Jokowi nge-Mall

KALAU Presiden masih bisa jalan-jalan di hari libur, itu artinya “semua baik-baik saja”. Begitu sebagian orang menilai aksi jalan-jalan ke mal Senayan City, Presiden Jokowi bersama anaknya, Kayiyang Ayu, Minggu (19/2) lalu.

Keduanya menyempatkan diri makan siang di salah satu gerai makanan di sana sekitar pukul 12.00 WIB. Kehadiran Jokowi tentu saja menarik perhatian pengunjung. Namun sebelum itu, Presiden bersama Kahiyang terlebih dahulu mengunjungi sebuah toko buku.

Presiden nge-mall tentu saja sepaket. Paket lengkap pengawalan dan rombongan wartawan.

Kepada para jurnalis, Presiden Jokowi menjelaskan bahwa buku-buku yang ia beli untuk anak-anak SD dan SMP yang akan dibagikan langsung ketika melakukan kunjungan kerja ke daerah. “Tadi cari buku untuk anak-anak SD dan SMP,” ujarnya.

Dari sekian buku tersebut, Presiden Joko Widodo sempat menunjukkan buku mengenai Bung Karno dan Bung Hatta. Tampak pula buku-buku mengenai dongeng Rakyat Nusantara. “Saya kira perlu untuk oleh-oleh kalau ke daerah,” Jokowi menambahkan.

Tak lupa, Ia pun menitipkan pesan kepada para jurnalis yang menyertainya untuk mengajak masyarakat menumbuhkan optimisme dalam membangun perekonomian Indonesia. Sebab, menurutnya, kunci dari membaiknya perekonomian Indonesia ialah pada optimisme dan kerja keras. “Saya kira semuanya harus mendorong optimisme, karena dengan optimis itulah saya kira ekonomi kita akan bergerak lebih baik. Kuncinya hanya memberikan dorongan optimisme di semua sektor,” papar Jokowi.

Begitulah gaya Presiden Jokowi memberi gambaran dan optimisme perekonomian nasional melalui aksi jalan-jalan ke mal. ***

Mengincar Parkir Liar

ANDA pemilik kendaraan bermotor? Berhati-hatilah memarkirkan kendaraan Anda jika tak ingin diangkut petugas. Apalagi, razia penertiban parkir liar tengah gencar-gencarnya diincar oleh petugas ketertiban, khususnya di wilayuah Jakarta Pusat.

Ya, seperti di Pasar Tanah Abang, selalu rutin digelar Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Pusat. Akibatnya, puluhan kendaraan roda dua dan roda empat berhasil ditindak Petugas Sudinhub Jakarta Pusat.

Kepala Sudinhub Jakarta Pusat, Harlem Simanjuntak mengatakan, penertiban sudah rutin dilakukan. Namun, masih saja ditemukan masyarakat atau pengendara yang tidak taat aturan. Bentuk tindakan yang dilakukan petugas pun bervariasi, mulai diangkut, dicabut pentilnya serta langsung di BAP pihak kepolisian.

Razia parkir liar ini terus diintensifkan di kawasan Tanah Abang. Apalagi dampak dari parkir liar ini mengundang kemacetan semakin parah. “Kita tidak pandang bulu, sanksi tegas tetap diberlakukan untuk memberikan efek jera,” tegasnya.

Keberaadaan parkir liar seperti di kawasan Tanah Abang menjengkelkan. Saat petugas usai melakukan razia, selang beberapa waktu, juru parkir kembali menggelar tempat parkir liar, dan begitu seterusnya. Bahkan, ketika razia digelar, juru parkir tadi tak terlihat batang hidungnya alias menghilang. ***

Polwan Sahabatku

POLISI atau Polisi Wanita (Polwan) bukan hal yang harus ditakuti, tapi harus menjadi sahabat masyarakat. Untuk itulah Polwan meluncurkan program baru yang dinamakan ‘Polwan Sahabat Sejuta Warga’. Launching program sendiri dilaksanakan di Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, (19/2).

Program ini dilakukan untuk membangun kemitraan dan kepercayaan masyarakat sesuai program Kapolri Jenderal Tito Karnavian yakni Promoter (Profesional, Modern, Terpercaya).

