Perjalanan wisata ke Lombok akan jadi lebih menyenangkan bila menuju ke Desa Sade. Desa Sade adalah perkampungan kecil di wilayah kabupaten Lombok Tengah yang di jadikan destinasi wisata. Desa tersebut penduduknya masih menjaga keutuhan budaya dan pola hidup yang diwariskan leluhur mereka sejak 600 tahun. Ini terlihat dari bentuk bangunan rumah, adat istiadat, tarian dan permainan musik, serta keseharian mereka tidak lepas dari masa lalu.
Desa seluas 5,5 hektar ini, memiliki rumah tradisional sejumlah 150 dan setiap rumah terdiri dari satu kepala keluarga, dengan jumlah penduduk sekitar 700 orang.
Setiap bangunan di desa ini seperti masjid, rumah, lumbung padi dan tempat pertemuan umum memiliki ciri khas arsitektur Suku Sasak, dimana dindingnya menggunakan pagar anyaman dari bambu dan tiang terbuat dari kayu, atap yang dipakai terbuat dari alang-alang kering.
Salah satu keunikan dari rumah yang ada adalah cara perawatannya. Lantainya terbuat dari tanah liat yang di campur dengan sedikit sekam padi dan setiap sekali dalam seminggu lantai rumah digosok dengan kotoran kerbau dicampur sedikit air, kemudian setelah kering disapu dan digosok dengan batu.
Penggunaan kotoran kerbau ini berfungsi untuk membersihkan lantai dari debu membuat lantai terasa halus dan lebih kuat. Masyarakat setempat percaya bahwa kotoran kerbau tersebut dapat mengusir serangga sekaligus menangkal serangan magis yang ditujukan pada penghuni rumah.
Karena desa ini berada di gundukan perbukitan tanah liat jarak antar bangunan sangat rapat, tersusun rapi keatas dan masing-masing bangunan dihubungkan dengan jalan setapak.
Bangunan rumah di desa ini ada Bale Bonter yakni rumah yang dimiliki oleh pejabat desa. Bale Kodong untuk warga yang baru menikah atau orangtua untuk menghabiskan masa tua. Lalu Bale Tani yang digunakan sebagai tempat tinggal mereka yang berkeluarga dan memiliki keturunan.
Alamat Desa Sade ini di Desa Rambitan, kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Akses menuju desa ini cukup mudah, karena terletak sekitar 8 kilometer dari Bandara International Lombok atau sekitar 20 menit perjalanan. ***
Kadisbudpar Hidayati memberi ulos ke salah seorang rombongan asal Bogor di Bandara KNIA.
KEPALA Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumatera Utara, Dr Ir Hj. Hidayati M.Si mengapresiasi kedatangan rombongan wisatawan domestik sebanyak 64 orang asal Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa barat, dengan memberikan ulos kepada wisatawan di Bandara Kualanamu Internasional Airport (KNIA), beberapa hari lalu.
Ini adalah dalam upaya meningkatkan wisatawan di Sumatera Utara (Sumut) baik itu domestik maupun mancanegara, dalam hal ini tentunya saja apabila berkelanjutan secara terus menerus akan menambah kegairahan serta semangat pariwisata di Sumut.
“Sehingga membuat lebih semangat, dan Kita akan membuat paket-paket wisata yang menarik untuk menimbulkan minat atau seperti ajakan kepada semua wisatawan domestik dan mancanegara untuk berkunjung menikmati indahnya alam Danau Toba. Yang mana di nusantara sendiri untuk menikmati Danau Toba adalah sangat langka,” ujar Hidayati.
Kemudian lanjut Hidayati, Apa lagi sekarang suasana dalam pasca kejadian tenggelamnnya KM Sinar Bangun beberapa minggu lalu, khususnya dari Dinas Pariwisata Sumut berusaha untuk bisa memulihkan kepercayaan kepada semua wisatawan domestik dan mancanegara untuk berkunjung ke Danau Toba, dan Marilah kita menyikapi kondisi kejadian ini dengan meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dan fasilitas – fasilitas yang selama ini kurang memadai, agar mampu memberi kenyamanan wisatawan.
