Lorena Ramírez: Saat Sandal Bekas Mengalahkan Teknologi Sepatu Miliaran Rupiah

Oleh Heri Mulyono

Dengan sandal ban bekas dan rok panjang, Lorena Ramírez menjuarai lari ultra 50 kilometer. Saat Nike datang membawa kontrak, ia menjawab dengan satu penolakan tegas: ia tetap memilih menjadi dirinya sendiri.

Lahir dari Lembah, Dibentuk oleh Lari

Lorena Ramírez bukanlah atlet yang lahir di lintasan aspal atau pusat pelatihan modern. Ia tumbuh di pedalaman Barrancas del Cobre, Meksiko, sebuah jurang raksasa yang bahkan lebih dalam dari Grand Canyon.

Setiap hari, ia menggembalakan kambing keluarganya sambil berlari 10 hingga 15 kilometer di medan berbatu yang terjal. Tidak ada pelatih profesional, tidak ada program latihan periodisasi, apalagi alat pemantau detak jantung di pergelangan tangannya. Bekal yang ia bawa hanyalah pinole—tepung jagung tradisional—dan beberapa lembar tortilla. Hidupnya adalah latihan, dan latihan adalah kelangsungan hidupnya.

2017: Saat Sandal Karet Mengguncang Dunia

Nama Lorena mulai menggema di dunia lari internasional pada tahun 2017. Dalam rentang waktu yang sangat singkat, ia berhasil meraih dua medali emas sekaligus. Pertama, ia menjuarai UltraTrail Cerro Rojo di Puebla, mencatat waktu 7 jam 20 menit untuk jarak 50 kilometer di medan gunung yang ekstrem.

Tak lama berselang, ia kembali naik ke podium tertinggi di Ultramaratón de los Cañones, sebuah lomba brutal sejauh 100 kilometer yang digelar di kampung halamannya sendiri, Guachochi, Chihuahua. Ia menyelesaikannya dalam 12 jam 44 menit 25 detik.

Di sinilah ironi terasa: di antara para peserta yang mengenakan sepatu teknologi tinggi dan pakaian berteknologi canggih, Lorena melesat dengan rok panjang dan sandal huarache yang terbuat dari potongan ban bekas serta tali kulit sederhana. Kemenangannya bukan sekadar catatan waktu, tetapi sebuah pernyataan bahwa alam dan kebiasaan lebih berkuasa daripada laboratorium dan riset material.

Dari Guachochi ke Layar Dunia

Pada 2018 dan 2019, Lorena terus mengukir prestasi. Ia menjadi perempuan Rarámuri pertama yang berlaga di ultra-maraton Eropa, membawa nama sukunya ke panggung yang belum pernah ia bayangkan sebelumnya. Kisah hidupnya kemudian diangkat ke layar kaca oleh Netflix, memperkenalkan sosok penggembala kambing ini ke jutaan pasang mata di seluruh dunia. Bahkan pada 2023, ia kembali membuktikan konsistensinya dengan menjadi juara di Ultratrail Sierra del Laurel, Aguascalientes, menaklukkan jarak 42 kilometer dalam waktu 5 jam 58 menit 17 detik.

Namun, publik tidak hanya terpesona oleh medali-medali itu. Mereka justru terpukau oleh sesuatu yang jauh lebih langka di era hiperkomersial ini: sikap Lorena terhadap tawaran besar yang datang menghampirinya.

Tawaran Raksasa, Satu Jawaban Tegas

Raksasa perlengkapan olahraga dunia, Nike, datang membawa tawaran menggiurkan. Mereka menawarkan sepatu lari berteknologi tinggi dengan bantalan empuk, desain aerodinamis, dan segala inovasi material yang biasa dikenakan para pelari elite global. Bagi kebanyakan atlet dari latar belakang sederhana, tawaran semacam itu adalah tiket instan menuju kehidupan yang mapan dan pengakuan industri yang tak terbatas.

Lorena memilih jalan berbeda. Dengan enteng namun penuh makna, ia menjawab, “Orang-orang yang memakai sepatu seperti itu selalu saja tertinggal di belakang saya.”

Baginya, kepekaan telapak kaki terhadap kontur tanah yang ia dapatkan dari sandal ban bekas jauh lebih berharga daripada bantalan busa setebal apa pun. Ia tidak butuh teknologi untuk membantunya berlari lebih cepat; yang ia butuhkan hanyalah hubungan langsung antara dirinya dan bumi yang ia pijak.

Ia tidak menolak dunia luar secara membabi buta—ia tetap bepergian ke berbagai negara dan sesekali memakai sepatu biasa di aspal kota—tetapi ia menolak secara spesifik logika sponsorship yang berusaha mengubah identitasnya menjadi komoditas pemasaran semata.

Lari Bukan Bisnis, Tapi Jiwa

Penolakan Lorena bukanlah sikap yang tiba-tiba atau kebetulan. Di kalangan suku Rarámuri—yang oleh dunia luar kerap disebut Tarahumara—sikap seperti ini sudah menjadi pola sejak lama. Sejak pertama kali mereka menggemparkan dunia di Leadville Trail 100, Colorado, pada tahun 1993, para pelari dari suku ini jarang mau terikat kontrak formal atau mengikuti pelatihan ala Barat. Lari bagi mereka bukanlah ajang komersial atau panggung popularitas. Ia adalah bagian dari spiritualitas dan keberlangsungan hidup komunal.

Dalam tradisi rarájipari, perlombaan lari sambil menendang bola kayu sarat akan makna ritual yang diwariskan turun-temurun. Lorena memegang teguh prinsip itu. Ia adalah wajah dari kearifan lokal yang tidak gentar menghadapi derasnya arus modernisasi. Ketika ia memakai rok panjang dan sandal ban bekas di setiap perlombaan, ia tengah menyatakan bahwa keberhasilannya adalah keberhasilan komunitasnya—bukan produk dari investasi sponsor mana pun.

Renungan di Balik Sandal Bekas

Lebih dari sekadar kisah olahraga, perjalanan Lorena menjadi cermin bagi banyak orang tentang apa artinya menjaga keaslian diri di tengah godaan besar dunia modern. Ketika sebuah merek global menawarkan kemapanan instan, banyak dari kita akan tergoda untuk menukar identitas demi pengakuan yang lebih luas. Lorena memilih sebaliknya: ia menetapkan batas yang jelas antara dirinya sebagai individu dengan tubuh dan keterampilan yang ia bangun sendiri, dengan citra yang ingin dilekatkan industri kepadanya.

