Pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan, secara visual, 28 Desember 2018, pukul 00.00-12.00 WIB, teramati letusan dengan tinggi asap maksimum 200-3000 meter di atas puncak kawah Gunung Anak Krakatau. Letusan dengan abu vulkanik bergerak ke arah timur-timurlaut, sedangkan cuaca teramati berawan-hujan dengan arah angin dominan ke timur-timur laut.
Selanjutnya, pukul 14.18 WIB, cuaca cerah dan terlihat asap letusan tidak berlanjut. Terlihat tipe letusan surtseyan, terjadi karena magma yang keluar dari kawah Gunung Anak Krakatau bersentuhan dengan air laut. Pada saat tidak ada letusan, teramati puncak Gunung Anak Krakatau tidak terlihat lagi. Berdasarkan hasil analisis visual, terkonfirmasi Gunung Anak Krakatau yang tingginya semula 338 meter, sekarang tingginya tinggal 110 meter.
Sebelumnya, PVMBG mencatat terjadi perubahan pola letusan pada jam 23.00, tertanggal 27 Desember 2018 yaitu terjadinya letusan-letusan dengan onset yang tajam. Letusan Surtseyan terjadi di sekitar permukaan air laut. Dari Pos PGA Pasauran, posisi puncak Gunung Anak Krakatau saat ini lebih rendah di banding Pulau Sertung yang menjadi latar belakangnya. Sebagai catatan, Pulau Sertung tingginya 182 meter sedangkan Pulau Panjang 132 meter.
Volume Anak Krakatau yang hilang diperkirakan sekitar antara 150-180 juta m3, sementara volume yang tersisa saat ini diperkirakan antara 40-70 juta m3. Berkurangnya volume tubuh gunung Anak Krakatau ini diperkirakan karena adanya proses rayapan tubuh gunungapi yang disertai oleh laju erupsi yang tinggi dari 24-27 Desember 2018.
Proses pengamatan visual terus dilakukan untuk mendapatkan hasil perhitungan yang lebih presisi. Saat ini letusan bersifat impulsif, sesaat sesudah meletus tidak tampak lagi asap yang keluar dari kawah Gunung Anak Krakatau. Terdapat dua tipe letusan, yaitu letusan Strombolian dan Surtseyan.
Potensi bahaya dari aktivitas letusan Gunung Anak Krakatau dengan kondisi saat ini yang paling memungkinkan adalah terjadinya letusan-letusan Surtseyan. Letusan jenis ini karena terjadi di permukaan air laut, meskipun bisa banyak menghasilkan abu, tapi tidak akan menjadi pemicu tsunami. Potensi bahaya lontaran material lava pijar masih ada.
Dengan jumlah volume yang tersisa tidak terlalu besar, maka potensi terjadinya tsunami relatif kecil, kecuali ada reaktivasi struktur patahan/sesar yang ada di Selat Sunda. Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis data visual maupun instrumental hingga tanggal 28 Desember 2018, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau masih tetap Level III (Siaga).
Sehubungan dengan status Level III (Siaga) tersebut, direkomendasikan kepada masyarakat untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius 5 km dari kawah, menyiapkan masker untuk mengantisipasi jika terjadi hujan abu, masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung harap tenang serta jangan mempercayai isu-isu tentang erupsi Gunung Anak Krakatau yang akan menyebabkan tsunami, serta dapat melakukan kegiatan seperti biasa dengan senantiasa mengikuti arahan BPBD setempat.
Gunungapi Anak Krakatau, terletak di Selat Sunda adalah gunungapi strato tipe A dan merupakan gunungapi muda yang muncul dalam kaldera, pasca erupsi paroksimal tahun 1883 dari Kompleks Vulkanik Krakatau.
Aktivitas erupsi pasca pembentukan dimulai sejak tahun 1927, pada saat tubuh gunungapi masih di bawah permukaan laut. Tubuh Anak Krakatau muncul ke permukaan laut sejak tahun 1929. Sejak saat itu hingga kini Gunung Anak Krakatau berada dalam fasa konstruksi (membangun tubuhnya hingga besar).
