Inilah Dosa-dosa PP Inkai

JAYAKARTA NEWS – Jika ingkar janji adalah dosa, maka inilah deretan dosa PP Inkai 2018 – 2022 yang dibongkar oleh Prof Hermawan Sulistyo, tokoh karate nasional yang juga mantan Sekjen PP Inkai era kepemimpinan Ryamizard Ryacudu (2014 – 2018).

Ingkar pertama, soal pemberian cincin emas kepada Dewan Guru (DG) dan Majelis Sabuk Hitam (MSH) PP Inkai. Padahal, jari manis semua personel DG dan MSH sudah diukur, tapi hingga masa kepengurusan selesai, cincin tak kunjung disematkan. “Mungkin masih menunggu kiriman emas dari Freeport,” sindir Prof Hermawan Sulistyo.

Ingkar kedua, Dewan Guru dan Majelis Sabuk Hitam akan diberangkatkan ke Jepang. Semua anggota DG dan MSH pun diminta membuat paspor. Karena terpikat janji, mereka pun ramai-ramai mengurus paspor.

“Sampai masa kepengurusan berakhir, janji memberangkatkan DG dan MSH ke Jepang ternyata janji palsu. Mungkin rakit yang mau mengangkut ke Jepang nyangkut di Madura,” kata Kikiek sambil senyum getir. (rr)

Tak Bermoral, Ketua Dewan Guru Inkai pun Hendak Dikudeta

JAYAKARTA NEWS – Tragis. Perangai oknum PP Inkai semakin tak bermoral. Ketua Dewan Guru PP Inkai, Sihan Harmen Lukas Tompudung berusaha dikudeta dari posisi Ketua Dewan Guru oleh oknum Dewan Guru yang lain.

Terlebih, menjelang berlangsungnya Musyawarah Keluarga Besar (MKB) PP Inkai (17/2/2023), Sihan Harmen Lukas Tompudung menderita sakit dan harus menjalani rawat inap di salah satu rumah sakit. Demi mendengar berita itu, kandidat Ketua Umum PP Inkai, Mayjen TNI Herianto Syahputra bersama pendukung utamanya, Prof Hermawan Sulistyo bergegas membesuknya ke rumah sakit.

Tidak hanya membesuk, Herianto dan Hermawan Sulistyo memindahkan perawatan Ketua Dewan Guru Inkai tadi ke RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Selain ke RSPAD, kepada Sihan Harmen juga ditawari perawatan di RS Polri Kramatjati. Heri dan Hermawan menawarkan fasilitas kesehatan terbaik bagi kesembuhan sang Ketua Dewan Guru.

Sambil berbaring, Sihan Harmen mengaku terharu masih ada muridnya yang peduli. Sementara, sebelumnya justru ada yang berusaha mengkudetanya sebagai Ketua Dewan Guru. Sihan Harmen mengungkapkan fakta tindakan amoral terhadap dirinya itu, kepada Prof Hermawan Sulistyo yang membesuknya.

“Saya tidak akan membiarkan kesewenang-wenangan itu terjadi di tubuh Inkai,” tegasnya. (rr)

Di saat terbaring sakit, ada oknum Dewan Guru Inkai yang berusaha mengkudeta posisi Dewan Guru PP Inkai, Sihan Harmen Lukas Tompudung. (ist)

Takut Kalah, Panpel MKB PP Inkai Bikin Ulah

JAYAKARTA NEWS – Sehari menjelang berlangsungnya Musyawarah Keluarga Besar (MKB) Pengurus Pusat Institute Karate-Do Indonesia (PP Inkai) (17/2/2023), tangan-tangan kotor mulai bermain. Panitia Pelaksana melakukan manuver menjegal calon terkuat Ketua Umum PP Inkai, Mayor Jenderal TNI Herianto Syahputra.

Caranya, dengan mengeluarkan surat yang menyebutkan bahwa Mayjen Herianto tidak memenuhi syarat sebagai Calon Ketua Umum PP Inkai. Dua alasan yang dicantumkan. Pertama, Mayjen TNI Herianto tidak menyerahkan surat dari Pengadilan Negeri. Kedua, jumlah dukungan tertulis hanya 7 (tujuh) provinsi. Satu dukungan dibatalkan.

