SEDIKITNYA tiga lembaga survei tingkat nasional, dalam quick count Pilkada Banten, mengunggulkan pasangan nomor urut satu, Wahidin Halim – Andika, atas pasangan nomor urut dua, Rano Karno – Embay. Bukan hanya itu, berdasar hasil real-count di KPUD Provinsi Banten, hasil ruvei itu tidak berbeda, dengan menempatkan Wahidin – Andika unggul tipis atas Rano – Embay.
Itu satu hal. Hal kedua adalah, adanya komitmen kampanye damai, serta statemen “siap menang dan siap kalah” yang diucapkan kedua pasangan sebelum memulai putaran kampanye dulu.
Apa yang terjadi kemudian, Rano Karno tidak legowo. Bukannya menenangkan massa pendukung dengan statemen yang adem, sebaliknya justru menyerang KPUD dan melemparkan tuduhan adanya kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif. “Menjadi aneh, karena yang incumbent itu pak Rano, bukan calon yang kami dukung,” ujar Ramdan Alamsyah, kuasa hukum Wahidin Halim, di Tangerang, baru-baru ini.
Ramdan menambahkan, tudingan kecuragnan pilgub yang terstruktur, sistematis dan masif, justru seperti menepuk air di dulang. Seperti orang menunjuk dengan telunjuk, sementara empat jari lain mengarah kepada dirinya. “Tuduhan itu bagi kami adalah fitnah yang keji dan menunjukkan bahwa pasangan ini tidak komit terhadap pernyataan yang pernah dibuat bersama yakni siap menang dan siap kalah,” ujar Ramdan.
Menurut Ramdan, opini kecurangan ini dibangun, diduga kuat sebagai upaya pembentukan opini menyesatkan dan menimbulkan keresahan di masyarakat Banten. Hal itu mengajarkan warga Banten tidak dewasa, tak legowo dan tidak berjiwa besar mengakui kemenangan kandidat lain. “Kami mengimbau agar masyarakat Banten tidak terpancing dengan isu tidak baik tersebut,” ucapnya seraya menambahkan, “juga kami minta timses pak Rano dan pak Embay dewasa dan legowo menerima kekalahan. Mari bangun Banten sama-sama, jangan memecah-belah rakyat.” ***
BAGIAN keenam hasil wawancara dengan Ir. Andrari Grahitandaru, Kepala Program Sistem Pemilu Elektronik pada lembaga Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) ini menggambarkan sudah ada perbaikan kinerja baik Pantarlih maupun Dinas Dukcapil setelah dilakukan sinkronisasi. Namun, potensi pelanggaran tetap ada karena belum dilakukannya verifikasi secara elektronik. B
MENUTUP pabrik semen Rembang, adalah sebuah kekeliruan besar. Tidak hanya banyak, tetapi sangat banyak kerugian jika pabrik itu ditutup berdasar hasil kajian objektif. Kajian dilakukan oleh elemen-elemen masyararakat bersama Prof Hermawan Sulistyo, MA, Phd (ahli peneliti utama LIPI).
PILKADA serentak 2017, meski berjalan aman dan lancar, masih menyisakan berbagai persoalan yang harus segera dicarikan solusinya. Salah satunya, adanya penambahan surat suara pada putaran kedua Pilgub DKI. “Untuk penambahan surat suara pada putaran kedua pemilihan gubernur dan wakil gubernur, saya akan berdiskusi dulu dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU),” papar Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.
JAKARTA memang kota serba ada. Termasuk spot kuliner yang lengkap, tinggal selera saja yang menentukan ke mana kaki dilangkahkan. Kini, masyarakat Jakarta memiliki satu referensi baru pusat kuliner. Lokasinya berada di Jalan Bendungan Walahar, Kelurahan Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Ia menambahkan, pihaknya menyewa 10 kapal ojek yang melayani pelajar untuk tiga rute yakni, dari Pulau Panggang, Pulau Payung dan Pulau Kelapa menuju Pulau Pramuka maupun sebaliknya. “Para pelajar yang tinggal di mess diantar Senin Pagi dan dijemput untuk kembali ke rumah pada Jumat sore,” jelasnya.
Jika pembinaan usia dini semuanya berjalan, maka Menpora janji, pemerintah tidak akan memberikan izin untuk naturalisasi pemain sepakbola. “Naturalisasi hanya cukup untuk terobosan instan sedangkan jumlah penduduk Indonesia sangat besar, maka kita semua wajib melahirkan pesepakbola handal dengan penguatan pembinaan usia dini, dari usia muda inilah akan terbentuk jiwa sportivitas, menghargai, respect terhadap siapa pun,” papar Nahrawi.
Menurut pedagang, kebersihan dan kesehatan menjadi syarat utama bagi mereka untuk bisa berdagang di pasar ini, di samping harga yang ditawarkan pun tak ubahnya dengan pasar tradisional lainnya kendati berlabel modern, sehingga membuat Anda betah berlama-lama di sana.
