Menko PMK Minta Semua Unsur Maksimalkan Kesiapan Hadapi Bencana Hidrometeorologi

JAYAKARTA NEWS – Dalam rangka upaya mitigasi dan peningkatan kesiapsiagaan bencana, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) melaksanakan Apel Kesiapsiagaan dan Simulasi Menghadapi Bencana Hidrometeorologi di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka (Buperta) Cibubur, Rabu (9/11).

Apel yang diinisiasi Kemenko PMK bersama BNPB dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini dilaksanakan secara hybrid dengan melibatkan 2500 peserta luring dan peserta daring dari unsur kepala daerah 10 Provinsi dan 34 kabupaten/kota berpotensi rawan banjir dan longsor di Indonesia.

Sebagaimana diketahui Indonesia merupakan daerah rawan bencana, terbentang pada pertemuan lempeng tektonik, berada dalam Jalur Cincin Api Pasifik dan daerah cuaca ekstrem, sehingga rawan terhadap bencana alam di beberapa daerah/wilayah di indonesia.

Menurut data BNPB, sepanjang tahun 2022 telah terjadi sekitar 3.207 bencana, dimana 95% diantaranya disebabkan oleh bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, cuaca ekstrem, dan longsor.

“Kondisi ini tentunya menjadi bahan pemikiran kita (refleksi) bahwa masih diperlukan upaya yang lebih maksimal baik di tingkat nasional, daerah, hingga masyarakat,” kata Menko PMK saat memberi sambutan pada Apel Kesiapsiagaan dan Simulasi Menghadapi Bencana Hidrometeorologi di Buperta Cibubur, Rabu (9/11).

Pada Oktober lalu, BNPB mencatat frekuensi rata-rata bencana yakni 70 kali per pekan. Bencana hidro metrologi basah merenggut korban jiwa tertinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya, yakni 50 orang.

Selain itu, BMKG memperkirakan secara umum wilayah Indonesia saat ini berada pada kategori curah hujan menengah hingga tinggi.

“Kita harus terus siaga, karena potensi curah hujan tertinggi akan berlangsung dengan puncak pada bulan Desember 2022 hingga Januari 2023,” tuturnya.

Apel Kesiapsiagaan dan latihan simulasi bencana ini dinilai Muhadjir merupakan elemen yang sangat berperan penting untuk membangun kesadaran, kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.

“Kegiatan ini diharapkan dapat dijadikan momentum memperkuat kerja sama penanggulangan bencana antar institusi/organisasi, dengan mengkaji kemampuan peralatan penunjang peringatan dini, evakuasi serta tanggap darurat, meningkatkan kapasitas SDM dalam melaksanakan Standar Operasional Prosedur,” jelasnya.

Menko PMK menambahkan, tantangan kebencanaan ini juga menjadi topik penting dalam rangkaian acara G-20. Indonesia baru saja menjadi tuan rumah Forum Global Pengurangan Risiko Bencana atau the 7th Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 yang dihadiri 193 negara di Bali.

Sesuai misi besar GPDRR, kegiatan apel siaga dan simulasi menghadapi bencana metrohidrologi hari ini menjadi bagian dari ikhtiar “resiliensi berkelanjutan” untuk meredam dampak kebencanaan secara kontinyu.

“Kita seharusnya terus meningkatkan kapasitas dalam upaya penanggulangan bencana. Bencana adalah urusan bersama. Untuk itu penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tugas pemerintah semata namun memerlukan dukungan berbagai pihak seperti akademisi, dunia usaha, masyarakat, lembaga filantropi, dan media,” ungkap Menko PMK.

Dalam kesempatan itu, Menko PMK turut memberi piagam penghargaan kepada 23 perwakilan Tim Medis Gabungan dan Tim Bantuan Kemanusiaan Indonesia sebagai apresiasi karena telah bekerja kurang lebih satu bulan di daerah terdampak bencana banjir Pakistan.

Menko PMK juga menyempatkan untuk berkeliling mengecek persiapan peralatan, personil dan posko untuk bencana didampingi Kepala BNPB, Pj Gubernur DKI Jakarta dan pejabat terkait.

Adapun Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, pihaknya akan berkomitmen bahwa keselamatan rakyat adalah yang utama.

“Mudah-mudahan denga adanya apel ini semua yang terkait penanggunalan bencana sudah siap segala sesuatunya, baik personil peralatan dan peranti lunak agar bisa masuk ke sasaran secepatnya,” tuturnya.

Hadir dalam apel, Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto, Kakorpolairud Baharkam Polri Irjen Pol Indra Miza, Direktur Jenderal SDA PUPR Jarot Widyoko, Plt Kabag Geologi Kementerian ESDM Wafid, Plt Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes Sumarjaya, Perwakilan pejabat Kementerian/Lembaga, TNI, dan POLRI dan Perwakilan Lembaga.***/uli

1.700 Orang Padati Indonesian Night di London

JAYAKARTA NEWS – Suasana Central Hall Westminster Selasa malam (8/11) tampak berbeda. Dekor kain wastra nusantara tampak menghiasi gedung yang menjadi tempat Sidang Umum PBB pertama tersebut. Bertempat di Central Hall Westminster, KBRI London menggelar pagelaran seni budaya Indonesian Night, puncak dari rangkaian kegiatan Experience Indonesia. Meskipun di hari kerja, kapasitas gedung nyaris seluruhnya terisi padat dengan hadirnya sekitar 1.700 orang penonton.

“Selamat datang di Experience Indonesia: Indonesian Night. Ini persembahan kami sebagai bentuk syukur atas kesehatan dan kekayaan Indonesia yang ingin kami bagikan untuk dunia,” ujar Dubes Desra membuka acara dalam balutan wastra khas NTT karya UMKM Bank Indonesia, dikutip dari Siaran Pers Kemlu, Rabu (9/11).

“Tugas utama saya dan KBRI London adalah mematrikan posisi Indonesia dalam memori dan relung hati publik Inggris. Semakin banyak masyarakat di sini yang kenal sisi indah Indonesia, semakin mempererat hubungan kedua negara,” lanjut Desra, disambut tepuk meriah penonton dari kalangan masyarakat setempat, diaspora, pengusaha, media hingga korps diplomatik.

