Pemerintah dan FIFA akan Bentuk Tim Transformasi Sepak Bola Indonesia 

JAYAKARTA NEWS – Pemerintah Indonesia bersama-sama dengan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) akan membentuk tim transformasi sepak bola Indonesia. Hal tersebut merupakan salah satu poin dalam surat dari FIFA yang diterima oleh Presiden Joko Widodo sebagai tindak lanjut pembicaraan per telepon Presiden Jokowi dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino, pada 3 Oktober 2022 lalu.

“FIFA bersama-sama dengan pemerintah akan membentuk tim transformasi sepak bola Indonesia dan FIFA akan berkantor di Indonesia selama proses-proses tersebut,” ujar Presiden Jokowi dalam pernyataan pers di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 7 Oktober 2022.

Selain itu, dalam surat tersebut juga disampaikan bahwa sepak bola Indonesia tidak dikenakan sanksi oleh FIFA terkait tragedi sepak bola di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, pada 1 Oktober 2022 lalu.

“Berdasarkan surat tersebut, alhamdulillah sepak bola Indonesia tidak dikenakan sanksi oleh FIFA,” imbuh Presiden Jokowi.

Selanjutnya, Kepala Negara memaparkan bahwa akan dilakukan langkah-langkah kolaborasi antara FIFA, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), dan pemerintah Indonesia untuk:

(1) membangun standar keamanan stadion di seluruh stadion yang ada di Indonesia;

(2) memformulasikan standar protokol dan prosedur pengamanan yang dilakukan oleh pihak kepolisian berdasarkan standar keamanan internasional;

(3) melakukan sosialisasi dan diskusi dengan klub-klub bola di Indonesia, termasuk perwakilan suporter untuk mendapatkan saran dan masukan serta komitmen bersama;

(4) mengatur jadwal pertandingan yang memperhitungkan potensi-potensi risiko yang ada; serta

(5) menghadirkan pendampingan dari para ahli di bidangnya.

Di akhir pernyataannya, Presiden Jokowi menyebutkan bahwa Presiden FIFA, Gianni Infantino, juga akan berkunjung ke Indonesia dalam waktu dekat. “Nanti, Presiden FIFA akan datang ke Indonesia pada Oktober atau November untuk berdiskusi dengan pemerintah,” tandasnya. ***/mel

INKAI Kota Bogor Gelar Kejurcab Karate

JAYAKARTA NEWS— Pengurus Cabang Institut Katatedo Indonesia (INKAI) Kota Bogor akan menggelar kejuaraan cabang karate  di Stadion GOR Pajajaran  Bogor yang akan diikuti lebih dari 300 karateka. Perhelatan tahunan ini menurut rencana akan dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Bogor ibu Hj. Syarifah Sofiah besok  Sabtu (8/10) pagi. Walikota dan Wakil Walikota Bogor kebetulan sedang ada kegiatan di luar kota.

Kalender kegiatan tahunan ini sempat dua tahun tertunda karena negara kita sedang dilanda wabah mematikan Covid 19. Tentu saja  termasuk di Wilayah Bogor. “Alhamdulillah wabah covid  sudah melandai sehingga kita bisa melaksanakan event ini,” jelas Ketua Pengurus Cabang Inkai Kota Bogor Sinpai Syamsudin Magenda sumringah ketika ditemui Jayakarta News saat jelang Technical Meeting di arena GOR Jumat sore tadi.

Kejuaraan karate di tingkat cabang menurut Syamsudin yang memegang sabuk hitam Dan 3 ini merupakan ajang penjaringan bakat bagi karateka pemula dan bagian dari tahapan seleksi untuk mengikuti pertandingan pada event yang lebih besar. Dia  yakin perguruan karate INKAI yang adalah perguruan karate tertua di Indonesia masih banyak diminati masyarakat. 

Syamsudin menegaskan bahwa kompetisi karate tingkat wilayah ini direncanakan akan diikuti tidak kurang dari 600  peserta  dari wilayah Bogor. Di Kota Bogor sendiri setidaknya ada  44  ranting unit pelatihan karate.  Atau biasa disebut ‘dojo’. Mereka biasanya mengirim 10 sampai 20 karateka.

Berkurangnya peserta disebabkan karena ada beberapa alasan. Dalam penutup tahun ini saja ada kegiatan yang bersamaan waktunya.  Ada ujian kenaikan tingkat di Kabupaten Bogor yang waktunya bersamaan. Di bulan November 2022 juga ada kegiatan Ujian Kenaikan sabuk hitam serta  Kejuaraan  Nasional Karate  Pemuda Pancasila Champions Cup memperebutkan piala Ketua MPR RI Bambang Susatyo.

