• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Diplomasi peri-Kebinatang-an ala JK

Diplomasi peri-Kebinatang-an ala JK

May 13, 2023
Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

October 6, 2026
Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

October 6, 2026
Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

October 6, 2026
Indonesia 2–2 Thailand (4–2): Berkali-kali di Ujung Tanduk, Garuda Akhirnya Juara!

Indonesia 2–2 Thailand (4–2): Berkali-kali di Ujung Tanduk, Garuda Akhirnya Juara!

October 6, 2026
Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

October 5, 2026
Presiden Prabowo Tegaskan TNI Harus Modern dan Adaptif Hadapi Beragam Ancaman

Presiden Prabowo Tegaskan TNI Harus Modern dan Adaptif Hadapi Beragam Ancaman

October 5, 2026
Film 5cm: Revolusi Hati Siap Eksplorasi Keindahan Laut Indonesia

Film 5cm: Revolusi Hati Siap Eksplorasi Keindahan Laut Indonesia

October 5, 2026
Presiden FIFA Infantino: Kemajuan Sepak Bola Indonesia Luar Biasa, Peluang Gelar Event FIFA Makin Terbuka

Presiden FIFA Infantino: Kemajuan Sepak Bola Indonesia Luar Biasa, Peluang Gelar Event FIFA Makin Terbuka

October 5, 2026
Kehadiran TNI di Tengah Masyarakat Jadi Bagian Kekuatan Gotong Royong yang Perlu Terus Dirawat

Kehadiran TNI di Tengah Masyarakat Jadi Bagian Kekuatan Gotong Royong yang Perlu Terus Dirawat

October 5, 2026
Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

October 5, 2026
Tolak PT 5 Persen, Fahri Hamzah: Itu Demi Selamatkan Posisi Partai Besar, bukan Kepentingan Rakyat

Tolak PT 5 Persen, Fahri Hamzah: Itu Demi Selamatkan Posisi Partai Besar, bukan Kepentingan Rakyat

October 5, 2026
Kementerian UMKM Targetkan Penyaluran KUR 2025 Sebesar Rp 300 Triliun

Rasio Kewirausahaan Indonesia Ditargetkan Meningkat Hingga Delapan Persen

September 17, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Tuesday, October 6, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    A beginner’s guide to the legendary Tim Tam biscuit, now available in America

    India is bringing free Wi-Fi to more than 1,000 villages this year

    Betterment moves beyond robo-advising with human financial planners

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    Oil spill off India’s southern coast leaves fisherman stranded, marine life impacted

    You can now play Bill Gates’ first PC game and run over donkeys on your iPhone, Apple Watch

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup

    Rap group call out publication for using their image in place of ‘gang’

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    A beginner’s guide to the legendary Tim Tam biscuit, now available in America

    India is bringing free Wi-Fi to more than 1,000 villages this year

    Betterment moves beyond robo-advising with human financial planners

    People are handing out badges at Tube stations to tackle loneliness

    Trump’s H-1B Visa Bill spooks India’s IT companies

    Oil spill off India’s southern coast leaves fisherman stranded, marine life impacted

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    A beginner’s guide to the legendary Tim Tam biscuit, now available in America

    People are handing out badges at Tube stations to tackle loneliness

    Trump’s H-1B Visa Bill spooks India’s IT companies

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    Oil spill off India’s southern coast leaves fisherman stranded, marine life impacted

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Rap group call out publication for using their image in place of ‘gang’

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    India is bringing free Wi-Fi to more than 1,000 villages this year

    Betterment moves beyond robo-advising with human financial planners

    People are handing out badges at Tube stations to tackle loneliness

    Trump’s H-1B Visa Bill spooks India’s IT companies

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Feature

Diplomasi peri-Kebinatang-an ala JK

by admin
May 13, 2023
in Feature, Kabar
0
Diplomasi peri-Kebinatang-an ala JK

Jusuf Kalla "Duta Komodo" bersama penulis, Egy Massadiah. (foto: dokpri)

491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PENGANTAR REDAKSI

Komodo, salah satu binatang purba yang masih hidup di Tanah Air, kembali “naik daun”, bersamaan dilangsungkannya KTT ASEAN Summit 2023 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Fakta tersebut tidak memungkiri hadirnya tokoh bangsa bernama Jusuf Kalla.

