Tjahjo Kumolo Blak-blakan tentang Masa-Masa Di Luar Kekuasaan 2004-2014

Tjahjo Kumolo–foto gatra

PDI Perjuangan akan menggelar perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-46 pada 10 Januari. Jelang perayaannya, mantan sekretaris jenderal (Sekjen) partai itu, Tjahjo Kumolo, mengenang proses konsolidasi dan bagaimana peran Ketua Umum Megawati Soekarnoputri membesarkan partai.

Tjahjo, yang kini menjabat Menteri Dalam Negeri, flash back pengalaman pergulatan ideologisnya di partai. Dia masuk saat partainya masih bernama Partai Demokrasi Indonesia (PDI). Lalu menjalani reformasi dan pemilu 1999. Diberi kesempatan menjadi wakil sekretaris fraksi di Kongres PDIP 2005. Dan di kongres berikutnya di 2010, menjadi Sekjen Partai.

Kata Tjahjo, masa setelah 2004, dimana PDIP kalah di pemilu legislatif maupun pemilu presiden, adalah masa pergulatan besar. Di 2004-2014, PDIP berada di luar kekuasaan. Sementara godaan untuk menjadi bagian dari kekuasaan sebenarnya sangat besar.

“Kekuatan PDIP pada masa 10 tahun itu adalah keteguhan untuk tak tergiur kekuasaan. Prinsip yang diajarkan oleh Ibu Megawati adalah, kalau mau berkuasa, ya berjuang merebut kemenangan secara demokratis,” kata Tjahjo memulai refleksinya, di Kantor Pusat PDIP di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (3/1).

Maka saat itu, Megawati memerintahkan kepada Tjahjo agar terus menguatkan konsolidasi partai. Tumpuannya adalah yang disebut sebagai Tiga Pilar Partai. Yakni kekuatan di struktur hingga pengurus anak ranting; kekuatan di legislatif; dan kekuatan di eksekutif.

Dimulailah proses modernisasi kerja partai. Setiap kader didudukkan di salah satu dari tiga kekuatan itu berdasar hasil penilaian ilmiah. Metode psikotes pun diterapkan.

“Jadi sebelum seseorang didudukkan, akan dicek apakah dia cocok di DPR, eksekutif, atau struktur. Itu pakai psikotes,” kata Tjahjo.

“Sekjen, wasekjen, bekerja menggerakkan dan mengorganisir Tiga Pilar Partai. Termasuk menggerakkan masyarakat dan pemilih. Itulah kunci kekuatan politiknya,” tambah dia.

Tjahjo secara khusus bicara soal Megawati. Katanya, banyak yang menuding sosok Megawati sebagai pemimpin keras dan otoriter. Faktanya tidak. Megawati adalah sosok demokratis, yang di tiap rapatnya selalu mendorong seluruh peserta menyampaikan pendapat.

“Baru kemudian beliau memutuskan secara bersama dari hasil pembahasan,” kata Tjahjo.

“Ibu Megawati itu orang yang detil. Beliau tahu siapa-siapa saja pendiri partai, yang berjasa, yang membela, dan siapa pengkhianat partai,” tukasnya lagi.

Dan Megawati pula yang memastikan, setelah kemenangan di Pemilu 2014, bahwa PDIP tak boleh berhenti. Bahwa satu kemenangan itu tidak cukup. Megawati memerintahkan agar jangan terbuai, bahwa selama NKRI ada, maka PDIP harus tetap bekerja keras menjaganya.

“Maka dengan ultah PDIP di 10 Januari, mari lawan racun demokrasi, kampanye dan ujaran kebencian, fitnah. Itulah racun demokrasi yang harus kita lawan. Harus kita sampaikan ke aparat penegak hukum. inilah penjahat demokrasi yang harus kita sadarkan,” ujarnya.

“Pemilu adalah ajang memilih pemimpin yang membawa gagasan kemajuan bangsa demi kemaslahatan rakyat, sehingga kualitas demokrasi makin meningkat.”

Hasto Kristiyanto, Sekjen PDIP yang hadir di acara itu, mengamini apa yang disampaikan Tjahjo. Megawati adalah sosok yang memastikan PDIP untuk tetap teguh dan kuat walau berada di luar pemerintahan pada 2004-2014. Begitupun peran Tjahjo menjalankan perintah Megawati melaksanakan proses konsolidasi partai hingga adopsi metode modern dalam organisasi partai.

“Ketika Pak Tjahjo menjadi sekjen terjadilah sebuah dukungan dari rakyat yang positif sehingga PDIP menang pemilu yang lalu,” kata Hasto.