Ia mengukur keberhasilannya bukan dari nilai kontrak atau eksposur media, tetapi dari kenyamanan menjalani hidup sebagaimana adanya: menggembalakan kambing, berlari di tanah leluhurnya, dan sesekali membuktikan bahwa cara hidup turun-temurun itu tetap relevan, bahkan unggul, di tengah gempuran modernisasi. Bagi para pelari muda di Indonesia maupun di berbagai belahan dunia lain yang kini begitu bergantung pada teknologi sepatu mahal, kisah Lorena adalah pengingat yang membumi: kemenangan sejati tidak pernah ditentukan oleh label mahal yang menempel di kaki, melainkan oleh kedisiplinan hidup sehari-hari dan tekad yang ditempa bertahun-tahun.

Masih di Kampung, Tetap di Jalurnya Sendiri

Hingga kini, Lorena masih tinggal di kampung halamannya yang terpencil di pedalaman Chihuahua, jauh dari hiruk-pikuk dunia olahraga profesional yang sempat ia sentuh. Ketika wartawan bertanya tentang arti berlari baginya, jawabannya selalu kembali pada hal yang sederhana: berlari adalah bagian dari hidup, bukan profesi yang harus dijual kepada siapa pun.

“Saya tidak butuh sepatu modern untuk berlari lebih cepat,” begitu inti pesan yang berkali-kali ia sampaikan. Sebuah kalimat pendek, namun cukup untuk mengguncang industri olahraga global yang bernilai miliaran dolar itu. Lorena Ramírez mengajarkan kita bahwa di balik gemerlap logo dan kontrak, masih ada ruang bagi seseorang untuk berkata tidak—dan tetap menjadi juara dengan caranya sendiri. (*)

Indonesia Berpeluang Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN, Erick: Presiden Dukung Penuh Segera Siapkan Suratnya

JAYAKARTA NEWS— Pemerintah terus memperkuat dukungan terhadap kemajuan sepak bola nasional sebagai bagian dari upaya meningkatkan prestasi olahraga Indonesia di tingkat internasional.

Komitmen tersebut ditegaskan Presiden Prabowo Subianto saat menerima Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir bersama pelatih sepak bola Tim Nasional (Timnas) Indonesia, John Herdman, di kediaman pribadinya di Hambalang, Jawa Barat, pada Jumat, (19/6/2026).

Usai pertemuan, Erick menyebut telah melaporkan kepada Presiden Prabowo mengenai perkembangan sepak bola nasional, termasuk peluang Indonesia menjadi salah satu tuan rumah turnamen FIFA ASEAN yang dijadwalkan berlangsung pada September–Oktober 2026. Erick mengungkapkan bahwa FIFA telah memberikan respons positif terhadap pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah ajang tersebut.

“Nah jadi Bapak Presiden mendukung. Bapak Presiden akan menyiapkan surat supaya nanti kita bisa dipilih oleh FIFA untuk menjadi tuan rumah. Jadi kita tunggu nanti dan saya juga diminta segera mengkomunikasikan ke semua kementerian,” ujar Erick dalam keterangannya, dilansir BPMI Setpres.

Selain membahas peluang Indonesia menjadi tuan rumah FIFA ASEAN, Presiden Prabowo juga memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan Tim Nasional Indonesia. Erick mengatakan bahwa Kepala Negara menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap seluruh program

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir beserta pelatih sepak bola tim nasional Indonesia John Herdman memberikan keterangannya kepada awak media usai diterima Presiden Prabowo di kediaman pribadinya di Hambalang, Jawa Barat, pada Jumat, 19 Juni 2026. Foto: BPMI Setpres/Rusman

Persiapan Kualifikasi Piala Dunia 2030

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), terutama dalam mempersiapkan Timnas menghadapi Kualifikasi Piala Dunia 2030 yang akan dimulai pada September tahun depan.

“Jadi tadi Coach John ditanya gimana persiapan ke depan, apakah yang dibutuhkan. Bapak Presiden bilang pokoknya semua program dari PSSI untuk pengembangan tim nasional, apalagi untuk persiapan 2030 yang sudah akan dimulai babak kualifikasinya tahun depan, bulan September. Ini harus benar-benar kita jaga, kita persiapkan,” ungkap Erick.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga berdialog langsung dengan pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengenai kesiapan tim menghadapi sejumlah agenda internasional dalam waktu dekat. John menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan Kepala Negara dan pemerintah terhadap pengembangan sepak bola nasional.

Lebih lanjut, John menjelaskan bahwa Timnas Indonesia akan menghadapi sejumlah turnamen penting, termasuk AFF (ASEAN Football Federation) dan FIFA ASEAN. John menyebut kedua ajang tersebut dinilai menjadi kesempatan berharga untuk memperkuat kualitas tim, memberi pengalaman kepada para pemain, sekaligus mengukur kesiapan skuad menuju target yang lebih besar.

“Dan kemudian ASEAN. FIFA ASEAN. Saya mendapatkan kesempatan besar untuk mengumpulkan yang terbaik dari yang terbaik untuk memenangkan turnamen itu, dan saya pikir itu penting. FIFA ASEAN adalah turnamen yang harus kami menangkan untuk menunjukkan bahwa kami adalah yang terbaik di Asia Timur, dan itu adalah langkah penting yang perlu kami ambil dan untuk membawa pulang piala sekarang,” imbuh John.

Lebih lanjut, John mengatakan bahwa seluruh tim pelatih dan pemain saat ini fokus mempersiapkan diri untuk mewujudkan target besar Indonesia lolos ke Piala Dunia 2030. Menurutnya, target tersebut menjadi motivasi utama yang terus mendorong seluruh elemen tim untuk bekerja lebih keras.

“Saya pikir Presiden memiliki semangat yang besar terhadap sepak bola. Beliau, seperti setiap orang Indonesia, sama saja. Saya selalu mengatakan bahwa kami memiliki 280 juta alasan dan beliau adalah salah satunya. Beliau adalah satu dari 280 juta orang itu yang ingin kami lolos untuk tahun 2030. Segala yang kami lakukan. Setiap hari saat kami bangun, kami terobsesi dengan kualifikasi tersebut karena itu akan mengubah segalanya di negara kita untuk selamanya,” pungkas John.