Kejurcab karate Inkai Kota Bogor seperti dijelaskan Ketua Panitia Pelaksana Suryanto akan digelar selama dua hari dengan mempertandingkan tiga kategori. Yang pertama ada kejuaraan ‘Kata’ atau keindahan gerak baik perorangan dan beregu, jenis komite atau ketangkasan bertarung dan terakhir adalah jenis festival.

Jenis festival ungkap anggota TNI dari korps Marinir  pemegang sabuk hitam Dan 6 ini,  lebih merupakan  agenda pemandu bakat dan hiburan saja. Akan dipertandingkan karateka-karateka yunior yang belum sama sekali memiliki pengalaman bertanding. Mereka akan ditampilkan untuk kompetisi  jenis  kata maupun komite. Direncanakan untuk tontonan hiburan akan diadakan pertunjukan kolosal seni bela diri karate dan  ketangkasan kata maupun komite untuk kelas karateka usia lanjut  diatas 50 tahun.   (JayakartaNews/nat)   

Menko PMK: Tuntutan Mulai Dipenuhi, Mohon Aremania Batal Demo

JAYAKARTA NEWS – Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menghimbau agar Aremania (julukan pendukung Arema FC) membatalkan niatnya untuk melakukan demonstrasi dan aksi turun jalan setelah tujuh hari tragedi Kanjuruhan, Malang.

Hal tersebut dikarenakan kekhawatirannya akan hal-hal di luar kendali yang mungkin terjadi. “Meskipun sepakat akan dilakukan dengan damai, namun dikhawatirkan akan terjadi hal-hal di luar kendali saat aksi demonstrasi nanti,” kata Muhadjir, Jum’at (7/10).

Ia mengatakan, sebagian besar tuntutan komunitas Aremania sudah dipenuhi. Bahkan tak kurang Presiden Joko Widodo sendiri sudah memberi perhatian sangat serius. Di antaranya, tuntutan Aremania dalam waktu sepekan harus ada yang ditetapkan sebagai tersangka sudah dipenuhi pemerintah.

Setidaknya, enam orang tersangka dalam insiden Kanjuruhan telah ditetapkan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Mereka adalah Kabag Ops Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto,  Kasat Samapta Polres Malang berinisial DSA, anggota Brimob Polda Jatim berinisial H, Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita, Ketua Panpel Arema FC Abdul Haris, Security Officer Arema Suko Sutrisno.

Selain itu, tuntutan Aremania agar dilibatkan dalam pencarian fakta sudah dipenuhi dengan langkah Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) meminta keterangan kepada Aremania. Bahkan Muhadjir sendiri mempersilakan Aremania melakukan investigasi untuk kemudian disampaikan kepada TGIPF.

Alih-alih menggelar demonstrasi, menurut Muhadjir, hal yang lebih penting dilakukan ialah mengawal proses-proses hukum yang mulai berlangsung dan berfokus pada penyembuhan trauma bagi para korban dan keluarganya.

“Hal yang lebih penting adalah mengawal proses-proses hukum yang mulai berlangsung serta  melanjutkan mitigasi khususnya  penyembuhan trauma (trauma healing) bagi para korban dan keluarganya,” ujar Menko PMK.

Dukung Gerakan Trauma Healing

Dalam menyembuhkan trauma korban tragedi Kanjuruhan Malang dan keluarganya, Menko PMK turut mendukung adanya Gerakan Trauma Support Mobility yang diinisiasi oleh Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Malang.

“Saat ini kegiatan trauma healing untuk korban Tragedi Kanjuruhan sangat penting. Oleh karena itu saya mendorong agar gerakan trauma healing dapat dilakukan lebih masif,” ungkapnya.

Ia juga meminta agar pihak Pemerintah Kota dan Kabupaten Malang mendukung penuh dengan memberikan bantuan anggaran untuk gerakan pemulihan trauma para korban Tragedi Kanjuruhan. Menurutnya, kegiatan pelayanan psikologis trauma healing ini juga merupakan salah satu bentuk pelayanan pemerintah daerah kepada masyarakatnya pasca bencana sosial Tragedi Kanjuruhan.

“Saya berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten/Kota Malang yang sudah membuka Dana Siap Pakai (DSP) untuk memberi santunan kepada mereka yang menjadi korban termasuk penbiayaan kesehatannya yang harus gratis. Dan sekarang mohon disisihkan kembali untuk program trauma healing ini,” ungkap Muhadjir.