Ujang Komaruddin, seorang akademisi ilmu politik, lalu membeberkan hasil risetnya yang sudah dibukukan berjudul “Ideologi Demokrasi Partai Politik”. Buku itu adalah hasil riset disertasinya mengenai peran PDIP dalam pembangunan di Kabupaten Subang. Di buku itu, dia membuktikan bagaimana ideologi yang digagas Soekarno, berhasil diimplementasikan dengan baik lewat kebijakan politik di Subang.

” Ideologi inilah yang membuat kader PDIP selalu kuat. Ketika disikat dia tabah, ketika digencet dia selalu mencari jalan keluar, dan ketika berkuasa dia berusaha mewujudkan ideologinya,” ujar Ujang.

Ke depan, Ujang menilai PDIP harus menjadi jangkar Indonesia menghadapi tantangan global dan disintegrasi yang besar.

“PDIP harus menjadi kekuatan Indonesia Today and Tomorrwo. Kalau tidak, siapa yang menjaga harapan bangsa? Kini cuma PDIP satu-satunya parpol nasionalis. Dia harus jadi jangkar kekuatan bangsa,” tandas Ujang Komaruddin.***/ebn

 

Hasto: Jangan Sampai Indonesia Kembali ke Masa Sebelum Sumpah Pemuda 1928

Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto–foto gatra

PDI Perjuangan akan menggelar perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-46 yang akan dilaksanakan di JI Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 10-11 Januari mendatang.

Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengatakan tema acara HUT dan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) itu adalah ‘Persatuan Indonesia Membumikan Pancasila’. Tema itu merefleksikan Indonesia sebagai satu kesatuan wilayah geografis yang terbentang diantara dua benua dan dua samudera. Dan semuanya menjadi satu karena Pancasila yang dibumikan.

Kontekstualisasi tema itu jelang Pemilu 2019 adalah bahwa makna pemilu jangan dipersempit dan menurunkan peradaban bangsa. Kata Hasto, jangan sampai Indonesia kembali pada masa sebelum Sumpah Pemuda 1928, dimana bahasa dan wilayahnya masih terpisah-pisah.

“Indonesia satu rasa jiwa senasib sepenanggungan yang ingin berperan besar di dalam peradaban dunia ini,” kata Hasto.

Jumpa pers jelang peringatan HUT PDI Perjuangan ke 46 di Jakarta–foto tirto id

Di acara itu, kata dia, nantinya akan mengundang pasangan nomor urut 01, Jokowi-KH Ma’ruf Amin. “Ya diundang, Pak Jokowi, Kiai Ma’ruf, diundang,” imbuh Hasto.

Menurut Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan, Utut Adianto, perayaan HUT itu akan dihadiri oleh jumlah peserta hingga lebih dari 12 ribu orang dari seluruh Indonesia.

Peserta itu akan datang dari pengurus partai dan kader PDI Perjuangan seluruh Indonesia. Rinciannya adalah 8240 orang dari struktur pusat partai, pengurus tingkat provinsi, kabupaten/kota, dan anak cabang setingkat kecamatan. “Sebanyak 514 pengurus DPC setingkat Kabupaten/Kota dan 6569 PAC setingkat kecamatan,” kata Utut Adianto.

Kemudian anggota DPR, DPRD provinsi dan kabupaten/kota, bersama calon anggota legislatif 2019 dengan total 3849. Peserta dari struktur eksekutif, yakni kepala daerah dan wakilnya, sebanyak 188 orang. Lalu ditambah lagi dengan perwakilan organisasi sayap partai hingga pengurus partai di luar negeri.

“Totalnya 12.341 orang. HUT dan Rakornas ini akan dilaksanakan di JI Expo Kemayoran, akan dimulai Kamis Jam 10 pagi dan diharapkan selesai sebelum Jumatan esok harinya,” kata Utut.

Dalam acara konferensi pers itu, hadir juga sekjen PDIP Periode 2010-2015 Tjahjo Kumolo serta Ketua Bappilu PDIP Bambang DH.***/ebn

2015 – 2018, 616 Kilometer Tol Trans Jawa Terbangun

Simpang Susun Jombang–foto istimewa

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam empat tahun (2015-2018) telah menyelesaikan 616 kilometer (Km) dari 1.150 Km Jalan Tol Trans Jawa yang menghubungkan Merak – Banyuwangi.  Kini, dari Merak hingga Grati, Pasuruan sepanjang 933 Km sudah tersambung, sementara Pasuruan-Banyuwangi sepanjang 217 Km ditargetkan beroperasi 2021 mendatang.