Dukungan penuh Presiden Prabowo terhadap penyelenggaraan FIFA ASEAN dan penguatan Tim Nasional menunjukkan tekad pemerintah menjadikan sepak bola sebagai salah satu instrumen pemersatu bangsa, sekaligus sarana membangun kebanggaan Indonesia di tingkat internasional. Dengan persiapan yang matang dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Indonesia kini semakin percaya diri menatap target besar menuju Piala Dunia 2030. (*/di)

Presiden Prabowo Perkuat Dukungan untuk Indonesia Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN dan Persiapan Timnas Menuju Piala Dunia 2030

JAYAKARTA NEWS – Pemerintah terus memperkuat dukungan terhadap kemajuan sepak bola nasional sebagai bagian dari upaya meningkatkan prestasi olahraga Indonesia di tingkat internasional. Komitmen tersebut ditegaskan Presiden Prabowo Subianto saat menerima Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir bersama pelatih sepak bola Tim Nasional (Timnas) Indonesia, John Herdman, di kediaman pribadinya di Hambalang, Jawa Barat, pada Jumat, 19 Juni 2026.

Usai pertemuan, Erick menyebut telah melaporkan kepada Presiden Prabowo mengenai perkembangan sepak bola nasional, termasuk peluang Indonesia menjadi salah satu tuan rumah turnamen FIFA ASEAN yang dijadwalkan berlangsung pada September–Oktober 2026. Erick mengungkapkan bahwa FIFA telah memberikan respons positif terhadap pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah ajang tersebut.

“Nah jadi Bapak Presiden mendukung. Bapak Presiden akan menyiapkan surat supaya nanti kita bisa dipilih oleh FIFA untuk menjadi tuan rumah. Jadi kita tunggu nanti dan saya juga diminta segera mengkomunikasikan ke semua kementerian,” ujar Erick dalam keterangannya.

Selain membahas peluang Indonesia menjadi tuan rumah FIFA ASEAN, Presiden Prabowo juga memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan Tim Nasional Indonesia. Erick mengatakan bahwa Kepala Negara menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap seluruh program Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), terutama dalam mempersiapkan Timnas menghadapi Kualifikasi Piala Dunia 2030 yang akan dimulai pada September tahun depan.

“Jadi tadi Coach John ditanya gimana persiapan ke depan, apakah yang dibutuhkan. Bapak Presiden bilang pokoknya semua program dari PSSI untuk pengembangan tim nasional, apalagi untuk persiapan 2030 yang sudah akan dimulai babak kualifikasinya tahun depan, bulan September. Ini harus benar-benar kita jaga, kita persiapkan,” ungkap Erick.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga berdialog langsung dengan pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengenai kesiapan tim menghadapi sejumlah agenda internasional dalam waktu dekat. John menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan Kepala Negara dan pemerintah terhadap pengembangan sepak bola nasional.

Lebih lanjut, John menjelaskan bahwa Timnas Indonesia akan menghadapi sejumlah turnamen penting, termasuk AFF (ASEAN Football Federation) dan FIFA ASEAN. John menyebut kedua ajang tersebut dinilai menjadi kesempatan berharga untuk memperkuat kualitas tim, memberi pengalaman kepada para pemain, sekaligus mengukur kesiapan skuad menuju target yang lebih besar.

“Dan kemudian ASEAN. FIFA ASEAN. Saya mendapatkan kesempatan besar untuk mengumpulkan yang terbaik dari yang terbaik untuk memenangkan turnamen itu, dan saya pikir itu penting. FIFA ASEAN adalah turnamen yang harus kami menangkan untuk menunjukkan bahwa kami adalah yang terbaik di Asia Timur, dan itu adalah langkah penting yang perlu kami ambil dan untuk membawa pulang piala sekarang,” imbuh John.

Lebih lanjut, John mengatakan bahwa seluruh tim pelatih dan pemain saat ini fokus mempersiapkan diri untuk mewujudkan target besar Indonesia lolos ke Piala Dunia 2030. Menurutnya, target tersebut menjadi motivasi utama yang terus mendorong seluruh elemen tim untuk bekerja lebih keras.

“Saya pikir Presiden memiliki semangat yang besar terhadap sepak bola. Beliau, seperti setiap orang Indonesia, sama saja. Saya selalu mengatakan bahwa kami memiliki 280 juta alasan dan beliau adalah salah satunya. Beliau adalah satu dari 280 juta orang itu yang ingin kami lolos untuk tahun 2030. Segala yang kami lakukan. Setiap hari saat kami bangun, kami terobsesi dengan kualifikasi tersebut karena itu akan mengubah segalanya di negara kita untuk selamanya,” pungkas John.

Dukungan penuh Presiden Prabowo terhadap penyelenggaraan FIFA ASEAN dan penguatan Tim Nasional menunjukkan tekad pemerintah menjadikan sepak bola sebagai salah satu instrumen pemersatu bangsa, sekaligus sarana membangun kebanggaan Indonesia di tingkat internasional. Dengan persiapan yang matang dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Indonesia kini semakin percaya diri menatap target besar menuju Piala Dunia 2030.***/mel

Curhat Timnas Iran Ngaku ‘Ditindas’ di Piala Dunia, Striker Mehdi Taremi Minta Bantuan FIFA!

JAYAKARTA NEWS— Iran mengecam perlakuan ‘menindas’ dan ‘bencana’ yang mereka terima selama Piala Dunia ini, mengklaim mereka diusir dari Amerika Serikat segera setelah pertandingan pembukaan mereka pada Senin malam, dikutip dari Daily Mail.

Dalam serangan luar biasa setelah hasil imbang 2-2 mereka dengan Selandia Baru di Los Angeles, striker Mehdi Taremi memohon kepada FIFA untuk ‘membantu’ menyelesaikan cobaan Piala Dunia mereka yang ‘tidak adil’.

Setelah berbulan-bulan ketidakpastian dan kekacauan, mengingat perang antara Iran dan AS, tim Amir Ghalenoei akhirnya memulai kampanye Piala Dunia mereka di Stadion SoFi pada Senin malam.

Presiden FIFA Gianni Infantino mengunjungi ruang ganti Iran setelah pertandingan dan hanya beberapa menit kemudian, Ghalenoei dan Taremi menyatakan bahwa otoritas AS memaksa mereka untuk terbang kembali ke markas mereka di Tijuana – bertentangan dengan keinginan mereka.

“Semuanya seperti bencana bagi kami… kami masih punya beberapa masalah karena seharusnya kami berlatih besok pagi – pemulihan – lalu berangkat ke Tijuana,” kata Taremi.

“Tapi kami harus meninggalkan Los Angeles sekarang juga, dan itu tidak baik bagi kami. Itu tidak baik untuk sepak bola, karena di Piala Dunia, Anda harus mempersiapkan diri dengan baik untuk pertandingan berikutnya, karena itu sangat menegangkan bagi para pemain, staf, dan semua orang. Tapi kami tidak mendapat dukungan itu dan saya pikir FIFA harus lebih membantu kami.”

Taremi mengklaim para pemain Iran bertanya kepada Infantino mengapa mereka diusir. Ketika ditanya apa yang dikatakan presiden FIFA kepada mereka di ruang ganti, Taremi menambahkan: “Dia hanya ingin membantu kami.