Atas ulah Panpel MKB PP Inkai yang tidak fair tadi, para pendukung Mayjen Herianto pun bereaksi keras. Salah satunya datang dari pendukung utama Herianto, yakni Prof Hermawan Sulistyo.

Kikiek, panggilan akrab Prof Hermawan Sulistyo bahkan menuding Panitia Penjaringan dan Penyaringan tidak sah, sebab dibentuk oleh Pengurus Pusat yang sudah habis masa jabatannya. “Produk dari bapak yang illegal adalah anak haram yang tentu saja illegal,” tandas patron Dojo Renzo itu.

Yang lebih aneh, panitia penjaringan dan penyaringan terdiri dari tiga orang sebagai Organizing Committee. Dua di antaranya anggota PP Inkai (Falconi dan Isori), dan satu lagi, Gorga, sudah tidak aktif selama puluhan tahun.

“Ada satu lagi yang lebih gila. Mereka menetapkan syarat dukungan 10 provinsi. Padahal syarat itu tidak ada dalam Anggaran Dasar maupun Anggaran Rumah Tangga PP Inkai. Menpora harus tahu. KONI harus melek. Betapa oknum PP Inkai menghalalkan segala cara untuk melanggengkan kekuasaannya yang korup dan tidak ada prestasi itu,” tegas Kikiek dalam nada tinggi.

Yang terakhir, imbuh tokoh aktivis 98 itu, soal persyaratan surat keterangan tidak sedang tersangkut perkara pidana dari Pengadilan Negeri. “Entah bodoh atau ngawur. Sejak kapan TNI tunduk pada peradilan sipil. Kelihatan sekali mencari-cari alasan yang tidak masuk akal untuk menjegal seorang perwira tinggi TNI-AD aktif yang berniat mengabdikan diri mengembangkan karate di Indonesia,” katanya. (rr)

Danramil Sumberpucung Malang Undang Arema Pucung Utas Ngopi Bareng

MALANG, JAYAKARTA NEWS – Tragedi Kanjuruhan masih menyisakan pilu dan trauma bagi Aremania khususnya para korban dan keluarga korban, usut tuntas masih bergema meski keadilan yang diharapkan masih terkesan abu-abu menurut Aremania.

Danramil Sumberpucung Kabupaten Malang Kapten Cpl Pratikno, Kamis (16/2) mengundang “Arema Pucung Utas” dengan tema “Cangkruk Bareng” di Koramil 0818/06 Sumberpucung, Seperti sama halnya yang dilakukan Koramil lain di Malang.

Dalam pertemuan tersebut Danramil mengungkapkan rasa kecintaannya terhadap Arema serta mengajak Arema yang ada di Sumberpucung untuk tetap bersatu dan tidak mudah dipecah belah oleh pihak manapun. “Arema ya Arema,” tuturnya.

Dialog Danramil Sumberpucung dengan Arema Pucung Utas. (Foto: Nova)

Selain konsolidasi mempersatukan Korwil Arema di Kecamatan Sumberpucung, Danramil juga berharap agar Arema tetap solid. Pratikno juga menampung aspirasi dari “Arema Pucung Utas” yang nantinya akan ditindak lanjuti oleh pihaknya.

Adapun beberapa aspirasi Arema Pucung Utas” yaitu proses tragedi Kanjuruhan tetap berjalan hingga terusut tuntas. “Follow-up korban, dan Aremania yang ditangkap saat kejadian di kantor Arema agar di bebaskan,” tegas Bang Jeck dari Arema Pucung Utas.

Harapan Arema Pucung Utas juga disampaikan oleh Yusfan yang akrab dengan sapaan kachong semoga Arema di seluruh jagad raya selalu bersatu, ugkapnya.

Di akhir kata, Danramil Pratikno juga menyampaikan agar Arema tetap bersatu, rukun serta menjauhi pelanggaran yang nantinya merugikan dan menyusahkan diri sendiri. “Salam Satu Jiwa!” Serunya. (Nova)

Kalahkan LaNyalla, Erick Thohir Jadi Ketum PSSI Periode 2023-2027

JAYAKARTA NEWS— Erick Thohir terpilih menjadi Ketua Umum PSSI periode 2023-2027. Erick yang juga Menteri BUMN ini menggantikan posisi Mochamad Iriawan yang habis masa jabatannya.

