Pempek Kebangsaan “Seorang Sahabat”

MEMANG beda, bisnis yang digeluti dengan rasa kebangsaan dan bisnis yang digelindingkan pure business. Tengok saja dari pilihan nama. Anda pernah mendengar rumah makan Pempek Palembang dengan nama “Seorang Sahabat”?

Adalah Ir Susanto, MM si empunya resto Pempek Palembang Seorang Sahabat. Lelaki kelahiran Palembang tahun 1968 itu, mengisahkan, betapa dalam makna kata “sahabat”. “Intinya, ketika kita suka dan dia ada, belum tentu bisa dibilang sahabat. Akan tetapi, manakala dia ada saat kita terpuruk, itulah sahabat,” ujar Santo, panggilan akrabnya.

Lantas, apa kaitannya dengan rumah makan pempek? Kisahnya panjang. Sebagai Kétua Umum di Asosiasi Pengusaha Pemasok Pasar Modern Indonesia (AP3MI), ia pernah berurusan dengan pengusaha era rezim orde baru. Saat krisis moneter, bisnis dia dan anggota AP3MI lainnya mengalami guncangan hebat. “Saya harus ada buat para sahabat yang sama-sama menderita kerugian,” ujarnya.

Karenanya, ketika ia menggeluti bisnis pempek sebagai jangkar bagi laju bisnis yang dijalankannya, ia namai “Seorang Sahabat”. Sebagai wujud dedikasi atas nama yang disandang, ia pun menawarkan kemitraan. Masyarakat bisa secara berkelompok, minimal 20 orang, datang belajar membuat pempek. “Dengan biaya pelatihan dua ratus ribu, mereka bisa membawa hasil karya pempeknya,” katanya seraya menambahkan, “kami juga menawarkan paket kemitraan. Dengan enam juta rupiah, kami berikan paket lengkap, termasuk manajemennya.”

Tak heran, jika usaha yang dirintis tahun 2012 di Jalan Torompio JM 1 Kelapa Gading, Jakarta Utara ini sudah memiliki beberapa cabang, dan sejumlah mitra. Pempek Palembang Seorang Sahabat menyajikan tujuh macam pempek seperti kapal selam, lenjer, pastel, keriting, patat telor, adaan bulat kecil dan pempek kulit. Makanan lain yang disajikan adalah tekwan, model, pindang patin, pindang tulang iga, laksan, dan celimpangan.

Mengapa bisnis pempek? “Melestarikan budaya kuliner Nusantara. Itu motivasi utama saya. Jangan sampai kuliner Nusantara menjadi penonton di negeri sendiri. Kita harus siap bersaing dengan kuliner dari luar Indonesia,” ujar Susanto, yang aktif di GMNI, semasa kuliah dulu. ***

Di Riau, Marak Pungutan Sekolah

DEWAN Pendidikan Provinsi Riau menegaskan pihak sekolah dan komite sekolah dilarang melakukan pungutan dalam bentuk apa pun. Bagi yang melanggar akan mendapatkan sanksi, termasuk sanksi pidana. Penegasan itu disampaikan anggota Dewan Pendidikan Provinsi Riau Ir H Fendri Jaswir MP kepada Jayakartanews.com, baru-baru ini, menanggapi maraknya pungutan di sekolah menjelang berakhirnya tahun ajaran 2016/2017.

Menurut Fendri, Peraturan Mendikbud RI Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah tertanggal 30 Desember 2016 pada Pasal 12 bagian b ditegaskan komite sekolah, baik perseorangan maupun kolektif dilarang melakukan pungutan dari peserta didik atau orangtua/walinya. Pungutan adalah penarikan uang oleh sekolah kepada peserta didik, orangtua/walinya yang bersifat wajib, mengikat, serta jumlah dan jangka waktu pemungutannya ditentukan.

Ir H Fendri Jaswir MP

Dalam Pasal 10 Permendikbud ini dijelaskan komite sekolah melakukan penggalangan dana dan sumber daya pendidikan lainnya untuk melaksanakan fungsinya dalam memberikan dukungan tenaga, sarana dan prasarana, serta pengawasan pendidikan. Penggalangan dana dan sumber daya pendidikan lainnya itu berbentuk bantuan dan/atau sumbangan, bukan pungutan.