Selain diikuti oleh ratusan Polwan dari Polda Metro Jaya, turut hadir juga Dir Binmas Polda Metro Jaya Kombes Terr Pratiknyo, Ketua Bhayangkari Novita M Iriawan, dan Wakil Bhayangkari Elly Suntana.

“Kegiatan ini melanjutkaan program-program dari Polri di antaranya, membangun kepercayaan ke masyarakat, membangun kemitraan kepada masyarakat dimana program ini dilanjutkan dengan kegiatan-kegiatan Polwan,” ujar Terr Pratiknyo.

Terr memaparkan, ada beberapa program kegiatan yang dilakukan Polwan ke depan, di antaranya kegiatan Polwan sepatu roda, dan program kegiatan sepeda Polwan. “Program juga akan memperkuat fungsi Polwan di bidang Reserse, lalu-lintas, Sabhara dan lainnya,” paparnya. Dengan begitu lanjutnya, Polwan diharapkan mampu memberikan stimulan yang dapat membangun kepercayaan kepada masyarakat.

Sementara Novita M Iriawan menjelaskan, tujuan dari program ini intinya agar Polwan lebih dekat dan lebih dikenal masyarakat dengan cara terjun langsung. “Intinya agar Polwan bisa langsung turun ke warga untuk membantu dan melayani masyarakat,” tandasnya. ***

Iti Tagih Janji

BARU kali ini, bupati kedatangan tamu anggota DPR dan pejabat kementerian, justru memanfaatkannya untuk “curhat”. Adalah Iti Octavia, Bupati Lebak yang cantik itu memprotes pemerintah pusat yang tidak segera memperbaiki jalan negara yang rusak parah di wilayahnya. “Rakyat tidak tahu mana jalan negara, mana jalan provinsi, dan mana jalan kabupaten. Tahunya yang tanggung jawab bupati,” kata Iti, dengan nada tinggi.

Senin (20/2) kemarin, Bupati Iti kedatangan tamu terhormat dari pusat. Mereka adalah anggota Komisi V DPR RI, pejabat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Cukup beralasan Iti menyoal jalan negara yang rusak. Sebab, maksud kunjungan mereka memang antara lain meninjau jalan nasional yang saat ini kondisinya rusak parah.

Bupati Lebak Iti Octavia tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia pun menagih janji pemerintah pusat yang akan memberikan bantuan jembatan pasca terealisasinya pembangunan 10 jembatan yang telah diresmikan Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani. “Janji itu sampai sekarang tak kunjung terealisasi. Kalau jalan rusak dan makin rusak, bisa dibunuh rakyat, saya,” ujar Iti, serius.

Bupati Iti menegaskan, Kabupaten Lebak sangat membutuhkan intervensi pemerintah pusat untuk menyelesaikan persoalan infrastruktur, termasuk memperhatikan jalan nasional yang berada di Lebak. Ia selama ini sudah menjadi “tameng” pemerintah pusat. “Saya yang disalahkan. Padahal, jembatan dan jalan rusak parah dan tidak diperbaiki tersebut adalah jalan negara, bukan jalan kabupaten,” tandas Iti.  ***

Siap-siap “Si Doel” Ngadu

CALON Gubernur petahana Rano “Si Doel” Karno dalam beberapa kesempatan melemparkan pernyataan tidak puas, cenderung memprotes, bahkan menuding ada kecurangan dalam Pilkada di Provinsi Banten. Kekalahan tipis itu membuat ia serasa ketabrak opelet.

Menilik sikap “Si Doel” yang sepertinya belum legowo, maka ada kemungkinan bakal mengadu ke Mahkamah Konstitusi (MK). Kuasa hukum Wahidin-Andika, Yusman Nur, mengatakan hasil penghitungan suara dalam Pilkada Banten memang rawan digugat.

Seperti diketahui, perolehan suara Pilgub Banten 2017 berdasarkan hasil real count KPU, menempatkan pasangan Wahidin Halim-Andika Hazrumy sebagai pemenang. Selisih suara dengan kubu petahana Rano Karno-Embay Mulya Syarif cukup tipis, hanya 1,86 persen setara 87.737 suara.

Menurut Yusman, sejatinya persoalan yang ada di Pilkada Banten tidak bisa diusung ke MK jika merujuk ke Pasal 158 ayat 1 UU nomor 10 tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota. Alasannya, selisih suara sah dua pasangan calon lebih dari 1 persen.

