• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Doni Monardo “Diserang”, Ini Duduk Perkaranya

Doni Monardo “Diserang”, Ini Duduk Perkaranya

May 12, 2020
Letjen Iwan Setiawan, Dari Everest ke Kostrad”

Letjen Iwan Setiawan, Dari Everest ke Kostrad”

October 22, 2026
Empat Tahun Berperang Rusia Kehilangan 350.000 Tentaranya, Putin: ‘Kemenangan akan Selalu Milik Kita!

Jalan Perdamaian Terbuka? Presiden Putin Setuju Perundingan Damai dengan AS dan Ukraina

October 22, 2026
Puisi-puisi Visual Yusuf Susilo Hartono

Puisi-puisi Visual Yusuf Susilo Hartono

October 22, 2026
Bareskrim Telusuri Aset Lebih dari Rp500 Miliar dalam Kasus PT Dana Syariah Indonesia

Bareskrim Telusuri Aset Lebih dari Rp500 Miliar dalam Kasus PT Dana Syariah Indonesia

October 22, 2026
BP3MI DIY Latih 80 Calon Pekerja Migran Indonesia Siap Tembus Pasar Kerja Global

BP3MI DIY Latih 80 Calon Pekerja Migran Indonesia Siap Tembus Pasar Kerja Global

October 22, 2026
Presiden Instruksikan Usut Tuntas Keterlibatan Manusia dan Korporasi dalam Karhutla

Presiden Instruksikan Usut Tuntas Keterlibatan Manusia dan Korporasi dalam Karhutla

October 21, 2026
Film Laut Bercerita: Tentang Keberanian, Persahabatan dan Kehilangan

Film Laut Bercerita: Tentang Keberanian, Persahabatan dan Kehilangan

October 21, 2026
Tinjau Penanganan Karhutla Tahura R Soerjo, Khofifah Tekankan  Keselamatan Petugas dan Relawan

Tinjau Penanganan Karhutla Tahura R Soerjo, Khofifah Tekankan  Keselamatan Petugas dan Relawan

October 21, 2026
Dari Batas Sungai Mississippi, Amerika “Menggambar Garis”

Dari Batas Sungai Mississippi, Amerika “Menggambar Garis”

October 21, 2026
Jagung SPHP Rp5.000 per Kilogram di Gudang, BULOG Perkuat Dukungan bagi Peternak

Jagung SPHP Rp5.000 per Kilogram di Gudang, BULOG Perkuat Dukungan bagi Peternak

October 21, 2026
Usung Filosofi Keluarga Indonesia Sejahtera, BULOG Luncurkan ‘Beras Kita Medium’

Usung Filosofi Keluarga Indonesia Sejahtera, BULOG Luncurkan ‘Beras Kita Medium’

October 20, 2026
Semester I 2026, Multiplier Effect BULOG Melesat Rp48,54 Triliun

Bantuan Beras Tahap III 2026, Bulog Siapkan 15,68 Juta Kilogram untuk Warga DIY

October 20, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Thursday, October 22, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Feature

Doni Monardo “Diserang”, Ini Duduk Perkaranya

by admin Jayakarta
May 12, 2020
in Feature, Kolom
0
Doni Monardo “Diserang”, Ini Duduk Perkaranya

Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. (foto: BNPB)

492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Catatan Roso Daras

Jayakarta News – Kepala Gugus Tugas Covid-19, Letjen TNI Doni Monardo termasuk pejabat negara yang “cool”. Statemen-statemennya cenderung kalem tapi tegas. Untuk ukuran seorang pejabat publik, ia termasuk pejabat yang relatif sepi dari pemberitaan miring. Pernyataan dan kebijakannya, juga tidak pernah menimbulkan kontroversi dan berdampak “serangan balik”.

Apa boleh buat, pernyataan Doni Monardo yang terkenal baru-baru ini, “kelompok usia di bawah 45 tahun atau anak muda akan dibebaskan beraktivitas di tengah pandemi Covid-19”, mendapat reaksi beragam.

Banyak netizen spontan memberi komentar miring, cenderung menghujat, dengan berbagai argumen emosionalnya di berbagai media online. Ada juga yang bertanya langsung, atau bertanya lewat orang-orang dekatnya. Mengklarifikasi statemen tersebut.

Saya termasuk yang kenal Doni Monardo, dan lebih memilih mengklarifikasi lewat Tenaga Ahli BNPB Bidang Media, yang juga anggota Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Egy Massadiah.

Lewat tengah malam, Egy baru bisa saya hubungi. “Wah... kok kebetulan sekali. Saya baru saja ngomongin itu sama pak Doni,” kata Egy di ujung telepon sana.

Sekadar informasi, Egy termasuk salah satu anggota Gugus Tugas Covid-19 yang ikut tidur di kantor bersama Doni Monardo dan yang lain. Sejak Doni ditugaskan menjadi Kepala Gugus Tugas, ia tidak lagi pulang. Sehari-hari tidur di kantor.