Jadi, kata Fendri, komite hanya boleh menggalang bantuan dan sumbangan. Bantuan adalah pemberian berupa uang/barang/jasa oleh pemangku kepentingan satuan pendidikan di luar peserta didik atau orangtua/walinya, dengan syarat yang disepakati para pihak. Sedangkan sumbangan adalah pemberian berupa uang/barang/jasa oleh peserta didik, orangtua/walinya baik perseorangan maupun bersama-sama, masyarakat atau lembaga secara sukarela, dan tidak mengikat satuan pendidikan.

Seperti banyak diberitakan, menjelang akhir tahun ajaran ini banyak sekolah yang melakukan pungutan, antara lain untuk lolos PBUD (penelusuran bibit unggul daerah) dan PBM (penelusuran bakat dan minat), uang perpisahan dan uang ijazah. ”Pungutan-pungutan seperti ini harus dihentilkan,” ujar mantan anggota DPRD Riau itu.

Fendri mengatakan, komite sekolah harus kreatif dalam menggalangan bantuan dan sumbangan. Mereka yang punya uang bisa menyumbang lebaih banyak, tapi sebaliknya yang kurang mampu tidak memberikan sumbangan. Sumbangan bisa juga digalang dari sumber di luar sekolah. ”Paradigmanya harus diubah, dan komite harus lebih kreatif,” ujarnya. ***

Amarah Anak Suriah

BELUM ada tanda-tanda perang Suriah akan berakhir. Sebuah LSM Internasional, Save The Children melakukan riset khusus terhadap krisis kesehatan mental anak-anak Suriah. Mereka menemukan fakta, anak-anak makin dilumpuhkan oleh ketakutan dan amarah.

Sebagian besar anak-anak, dua per tiganya, telah kehilangan orang-orang tercinta, rumahnya dihancurkan bom, atau mengalami luka fisik akibat pertempuran. Mereka memperlihatkan emosi kesedihan yang amat sangat dan mereka juga kurang mendapat dukungan psikologis.Apalagi para orang tua sibuk berperang.

Dampaknya sangat menyedihkan, mulai dari tidak bisa tidur, menjadi pendiam atau bahkan cenderung melukai diri sendiri dan mencoba bunuh diri. Sebagian dari anak-anak ini bahkan tidak bisa bicara akibat trauma mental yang dideritanya.

Riset dilakukan dengan cara interviu di tujuh provinsi melibatkan 450 anak-anak, para orang tua, guru dan psikolog. Riset dilaksanakan di wilayah yang dikuasai pemberontak, termasuk kota Idlib dan Aleppo dan wilayah yang dikuasai Kurdi di Hasaka.

Konflik ini sendiri telah membunuh lebih dari 300.000 orang dan lebih dari 11 juta orang kehilangan tempat tinggal dan jadi pengungsi baik di dalam negeri atau di luar negeri. Kondisi ini menyebabkan krisis pengungsi paling buruk.

Save the Children juga melaporakan banyak anak-anak dipaksa jadi tentara. Mereka melihat teman dan keluarga meninggal di depan mata, atau terkubur di reruntuhan rumah. Mereka adalah generasi berikut yang harus membangun kembali negeri yang sudah hancur lebur itu.

Kebanyakan anak-anak juga lebih agresif atau memperlihatkan gejala-gejala ganguan stres pasca-trauma, ungkap riset tersebut.  “Anak laki-laki saya sering bangun tengah malam dengan ketakutan. Dia bangun sambil menjerit,“ tutur Firas, ayah dari anak berusia 3 tahun.

Krisis juga diperberat dengan ditutupnya sekolah-sekolah. Satu dari tiga sekolah di Suriah sudah hancur, digunakan sebagai kamp pengungsi, atau bahkan dijadikan markas tentara atau tempat menyiksa tawanan.

Laporan itu juga mengutip seorang guru di Madaya, kota kecil yang sedang terkepung. Di sana, anak-anak menggambar anak-anak lain yang sedang dibantai dalam perang. Fakta menyedihkan lainnya, anak-anak perempuan yang baru berusia 12 tahun, dinikahkan.