“Jadi pada prinsipnya sebenarnya mari bersama-sama meningkatkan sadar wisata, jika itu sudah dimiliki tentu Kita akan menjaga alamnya, sarana dan prasarana, kondisi dan prilaku terhadap kepada semua wisatawan yang berkunjung,” tegasnya
Dan harapan kepada pelaku pariwisata serta industri pariwisata untuk lebih tetap meningkatkan pelayanan serta membuat fasilitasi kenyamanan dan keamanan, sehingga dari pihak transportasi dengan sadar wisata yang tinggi akan menciptakan kenyaman, contoh petugas tidak akan membuat lebih dari pada standartnya, kemudian akan meningkatkan pelayann di hotel, tempat-tempat dimana wisatawan berada, dan moment untuk menjaga yang baik, merubah yang tidak baik selama ini yang di dengar orang. Dan mari kita buktikan bahwa kita bisa menyikapi ini dengan baik, mari memperbaiki diri dan meningkatkan seluruh amenitas, acccesibilitas, atraksi yang ada dan didalamnya ada hospitality.
Di kesempatan yang sama salah seorang wisatawan, Drs. Darsono M.Si mengatakan untuk berkunjung ke Danau Toba ini pertama kali, dan kemungkinan diantara teman dari rombongan sudah pernah, dan rombongan ini setiap tahun mengadakan kegiatan wisata dan tahun 2018 dengan keputusan bersama maka dipilih untuk berkunjung ke Danau Toba.
“Tahun lalu di Sumatera Barat, tahun ini ke Sumatera Utara dan informasi yang di dapat disini banyak destinasi wisatanya, selama ini secara pribadi Saya melihat danau toba dari sejarah karena itu masuk pelajaran sejak Sekolah Dasar, jadi penasaran juga makanya harus tahu dengan mengunjunginya,” ujarnya
“Walaupun sebelumnya rombongan Kami sudah mendengar cerita teragedi pasca KM Sinar Bangun beberapa minggu lalu sebelum berangkat, namun itu tidak membuat keinginan Kami urung untuk berkunjung ke Danau Toba, ambil sisi positifnya saja, nah itu kan sudah suratan tangan atau takdir,” jelasnya.
Hal senada juga disampaikan dari rombongan Ciomas, Jenni juga baru kali pertama datang ke Sumatera Utara untuk mengunjungi Danau Toba, dan semua rombongan yang berjumlah 64 orang ini sangat antusias untuk mengunjungi Danau Toba. “Ya walaupun ada kabar yang kemarin masalah KM Sinar Bangun, itu merupakan suatu musibah, semoga untuk kedepannya tidak terulang lagi,” ujar Yeni.
Di lain kesempatan seorang pelaku pariwisata Tengku Feria yang dihubungi melalui hpnya mengatakan untuk mengembangkan dan memajukan pariwisata di Sumatera Utara harus tetap optimis, agar dapat selalu mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus).
“Kita harus banyak memberi informasi yang positif tentang destinasi wisata yang ada di daerah Sumut melalui sosial media, whattsap dan juga harus sebanyak-banyaknya menjalin hubungan dengan para pelaku pariwisata yang ada di Indonesia, membuat paket-paket wisata yang menarik dan terjangkau dengan seperti itu tentunya kita mampu memperkenalkan destinasi di daerah kita, salah satu contoh kedatangan 64 rombongan asal Bogor ke Danau Toba beberapa hari lalu, merupakan bentuk hubungan kerjasama yang dilakukan Feria yang mampu menyakinkan rombongan wisatawan domestik asal Bogor tersebut untuk berwisata ke Danau Toba,” jelasnya.
Tengku Feria yang sehari – hari disapa Cici menambahkan menurut salah seorang rombongan asal Bogor, Drs. H. Maman Lukman, M.Pd yang dijumpai di Medan setelah pulang pelisiran dari Danau Toba mengatakan “ Saya sangat kagum dengan keindahan Danau Toba, saya bisa melihat alam dan kebudayaan yang ada, dan rombongan kami sempat ikut belajar menortor-tor (Tarian khas batak), dan melihat kuburan Raja Sidabutar di Tomok dan lainnya.” Ujar Maman saat itu.***
Pagi masih gelap, suara mesin kapal klotok yang membawa puluhan wistawan perlahan membelah sungai Barito. Tujuannya ke Pasar Terapung yang terletak di kawasan kota ini dan merupakan objek wisata di Banjarmasin yang cukup populer.