Sosok yang dua kali menjabat Wakil Presiden itulah yang sejak tahun 2011 getol mempromosikan Komodo. Dalam status “jeda” sebagai Wakil Presiden, pria berkumis khas itu menjadi Duta Komodo. Kini, buah kerja 10 tahun yang lalu, menampakkan sinarnya.

Sebagai bagian dari gerakan “melawan lupa”, redaksi menayangkan ulang tulisan jurnalis senior, Egy Massadiah tahun 2013 berikut ini.

***

Dengung komodo sebagai The New 7 Wonder World Nature (7 Keajaiban Dunia) sudah berlangsung setidaknya sejak 3 tahun silam. Namun untuk memenangkan gelar tersebut terasa senyap dan sunyi karena terus terang sebagian besar masyarakat tidak mendapat pemahaman yang tuntas. Hal lain cara menyampaikan informasi tersebut sulit dicerna masyarakat awam.

Di hari pertama JK dilantik sebagai duta besar komodo, saya termasuk salah satu yang rada “protes”: Ada urusan apa lagi JK ujug-ujug urus peri-kebinatangan bernama Komodo? Padahal saat ini JK adalah ikon peri-kemanusiaan dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum PMI? Bukankah tugas peri-kemanusiaan masih sangat membutuhkan energi JK, ngapain pula urus lagi peri-kebinatangan?

Untunglah Jusuf Kalla (JK), si gesit lincah yang mampu memberikan pemahaman utuh, singkat, padat, sederhana dan menukik ke kalbu serta sangat masuk akal sehat kita; kenapa kita sebagai anak negeri harus mendukung komodo. Cara JK menjelaskan pun menggugah emosi kebangsaan kita.

Jusuf Kalla dan komodo. (foto: dokpri)

Lahirnya Sang Bintang

Perlahan kekuatiran dan protes saya dapat terjawab secara lebih cepat dan lebih baik. Itu berkat cara JK menjelaskan perihal komodo dengan logika sederhana.

Pertama-tama JK memberi latar belakang bahwa di zaman dulu pemilihan semacam bintang radio dan televisi dipilih oleh dua atau tiga juri. Setelah itu lahirlah sang bintang atau sang penyanyi. Tujuh keajaiban dunia tempoe doeloe semacam Piramid, Babylone, Menara Pisa, Tembok Cina dll juga dipilih dan ditetapkan beberapa orang ahli saja.

Begitupula pemilihan gubernur bupati dulu cukup dipilih oleh sekitar 50-100 anggota DPRD.

Demokrasi dan teknologi mengubah segalanya di era sekarang. Demokrasi menjadi sebuah cara yang pada akhirnya melahirkan “sesuatu”. Teknologi menjadi alat atau salah satu instrumentnya. Penyanyi atau bintang macam American Idol atau Indonesia Idol (untuk menyebut beberapa contoh) dinobatkan sebagai selebriti baru, berdasar banyaknya orang yang memilih baik melalui jalur sms atau pun internet.

Artinya demokrasi untuk memilih, menetapkan seseorang atau apa pun berdasarkan suara terbanyak. Tentu saja setelah melewati tahapan penyaringan yang disepakati bersama dan terbilang ketat.

Adapun komodo juga telah melewati tahapan tahapan semacam itu. Awalnya ada sekitar 400 an lebih nama yang diusulkan sebagai calon 7 keajaiban dunia. Kemudian tersaring menjadi 75 an nama hingga terakhir tersisa 28 finalis. Komodo termasuk yang tengah bertarung meraih gelar 7 keajaiban dunia.