Kendati begitu, pihaknya siap menghadapi kubu petahana bila tetap mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Bukti-bukti pun sudah disiapkan, seperti hasil real count, quick count, dan data-data dari KPU Banten. “Jika mereka legowo, itu lebih baik. Tetapi jika mereka menggugat, kita siap,” tegasnya, Senin (20/2).

Kesiapan itu disebut sebagai kesiapan berlapis. “Jika kuasa hukum mereka mengadu ke MK, tentu punya dasar. Silakan saja menempuh jalur hukum sesuai aturan main. Kami hanya mengimbau, pihak yang kalah bisa ikut mendinginkan suasana, bukan sebaliknya,” kata Yusman, bijak. ***

“Spiderman” di Menara Istiqlal

SEJAK beberapa hari terakhir, masyarakat Jakarta mungkin menyaksikan sejumlah orang bergelantungan dengan tali-tali karmantel lalu menempel bak Spiderman di Menara Masjid Istiqlal. Para “Spiderman” tersebut tidak sedang beraksi seperti dalam film, namun mereka sedang melakukan aksi membersihkan menara Masjid Istiqlal yang memiliki total ketinggian 96,66 meter.

Tinggi tubuh menara yang berlapis marmer mencapai 66.66 meter atau 6.666 cm (jumlah ayat Al-Quran), dengan tinggi kemuncak (pinnacle) menara baja antikarat mencapai 30 meter (30 Juz), dengan diameter menara 5 meter.

Sejak 10 Februari, di menara Istiqlal, sejumlah relawan (volunteer) para “Spiderman” sudah menempel dan merayap di tubuh sisi menara yang akan dibersihkan. Berbaju wearpack, helm, tali karmantel dan calabiner, perlahan tubuh menara tersebut dibersihkan dengan peralatan dan bahan khusus. Aksi bersih-bersih Masjid Istiqlal ini dimulai sejak  10 Februari 2017 menjadi rangkaian kegiatan dalam rangka perayaan Milad Istiqlal yang peresmian penggunaan pertamanya dilakukan tanggal 22 Februari 1978.

Menteri Agama menyalami para voluntir pembersih menara Istiqlal.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bukan hanya meninjau, tapi juga bergabung dengan relawan. “Dan ini yang luar biasa, karena yang bekerja adalah para relawan (volunteer) yang berlatarbelakang pencinta alam, memiliki skill dan berpengalaman untuk menjangkau bagian-bagian masjid yang sulit dijangkau,” ujar Menag.

Yang luar biasa lagi, menurut Menag, para relawan ini, selain dari para pecinta alam, juga berasal dari organisasi profesi. Bahkan sejumlah relawan tersebut berasal dari umat Hindu, Kristiani, Buddha, dan Konghucu. “Sesuatu yang patut kita syukuri, karena aksi bersih-bersih ini juga melibatkan umat beragama lain, dan mereka tanpa kita minta, mereka spontan dan pro aktif ikut menyumbangkan tenaga untuk terlibat dalam kegiatan ini. Sesuatu yang patut kita apresiasi dan kita hargai,” kata Menag.

Ical, koordinator lapangan relawan mengatakan, relawan aksi bersih-bersih merupakan individu-individu yang berasal dari sejumlah organisasi pencinta alam Para relawan yang bekerja membersihkan menara adalah profesional di bidangnya, dan mereka tidak dibayar. Mereka yang bekerja di ketinggian ini rata-rata adalah pencinta alam dan bekerja di bidang ini. Setiap harinya, pada hari kerja ada 80-100 relawan yang bekerja, dan pada hari libur bisa mencapai 150 orang. ***

Rara Hilang

ENTAH sedang apa Rara sekarang. Entah sedang berada di mana Rara saat ini. Gadis 16 tahun itu tidak pulang. Keluarganya pun cemas, dan segera membagi kecemasannya kepada saudara, handai taulan, bahkan teman-teman dari keluarga, baik melalui boradcast BBM, WA Group, dan berbagai media sosial lain.

Terhitung sejak Jumat, 17 Februari 2017 hingga hari ini, Senin, 20 Februari 2017, keluarga pun melaporkan Rara sebagai anak yang hilang. Ia meminta bantuan aparat kepolisian, kerabat, dan warga yang peduli sekalian, untuk membantu, setidaknya menginformasikan jika melihat keberadaan Rara di mana pun berada.

