• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Meski Tidak Ada Uang di Balik Kutang

Meski Tidak Ada Uang di Balik Kutang

October 30, 2018
Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

October 23, 2026
Warga Makassar Padati Lokasi Gerakan Pangan Murah, BULOG Salurkan 1,5 Ton Beras

Warga Makassar Padati Lokasi Gerakan Pangan Murah, BULOG Salurkan 1,5 Ton Beras

October 22, 2026
Rehabilitasi Irigasi di Bangli Berikan Manfaat bagi Petani, Perbaikan Saluran Terus Dioptimalkan

Rehabilitasi Irigasi di Bangli Berikan Manfaat bagi Petani, Perbaikan Saluran Terus Dioptimalkan

October 22, 2026
Ketika Para Penjaga Nurani Bangsa Mendesak Gibran Mundur sebagai Wakil Presiden

Ketika Para Penjaga Nurani Bangsa Mendesak Gibran Mundur sebagai Wakil Presiden

October 22, 2026
Letjen Iwan Setiawan, Dari Everest ke Kostrad”

Letjen Iwan Setiawan, Dari Everest ke Kostrad”

October 22, 2026
Empat Tahun Berperang Rusia Kehilangan 350.000 Tentaranya, Putin: ‘Kemenangan akan Selalu Milik Kita!

Jalan Perdamaian Terbuka? Presiden Putin Setuju Perundingan Damai dengan AS dan Ukraina

October 22, 2026
Puisi-puisi Visual Yusuf Susilo Hartono

Puisi-puisi Visual Yusuf Susilo Hartono

October 22, 2026
Bareskrim Telusuri Aset Lebih dari Rp500 Miliar dalam Kasus PT Dana Syariah Indonesia

Bareskrim Telusuri Aset Lebih dari Rp500 Miliar dalam Kasus PT Dana Syariah Indonesia

October 22, 2026
BP3MI DIY Latih 80 Calon Pekerja Migran Indonesia Siap Tembus Pasar Kerja Global

BP3MI DIY Latih 80 Calon Pekerja Migran Indonesia Siap Tembus Pasar Kerja Global

October 22, 2026
Presiden Instruksikan Usut Tuntas Keterlibatan Manusia dan Korporasi dalam Karhutla

Presiden Instruksikan Usut Tuntas Keterlibatan Manusia dan Korporasi dalam Karhutla

October 21, 2026
Film Laut Bercerita: Tentang Keberanian, Persahabatan dan Kehilangan

Film Laut Bercerita: Tentang Keberanian, Persahabatan dan Kehilangan

October 21, 2026
Tinjau Penanganan Karhutla Tahura R Soerjo, Khofifah Tekankan  Keselamatan Petugas dan Relawan

Tinjau Penanganan Karhutla Tahura R Soerjo, Khofifah Tekankan  Keselamatan Petugas dan Relawan

October 21, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Friday, October 23, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Feature

Meski Tidak Ada Uang di Balik Kutang

by admin
October 30, 2018
in Feature
0
Meski Tidak Ada Uang di Balik Kutang
518
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Dahlan Iskan

Jepang masih tergolong negara cash. Tidak terlihat ada orang membayar dengan klik HP. Jarang juga terlihat orang membayar dengan kartu. Bahkan di stasiun kereta Nikko tertulis pengumuman: hanya menerima uang cash. Untuk membeli karcis.

Naik bus kota pun masih dengan cara lama: harus cash. Kecuali yang langganan.

Bus kotanya selalu dilengkapi satu mesin. Saya sebut mesin kernet. Di sebelah sopir. Dengan dua lubang. Satu lubang untuk menerima uang koin. Satu lubang lagi untuk menukar uang kertas: menjadi koin. Siapa tahu ada penumpang tidak punya uang receh.