Pada pemilihan Ketua Umum PSSI itu, Erick memperoleh 64 suara. Sedangkan AA Lanyalla Mattalitti meraih 22 suara. Sedangkan Arif Putra Wicaksono dan Doni Setiabudi tidak memperoleh satu suara pun.

Sementara itu, Fary Djemy Francis mengundurkan diri dari calon ketua umum, wakil ketua umum dan Exco.

Sementara Erick Thohir melalui akun instagramnya menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.

“Terima kasih atas amanah para voters dan dukungan para pecinta sepak bola. Apresiasi untuk Pak La Nyalla, Pak Arief, dan Pak Doni yang ikut mendukung kemajuan sepak bola tanah air.

Belum ada kemenangan siang ini. Kemenangan adalah ketika tim nasional berprestasi di tingkat dunia, suporter aman menonton tim kesayangan, kualitas wasit & pelatih meningkat, PSSI bisa dikelola secara terbuka dan profesional.

Izinkan saya dengan kerendahan hati membuktikan dengan kinerja untuk sepak bola Indonesia yang bersih dan berprestasi,” ungkap Menteri BUMN itu.

Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Zainudin Amali membuka Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI 2023 di Hotel Shangri La, Jakarta, Kamis (16/2). Dalam sambutannya, Menpora Amali mengapresiasi kinerja Mochamad Iriawan selama menjabat Keua Umum PSSI. Meski dalam kondisi pandemi Covid 19, namun sepak bola Indonesia masih tetap berjalan dengan baik. 

“Pak Iriawan luar biasa, terima kasih. Para wakil, exco, dan lain-lain. Perlu diketahui bahwa peringkat Indonesia saat beliau (Iriawan) memimpin itu 173. Hari ini dia mengakhiri jabatannnya, Timnas Indonesia ada di peringkat 151. Kita harus apresiasi ini,” ucap Amali.

Menpora Amali juga berharap jalannya acara berjalan lancar. “Dengan senantiasa sekaligus saya ucapkan selamat mengikut Kongres Luar Biasa PSSI. Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, saya atas nama pemerintah Indonesia membuka  secara resmi  Kongres Luar Biasa  PSSI tahun 2023-2027,” tegasnya. ***din

Herianto Syahputra, Kandidat Kuat Nakhoda PP INKAI

JAYAKARTA NEWS— Inilah sosok, Herianto Syahputra. Pria kelahiran Lhokseumawe, 22 Januari 1968 yang disebut-sebut menjadi kandidat terkuat Ketua Umum Pengurus Pusat INKAI (Institute Karate-Do Indonesia) pada MKB (Musyawarah Keluarga Besar) INKAI yang bakal digelar di Gadog, Cisarua, Bogor dalam waktu dekat (Februari 2023).

“Dia sosok yang paling pantas menggantikan kepemimpinan sebelumnya yang terbukti gagal mengangkat prestasi dan moral karateka serta organisasi INKAI,” ujar Patron Dojo Renzo, Prof Hermawan Sulistyo di Jakarta, hari ini (16/2/2023).

Bahkan secara terbuka, Prof Kikiek, panggilan akrabnya, menyampaikan sikapnya sebagai pendukung Herianto Syahputra. “Sebelum memutuskan, saya sudah diskusi dan bicara dengan Herianto. Dia memang pantas naik kelas, dari Ketua Pengprov INKAI DKI Jakarta menjadi Ketua Umum PP INKAI,” tambahnya.

Bagi Kikiek dan Herianto, tidak ada kamus kalah. “Selama ini saya sudah cukup sabar menerima praktik curang dan menghalalkan banyak cara untuk menang,” ujarnya.

Tentang Herianto Syahputra

Kikiek lalu menyodorkan sebuah file profil calon Ketua Umum PP INKAI yang didukungnya. Nama Lengkap: Herianto Syahputra, S.I.P., M.Si, Pangkat: Mayor Jenderal TNI, Kelahiran : Lhokseumawe, 22 Januari 1968, Pekerjaan: Tentara Nasional Indonesia, Jabatan: Koorsahli Panglima TNI (Koordinator Staf Ahli Panglima TNI).