200 Juta HP

Mengerucut kepada pemilihan komodo sebagai 7 keajaiban dunia, dimata JK semestinya bukanlah hal yang sulit. Pertama Indonesia memiliki jumlah penduduk lebih 230 juta dengan jumlah pengguna handphone aktif sekitar 150 an juta (data lain menyebutkan 200 juta). Optimisnya jika 150 juta pemilik hp terpanggil untuk vote komodo maka dapat dipastikan komodo akan masuk sebagai pemenang dengan angka sms tertinggi.

Pesimisnya kalau yang vote hanya 30 persen toh kita masih bisa mendapat peluang menang dengan sekitar 45 an juta sms. Angka 45-an juta tersebut saya aminkan sebagai hal yang bisa terwujud. Paling tidak jika membandingkan dengan jumlah sms yang beredar saat hari Raya Idul Fitri.

Namun pemahaman yang paling masuk akal dan logis adalah penjelasan JK. Katanya, inilah cara paling murah mempromosikan Indonesia di tengah keterpurukan dan kegaduhan negatif dalam negeri. Sepak bola yang kita dambakan mampu mengibarkan merah putih di kancah dunia untuk sementara harus lengser dulu. Tapi kita punya harapan dan mimpi baru yang sebentar lagi menjadi kenyataan, yaitu komodo.

“Komodo tetap komodo, komodo seratus tahun lagi tetap binatang, hidup di kubangan. Komodo tidak butuh baju baru, rumah baru, tidak butuh hp baru. Bahkan komodonya pun tidak tahu kalau dirinya terpilih menjadi tujuh keajaiban dunia,” ujar JK. ”Tapi yang terbantu secara signifikan adalah masyarakat sekitar komodo dalam hal ini provinsi Nusa Tenggara Timur.

Jika kelak komodo terpilih menjadi 7 keajaiban dunia (dan terbukti akhirnya Komodo masuk 7 Wonder) otomatis kunjungan turis naik 10 kali lipat. Ekonomi NTT bergerak lebih cepat. Infrastruktur akan terbangun, hotel akan penuh, guide dapat order, restoran ramai, penjualan kerajinan tangan meningkat dan masih banyak lagi. Intinya melalui peri-kebinatangan bernama komodo kita membantu mensejahterahkan manusia. Dan saya percaya komodo bisa menjadi Bali kedua,” kata JK yakin.

Binatang Tertua

Jusuf Kalla sebagai “Duta Komodo”. (foto: dokpri)

Banyak hal pada saat itu yang memang bisa membuat kita optimis tampil sebagai pemenang. Pertama jumlah pengguna hp kita yang besar. Kedua, dari 28 finalis yang masuk hanya ada dua katagori binatang yaitu kura kura dari Ecuador dan komodo dari Indonesia yang konon sudah ada sejak 40 juta tahun silam. Selain itu komodo adalah binatang yang paling tua di dunia saat ini yang masih bisa kita saksikan di alam nyata.

Langkah JK sebagai duta besar komodo memang sangat kencang. Sesuai dengan motonya Lebih Cepat Lebih Baek. Dua hari setelah mendapat mandat sebagai dubes komodo JK sudah hinggap di pulau komodo. Ia hadir bersama rombongan pendukung dan pecinta komodo yang diangkut dua pesawat jet carter.

Dalam berbagai kesempatan tampil ia mengkampanyekan komodo. Misalnya saat memberi kuliah umum di universitas ataupun saat penganugerahan gelar doktor HC-nya di Universitas Brawijaya Malang. JK tidak lupa mengkampanyekan vote komodo.

JK memang sangat piawai memahami dimana dan dengan siapa dia berkampanye. Saat di Makassar JK memunculkan informasi tentang adanya suku Bugis di pulau komodo. Hal itu secara langsung menggugah khalayak warga Sulawesi Selatan untuk vote via sms.