Hadir sebagai Guest of Honour, Menteri Negara Baroness Neville-Rolfe dalam sambutannya sepakat dengan Dubes Desra. “Indonesia memang aktor berpengaruh dalam percaturan global dan Inggris menganggap Indonesia sebagai mitra penting. Kami ingin jaga dan terus perkuat kemitraan ini melalui peningkatan investasi, kerja sama pariwisata dan transisi energi terbarukan.” Lanjutnya, sebagai sesama kekuatan besar di kawasan, “Inggris siap mendukung presidensi G20 Indonesia.”

Sebagai gelaran pemuncak, ragam kekayaan seni dan budaya Indonesia disuguhkan pada Indonesian Night. Para penampil Banyuwangi the Sunrise of Java yang terdiri dari pelajar SMA bertalenta binaan pemkab Banyuwangi, undang decak kagum penonton dengan tari Gandrung, Rodat Syi’iran, dan Jakripah, yang dilatari oleh gamelan. Sementara Paguyuban Citra, sanggar seni budaya yang telah tampil di berbagai panggung mancanegara, bawakan tari Gending Sriwijaya, Saman, serta Bubuka.

Kemegahan penampilan Paguyuban Citra dibangun dengan koreografi Ari Tulang sebagai art director dan Trias Anugerah sebagai music director. Penyanyi Lea Simanjuntak dan Dewi Gita yang membawakan lagu-lagu penjuru Indonesia tak diragukan undang applause panjang penonton.

Selain para pegiat seni budaya professional, beberapa kejutan dihadirkan pada malam itu. Showcase produk kerajinan batik UMKM binaan Bank Indonesia dari berbagai penjuru tanah air diperkenalkan langsung oleh Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. Sementara turut mengenakannya adalah mantan Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik, serta diaspora ilmuwan Indonesia pemegang paten produksi vaksin AstraZeneca, Dr. Carina Joe. Berbagai kain nusantara seperti songket motif Nago Besaung, tenun motif Mamoli, serta ulos motif Ulos Sadum dikenakan para VIP dengan penuh percaya diri bak model profesional. Dubes Desra pun dengan saxophone-nya berduet dengan Lea Simanjuntak membawakan lagu If I Ain’t Got You.

Hadirin juga berkesempatan menikmati pameran kain tapis Lampung koleksi Kalianda dan ethnography exhibition oleh fotografer Evi Arbay.

Experience Indonesia merupakan kegiatan promosi terpadu yang menjadi flagship KBRI London dan dilaksanakan tiga hari penuh. Rangkaian event diawali dengan Indonesian Day (6/11), berupa pasar rakyat dengan bazaar kuliner dan produk ekonomi kreatif, serta tampilan kesenian Indonesia di Vinegar Yard. Meski cuaca hujan, kegiatan ini sukses menghadirkan lebih dari 2.000 pengunjung.

Esoknya, Indonesian Workshop: Discover Batik (7/11) memberikan publik Inggris kesempatan untuk membuat batik dengan canting, batik styling, dan edukasi tentang filosofi warisan budaya Indonesia. Dilanjutkan dengan Indonesia Coffee Day (7/11) yang menawarkan kompleksitas rasa specialty coffee Indonesia kepada pengunjung dan konsep industri kopi yang mengedepankan aspek sustainability.

Di hari terakhir, diselenggarakan The 4th Indonesia – UK Think Tank Dialogue (8/11) dan Business Communities Dialogue (8/11) sebagai wadah untuk membangun keterbukaan dan saling dukung antar pemerintah, think tank, serta asosiasi bisnis.

Kegiatan Experience Indonesia terselenggara atas kerja sama KBRI London dengan Bank Mandiri, Bank BNI, Bank Indonesia, serta berbagai mitra di Indonesia dan Inggris.***/mel

Malam Kebudayaan Indonesia Meriahkan Kulturnatta Gothenburg di Museum Kebudayaan Dunia

SWEDIA, JAYAKARTA NEWS – Kulturnatta atau Malam Kebudayaan kota Gothenburg, kota terbesar kedua di Swedia agak sedikit berbeda tahun ini. Kulturanatta yang jatuh pada tanggal 28 Oktober yang lalu, dimeriahkan dengan kegiatan Malam Kebudayaan Indonesia (Indonesian Cultural Night) yang berlangsung di Världskulturmuseet atau Museum Kebudayaan Dunia di jantung kota Gothenburg. Demikian Siaran Pers Kemlu, Jumat (4/11).

​Pada pidato pembukaan event tersebut, Dubes RI untuk Swedia dan Latvia, Kamapradipta Isnomo menjelaskan hubungan people-to-people contact antara Indonesia dan Swedia yang sudah berlangsung cukup lama dengan adanya perdagangan antara kota Gothenburg dan Batavia ratusan tahun yang lalu. Hal tersebut ditunjukkan diantaranya dengan memperkenalkan biji kopi dari Pulau Jawa ke kota tersebut.

Pernyataan tersebut langsung disambut oleh Mr Conny Brännberg, President of Cultural Committee Region Västra Götaland yakni wilayah provinsi dimana kota Gothenburg berada. Pada keynote speech-nya, Mr Brännberg mengkonfirmasi hubungan Gothenburg dan Jakarta yang sudah berlangsung lama. Bahkan kota Gothenburg yang merupakan kota Pelabuhan, terinspirasi dari Batavia kala itu. Pada kesempatan ini, Mr Connie Brännberg mengundang partisipasi Indonesia pada perayaan ulang tahun kota Gothenburg ke-401 tahun depan. Sebaliknya, Mr Conny Brännberg juga berharap kedepannya KBRI Stockholm dapat mengundang pemerintah Göthenburg untuk berkunjung ke Indonesia sebagai upaya memperkuat hubungan antara keduabelah pihak.

Indonesian Cultural Night menampilkan berbagai tarian dari Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, dan DKI Jakarta. Tarian Medley yang berisi gabungan tarian dari berbagai provinsi di Nusantara juga menghibur 200an pengunjung Malam Budaya Indonesia tersebut.