Kegiatan trauma support mobility ini nantinya akan berupaya menjemput bola dengan mendatangi langsung, dan memberikan penyuluhan dan pengobatan psikis kepada para korban yang terkena dampak dari Tragedi Kanjuruhan.***/uli

Tak Ingin Dianggap Intervensi oleh FIFA, Menpora Amali Sebut Masalah Suporter Telah Diatur Dalam UU Keolahragaan

JAYAKARTA NEWS— Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menyampaikan terkait suporter sepakbola telah diatur dalam UU Keolahragaan Nomor 11 tahun 2022. Menpora Amali mengaku dirinya sangat berhati-hati dalam melangkah bersama federasi sepakbola agar tak dianggap intervensi oleh FIFA. 

“Tentu saya sangat hati-hati sekali, jangan sampai apa yang kita lakukan bisa ditafsirkan sebagai intervensi oleh FIFA. Tetapi lebih banyak selama ini yang pemerintah lakukan adalah pembinaan, fasilitasi dan sebagainya,” kata Menpora Amali saat menjadi narasumber pada acara Indonesia Town Hall di Studio Grand Metro TV, Jakarta, Kamis (6/10) malam. Demikian dikutip dari laman kemenpora.go.id

Menurutnya, substansi tentang suporter telah diantur jelas dalam UU Keolahragaan No.11/2022. Suporter adalah bagian dari industri sepakbola nasional.

“Misalnya, terkait suporter. Dalam UU Keolahragaan No. 11 tahun 2022 kita kuatkan suporter. Ada pasal-pasal yang mengatur tentang supporter dan mereka menjadi bagian dari sepakbola,” urainya.

“Selama ini suporter hanya dianggap sebagai konsumen. Di dalam UU ini sangat jelas hak dan kewajibannya bahkan mereka harus punya organisasi, AD-ART, keanggotaannya bahkan ada perlindungan hukumnya baik dilapangan maulun di luar,” tambah Menpora Amali.

UU yang baru ini lanjutnya, telah menempatkan suporter sebagaimana harapan para suporter. Hanya memang belum tersosialisasi. “Nah ini menjadi pekerjaan Divisi Suporter di PSSI untuk mensosialisasikan kepada klub-klub yang memiliki suporter seperti apa hak dan tanggungjawabnya,” ucap Menpora Amali.

“Pemerintah akomodir itu, karena memang kita sebelumnya kita mendapat banyak masukan dari beberapa supporter seperti The Jak Mania. Sepakbola kita tanpa suporter, kita bisa bayangkan saat pandemi yang lalu seperti apa?,” tambahnya.

Terkait fasilitasi untuk timnas pemerintah fasilitasi semua, termasuk bagaimana mendatangkan pelatih dan sebagainya. “Timnas kita fasilitasi. Tetapi, kebijakan yang akan mereka lakukan kita tidak campuri. Kita tahu diri, kita membina, pembinaan usia dini juga kita support dengan PPLP, setelah itu silakan diambil, padahal didalam aturannya klub-klub ini memiliki kewajiban membina,” katanya.

“Kita pernah memiliki pengalaman pernah di banned. Jadi hati-hati betul saya kalau mau berkomunikasi, berkoordinasi kita berikan kepada federasi ini sebagai masukan saja, bukan sebagai instruksi kepada mereka,” pungkas Menpora Amali.***/ebn

TGIPF Tragedi Malang harus Betul-Betul Mencari Fakta

JAYAKARTA NEWS— Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Gede Pasek Suardika mendorong Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang harus betul-betul mencari fakta, bukan mengaburkan fakta.

“Semoga masalah ini segera diselesaikan dan siapa yang bersalah, dia harus dihukum. Semoga tidak ada lagi korban-korban berikutnya,” ujar Pasek dalam sambutannya di Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PKN yang berlangsung di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (6/10/2022) malam.

Tragedi Kanjuruhan tersebut kata Pasek merupakan musibah yang luar biasa. Tragedi kemanusiaan ini memilukan sekaligus memalukan bagi bangsa Indonesia.

“Kita kirimkan doa untuk mereka yang sedang dirawat dan diberikan kesembuhan. Ini tragedi terbesar nomor dua di dunia di bidang sepak bola. Sejak 1964, baru terjadi tragedi sebesar ini,” bebernya.

Diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) No 19 Tahun 2022 tentang Pembentukan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF).

TGIPF tersebut diketuai oleh Menko Polhukam, Mahfud MD, Wakil Ketua adalah Menpora Zainuddin Amali dan Sekretaris adalah Nur Rochmad yang adalah Mantan Jampidum Kejagung.***/din

Partai Gelora Optimis Timnas Indonesia Makin Berprestasi Pasca Tragedi Kanjuruhan, Tapi?

