• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Diplomasi peri-Kebinatang-an ala JK

Diplomasi peri-Kebinatang-an ala JK

May 13, 2023
Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Terungkap, Pelaku yang Kabur ke Jombang Berhasil Diringkus

Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Terungkap, Pelaku yang Kabur ke Jombang Berhasil Diringkus

October 27, 2026
Operasi Patuh 2026 Dimulai, Korlantas: Kedepankan Pendekatan Humanis dan Edukatif

Operasi Patuh 2026 Dimulai, Korlantas: Kedepankan Pendekatan Humanis dan Edukatif

October 26, 2026
Fahri Minta Masyarakat Berpikir Rasional dan tak Emosional, Utamakan Dialog Ketika Menyampaikan Kritik

Fahri Minta Masyarakat Berpikir Rasional dan tak Emosional, Utamakan Dialog Ketika Menyampaikan Kritik

October 26, 2026
Bapanas Akui Beras Premium Sempat Kosong di Sebagian Ritel

Gerakan Pangan Murah Disambut Antusias Warga Tuban: Disediakan 1 Ton Beras SPHP Harga Terjangkau

October 26, 2026
DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

October 25, 2026
“Gue Ini Presiden, Ted”:  Bukan Sekadar Political Joke

“Gue Ini Presiden, Ted”:  Bukan Sekadar Political Joke

October 25, 2026
Operasi Senyap Membuahkan Hasil! Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Terbongkar

Operasi Senyap Membuahkan Hasil! Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Terbongkar

October 25, 2026
Menyusuri Jejak Api dari Udara, Kepala BNPB Pantau Karhutla Way Kambas

Menyusuri Jejak Api dari Udara, Kepala BNPB Pantau Karhutla Way Kambas

October 25, 2026
Kelas Bahasa dan Budaya Mandarin di Migrant Service Center Unhas Perkuat Kesiapan CPMI

Kelas Bahasa dan Budaya Mandarin di Migrant Service Center Unhas Perkuat Kesiapan CPMI

October 24, 2026
Jenderal Maruli, Mendekatkan yang Terpencil

Jenderal Maruli, Mendekatkan yang Terpencil

October 24, 2026
Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

October 24, 2026
243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

October 23, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Tuesday, October 27, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

    DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Feature

Diplomasi peri-Kebinatang-an ala JK

by admin
May 13, 2023
in Feature, Kabar
0
Diplomasi peri-Kebinatang-an ala JK

Jusuf Kalla "Duta Komodo" bersama penulis, Egy Massadiah. (foto: dokpri)

492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PENGANTAR REDAKSI

Komodo, salah satu binatang purba yang masih hidup di Tanah Air, kembali “naik daun”, bersamaan dilangsungkannya KTT ASEAN Summit 2023 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Fakta tersebut tidak memungkiri hadirnya tokoh bangsa bernama Jusuf Kalla.

Sosok yang dua kali menjabat Wakil Presiden itulah yang sejak tahun 2011 getol mempromosikan Komodo. Dalam status “jeda” sebagai Wakil Presiden, pria berkumis khas itu menjadi Duta Komodo. Kini, buah kerja 10 tahun yang lalu, menampakkan sinarnya.

Sebagai bagian dari gerakan “melawan lupa”, redaksi menayangkan ulang tulisan jurnalis senior, Egy Massadiah tahun 2013 berikut ini.

***

Dengung komodo sebagai The New 7 Wonder World Nature (7 Keajaiban Dunia) sudah berlangsung setidaknya sejak 3 tahun silam. Namun untuk memenangkan gelar tersebut terasa senyap dan sunyi karena terus terang sebagian besar masyarakat tidak mendapat pemahaman yang tuntas. Hal lain cara menyampaikan informasi tersebut sulit dicerna masyarakat awam.

Di hari pertama JK dilantik sebagai duta besar komodo, saya termasuk salah satu yang rada “protes”: Ada urusan apa lagi JK ujug-ujug urus peri-kebinatangan bernama Komodo? Padahal saat ini JK adalah ikon peri-kemanusiaan dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum PMI? Bukankah tugas peri-kemanusiaan masih sangat membutuhkan energi JK, ngapain pula urus lagi peri-kebinatangan?

Untunglah Jusuf Kalla (JK), si gesit lincah yang mampu memberikan pemahaman utuh, singkat, padat, sederhana dan menukik ke kalbu serta sangat masuk akal sehat kita; kenapa kita sebagai anak negeri harus mendukung komodo. Cara JK menjelaskan pun menggugah emosi kebangsaan kita.

Jusuf Kalla dan komodo. (foto: dokpri)

Lahirnya Sang Bintang

Perlahan kekuatiran dan protes saya dapat terjawab secara lebih cepat dan lebih baik. Itu berkat cara JK menjelaskan perihal komodo dengan logika sederhana.