Save the Children menyerukan adanya lebih banyak program kesehatan mental di seluruh Suriah dan penyediaan dana yang mencukupi untuk program tersebut, termasuk pelatihan-pelatihan bagi para guru. Pada akhirnya, laporan menambahkan bahwa anak-anak perlu situasi damai. ***

Melanglang Buana Bersama Seniman Braga

SALAH satu destinasi favorit di Indonesia adalah kota Bandung, yang sepertinya tidak pernah kehabisan tempat wisata kategori “wajib dikunjungi”. Yang terbaru di ibukota Jawa Barat ini adalah Tiga Dimensi Amazing Art World (3D AAW). Dengan luas lebih kurang 15.500 m2 tempat berfoto 3D yang berlokasi di Setiabudi, Sukasari, Bandung ini diklaim pemiliknya sebagai yang terbesar di dunia.

Keunikan tempat wisata yang baru dibuka 1 Januari 2017, adalah berfoto dengan latar belakang lukisan 3D. Teknik ilusi membuat objek yang ada seakan ‘hidup’ dan berinteraksi dengan pengunjung yang difoto.

Untuk masuk ke sini harga tiket akhir pekan Rp 119 ribu, sedangkan tengah minggu Rp 91 ribu. Bagi anak-anak Rp 56 ribu dan Rp70 ribu. Setiap pengunjung diharuskan membuka alas kaki, agar tidak mengotori lukisan. Selain itu dilarang membawa makanan dan minuman serta tidak boleh membawa alat tulis.

Uang pun berhamburan…..

Seperti halnya di Thailand dengan Magic Eye 3 D, Singapura dengan Trick Eye Museum, maka di 3D AAW, terbagia atas 10 zone berbagai tema. Antara lain Dinosaurus Zone, dapat berinteraksi dengan hewan-hewan purbakala. Winter zone, seakan merasakan musim dingin yang indah tanpa merasakan temperatur yang membeku.

Lainnya Aqua zone berisikan lukisan 3D dengan tema aqua membawa Anda berpetualang ke alam bawah laut. Tidak sekadar keindahan, sensasi menegangkan juga dirasakan karena zone ini berisikan para predator laut yang ganas. Pada area animal zone, akan terasa sensasi di alam liar dengan ditemani hewan-hewan yang ganas, tapi menyenangkan.

Pengunjung dapat bebas berekspresi disesuaikan dengan latar belakang lukisannya. Karena tujuan pengunjung untuk berfoto, kita tidak perlu malu menanyakan posisi atau pose paling cocok kepada guide. Berposelah sesuai lukisan karya 10 pelukis jalanan yang biasa berkarya di Jalan Braga, ditambah karya lima pelukis Korea. ***

Asyiknya berpetualang di medan lukisan tiga dimensi.

SBY Bicara Estafet ke Jokowi

SEBELUMNYA hubungan antara Presiden Jokowi dan mantan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkesan tegang dan panas. Bahkan, keduanya pernah saling sindir lewat media sosial. Namun akhirnya, kesan ketegangan antara Istana dan Cikeas ini, hilang  begitu kedua tokoh nasional ini, Kamis (9/3) bertemu di halaman belakang Istana Merdeka.

Siang itu, Presiden Jokowi langsung mengajak SBY makan siang bersama, dilanjutkan bincang-bincang sambil minum teh. Beberapa saat kemudian, keduanya menerima pertanyaan wartawan yang sudah menunggu sebelumnya. “Ya seperti yang sudah sering saya sampaikan bolak-balik, saya akan mengatur waktu untuk bertemu pak SBY dan hari ini alhamdulillah beliau pas ada waktu juga, maka kita janjian dan ketemu,” kata Jokowi membuka jumpa pers.

Lalu apa yang dibicarakan antara Presiden Jokowi dan SBY? “Kami membicarakan berbagai hal yang berkaitan dengan politik nasional, ekonomi nasional, hal-hal terkait bangsa ini, dan berbagai hal lain,” kata Presiden Joko Widodo, pula untuk kemudian mempersilakan SBY berbicara.

Menurut  Presiden, pertemuan dirinya dengan SBY sudah direncanakan. Hanya saja, kadang-kadang dirinya ada waktu, SBY tidak ada waktu. Waktu SBY ada waktu, dirinya pas ada acara. “Nah sekarang (bisa ketemu), waktunya sekarang, sudah,” ujarnya.