Progres ini melengkapi ruas-ruas jalan tol Trans Jawa yang telah beroperasi, pada masa sebelumnya, yakni pada kurun 1978 hingga 2004, sepanjang 242 Km, serta pada kurun 2005 hingga 2014 sepanjang 75 Km.
Tujuh ruas tol terbaru diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah, Kamis (20/12) lalu. Peresmian dilakukan di dua tempat yakni empat ruas tol yang berada di Jawa Timur dilakukan di Simpang Susun (SS) Bandar, di KM 671 Jalan Tol Jombang-Mojokerto dan tiga ruas tol di Jawa Tengah dilakukan di Jembatan Kali Kuto, yang menjadi ikon ruas Tol Batang-Semarang. “Dengan diresmikannya jalan tol di Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah tersebut, maka jalan tol dari Jakarta hingga Surabaya sudah tersambung,” kata Presiden Joko Widodo usai meresmikan 4 ruas tol di Jawa Timur yang berlangsung di SS Bandar. 

Tol Trans Jawa–foto istimewa
Usai peresmian, Presiden Joko Widodo dan rombongan menuju lokasi peresmian kedua di Jembatan Kali Kuto melewati Tol Trans Jawa menggunakan bus. Presiden Jokowi berharap dengan selesai dan tersambungnya jalan tol dari Jakarta – Grati akan lebih memudahkan masyarakat untuk memiliki alternatif jalur transportasi darat yang lebih cepat dan lebih murah, disamping jalan nasional antar provinsi yang sudah ada. Kehadiran jalan tol segera diintegrasikan dengan kawasan industri, kawasan ekonomi khusus (KEK), maupun kawasan-kawasan wisata yang ada di sisi jalan tol.
“Saya kemarin mendapat laporan dari Gubernur Jawa Timur, setelah adanya jalan tol, kawasan industri di Kabupaten Ngawi semakin meningkatkan minat para calon investornya. Sebab dari sisi lahan dan juga dari sisi ketanagakerjaan masih kompetitif,” kata Presiden.
Dalam kesempatan terpisah, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh Kementerian/Lembaga yang telah bekerjasama dengan sangat baik selama proses pembangunan ruas-ruas jalan tol Trans Jawa.
Khususnya kepada Kementerian BUMN, Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Kementerian Keuangan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Agama, TNI, Kepolisian RI, Kejaksaan Agung, Kejaksaan Tinggi, dan Kejaksaan Negeri yang telah mengerahkan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Pusat dan Daerah (TP4P dan TP4D), Pemerintah Provinsi beserta Pemerintah Kabupaten/Kota terkait, para Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), BUMN Karya dan Swasta Nasional.  “Demikian pula kepada seluruh lapisan masyarakat yang terkena jalur tol ini, kami haturkan beribu terima kasih atas kerjasama dan dukungannya,” kata Menteri PUPR.
Dengan dibukanya tujuh ruas tersebut akan memperlancar arus mudik Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. “Tujuh ruas tol yang baru diresmikan akan dikenakan tarif Rp 0,- mulai hari ini sampai berakhirnya libur tahun baru 2019,” papar Menteri PUPR.
Sebagai informasi keempat ruas tol di Jawa Timur yang diresmikan sepanjang total panjang 59 Km antara lain Tol Ngawi-Kertosono segmen Wilangan-Kertosono (38 km), Jombang-Mojokerto seksi Bandar-Kertosono (1 km), Gempol-Pasuruan seksi 3 Pasuruan-Grati (14 km) dan Surabaya-Gempol seksi relokasi Porong-Gempol (6 km).
Sementara di Provinsi Jawa Tengah total panjang tol yang diresmikan sepanjang 142 Km yakni ruas Tol Pemalang-Batang segmen SS Pemalang-Paserakan (34 Km), Batang-Semarang (75 Km), dan Semarang – Solo segmen Salatiga-Kartasura (33 Km). (gun)

Alhamdulillah! Aktivitas Anak Krakatau Turun, Potensi Tsunami Kecil

Ilustrasi—Anak Gunung Krakatau –foto BNPB

Aktivitas letusan Anak Gunung Krakatau menurun, risiko letusan besar hampir tidak ada. Namun begitu status Gunung Anak Krakatau belum diturunkan, masih tetap Siaga (Level III) dengan rekomendasi untuk tidak memasuki area dalam radius 5 kim.