Hampir 20 jam dalam sehari, waktu, pikiran, dan tenaga mereka dedikasikan untuk tugas penanganan wabah Covid-19. Satu lagi: Tidak ada angka merah dalam kalender kerjanya. Sabtu-Minggu dan Hari Besar tetap bekerja.

Kembali ke topik.

Setelah mendapat penjelasan, ditambah sorongan data (termasuk data paparan Doni Monardo saat Rapat Terbatas melalui video conference bersama Presiden Joko Widodo), menjadi lumayan terang benderang.

Lantas, apa hubungannya dengan statemen Doni Monardo yang dinilai kontroversial itu?

Tidak ada yang kontroversial. Ini persoalan psikologis masyarakat yang sedang dalam kondisi tertekan akibat wabah corona. Di sisi lain, informasi yang berkembang, menjadi bias.

Menjadi bias, karena dua hal. Yang pertama, bias karena masyarakat tidak membaca konteks berita secara utuh. Yang kedua, media –biasanya online—tidak memuat keterangan substansi Kepala Gugus Tugas secara tuntas. Cenderung mengejar klik bite. Di sinilah letak salah satu sumber masalah: pemberitaannya menjadi negatif.

Dalam ilmu psikologi, perasaan tertekan akibat wabah covid, atau stres, berpengaruh terhadap diri seseorang. Secara fisik, menjadi rentan. Secara emosional, menjadi labil. “Cenderung ‘sumbu pendek’. Belum jelas duduk soal sudah langsung nyolot.

Tidak sedikit masyarakat yang cenderung membaca berita hanya dengan membaca judul. Paling banter sampai lead. Tidak sampai selesai, apalagi sampai harus membandingkan dengan informasi sejenis di media lain. Atau, ngulik data di laman resmi BNPB/Gugus Tugas Covid-19. Itu di sisi pembaca media.

Sementara dari sisi jurnalis, tak disangkal banyak wartawan enggan menggali informasi lebih dalam, dan menuliskan sesuatu yang penting secara komprehensif. Bahkan, tidak sedikit yang masih memakai kacamata bad news is a good news.

Letjen TNI Doni Monardo, Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. (foto: BNPB)

Dalam Konteks PSBB

Statemen Doni Monardo itu ternyata sangat sederhana, dan tidak semestinya menimbulkan mispersepsi. Bahwa statemen kelompok usia 45 tahun ke bawah dipersilakan bekerja itu benar, tetapi –ini yang penting– tetap dalam konteks PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

Hal-ihwal PSBB sudah ada juklak dan juknisnya. Sudah banyak materi informasi seputar PSBB. Termasuk, bidang kegiatan apa saja yang boleh dan dilarang. Contoh gampang. Seseorang berusia di bawah 45 tahun, bekerja di bioskop. Apa iya dia akan bekerja, sementara bioskop termasuk kegiatan yang dilarang selama PSBB.

Persis seperti kontroversi keputusan Menteri Perhubungan yang melonggarkan operasional transportasi umum. Tidak sedikit masyarakat yang langsung bereaksi negatif. Padahal, ada syarat-syarat tertentu, jenis penumpang seperti apa yang diperbolehkan bepergian menggunakan transportasi umum.

Artinya, kelompok usia di bawah 45 tahun, yang bekerja di sektor logistik, teknisi, transportasi, perlistrikan, kesehatan, dan bidang-bidang lain yang diatur dalam PSBB, memang diberi kelonggaran bekerja. Artinya, tetap dalam konteks PSBB dan mematuhi ketentuan-ketentuan paling mendasar seperti rajin cuci tangan, tetap jaga jarak, dan melaksanakan prosedur sepulang dari bepergian atau bekerja.

Ihwal bentang usia, Doni juga bicara berdasar statistik. Data Gugus Tugas Covid-19 menyebutkan, risiko kematian pasien usia 60 tahun ke atas mencapai 45 persen. Angka ini diikuti kelompok usia 46-59 tahun yang risiko kematiannya 40 persen.

Kelompok usia yang rentan karena memiliki penyakit penyerta atau komorbit, antara lain hipertensi, diabetes, jantung, serta penyakit paru obstrasi kronis (PPOK) akibat merokok. Adapun kelompok muda berusia di bawah 45 tahun, lebih kuat menghadapi virus corona.

Pengkritik yang skeptis ada yang mempertanyakan, “Bukankah kelompok usia muda juga memiliki keluarga di rumah. Bahkan mungkin masih tinggal bersama orang tua, yang berusia di atas 45 tahun? Apakah justru tidak mendatangkan ancaman penularan kepada anggota keluarganya?”

