 2000-an, ia bangkit dua tahun lalu. Dipicu kegiatan halal-bihalal tahun Juni 2018, para anggota yang tersebar di banyak kota dan banyak bidang pengabdian, seperti terpacu untuk membangkit-bangkitkan almamaternya.

Adalah Puntung CM Pudjadi yang mendapat sampur menyutradarai teman-temannya dalam lakon Montserrat (Emmanuel Robles). Pentas menandai 47 Teater Alam ini tergelar 8 Desember 2018 di Taman Budaya Yogyakarta, dan berhasil menyedot animo masyarakat yang luar biasa. Inilah pentas kebangkitan Teater Alam.

Belum reda gaung Montserrat, Teater Alam meluncurkan buku (soft launching) “Trilogi Teater Alam”, di Amphi  Theater TBY, 23 Desember 2918. Tiga buku itu berjudul “Azwar AN, Manusia Teater” (Buku 1), “Teater Alam di Panggung Zaman” (Buku 2), dan “Potret Teater Alam, Warna-warni Testimoni” (Buku 3).

Dua minggu kemudian, tepatnya 3 Januari 2019, acara potong tumpeng memperingati Ultah Teater Alam ke-47, kian bermakna dengan dua agenda yang menyertai. Pertama, grand launching buku Trilogi Teater Alam, dan kedua, Pidato Kebudayaan anggota Teater Alam yang menjadi satu-satunya profesor teater, Prof. Dr. Hj. Yudiaryani, MA.

Saat itu, Prof Yudi masih menjabat Dekan Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) ISI Yogyakarta. Ia membawakan pidato kerbudayaan berjudul ”Melacak Jejak Sumber Kreativitas Seni, Membangun Nilai-nilai Kebangsaan Indonesia”.

Acara yang berlangsung di Gedung Societet, TBY itu sangat menarik, dan mendapat apresiasi banyak pihak. Kolaborasi pidato Prof Yudi yang dibawakan secara teaterikal, ditingkah iringan musik etnik oleh Dr Memet Chairul Slamet, makin sempurna dengan set panggung, tata cahaya, dan permainan special effect.

Tidak berhenti di situ. Teater Alam terus bergerak dan berkarya.

Dalam salah satu ajang kumpul-kumpul di kediaman Azwar AN, terbetiklah wacana mempersiapkan pementasan selanjutnya. Spontan, Azwar menunjuk Prof Yudiaryani yang untuk memilih naskah, sekaligus menyutradarai.

“Ninik”, panggilan kecil Prof Yudi, menjatuhkan pilihan pada naskah klasik karya Tennessee Williams bertajuk ‘A Streetcar Named Desire’ yang telah diterjemahkan oleh Toto Sudarto Bachtiar dalam judul ‘Pusaran’. Berkolaborasi dengan para mahasiswa binaannya di Jurusan Teater ISI Yogyakarta, pentas Pusaran pun digelar dua hari, 22 – 23 Juli 2019 di Concert Hall, Taman Budaya Yogyakarta.

Sebuah pentas kolaborasi yang unik. Aktor kawakan seperti Meritz Hindra, Daning Hudoyo, Gola Bustaman, Dinar Saka, Gege Hang Andhika (Teater Alam), beradu akting dengan para mahasiswa Teater ISI. Rangkaian proses produksi “Pusaran” tak pelak menjadi sebuah role-model pentas kolaborasi antara seniman sanggar dan seniman akademisi. Sekali lagi, Teater Alam melakukan terobosan yang menjadi catatan penting dalam perjalanan sejarahnya.

Tak pelak, “Pusaran” adalah titik singgah dari dua lakon lain yang dipentaskan dalam dua tahun terakhir: Montserrat dan Oedipus Rex. Sadar-tidak-sadar, ketiga lakon yang sudah dan yang akan dipentaskan, semua naskah “impor”.

Oedipus Rex

Sabtu tanggal 18 Januari 2020 mendatang, kembali Teater Alam mementaskan naskah klasik karya Sophocles, Oedipus Rex. Patron Teater Alam, Azwar AN, “turun gunung” menyutradarai naskah drama tragedi Yunani terbaik sepanjang masa.