Pasar Terapung merupakan sebuah pasar tradisional yang letaknya di atas sungai Barito dan buka antara pukul 06.30 sampai pukul 08.00 WIT. Para pedagang dan pembeli yang ada disini kesemuanya menggunakan sarana transportasi jukung ( perahu ) untuk menjajakan dan mencari barang dagangannya.
Para wisatawan yang datang ke Kota Banjarmasin pasti menyempatkan diri untuk mengunjungi pasar terapung ini karena pasar ini merupakan pasar unik yang hanya ada satu di Indonesia yaitu di Kota Banjarmasin.
Bukan hanya belanja sayur atau kue dan kopi, tapi wisatawan bisa naik di perahu pedagang dan berfoto ria, tentunya dengan memberikan imbalan pada si pemilik perahu.
Para pedagang wanita yang berperahu menjual hasil produksinya sendiri atau tetangganya disebut dukuh, sedangkan tangan kedua yang membeli dari para dukuh untuk dijual kembali disebut panyambangan. Keistemewaan pasar ini adalah masih sering terjadi transaksi barter antar para pedagang berperahu, yang dalam bahasa Banjar disebut bapanduk.
Untuk kesini cukup mudah karena lokasinya yang berada didekat kota Banjarmasin. Bisa dari lokasi Soto Banjar Bang Amat dengan naik perahu klotok. Lama perjalanan sekitar 45 menit. ***
Kremlin di Moscow yg mempunyai 20 menara, dilihat dr arah Sungai Volga. Foto: Ist
SELAMA berlangsungnya Piala Dunia 2018 di Rusia, banyak terdengar dan disebut, nama stadion serta kota tempat pertandingan berlangsung. Sebut saja Stadion Spartak dan Luzhniki di Moskow, Saint Petersburg di Saint Petersburg, Stadion Mordovia di kota Saransk, Kaliningrad Stadium di Kaliningrat, Kazan Arena di Kazan, Nizhny Novgorod Stadium di kota Nizhny Novgorod, Volgograd Arena di kota Volgograd dan Fiasht stadium di kota Sochi yang terletak di tepi laut Hitam.
Kota tempat Piala Dunia dihelat menjadi lebih terkenal meski sebelumnya kota tersebut tidak termasuk destinasi wisata utama. Namun sejatinya Rusia memang kaya akan tempat wisata. “Kekayaan ” wisata Rusia diwakili oleh 23 situs Warisan Dunia UNESCO, 41 taman nasional, 40 cadangan biosfer UNESCO dan lainnya. Kota paling dikenal dan sering dituju para wisatawan adalah Moskow, Saint Petersburg, Riga, Vilnius, Tallinn dan kota indah Nizhny Novgorod.
St Basil, gereja berkubah indah di Red Square (foto: ist/Cenisa)Kiri: Interior di salah satu stasiun Metro Moskow. Kanan: Sebuah mozaik bertulisan MIR/ Kedamaian di salah satu sudut Metro Moskow (ist, Ceniza)
Para wisatawan yang pertama kali menginjakkan kakinya di ibukota kota Rusia, Moskow langsung terkesima dengan pemandangan gedun- gedung khas Eropa nan elegan. Gedung bersejarah yang terawat begitu baik, menarik perhatian dan memang layak dikunjungi.
Alun-alun Merah atau Red Square yang bahasa Rusianya Krasnaya Ploshehd, disarankan menjadi prioritas kunjungan. Demikian pula Kremlin sebagai tempat yang sangat bersejarah dan merupakan ikon utama Moskow. Bangunan tempat kediaman presiden Rusia yang dibangun abad ke-13, merupakan bangunan bergaya arsitektur Eropa karya maestro Arsitek Rusia, serta arsitek asing lainnya. Masih di sekitarnya berdiri Gereja St Basil salah satu monumen gereja ortodoks Rusia. Gereja berkubah indah di Moskow.
Di Moskow wisatawan juga disarankan melihat dan merasakan kereta bawah tanah Moskow Metro (MM). Subway ini juga merupakan bangunan bersejarah yang dibangun pada masa pemerintahan Lenin tahun 1935. MM terkenal terkenal di dunia karena keindahan arsitektur dan beragam karya seni lukisan, mozaik, serta beberapa monumen dan patung bersejarah di stasiun-stasiun pemberhentiannya.