Pada tahun 2016 letusan terjadi tanggal 20 Juni 2016, sedangkan pada tahun 2017 letusan terjadi tanggal 19 Februari 2017 berupa letusan strombolian. Tahun 2018, kembali meletus sejak tanggal 29 Juni 2018 sampai saat ini berupa letusan strombolian. (gun)
Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI resmi menuntaskan proses pengundian dan penetapan media penyiaran yang akan bertugas menyuguhkan tontonan debat calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) Pemilu 2019 kepada masyarakat, Rabu (26/12/2018).-foto:KPU
Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah menentukan jajaran moderator dan panelis untuk debat kandidat calon presiden pada 17 Januari mendatang. Ditanya tanggapannya soal nama-nama yang diputuskan KPU, Cawapres nomor urut 01 KH Ma’ruf Amin mengatakan yang penting semuanya tidak memihak.
“Yang penting moderator itu tidak memihak, dia menyampaikan secara obyektif dan tidak menyudutkan salah satu pihak,” kata KH Ma’ruf Amin di Pandeglang, Banten, Sabtu (29/12).
Dengan begitu, maka moderator debat seharusnya tidak melakukan penyimpangan dari skenario yang disiapkan KPU untuk pelaksanaan debat kandidat. Kata Kiai Ma’ruf, pihaknya tak mempermasalahkan siapapun orangnya yang ditunjuk KPU.
“Kita percaya KPU memilih mereka yang kredibel,” imbuhnya.
MA bersama Ketua Umum PB Malnu, di Pondok Pesantren Malnu, Pandeglang, Sabtu (29/12).
Lalu bagaimana dengan jajaran panelis, dimana salah satunya adalah Bambang Widjojanto, yang dikenal dekat dengan sejumlah tokoh di Timses Prabowo Subianto? Kiai Ma’ruf Amin mengatakan bahwa panelis juga sama dengan moderator. Mereka sebaiknya menyampaikan pertanyaan-pertanyaan yang obyektif dan tidak menyudutkan salah satu pihak.
“Panelis itu harus berlaku obyektif, jujur. Kalau itu sudah dilakukan, saya kira dari kelompok manapun, dari profesi apapun, saya kira itu tidak menjadi masalah buat kita itu,” kata Kiai Ma’ruf.
KPU sudah menetapkan Ira Koesno dan Imam Priyono sebagai moderator debat. Sementara sebagai panelis, selain Bambang Widjojanto, ada nama Hikmahanto Juwana, Bagir Manan, Ahmad Taufan Damanik, Bivitri Susanti, Koordinator, Adnan Topan Husodo, dan Margarito Kamis.
Menyangkut persiapan dirinya dan Capres Jokowi menghadapi debat kandidat, Kiai Ma’ruf mengatakan pihaknya tentu akan mempersiapkan diri. Dia lalu mengutip pernyataan Jokowi, kemarin, bahwa persiapan akan dilakukan berdekatan dengan hari debat. Kalau jarak waktunya terlalu lama, nanti kandidatnya bisa lupa.
“Menjelang debat kita akan melakukan persiapan-persiapan, mempelajari masalah-masalah yang kemungkinan akan menjadi materi perdebatan. Dan juga tentu saja kita melatih bagaimana kita menggunakan waktu yang terbatas, tidak panjang, hanya beberapa menit,” ulasnya.***/ebn
Berdasarkan pantauan kondisi atmosfer terkini, aliran massa udara dingin dari Asia masih mendominasi wilayah Indonesia. Pusat tekanan rendah di sekitar wilayah Filipina dan Laut Cina Selatan menyebabkan massa udara dingin dari Asia cukup terkonsentrasi di wilayah utara.
“Sementara itu, dominasi pola udara tekanan rendah di sekitar wilayah Australia cukup signifikan dan menyebabkan terbentuknya daerah perlambatan angin dan pertemuan angin di sekitar wilayah Indonesia bagian selatan,” kata Deputi Bidang Meteorologi, Mulyono Prabowo, Kamis (27/12).