“Ini baru awal Piala Dunia, dan dia akan membantu kami… kami percaya semua yang dia katakan.”

Presiden FIFA Gianni Infantino/Foto: tangkap layar akun X HOOLIGAN SOCCER

Dikutip dari akun X HOOLIGAN SOCCER, Presiden FIFA Infantino sempat turun ke ruang ganti Iran setelah hasil imbang 2-2 antara Iran dan Selandia Baru: “Kalian menunjukkan kepada seluruh dunia malam ini bahwa kalian berada di Piala Dunia. Kalian menyatukan seluruh stadion di belakang tim. Kalian mengirimkan pesan yang sangat kuat kepada dunia,” ucapnya.

Sementara Daily Mail menyebut, Infantino mengatakan kepada skuad bahwa dia akan melakukan apa yang dia bisa untuk memastikan lebih banyak pejabat Iran, yang tidak menerima visa, dapat melakukan perjalanan ke AS untuk dua pertandingan grup terakhir mereka.

Rekan setim Mohammad Mohebi mengatakan perlakuan yang mereka terima tidak ‘adil’ dan Ghalenoei menggemakan perasaan para pemainnya, dengan menyatakan: ‘Mereka mengatakan kami harus segera pergi.

‘Sangat penting bagi kami untuk memiliki waktu untuk pemulihan, namun kami diminta untuk kembali ke Tijuana dan kami benar-benar terganggu oleh hal itu… kami tidak tahu mengapa mereka mengembalikan kami. Saya pikir itu sangat aneh.’

Tim Paling ‘Tertindas’ di Piala Dunia

Pelatih kepala melanjutkan: ‘Sepertinya orang lain yang merencanakan untuk kami, keputusan dibuat di tempat lain, kami seharusnya (tiba) dua malam sebelum pertandingan dan kami tidak diizinkan.

‘Kami seharusnya menginap malam ini dan kembali besok siang tetapi saya tidak tahu mengapa dan mereka belum memberi tahu (kami)… tim kami adalah tim yang paling tertindas di seluruh Piala Dunia.’

Sejak perang pecah pada bulan Februari, ketidakpastian telah menyelimuti partisipasi Iran di Piala Dunia. Donald Trump memperingatkan mereka untuk tidak datang – demi ‘nyawa dan keselamatan mereka sendiri’, sementara Iran memindahkan markasnya dari Arizona ke Meksiko. Hampir selusin anggota delegasinya kemudian ditolak visanya. Iran tiba di Los Angeles pada sore hari sebelum pertandingan Senin dan Taremi menyatakan timnya mengalami penundaan di perbatasan AS.

‘Seharusnya kami datang ke sini dua hari sebelum pertandingan,’ tegas Mohebi. ‘Kemarin kami datang, memulai perjalanan di pagi hari dan tiba di sore hari.

‘Kemudian kami pergi latihan dan kami kelelahan. Saya pikir kami seharusnya datang ke sini dua hari sebelum pertandingan. Hal seperti ini tidak adil. Kami perlu mendapatkan persaingan yang adil.’

Taremi kemudian ditanya apakah dia memiliki pesan untuk Presiden Trump. ‘Saya di sini untuk bermain sepak bola, teman,’ katanya. ‘Kami lelah membicarakan [masalah-masalah ini].

‘Dan jika mereka membantu kami, kami sangat menghargai itu… jika tidak ada yang membantu kami, tidak masalah. Kami hanya tetap bersama, saling mendukung dan kami berusaha sebaik mungkin untuk memenangkan kedua pertandingan berikutnya.’ Iran dijadwalkan kembali ke AS untuk menghadapi Belgia di LA pada hari Minggu sebelum mereka melawan Mesir di Seattle. (di/Sumber: Daily Mail, X)

Ayo Nonton Piala Dunia Gratis! Cek TVRI 104 Pertandingan Disiarkan Tanpa Biaya Tambahan!

JAYAKARTA NEWS— Bukan hanya perang di Timur Tengah, tapi kini perhatian sebagian masyarakat pun tertuju pada Piala Dunia yang resmi digelar Kamis 11 Juni 2026. Event sepak bola akbar ini, untuk pertama kalinya digelar ditiga negara, Meksiko, Amerika Serikat dan Kanada. Untuk pertama kali pula menampilkan 48 tim.

Nah bagi masyarakat yang ingin menyaksikan berbagai pertandingan sepak bola Piala Dunia, jangan khawatir, semuanya bisa disaksikan melalui TVRI. Lebih menyenangkan lagi, untuk Piala Dunia kali ini, pemerintah memutuskan untuk menyajikan semua pertandingan tanpa kecuali di TVRI dan gratis!

Jadi siaran yang bisa ditonton bukan hanya partai-partai tertentu, atau negara-negara tertentu, tapi semua. Setidaknya itu yang disampaikan Tsamara Amany Alatas, Staf Khusus Menteri Pemuda dan Olahraga Bidang Kebijakan Publik dan Komunikasi.

Staf Khusus Menteri Pemuda dan Olahraga Bidang Kebijakan Publik dan Komunikasi, Tsamara Amany Alatas/Foto: Humas Kemenpora

Dalam keterangannya ia mengatakan, keputusan pemerintah menghadirkan seluruh pertandingan Piala Dunia 2026 secara gratis melalui TVRI memiliki makna yang lebih luas dibanding sekadar menyediakan tayangan olahraga.

“Atas arahan Presiden Prabowo Subianto, seluruh 104 pertandingan Piala Dunia 2026 dapat disaksikan secara gratis oleh masyarakat Indonesia melalui TVRI,” ujarnya.

Kebijakan tersebut, lanjut Tsamara, bertujuan memastikan seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati ajang olahraga terbesar dunia tanpa terkendala biaya tambahan.

Piala Dunia dan Manfaat Ekonomi

Pemerintah juga ingin memastikan manfaat ekonomi dan semangat kebersamaan yang lahir dari penyelenggaraan Piala Dunia dapat dirasakan secara merata, termasuk oleh masyarakat di daerah dan pelaku usaha kecil.

“Pemerintah ingin memastikan manfaat ekonomi dan semangat kebersamaan benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia, termasuk masyarakat pelosok dan para pelaku usaha,” katanya.

Selain melalui siaran televisi, masyarakat yang ingin menyaksikan pertandingan melalui perangkat seluler juga disediakan alternatif layanan digital dengan biaya yang terjangkau.