JAYAKARTA NEWS— Partai Gelombang Rakyat (Gelora) optimis persepakbolaan di Indonesia akan semakin maju pasca tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang yang menewaskan 131 supoter Aremania beberapa waktu lalu.

Tragedi Kanjuruan akan menjadi momentum perbaikan persepakbolaan Indonesia di segala lini. Mulai dari fasilitas stadion, pembinaan suporter dan wasit, pengamanan pertandingan hingga perekrutan pemain Timnas Indonesia.

“Partai Gelora Optimis masa depan sepak bola Indonesia akan semakin maju, apalagi kalau melihat bibit-bibit Timnas yang ada saat ini. Mereka memiliki mental yang keras dan bisa berprestasi,” kata Ketua Bidang Gaya Hidup, Hoby & Olahraga (Gahora) DPN Partai Gelora Kumalasari Kartini (Mala) dalam Gelora Talk ‘Duka Sepak Bola Tanah Air, Duka untuk Indonesia’, Rabu (5/10/2022).

Menurut Mala, Timnas Indonesia dibawah asuhan pelatih Bima Sakti untuk U-17 dan Shin Tae Yong untuk U-19, U-23 dan Timnas Senior memiliki mental juara.

“Kita melihat sepak terjang pelatih Shin Tae yong dan Bima Sakti, Timnas memiliki mental yang keras. Dan ternyata kita bisa lho berprestasi. Karena itu, Partai Gelora optimis Timnas akan semakin berprestasi,” kata Mala

Hal senada disampaikan eks pemain Timnas Indonesia asal Papua Oktovianus ‘Okto’ Maniani. Okto menilai pemain sepak bola Indonesia memiliki kualitas dan talenta seperti pemain Eropa, terutama dari Indonesia Timur.

Karena itu, Okto mendorong pemain Indonesia semakin banyak bermain di luar negeri untuk meningkatkan kualitas dan skillnya. Ia berharap tragedi Kanjuruhan tidak memadamkan semangat pemain sepak bola Indonesia untuk bermain di luar negeri.

“Bermain bola itu jangan sampai padam, motivasinya harus tinggi. Kalau ada tawaran keluar dari Indonesia, silahkan itu di ambil. Itu akan membuat karakter dan kualitas kalian lebih bagus. Dan bisa mewakili Garuda di luar negeri,” kata Okto.

Okto yang kini bermain di PSBS Biak di Liga 2 itu berharap agar kompetisi tidak dihentikan terlalu lama, karena akan mempengaruhi masa depan pemain, menyangkut kualitas bermain dan finansial mereka.

“Tragedi Kanjuruhan cukup mencoreng muka kita, tetapi namanya musibah. Kita berharap pemerintah tidak menghentikan kompetisi sampai 2 tahun, cukup dua pekan saja karena akan mempengaruhi seluruh pemain. Kita berharap kompetisi tetap dilanjutkan,” pinta Okto.

Pengamat Sepak Bola dan Tokoh Suporter Nasional Sigit Nugroho juga berharap agar kompetisi bisa dilanjutkan, dan tidak dihentikan terlalu lama. Namun, dengan catatan jumlah penonton dibatasi dan pengamanan pertandingan harus lebih humanis, serta tidak ada lagi penggunaan gas air mata.

“Sepak bola nasional memang harus direstorasi sebelum kompetisi digulirkan lagi. FIFA perlu turun tangan untuk melakukan investigasi dan perbaikan. Jangan pemerintah, nanti kita bisa kena banned lagi,” kata Sigit.

Sigit menilai perhatian PSSI dibawah kepemimpinan Mochamad Iriawan sebagai Ketua Umum PSSI terhadap pembinaan atau edukasi suporter sangat kurang, padahal didukung anggaran yang cukup besar.

“Tapi begitu sekarang ada kejadian di Kanjuruhan, buru-buru mau melakukan edukasi kepada supoter, ini yang kita sayangkan, kenapa baru setelah ada jumlah korban besar, baru memberikan perhatian, serius,” katanya.

Sigit lantas membandingkan ketika PSSI dibawah kepemimpinan Djohar Arifin dalam melakukan edukasi kepada suporter. Saat itu, Sigit diminta membina suporter di Bandung, Jakarta, Surabaya dan Malang.