Seusai shalat jumat di masjid Jenderal M Yusuf Al Markaz Makassar JK tampil ke mimbar. Ia mengajak jemaah untuk mengeluarkan handphone dan sms vote komodo. “Jumlah komodo saat ini sekitar 3000-an terbagi di dua pulau. Pada salah satu pulau hanya ada dua mahluk hidup yang hidup. Pertama, sekitar 1500-an komodo. Kedua, 300-an orang Bugis yang berprofesi sebagai nelayan sejak lebih 50 tahun silam,” papar JK yang disambut tawa hadirin.

Cerita yang lain JK diundang menghadiri ulang tahun sebuah perusahaan celana dalam dan BH (kutang) merek internasional produksi dalam negeri. Momen tersebut JK manfaatkan berkampanye komodo.

BH dan Komodo

JK bercerita bahwa dulu saat masih menjabat wapres, ia mengkampanyekan sepatu JK Collection buatan Cibaduyut. Dengan mudah JK mengecek apakah menteri menterinya menggunakan sepatu produksi dalam negeri; dengan cara menyuruh membuka sepatunya. Lalu bagaimana cara JK mengecek apakah pengguna celana dalam dan BH memakai merek yang dimaksud?

“Anda sebagai perusahaan celana dalam dan BH harus mendukung komodo. Kalau komodo terpilih maka turis akan banyak yang datang ke NTT. Itu artinya, ekonomi makin membaik dan saya yakin penjualan celana dalam dan BH produksi anda juga akan naik di NTT.

Sekarang catat berapa omzet penjualan Anda dan bandingkan nanti setelah komodo terpilih. Pasti (nanti) penjualannya meningkat, ” kata JK yang lagi-lagi disambut gelegar tawa hadirin. Ya JK memang pasti kesulitan jika meminta orang membuka BH seperti dia menyuruh orang melepas sepatu.

JK memiliki sejumlah identitas yang menonjol. Pertama sebagai birokrat dan politisi; pernah menjabat menteri, Ketua Umum Partai dan terakhir sebagai Wakil Presiden. Kedua, sosok JK sebagai saudagar. Tidak heran cara berpikir dan bertindak JK selalu beraroma efisien, cepat, tepat, dan tanggap. Baginya tantangan bukanlah halangan, tetapi peluang. Sebagai duta besar Komodo, saya melihat keterlibatan JK untuk ihktiar perbaikan ekonomi Indonesia.

Dari perspektif kondisi ekonomi kekinian, dunia benar-benar telah menyatu dalam satu sistem ekonomi yang saling mengkait dan tak terpisahkan. Maka tantangan pada setiap negara dan masyarakat dunia adalah bagaimana mengemas diri. Tujuannya agar tampil “sexy” sehingga dapat menjadi perhatian global, dan pada akhirnya menjadi pemain global. Dalam bahasa yang lain JK memberikan “kemasan” pada komodo yang kelak menghasilkan nilai tambah ekonomi yang berlipat lipat. Ujung dari semua itu tentu untuk kemakmuran dan mensejahterahkan rakyat.

Ibarat panglima perang, JK kini tengah berada di garis depan memimpin rakyat Indonesia berjuang menginternasionalkan Pulau Komodo. Kita percaya kelak komodo menjadi 7 keajaiban dunia. Saat itulah, efek domino akan menggema ke penjuru negeri. Tinggal melahirkan komodo-komodo baru yang sebenarnya masih banyak tersembunyi di pelosok nusantara.

Terus terang ada satu pertanyaan saya yang belum terjawab. Dan memang tidak ingin saya tanyakan ke JK. Tujuannya agar jangan melahirkan kegaduhan baru: kemana dan ada dimana posisi pemerintah dalam hal ini Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata pada hajatan komodo yang kelak menjadi tujuan pariwisata penting dunia? Tapi sudahlah, negara memanggil solidaritas kita berbangsa.

September 2013
Egy Massadiah

Tags: ASEAN Summit 2023egy massadiahjayakartanewsjusuf kallalabuan bajo
Share196Tweet123
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

October 6, 2026
Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

October 6, 2026
Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

October 6, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2017 JNews.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2017 JNews.

Go to mobile version