Sebagaimana disampaikan SBY, Presiden Jokowi setuju bahwa tradisi politik dari Presiden sebelumnya ke Presiden berikutnya itu memang harus ditradisikan. Yang kedua yang berkaitan dengan budaya estafet, pembangunan yang sebelumnya diteruskan oleh pembangunan Presiden berikutnya. Kalau estafet itu terus bisa dilakukan, budaya estafet itu kita miliki, Presiden meyakini, negara ini gampang mencapai sebuah titik target bagi kebaikan rakyat, bagi kebaikan negara. ***

GraPARI di Tanah Suci

UNTUK memberikan layanan yang lebih luas, Telkomsel, belum lama ini meresmikan beroperasinya GraPARI di Madinah dan Jeddah, Arab Saudi. Pusat pelayanan pelanggan yang berlokasi di Hotel Al Saleheja Madinah dan Distrik Al Rehab Jeddah ini siap melayani kebutuhan komunikasi pelanggan di Tanah Suci.

“Kami berharap kehadiran dua GraPARI baru ini mampu meningkatkan kenyamanan pelanggan dalam berkomunikasi, terutama untuk melayani pelanggan asal Indonesia yang pergi ke Tanah Suci untuk menjalankan ibadah haji dan umrah, maupun tenaga kerja Indonesia yang berdomisili di Madinah dan Jeddah,” kata Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah.

Layaknya GraPARI di Indonesia, GraPARI Madinah dan Jeddah menyediakan berbagai solusi komunikasi bagi pelanggan, seperti informasi dan aktivasi produk dan layanan, upgrade kartu 4G, dan ganti kartu hilang atau rusak. GraPARI Madinah dan Jeddah juga menghadirkan beragam layanan digital, layanan isi ulang, serta kartu perdana simPATI secara gratis. Selama musim haji, Telkomsel juga menggelar Posko Haji yang ditempatkan di titik keramaian untuk melayani pelanggan.

Setiap bulannya rata-rata 120.000 pelanggan Telkomsel berkunjung ke Arab Saudi, mayoritas untuk ibadah. Beroperasinya GraPARI Madinah dan Jeddah memperkaya alternatif bagi pelanggan untuk memperoleh solusi layanan komunikasi selama di Tanah Suci. Sebelumnya pusat pelayanan pelanggan Telkomsel juga hadir di Mekkah sejak tahun 2015, dengan jumlah kunjungan mencapai 3.000 pelanggan pada puncak musim haji. Umumnya pelanggan berkunjung ke GraPARI Mekkah untuk memperoleh informasi mengenai panduan setting layanan dan membeli voucher isi ulang pulsa.

Seiring beroperasinya GraPARI Madinah dan Jeddah, Telkomsel juga menghadirkan aplikasi Telkomsel Ibadah. Aplikasi ini merupakan panduan lengkap dan mudah untuk jemaah yang menyediakan berbagai macam kebutuhan seputar ibadah haji dan umrah.

Fitur utama dalam aplikasi ini adalah tombol darurat yang menghubungkan langsung jemaah ke call center KBRI serta nomor ponsel pendamping haji atau umrah, serta peta menuju hotel jemaah. Di samping itu, tersedia pula fitur informasi jemaah yang meliputi informasi personal dan jadwal kegiatan masing-masing jemaah.

Fitur-fitur lainnya yang bermanfaat, antara lain layanan aktivasi paket international roaming, layanan isi ulang pulsa, panduan dan tips haji dan umrah, konten Islami, kumpulan doa, berita dan informasi, petunjuk arah kiblat, serta rekomendasi wisata. “Telkomsel Ibadah merupakan aplikasi terintegrasi yang khusus kami hadirkan untuk membantu kelancaran ibadah haji dan umrah para pelanggan di Tanah Suci,” jelas Ririek. ***

Raja Salman dan TKI

SELAMA ini penempatan tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Arab Saudi, cukup besar. Menurut data di Kementerian Ketenagakerjaan, pada tahun 2014-2016, Indonesia mengirim TKI ke Arab Saudi sebanyak 80.229 orang. Rinciannya, 49.968 pekerja formal dan 30.261 bekerja di sektor  domestik.  Tapi, mengapa ketika Raja Arab Saudi Salman bin Abdulazis Al-Saud  berkunjung ke Indonesia, masalah TKI di Arab Saudi tidak menjadi bahasan serius? Bahkan, tidak ada MuO antara pemerintah Indonesia dan Arab Saudi?