Visi yang diusung adalah “INKAI Prestasi Mendunia, Baik Prestasi Olahraga maupun Prestasi Moral”. Visi itu lalu dijabarkan dalam empat misi.

Pertama, Terciptanya Sumber Daya Manusia yang memiliki Integritas Tinggi, Tangguh, Rendah Hati dan Berprestasi. Kedua, Mengembalikan marwah dan dominasi INKAI di percaturan Karate Nasional PB FORKI.

Ketiga, Mengembalikan kesejahteraan Provinsi agar daerah mampu bersaing dan menguasai persaingan Karate di tingkat Provinsi. Keempat, Membangun infrastruktur penunjang yang bertanggung jawab dalam rangka pembinaan karate masa depan.

Bicara infrastruktur, Prof Hermawan Sulistyo lantas menyoal kepengurusan sebelumnya terkait pembangunan Honbu Dojo Inkai yang tanpa pemberitahuan kepada pihak-pihak terkait. Patut diketahui, Honbu Dojo Inkai BUKAN MILIK PP Inkai.

Lahan dan bangunannya adalah milik Kodam Jaya. Penggunaannya berdasarkan pinjam pakai dari Kodam Jaya pada masa Ketua Umum Inkai Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu dan Sekjen Prof Hermawan Sulistyo. Gedung Honbu Dojo bersejarah dan dilindungi sebagai Cagar Budaya berdasarkan Ordonansi 22. Tidak boleh dibangun atau direnovasi tanpa seizin pemerintah. “Soal ini saja bisa panjang urusannya,” tambah Kikiek.

Program Kerja Herianto

Sebagai Ketua Umum PP INKAI mendatang, Herianto punya program jangka pendek dan jangka panjang. Ada enam program jangka pendek, alias 100 hari pertama kepemimpinanya.

Pertama, Membangun komunikasi dengan PB FORKI secara tatap muka. Kedua, Mengembalikan wewenang penerbitan Ijazah KYU ke masing-masing Pengprov. Ketiga, Membuat 1 (satu) Platform yang berbasis dengan Database & Edukasi serta terintegrasi dengan Pembayaran secara Virtual Account sehingga tercipta pengelolaan manajemen yang akuntable.

Keempat, Mengembalikan kewajiban iuran ke PP INKAI secara proporsional yang tidak membebani Provinsi / Cabang / Ranting. Kelima, Menggalang sponsor dan membangun sponsorship secara transparan dan akuntabel. Dalam hal sponsor atau kontribusi dalam jumlah besar harus dilakukan pendampingan audit sejak awal hingga pemeriksaan auditor profesional (akuntan publik). Dalam hal-hal bersifat lebih teknis seperti hadiah yang diberikan kepada atlet oleh negara maupun pihak swasta atau pihak-pihak lain harus ada ketentuan yang bersifat formal dan mengikat.

Keenam, Menghentikan iuran wajib ke Pengprov atas nama pembangunan Honbu Dojo dan Asrama Inkai Pusat.

Sedangkan, program jangka panjang (berkala) tercatat ada 10 (sepuluh). Pertama, Memfasilitasi konsolodasi organisasi dan kepengurusan. Kedua, Pemerataan Prestasi secara Nasional.

Ketiga, Melaksanakan kembali Program Pendidikan Pelatihan Nasional (Diknas INKAI). Keempat, Melaksanakan coaching clinic prestasi ke daerah-daerah yang minim prestasi agar terbentuk prestasi yang Tangguh di semua daerah dengan pembiayaan sepenuhnya tanggung jawab PP INKAI.

Kelima, Mendatangkan pelatih-pelatih asing untuk merefresh pengetahuan dan pemahaman Karate baik Karate sebagai olahraga maupun Karate sebagai tradisi beladiri. Keenam, Secara berkala mengirimkan pelatih potensial dari masingmasing daerah untuk mengikuti seminar, lokakarya maupun pelatihan-pelatihan Karate di luar negeri.