Saya bisa memasukkan uang lembaran 1000 yen. Menggerojoklah uang-uang koin senilai 1000 yen. Dari mesin kernet itu. Lalu saya bayar ongkos bus kotanya. Senilai tarifnya.

Dari mana tahu berapa tarifnya? Tidak perlu tanya sopir. Toh sopir tidak mengerti bahasa lain kecuali Jepang. Waktu naik tadi kita cukup ambil karcis. Ukurannya selebar ibu jari. Yang otomatis keluar dari boks kecil. Di dekat pintu masuk.

Turun dari bus nanti karcis itu kita masukkan ke mesin kernet. Akan terlihat di layar digital: berapa harus bayar. Sesuai dengan jaraknya. Lalu kita masukkan koin sejumlah yang diminta.

Sopir tidak pernah menerima uang pembayaran. Atau menyerahkan uang kembalian. Sopir sudah punya kernet: yang punya dua lubang tadi.

Di kota Otsunomiya, dekat Nikko, saya selalu naik bus kota. Murah. Nyaman.

Di Jepang tarif taxi mahal sekali. Sekali jalan bisa Rp 500.000. Dari Shinjuku ke Ginza.

Kalau di Tokyo saya pilih naik subway. Kereta bawah tanah. Jarak 500.000 tadi hanya perlu bayar Rp 27 ribu (200 yen).

Gang Shinmichi Doori yang penuh restoran enak. Resto Kirakutai letaknya di sini.

Untuk makan malam di Yotshuya pun saya pilih naik subway. Berdesakan. Meski bayar makannya nanti bisa Rp 2 juta. Itulah restoran yang amat populer: Kirakutei. Di Shinmichi Doori. Di satu gang yang semuanya restoran enak. Teman Jepang saya bilang: salah masuk pun akan enak. Bintang-bintang film banyak makan di situ. Makanannya: yakiniku. Jangan bayangkan lezatnya. Dan lumer dagingnya.

Saya memerlukan ke situ. Setiap ke Tokyo. Kangen. Yang sebenarnya.

Memang angkutan umum di kota-kota di Jepang tidak membuat orang asing terasa asing. Tidak pula perlu bertanya-tanya. Yang entah bagaimana cara bisa bertanya.

Kembali ke Nikko. Kota kecil sekali itu. Yang indah sekali itu.

Di dekat stasiun Nikko ada antrean panjang. Saya mengintip. Untuk tahu. Lagi antre apa itu. Saya ikut antre: beli kue. Seperti ketan goreng. Dalamnya isi kacang merah. Yang dilembutkan. Bukan main larisnya. Semua bayar cash: 200 yen sebutir. Tidak satu pun yang pakai uang elektronik.

Saya ingat saat ke Tiongkok terakhir: di kaki lima pun sudah tidak pakai uang cash lagi. Sudah pakai sejenis Paytren.

Sampai Tokyo saya makan siang di Shinjuku. Di meja sebelah saya duduk dua wanita setengah umur. Asyik ngobrol dalam bahasa Jepang. Waktunya membayar saya lirik sesapuan: masing-masing mengeluarkan dompet. Bayar dengan uang cash. Bayar sendiri-sendiri.

Saya lihat uang yen mereka rapi-rapi. Lurus-lurus. Dompetnya memanjang. Seukuran uang. Tidak mungkin membuat uangnya lusuh.  Rasanya baru di Jepang ini saya lihat: tidak ada uang kumuh. Semua uang seperti baru.

Membawa uang yen memang tidak repot. Pecahannya besar. Ada pecahan 10.000 yen. Yang nilainya Rp 1.350.000. Untuk membawa uang Rp 13 juta cukup 10 lembar.

Bandingkan dengan pecahan terbesar rupiah: Rp 100.000. Untuk membawa Rp 13 juta tidak bisa lagi masuk dompet.

Rapi sekali orang Jepang menata uang. Di dompetnya. Beda dengan pengalaman lama saya. Di desa dulu. Uang selalu disimpan dalam bentuk lungsetan.