Hermitage Museum, St Petersburg, Rusia (ist)Mengabadikan diri di depan bangunan indah di St Petersburg (ist, Fika S.)
Selain menjadi kawasan transportasi publik, MM memiliki hampir 200 mural sejarah yang cukup rumit. Karena indahnya tidak heran jika MM dijuluki ‘Under Ground Palaces of Moskow’. Gambar gambar etnik dan lukisan terpampang di dinding Metro dianggap sebagai mahakarya. Antara lain ‘Revolution Square, Komsomolskaya, Novoslobodskaya. Di subway dengan kedalaman sekitar 70-80 meter di bawah tanah.
Selain itu Anda juga wajib mengunjungi Musoleum Lenin, sebuah monumen makam Vladimir Lenin, pemimpin Rusia yang terkenal. Dan masih banyak lagi tempat yang harus dikunjungi. Untuk sore atau malam hari dapat menyaksikan pertunjukan sirkus yang terkenal dan tentu saja ke Bolshoi Theatre atau Teater Agung tempat pertunjukan balet yang sudah mendunia. Penggemar belanja bisa mengunjungi Gum, mall terbesar di Rusia.
Historical Museum di Alun alun Merah/ Reed Square/ Krasnaya Ploshehd Moskow (ist, Ceniza)
Kunjungan selanjutnya ada kota kedua terbesar setelah Moskow yang dahulunya bernama Leningrad yaitu Saint Petersburg. Di kota tempat kelahiran Presiden Vladimir Putin ini Anda dapat mengunjungi Katedral Saint Isaac yang didirikan Tsar Alexander I. Juga mengunjungi Istana Petrodvorets atau Peterhooff (Grand Palace). Selain itu tempat yang tidak boleh dilewatkan adalah Museum Hermitage yang sekarang menjadi museum seni lukis terbesar di dunia.
Kunjungan wajib setelah St Petersburg adalah kota Riga yang merupakan kota terbesar di antara negara negara Baltik. Kota ini pernah terkenal sebagai kota taman, karena banyaknya taman indah. Kastel Riga harus Anda kunjungi. Tempat ini merupakan istana peristirahatan presiden. Selain itu Katedral Saint Mary The Virgin merupakan gereja terbesar di Baltik sejak abad ke-13.
Lanjut dengan kota Tallinn yang merupkan kota tua yang telah terdaftar sebagai warisaan budaya UNESCO. Kita dapat mengunjungi Istana Barok Peter the Great dari abad ke 18. Selain itu Anda melihat Museum terbuka Rocca al Maire, Etnografical open air museum.
Yang tidak boleh dilewatkan pula adalah kota Nizhny Novgorod (NN), salah satu kota indah berbukit yang dilalui Sungai Volga dan Oka. Selain sebagai pusat perdagangan Rusia yang setiap tahun ada festival perdagangan, NN juga menyimpan keindahan obyek wisata dan bangunan bersejarah.
Objek wisata benteng (Kremlin) yang paling terkenal adalah Minin dan Pozharsky Square yang tepat berada di jantung kota NN. Bagi pecinta kuliner bisa menikmati aneka restorant dan bar terutama di jalan utamanya yang kuno, Bolşhaya Pakrovskaya. Di sepanjang jalanan kota NN bisa menikmati keindahan seni patung perunggu yang tersebar di jalanan kota.
Dan tentu saja masih banyak lagi kota yang sangat layak dikunjungi. Tapi apa boleh buat mereka sudah harus ber ‘Dasweidanya’, selamat berpisah. Dengan keluhan yang selalu keluar dari para wisatawan yang baru berkunjung ke Rusia adalah waktu berwisata begitu sempit (terutama yang mengikuti tour travel). Hingga hanya sebagian kecil dari negara terluas di dunia dengan luas 17.125.209 kilometer persegi, yang bisa disambangi. ***
Candi Borobudur pun hadir, keliling stadion di Moskow ketika perhelatan Piala Dunia 2018. (ist)
Kita semua tak akan bisa lupa dengan tragedi tenggelamnya kapal mewah Titanic yang terjadi pada 1912 silam. Kejadian tertabraknya gunung es yang jadi alasan karamnya Titanic ini sangat melegenda, hingga membuatnya diangkat ke layar lebar.