Ketujuh, Bersama Dewan Guru, membangun afiliasi dan kerjasama dengan Badan Karate Dunia beraliran Shotokan untuk tetap menjaga marwah dan roh INKAI sebagai perguruan Karate beraliran Shotokan. Kedelapan, Mendorong dan membantu sebanyak-banyaknya wasit/juri INKAI untuk memiliki lisensi AKF dan WKF.

Kesembilan, Memprogramkan prestasi INKAI yang mendunia dengan melakukan divisi rangking atlet, selanjutnya membina dan mengirimkan atlet terbaik di dalam divisi rangking tersebut mengikuti pertandingan yang jenjangnya lebih tinggi yang boleh diikuti langsung PP INKAI seperti Karate1 Youth League, Karate1 Series A, maupun kejuaraan regional lainnya.

Terakhir, atau yang kesepuluh, Membangun basis usaha untuk menunjang Program Kerja PP INKAI, selain itu menunjang kesejahteraan Dewan Guru, Pelatih, masa depan Atlit melalui Program Pendidikan. Hanya dengan begitu, INKAI bisa mewujudkan tagline “Integritas Tinggi, Tangguh, Rendah Hati, dan Berprestasi”.***rr

PP Inkai Harus Dijebol dan Dibangun Tatanan Baru

JAYAKARTA NEWS— Sejatinya, INKAI (Institute Karate-Do Indonesia) adalah perguruan karate tertua dan terbanyak di Indonesia. Sayang, dalam perjalanannya banyak oknum pengurus yang melenceng. Akibatnya, terjadi degradasi, baik di bidang prestasi maupun moral.

Pernyataan tegas itu disampaikan Prof Hermawan Sulistyo, sosok senior yang sudah puluhan tahun malang-melintang di dunia karate, termasuk di kepengurusan INKAI. “Per Desember 2022, saya mundur dari kepengurusan INKAI. Mundur bukan berarti apatis, tetapi mundur untuk maju menjebol dan membangun tatanan baru di tubuh organisasi INKAI pusat,” ujar Kikiek, di kantornya, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Laiknya “king maker”, ia menemukan sosok “jago” yang dinilai pantas menduduki kursi tertinggi di Pengurus Pusat INKAI. Sosok itulah yang sekarang ia dukung. “Saya akan fight hingga dia terpilih sebagai Ketua Umum PP INKAI dalam MKB mendatang. Setelah itu, saya fokus mengurus dojo saya. Dojo Renzo,” ujar doktor lulusan Arizona State University, Amerika Serikat, itu.

Sosok yang dimaksud Prof Kikiek adalah Mayor Jenderal TNI Herianto Syahputra, S.I.P., M.Si. Sebagai perwira tinggi TNI-AD, ia menjabat Koordinator Staf Ahli Panglima TNI. Sedangkan, di INKAI, Heri adalah Ketua Pengprov Inkai DKI Jakarta 2019-2023.

Prof Kikiek tampil di barisan paling depan sebagai pendukung Mayjen Herianto memuncaki kepengurusan INKAI. “Visinya sangat bagus. ‘INKAI Prestasi Mendunia, Baik Prestasi Olahraga Maupun Prestasi Moral’,” tegas Kikiek.

Problem utama INKAI saat itu memang dua hal itu. Tidak ada prestasi yang mendunia, dan moral yang buruk.

“Sejak MKB tahun 2017, sudah menjalankan praktik kotor untuk meraih dukungan. Dalam perjalanan, juga banyak melanggar norma-norma karate. Ada banyak. Satu saja saya sebut sebagai contoh. Sejak tahun 2015 PP INKAI tidak pernah ada laporan pertanggungjawaban keuangan yang jelas,” tambahnya.

Sampai pada tahap tertentu, Kikiek masih berharap ada perubahan, dan bertahan. Akan tetapi, ketika pengurus pusat INKAI mulai menginjak-injak aturan dan etika, nalar sehatnya berontak. Ditambah, praktik-praktik intimidatif terhadap atlet karateka. “Begitu mereka mulai menginjak anak-anak (karateka), naik darah saya!” tandas Prof Hermawan Sulistyo.***din

Penyempurnaan Inpres No 3 Tahun 2019, Ketum PSSI Apresiasi Menpora

JAYAKARTA NEWS— Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan mengapresiasi langkah Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali yang menginisiasi penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) Penyempurnaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2019, tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional.