Waktu kecil saya hampir tidak pernah melihat ada uang kertas yang masih lurus. Setiap menerima uang lusuhnya bukan main. Gambarnya sudah kabur. Sering juga uangnya tambalan: pernah tersobek dibtengahnya. Lalu disambung lagi.

Saya juga sering menyambung uang. Saat sambungan lamanya terlepas. Dilem dengan butiran nasi putih.

Di desa, uang pasti lusuh. Bagaimana tidak. Saya hafal: ibu saya selalu menyimpan uang di balik kutangnya. Campur keringat dari susunya.

Kalau mau membayar ibu merogoh dulu balik kutangnya. Saat menerima uang memasukkannya ke balik kutang. Kutang adalah BH zaman dulu. Waktu memasukkan ke balik kutang itu uangnya dilipat empat. Sering juga dalam bentuk gumpalan.

Itu tempat menyimpan uang paling aman. Bagi wanita. Bukan karena tidak punya dompet. Memang orang desa tidak ada yang punya dompet. Dompet tidak penting. Yang penting isinya.

Saya juga hafal tempat aman lainnya: diselempitkan di lempitan-lempitan stagen. Yang dililitkan di pinggang. Agar kain batiknya tidak melorot. Tapi menyimpan uang di stagen mudah jatuh. Saat stagennya longgar.

Waktu kecil saya sering merogoh-rogoh kutang ibu. Untuk mencari uang. Untuk beli permen. Ibu lebih sering mengatakan tidak punya uang. Makanya ibu membiarkan saja kutangnya dirogoh-rogoh. Toh tidak akan menemukan apa-apa.

Kalau ayah punya cara sendiri: menyimpan uang di lipatan kopiahnya. Itu tempat paling aman. Tidak pernah kopiah itu lepas dari kepalanya. Kalau tidur pun kopiah di taruh di atas bantal. Begitu bangun yang dicari kopiah dulu. Seperti kita sekarang: begitu bangun cari HP.

Sekarang tidak mungkin lagi menyimpan uang di lipatan kopiah. Atau di balik BH. Dulu bisa. Yang disimpan hanya satu dua lembar. Sekarang orang punya uang berlembar-lembar.

Kopiahnya bisa tidak berbentuk lagi. Atau dadanya bisa besar sebelah.

Saya tidak tahu mengapa orang Jepang masih suka bawa uang cash. Dalam jumlah banyak. Padahal wanitanya tidak punya kutang. Dan laki-lakinya tidak punya kopiah.

Adakah akar budaya uang cash itu amat dalam. Misalnya, untuk apa menaruh uang di bank. Toh bank tidak memberi bunga. Sumber dana terbesar bank, di Jepang, bukan dari deposito. Melainkan dari dana asuransi. Atau dana pensiun.

Orang Jepang pilih taruh uang di saham. Atau obligasi. Untuk keperluan sehari-hari lebih baik bawa cash. Toh tidak ada copet. Atau tidak perlu takut uang istri diambil suami. Atau uang suami diambil istri. Tidak perlu juga khawatir ada anaknya yang merogoh-rogohkan tangannya di balik kutang ibunya. ***

Tags: dahlan iskandiswayjayakartanewskuliner jepangtransportasi jepang
Share207Tweet130
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

October 23, 2026
Warga Makassar Padati Lokasi Gerakan Pangan Murah, BULOG Salurkan 1,5 Ton Beras

Warga Makassar Padati Lokasi Gerakan Pangan Murah, BULOG Salurkan 1,5 Ton Beras

October 22, 2026
Rehabilitasi Irigasi di Bangli Berikan Manfaat bagi Petani, Perbaikan Saluran Terus Dioptimalkan

Rehabilitasi Irigasi di Bangli Berikan Manfaat bagi Petani, Perbaikan Saluran Terus Dioptimalkan

October 22, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version