Kondisi-kondisi demikian ini, menurut Mulyono, diprakirakan akan meningkatkan potensi hujan di sebagian besar wilayah Indonesia pada periode menjelang akhir tahun, 28-31 Desember 2018.
Wilayah yang berpotensi hujan lebat antara lain:
– Bengkulu
– Sumatra Selatan
– Kep. Bangka Belitung
– Kalimantan Utara
– Sulawesi Selatan
– Jawa Tengah
– D.I. Yogyakarta
– Jawa Timur
– Bali
– NTB
– NTT
– Maluku bagian selatan
Di sisi lain, beberapa daerah juga berpotensi mengalami angin kencang dengan kecepatan lebih dari 45 km/jam. Wilayah yang berpotensi terjadi ANGIN KENCANG antara lain:
– Lampung
– Banten
– DKI Jakarta
– Jawa Barat
– Jawa Tengah
– Jawa Timur
– Kalimantan Barat
– Kalimantan Tengah
– Kalimantan Selatan
– NTT
– Sulawesi Utara
– Sulawesi Selatan
– Sulawesi Tenggara
– Maluku Utara
– Maluku bagian selatan
– Papua Barat
Potensi gelombang tinggi 2,5 -4 meter berpeluang terjadi di:
– Selat Sunda bagian selatan
– Perairan Selatan Pulau Jawa hingga Pulau Sumbawa
– Selat Bali – Selat Lombok – Selat Alas bagian selatan
– Samudra Hindia Selatan Banten
– Samudra Hindia Selatan Bali hingga NTB
– Perairan Kep. Anambas dan Selatan Kep. Natuna
– Laut Jawa
– Perairan Utara Kepulauan Kangean
– Perairan Kep. Sangihe – Talaud
– Perairan Manado – Bitung
– Laut Sulawesi bagian tengah hingga timur
– Laut Maluku
– Perairan Utara Kepulauan Halmahera
– Samudra Pasifik Utara Halmahera hingga Papua Barat
Potensi gelombang tinggi lebih dari 4 meter berpeluang terjadi di:
– Samudra Hindia Selatan Jawa Barat hingga Jawa Timur
– Perairan Utara Kepulauan Nias
– Laut Natuna Utara
BMKG, lanjut Mulyono, mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologis seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang dalam beberapa hari ke depan, terutama untuk wilayah-wilayah yang telah mendapat hujan berintensitas tinggi. “Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,” papar Mulyono. (gun)
Presiden Joko Widodo lantik Budi Waseso jadi Ketua Kwarnas Pramuka–foto istimewa
Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Pengurus Kwartir Nasional (kwarnas) Gerakan Praja Muda Karana (Pramuka) Masa Bakti Tahun 2018-2023 di Halaman Tengah Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (27/12). Acara pelantikan diawali dengan kumandang lagu Indonesia Raya yang diiringi oleh Korps Musik Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).
Prosesi dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Republik Indonesia Nomor 67/M Tahun 2018, tanggal 26 Desember 2018, tentang Pengukuhan Susunan pengurus Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Masa Bakti Tahun 2018-2023. Dalam kesempatan ini, Presiden, yang melantik Budi Waseso sebagai Ketua dan Anggota pengurus kwarnas gerakan Pramuka masa bakti 2018-2023 lainnya, meminta komitmen, sebagai berikut:
1. Saya harap Saudara-saudara membaca dan memahami Undang-undang Nomor 12 tahun 2010 tentang gerakan Pramuka secara lengkap karena ketentuan tersebut merupakan landasan hukum bagi Gerakan Pramuka;
2. Demikian pula saya harap Saudara-saudara membaca dan memahami isi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.
Lebih lanjut, Presiden Jokowi juga mengajukan beberapa pertanyaan yang harus dijawab dengan singkat dan jelas.