Tidak masuknya masalah TKI dalam paket penandatangan nota kesepahaman (MoU) antara pemerintah Indonesia dengan Arab Saudi, bukan berarti pemerintah Indonesia tidak menganggap penting masalah TKI di negara tersebut. Sebaliknya, masalah perlindungan TKI di Saudi Arabia harus dilakukan melalui pembicaraan yang lebih rinci dan teknis, begitu dalih Direktur Eksekutif Migrant Care, Wahyu Susilo.

Wahyu Susilo

Menurut Wahyu, masalah utama terkait TKI di Arab Saudi adalah soal perlindungan, terutama kepada TKI sektor domestik. Sementara 11 MoU yang ditandatangani lebih mengutamakan masalah ekonomi.  Jika masalah TKI hanya dilihat dari kepentingan ekonomi, maka pembahasannya cenderung pada memperbanyak pengiriman TKI. Padahal, dengan alasan perlindungan, Indonesia memoratorium pengiriman TKI sektor domestik ke Saudi Arabia dan Negara Timur Tengah lainnya.

Oleh karenanya, Wahyu melanjutkan, yang perlu segera ditindaklanjuti adalah hasil perbincangan antara Presiden Joko Widodo dengan Raja Salman di Istana Bogor. Secara khusus, presiden Jokowi menitipkan WNI yang tinggal di Arab Saudi dan telah memberikan kontribusi dalam pembangunan di negara tersebut agar mendapatkan pengayoman dan perlindungan dari Raja Salman. “Kementerian Ketenagakerjaan harus menindaklanjuti pembicaraan itu,” tambah Wahyu

Langkah-langkah teknis yang dimaksud misalnya terkait bagaimana Arab Saudi mempermudah akses Indonesia dalam memberikan bantuan hukum kepada TKI yang tersandung kasus hukum,  upaya pengampunan TKI dari hukuman mati, membebaskan TKI yang disekap, mengurus gaji yang belum dibayar, mempermudah masalah keimigrasian dan sebagainya.

Kepala Biro Kerjasama Luar Negeri (KLN) Kementerian Ketenagakerjaan, Indah Anggoro Putri mengatakan, sebelumnya Arab Saudi memberikan draf MoU terkait TKI, yang akan ditandatangani saat kunjungan Raja Salman. Draft yang dikirim melalui Kementerian Luar Negeri tersebut lebih fokus pada pengaturan perluasan pengiriman TKI.  “Padahal, masalah utama yang dikeluhkan Indonesia adalah terkait perlindungan TKI di Arab Saudi yang masih lemah,” ujarnya. ***

Memperkuat Poros Maritim

INDONESIA mendapat kehormatan menjadi tuan rumah dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asosiasi Negara Lingkar Samudra Hindia (Indian Ocean Rim Association/IORA) Tahun 2017. Rangkaian perhelatan yang digelar, 5 – 7 Maret ini merupakan pertama kali dilangsungkan setelah 20 tahun berdirinya organisasi internasional yang menghimpun negara-negara pesisir dan berbatasan langsung dengan Samudra Hindia tersebut.

Dalam pembukaan IORA Business Summit 2017, di Jakarta Convention Center, beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo menjadi pembicara utama di hadapan sejumlah kepala negara anggota IORA, delegasi, dan tamu kehormatan. Mengawali pembicaraannya, Kepala Negara menekankan betapa besar potensi bisnis yang ada di kawasan Samudra Hindia.

“Kawasan Samudra Hindia ini adalah kawasan yang amat luas. Di dalam kawasan raksasa ini banyak sekali tantangan yang kita hadapi. Namun, karena saya pernah menjadi pengusaha, bahwa setiap tantangan itu justru menciptakan peluang bagi pengusaha. Di situlah peluang bisnisnya,” ujarnya.

Samudra Hindia sendiri merupakan wilayah di mana tinggal lebih dari 2,7 miliar penduduk di negara yang berbatasan dengannya. Hal itu menjadikan Samudra Hindia sebagai wilayah yang menyimpan potensi strategis untuk pengembangan bisnis global.

