• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Tuesday, September 29, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

KPAI Dorong Pemerintah Biayai Tes Swab bagi Seluruh Guru SMK

KPAI Dorong Pemerintah Biayai Tes Swab bagi Seluruh Guru SMK

admin by admin
November 9, 2020
in Kabar
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAKARTA NEWS— Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim memperbolehkan sekolah menengah kejuruan (SMK) melakukan pembelajaran praktik secara tatap muka. Pembelajaran praktik secara tatap muka  dapat dilakukan di semua zona, termasuk  zona oranye dan merah. Namun bukan pembelajaran teori, hanya pembelajaran praktik dan cuma mata pelajaran produktif  di bengkel dan  laboratorium dengan protokol kesehatan/SOP yang ketat.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bidang Pendidikan Retno Listyarti menjelaskan, berdasarkan pemantauan pihaknya, beberapa wilayah sudah mulai melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) untuk SMK/SMA, meski baru tahap ujicoba.

Di antaranya adalah di Banyuwangi, Jawa Timur sebanyak 14 sekolah; di Kota Tegal ujicoba dilakukan di SMAN 2, SMKN 2 dan SMA Pius kota Tegal. Ujicoba PTM juga dilakukan di kabupaten Wonosobo dan kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.  SMK SMTI dan SMKN 2 Kota Jogjakarta juga sudah melakukan uji coba buka sekolah pada September 2020 lalu.

Terkait dengan pembelajaran tatap muka di sejumlah SMK, tegasnya, KPAI merekomendasikan catatan sebagai berikut:

Foto KPAI

Pertama, untuk para siswa SMK yang membutuhkan praktik di bengkel atau laboratorium di sekolah bisa saja dilakukan pertemuan tatap muka (PTM), namun pihak sekolah harus mempersiapkan infrastruktur Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di satuan pendidikan, juga wajib memiliki Protokol Kesehatan/SOP AKB di satuan pendidikan. 

Dari hasil pengawasan KPAI di beberapa SMK menunjukkan bahwa SMK cenderung memiliki kesiapan AKB dibandingkan dengan SMP dan SD. Namun, justru saat di tempat praktik seperti bengkel dan laboratorium, KPAI menemukan banyak kelemahan dalam penyiapan infrastruktur seperti tempat cuci tangan, cairan disinfektan untuk membersihan peralatan yang sudah digunakan, dll.

Selain itu, temuan KPAI juga menunjukan bahwa  protocol/SOP penggunaan laboratorium/bengkel dan pergantian penggunaan belum dipersiapkan sekolah. Kalaupun sudah, belum ditempel di ruangan dan belum pula disosialisasikan kepada para peserta didik dan orangtuanya.

Termasuk Protokol/SOP siswa yang datang ke sekolah dengan kendaraan umum. Hanya satu SMK yang KPAI nilai siap yaitu SMKN 11 Kota Bandung, Jawa Barat dari sekitar 12 SMK yang KPAI kunjungi secara langsung.

Kedua, sebelum melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) praktik, sebaiknya, sekolah wajib melakukan simulasi PTM praktik dahulu, apakah protocol kesehatan/SOP tersedia dan dipatuhi oleh seluruh warga sekolah.  Sekolah juga wajib membuat jadwal, sehingga setiap siswa akan memiliki kesempatan praktik setidaknya 2-3 minggu sekali, mengingat jumlah siswa harus dibatasi agar dapat dilakukan jaga jarak.

Ketiga, KPAI mendorong pemerintah daerah mewajibkan  tes swab kepada seluruh guru SMK yang akan melalukan PTM dengan biaya ditanggung oleh  pemerintah daerah.

Keempat, SMK merupakan sekolah vokasi yang memang bidang keahliannya harus didukung oleh praktek, tidak bisa hanya teori. Selama pandemic, saat kebijakan belajar dari rumah di mulai bulan Maret 2020, maka siswa SMK yang kelas X sudah naik ke kelas XI dan sebentar lagi mereka wajib PKL (Praktik Kerja Lapangan) di industry, hotel, bengkel, restaurant, dll. PKL ini sudah pasti harus disertai kerja lapangan.

Di masa pandemi bisa tetap dilakukan dengan mematuhi protocol kesehatan di tepat kerja atau di tempat siswa praktek. Biasanya, industry, hotel, restaurant, dll sudah memilili protocol kesehatan/SOP yang ketat. Di masa pendemi juga tidak akan masuk setiap hari karena ada pembatasan jumlah pekerja sesuai aturan pemerintah. 

Kalau PKL atau magang masih aman di tempat kerja, hanya perlu hati-hati saat di perjalanan. Namun demikian, tetap diperlukan pengawasan ketat oleh pihak sekolah, untuk mengingatkan para peserta didiknya yang mengikuti PKL. ***/ebn

Tags: jayakartanewsKPAIPembelajaran Tatap Mukapendidikanretno listyarti
Previous Post

Olahan Emak-emak di Zaman “Rebahan”

Next Post

Film ‘PTJ’ Gaet 17 Nominasi FFI 2020, Tak ada Kasta Terendah

admin

admin

Next Post
Film ‘PTJ’ Gaet 17 Nominasi FFI 2020, Tak ada Kasta Terendah

Film 'PTJ' Gaet 17 Nominasi FFI 2020, Tak ada Kasta Terendah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version