Menurutnya, FGD ini didasari karena dalam Inpres No.3/2019 tersebut, justru PSSI yang menjadi leading sector tak disebutkan. Dengan dilibatkannya PSSI, Iwan Bule percaya Inpres Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional akan semakin baik.

“Terima kasih Pak Menpora, sekali lagi bapak terus konsen kepada sepak bola. Inisiatif Pak Menpora ini karena dari Inpres ini ada 15 kementerian/lembaga tapi PSSI-nya tidak ada. Padahal leading sectornya adalah PSSI. Kami dari sepakbola ucapkan terima kasih karena PSSI dilibatkan dalam Inpres Sepakbola ini sehingga akan lebih baik dan lebih maju kedepannya,” tuturnya sebagaimana dikutip dari kemenpora.go.id

Cabang olahraga sepak bola menjadi satu-satunya cabor yang memiliki Inpresnya sendiri. Artinya, konsen dan perhatian pemerintah sangat luar biasa terhadap sepakbola. 

“Terima kasih pula kepada Bapak Presiden Joko Widodo yang dalam sejarah saya hidup, ini belum ada presiden yang mengeluarkan Inpres untuk cabang olahraga. Banyak sekali catatan saya terkait perhatian Pak Menpora untuk sepak bola, terakhir beliau membentuk adanya direktur tehnik di asprov yang menjadi kepanjangan tangan dari direktur tehnik yang ada di PSSI. Itu belum pernah terjadi sebelumnya,” urainya.

“Bapak juga terus menerus melakukan pelatihan-pelatihan bagi para wasit dan semua yang memang selalu diinisiasi oleh Kemenpora. Dari awal saya memang berkomitmen untuk bekerjasama dengan pemerintah. Karena tidak mungkin kita akan maju jika tidak bekerjasama dengan pemerintah,” ucapnya.***/ebn

Bamsoet Buka Setia Waspada Run Paspampres 2023

JAYAKARTA NEWS— Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo bersama Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, didampingi Wakil Komandan Paspampres Brigjen TNI Oni Junianto mengibarkan bendera start sebagai tanda pembukaan event lari marathon Setia Waspada Run 2023 dengan jarak tempuh 5K dan 10K.

“Setia Waspada Run 2023 pertama kali diselenggarakan Paspampres sebagai bagian peringatan Hari Bhakti Paspampres ke-77. Sekaligus menjadi acara olahraga taraf nasional yang dilengkapi hiburan guna membangun kemitraan yang harmonis antara Paspampres dengan masyarakat. Hiburan yang disiapkan antara lain live performance dari Savaz Band dan Krisyanto, Reza Artamevia, DJ Lop, serta Dipha Barus. Melalui event ini, diharapkan bisa mewujudkan keharmonisan antara Paspampres dengan masyarakat umum guna mensukseskan berbagai tugas operasi pengamanan presiden dan wakil presiden serta tamu VVIP yang diamanahkan kepada Paspampres,” ujar Bamsoet usai membuka Setia Waspada Run 2023, di Plaza Barat Daya Monas, Minggu (12/2/23).

Sekitar 3 ribu lebih masyarakat terdaftar mengikuti Setia Waspada Run 2023. Selain mendapatkan hadiah total mencapai Rp 475 juta serta menyaksikan berbagai alutsista yang digunakan Paspampres, mereka juga bisa berlari di Ring 1 Istana Negara, bersama para anggota Paspampres yang merupakan perisai hidup dalam mengamankan presiden, wakil presiden serta para tamu VVIP Negara.

“Untuk rute 10K, para pelari melalui rute start dari Plaza Barat Daya Monas menuju MH Thamrin, Bundaran HI kemudian putar balik di dekat Stasiun Dukuh Atas BNI, menuju Balai Kota DKI Jakarta, hingga kembali ke Plaza Barat Daya Monas. Sedangkan rute Fun Run 5K, start dari Plaza Barat Daya Monas menuju bundaran Bank Indonesia, Medan Merdeka Barat, kemudian putar balik di RRI, hingga finish di Plaza Barat Daya Monas,” jelas Bamsoet.