Film yang menayangkan kisah nyata yang dibumbui dengan hubungan percintaan tragis Rose dan Jack inipun berhasil dinobatkan sebagai film terbaik sepanjang masa, dengan berhasil menyabet 14 piala Oscar 1950 silam.
Jika selama ini kamu hanya bisa menatap bangkai kapal Titanic dari layar kaca dan foto belaka, kini kamu berkesempatan untuk menyaksikan sisa peninggalannya langsung dengan mata kepala kamu sendiri.
Pasalnya pada Mei 2018 lalu Blue Marble Private, sebuah agen tur asal London, baru saja membuka sebuah rangkaian tur eksklusif yang menawarkan pengalaman tak terlupakan dengan turun ke dasar laut mengamati sisa bangkai Titanic.
Namun sayangnya, hanya sembilan orang beruntunglah yang bisa mendapat kesempatan untuk turun sejauh 13 ribu kaki ke bawah permukaan laut untuk mengikuti tur sejarah selama delapan hari ini. Sistem yang diterapkan Blue Marble Private adalah siapa cepat, dia dapat.
Jadi, kamu harus berlomba dengan jutaan penggemar Titanic lainnya untuk bisa memuaskan rasa penasaran kamu akan kapal spektakuler pada masanya ini.
Saat mengikuti tur, kamu tak hanya akan melihat langsung secara dekat bangkai Titanic yang memiliki panjang 244 meter ini, namun juga akan diedukasi mengenai bagaimana kapal bekerja dan turut terlibat dalam membantu kru yang bertugas dalam mempersiapkan penyelaman.
Kamu akan diterbangkan dengan menggunakan helikopter dari St.John di Newfoundland menuju lokasi ekspedisi, yaitu yatch yang berada persis di atas bangkai Titanic.
Saat mengikuti tur kamu dijamin tak akan bosan, karena akan diberikan sederet tugas dan misi seru yang harus dilakukan saat turun menuju bangkai kapal. Kamu akan dipecah dalam kelompok kecil berjumlah tiga orang.
Setibanya di bawah, kamu akan berhadapan langsung dengan bangkai Titanic secara dekat. Sungguh merupakan pengalaman tak terlupakan seumur hidup yang hanya bisa diimpikan oleh banyak orang!
Namun, agaknya kamu harus sedikit menahan nafas saat mendengar harga yang dibanderol untuk bisa merasakan pengalaman luar biasa ini. Untuk satu orang saja, kamu harus merogoh biaya sebesar £86,500 atau Rp 1,4 miliar.***
Di tengah sebuah hutan di Chile, ada komplek kolam air panas alami yang tampak begitu indah. Traveler yang pernah ke sana pun banyak yang menyebutnya bagaikan di negeri dongeng!
Tak hanya punya hotel unik di tengah hutan, Chile juga memiliki komplek kolam air panas bernama Termas Geometricas. Komplek kolam air panas ini bisa ditemukan di tengah hutan yang menjadi bagian dari Villarrica National Park. Jika dari Kota Santiago, jaraknya sekitar 724 km.
Air kolam berasal dari sumber mata air alami yang mengalir di sekitarnya. Ada 17 kolam air panas yang bisa dipilih untuk berendam. Untuk jalan utamanya, di sini dibangun jembatan kayu berwarna merah dan tampak menyembul di antara dedaunan rimbun.
Desain Termas Geometricas rupanya terinspirasi dari Jepang. Terutama jembatan kayu yang panjang dan berbelok-belok seperti labirin. Ada pula ruang ganti dari kayu bercat merah di setiap kolam air panas, dengan rumput hijau yang ditanam di atapnya.
Suasana sejuk dan seperti menyatu dengan alam pun benar-benar terasa di sini. Ditambah lagi dengan dua air terjun yang mengalir di kawasan Termas Geometricas. Suasana hutan Chile dan desain bangunan bergaya Jepang pun benar-benar membuat Termas Geometricas tampak seperti negeri dongeng!
Banyak yang berendam di kolam, atau sekadar foto-foto. Tak sedikit pasangan yang berlibur kemari karena suasananya juga terasa begitu romantis. Kalau ingin bersantap sambil menikmati pemandangan sekitar yang indah, tersedia kafe yang menyajikan sup ayam dan kopi hangat.