Tidak hanya berisi tari-tarian, pengunjung juga disuguhkan berbagai makanan ringan khas Indonesia dengan ditemani berbagai jenis teh dan kopi Indonesia yang berasal dari Sumatra dan Flores hasil olahan Gringo Roastery di Gothenburg. Penonton juga berpartisipasi aktif dalam kuis interaktif yang berisi pertanyaan-pertanyaan ringan untuk ‘menguji’ pengetahuan pengunjung mengenai Indonesia. Tentu saja, hadirin yang menjawab dengan benar dihadiahi goodie bags berisi souvenir menarik khas Indonesia.

Event promosi budaya dan pariwisata Indonesia tersebut juga dilengkapi dengan booth agen perjalanan wisata Swedia, Asien Paradiresor yang menjual berbagai paket wisata ke Indonesia; aksesoris khas Indonesia dari DearNonaManis, kopi Indonesia dari Gringo dan booth Qatar Airways.

Qatar Airways yang saat ini terbang sebanyak tiga kali sehari ke Indonesia juga mempersembahkan hadiah grand prize dua tiket kelas ekonomi PP Swedia-Indonesia kepada pengunjung Indonesian Cultural Night yang foto-fotonya dengan hashtag #IndonesianCulturalNight2022 paling banyak disukai publik pada media sosial. Pihak Qatar Airways mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan tujuan prioritas maskapai penerbangan tersebut akhir-akhir ini. Pasca keadaan yang berangsur pulih setelah pandemi, penerbangan dari Doha ke Indonesia selalu penuh.

Kulturnatta merupakan acara kebudayaan tahunan yang diselenggarakan oleh Dewan Kota Gothenburg. Pada malam ini, berbagai acara kebudayaan dalam berbagai bentuk berlangsung di seluruh kota Gothenburg, baik di museum, galeri seni, teater, perpustakaan, studio dan sebagainya. Indonesian Cultural Night merupakan ajang promosi kebudayaan Indonesia yang diselenggarakan kembali di kota Gothenburg setelah tahun 2005, dimana KBRI Stockholm menyelenggarakan acara serupa dalam rangka penggalangan donasi korban tsunami di Aceh.***/uli

Teten Masduki Segera Pangkas Proses Pengurusan Sertifikasi Halal UMKM  

JAYAKARTA NEWS – Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki menegaskan, perlu ada terobosan dalam pengurusan sertifikasi halal bagi UMKM di Indonesia sehingga ia akan segera memangkas proses pengurusan sertifikat halal tersebut agar lebih efisien.

MenKopUKM Teten Masduki yang juga sebagai Wakil Ketua Pengurus Pusat (PP) Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), pada acara Jogja Halal Fest ke-2 2022 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, Kamis (3/11), mengutip catatan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), dari 30 juta UMKM yang membutuhkan sertifikat halal bila dilakukan proses per sertifikat diselesaikan antara 21-25 hari, maka diperlukan 600 tahun untuk menyelesaikannya.

“Sementara di akhir 2024, harus sudah selesai semua. Oleh karena itu, perlu ada terobosan dalam pengurusan sertifikat halal. Dalam Ratas Kabinet sudah diminta Presiden agar ini dipangkas dari 21 hari menjadi 3 hari saja,” ucap MenKopUKM Teten Masduki seperti dikutip dari Laman KemenkopUKM, Jumat (4/11).

Menteri Teten menambahkan, BPJPH telah menerbitkan sertifikat halal untuk sebanyak 725.063 produk dari 405.180 UMKM, sejak 2019 sampai dengan 2022.

“Dilihat dari tren capaian tersebut, apabila dibandingkan dengan populasi pelaku UMKM sebesar 64,19 juta, diperlukan sinergi bersama berbagai pihak untuk bisa mendorong kepemilikan sertifikasi halal bagi UMKM,” kata Menteri Teten.

Tahun ini, BPJPH mendorong fasilitasi penerbitan 358.834 sertifikat halal bagi UMK melalui program SEHATI. “Hal ini menjadi peluang bagi pelaku UMK untuk bisa mengaksesnya,” ucap Menteri Teten.

Terlebih lagi, State of the Global Islamic Economy Report 2022 sudah mengestimasikan umat Muslim dunia akan menghabiskan hingga 2 triliun dolar AS pada 2021 di sektor-sektor industri halal, mulai dari makanan, farmasi, hingga pariwisata.

Di Indonesia, dilihat dari sisi pengeluaran, merupakan konsumen besar bagi pasar produk halal dunia, dimana 87 persen populasi Indonesia adalah Muslim.

Total pengeluaran penduduk Indonesia untuk produk dan jasa halal di semua sektor diprediksi tumbuh hingga tahun 2025 sebesar 218,8 miliar dolar AS atau tumbuh 5,3 persen. Dan potensi dampak ekonomi industri halal terhadap produk domestik bruto nasional sebesar 3,8 miliar dolar AS. “Potensi tersebut tentunya harus didukung suplai barang halal,” kata Menteri Teten.

Selain itu, kata Menteri Teten, Indonesia mempunyai 4 strategi utama untuk mewujudkan pusat ekonomi syariah terkemuka dunia dalam Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024. Yaitu, penguatan halal value chain, penguatan keuangan syariah, penguatan UMKM, hingga penguatan ekonomi digital. 

MenKopUKM juga memaparkan strategi KemenKopUKM dalam pengembangan halal global. Diantaranya, Halal Food dengan meningkatkan daya saing produk UMKM melalui kepemilikan perizinan berusaha dan sertifikasi produk.

Berikutnya, Halal Travel melalui pengembangan kapasitas manajemen SDM, Moslem Fashion melalui perluasan akses pasar dalam dan luar negari, hingga keuangan syariah melalui akselerasi pembiayaan syariah.

Menteri Teten optimistis, Jogja Halal Festival sebagai salah satu upaya menjadikan Indonesia sebagai pusat halal dunia. “Melalui kegiatan literasi halal ini juga dapat mendongkrak minat sadar pelaku usaha dalam memiliki produk-produk yang bersertifikasi halal dan agar mampu bersaing di pasar global,” ucap MenKopUKM.