Berdasarkan hasil evaluasi seismik dan data visual yang dilakukan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM terhadap Anak Gunung Krakatau, hingga tanggal 30 Desember 2018 teramati terjadinya letusan Surtseyan dengan frekuensi sangat minim (2 jam sekali), dan catatan kegempaan yang menunjukkan penurunan, sehingga potensi untuk timbulnya tsunami dari aktivitas Gunung Anak Krakatau sangat kecil.

“Aktivitas letusan menurun sehingga resiko juga menurun, resiko letusan besar hampir tidak ada. Status Gunung Anak Krakatau masih Siaga (Level III) dengan rekomendasi untuk tidak memasuki area dalam radius 5 km dari Kawah. Masuk mendekat ke Komplek Krakatau tidak direkomendasikan,” ungkap Sekretaris Badan Geologi, Antonius Rardomopurbo (Purbo) dalam keterangan persnya di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Senin (31/12). Demikian dikutip dari rilis Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi.

Purbo mengungkapkan, meskipun ancaman tsunami dari proses longsor sangat kecil, direkomendasikan kepada BMKG dan BNPB untuk memasang instalasi peringatan dini mitigasi bencana di Pulau Rakata. “Pilihan Pulau Rakata ini didasarkan pertimbangan dari sebaran struktur geologi yang ada di Selat Sunda,” ujarnya.

Menurut Purbo, aktivitas erupsi dengan laju besar pada tanggal 26-27 Desember 2018 telah menyebabkan puncak Gunung Anak Krakatau yang terbangun sejak 1950 telah hilang, sebagian ikut terletuskan dan sebagian dilongsorkan. Puncak aktivitas letusan sudah terjadi mulai tgl 26 Des dan selesai tgl 27 Desember pukul 23.00.

Saat ini bagian Gunung Anak Krakatau yang tersisa mempunyai ketinggian 110 m dpi (semula 338 m dpi). Karena kawah berada di bawah permukaan air laut, saat ini letusan bertipe Surtseyan. Posisi kawah yang berada di permukaan atau sedikit dibawah permukaan air laut menjadikan tipe letusan berubah dari Strombolian ke Surtseyan. Letusan jenis ini tidak akan menimbulkan tsunami karena terjadi dipermukaan air dan material cenderung terlempar ke udara secara total.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau dipantai dengan beberapa pemasangan stasiun seismik di lereng Gunung Anak Krakatau (KRA) dan juga di lokasi di Pulau Sertung (SRT), baratdaya G.Anak Krakatau. Stasiun seismik yang dipasang di tubuh G.Anak Krakatau akan terdampak langsung letusan apabila terjadi erupsi. Namun demikian, stasiun seismik di Anak Krakatau penting untuk mendeteksi perubahan fase tenang dan fase erupsi, karena di awal akan tercatat gempa-gempa vulkanik yang berukuran kecil yang sulit tercatat di stasiun seismik yang lebih jauh. Namun demikian, pada saat aktivitas pada level tinggi, stasiun di Pulau Sertung akan mengambil alih karena pada saat aktivitas tinggi, amplitudo kegempaan cukup besar sehingga tercatat di Pulau Sertung dengan jeias.

Puncak Gunung Anak Krakatau hilang (diletuskan dan runtuh) yaitu seluruh kerucut yang berada di atas dan terjadi sesudah ‘somma’ Anak Krakatau. Dari posisi ‘somma ‘ yang berada di pelataran yang relatif stabil, dan tidak pernahlongsor sejak lahir Anak Krakatau, potensi terjadi longsor-besar sangatlah kecil atau hampir tidak ada. Tidak ada potensi tsunami dari proses longsoran. Namun demikian perlu diingat bahwa struktur geologi di Selat Sunda merupakan strukturaktif dengan sebagian berupa sesar sesar normal. Sehingga reaktivitasi sesar-sesar ini tetap harus diwaspadai.***/ebn

 

 

 

Tinggi Gunung Anak Krakatau Tinggal 110 Meter

Gunung Anak Krakatau

Pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan, secara visual, 28 Desember 2018, pukul 00.00-12.00 WIB, teramati letusan dengan tinggi asap maksimum 200-3000 meter di atas puncak kawah Gunung Anak Krakatau.  Letusan  dengan abu vulkanik bergerak ke arah timur-timurlaut, sedangkan cuaca teramati berawan-hujan dengan arah angin dominan ke timur-timur laut.