Untuk bisa menikmati berendam di kolam air panas alami Termas Geometricas, biayanya mulai dari 20.000 Peso (Rp 393 ribu) untuk dewasa dan 10.000 Peso (Rp 196 ribu) untuk anak-anak. Jam bukanya mulai dari pukul 11.00 hingga 20.00 waktu setempat.***
Pantai Sendang Biru, Kabupaten Malang – Jawa Timur.
PANTAI Sendang Biru terletak di Kabupaten Malang. Ini salah satu tempat wisata yang banyak dikunjungi. Jaraknya 30 kilometer arah selatan Malang, Sendang biru berada di kecamatan Sumbermanjing Wetan.
Pantai Sendang Biru menjadi obyek wisata yang sangat indah. Bagi mereka yang ingin menyebrang ke pulau Sempu, pasti harus melewati pantai Sendang Biru terlebih dahulu. Dengan adanya pulau Sempu ini, membuat pantai Sendang Biru memiliki ombak yang tidak terlalu besar.
Pantai ini juga dikenal sebagai tempat pendarat dan pelelang ikan. Dinamakan pantai Sendang Biru karena di pantai ini terdapat sumber mata air yang biasa disebut sebagai sendang yang berwarna biru.
Saat ini pantai Sendang Biru dikelola oleh perusahaan negara milik Forestay. Terdapat beberapa fasilitas untuk menunjang pariwisata di Sendang Biru seperti, penginapan, guess house, rumah jaga dan persewaan perahu.
Jika ingin menikmati panorama alam yang ada di pantai Sendang Biru ini, Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum. Untuk kendaraan umum bisa diakses menggunakan Mikrolet jurusan Gadang – Turen – Sendang Biru. ***
Nasi dengan air dingin, dibumbui ebi, bawang putih, rumput laut dlnya. Foto: Resti Handini
ORANG Indonesia pada umumnya menyukai dan cocok dengan makanan Thailand. Karena banyaknya kesamaaan dalam penggunaan bumbu masak. Sebut saja seperti Tom Yam yang sudah tidak asing bagi orang Indonesia. Resto Thailand pun banyak kita jumpai di Jakarta.
Ciri khas masakan Thailand, pada umumnya ada rasa pedas dan penuh bumbu. Dengan dipadu dengan keseimbangan rasa manis, masam, asin dan pedas. Makanan Thai mendapat pengaruh dari negara tetangganya Myanmar, Vietnam dan tentu saja China.
Bagaimana dengan masakan Thailand di tempat asalnya?
Kulineran di Thailand sekarang memang beda dengan 15-20 tahun yang lalu. Tentu saja hal ini dirasakan bagi mereka yang pernah berkunjung ke Thailand. Kala itu kaum muslimin harus hati hati alias waspada, jika akan berkulineran. Banyak resto yang menyajikan makanan yang tidak halal bagi muslimin.
Nasi gorreng Thailand (khao phat khai), cita rasanya tdk beda jauh dengan Nasgor Indonesia. Foto: Ist
Semisal kita pesan mie goreng atau nasi goreng ayam (Khao phat Kai), selalu saja ada campuran saren nya (darah yang dibekukan). Demikian pula mie rebus, ada bakso campurannya selain saren.
Kini kekhawatiran tersebut tidak perlu ada, tentu saja karena kesadaran mereka akan banyaknya turis muslim yang berkunjung ke Thailand. Sehingga mereka pun menyediakan makanan halal serta sebagian menuliskan halal di resto mereka. Demikian pula di hotel berbintang.
Makan siang pertama di ibukota Thailand, kami makan di resto yang berada di Hotel Princeton, Bangkok. Di sini kami merasakan aneka makanan baru yang sebelumnya belum pernah kami rasakan. Meski begitu, semua yang kami icipi, terasa tidak aneh di lidaah. Meski baru tapi semua terasa enak dan cocok dengan lidah kami.
Beragam makanan pembuka (appetizer) ditawarkan. Seperti aneka salad dari, aneka buah, yang terkenal dr mangga muda, salad jeruk bali dengan udang dan pepaya muda. Di sudut resto kami diperkenalkan dengan makanan pembuka yang dinamai leaf wrapped bite. Yaitu semacam daun poh-pohan (daun untuk lalapan mentah berbentuk sirih) dengan macam pilihan isi, yaitu kacang sangrai, potongan cabe rawit, irisan bawang merah, ebi, sangraian kelapa, potongan imut jeruk nipis, jahe. Dan terakhirnya disiram gula merah cair. Kita makan seperti daun yang membungkus aneka isian di atas. Sungguh nikmat makanan pembuka yang satu ini.