Dalam sambutan pembukaan acara secara daring, Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin menyatakan bahwa meluasnya gaya hidup di tingkat global telah mendorong industri di sektor halal bergiat memenuhi kebutuhan ini.

“Halal bukan lagi sebatas pemenuhan kaidah agama, melainkan juga pemenuhan standar kesehatan, serta kualitas barang, jasa, dan konsumsi. “Pemerintah terus mendorong Indonesia menjadi pusat produsen halal dunia pada 2024,” kata Wapres.

Wapres meyakinkan bahwa tak lama lagi Indonesia bakal memiliki Masterplan industri halal 2022-2029. Masterplan ini menyatukan kepentingan pemangku industri halal, sekaligus menjembatani sektor riil industri halal dan sektor keuangan syariah di Indonesia. “Ini selaras dengan rencana induk dan kebijakan industri nasional,” ucap Wapres.

Membentuk Ekosistem

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum MES DIY Heroe Poerwadi mengatakan, acara ini untuk menguatkan kembali potensi-potensi ekonomi terutama bagi para pelaku ekonomi syariah di Yogyakarta dan sekitarnya. Tujuan pertamanya, untuk pendataan pelaku ekonomi halal yang masih eksis sampai saat ini.

“Dan mendorong agar terbentuk ekosistem yang bisa membuat jaringan, agar ekonomi keuangan dan syariah ini bisa lebih efesien dan efektif,” kata Heroe.

Menurut Heroe, gelaran ini tidak sekadar expo atau menjual saja, tapi juga mempertemukan para pelaku ekonomi halal atau pelaku ekonomi syariah untuk membentuk ekosistem atau membentuk rangkaian pasokan secara lebih baik.

Penyelenggaraan Jogja Halal Fest kedua ini akan mempertemukan seluruh pelaku ekonomi syariah atau pelaku ekonomi halal di JEC. “Kali ini dengan peserta lebih banyak lebih luas dan beragam diharapkan lebih meriah dengan pengunjung lebih banyak. Kita harapkan bisa sampai 50 ribu pengunjung,” kata Heroe.

Jogja Halal Fest juga diharapkan bisa menjadi ajang edukasi dan informasi berkaitan produk-produk halal. Dimana ada sekitar 350 tenant pelaku usaha halal dari berbagai industri di Indonesia. Dari industri properti, kuliner, fesyen, pendidikan, keuanhan, hospital, hiburan,  media, logistik, dan lain sebagainya.***/uli  

Tak Hanya Dokumen Deklarasi, Wamenag Harap AICIS Lakukan Aksi Nyata bagi Perdamaian

JAYAKARTA NEWS – Annual International Conference On Islamic Studies (AICIS) ke-21 tahun 2022 di Bali ditutup Wakil Menteri Agama Zainud Tauhid Sa’adi, Kamis (3/11) malam. Even tahunan ini telah menghasilkan sejumlah kesepakatan, antara lain pentingnya kontekstualisasi nilai-nilai dasar universal untuk kehidupan damai di masa depan.

“Saya harap AICIS tidak hanya melahirkan sebuah deklarasi formalitas belaka, namun diikuti dengan aksi dan tindakan nyata yang dapat menyentuh aspek kemaslahatan dan kedamaian untuk umat manusia,” pesan Wamenag dikutip dari Siaran Pers Kemenag, Jumat (4/11).

“Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi harus membawa kebaikan bagi seluruh umat manusia. Karena agama bukanlah aspirasi semata, melainkan inspirasi mulia untuk membangun peradaban dunia,” katanya.

Menurutnya, Kementrian Agama memiliki tugas dan tanggungjawab untuk memajukan kehidupan beragama di Indonesia. Dengan berbagai pengalaman beragama yang dimiliki, Indonesia telah menjadi sorotan dunia Islam dalam berbagai aspeknya. Bahkan, Samuel Huntington pernah meyakini bahwa kebangkitan dunia Islam akan lahir dari Asia Tenggara. Dan itu adalah Indonesia.

Oleh karena itu, sudah sepantasnya bahwa Indonesia ini menjadi laboratoriun dalam Islamic Studies dengan kompleksitas yang terjadi di dalamnya.

“Kementerian Agama yang menjadi leading sektor Studi Islam di Indonesia, menjadi institusi yang memiliki momemtum dalam mempromosikan hasil-hasil kajian Islam kepada masyarakat dunia,” jelasnya.

Wamenag mengaku optimis, sebagaimana juga menjadi harapan Menteri Agama RI Bapak Yaqut Cholil Qoumas, bahwa Indonesia dapat menjadi pemimpin dunia Islam untuk mempromosikan Islam moderat. Keyakinan tersebut bukan isapan jempol, karena Indonesia memiliki sumber daya manusia yang sangat besar. Indonesia banyak berperan sukses dalam kerja-kerja global, baik di forum PBB, OKI, G-20 dan lainnya.

“Indonesia telah menjadi salah satu role model negara demokrasi yang mampu mengelola masyarakat multikultural. Ini yang harus diterjemahkan secara aplikatif, tidak hanya teoritik, oleh akademisi PTKI,” tegasnya.

AICIS tahun ini mengangkat tema “Future Religion in G20 : Digital Transformation, Knowledge Management and Social Resilience.” Tema tersebut diangkat untuk memperkuat tema utama dari G-20 Summit yaitu terkait dengan “Transforming into a New Era” dengan tag line “Recover Together, Recover Stronger”.

Dengan tema dan isu utama tersebut, kata Wamenag, PTKI diharapkan dapat merespon perkembangan terkini tentang diskursus dan tuntutan kajian keislaman kontemporer di tingkat nasional dan global yang menjadikan transformasi digital sebagai spirit dan media pengembangan keilmuan dan praksisme keislaman. Begitu juga riset-riset yang dilakukan oleh PTKI, harus mampu melahirkan hasil-hasil kajian yang menawarkan berbagai solusi dan pendekatan digital agar umat manusia, khususnya masyarakat Islam dapat merespon dan mengkreasi masa depan yang lebih maju.