Menurut Tsamara, akses yang luas terhadap siaran Piala Dunia merupakan bentuk pemerataan manfaat dari sebuah perhelatan olahraga global yang memiliki daya tarik besar bagi masyarakat Indonesia.

“Artinya masyarakat bisa menikmati Piala Dunia tanpa harus terbebani biaya langganan tambahan,” ujarnya.

Lebih jauh, Tsamara menilai Piala Dunia tidak hanya menghadirkan hiburan dan tontonan berkualitas, tetapi juga membuka ruang interaksi sosial yang memperkuat kohesi masyarakat.

Ia menyebut kegiatan nonton bersama yang tumbuh di berbagai daerah dapat menjadi ruang aktualisasi anak muda sekaligus memperkuat semangat persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat.

“Semangat besarnya bukan hanya menghadirkan tontonan dunia, tetapi juga menggerakkan ekonomi rakyat, membuka ruang aktualisasi anak muda, dan memperkuat kebersamaan bangsa,” tegasnya.

Foto: fifa.com

Kebijakan penyiaran gratis Piala Dunia 2026 tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia, mendorong ekonomi kerakyatan berbasis UMKM, memperluas akses informasi dan hiburan yang inklusif, serta memperkuat persatuan dan kohesi sosial masyarakat Indonesia.

Hidupkan UMKM dan Ruang Kebersamaan Rakyat

Tsamara menambahkan, antusiasme masyarakat terhadap Piala Dunia selama ini tidak hanya menghadirkan kemeriahan olahraga, tetapi juga mampu menggerakkan aktivitas ekonomi rakyat hingga ke tingkat akar rumput.

“Bayangkan, satu momen Piala Dunia bisa menghidupkan ribuan warung kopi, UMKM, pedagang kecil, sampai ruang-ruang kebersamaan anak muda di seluruh Indonesia,” ujar Tsamara dalam keterangannya, Kamis (10/6/2026).

Menurutnya, setiap penyelenggaraan Piala Dunia selalu menciptakan efek ekonomi yang nyata di tengah masyarakat. Kegiatan nonton bareng yang digelar di berbagai daerah menjadi salah satu penggerak aktivitas ekonomi lokal.

Ketika masyarakat berkumpul untuk menyaksikan pertandingan bersama, kata Tsamara, usaha mikro dan pedagang kecil turut merasakan manfaat melalui meningkatnya jumlah pelanggan dan transaksi ekonomi.

“Warung kopi menjadi ramai, pedagang makanan bertambah pembeli, UMKM lokal ikut bergerak, sampai layar nobar sederhana di kampung-kampung bisa menciptakan aktivitas ekonomi baru bagi masyarakat,” katanya. (*/di)

Meksiko Kalahkan Afsel 2-0 Dalam Pertandingan Pembukaan Piala Dunia, Julian Quinones Bintangnya!

JAYAKARTA NEWS— Meksiko mengalahkan Afrika Selatan 2-0 dalam pertandingan pembukaan Piala Dunia FIFA 2026, dengan Julian Quinones dan Raul Jimenez mencetak gol di Mexico City Stadium.

Tim asuhan Javier Aguirre hanya membutuhkan waktu kurang dari lima menit untuk menciptakan peluang pertama dalam suasana meriah di Mexico City Stadium. Israel Reyes mengirim umpan silang dari sisi kanan, dan Raul Jimenez menyambut bola pantul dengan tendangan bertenaga yang memaksa Ronwen Williams melakukan penyelamatan gemilang dengan menepis bola ke luar lapangan, dilansir fifa.com.

Namun, kebuntuan hanya bertahan beberapa menit. Erik Lira berhasil merebut bola adidas Trionda dari Sphephelo Sithole, sebelum Quinones melepaskan tembakan dari dalam kotak penalti yang melewati sela kaki Williams.

Timnas Piala Dunia Meksiko merayakan kemenangan 2-0 atas Afsel/Foto: Instagram fifaworldcup

Bafana Bafana patut bersyukur hanya tertinggal satu gol saat turun minum. Sang kapten melakukan penyelamatan luar biasa atas sundulan Jimenez, sementara tiang gawang menggagalkan upaya Quinones untuk menambah keunggulan.

Tugas Afrika Selatan menjadi jauh lebih berat pada awal babak kedua. Jimenez yang melaju bebas menuju gawang dijatuhkan oleh Sithole tepat di tepi kotak penalti. Wasit pun mengeluarkan kartu merah untuk pemain tersebut.

Para pendukung Meksiko, termasuk megabintang tinju Canelo Alvarez, bersorak ketika pemain berusia 17 tahun Gilberto Mora masuk ke lapangan. Dalam waktu kurang dari satu menit, mereka kembali merayakan gol kedua.

Sumber: fifa.com

Quinones melakukan kombinasi umpan satu-dua yang apik dengan Jimenez sebelum mengirim bola kepada Roberto Alvarado. Umpan silang berbahaya Alvarado kemudian disundul masuk di tiang jauh oleh nomor 9 Meksiko.

Pertandingan ditutup dengan dua kartu merah. Pemain pengganti Afrika Selatan, Themba Zwane, dan bek tengah Meksiko, Cesar Montes, sama-sama diusir keluar lapangan. Kartu merah Montes tidak mengurangi kegembiraan para pendukung tuan rumah. El Tri sukses memulai kampanye mereka dengan kemenangan. (di/Sumber: fifa.com)

Piala Dunia 2026 Resmi Dibuka di Meksiko! Shakira Meriahkan Seremoni di Tengah Gelombang Demonstrasi

JAYAKARTA NEWS— Gemerlap pesta sepak bola terbesar di dunia akhirnya dimulai. Piala Dunia FIFA 2026 resmi dibuka di Stadion Azteca, Mexico City, Kamis (11/6), dengan sebuah seremoni spektakuler yang memadukan musik, budaya, dan semangat persatuan dari berbagai penjuru dunia.

Turnamen bersejarah yang untuk pertama kalinya digelar bersama oleh tiga negara — Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada — diawali dengan pertandingan pembuka antara tuan rumah Meksiko melawan Afrika Selatan.

Sorotan utama pembukaan tertuju pada penampilan megabintang musik dunia, Shakira, yang kembali hadir dalam panggung Piala Dunia setelah menjadi ikon turnamen pada edisi-edisi sebelumnya. Penyanyi asal Kolombia tersebut tampil bersama Burna Boy membawakan lagu resmi Piala Dunia 2026 berjudul “Dai Dai”, yang langsung disambut meriah puluhan ribu penonton yang memadati stadion.