Selanjutnya, pukul 14.18 WIB, cuaca cerah dan terlihat asap letusan tidak berlanjut. Terlihat tipe letusan surtseyan, terjadi karena magma yang keluar dari kawah Gunung Anak Krakatau bersentuhan dengan air laut. Pada saat tidak ada letusan, teramati puncak Gunung Anak Krakatau tidak terlihat lagi. Berdasarkan hasil analisis visual, terkonfirmasi  Gunung Anak Krakatau yang tingginya semula 338 meter, sekarang tingginya tinggal 110 meter.
Sebelumnya, PVMBG mencatat terjadi perubahan pola letusan pada jam 23.00, tertanggal 27 Desember 2018 yaitu terjadinya letusan-letusan dengan onset yang tajam. Letusan Surtseyan terjadi di sekitar permukaan air laut.  Dari Pos PGA Pasauran, posisi puncak Gunung Anak Krakatau saat ini lebih rendah di banding Pulau Sertung yang menjadi latar belakangnya. Sebagai catatan, Pulau Sertung tingginya 182 meter sedangkan Pulau Panjang 132 meter.
Volume Anak Krakatau yang hilang diperkirakan sekitar antara 150-180 juta m3, sementara volume yang tersisa saat ini diperkirakan antara 40-70 juta m3. Berkurangnya volume tubuh gunung Anak Krakatau ini diperkirakan karena adanya proses rayapan tubuh gunungapi yang disertai oleh laju erupsi yang tinggi dari 24-27 Desember 2018.
Proses pengamatan visual terus dilakukan untuk mendapatkan hasil perhitungan yang lebih presisi. Saat ini letusan bersifat impulsif, sesaat sesudah meletus tidak tampak lagi asap yang keluar dari kawah Gunung Anak Krakatau. Terdapat dua tipe letusan, yaitu letusan Strombolian dan Surtseyan.
Potensi bahaya dari aktivitas letusan Gunung Anak Krakatau dengan kondisi saat ini yang paling memungkinkan adalah terjadinya letusan-letusan Surtseyan. Letusan jenis ini karena terjadi di permukaan air laut, meskipun bisa banyak menghasilkan abu, tapi tidak akan menjadi pemicu tsunami. Potensi bahaya lontaran material lava pijar masih ada.
Dengan jumlah volume yang tersisa tidak terlalu besar, maka potensi terjadinya tsunami relatif kecil, kecuali ada reaktivasi struktur patahan/sesar yang ada di Selat Sunda. Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis data visual maupun instrumental hingga tanggal 28 Desember 2018, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau masih tetap Level III (Siaga).
Sehubungan dengan status Level III (Siaga) tersebut, direkomendasikan kepada masyarakat untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius 5 km dari kawah, menyiapkan masker untuk mengantisipasi jika terjadi hujan abu, masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung harap tenang serta jangan mempercayai isu-isu tentang erupsi Gunung Anak Krakatau yang akan menyebabkan tsunami, serta dapat melakukan kegiatan seperti biasa dengan senantiasa mengikuti arahan BPBD setempat.
Gunungapi Anak Krakatau, terletak di Selat Sunda adalah gunungapi strato tipe A dan merupakan gunungapi muda yang muncul dalam kaldera, pasca erupsi paroksimal tahun 1883 dari Kompleks Vulkanik Krakatau.
Aktivitas erupsi pasca pembentukan dimulai sejak tahun 1927, pada saat tubuh gunungapi masih di bawah permukaan laut. Tubuh Anak Krakatau muncul ke permukaan laut sejak tahun 1929. Sejak saat itu hingga kini Gunung Anak Krakatau berada dalam fasa konstruksi (membangun tubuhnya hingga besar).
Pada tahun 2016 letusan terjadi tanggal 20 Juni 2016, sedangkan pada tahun 2017 letusan terjadi tanggal 19 Februari 2017 berupa letusan strombolian. Tahun 2018, kembali meletus sejak tanggal 29 Juni 2018 sampai saat ini berupa letusan strombolian. (gun)

Siapapun Moderator dan Panelis Debat Kandidat yang Penting Obyektif

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI resmi menuntaskan proses pengundian dan penetapan media penyiaran yang akan bertugas menyuguhkan tontonan debat calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) Pemilu 2019 kepada masyarakat, Rabu (26/12/2018).-foto:KPU

Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah menentukan jajaran moderator dan panelis untuk debat kandidat calon presiden pada 17 Januari mendatang. Ditanya tanggapannya soal nama-nama yang diputuskan KPU, Cawapres nomor urut 01 KH Ma’ruf Amin mengatakan yang penting semuanya tidak memihak.

“Yang penting moderator itu tidak memihak, dia menyampaikan secara obyektif dan tidak menyudutkan salah satu pihak,” kata KH Ma’ruf Amin di Pandeglang, Banten, Sabtu (29/12).