1. Setelah memahami Undang-undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka serta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka, apakah Saudara-saudara dapat menyetujuinya?
2. Apakah saudara-saudara bersedia melaksanakan tugas membina dan mengembangkan gerakan kepramukaan dengan jiwa pengabdian sesuai dengan kemampuan yang Saudara-saudara miliki?
3. Sebagai perwujudan kesediaan itu, bersediakah Saudara-saudara secara sukarela dan dengan hati yang tulus ikhlas mengucapkan janji Pramuka Trisatya? “Sebelum Saudara-saudara mengucapkan janji, saya persilakan berdoa memohon kepada Tuhan YME agar janji Trisatya yang Saudara-saudara ucapkan nanti mendapatkan rida dan selalu mendapatkan bimbingan-Nya, berdoa mulai, ‘Berdoa selesai’,” ujar Presiden.
Selanjutnya, prosesi dilanjutkan dengan memegang ujung bendera Sang Merah Putih dengan tangan kanan dan meletakkan pada dada sebelah kiri dekat detak jantung sebagai tanda bahwa selama jantung masih berdetak seluruh pengurus akan selalu ingat akan tugas dan kewajiban dalam gerakan Pramuka. “Selanjutnya saya persilakan saudara-saudara untuk mengucapkan Trisatya dengan bantuan saya,” tutur Presiden yang dilanjutkan dengan mengucapkan Janji Trisatya bersama-sama.
Trisatya, demi kehormatanku, Aku berjanji akan bersungguh-sungguh menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan Pancasila, menolong sesama hidup, ikut serta membangun masyarakat, serta menepati darma Pramuka.
Usai pengucapan Trisatya, Presiden secara resmi melantik pengurus Kwarnas Pramuka. “Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, pada hari ini, Kamis, 27 Desember 2018, saya lantik Saudara-saudara sebagai Ketua dan Anggota Pengurus Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Masa Bakti 2018-2023,” ujarnya. (gun)
KSPSI menemui Ma’ruf Amin untuk mendeklarasikan dukungan di Pilpres 2019 –foto okezone
Cawapres nomor urut 01 KH Ma’ruf Amin menegaskan selain partai politik, relawan juga memiliki peran yang sangat penting dalam memenangkan pilpres 2019. Sehingga Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin akan saling bersinergi dengan seluruh kelompok relawan yang tersebar di penjuru daerah.
“Saya pun hampir setiap hari menerima deklarasi relawan. Peran relawan penting selain peran parpol dan kelompok profesional. Relawan juga tersebar di berbagai daerah. Para relawan yang datang ke saya dari berbagai segmentasi antara lain ulama, mubaligh, buruh dan milenial. Sehingga peran relawan penting dalam memenangkan pilpres mendatang,” ucap Kiai Ma’ruf sebelum menerima Serikat Pekerja KSPSI di kediamannya Jln Situbondo, Kamis (27/12).
Kiai Ma’ruf juga menekankan tidak ada persaingan antara parpol dan relawan. Karena pada dasarnya semua pihak berlomba untuk berkontribusi memenangkan paslon 01.
“Selalu ada koordinasi relawan dan parpol karena arahnya satu yaitu memenangkan pasangan calon 01. Jadi dukungan dari berbagai pintu menuju satu pintu kemenangan,” lanjutnya.
Kiai Ma’ruf juga mengatakan dirinya selalu berpesan kepada para relawan untuk bekerja secara santun.
“Pilpres kontenstasi tiap lima tahun sekali. Jadi jangan mengorbankan keutuhan bangsa. Terlalu mahal keutuhan bangsa goyah hanya karena pilpres. Saya selalu meminta relawan untuk bekerja secara santun, menjaga persatuan Indonesia,” tandasnya.***/ebn
Gunung Anak Krakatau terpantau (26/12) masih erupsi–gambar copy dari sutopo twitter
Kondisi Gunung Anak Krakatau yang divideokan dari KRI Teluk Cirebon 543 pads 26/12/2018, 16.33 WIB. Erupsi masih berlangsung. Tipe erupsi Gunung Anak Krakatau strombolian yang mengeluarkan abu vulkanik dan lontaran batu pijar terus menerus. Status Waspada (level 2).