“Jadi kita saat itu membantu PSSI agar suporter tidak brutal dan bisa memahami regulasi. Di Bandung kita berhasil membina Bobotoh Bertakwa, Bonek Hijrah di Surabaya. Dan di Malang sebenarnya juga sudah terkendali dan embrio-embrio kebaikan itu ada,” katanya.

Selain itu, Tokoh Suporter Nasional ini juga mengaku saat kepemimpinan Djohar Arifin berhasil mengumpulkan seluruh suporter di tanah air di Puncak, Bogor diberikan pelatihan jurnalistik untuk mengelola website masing-masing klub.

“Jadi kita berikan kegiatan positif untuk supoter sebagai edukasi. Kita dapat apresiasi dari Pak Djohar Arifin karena dianggap telah membantu PSSI saat itu. Tapi sekarang dananya jauh lebih besar, tapi tidak ada perhatian sama sekali,” tegas Sigit Nugroho.***din

Tinjau Stadion Kanjuruhan, Presiden: Perbaiki Tata Kelola Persepakbolaan Indonesia

JAYAKARTA NEWS – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) bersama Ibu Iriana Joko Widodo meninjau kondisi Stadion Kanjuruhan pascatragedi sepakbola yang terjadi pada Sabtu (01/10/2022) lalu, guna mengetahui peristiwa yang terjadi saat itu. Usai meninjau kondisi stadion, Presiden memandang bahwa tragedi Kanjuruhan disebabkan oleh banyak faktor.

“Sebagai gambaran, tadi saya melihat bahwa problemnya ada di pintu yang terkunci dan juga tangga yang terlalu tajam, ditambah kepanikan yang ada, tapi itu saya hanya melihat lapangannya,” ucap Presiden dalam keterangannya kepada awak media di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, pada Rabu (05/10/2022).

Presiden Jokowi kembali menegaskan bahwa tata kelola persepakbolaan Indonesia perlu diperbaiki secara keseluruhan, baik dalam hal tata kelola pertandingan, stadion, penonton, hingga pengamanan. Presiden juga menambahkan bahwa Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) menyatakan kesiapannya untuk membantu memperbaiki tata kelola tersebut.

“Saya kira kita memang perlu evaluasi total semuanya, baik manajemen pertandingan, manajemen stadion, manajemen penonton, manajemen waktu, manajemen pengamanan. Semuanya harus dievaluasi total agar peristiwa yang terjadi di Stadion Kanjuruhan ini tidak terjadi lagi, jelas semuanya,” tegasnya.

Selain itu, Presiden juga menjelaskan bahwa pemerintah telah membentuk tim gabungan independen pencari fakta (TGIPF) yang diketuai oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. Tim tersebut dibentuk untuk mencari tahu secara detail penyebab utama atas terjadinya tragedi di Stadion Kanjuruhan.

“Kita tahu telah dibentuk tim gabungan independen pencari fakta yang diketuai oleh Pak Menko Polhukam. Kita harapkan nantinya tim ini segera bisa menyelesaikan tugasnya, sehingga kita tahu betul-betul penyebab utama dari tragedi tanggal 1 Oktober di Stadion Kanjuruhan Malang,” ujar Presiden.

Lebih lanjut, Presiden menekankan bahwa tim gabungan tersebut nantinya akan mengumpulkan fakta dan segala informasi dari berbagai pihak untuk kemudian disampaikan secara menyeluruh kepada masyarakat. Tim akan berbagi tugas sesuai dengan bidangnya masing-masing.

“Sanksi dari PSSI ada. Pidana nanti yang mengumumkan dari Polri, jadi dibagi-bagi. Audit untuk bangunan nanti yang menyampaikan adalah dari Kementerian PU, tetapi secara keseluruhan nanti tim gabungan independen pencari fakta yang akan menyampaikan,” lanjutnya.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Iriana saat peninjauan yakni Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md., Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Malang Sanusi, dan Ketua PSSI Mochamad Iriawan.***/mel

Tragedi Kanjuruhan: Partai Gelora Dorong Pihak yang Bertanggungjawab Diproses Hukum

JAYAKARTA NEWS— Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia menyampaikan duka dan kepedihan yang mendalam atas terjadinya tragedi kemanusiaan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur yang menewaskan ratusan korban jiwa usai pertandingan Liga 1 antara Arema FC Vs Persebaya Surabaya di  pada Sabtu (1/10/2022) malam..

Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah mengatakan, hal ini merupakan ujian yang berat karena banyak nyawa yang hilang dan masih terus bertambah.

“Sementara korban nyawa bertambah, aku belum bisa memahami perasaanku kecuali kegalauan tentang mengapa nyawa begitu banyak hilang dan terus bertambah…berat sekali ujian ini,” kata Fahri Hamzah dalam keterangannya, Senin (3/10/2022).