Wamenag yakin bahwa umat Islam Indonesia mampu mengikuti akselerasi perkembangan teknologi yang sangat pesat, yakni era industri 4.0 dan era society 5.0, yang berbasis pada big data, Internet of Think dan Artificial Intelegent (AI). Dengan kesadaran akan pentingnya teknologi dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut, umat Islam Indonesia diharapkan mampu menjadi pemain dalam kancah pergaulan dunia global.

“Dengan penguasaan teknologi yang handal, umat Islam Indonesia dapat menjadi pelopor untuk menyiapkan masa depan kehidupan beragama yang dapat membawa kemaslahatan bersama,” ujarnya.***/uli

Pemerintah akan Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada Lima Tokoh

JAYAKARTA NEWS – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno menerima Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (03/11/2022).

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD selaku Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan dalam keterangannya usai pertemuan mengatakan bahwa pemerintah akan menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada lima tokoh yang dipilih berdasarkan usulan masyarakat dan telah melalui sejumlah proses seleksi.

“Hari ini Bapak Presiden sesudah berdiskusi dengan kami, dengan Dewan Gelar dan Tanda-Tanda Kehormatan, itu memutuskan tahun ini memberikan lima [gelar pahlawan nasional] kepada tokoh-tokoh bangsa yang telah ikut berjuang mendirikan negara Republik Indonesia melalui perjuangan kemerdekaan dan mengisinya dengan pembangunan-pembangunan sehingga kita eksis sampai sekarang sebagai negara yang berdaulat,” ujar Mahfud MD.

Pertama, pemerintah akan menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada almarhum DR. dr. H. R. Soeharto dari Jawa Tengah yang dinilai telah berjuang bersama Presiden Soekarno dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. Bahkan setelah kemerdekaan, almarhum DR. dr. H. R. Soeharto ikut serta dalam pembangunan sejumlah infrastruktur di Tanah Air.

“Ikut pembangunan department store syariah dan pembangunan Monumen Nasional serta Masjid Istiqlal dan pembangunan Rumah Sakit Jakarta serta salah seorang pendiri berdirinya IDI [Ikatan Dokter Indonesia],” ungkap Mahfud.

Kedua, pemerintah akan menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada almarhum KGPAA Paku Alam VIII yang merupakan Raja Paku Alam dari tahun 1937-1989. Beberapa jasa yang telah diberikan almarhum KGPAA Paku Alam VIII antara lain bersama Sultan Hamengkubowono IX dari Keraton Yogyakarta mengintegrasikan diri pada awal kemerdekaan Republik Indonesia sehingga Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadi utuh hingga saat ini.

“Sehari sesudah (kemerdekaan) itu beliau menyatakan bergabung ke Negara Kesatuan Republik Indonesia dan kemudian Yogyakarta menjadi ibu kota yang kedua dari Republik ketika terjadi agresi Belanda pada tahun 1946,” tutur Menko Polhukam.

Ketiga, pemerintah akan menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada almarhum dr. Raden Rubini Natawisastra, dari Kalimantan Barat. Menurut Mahfud, almarhum dr. Raden Rubini Natawisastra telah menjalankan misi kemanusiaan sebagai dokter keliling pada saat kemerdekaan. Bahkan, almarhum bersama istrinya dijatuhi hukuman mati oleh Jepang karena perjuangannya yang gigih untuk kemerdekaan Republik Indonesia.

Keempat, pemerintah akan menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada almarhum H. Salahuddin bin Talibuddin dari Maluku Utara. Selama 32 tahun, almarhum H. Salahuddin bin Talibuddin dinilai telah berjuang dan ikut membangun Indonesia berdasarkan Pancasila. “Beliau pernah dibuang ke Boven Digul tahun 1942 dan juga dibuang ke Sawahlunto tahun 1918-1923,” ucapnya.

Kelima, pemerintah akan menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada almarhum K.H. Ahmad Sanusi dari Jawa Barat. Mahfud menjelaskan bahwa almarhum Kyai Ahmad Sanusi merupakan salah satu anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang belum mendapat gelar pahlawan nasional. Beliau juga tokoh Islam yang memperjuangkan dasar negara yang menghasilkan kompromi lahirnya negara Pancasila.

“Dari semula ada sisi kanan ingin menjadikan negara Islam, sisi kiri menjadikan negara sekuler, kemudian diambil jalan tengah lahirlah ideologi Pancasila sesudah menyetujui pencoretan tujuh kata di Piagam Jakarta,” ujar Mahfud.

Mahfud pun mengimbau kepada daerah-daerah yang merupakan asal dari para tokoh penerima gelar pahlawan nasional untuk mempersiapkan diri hadir pada peringatan Hari Pahlawan 10 November, yang rencananya akan digelar pada Senin (07 November 2022 mendatang di Istana Negara Jakarta.

“Kami sarankan kepada daerah-daerah tadi yang sudah mempunyai usul-usul dan disetujui oleh pemerintah supaya segera menyiapkan diri untuk hadir dan melakukan penyambutan-penyambutan, baik upacara adat, upacara daerah, atau apapun yang bisa dilakukan untuk menyongsong anugerah ini,” pungkasnya.***/mel

Kehadiran Mensos Disambut Haru Keluarga Penyintas Bencana Banjir di Lampung Selatan

JAYAKARTA NEWS – Rumahnya ramai tak seperti biasanya. Sambil duduk memeluk anak bungsunya di sebelah pintu, Holisah menunggu Menteri Sosial Tri Rismaharini yang dikabarkan akan berkunjung ke rumahnya.

Air matanya tumpah di pelupuk mata tatkala sosok Mensos sudah terlihat dari jendela rumah.  Mensos hadir ke kediaman Holisah di Desa Banyumas, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan, untuk menyerahkan satunan kematian atas nama Madarif.  Santunan juga diberikan kepada Masri, ahli waris dari korban Royani.

Santunan senilai Rp15 juta/korban ini diserahkan kepada para ahli waris di kediamannya masing-masing. “Kami memberikan santunan sesuai tupoksi kami. Untuk korban meninggal santunannya Rp15 juta. Sudah kami serahkan kepada kedua kepala keluarga,” kata Mensos dalam Siaran Pers Kemensos Rabu (2/11).