Tak hanya Shakira, panggung pembukaan juga diramaikan sederet artis internasional dan bintang Amerika Latin seperti J Balvin, Belinda, Alejandro Fernández, Danny Ocean, Tyla, Lila Downs, grup legendaris Maná, hingga Los Ángeles Azules. Kolaborasi lintas budaya tersebut menghadirkan nuansa khas Amerika Utara dan Amerika Latin yang menjadi tema utama perayaan pembukaan Piala Dunia tahun ini.

Demonstrasi

Namun di balik kemegahan pesta olahraga tersebut, Meksiko juga tengah menghadapi situasi sosial yang cukup menantang. Sejumlah aksi demonstrasi dan unjuk rasa masih berlangsung di beberapa wilayah ibu kota.

Berbagai kelompok masyarakat memanfaatkan sorotan dunia terhadap Piala Dunia untuk menyuarakan tuntutan terkait isu sosial, ekonomi, dan keamanan. Meski demikian, pemerintah Meksiko meningkatkan pengamanan di sekitar stadion dan kawasan fan zone guna memastikan jalannya turnamen tetap aman dan kondusif.

Kontras antara kemeriahan sepak bola dan suara demonstrasi menciptakan gambaran unik tentang Meksiko saat ini. Di satu sisi, negara tersebut tampil sebagai tuan rumah yang hangat dan penuh semangat dalam menyambut jutaan penggemar sepak bola dunia. Di sisi lain, berbagai persoalan domestik tetap menjadi perhatian yang tidak bisa diabaikan.

Saat peluit pertama pertandingan Meksiko melawan Afrika Selatan dibunyikan, perhatian dunia pun beralih ke lapangan hijau. Namun momen pembukaan ini akan dikenang bukan hanya karena pesta musik dan sepak bola yang megah, melainkan juga karena menjadi panggung yang memperlihatkan dua wajah Meksiko: kegembiraan sebagai pusat perhatian dunia dan dinamika sosial yang terus berkembang di tengah masyarakatnya. Dengan 48 negara peserta dan lebih dari seratus pertandingan yang akan berlangsung selama lebih dari satu bulan ke depan, Piala Dunia 2026 resmi dimulai dengan sebuah malam yang penuh warna, emosi, dan makna.

(di/Sumber: FIFA.com,Reuters, The Times (UK), People Magazine,CBS News, AP)

Curhat Wasit Piala Dunia Asal Somalia yang Ditolak Masuk AS, Ini Katanya!

JAYAKARTA NEWS— Wasit Piala Dunia asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan yang ditolak kehadirannya oleh AS akhirnya buka suara. Ia mengungkapkan kekecewaannya sekaligus heran lantaran dia sebenarnya telah memegang Visa untuk berada di AS. Namun tetap saja tidak diperbolehkan masuk AS.

Lebih menyedihkan, karena ia dipulangkan otoritas imigrasi setempat padahal sudah berada di Bandara Miami, AS. Walhasil, kabarnya, FIFA pun telah mencoret Artan dari daftar Wasit yang akan memimpin pertandingan-pertandingan di Piala Dunia, sebuah turnamen akbar dan bergensi untuk para wasit yang berkesempatan terlibat di dalamnya.

Dikutip dari Daily Mail, Omar Abdulkadir Artan, yang merupan wasit terbaik di Afrika, dikirim kembali ke Turki, tempat dia transit setelah melakukan perjalanan dari Kenya. Ini semua menghancurkan mimpinya untuk bermain di Piala Dunia.

Dalam wawancara pertamanya sejak kejadian itu, Artan mengatakan kepada The New York Times melalui telepon dari Istanbul, kota tempat ia diterbangkan setelah ditolak masuk: ‘Saya sangat, sangat kecewa.’ Saya hanyalah seorang wasit yang mencoba mewujudkan mimpinya, mimpi terbesar dalam hidup saya, untuk datang ke Piala Dunia.’

‘Saya memiliki dokumen yang lengkap dan semuanya. Saya memiliki visa yang tepat,’ tambahnya, sambil mengklaim bahwa ia juga menunjukkan dokumentasi dari FIFA dan foto-foto kariernya selama lebih dari satu dekade sebagai wasit profesional kepada petugas perbatasan.

Mereka juga memeriksa materi daring tentang kariernya, kata Artan – yang dinobatkan sebagai wasit terbaik tahun 2025 oleh Konfederasi Sepak Bola Afrika.

Petugas tersebut mengklaim wawancara imigrasinya berakhir setelah 11 jam, sebelum ia dibawa ke sel tahanan terpisah. Ia ditahan di sana selama beberapa jam lagi sebelum dipulangkan kembali ke Istanbul, meskipun petugas tidak memberikan alasan mengapa ia ditolak masuk ke AS.

‘Saya pikir mereka memiliki masalah dengan negara saya,’ tambah Artan.

Badan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP) menyatakan dalam sebuah pernyataan: ‘Pelancong tersebut menjalani pemeriksaan tambahan, bagian rutin dari proses pemeriksaan CBP ketika petugas perlu memverifikasi informasi atau menentukan kelayakan masuk.

‘Setelah pemeriksaan, pelancong tersebut, seorang wasit untuk Piala Dunia FIFA, dinyatakan tidak layak masuk karena masalah verifikasi dan ditolak masuk.’

Artan menjelaskan bahwa ia akan kembali ke ibu kota Somalia, Mogadishu, pada hari Rabu. Ia telah mempersiapkan diri untuk Piala Dunia selama empat tahun terakhir, yang mengharuskannya mengikuti kursus dengan FIFA di Qatar dan Uni Emirat Arab.

Sikap FIFA

FIFA awalnya mengkonfirmasi pekan lalu bahwa situasi visa Artan telah ‘sepenuhnya terselesaikan dan ia sekarang akan tersedia untuk menjadi wasit di Piala Dunia FIFA’.

Namun pada Senin malam, badan pengatur tersebut mengeluarkan pernyataan yang berbunyi: ‘FIFA dapat mengkonfirmasi bahwa wasit Omar Abdulkadir Artan tidak akan dapat berlatih dan menjadi wasit di Piala Dunia FIFA 2026 setelah ia ditolak masuk ke Amerika Serikat.’

‘FIFA tidak terlibat dalam proses imigrasi negara tuan rumah, termasuk penentuan visa, dan telah diberitahu oleh pihak berwenang bahwa status Bapak Artan tidak akan diubah saat ini.

‘Sesuai dengan acara FIFA sebelumnya, pemerintah tuan rumah pada akhirnya menentukan siapa yang menerima visa dan siapa yang diizinkan masuk ke negara mereka.’

Somalia termasuk dalam daftar larangan perjalanan Presiden Trump dan bulan lalu ia mengatakan ‘mereka semua penipu’ terhadap imigran Somalia di Amerika. Pada bulan Januari ia menyebut negara itu ‘negara terburuk di dunia’.