Pertama-tama JK memberi latar belakang bahwa di zaman dulu pemilihan semacam bintang radio dan televisi dipilih oleh dua atau tiga juri. Setelah itu lahirlah sang bintang atau sang penyanyi. Tujuh keajaiban dunia tempoe doeloe semacam Piramid, Babylone, Menara Pisa, Tembok Cina dll juga dipilih dan ditetapkan beberapa orang ahli saja.

Begitupula pemilihan gubernur bupati dulu cukup dipilih oleh sekitar 50-100 anggota DPRD.

Demokrasi dan teknologi mengubah segalanya di era sekarang. Demokrasi menjadi sebuah cara yang pada akhirnya melahirkan “sesuatu”. Teknologi menjadi alat atau salah satu instrumentnya. Penyanyi atau bintang macam American Idol atau Indonesia Idol (untuk menyebut beberapa contoh) dinobatkan sebagai selebriti baru, berdasar banyaknya orang yang memilih baik melalui jalur sms atau pun internet.

Artinya demokrasi untuk memilih, menetapkan seseorang atau apa pun berdasarkan suara terbanyak. Tentu saja setelah melewati tahapan penyaringan yang disepakati bersama dan terbilang ketat.

Adapun komodo juga telah melewati tahapan tahapan semacam itu. Awalnya ada sekitar 400 an lebih nama yang diusulkan sebagai calon 7 keajaiban dunia. Kemudian tersaring menjadi 75 an nama hingga terakhir tersisa 28 finalis. Komodo termasuk yang tengah bertarung meraih gelar 7 keajaiban dunia.

200 Juta HP

Mengerucut kepada pemilihan komodo sebagai 7 keajaiban dunia, dimata JK semestinya bukanlah hal yang sulit. Pertama Indonesia memiliki jumlah penduduk lebih 230 juta dengan jumlah pengguna handphone aktif sekitar 150 an juta (data lain menyebutkan 200 juta). Optimisnya jika 150 juta pemilik hp terpanggil untuk vote komodo maka dapat dipastikan komodo akan masuk sebagai pemenang dengan angka sms tertinggi.

Pesimisnya kalau yang vote hanya 30 persen toh kita masih bisa mendapat peluang menang dengan sekitar 45 an juta sms. Angka 45-an juta tersebut saya aminkan sebagai hal yang bisa terwujud. Paling tidak jika membandingkan dengan jumlah sms yang beredar saat hari Raya Idul Fitri.

Namun pemahaman yang paling masuk akal dan logis adalah penjelasan JK. Katanya, inilah cara paling murah mempromosikan Indonesia di tengah keterpurukan dan kegaduhan negatif dalam negeri. Sepak bola yang kita dambakan mampu mengibarkan merah putih di kancah dunia untuk sementara harus lengser dulu. Tapi kita punya harapan dan mimpi baru yang sebentar lagi menjadi kenyataan, yaitu komodo.

“Komodo tetap komodo, komodo seratus tahun lagi tetap binatang, hidup di kubangan. Komodo tidak butuh baju baru, rumah baru, tidak butuh hp baru. Bahkan komodonya pun tidak tahu kalau dirinya terpilih menjadi tujuh keajaiban dunia,” ujar JK. ”Tapi yang terbantu secara signifikan adalah masyarakat sekitar komodo dalam hal ini provinsi Nusa Tenggara Timur.

Jika kelak komodo terpilih menjadi 7 keajaiban dunia (dan terbukti akhirnya Komodo masuk 7 Wonder) otomatis kunjungan turis naik 10 kali lipat. Ekonomi NTT bergerak lebih cepat. Infrastruktur akan terbangun, hotel akan penuh, guide dapat order, restoran ramai, penjualan kerajinan tangan meningkat dan masih banyak lagi. Intinya melalui peri-kebinatangan bernama komodo kita membantu mensejahterahkan manusia. Dan saya percaya komodo bisa menjadi Bali kedua,” kata JK yakin.

Binatang Tertua

Jusuf Kalla sebagai “Duta Komodo”. (foto: dokpri)

Banyak hal pada saat itu yang memang bisa membuat kita optimis tampil sebagai pemenang. Pertama jumlah pengguna hp kita yang besar. Kedua, dari 28 finalis yang masuk hanya ada dua katagori binatang yaitu kura kura dari Ecuador dan komodo dari Indonesia yang konon sudah ada sejak 40 juta tahun silam. Selain itu komodo adalah binatang yang paling tua di dunia saat ini yang masih bisa kita saksikan di alam nyata.

Langkah JK sebagai duta besar komodo memang sangat kencang. Sesuai dengan motonya Lebih Cepat Lebih Baek. Dua hari setelah mendapat mandat sebagai dubes komodo JK sudah hinggap di pulau komodo. Ia hadir bersama rombongan pendukung dan pecinta komodo yang diangkut dua pesawat jet carter.

Dalam berbagai kesempatan tampil ia mengkampanyekan komodo. Misalnya saat memberi kuliah umum di universitas ataupun saat penganugerahan gelar doktor HC-nya di Universitas Brawijaya Malang. JK tidak lupa mengkampanyekan vote komodo.