Total ada empat korban yang diberikan santunan. Santunan berikutnya diberikan kepada Samsudin ahli waris dari korban Halimah dan korban Romlah di Desa Sukamaju, Kecamatan Sidomulyo.

Selain santunan, Mensos juga membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga korban. Bantuan meliputi paket sembako untuk masing-masing ahli waris, bantuan perlengkapan sekolah 1 paket , bantuan perlengkapan sholat pria 1 paket, perlengkapan sholat wanita 2 paket, perlengkapan dapur, perlengkapan makan dan mainan anak 1 paket.

Holisah mengaku tidak menyangka akan mengalami kehilangan seperti ini. Dia tampak masih sangat terpukul, ia masih berharap bisa melangsungkan hidupnya demi pendidikan anak-anak.

“Saya harap anak-anak saya teh tetap bisa sekolah, sampai kuliah kitu. Jadi orang sukses,” kata perempuan paruh baya yang tak henti menyeka air matanya.

Mendengar hal tersebut, Mensos pun secara spontan menyerahkan bantuan pendidikan kepada Holisah yang memiliki 2 anak yang masih sekolah. “Tadi minta biaya pendidikan untuk anak, sudah kami clear-kan, kita bantu bayar untuk satu tahun,” kata Mensos.

Keempat warga yang meninggal merupakan korban dari bencana banjir yang merendam tiga kecamatan di Kabupaten Lampung Selatan, yakni Kecamatan Katibung, Candipuro, dan Sidomulyo. Banjir disebabkan oleh hujan lebat yang mengguyur daerah itu sejak Kamis (27/10) pukul 01.00 WIB dini hari.

Akibat dari peristiwa bencana alam tersebut ratusan rumah dari tiga kecamatan terdampak oleh banjir yang ketinggiannya mencapai tiga meter. Kementerian Sosial melalui Taruna Siaga Bencana (Tagana) telah bergerak membantu warga sejak banjir melanda.

Tagana sebagai pilar sosial untuk membantu melakukan evakuasi korban ke tempat aman, mendata korban, dan menyalurkan bantuan logistik. Tagana dan Dinas Sosial Kabupaten Lampung Selatan juga mendirikan dapur umum di Desa Banyumas dengan memproduksi 1.600 bungkus makanan bagi warga terdampak banjir untuk 2 kali makan. Dapur umum ini dikelola sejak 28-30 Oktober 2022.

Pada 28 Oktober 2022, bantuan logistik awal dari Kemensos telah dikirim dari gudang regional Palembang ke Dinas Sosial Kabupaten Lampung Selatan dan tiba pada 29 Oktober 2022.

Bantuan logistik terdiri dari 1000 paket makanan siap saji, 500 paket makanan anak, 200 lembar selimut, 100 lembar matras, 100 lembar kasur, 200 paket sandang dewasa, 100 paket sandang bayi, 200 paket pembalut wanita dan 50 tenda gulung/terpal.

Pada 2 November 2022, Mensos membawa bantuan logistik tambahan untuk warga terdampak bencana banjir di Lampung Selatan dari Gudang Logistik Sentra Terpadu Inten Soeweno Bogor. Bantuan terdiri dari 80 paket makanan anak, 100 paket makanan siap saji, 15 lembar selimut, 5 unit kasur, 15 paket sandang dewasa, 10 paket family kit dan 10 paket kidsware.

Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto, anggota Komisi II DPR RI Endro Suswantoro Yahman dan Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Asworodi.***/uli

Di depan Pemimpin Agama Dunia, Menag Paparkan Metafora Turis dan Gelandangan

JAYAKARTA NEWS – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas didapuk menjadi pembicara dalam forum pemimpin-pemimpin agama dunia atau Forum Religion Twenty (R20) yang digelar dalam rangkaian kegiatan G20 di Nusa Dua, Bali.

Di depan para pemimpin agama dunia, Menag mengawali paparannya dengan sebuah metafora yang dikemukakan pemikir sosial Zygmunt Bauman pada tahun 1996.

Menag mengisahkan, Bauman menulis suatu metafora bahwa globalisasi menghasilkan dua jenis kelompok manusia dengan nasib yang sama sekali berbeda: turis dan gelandangan.

Keduanya sama-sama bergerak, bermigrasi dalam globalisasi tetapi dalam pengalaman yang sama sekali berbeda, bahkan bertentangan.

“Wisatawan adalah analogi untuk orang kaya yang mengalami globalisasi sebagai libur menyenangkan. Sedangkan gelandangan adalah kaum miskin yang terlunta dalam globalisasi, seperti para pengungsi dan pekerja migran.  Mereka mengalami globalisasi dalam keadaan serba rawan dan serba rentan,”  kata Menag Yaqut, Rabu (2/11/2022).

Globalisasi, lanjut Gus Men, panggilan akrab Yaqut Cholil Qoumas, adalah kekuatan transformatif yang mendorong perubahan mendasar dan struktural di bidang sosial, ekonomi, politik, budaya, ekologi, dan militer.

Ia menginterupsi hubungan internal dan eksternal tiap bangsa secara besar-besaran. Namun, ia juga adalah proses sejarah yang dinamis dan terbuka, membelah manusia dan komunitasnya dengan penuh kontradiksi dan paradoks.

“Ini adalah serangkaian proses yang menghasilkan bentuk-bentuk baru hubungan kekuasaan di tingkat global dan lokal, yang pada gilirannya, menyebabkan stratifikasi baru dan pengucilan terhadap orang-orang di berbagai sektor sosial,” ujarnya.

Ditambahkan Gus Men, globalisasi diam-diam telah  merekonstruksi pola inklusi dan eksklusi tradisional di antara negara-negara dengan membentuk hierarki baru di semua masyarakat dan wilayah di dunia: antara Utara dan Selatan; Dunia Pertama dan Dunia Ketiga; orang kaya-orang miskin. Semua terjalin secara paradox: dalam persamaan kultural sekaligus perbedaan jurang ekonomi dan sosial.