Amerika juga menolak untuk mengeluarkan visa kepada beberapa anggota staf Iran untuk Piala Dunia. Para pemain Iran dapat mendarat di Meksiko pada akhir pekan sambil menghormati 168 anak sekolah yang tewas dalam serangan rudal Februari lalu. (di/Sumber: Daily Mail)

Tragis! Wasit Somalia yang akan Pimpin Pertandingan Piala Dunia Ditolak AS, Tiba di Miami Langsung Dipulangkan!

JAYAKARTA NEWS— Seorang wasit Somalia yang diakui sebagai yang terbaik di Afrika dilaporkan ditolak masuk ke Amerika Serikat dan dipulangkan ke Istanbul, Turki setelah tiba di Bandara Internasional Miami untuk Piala Dunia 2026, dikutip dari Daily Mail.

Omar Abdulkadir Artan, 34, perjalanannya difasilitasi oleh Kedutaan Besar Somalia di Nairobi, Kenya, yang mengatakan mereka telah memberinya paspor diplomatik untuk membantu masalah terkait visa.

Dikutip dari Daily Mail, Artan melakukan perjalanan dari Kenya dan transit melalui Turki ke Miami, sebelum dipulangkan. Tidak ada alasan yang diberikan. FIFA pekan lalu telah mengkonfirmasi bahwa situasi visa Artan telah ‘sepenuhnya diselesaikan dan ia sekarang akan tersedia untuk memimpin pertandingan di Piala Dunia FIFA’.

Sebagai informasi, Somalia termasuk dalam daftar larangan perjalanan Presiden Trump dan bulan lalu ia mengatakan ‘mereka semua penipu’ terhadap imigran Somalia di Amerika. Pada bulan Januari, ia menyebut negara itu sebagai ‘negara terburuk di dunia’.

Omar Abdulkadir Artan memimpin pertandingan/Foto: Instagram omar_artan

Artan dinobatkan sebagai Wasit Terbaik Afrika untuk tahun 2025 pada Penghargaan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) pada bulan November.

Amerika Serikat menolak mengeluarkan visa kepada beberapa anggota staf Iran untuk Piala Dunia. Para pemain Iran dapat mendarat di Meksiko pada akhir pekan sambil menghormati 168 anak sekolah yang tewas dalam serangan rudal bulan Februari.

Seluruh skuad difoto saat turun dari pesawat mereka dengan pin di pakaian mereka yang bertuliskan angka 168, mempertaruhkan kemarahan Trump dan Amerika Serikat. (di/Sumber: Daily Mail)

Pasar Taruhan Mulai Ramai! Ini Prediksi Tim-Tim Berpotensi Berkibar di Piala Dunia

JAYAKARTA NEWS— Piala Dunia 2026 tinggal menghitung hari. Persisnya, event akbar ini akan dibuka Kamis (11/6/2026) di Stadion Azteca, Mexico City, Meksiko. Acara ini sekaligus menandai laga pembuka turnamen yang mempertemukan tuan rumah Meksiko melawan Afrika Selatan.

Banyak hal istimewa untuk pagelaran Piala Dunia kali ini. Di antaranya akan ada 48 tim turun berlaga. Hal menarik lainnya, turnamen akbar ini akan dimainkan di tiga negara.

Berikut ulasan Michael Leboff dari New York Post:

Jumlah tim yang diperluas membawa format baru, dengan 48 negara dibagi menjadi 12 grup yang masing-masing terdiri dari empat tim. Dua tim teratas dari setiap kuartet dan delapan tim peringkat ketiga terbaik akan maju ke Babak 32. Dari sana, akan ada sistem gugur hingga juara dinobatkan.

Spanyol (+450), Prancis (+500), dan Inggris (+600) memimpin di bet365 Sportsbook, dengan Brasil (+800), Argentina (+800), Portugal (+900), dan Jerman (14/1) melengkapi enam tim teratas.

Sangat mungkin Piala Dunia dimenangkan oleh salah satu tim tersebut, karena kita hanya melihat dua turnamen (Italia pada tahun 1982 dan 2006) dimenangkan oleh tim dengan peluang dua digit, dan tim Azzurri tersebut bukanlah tim underdog dengan peluang 18/1 dan 11/1, masing-masing.

Meskipun demikian, kita hampir selalu melihat setidaknya satu tim underdog melaju jauh di turnamen, dan kita akan mengingat hal itu saat memilih taruhan favorit kita di berbagai pasar untuk Piala Dunia 2026.

Taruhan terbaik untuk memenangkan Piala Dunia

Tim Piala Dunia Brasil /Foto: Instagram Instagram neymarjr

Favorit: Brasil (+900, Caesars)

Sulit untuk mengingat Brasil memasuki Piala Dunia dengan ekspektasi serendah ini. Seleção masih termasuk di antara favorit, tetapi mereka diproyeksikan berada di belakang Spanyol, Prancis, dan Inggris di setiap situs taruhan olahraga, dan pada dasarnya setara dengan Argentina dan Portugal di sebagian besar bandar judi.

Bagi negara yang terbiasa menjadi tim underdog di panggung terbesar, ini adalah perasaan yang asing. Namun, ini juga merupakan berkah.

Ada beberapa alasan untuk skeptisisme tersebut.

Pertama dan terpenting, sudah 24 tahun sejak Brasil memenangkan Piala Dunia, dan mereka tersingkir di perempat final dalam dua edisi terakhir. Penampilan terakhir mereka di semifinal terjadi pada tahun 2014 ketika mereka kalah 7-1 dari Jerman.

Alasan lainnya adalah bahwa skuad mereka, meskipun berbakat, tidak memiliki kekuatan bintang yang sama seperti yang biasa kita lihat dari juara lima kali tersebut. Sekali lagi, ini terasa seperti hal yang baik.

Meskipun Brasil tidak memiliki bintang penyerang yang luar biasa seperti Pelé, Ronaldo, atau Ronaldinho (Neymar ada dalam skuad tetapi diperkirakan akan memainkan peran yang lebih kecil), mereka diproyeksikan menjadi unit pertahanan elit, dan mereka memiliki serangan yang seimbang.

Vinicius Junior, Raphinha, Endrick, dan Igor Thiago semuanya menawarkan sesuatu yang berbeda di lini depan, sementara Gabriel, mungkin bek tengah terbaik di dunia, akan memimpin lini belakang. Brasil juga memiliki dua kiper kelas dunia.