Fahri Hamzah menegaskan bahwa pihak yang bertanggung jawab dalam tragedi Kanjuruhan itu harus memberikan jawaban kepada publik.

“Tapi sebagai warga negara kita selalu harus mendapat jawaban sempurna. Dari para pemegang amanah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wakil Ketua DPR RI Periode 2014-2019 ini juga mengakui bahwa tragedi Kanjuruhan ini terjadi begitu cepat dan menelan banyak korban jiwa.

“Begitu cepat, terlalu singkat waktu yang memakan ratusan nyawa ini. Ayo berhenti sejenak, ini soal nyawa,” tandasnya.

Ketua Bidang Gaya Hidup, Hobby dan Olahraga (Gahora) DPN Partai Gelora Kumalasari Kartini juga menyampaikan hal serupa. Ia turut berduka cita atas terjadinya tragedi yang telah menelan seratusan lebih korban jiwa, dan ratusan korban lainnya mengalami luka-luka.

“Kami merasakan kesedihan yang sangat mendalam atas kejadian ini, karena sedemikian banyak korban jiwa yang menjadi korban sia-sia,” kata Kumalasari Kartini

Mala, sapaan akrab, Kumalasari Kartini mengatakan, prosedur pengamanan terjadinya kerusuhan semacam ini seharusnya sudah dipelajari, direncanakan dan diterapkan dengan benar.

Karena itu, jika ditemukan kesalahan prosedur, maka pihak-pihak yang  bertanggungjawab harus diproses secara hukum.

“Bila memang terjadi kesalahan prosedural terhadap penanganan kerusuhan tersebut maka pihak-pihak yang bertanggung-jawab harus di proses secara hukum sesuai undang undang yang berlaku,” tegasnya.

Seperti diketahui, tragedi Kanjuruhan ini berawal saat ribuan suporter Arema FC, yakni Aremania merangsek masuk ke area lapangan setelah tim kesayangannya kalah 2-3 dari Persebaya dalam laga lanjutan Liga 1 Indonesia 2022-2023.

Polisi kemudian menembakkan gas air mata di dalam lapangan yang membuat banyak suporter pingsan dan sulit bernafas sehingga banyak yang tumbang.

Suporter yang bertumbangan itu lantas membuat kepanikan di area stadion sehingga mereka berebut mencari jalan keluar.

Akan tetapi, jumlah pendukung yang membutuhkan bantuan medis tidak sebanding dengan jumlah tenaga kesehatan yang disiagakan di Stadion Kanjuruhan.

Para suporter yang menjadi korban itu banyak yang mengeluh sesak nafas terkena gas air mata dan terinjak-injak saat berusaha meninggalkan tribun stadion.

Hingga saat ini tercatat 125 orang kehilangan nyawa akibat kerusuhan tersebut, sebelumnya tercatat 130 orang karena ada data ganda. Namun, jumlah korban meninggal dunia dalam tragedi Kanjuruhan itu masih terus berkembang seiring berjalannya waktu.

Atas tragedi ini, Pesiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan PSSI untuk menyetop kompetisi sampai ada evaluasi dan perbaikan prosesur pengamanan pertandingan.

“Saya juga memerintahkan PSSI untuk menghentikan sementara Liga 1 sampai evaluasi dan perbaikan prosedur pengamanan dilakukan,” ujar Jokowi secara daring di YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (2/10/2022).

Jokowi juga memerintahkan kepada Menpora, Kapolri dan Ketua umum PSSI untuk melakukan evaluasi menyeluruh tentang pelaksanaan pertandingan sepakbola dan juga prosedur pengamanan penyelenggaraannya.

“Khusus kepada Kapolri saya minta melakukan investigasi dan mengusut tuntas kasus ini,” tegas Jokowi.***din

Anggota DPR Said Adbullah Usul FIFA Ikut Investigasi Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang

JAYAKARTA NEWS— Ketua Badan Anggaran DPR Said Abdullah meminta Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), dan Kepolisian Republik Indonesia untuk mengundang Federasi Sepakbola Internasional atau FIFA menginvestigasi tragedi Kanjuruhan Malang pada Sabtu 1 Oktober 2022 malam.

“Ini perlu untuk menjaga kredibilitas investigasi dan sepakbola Indonesia di mata dunia,” kata Said Abdullah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.

Sehubungan dengan itu, dia mengusulkan agar Liga 1 dihentikan sementara hingga FIFA selesai melakukan investigasi dan mengeluarkan rekomendasi. Hal ini, kata Said Abdullah, semata-mata untuk menjaga kredibilitas kompetisi sepakbola yang ada di Tanah Air.