“Perbedaan ini juga jangan-jangan berlaku bagi kita yang hari ini hadir di sini mewakili negara masing-masing. Forum supra-state semacam ini, adalah tempat yang baik namun ia tetap tidak mungkin menghapuskan perbedaan-perbedaan dari warga/umat kita masing-masing yang suaranya kita wakili di sini hari ini, ” tutur Menag.

Menag memandang politik global mengubah fondasi tatanan lokal, nasional, regional dan dunia. Salah satunya adalah secara homogenisasi budaya. Homogenisasi dalam kebudayaan bisa berarti ekstreminasi dan kekerasan simbolik.

Ia menghapuskan jejak identitas dari suatu masyarakat dan budaya lokal yang sebelumnya eksis: adatnya, makanannya, system-politiknya dan simbol-simbol kebudayaannya. 

Dengan itu globalisasi mengundang balik, respon dan tantangan yang seringkali juga keras;  politik identitas yang muncul di Amerika Latin dan Afrika misalnya, adalah respon yang bermaksud menyuarakan identitas mereka yang dipinggirkan oleh globalisasi. Pada sisi yang lebih ekstrem, sebagian gerakan fundamentalisme agama juga muncul sedikit banyak sebagai respon dari keruntuhan negara bangsa di kawasan Persia dan homogenisasi yang dialirkan oleh globalisasi.

Proses global yang intensif ini, tidak hanya menggeser warga dari peta tradisional geopolitik dunia, tetapi juga menghancurkan sentralitas yang telah diduduki negara. Ini menunjukkan bahwa penyesuaian yang signifikan  dengan persyaratan politik yang baru diperlukan untuk menopang hidup negara-bangsa agar tetap relevan.

“Inilah globalisasi dalam kisah yang pertama. Apa yang saya sajikan dalam kisah pertama globalisasi adalah globalisasi yang paradoksal. Ia mengintegrasikan kita dalam kultur global tapi sekaligus dengan itu ia justru membelah dan membangun stratifikasi baru yang mengakibatkan banyak kaum miskin di berbagai negara yang ekonominya lemah, makin menderita, ” tandas Menag.

Globalisasi dalam kisah ini, kata Menag, boleh diibaratkan laksana gelombang pasang yang memporak-porandakan identitas dan pendirian-pendirian dasar,  bukan hanya bagi negara-bangsa tetapi juga bagi kemanusiaan universal serta religiositas.

Sejak setidaknya tahun 2020, dunia mengalami globalisasi dalam rupa yang sama sekali lain: globalisasi sebagai bencana, dukacita sekaligus solidaritas.  Inilah paradox lain dari kisah globalisasi yang kedua: globalisasi pandemic.

Dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya, pandemi COVID-19 bukan hanya telah mengkonfigurasi ulang struktur trans-nasional, mobilitas, dan koneksi yang telah menjadi dasar bagi globalisasi pasca-Perang Dingin.

Pandemic secara mondial menghadapkan setiap orang, di belahan dunia manapun dengan latar kelas sosial apapun, agama dan bangsa yang berbeda-beda, untuk berhadapan dengan belangsungkawa universal.

“Di dalam pandemic, baik turis maupun gelandangan, sama-sama menghadapi risiko dihadapan keganasan virus yang mematikan,” ujar Menag

Ajang pertemuan pemimpin agama dunia atau R20 kali pertama yang diinisiasi Nadhalatul Ulama (NU) dan Liga Muslim Dunia ini digelar 2-3 November 2022 di Nusa Dua Bali.***/mel

Wamenag Sebut Pesparani Contohkan Semangat Persaudaraan Antar Umat

KUPANG, JAYAKARTA NEWS – Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi menyebut Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik tingkat Nasional tahun 2022 telah memberikan contoh nyata tentang persaudaraan antar umat beragama.

Pesan ini disampaikan Wamenag saat menutup Pesparani di stadion Oepoi Kota Kupang, NTT, Senin (31/10/2022) malam. Helat kali kedua ini berlangsung empat hari, 28 – 31 Oktober 2022.

“Saya sangat bangga karena kepanitiaan Pesparani melibatkan umat berkeyakinan lain. Bahkan, Ketua Umum Panitia Pesparani II adalah seorang muslim, yaitu Bapak H. Jamaluddin Ahmad,” ujar Wamenag, dikutip dari Siaran Pers Kemenag, Selasa (1/11/2022).

“Ini adalah wujud kebersamaan dan toleransi riil yang sungguh-sungguh mengakar di tanah  Nusa Tenggara Timur. Inilah buah dari moderasi beragama yang terus kita gaungkan. Contoh nyata dari tema “Membangun Persaudaraan Sejati Untuk Indonesia Maju” telah kita saksikan dalam Pesparani,” sambungnya.

Hadir dalam penutupan Wakil Gubernur Provinsi NTT, Josef Nae Soi, Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi, Uskup Agung Kupang, Monsignor Petrus Turang, Plt. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik, A.M. Adiyarto Sumardjono, Ketua dan Anggota DPRD Provinsi NTT, Ketua Umum Panitia Nasional Pesparani II KH. Jamaluddin Ahmad, Ketua LP3K Nasional Adrianus Eliasta Sembiring Meliala, para Ketua LP3K Daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi NTT, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi NTT dan sejumlah Kakanwil Kemenag Provinsi, serta ribuan kontingen dan peserta Pesparani II.

Pesparani di NTT, kata Wamenag, telah berhasil menyuarakan kebhinekaan untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, serta merajut perdamaian dan persaudaraan anak-anak bangsa. Pesparani telah menjadi wadah konsolidasi umat Katolik se-Indonesia untuk mewujudkan rasa cinta Tanah Air dan wawasan kebangsaan, memperkuat toleransi, dan moderasi beragama melalui seni dan budaya.

Wamenag berharap semangat ini terus dipertahankan, ditumbuhkan dan ditularkan oleh para kontingen dari seluruh Provinsi di Indonesia. Dia mengajak para peserta dan kontingen untuk membawa kisah kerukunan warga di NTT sebagai cendera mata perdamaian dan keberagaman ke tempat asal masing-masing.