Menurut Bamsoet, event Setia Waspada Run 2023 juga bisa menjadi trigger untuk semakin memasyarakatkan olahraga lari kepada berbagai kalangan masyarakat. Sehingga bisa menumbuhkan kesadaran masyarakat Indonesia untuk memelihara kesehatan. Sekaligus menjadi trigger bagi event lari taraf nasional lainnya guna pembinaan dan melahirkan atlet lari nasional.

“Melalui Setia Waspada Run 2023, Paspampres sudah turut membantu pemerintah memelihara dan menyiapkan generasi muda yang bugar, sportif, dan kompetitif untuk bersaing dalam event internasional khususnya event olahraga lari,” pungkas Bamsoet.***/din

100 Hari Menuju Gelaran Piala Dunia FIFA U-20 Indonesia 2023

JAYAKARTA NEWS— Dalam rangka menyambut momen penting yakni 100 hari menuju dimulainya Piala Dunia FIFA U-20 Indonesia 2023, PSSI dan pemerintah melakukan event khusus di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta pada Kamis (9/2) sore.

Momen ini dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) sekaligus Ketua INAFOC (satuan kerja yang mengoordinasikan tugas dan hasil dari tuan rumah antara FIFA dan pemerintah), Zainuddin Amali, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, Wakil Sekretaris Jenderal PSSI sekaligus Ketua Panitia Lokal Maaike Ira Puspita beserta jajaran, pelatih Tim U-20 Indonesia Shin Tae-yong, beberapa pemain Tim U-20 Indonesia, para tamu undangan dan rekan media.

“Persiapan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 di Indonesia adalah pekerjaan seluruh rakyat Indonesia. Saya mengimbau kepada semua pihak, tolong dukung semua persiapan Timnas menuju Piala Dunia ini. Kita akan urus bersama-sama, bukan hanya timnasnya saja tapi persiapan tuan rumahnya juga. Ini adalah kepentingan nasional yang harus dikedepankan” ujar Zainuddin Amali sebagaimana dikutip dari laman resmi PSSI.

Sementara Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan menyambut baik momen penting ini. “Hari ini menjadi momen yang penting karena sudah 100 hari kita akan menuju kick off gelaran Piala Dunia FIFA U-20 Indonesia 2023.”

Foto: pssi.org

“Acara hari ini adalah sebuah pengingat bahwa calon bintang sepak bola dunia akan tiba di Indonesia dalam waktu 100 hari kedepan. Ini artinya dari segala persiapan harus dipersiapkan, mulai dari timnas serta kesiapan tuan rumah. Tentu PSSI tidak bisa berjalan sendiri dan selama ini pemerintah melalui Kemenpora dan berbagai kementerian sudah sangat membantu dalam persiapannya. Saya akan selalu mendukung dan berkoordinasi agar semua bisa berjalan dengan baik untuk ke depannya” ujar Iriawan.

Momen 100 hari menuju gelaran Piala Dunia FIFA U-20 pun secara resmi ditandai secara simbolis dengan prosesi tendangan penalti ke gawang, yang secara bergantian dilakukan oleh Menpora, Ketua Umum PSSI, pelatih dan pemain Tim U-20 Indonesia.

Sang maskot Bacuya yang menjadi identitas turnamen bergengsi ini juga terus mendampingi prosesi secara simbolis dalam acara 100 hari menuju Piala Dunia FIFA U20. “FIFA sangat bersemangat untuk menggelar Piala Dunia FIFA U-20 di Indonesia, negara yang dikenal dengan penuh gairah sepak bola”. ujar Jaime Yarza, Direktur Turnamen FIFA.

Sebanyak 14 dari 24 negara sudah dipastikan lolos pada turnamen Piala Dunia FIFA U-20 Indonesia 2023™️ yang rencananya akan digelar pada 20 Mei-11 Juni 2023 mendatang. Negara-negara yang belum dipastikan tampil harus menunggu hasil kualifikasi konfederasi CONMEBOL, CAF dan AFC yang masih bertanding.***/din