Gadis bernama lengkap Rara Yuliandini ini memiliki ciri-ciri yang cukup mudah dikenali. Rambutnya panjang keriting, bermata sipit, kulit kuning langsat. Pada pipi sebelah kanan terdapat tahi lalat kecil. Tinggi Rara sekitar 155 cm. Saat pergi, ia mengenakan baju terusan warna coklat tua.

Rara tercatat sebagai pelajar kelas 9-B, SMP Negeri 196 Pondok Rangon, Jakarta Timur. Alamat Rara Jalan Damai II, RT 002/006, Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Bagi yang mengetahui, menemukan, keluarga sangat memohon bantuannya untuk sudi kiranya memberitahukan ke orang tuanya di nomor telepon 0838-446-445-37 dan 0838-776-429-98, atau ke kantor polisi terdekat.

Rara, semoga kau baik-baik saja, dan bisa segera berkumpul bersama keluarga. ***

“Sunda Unik” Asalnya dari Meksiko

SIAPA sangka, pelestari jajanan langka, Dede L. Wiratmadinata justru mendapat inspirasi dari Meksiko. “Ketika saya berkesempatan mengunjungi Meksiko, di sana ada even makanan tempo dulu yang mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Saya pikir, kenapa kita tidak melakukan hal yang sama di Indonesia?” ucapnya.

Begitulah, ia pun mewujudkan niatnya itu dalam label “Sunda Unik” pada tahun 2006. “Maklumlah, waktu ide itu muncul, saya masih kuliah. Selesai kuliah masih bekerja ke sana-sini, masih bepergian ke sana-sini,” excuse-nya.

Aneka jajanan tempo dulu koleksi “Sunda Unik”

Sebagai urang Sunda, Kang Dede –begitu ia disapa– memulainya dengan mengangkat jajanan tempo dulu yang populer di tanah Pasundan. Mulai dari gulali kacang, permen kayu, angleng, keremes arum manis, noga suuk, noga kelapa, puyur jipang, jitdong, sagon, tengteng, borondong, wajit kacang, koya, kolontong, dll.

“Persiapannya sungguh tidak mudah. Sebelumnya saya membuka-buka literatur, mengumpulkan informasi ke sana-sini, lalu melakukan penelusuran tempat-tempat jajanan itu diproduksi. Tidak hanya di sekitar Bandung dan Jawa Barat, tetapi sampai ke kota-kota di Jawa Tengah. Hasilnya, tidak semua item bisa didapat. Banyak yang tidak diketahui tempat produksinya,” tutur Kang Dede yang mengoleksi sekitar 150-an item jajanan tempo duu.

Jadi, katanya lagi, dari berbagai upaya yang dilakukan, makanan-makanan yang ada di counter-nya adalah yang termasuk yang bisa ‘diselamatkan’ alias bisa terlacak. “Kelemahan dari para pendahulu kita yang memproduksi makanan pada masa itu, jarang mewariskan ilmunya kepada keturunannya, setidaknya mewariskan resep dan cara membuatnya,” kata Kang Dede.

Nah, untuk menyiasati jajanan-jajanan yang sudah tidak diproduksi lagi, dia bersama keluarganya memproduksi sendiri. Penyiasatan ini juga dilakukan untuk bisa menjamin stok barang agar tetap ada.

“Sekarang banyak pihak penyelenggara even datang menawarkan kepada saya untuk berpartisipasi di acara-acara mereka. Tidak itu saja, pesanan jajanan juga banyak datang. Saya senang sekali, alhamdulilah,” kata Kang Dede yang kini rajin tampil di berbagai mal di Jakarta. ***

Perjalanan Panjang Klinik Apung Tuhuleley

LANGIT masih gelap. Sembilan orang tim Lazismu yang mengawal ekspedisi Klinik Apung Said Tuhuleley sudah berkemas-kemas. Selepas subuh, mereka bertolak dari Pelabuhan Teluk Nare, Lombok Utara, menuju Pelabuhan Selayar, Sulawesi Selatan.

Inilah perjalanan hari ketiga mereka. Bila tidak ada halangan cuaca, menjelang magrib, kapal yacht berbobot 8 ton dengan mesin tempel berkekuatan 3 x 250 cc itu akan merapat di Pelabuhan Selayar.