Dengan begitu, maka moderator debat seharusnya tidak melakukan penyimpangan dari skenario yang disiapkan KPU untuk pelaksanaan debat kandidat. Kata Kiai Ma’ruf, pihaknya tak mempermasalahkan siapapun orangnya yang ditunjuk KPU.

“Kita percaya KPU memilih mereka yang kredibel,” imbuhnya.

MA bersama Ketua Umum PB Malnu, di Pondok Pesantren Malnu, Pandeglang, Sabtu (29/12).

Lalu bagaimana dengan jajaran panelis, dimana salah satunya adalah Bambang Widjojanto, yang dikenal dekat dengan sejumlah tokoh di Timses Prabowo Subianto? Kiai Ma’ruf Amin mengatakan bahwa panelis juga sama dengan moderator. Mereka sebaiknya menyampaikan pertanyaan-pertanyaan yang obyektif dan tidak menyudutkan salah satu pihak.

“Panelis itu harus berlaku obyektif, jujur. Kalau itu sudah dilakukan, saya kira dari kelompok manapun, dari profesi apapun, saya kira itu tidak menjadi masalah buat kita itu,” kata Kiai Ma’ruf.

KPU sudah menetapkan Ira Koesno dan Imam Priyono sebagai moderator debat. Sementara sebagai panelis, selain Bambang Widjojanto, ada nama Hikmahanto Juwana, Bagir Manan, Ahmad Taufan Damanik, Bivitri Susanti, Koordinator, Adnan Topan Husodo, dan Margarito Kamis.

Menyangkut persiapan dirinya dan Capres Jokowi menghadapi debat kandidat, Kiai Ma’ruf mengatakan pihaknya tentu akan mempersiapkan diri. Dia lalu mengutip pernyataan Jokowi, kemarin, bahwa persiapan akan dilakukan berdekatan dengan hari debat. Kalau jarak waktunya terlalu lama, nanti kandidatnya bisa lupa.

“Menjelang debat kita akan melakukan persiapan-persiapan, mempelajari masalah-masalah yang kemungkinan akan menjadi materi perdebatan. Dan juga tentu saja kita melatih bagaimana kita menggunakan waktu yang terbatas, tidak panjang, hanya beberapa menit,” ulasnya.***/ebn

Ini Daerah-daerah Berpotensi Hujan Lebat, Gelombang Tinggi dan Angin Kencang

Berdasarkan pantauan kondisi atmosfer terkini, aliran massa udara dingin dari Asia masih mendominasi wilayah Indonesia. Pusat tekanan rendah di sekitar wilayah Filipina dan Laut Cina Selatan menyebabkan massa udara dingin dari Asia cukup terkonsentrasi di wilayah utara.
“Sementara itu, dominasi pola udara tekanan rendah di sekitar wilayah Australia cukup signifikan dan menyebabkan terbentuknya daerah perlambatan angin dan pertemuan angin di sekitar wilayah Indonesia bagian selatan,” kata Deputi Bidang Meteorologi, Mulyono Prabowo, Kamis (27/12).
Kondisi-kondisi demikian ini, menurut  Mulyono, diprakirakan akan meningkatkan potensi hujan di sebagian besar wilayah Indonesia pada periode menjelang akhir tahun, 28-31 Desember 2018.
Wilayah yang berpotensi hujan lebat antara lain:
– Bengkulu
– Sumatra Selatan
– Kep. Bangka Belitung
– Kalimantan Utara
– Sulawesi Selatan
– Jawa Tengah
– D.I. Yogyakarta
– Jawa Timur
– Bali
– NTB
– NTT
– Maluku bagian selatan
Di sisi lain, beberapa daerah juga berpotensi mengalami angin kencang dengan kecepatan lebih dari 45 km/jam. Wilayah yang berpotensi terjadi ANGIN KENCANG antara lain:
– Lampung
– Banten
– DKI Jakarta
– Jawa Barat
– Jawa Tengah
– Jawa Timur
– Kalimantan Barat
– Kalimantan Tengah
– Kalimantan Selatan
– NTT
– Sulawesi Utara
– Sulawesi Selatan
– Sulawesi Tenggara
– Maluku Utara
– Maluku bagian selatan
– Papua Barat
Potensi gelombang tinggi 2,5 -4 meter berpeluang terjadi di:
– Selat Sunda bagian selatan
– Perairan Selatan Pulau Jawa hingga Pulau Sumbawa
– Selat Bali – Selat Lombok – Selat Alas bagian selatan
– Samudra Hindia Selatan Banten
– Samudra Hindia Selatan Bali hingga NTB
– Perairan Kep. Anambas dan Selatan Kep. Natuna
– Laut Jawa
– Perairan Utara Kepulauan Kangean
– Perairan Kep. Sangihe – Talaud
– Perairan Manado – Bitung
– Laut Sulawesi bagian tengah hingga timur
– Laut Maluku
– Perairan Utara Kepulauan Halmahera
– Samudra Pasifik Utara Halmahera hingga Papua Barat
Potensi gelombang tinggi lebih dari 4 meter berpeluang terjadi di:
– Samudra Hindia Selatan Jawa Barat hingga Jawa Timur
– Perairan Utara Kepulauan Nias
– Laut Natuna Utara
BMKG, lanjut Mulyono, mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologis seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang dalam beberapa hari ke depan, terutama untuk wilayah-wilayah yang telah mendapat hujan berintensitas tinggi. “Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,” papar Mulyono. (gun)