“Penyelenggaraan kompetisi sepakbola profesional di Tanah Air ke depan tidak hanya mementingkan aspek bisnis, tetapi juga kepatuhan terhadap keseluruhan aturan FIFA dari semua pihak, agar tragedi memilukan seperti di Stadion Kanjuruhan Malang tidak terulang kembali,” tegas politis asal Jawa Timur itu.

Pada bagian lain, Said Abdullah mengusulkan, bila nanti liga kembali bergulir, maka PSSI harus melakukan audit pelaksanaan setiap pertandingan sepakbola hendak digelar hingga pertandingan selesai.

“Dan menghentikan pertandingan bila ada ketidakpatuhan terhadap peraturan FIFA. Langkah preventif ini untuk menghindarkan tragedi pilu di Kanjuruhan terulang kembali,” kata Said Abdullah lagi.

Dia meneruskan, “Meskipun urusan teknis sepakbola menjadi wewenang penuh PSSI, perlu kiranya Kemenpora ikut memberikan pengawasan untuk membantu PSSI, atau mengingatkan PSSI terhadap kemungkinan ketidakpatuhan penyelenggaraan pertandingan oleh pihak penyelenggara.”

Politisi PDI Perjuangan itu juga menyampaikan ucapan turut berduka atas meninggalnya 157 pendukung Arema Malang dalam insiden mengenaskan seusai Arema Malang kalah 2-3 Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu 1 Oktober 2022.

“Ingat jangan pernah ada sepakbola mengorbankan nyawa manusia. Sungguh kita menyesal dan penyesalan memang di akhir tragedi. Andai semua pihak senantiasa disiplin menjalankan ketentuan induk sepakbola dunia, FIFA, barangkali tragedi tidak akan terjadi,” ujarnya.

Sehubungan dengan itu Said Abdullah meminta semua pihak baik penyelenggara pertandingan, PSSI, Pemda, maupun masyarakat bergotong royong memberi santunan bagi keluarga korban yang meninggal serta membantu pengobatan mereka yang dirawat di rumah sakit.

Dia juga menyayangkan peristiwa ini terjadi di tengah kebanggan rakyat Indonesia pada prestasi Timnas Indonesia yang berhasil mengalahkan Timnas Curacao. Negara ini menempati peringkat FIFA lebih baik dari Indonesia yaitu di posisi 84 dunia.

Selain itu, prestasi Timnas U-17 juga menakjubkan di kualifikasi Piala Asia U-17. “Kami di DPR selalu mendukung kebutuhan anggaran dan langkah-langkah PSSI serta Kemenpora ketika meminta persetujuan naturalisasi sejumlah pemain muda berbakat, dan masuk menjadi skuad pada sepakbola tanah air,” ungkapnya.

Pada bagian akhir, Said Abdullah berharap agar usulan dan pendapatnya itu menjadi sumbangan produktif untuk kemajuan sepakbola Indonesia ke depan.

“Semoga urun pikir atas tragedi pilu di Kanjuruhan dapat memberi pertimbangan yang produktif bagi seluruh pihak untuk kemajuan sepak bola nasional dan kita mengheningkan cipta disertai dengan ketulusan doa bagi yang meninggal, kesembuhan bagi yang dalam perawatan dan kesabaran serta ketabahan dan keikhlasan bagi keluarga yang sanak saudaranya meninggal dalam tragedi memilukan ini,” pungkas Said Abdullah.***din

Berpeluang Kembalikan Kejayaan, Geliat Anggar Kurang Dapat Perhatian

JAYAKARTA NEWS— Lahirnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 86 Tahun 2022 tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) dengan prioritas utama prestasi dunia menjadi terobosan baru Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). 

Paradigma baru olahraga Tanah Air yang lahir di bawah Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali tidak akan maksimal mencapai misinya tanpa peran aktif dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia) dan Induk-induk organisasi (PP/PP).  

KONI dan KOI sebagai perpanjangan tangan pemerintah bukan ini hanya mendukung 14 cabang olahraga unggulan DBON yang sudah ditetapkan Kemenpora. Tetapi, KONI Pusat yang dipimpin Marciano Norman dan NOC Indonesia yang dinakhodai Raja Sapta Oktohari sebaiknya mulai melirik cabor-cabor yang punya sejarah prestasi bagus dan berpotensi kembali menembus ajang Olimpiade. Seperti tinju, tenis, tenis meja dan juga anggar yang tercatat penah meloloskan atletnya di ajang pesta olahraga empat tahunan dunia tersebut. 