Perjalanan hari ketiga ini merupakan etape yang berbahaya. Sebab, jalur Teluk Nare – Selayar dikenal kurang ramah. Anginnya kencang, ombaknya juga besar. Apalagi untuk kapal sekecil Klinik Apung Said Tuhuleley.

”Mohon doa semuanya, agar Klinik Apung Said Tuhuleley berhasil melintasi jalur ini dengan selamat dan tidak menemui kendala yang berarti,” kata Syafi’i Latuconsina yang memimpin perjalanan.

Joko Intarto

Perjalanan masih panjang. Menurut Joko Intarto, pelaksana Direktur Utama Lazismu, klinik apung Tuhuleley akan tiba sore ini di Selayar. Berdasarkan laporan BMKG, tak ada masalah berarti dalam cuaca di sana. Dari pulau Selayar,  masih perlu dua hari lagi untuk mencapai Pelabuhan Ambon. Rabu, 23 Februari, Klinik Apung Said Tuhuleley harus tiba di tujuan akhir.

Lazismu akan memperkenalkan klinik Apung Said Tuheleley kepada seluruh peserta Tanwir Muhammadiyah yang akan dibuka Presiden Joko Widodo pada 24 Februari. Selanjutnya, klinik akan melayani kesehatan masyarakat di kepulauan Maluku dan Papua sepanjang usianya. ***

Telkom 3S Mengawal Nusantara

GELEGAR dahsyat atau yang dikenal dengan sebutan sonic boom dari roket Ariane 5 yang bergerak kokoh menembus langit Guiana Space Center pada pukul 18.39 waktu setempat, menandai dimulainya perjalanan tugas mulia Satelit Telkom 3S yang akan mengudara menuju orbitnya, mengawal nusantara pada posisi 118 derajat Bujur Timur di ketinggian 35.755 di atas Selat Makassar. Keberhasilan ini sekaligus menandai 40 tahun lebih kiprah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) dalam bisnis dan pengoperasian satelit telekomunikasi untuk Indonesia.

Direktur Utama Telkom Alex J. Sinaga saat pidato sebelum peluncuran Satelit Telkom 3S di Jupiter Control Room, Guiana Space Center.

“Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, berkat doa dan dukungan segenap rakyat Indonesia Satelit Telkom 3S telah berhasil diluncurkan,” ujar Direktur Utama Telkom Alex J Sinaga  yang memantau langsung proses peluncuran di Jupiter Control Room, Guiana Space Center, Kourou, French Guiana.

Satelit Telkom 3S akan melengkapi dua satelit Telkom lainnya yang masih beroperasi yaitu Telkom-1 dan Telkom-2. Jangkauan Satelit Telkom 3S meliputi seluruh wilayah Indonesia, Asia Tenggara, dan sebagian Asia Timur. “Keberadaan ketiga satelit milik Telkom ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap satelit asing sehingga kebutuhan satelit akan di-supply dari kita sendiri,” ungkap Alex.

Dengan nilai investasi mencapai USD 215 juta mencakup biaya pembuatan satelit, jasa peluncuran dan asuransi, Telkom 3S memiliki kapasitas 42 transponder atau setara 49 Transponder Equivalent (TPE) yang terdiri atas 24 transponder C-Band (24 TPE), 8 transponder extended C-Band (12 TPE), dan 10 transponder Ku-band (13 TPE).

Selain untuk mengurangi ketergantungan kepada satelit asing, Satelit Telkom 3S dimaksudkan untuk mengurangi kesenjangan akses informasi di seluruh wilayah Indonesia khususnya di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Terpencil). Tidak hanya dalam hal coverage, Telkom 3S juga melengkapi kemampuan layanan satelit yang ditawarkan bagi pelanggan di Indonesia karena merupakan satelit pertama milik Telkom yang dilengkapi dengan transponder Ku-band.

Satelit sebelumnya, Telkom-1 hanya memiliki transponder C-band, sedangkan Telkom-2 bertransponder C-band dan extended C-band. Dengan transponder Ku-Band maka, Telkom kini memiliki layanan satelit dengan bit rate tinggi untuk sistem komunikasi yang lebih berkualitas. “Dengan peningkatan kapasitas layanan satelit ini, Telkom berharap mampu berperan aktif untuk turut membangun masyarakat digital Indonesia hingga ke pelosok nusantara guna meningkatkan perekonomian bangsa,” pungkas Alex. ***