Sekilas pertanyaan itu logis. Meski kalau dicantelkan ke konteks statemen Doni Monardo, justru menjadi mentah. Sebab, selama PSBB, sudah ada aturan-aturan yang harus ditaati. Lebih dari segalanya, prosedur cuci tangan, mengenakan masker, bahkan prosedur apa yang harus dilakukan sepulang kerja, harus tetap dilaksanakan. Sebab, sekali lagi, konteks kalimat Doni Monardo adalah tetap dalam konteks PSBB.

Ada pula netizen yang menyanggah dengan menyajikan data, bahwa angka korban yang terserang Covid-19 terbesar justru di kisaran usia 45 tahun. Sanggahan itu sekilas menjadi kontradiktif dengan statemen “kelompok usia di bawah 45 tahun diberi kelonggaran beraktivitas”.

Akan tetapi, setelah meneliti data Gugus Tugas Covid-19, tidak seperti itu cara membacanya. Benar, bahwa angka yang terpapar di usia produktif tadi adalah yang terbesar. Tapi, data valid menyebutkan jumlah korban meninggal yang terbesar adalah di atas usia 45 tahun. Seperti yang disebutkan Doni di atas.

Sangat panjang jika harus menuang seluruh data Gugus Tugas Covid-19. Sebab, data itu memang sangat rinci. Bahkan termasuk, persentase terbesar yang meninggal, urutan pertama adalah karena sakit bawaan berupa ginjal. Urutan kedua, jantung. Dan seterusnya. Sekali lagi, persentase korban meninggal karena Covid-19 yang terbesar adalah usia di atas 45 tahun.

Sedangkan usia produktif (45 tahun ke bawah), sangat sedikit yang meninggal. Artinya, mereka kemudian menjadi sembuh. Bahkan, tanpa disadari, tidak sedikit kelompok usia muda yang terpapar, tetapi sembuh dengan sendirinya. Artinya, tidak melewati fase perawatan di rumah sakit.

Last but not least, ada hal substansial lain yang melatarbelakangi pernyataan Doni Monardo yang disampaikan seusai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo. Hal substansial tadi adalah persoalan “terkapar akibat PHK”.

Betapa pun, faktor kesehatan masyarakat tetap menjadi prioritas. Meski begitu, bukan berarti prioritas kesehatan menafikan kebutuhan untuk tetap menggerakkan sektor ekonomi.

Dalam banyak kesempatan, saya acap mendengar Doni Monardo menyitir ungkapan hungry man becomes angry man. Ini kebutuhan yang sangat mendasar.

Dalam bingkai besar, apa yang disampaikan Doni Monardo sebagai Kepala Gugus Tugas Covid-19, saya membacanya justru sebagai langkah positif, yang harus disyukuri bangsa ini. Sebab, sesuai materi paparan, “kelonggaran” tadi adalah satu langkah kecil memasuki tahap rehabilitasi.

Fase rehabilitas pun, Doni Monardo mencanangkan jargon yang luar biasa positif. Bunyinya, “Tidak terpapar virus corona dan tidak terkapar virus PHK”.

Keseluruhan rencana rehabilitasi tadi dituang dalam program PASE, kependekan dari Pemulihan Aktivitas Sosial Ekonomi.

Untuk diketahui, PASE ini adalah fase ketiga dari lima tahapan penanganan Covid-19. Dua yang pertama adalah “Mengendalikan Covid-19” dan “Meningkatkan Ketahanan”. Setelah itu baru PASE.

PASE pun ada tahapan-tahapannya. Mulai dari menentukan sektor, kemudian menciptakan protokol kesehatan masyarakat setiap sektor guna meminimalisir penyebaran virus, dan pemulihan sektor kuat yang terdampak.

Dua fase pasca PASE nanti adalah fase “Implementasi ‘The Next Normal’”dan “Transformasi”.

Begitu rigid Gugus Tugas Covid-19 membuat strategi tempur melawan corona. Tidak semestinya kita, underestimate dan mendadak jadi yang paling paham situasi, paling tahu statistik, dan paling ksatria di medan pertempuran melawan corona. (*)

*) Penulis adalah wartawan senior

Tags: covid-19doni monardoegy massadiahjayakartanews
Share197Tweet123
admin Jayakarta

admin Jayakarta

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Letjen Iwan Setiawan, Dari Everest ke Kostrad”

Letjen Iwan Setiawan, Dari Everest ke Kostrad”

October 22, 2026
Empat Tahun Berperang Rusia Kehilangan 350.000 Tentaranya, Putin: ‘Kemenangan akan Selalu Milik Kita!

Jalan Perdamaian Terbuka? Presiden Putin Setuju Perundingan Damai dengan AS dan Ukraina

October 22, 2026
Puisi-puisi Visual Yusuf Susilo Hartono

Puisi-puisi Visual Yusuf Susilo Hartono

October 22, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version