Memang banyak faktor yang menjadi kendala dalam membangun kembali kejayaan tinju, tenis, tenis meja dan juga anggar. Selain masalah organisasi ada juga masalah kurang seriusnya pengurus cabor dalam membuat program pembinaan serta kendala dana. 

Mungkin ada baiknya KONI Pusat dan NOC Indonesia mulai mengurai secara rinci permasalahan di cabor-cabor berpotensi menembus Olimpiade itu. Dengan demikian, cabor-cabor potensi itu bisa mengembalikan kejayaannya. 

Perlu diketahui cabor tinju terakhir kali menempatkan atletnya Bonix Saweho pada Olimpiade 2004 Athena, tenis meja diwakili Anton Suseno dan Ismu Harinto di Olimpiade 2000 Sydney, tenis diwakili Angelique Widjaja pada Olimpiade 2004 Athena 2004. Sedangkan anggar baru absen pada dua Olimpiade. Terakhir, atlet anggar putri Indonesia, Diah Permatasari tampil di Olimpiade 2012 London.

Kini, prestasi anggar di bawah kepemimpinan Agus Suparmanto yang sudah dua periode memimpin Pengurus Besar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB IKASI) semakin meredup. 

Cabor yang pernah merebut medali perak dan perunggu di Asian Games 1978 Bangkok dan Asian Games 1990 Beijing ini tak lagi mampu mengulang sukses. Bahkan, di SEA Games 2019 Filipina hanya medali perak dan perunggu dan di SEA Games 2021 Vietnam menjadi satu-satunya cabor yang memperkuat Kontingen Indonesia tanpa medali. Padahal, anggar pernah menjadi tambang medali emas pasukan Garuda. 

PB IKASI yang menurut rencana akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IKASI November 2022 ini memang butuh nakhoda baru. Ini patut mendapat perhatian baik KONI Pusat maupun NOC Indonesia. 

Mantan peraih medali perak SEA Games 2011 Jakarta, Sundara yang ditemui pada Knight Open Fencing Champhionship 2022 di Bogor, Jawa Barat, Minggu (2/10/2022) menyebut, PB IKASI butuh pemimpin yang bisa mengembalikan kejayaan anggar Indonesia. Sosok yang diimpikannya yakni mencintai olahraga anggar, punya visi dan misi dalam membangun prestasi serta mau berkorban. 

“Sejarah prestasi anggar Indonesia itu cukup bagus. Dan, saya yakin kejayaan di SEA Games, Asian Games dan meloloskan atlet ke Olimpiade yang pernah dicapai itu bisa dikembalikan lagi. Asalkan figur tepat yang terpilih di Munas nanti,” ungkapnya.

Keyakinan Sundara cukup beralasan. Karena, klub-klub anggar di Indonesia masih tetap berdiri meskipun PB IKASI haya punya 1 kalender event nasional yakni Kejuaraan Nasional (Kejurnas) dalam setahun. 

Faktanya, Knight Open Fencing Championship 2022 yang digelar di GOR Padjajaran Indoor Bogor, Jawa Barat, 29 September hingga 2 Oktober 2022 itu melibatkan 375 atlet dari 52 klub se-Indonesia termasuk klub dari Filipina, Brunai Darussalam, Singapura, dan Spanyol. 

“Kita cukup banyak stok pemain muda potensi dengan teknik yang mumpuni. Hanya saja, mereka masih butuh jam terbang lebih banyak. Paling tidak kita harus punya sirkuit dan banyak mengirimkan atlet-atlet bertanding ke luar negeri sehingga kejayaan itu bisa dikembalikan,” jelas Sundara. 

Knight Open Fencing Championship 2022 ini merupakan pertama kali melibatkan peserta asing. Sayangnya, Ketua Umum PB IKASI, Agus Suparmanto yang telah dua periode memimpin tak memberikan perhatian atas terobosan klub Knight yang bermarkas di Bogor ini.

Geliat cabang anggar yang dibangkitkan Knight ini menjadi bukti keseriusan klub dalam menjalankan program pembinaan.  Makanya, Ara, panggilan akrabnya, mengajak seluruh Pengprov IKASI se-Indonesia tidak lagi salah dalam memilih  pemimpin PB IKASI periode 2022-2026 pada Munas IKASI pada Desember 2022 nanti. “Marilah kita bersama membangun prestasi amggar ke depan. Nasib anggar empat tahun ke depan ditentukan dari hasil Munas nanti,” imbuhnya. (azh)