“Saya mencatat bahwa setengah dari perjalanan kontainer adalah lewat Samudra Hindia. Yang kedua, dua pertiga pengapalan tanker energi itu lewat Samudra Hindia. Yang ketiga, 2,7 miliar orang itu tinggal di kawasan IORA. Oleh sebab itu, Samudra Hindia adalah samudra masa depan. Masa depan ekonomi dunia ada di kawasan ini,” ucap Presiden.

Oleh karenanya, pertemuan bisnis antara Negara Lingkar Samudra Hindia tersebut dinilai memiliki peran dan arti yang besar. Kesempatan ini sekaligus sebagai momentum untuk memperkuat kemitraan antara negara-negara anggota IORA dalam mewujudkan kemakmuran di wilayah Samudra Hindia.

“Indonesia ingin memperkuat poros maritim untuk dihubungkan dengan IORA. Sekali lagi, kami membutuhkan kemampuan bisnis Bapak/Ibu sekalian untuk menciptakan solusi atas berbagai peluang yang tadi saya sampaikan,” tuturnya. ***

Praktek Jahat Pengepul Cabai

DUGAAN adanya mafia yang selama ini mengatur harga cabai ternyata bukan isapan jempol. Terbukti, Polri dan KPPU baru saja membongkar konspirasi jahat sejumlah pengepul besar dengan perusahaan pengolah industri makanan. “Permainan ini sudah kita duga sebelumnya. Karena itu, sangat berharap agar pengungkapan kasus ini bisa jadi pelajaran untuk semua pihak,” kata Rahmad Handoyo, Anggota Komisi IV DPR RI.

Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmad Handoyo

Lebih jauh, politisi PDI Perjuangan ini mengatakan melonjaknya harga cabai yang tak masuk akal adalah sebuah ironi. Pasalnya, kata Rahmad, petani tidak menikmati keuntungan atas kenaikan harga cabai. Harga jual cabai di tingkat petani sangat rendah, hanya berkisar Rp 20 ribu per kilogram, sedangkan konsumen harus membeli di atas Rp 100 ribu per kilo.

Rahmad juga menyoroti semakin membanjirnya cabai impor, terutama dari India dan Cina di sejumlah pasar besar di Indonesia. “Pemerintah harus berupaya meningkatkan produksi petani kita. Kalau tidak, nasib petani kita akan semakin terpuruk,” kata Rahmad.

Menurut Rahmad, adanya praktek kecurangan pengaturan harga yang dilakukan para pengepul cabai sangat merugikan petani dan konsumen. Seharusnya yang mengatur harga cabai itu pemerintah bukan pengepul. Karena itu, Rahmad meminta pemerintah menyiapkan regulasi yang mampu menjaga stabilitas harga cabai.

Rahmad mengatakan, DPR sangat mengapresiasi  langkah yang telah dilakukan Kementan, Polri dan KPPU yang berhasil membongkar konspirasi jahat antara pengepul dan perusahaan pengguna cabai rawit merah yang membuat harga cabai naik. “Ke depan kita harus sama-sama dalam melakukan pengawasan sehingga tidak ada lagi praktek jahat seperti itu,” ucapnya. ***

Seruan Damai Polwan Cantik

SEJUMLAH polwan cantik dari Polres Metro Tangerang Kota membagikan selebaran surat damai antara pengemudi angkot dan ojek online pasca bentrokan kemarin. Para polwan ini berkeliling bersama anggota TNI dari Kodim 05/06 dan Batalyon 203 membagikan selebaran ke tempat mangkal para pengemudi angkutan.

Mereka menjelaskan surat perdamaian itu berisi dua poin, yakni menyadari bentrok di antara mereka sebagai kesalahpahaman. Dan permasalahan akan diselesaikan secara kekeluargaan. Selain itu kedua pihak tetap menjaga suasana kondusif di Kota Tangerang dan tidak main hakim sendiri. Bila masih ada yang melanggar kesepakatan ini, maka siap untuk diproses hukum oleh pihak kepolisian.

“Jadi jangan ada yang melakukan kekerasan lagi, jangan terprovokasi. Kasih tahu teman-teman yang lain,” kata Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kompol Triani, kepada para pengendara angkot di Sangiang, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Kamis (9/3). Mereka juga mengimbau para sopir angkot dan ojek online di Jalan Ki Samaun tidak berkumpul atau berkerumun sementara, untuk menghindari bentrok. ***