Appetizer, leaf-wrapped bite dg pilihan isi kacang, bawang merah, jeruk nipis, ebi, kelapa goreng ditaburi gula merah cair dan potongan cabai rawit. Foto: Resti Handini
Masih banyak makanan Thailand yang kami cicipi. Sebut saja dry cooked rice in cold water, dimakan dengan campuran penyedap seperti ebi, bawang putih, rumput laut yang sudah dibumbui dan lain sebagainya. Tersedia pula Kuay tian kual (semacam bihun bakso kuah), juga aneka nasi goreng (Khao phat poo) dengan pilihan ayam, udang telur atau vegetarian.
Untuk desert-nya dapat mencicipi Khanom Krok atau kue kelapa, atau Khao niew manusang, paduan mangga segar dan ketan diberi santan. Atau aneka kue berbahan dasar singkong, serta kue lapis dan semacam kue talam di Indonesia.
Kalangan tertentu jika mengunjungi Thailand ada yang ingin mencicipi kuliner ‘ekstrem’, serangga goreng. Biasanya orang Thai makan kudapan ini sembari minum bir. Tidak hanya sebagai kudapan, serangga goreng di Thailand ini juga sering disajikan untuk acara pesta. Olahan serangga goreng banyak ditemukan di Phuket, dianggap memiliki kualitas pengolahan serangga terbaik. Sserangga goreng bagi kebanyakan orang, menjijikkan, menggelikan namun nilai gizinya tinggi karena kaya akan protein. Dijual pula kudapan lainnya udang goreng, ayam goreng, dan ikan.
Kiri: Aneka gorengan, ditawarkan di Bangkok. Kanan: Penjaja aneka serangga goreng dengan campuran daun jeruk di Thailand. Foto: Resti Handini
Di tempat wisata atau pun di tempat perbelanjaan makanan tidak pernah ketinggalan adalah buah potong yang dijajakan seperti halnya di Indonesia. Mangga adalah buah yang paling diminati, manisnya alami, disusul dengan jambu air, melon dan asam keranji.
Di Thaliland pun kami sempat bersantap di resto sea food terbesar di dunia, The Royal Dragon Restaurant. Resto yang pernah masuk Guinness Book tahun 1992 karena luasnya resto serta banyaknya fasilitas pengunjung, makannya dan tentu saja para pramusajinya yang jumlahnya hingga 1.200 orang. Dan mereka melayani tamu menggunakan sepatu roda.
Kiri: Di pintu masuk Royal Dragon Restaurant, Bangkok. Kanan: Anda bisa memilih ingin duduk di out door atau in door di Resto berkapasitas 5.000 tempat duduk ini. Foto: Resti HandiniPara pramusaji di Royal Dragon Restaurant (ist)
Kami pun disuguhi pertunjukan beberapa tarian tradisional dan sempat dikejutkan adanya pelayan berpakaian tradisional ‘terbang’ membawa pesanan makanan tamu di bagian ‘sayap’ timur ke barat. Karena malam hari kami tidak memperhatikan adanya kabel membentang diatas sungai yang mengalir di resto yang berkapasitas pengunjung sampai 5.000 tamu. Jumlah juru masak tidak kurang dari 322 orang dan tentu dapur yang tersedia luas dan berada di beberapa lokasi mengingat luasnya resto The Royal Dragon ini.
Thailand memang surganya kuliner. Negara dengan penduduk sekitar 60 juta jiwa, mayoritas beragama Budha. Dari jumlah tersebut, penduduk muslimnya sekitar 10%. Uniknya mereka memiliki pusat ilmu pengetahuan halal yang maju. The Halal Science Center, Chulalongkorn University. Konon lembaga ini didukung penuh Pemerintah Thailand. Tentu saja semua ini berkaitan perekonomian Thailand yang mengincar ekspor produk-produk halal Thailand. ***
TAMAN Lampion… ada di mana-mana. Tapi kalau ingin melihat awal mula sebuah taman lampion, tengoklah Monumen Jogja Kembali (Monjali). Di sekitar halaman luar monumen, bertebaran lampion aneka bentuk. Yang paling menonjol adalah bentuk pelangi yang tergantung di atas. Karenanya, taman ini juga disebut Taman Pelangi.