“Kondisi Gunung Anak Krakatau yang divideokan dari KRI Teluk Cirebon 543 pads 26/12/2018, 16.33 WIB. Erupsi masih berlangsung. Tipe erupsi Gunung Anak Krakatau strombolian yang mengeluarkan abu vulkanik dan lontaran batu pijar terus menerus. Status Waspada (level 2),” kata Sutopo.
Kondisi Anak Gunung Krakatau sampai kini (26/12) masih erupsi. Tipe erupsi Gunung Anak Krakatau, sebagaimana disampaikan Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNBP, strombolian yang mengeluarkan abu vulkanik dan lontaran batu pijar terus menerus. Status Waspada (level 2).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengimbau masyarakat untuk menghindari lokasi pesisir pantai di Selat Sunda dalam radius 500 m sampai 1 km.
“Kami meminta masyarakat yang tinggal dan berada di lokasi kejadian bencana tsunami, agar tetap waspada dan mengantisipasi dengan menghindari lokasi pesisir / pantai dalam radius 500 m sd 1 km. Masyarakat pun dihimbau untuk tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang menyesatkan, tutur Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati saat kegiatan konferensi pers bersama Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman yang diwakili oleh Ridwan Djamaluddin selaku Deputi Bidang Infrastruktur, kemarin (25/12).
Dwikorita menjelaskan bahwa saat ini BMKG bersama Badan Geologi terus melakukan pemantauan kondisi aktifitas tremor Anak Gunung Krakatau.
“BMKG pun terus memantau kondisi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi, karena seluruh kondisi tersebut dapat mengakibatkan longsor tebing kawah ke laut dan berpotensi memicu tsunami seperti hipotesa yang telah disampaikan pada tanggal 22 Desember 2018 yang lalu”. lanjutnya
Silahkan, lanjutnya untuk terus memantau perkembangan informasi dari BMKG melalui situs www.bmkg.go.id , media sosial ataupun aplikasi mobile “InfoBMKG” serta aplikasi mobile Magma Indonesia dari Badan Geologi.
Dwikorita menjelaskan saat ini BMKG telah mengembangkan aplikasi sistem pemantauan yang memfokuskan pada aktivitas kegempaan vulkanik G.Anak Krakatau, sehingga diharapkan agar dapat memberikan peringatan dini yang lebih cepat.
Sementara kondisi cuaca di sekitar Anak Gunung Krakatau diprakirakan hujan ringan hingga sedang pada malam hingga dini hari nanti. Angin permukaan umumnya bertiup dari arah barat daya hingga barat dengan kecepatan antara 5-35 km/jam.***/ebn
Ma’ruf Amin saat berkunjung ke RSUD Berkah Pandeglang, Selasa (25/12
Ma’ruf Amin meminta agar masyarakat yang terdampak bencana tsunami Selat Sunda bersabar karena apa yang terjadi merupakan bagian dari ujian dari Allah. Jadi, jangan marah. “Ini namanya ujian, diuji kesabaran. Ini ujian dari Allah SWT. Semoga sabar, mudah-mudahan ada balasannya. Jangan mengeluh, jangan marah sama Allah,” ucap Ma’ruf di Posko kantor Kelurahan Sukasari, Pulosari, Banten, Selasa (25/12/2018).
Dia pun berharap bahwa ujian ini terakhir. Tidak ada lagi yang tertimpa musibah seperti ini. “Mudah mudahan cukup sekali ini aja ya. Jangan lagi terkena musibah seperti ini ya,” kata Ma’ruf.
Disana, dia sambut ratusan pengungsi yang mayoritasnya kaum ibu-ibu. Kehadirannya sontak diserbu untuk bersalaman, berfoto bersama, bahkan di curhati. “(Disini) sudah tiga malam, dari malam minggu,” ucap salah satu warga kepada Ma’ruf, di lokasi, Selasa (25/12/2018).