Pementasan kali ini didukung para aktor kawakan Teater Alam, seperti Tertib Soeratmo, Meritz Hindra, Gege Hang Andhika, Daning Hudoyo, Annastasia SH, dan lain-lain. Dr Memet Chairul Slamet kembali didapuk meracik penataan musik pementasan monumental tersebut.

Sinopsis

Lakon “Oedipus Sang Raja” adalah lakon tragedi-romantik yang mengisahkan perjalanan hidup Oedipus dalam mengalami kejayaan dan keruntuhannya.

Pada saat itu Thebes dilanda huru-hara. Wabah, kelaparan, serta kemandulan menyerang negeri itu. Rakyat menderita. Dalam penderitaannya itu rakyat mengalami kegoncangan-kegoncangan batin juga kepercayaannya terhadap raja Oedipus. Tiada kepastian dalam diri rakyat.

Konon kesengsaraan yang menimpa kerajaan Thebes adalah akibat kemurkaan dewa karena pembunuh raja Laius belum dihukum. Semua orang termasuk Oedipus meraba-raba dan mencari siapakah sebenarnya pembunuh Raja Laius.

Dalam keadaan demikian datanglah pendeta Teirisias. Sekali lagi Pendeta Teirisias memperingatkan Oedipus akan ramalan-ramalan yang sudah dijatuhkan dewa-dewa kepadanya. Oedipus berang, dan menuduh Pendeta Teresias telah membuat ramalan-ramalan palsu yang tak berdasar, atas kehendak dari Creon, putra mahkota kerajaan Thebes, saudara putri Yocasta.

Pertentangan-pertentangan di dalam istana makin memuncak. Creon yang dituduh hendak merebut singgasana kerajaan telah diusir oleh Oedipus dari istana, tetapi telah dibela oleh Yocasta.

Suasana semakin memuncak, orang terus mencari-cari siapakah sesungguhnya pembunuh raja Laius. Dan pada saat itu, Oedipus mulai mengalami kegoncangan-kegoncangan batin. Teringatlah ia akan ramalan-ramalan Dewa Apollo yang dijatuhkan terhadap dirinya, bahwa ia kelak akan mengawini ibu kandungnya dan membunuh ayahnya sendiri.

Teringat pulalah ia bagaimana ia berusaha menghindarkan diri dari segala ramalan dewa mengenai dirinya, dengan jalan meninggalkan kerajaan Korinthe.

Pada akhir cerita diketahuinyalah seluruh rahasia, yang menyelubungi selama ini. Dialah sesungguhnya yang telah membunuh Raja Laius, ayahnya sendiri, yaitu orangtua yang dijumpainya dalam perjalanan melarikan diri dari Korinthe. Oedipus sendirilah yang mengawini ibu kandungnya yaitu Ratu Yocasta, janda dari orangtua yang dibunuhnya dalam perjalanan.

Adapun Oedipus sendiri sesungguhnya anak laki-laki yang telah dibuang oleh Yocasta ke kaki gunung Kitahron, tetapi ditemukan dan dipelihara oleh seorang gembala yang kasihan melihat bayi tak berdosa itu. Bayi itu kemudian diberikannya keada seorang gembala lain di Korinthe yang menjadi abdi raja Laius yang kemudian diakuinya sebagai anak sendiri oleh Sang Raja.

Setelah rahasia terbuka, tahulah Yocasta bahwa Oedipus adalah anaknya sendiri. Yocasta kemudian mengakhiri hidupnya dengan tangannya sendiri. Oedipus membuat dirinya menjadi buta dengan menusukkan jarum berkali-kali ke kedua belah matanya, takut dan ngeri melihat akibat dari ramalan yang menimpa dirinya.

Creon kemudian datang, bukan untuk membalaskan dendam kepada Oedipus, tetapi minta agar Oedipus tetap tinggal di istana. Tetapi Oedipus menghendaki agar dirinya dibuang. Sebelum pergi Oedipus memohon satu permintaan kepada Creon yang kemudian diluluskan, yaitu bertemu anaknya, hasil perkawinan dengan ibu kandungnya, Yocasta. (rr)

Tags: azwar anjayakartanewsteater alam
Share196Tweet123
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

October 7, 2026
AWAL, Akhirnya Tiba

AWAL, Akhirnya Tiba

October 7, 2026
Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

October 6, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2017 JNews.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2017 JNews.

Go to mobile version