Jauh sebelum marak wisata lampion, Taman Pelangi Monjali sudah hadir. Persisnya sejak akhir tahun 2011. Sejak itu pula, objek wisata bersejarah Monumen Jogja Kembali, memperpanjang jam buka. Pengunjung monument di siang hari, dan pengunjung taman lampion di malam hari.
Tap pelak, objek wisata ini menjadi alternative wisata malam Kota Gudeg, selain objek lain yang tak kalah menarik, seperti di alun-alun kidul, Jalan Malioboro, Tugu Jogja, dan lain-lain. Lokasinya relatif mudah diakses, karena terletak di ring road utara, Arahnya, dari Malioboro lurus ke utara.
Dengan tiket masuk sepuluh ribu rupiah, Anda bisa menikmati aneka lampion warna-warni serta aneka bentuk. Aneka lampion besar menggantung di atas, menyerupai pelangi yang warna-warni. Melintas di bawahnya, serasa berada di bawah pendar pelangi yang indah.
Aneka lampion model mobil-mobilan. Foto: Roso Daras
Selanjutnya, Anda akan terpukau dengan aneka lampion model flora dan fauna. Bahkan bentuk dinosaurus pun ada. Beberapa lampion ditata sedemikian rupa, sehingga terkesan romantis. Tak heran jika banyak pasangan calon pengantin memilih lokasi ini sebagai lokasi pemotretan pre-wed.
Tak pelak, Taman Lampion Monjali menjadi wahana wisata keluarga yang komplet. Sebab, selain suguhan aneka bentuk lampion, di sini juga tersedia aneka permainan lain. Bukan hanya itu, di sekitar area Monjali, juga tersedia aneka tempat kuliner. ***
MENIKMATI waktu liburan di Hong Kong memang menarik. Tapi tentu saja akan menghabiskan banyak uang. Sebab disana memang terkenal sebagai gudangnya berbagai hiburan, belanja dan makanan enak.
Sekalipun sudah tahu akan hal tersebut, saya tetap ingin ke Hong Kong. Caranya, tentu saja cari jalur yang murah meriah. Bagi mereka yang memiliki dana terbatas, disediakan peta menelusuri Hong Kong dengan jalan kaki.
Di bagian-bagian tertentu bandara terdapat banyak brosur dan peta yang bisa digunakan untuk petunjuk dalam perjalanan.
Pagi dingin di Hong Kong dibuka dengan sarapan mi di sebuah resto kecil dekat pusat perbelanjaan Western Market. Perjalanan menelusuri kota mengikuti jalur peta dimulai dari Western Market yang bentuknya adalah gedung kuno atau dikenal dengan nama kantor pelabuhan dibangun tahun 1906.
Jalan menyusuri Morrison Street menuju Wing Lok Street. Di sini ada toko yang menjual berbagai ginseng dan sarang burung. Harganya bermacam-macam, dari ratusan ribu sampai jutaan rupiah. Kalau ingin beli untuk oleh-oleh, bisa cari yang agak murah.
Dari daerah ini mengarah ke kiri menuju Des Voeux Road West. Jalur ini menyediakan berbagai hidangan laut. Mulai dari yang harga murah sampai yang mahal, seperti abalone tersedia lengkap. Di sini seperti melihat akuarium laut, sebab ikan laut dan yang lainnya diperlihatkan dalam kondisi hidup.
Arahkan langkah terus sampai ke Ko Shing Street. Ada apa lagi di daerah ini. Ternyata disini adalah pusat penjualan obat herbal yang sangat terkenal. Kalau kita punya pesanan untuk membeli obat China yang sulit didapat di Indonesia, tinggal masuk ke salah satu toko, perlihatkan resepnya, lalu obat yang diperlukan ditimbang dengan cara tradisional. Bau tokonya begitu khas.
Dari situ, jalan balik ke arah Des Voeux West terus ke kanan ke Bonham Strand West. Lagi-lagi kita ketemu dengan pusat penjualan ginseng dan sarang burung dengan kualitas beragam. ***