Budi Waseso Jadi Ketua Kwarnas Pramuka

Presiden Joko Widodo lantik Budi Waseso jadi Ketua Kwarnas Pramuka–foto istimewa

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Pengurus Kwartir Nasional (kwarnas) Gerakan Praja Muda Karana (Pramuka) Masa Bakti  Tahun 2018-2023 di Halaman Tengah Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (27/12). Acara pelantikan diawali dengan kumandang lagu Indonesia Raya yang diiringi oleh Korps Musik Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Prosesi dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Republik Indonesia Nomor 67/M Tahun 2018, tanggal 26 Desember 2018, tentang Pengukuhan Susunan pengurus Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Masa Bakti Tahun 2018-2023. Dalam kesempatan ini, Presiden, yang melantik Budi Waseso sebagai Ketua dan Anggota pengurus kwarnas gerakan Pramuka masa bakti 2018-2023 lainnya, meminta komitmen, sebagai berikut:
1. Saya harap Saudara-saudara membaca dan memahami Undang-undang Nomor 12 tahun 2010 tentang gerakan Pramuka secara lengkap karena ketentuan tersebut merupakan landasan hukum bagi Gerakan Pramuka;
2. Demikian pula saya harap Saudara-saudara membaca dan memahami isi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.
Lebih lanjut, Presiden Jokowi juga mengajukan beberapa pertanyaan yang harus dijawab dengan singkat dan jelas.
1. Setelah memahami Undang-undang Nomor 12  Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka serta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka, apakah Saudara-saudara dapat menyetujuinya?
2. Apakah saudara-saudara bersedia melaksanakan tugas membina dan mengembangkan gerakan kepramukaan dengan jiwa pengabdian sesuai dengan kemampuan yang Saudara-saudara miliki?
3. Sebagai perwujudan kesediaan itu, bersediakah Saudara-saudara secara sukarela dan dengan hati yang tulus ikhlas mengucapkan janji Pramuka Trisatya? “Sebelum Saudara-saudara mengucapkan janji, saya persilakan berdoa memohon kepada Tuhan YME agar janji Trisatya yang Saudara-saudara ucapkan nanti mendapatkan rida dan selalu mendapatkan bimbingan-Nya, berdoa mulai, ‘Berdoa selesai’,” ujar Presiden.
Selanjutnya, prosesi dilanjutkan dengan memegang ujung bendera Sang Merah Putih dengan tangan kanan dan meletakkan pada dada sebelah kiri dekat detak jantung sebagai tanda bahwa selama jantung masih berdetak seluruh pengurus akan selalu ingat akan tugas dan kewajiban dalam gerakan Pramuka. “Selanjutnya saya persilakan saudara-saudara untuk mengucapkan Trisatya dengan bantuan saya,” tutur Presiden yang dilanjutkan dengan mengucapkan Janji Trisatya bersama-sama.
Trisatya, demi kehormatanku, Aku berjanji akan bersungguh-sungguh menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan Pancasila, menolong sesama hidup, ikut serta membangun masyarakat, serta menepati darma Pramuka.
Usai pengucapan Trisatya, Presiden secara resmi melantik pengurus Kwarnas Pramuka. “Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, pada hari ini, Kamis, 27 Desember 2018, saya lantik Saudara-saudara sebagai Ketua dan Anggota Pengurus Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Masa Bakti 2018-2023,” ujarnya. (gun)

Kiai Ma’ruf: Peran Relawan Penting di Pilpres

KSPSI menemui Ma’ruf Amin untuk mendeklarasikan dukungan di Pilpres 2019 –foto okezone

Cawapres nomor urut 01 KH Ma’ruf Amin menegaskan selain partai politik, relawan juga memiliki peran yang sangat penting dalam memenangkan pilpres 2019. Sehingga Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin akan saling bersinergi dengan seluruh kelompok relawan yang tersebar di penjuru daerah.