JK memang sangat piawai memahami dimana dan dengan siapa dia berkampanye. Saat di Makassar JK memunculkan informasi tentang adanya suku Bugis di pulau komodo. Hal itu secara langsung menggugah khalayak warga Sulawesi Selatan untuk vote via sms.

Seusai shalat jumat di masjid Jenderal M Yusuf Al Markaz Makassar JK tampil ke mimbar. Ia mengajak jemaah untuk mengeluarkan handphone dan sms vote komodo. “Jumlah komodo saat ini sekitar 3000-an terbagi di dua pulau. Pada salah satu pulau hanya ada dua mahluk hidup yang hidup. Pertama, sekitar 1500-an komodo. Kedua, 300-an orang Bugis yang berprofesi sebagai nelayan sejak lebih 50 tahun silam,” papar JK yang disambut tawa hadirin.

Cerita yang lain JK diundang menghadiri ulang tahun sebuah perusahaan celana dalam dan BH (kutang) merek internasional produksi dalam negeri. Momen tersebut JK manfaatkan berkampanye komodo.

BH dan Komodo

JK bercerita bahwa dulu saat masih menjabat wapres, ia mengkampanyekan sepatu JK Collection buatan Cibaduyut. Dengan mudah JK mengecek apakah menteri menterinya menggunakan sepatu produksi dalam negeri; dengan cara menyuruh membuka sepatunya. Lalu bagaimana cara JK mengecek apakah pengguna celana dalam dan BH memakai merek yang dimaksud?

“Anda sebagai perusahaan celana dalam dan BH harus mendukung komodo. Kalau komodo terpilih maka turis akan banyak yang datang ke NTT. Itu artinya, ekonomi makin membaik dan saya yakin penjualan celana dalam dan BH produksi anda juga akan naik di NTT.

Sekarang catat berapa omzet penjualan Anda dan bandingkan nanti setelah komodo terpilih. Pasti (nanti) penjualannya meningkat, ” kata JK yang lagi-lagi disambut gelegar tawa hadirin. Ya JK memang pasti kesulitan jika meminta orang membuka BH seperti dia menyuruh orang melepas sepatu.

JK memiliki sejumlah identitas yang menonjol. Pertama sebagai birokrat dan politisi; pernah menjabat menteri, Ketua Umum Partai dan terakhir sebagai Wakil Presiden. Kedua, sosok JK sebagai saudagar. Tidak heran cara berpikir dan bertindak JK selalu beraroma efisien, cepat, tepat, dan tanggap. Baginya tantangan bukanlah halangan, tetapi peluang. Sebagai duta besar Komodo, saya melihat keterlibatan JK untuk ihktiar perbaikan ekonomi Indonesia.

Dari perspektif kondisi ekonomi kekinian, dunia benar-benar telah menyatu dalam satu sistem ekonomi yang saling mengkait dan tak terpisahkan. Maka tantangan pada setiap negara dan masyarakat dunia adalah bagaimana mengemas diri. Tujuannya agar tampil “sexy” sehingga dapat menjadi perhatian global, dan pada akhirnya menjadi pemain global. Dalam bahasa yang lain JK memberikan “kemasan” pada komodo yang kelak menghasilkan nilai tambah ekonomi yang berlipat lipat. Ujung dari semua itu tentu untuk kemakmuran dan mensejahterahkan rakyat.

Ibarat panglima perang, JK kini tengah berada di garis depan memimpin rakyat Indonesia berjuang menginternasionalkan Pulau Komodo. Kita percaya kelak komodo menjadi 7 keajaiban dunia. Saat itulah, efek domino akan menggema ke penjuru negeri. Tinggal melahirkan komodo-komodo baru yang sebenarnya masih banyak tersembunyi di pelosok nusantara.

Terus terang ada satu pertanyaan saya yang belum terjawab. Dan memang tidak ingin saya tanyakan ke JK. Tujuannya agar jangan melahirkan kegaduhan baru: kemana dan ada dimana posisi pemerintah dalam hal ini Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata pada hajatan komodo yang kelak menjadi tujuan pariwisata penting dunia? Tapi sudahlah, negara memanggil solidaritas kita berbangsa.

September 2013
Egy Massadiah

Tags: ASEAN Summit 2023egy massadiahjayakartanewsjusuf kallalabuan bajo
Share197Tweet123
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Terungkap, Pelaku yang Kabur ke Jombang Berhasil Diringkus

Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Terungkap, Pelaku yang Kabur ke Jombang Berhasil Diringkus

October 27, 2026
Operasi Patuh 2026 Dimulai, Korlantas: Kedepankan Pendekatan Humanis dan Edukatif

Operasi Patuh 2026 Dimulai, Korlantas: Kedepankan Pendekatan Humanis dan Edukatif

October 26, 2026
Fahri Minta Masyarakat Berpikir Rasional dan tak Emosional, Utamakan Dialog Ketika Menyampaikan Kritik

Fahri Minta Masyarakat Berpikir Rasional dan tak Emosional, Utamakan Dialog Ketika Menyampaikan Kritik

October 26, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version