Manajer Timnas Brasil Carlo Ancelotti/Foto: Instagram Carlo Ancelotti

Namun anggota terpenting Canarinho adalah manajernya, Carlo Ancelotti. Meskipun ia tidak dianggap sebagai ahli taktik ulung, Ancelotti adalah salah satu pelatih paling sukses dalam sejarah olahraga ini karena kemampuannya untuk menyesuaikan rencana permainannya dan membuat timnya menerima filosofinya. “Don Carlo” juga telah membuktikan dirinya sebagai ahli sepak bola bertahan dan maju, karena ia telah memenangkan Liga Champions sebanyak lima kali, sebuah rekor.

Ia adalah tipe manajer yang tepat yang dibutuhkan Brasil saat ini.

Tim yang berpotensi mengejutkan: Belgia (40/1, DraftKings)

Belgia adalah tim yang berpotensi mengejutkan setelah euforia mereda.

Sudah delapan tahun sejak “Generasi Emas” negara itu mencapai semifinal di Rusia 2018, tetapi skuad berpengalaman ini masih memiliki banyak kemampuan.

Tim ini masih bergantung pada pemain andalan berusia 34 tahun, Kevin De Bruyne, di lini tengah, tetapi mantan superstar Man City ini memiliki banyak pemain berbahaya di sekitarnya, terutama Jeremy Doku.

Foto: Instagram Jeremy Doku

Dikenal sebagai pengdribel satu lawan satu terbaik di dunia, Doku merupakan ancaman untuk menembus lini pertahanan lawan kapan pun ia menguasai bola, dan ia juga menuntut banyak perhatian dari pertahanan lawan, yang membuka ruang bagi De Bruyne, Leandro Trossard, dan Youri Tielemans untuk beroperasi.

Romelu Lukaku sudah jauh melewati masa kejayaannya sebagai striker reguler di liga top, tetapi ia dapat memberikan dampak dalam format turnamen yang singkat, dan ia akan mendapat dukungan dari pemain muda Matias Fernandez-Pardo, yang muncul di kancah sepak bola bersama Lille musim ini.

Pertahanan Belgia akan menjadi titik lemahnya, tetapi Setan Merah memiliki salah satu kiper terbaik dunia, Thibault Courtois.

Selain itu, jika semuanya berjalan sesuai rencana, tim Rudi Garcia seharusnya mampu mencetak banyak gol, yang seharusnya mengurangi tekanan pada lini belakang, setidaknya di awal turnamen.

Penting juga untuk dicatat bahwa Belgia tergabung dalam grup yang mudah bersama Mesir, Selandia Baru, dan Iran, dan mereka tidak akan menghadapi tim kuat hingga perempat final jika mereka memimpin grup, seperti yang diharapkan.

Belgia tidak diunggulkan tahun ini karena mereka telah mengecewakan para pendukung di dua Kejuaraan Eropa sebelumnya dan di Qatar. Jangan biarkan hal itu menipu Anda. Ini adalah kesempatan bagus untuk membeli dengan harga rendah.

Peluang kecil: Swiss (70/1, FanDuel)

Beberapa tim dibangun untuk sulit dihentikan. Yang lain dibangun untuk sulit dikalahkan. Seringkali, yang terakhir inilah yang membuahkan hasil di turnamen internasional. Setidaknya itulah harapan Swiss.

Tim berpengalaman yang dipimpin oleh salah satu manajer dengan masa jabatan terpanjang dalam olahraga ini, Murat Yakin, setiap pemain Rossocrociati tahu peran mereka dan memahami misinya.

Kekompakan dan kekompakan skuad ini menutupi kurangnya kekuatan bintang, tetapi hal itu seharusnya tidak menghalangi Anda untuk percaya. Dan yang perlu Anda lakukan hanyalah melihat hasilnya.

Sebagai tim yang rutin tampil di Piala Dunia, Swiss telah mencapai babak gugur di setiap tiga turnamen terakhir, dan telah mencapai perempat final di dua Euro terakhir. Akan mengejutkan jika Rossocrociati tersandung di tahun 2026, karena mereka adalah favorit untuk memenangkan Grup B di atas Kanada, Qatar, dan Bosnia.

Potensi Swiss terlihat jelas di Euro 2024 ketika mereka tak terkalahkan dalam waktu normal, dan hampir menyingkirkan Inggris di perempat final.

Tidak termasuk pertandingan persahabatan, Swiss hanya kalah satu pertandingan dalam 90 menit dalam empat tahun terakhir, dan kekalahan itu terjadi dalam pertandingan yang sudah tidak menentukan setelah Swiss lolos ke Piala Dunia 2026.

Swiss memiliki beberapa pemain berbakat (Granit Xhaka, Johan Manzambi, Remo Freuler), tetapi ini adalah contoh klasik dari tim underdog yang “keseluruhan lebih besar daripada jumlah bagian-bagiannya”.

Prediksi Pemain

Sepatu Emas: Igor Thiago, Brasil (50/1, DraftKings)

Sudah lama sejak Brasil memiliki penyerang andalan yang memimpin lini depan sebagai striker, tetapi Igor Thiago memberi mereka pilihan itu.

Seorang pemain tangguh di kotak penalti dan pencetak gol ulung, Thiago tampil gemilang dengan mencetak 22 gol untuk Brentwood pada musim 2025-26, dan bisa menjadi nama yang dikenal luas pada saat turnamen ini berakhir.

Ada banyak pilihan penyerang di kubu Brasil, tetapi tidak ada satu pun yang sekuat Thiago dalam menguasai kotak penalti, dan itu seharusnya memberi Thiago banyak waktu bermain di bawah asuhan Ancelotti, yang selalu senang menyesuaikan taktiknya untuk memberi timnya peluang terbaik untuk menang.

Foto: Instagram Igor Thiago

Selain itu, Brasil juga berpotensi mencetak banyak gol di babak penyisihan grup melawan tim-tim seperti Haiti dan Skotlandia.

Bola Emas: Kevin De Bruyne (66/1, bet365)

Bola Emas seringkali menjadi penghargaan yang sarat dengan sentimen, dan itu membuat De Bruyne menjadi ancaman nyata untuk memenangkannya jika Belgia terus melaju.

Sebagai salah satu dari banyak talenta generasi yang bermain di Piala Dunia terakhirnya musim panas ini, De Bruyne masih menjadi kunci di lini tengah Belgia yang berkinerja tinggi, dan kemungkinan besar akan banyak terlibat jika Setan Merah lolos ke babak akhir kompetisi.

Jika itu terjadi, akan sulit bagi media untuk mengabaikan De Bruyne dalam penghargaan ini, karena dia telah menjadi salah satu bintang bersinar di olahraga ini untuk waktu yang lama dan pantas mendapatkan perpisahan yang meriah. (di/Sumber: New York Post)