“Saya pun hampir setiap hari menerima deklarasi relawan. Peran relawan penting selain peran parpol dan kelompok profesional. Relawan juga tersebar di berbagai daerah. Para relawan yang datang ke saya dari berbagai segmentasi antara lain ulama, mubaligh, buruh dan milenial. Sehingga peran relawan penting dalam memenangkan pilpres mendatang,” ucap Kiai Ma’ruf sebelum menerima Serikat Pekerja KSPSI di kediamannya Jln Situbondo, Kamis (27/12).

Kiai Ma’ruf juga menekankan tidak ada persaingan antara parpol dan relawan. Karena pada dasarnya semua pihak berlomba untuk berkontribusi memenangkan paslon 01.

“Selalu ada koordinasi relawan dan parpol karena arahnya satu yaitu memenangkan pasangan calon 01. Jadi dukungan dari berbagai pintu menuju satu pintu kemenangan,” lanjutnya.

Kiai Ma’ruf juga mengatakan dirinya selalu berpesan kepada para relawan untuk bekerja secara santun.

“Pilpres kontenstasi tiap lima tahun sekali. Jadi jangan mengorbankan keutuhan bangsa. Terlalu mahal keutuhan bangsa goyah hanya karena pilpres. Saya selalu meminta relawan untuk bekerja secara santun, menjaga persatuan Indonesia,” tandasnya.***/ebn

Waspadalah! Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi

Gunung Anak Krakatau terpantau (26/12) masih erupsi–gambar copy dari sutopo twitter

Kondisi Gunung Anak Krakatau yang divideokan dari KRI Teluk Cirebon 543 pads 26/12/2018, 16.33 WIB. Erupsi masih berlangsung. Tipe erupsi Gunung Anak Krakatau strombolian yang mengeluarkan abu vulkanik dan lontaran batu pijar terus menerus. Status Waspada (level 2).

“Kondisi Gunung Anak Krakatau yang divideokan dari KRI Teluk Cirebon 543 pads 26/12/2018, 16.33 WIB. Erupsi masih berlangsung. Tipe erupsi Gunung Anak Krakatau strombolian yang mengeluarkan abu vulkanik dan lontaran batu pijar terus menerus. Status Waspada (level 2),” kata Sutopo.

Kondisi Anak Gunung Krakatau  sampai kini (26/12) masih erupsi. Tipe erupsi Gunung Anak Krakatau, sebagaimana disampaikan Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNBP, strombolian yang mengeluarkan abu vulkanik dan lontaran batu pijar terus menerus. Status Waspada (level 2).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengimbau masyarakat untuk menghindari lokasi pesisir pantai di Selat Sunda dalam radius 500 m sampai 1 km.

“Kami meminta masyarakat yang tinggal dan berada di lokasi kejadian bencana tsunami, agar tetap waspada dan mengantisipasi dengan menghindari lokasi pesisir / pantai dalam radius 500 m sd 1 km. Masyarakat pun dihimbau untuk tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang menyesatkan, tutur Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati saat kegiatan konferensi pers bersama Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman yang diwakili oleh Ridwan Djamaluddin selaku Deputi Bidang Infrastruktur, kemarin (25/12).

Dwikorita menjelaskan bahwa saat ini BMKG bersama Badan Geologi terus melakukan pemantauan kondisi aktifitas tremor Anak Gunung Krakatau.

“BMKG pun terus memantau kondisi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi, karena seluruh kondisi tersebut dapat mengakibatkan longsor tebing kawah ke laut dan berpotensi memicu tsunami seperti hipotesa yang telah disampaikan pada tanggal 22 Desember 2018 yang lalu”. lanjutnya

Silahkan, lanjutnya untuk terus memantau perkembangan informasi dari BMKG melalui situs www.bmkg.go.id , media sosial ataupun aplikasi mobile “InfoBMKG” serta aplikasi mobile Magma Indonesia dari Badan Geologi.

Dwikorita menjelaskan saat ini BMKG telah mengembangkan aplikasi sistem pemantauan yang memfokuskan pada aktivitas kegempaan vulkanik G.Anak Krakatau, sehingga diharapkan agar dapat memberikan peringatan dini yang lebih cepat.

Sementara kondisi cuaca di sekitar Anak Gunung Krakatau diprakirakan hujan ringan hingga sedang pada malam hingga dini hari nanti. Angin permukaan umumnya bertiup dari arah barat daya hingga barat dengan kecepatan antara 5-35 km/jam.***/ebn