Ma’ruf pun lantas menanyakan kepada warga yang berjumlah 621 orang itu, tentang apa saja yang kurang di posko tersebut. Para warga menyatakan berkecukupan, dan sempat memuji pemerintah daerah setempat. “Alhamdulillah. Pengobatannya cukup. Pak lurahnya, dan kepala desanya jempol pak. Lurahnya ganteng,” celetuk para warga, yang berasal dari Caringin, Teluk, Labuhan, Carita.
Yang menarik, saat mendengarkan para curhatan ibu-ibu, Ma’ruf Amin yang didampingi istrinya, didatangi oleh seorang anak kecil, yang juga mengungsi. Anak itu mendekatinya, dan menunjukkan gelagat minta digendong. Melihat tingkah anak kecil tersebut, Ma’ruf langsung menggendong dan memangkunya. Hal ini membuat para ibu-ibu sempat tersenyum dan berbagi tawa.
Ma’ruf pun terus melanjutkan mendengar cerita para cerita sembari terus memangku anak kecil yang menggunakan kaos timnas Brasil itu.
Hal serupa juga disampaikan saat dia mengunjungi posko pengungsian Masjid Jami Al Mu’amanah, di Kampung Tenjolahang, Jiput, Banten. Menurutnya, jika masyarakat berhasil sabar dari ujian Allah, maka akan mendapatkan balasan yang setimpal. “Lulus nanti, Insya Allah dapat pahala dan Allah balas nanti,” kata Ma’ruf.
Selepas berbagi cerita serta menyalurkan bantuan, Ma’ruf pun mengajak doa bersama. Yang kemudian dilanjutkan mengunjungi posko pengungsian Masjid Jami Al Mu’amanah, di Kampung Tenjolahang, Jiput, Banten.
Disana, tak jauh berbeda kondisinya. Para ibu-ibu juga menyerbu Ma’ruf untuk berbagi cerita. Pada saat pria yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia itu, menanyakan ada keluarga meninggal, warga pun menjelaskan ada banyak. “Banyak pak. (Yang dirawat) ada di RS Pandeglang,” kata warga.
Ma’ruf pun berpesan kepada para warga untuk bersabar. Karena ini bagian dari ujian. Jika berhasil melewati ini semua. Mudah-mudahan ada balasannya. “Ini musibah bukan buatan manusia. Diuji, sabar. Dan semua sabar ya,” tutup Ma’ruf dengan doa bersama.***/ebn
Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terpantau dari pesawat Grand Caravan Susi Air pada 23/12/2018. Gunung Anak Krakatau erupsi sejak Juni 2018 hingga sekarang. Erupsi kemarin bukan yang terbesar. Periode Oktober-November 2018 terjadi erupsi lebih besar. Status Waspada (level 2)–foto sutopo twitter
Meskipun disebutkan bahwa erupsi Gunung Anak Krakatau beberapa hari lalu bukan lah yang terbesar namun dampaknya sungguh luar biasa. Erupsi dahsyat itu telah memicu tsunami yang menyebabkan ratusan orang meninggal dan seribu lebih luka-luka, dan kerusakan berbagai bangunan dan sekitarnya.
“Erupsi kemarin bukan yang terbesar. Periode Oktober-November 2018 terjadi erupsi lebih besar. Status Waspada (lever 2),” ungkap Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB.
Dalam siaran pers bersama sejumlah lembaga yakni Kemnko Maritim, BMKG, BIG,BPPT, LIPI dan Badan Geologi ESDM disebutkan bahwa bencana di Selat Sunda merupaka bencana multievent yang diakibatkan oleh gelombang tinggi,tsunami, erupsi gunung api dan longsor tebing kawah Gunung Anak Krakatau yang memicu tsunami.