Menurut Wamenag, partisipasi umat melalui Pesparani telah memberi warna pada keragaman budaya musik serta lagu dalam lingkungan Gereja Katolik. Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik berkomitmen untuk terus mendorong pembinaan sebagai ikhtiar bersama untuk mewujudkan pelayanan dan pemberdayaan umat yang semakin baik.

“Saya mendorong agar keberadaan Pesparani terus dipopulerkan supaya keikutsertaan umat semakin meningkat,” pesannya.

“Melalui Pesparani, keindahan bukan hanya sekedar terlihat ketika menyanyikan nada yang sama, sebaliknya keindahan tercipta melalui harmoni dan kesatuan. Apabila tumbuh rasa persatuan dan kesatuan maka segala persoalan bangsa dapat kita hadapi,” sambungnya.

Kepada Gubernur dan seluruh jajaran Pemerintahan Provinsi NTT, Wamenag menyampaikan terima kasih atas kerja kerasnya dalam pelaksanaan Pesparani II. Wamenag juga mengucapkan selamat kepada seluruh kontingen Pesparani, utamanya Provinsi Maluku yang menjadi juara umum tahun ini.

“Saya berharap prestasi ini akan menginspirasi kontingen lain untuk terus berkreasi dan berlatih mempersiapkan diri berkompetisi pada Pesparani III yang  akan  diselenggarakan di Jakarta,” tandasnya.***/mel

Sekjen Kemenag Apresiasi Kesediaan Siswa Non Muslim Ikut Festival PAI

JAYAKARTA NEWS – Ada yang berbeda dalam Festival Pendidikan Agama Islam (PAI) tahun 2022. Pasalnya, peserta hajat tahunan Direktorat PAI Kemenag ini juga diikuti siswa yang beragama Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu.

Hal ini menjadi perhatian Sekjen Kemenag Nizar Ali. “Terlepas sejauh mana capaian siswa non-muslim dalam kompetisi ini, saya menilai kesediaan dan keinginan mereka untuk mengikuti lomba ini sungguh patut diapresiasi,” tutur Nizar saat membuka gelaran puncak Festival dan Gebyar PAI di Tangerang Selatan, Kamis (27/10/2022).

Festival PAI tingkat nasional diikuti oleh siswa SMA/SMK yang telah lolos seleksi di tingkat kabupaten/kota dan provinsi. Secara khusus, Nizar menyampaikan terima kasih atas keikutsertaan pelajar Non Muslim dalam Festival PAI ini.

“Kalian telah menjadi bagian penting dari upaya mengembangkan toleransi dan persaudaraan, serta penguatan moderasi beragama,” ungkapnya.

Menurut Nizar, penguatan moderasi beragama jelas membutuhkan kerja bersama dan kolaborasi semua pihak. Di dalam upaya tersebut, tentu saja kerendah-hatian dan sikap legowo menerima perbedaan menjadi prasyarat utama.

“Saya bangga, Festival dan Gebyar PAI ini mampu menjadi ajang persemaian kebersamaan para siswa sekolah dari berbagai latar belakang agama yang berbeda,” terang Nizar.

Melalui Festival dan Gebyar PAI ini, lanjutnya, para sisa telah menunjukkan dengan jelas kesediaan dan kemauan mereka untuk berbaur dalam perbedaan, berkompetisi secara sehat, dan yang paling penting adalah keberanian dan kecerdasan untuk membahas Moderasi Beragama dalam lomba debat yang demikian dinamis dan menginspirasi.

Nizar berpesan, prestasi dalam ajang ini tidak hanya dipahami sebagai akhir dari tugas dan tanggung jawab moral dalam menyuarakan nilai Moderasi Beragama. Saat kembali ke sekolah masing-masing, para peserta juga harus bisa menjadi figur penting dalam kampanye moderasi beragama yang harus selalu dijalankan.

“Ajak dan diskusikan tema nilai moderasi beragama sebagaimana yang kalian pahami dalam ajang Festival dan Gebyar PAI tahun 2022 ini dengan teman-teman sekolah,” pesannya.

Kepada para guru PAI, Nizar berpesan agar menjadi aktor penting dalam upaya diseminasi moderasi beragama pada siswa. Karya inovatif dalam kampanye moderasi beragama semoga menjadi pemacu dan pemantik kemauan dan kemampuan guru PAI lainnya.

“Saya berharap, lembaga pendidikan mampu menjadi laboratorium moderasi beragama bagi siswa dan taman bermain untuk perayaan perbedaan. Dalam cara pandang seperti ini, moderasi beragama bukanlah sesuatu yang mengawang-awang karena difungsikan sebagai bagian dari keseharian dan aktivitas para siswa. Di dalamnya, teknologi dapat menjadi dukungan yang mencerahkan dan memudahkan,” harapnya.

“Semoga, Festival dan Gebyar PAI ini mampu menguatkan dan meneguhkan langkah bersama untuk membumikan dan menjalankan moderasi beragama pada siswa,” tutupnya.

Pada pertengahan September 2022, Kementerian Agama telah mengumumkan 7.826 siswa ang lolos seleksi administratif pada tahap pendaftaran peserta Festival Pendidikan Agama Islam (PAI) tahun 2022. Dari jumlah itu, ada sekitar 50 siswa yang beragama Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Mereka bersama ribuan peserta lainnya kemudian mengikuti coaching dan mentoring penguatan moderasi beragama.

Terpisah, Kasubdit PAI pada SMA/SMLB Abdullah Faqih mengatakan, pihaknya sedari awal memang memberi kesempatan kepada semua siswa SMA/SMK dari berbagai latar belakang agama untuk ikut serta dalam festival ini. Dia berharap ajang ini sekaligus bisa menjadi media komunikasi dan saling memahami perbedaan antar siswa.

“Kami tentu sangat mangapresiasi kesediaan dan langkah siswa yang beragama Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu untuk mengikuti pendaftaran Festival PAI Tahun 2022 ini. Secara konseptual, Festival PAI ini memang tidak hanya dapat diikuti siswa beragama Islam saja,” katanya.

“Keikutsertaan mereka diharapkan dapat persahabatan, walaupun terdapat perbedaan keyakinan di antara mereka. Jadi perbedaan bukan menjadi penghalang untuk saling bersahabat dan berkolaborasi,” tandasnya.***/mel