BMKG memperoleh data tide-gauge pasa 22 Desember 2018 sekitar pukul 22.00 WIB, 4 tide gauge di Selatn Sunda mencatat adanya anomali permukaan air laut yang diyakini sebagai tsunami. Tsunami yang terjadi tersebut bukan lah disebabkan oleh gempa bumi tektonik, namun akibat longsoran di lereng Gunung Anak Krakatau akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Disebutkan juga, kejadian longsor lereng Gung Anak Krakatau tercatat di sensor seismograph BMKG di Cigeulis Pandeglang pada 21.03 WIB, juga beberapa sendor di Lampung, Banten , Jawa Barat. Hasil analisa rekam seismik dari longsoran lereng Gunung Anak Krakatau setelah dianalisa oleh BMKG setara dengan kekuatan MLv=3.4 dengan episenter di Gunung Anak Krakatau.
Faktor penyebab lepasnya material di lereng anak Krakatau dalam jumlah banyak adalah tremor aktivitas vulkanik dan curah hujan yang tinggi di wilayah tersebut. Beberapa bukti yang mendukung telah terjadi longsoran di lereng Gunung Anak Krakatau sebagai akibat dari erupsi gunung tersebut di antaranya deformasi Gunung Anak Krakatau berdasarkan perbandingan citra satelit sebelum dan sesudah tsunami yang memperlihatkan 64 hektar lereng baratdaya Gunung Anak Krakatau runtuh, curah hujan tinggi pada periode waktu yang berdekatan dengan tsunami. Selain itu, model inversi 4 tide-gauge yang memperlihatkan bahwa sumber energi berasal dari Selatan Anak Krakatau.***/ebn
Presiden Jokowi meninjau posko penanggulangan bencana tsunami, di Pandeglang, Banten, Minggu (24/12) pagi–foto setkab go id
Jumlah korban yang meninggal maupun luka-luka yang ditemukan oleh tim SAR gabungan terus bertambah. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut sampai kini jumlah korban yang meninggal tercatat 375 orang, sementara yang luka-luka 1.459 orang. Sementara yang dilaporkan hilang 128 orang. Diperkirakan jumlah korban masih akan bertambah karena tim evakuasi masih terus bekerja.
“Korban tsunami di Selat Sunda terus bertambah. Tim SAR masih terus beroperasi. Jumlah korban yang tercatat 373 orang meninggal dunia, 1.459 orang luka-luka, 128 orang hilang, dan 5.665 orang mengungsi. Diperkirakan korban masih bertambah,” kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB.***/ebn
Evakuasi dan pendataan korban tsunami Selat Sunda terus dilakukan. Jumlah korban dan property yang rusak pun makin bertambah. Di daerah Pantai Batu Hideung Desa Tanjung Jaya Kec Tanjung Lesung, Pandeglang, misalnya, semua rata tanah diterjang tsunami. Dawasan Tanjung Lesung memang termasuk yang mengalami kerusakan sangat parah akibat bencana. Hingga hari ini (24/12) evakuasi masih terus dilakukan tim SAR gabungan. Korban pun masih terus ditemukan.
Demikian rilis dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana. “Berdasarkan data 24 Desember 2018, jumlah korban meninggal sebanyak 281 orang, 1.016 orang luka-luka, 57 orang hilang dan 11.687 orang mengungsi. Kerusakan fisik: 611 rumah rusak, 69 hotel-vila rusak, 60 warung-toko rusak, & 420 perahu rusak,” jelas Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB.
Sementara di daerah Sumur Kabupaten Pandeglang, tambahnya, petugas dan kendaraan evakuasi sudah bisa menembus daerah tersebut. Sebelumnya beberapa jalan dan jembatan rusak. Alat berat dikerahkan untuk membantu evakuasi korban.
Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terpantau dari pesawat Grand Caravan Susi Air pada 23/12/2018. Hampir setiap hari Gunung Anak Krakatau erupsi sejak Juni 2018. Erupsinya tidak besar. Status Waspada (level 2). Zona berbahaya di dalam radius 2 km. Jalur pelayaran di aman.***/ebn