Bincang Filmku Bersama FFWI dan BPI

JAYAKARTA NEWS – Film terlaris dengan raihan hampir 9 juta penonton yang bertajuk ‘KKN di Desa Penari’ terus dibicarakan dimana-mana. Ini pertama kalinya film nasional mencapai box office tertinggi sepanjang sejarah perfilman di tanah air.

Ki-ka : Yan W, Gunawan Paggaru dan Vivian Idris (foto: Ipik).

“Padahal di Korea Selatan dua tahun belakangan ada 18 film yang tembus 10 juta penonton dan di sana di tiap kecamatan terdapat bioskop,” lontar pengamat dan kritikus film Wina Armada Sukardi dalam diskusi ‘Bincang Filmku’ di ruang Meeting Direktorat Perfilman, Musik dan Media (PMM), Kemendikbud Ristek, Jakarta, Selasa (31/5).

Tidak hanya di Korsel, Wina Armada juga menyebutkan di China, masyarakatnya juga sudah ‘cinema minded’. Selain film produksi Hongkong, juga film-film buatan Hollywood selalu mencetak cuan di atas 10 juta penonton (ada hampir 400.000 layar bioskop di RRC).

“Tapi kita tak perlu murung karena menurut catatan saya  terakhir, ada 25 film terlaris di negara kita. Berdasar karakteristiknya, genre horor ada 7 film, komedi 8, drama 4 dan remaja 4. Ini cukup membanggakan kita,” papar Wina Armada.

Penggagas Festival Film Wartawan Indonesia (FFWI) ini juga membeberkan derasnya penetrasi film asing menyebabkan beberapa bioskop di daerah terpaksa mengurangi jumlah layar bioskop akibat serbuan film Hollywood. “Makanya bapak perfilman nasional Usmar Ismail bangkit memelopori pemasaran film Indonesia ke luar negeri dan meletakkan film nasional sebagai peletak dasar dan industri yang bonafid. Bahkan, beliau ikut mendirikan Festival Film Asia Pacific (FFAP),” timpal Wina Armada.

Wina Armada Sukardi, pembicara (foto suara karya.com)

Dalam acara yang digelar oleh Demi Film Indonesia (DFI) ini juga menghadirkan dua pembicara dari Badan Perfilman Indonesia (BPI) yaitu Gunawan Paggaru selaku Ketum dan Vivian Idris sebagai Ketua bidang Festival. “Terwujudnya BPI adalah dari UU No 33 tahun 2009 tentang film pasal 67 bahwa masyarakat berperan serta dalam menyelenggarakan perfilman serta untuk meningkatkan peran serta masyarakat dibawah BPI (pasal 68),” kata Gunawan Paggaru yang pernah menyutradarai film ‘Syahadat Cinta’ dan ‘Issue’.

Sedangkan Vivian Idris menjelaskan ihwal film adalah karya seni yang memuat berbagai ide dan gagasan dalam bentuk gambar bergerak. “BPI mengutamakan film dibuat dengan sumber daya Indonesia dari seluruh atau sebagian kekayaan intelektualnya dimiliki oleh warga negara Indonesia atau Badan Hukum Indonesia,” urai Vivian Idris.

Ditambahkan, BPI memiliki visi terwujudnya film Indonesia yang kompetitif, berkeadilan dan bermanfaat bagi masyarakat. Acara yang dipandu oleh host Yan Wijaya dan Arul Muchsen ini cukup mendapat perhatian dari wartawan dan pengamat film, Sinematek, insan film dan pimpinan PMM Kemendikbud Ristek. (pik)

Java Jazz 2022 Pasca Pandemi

JAYAKARTA NEWS – Dua tahun terhenti karena pandemi Covid yang mengganas, akhirnya pergelaran musik dibuka kembali. Konser-konser musik di udara tersingkap mulai digelar dan penonton cukup membludak. Dimulai IMEX di Ubud, Bali berlanjut Balkon Jazz di Menoreh, candi Borobudur pasca Lebaran 2022, di bulan Mei ini gelaran musik bertebaran.

Tanggal 27 Mei yang lalu, di Jakarta saja ada tiga titik gelaran musik: konser Rossa di Istora Senayan, Festival Kopi di Parkir Timur Senayan dimeriahkan KD, Tina Toon dan Nico Siahaan. Dan pembukaan Java Jazz Festival di JIExpo Kemayoran. Sementara di Sanur, Bali dihelat Jelajahin Sanur – Bali KemBali dengan tampilan Slank, Kotak, Navicula dan seabreg band lain.

Ahmad Dhani (foto: beritasatu.com)

Dalam catatan penulis, sampai akhir 2022 bakal diisi sederet gelaran musik berkualitas lain yaitu Prambanan Jazz Festival, Westlife, Justin Bieber dan Soundrenaline di GWK, Bali (lagi). Nah, kita membidik pergelaran ‘BNI Java Jazz Festival 2022’ untuk ke 17 kalinya di JIExpo Kemayoran, 27 s d 29 Mei 2022. Dengan 10 panggung, JJF dipenuhi sekitar 500 band dan solois, baik dari tanah air maupun manca negara.

Memang namanya jazz, namun tidak hanya artis musik jazz ansich yang unjuk diri, tapi juga dari genre dan turunannya, yaitu pop, rock, blues, soul, RnB hingga jenis musik kekinian: world music. Mereka selama tiga hari dengan stage act yang menjadi ciri diri masing-masing, beraksi, betimprovisasi dan bermain instrumentalia secara terampil.

Kali ini, banyak artis musik yang unjuk diri berasal dari kalangan muda usia yang dikagumi dan dielu-elukan khalayak. Catat saja: Rendy Pandugo, Rizki Febian, Nadin Amizah, Barry Likumahuwa, Oslo Ibrahim, Lomba Sihir, G Pluck, Dira Sugandhi, Yara Yunita, Mika Angelo, Eros Tjokro dll.

Marcell Siahaan (foto: indonews.id)

Namun, ada pula musikus dan solois dari kalangan tua dan ‘perbatasan’, seperti Afgansyah Reza, Dewa Budjana, Marcell Siahaan, Chandra Darusman, Reza Artamevia, Ahmad Dhani dan seabreg lainnya. Dari negara manca datang Jojo, Temptations, Rev feat Glenn Leonard,  Samm Henshaw, Ron King Big Band dan sekeranjang musisi asing yang tak asing lagi.

Yang tak kalah menarik adalah kolaborasi antarmusisi lokal dan asing atau antarband. Selain itu, biduan Afgansyah Reza disalami oleh para musisi dan fans fanatiknya yang disebut Afganisme. Afgan merayakan ultahnya ke 33 sehari sebelum pembukaan JJF, yaitu tanggal 26 Mei. Walakin, JJF tahun 2022 adalah masa pembuktian Indonesia bisa keluar dari krisis pandemi. Sampai bersua kembali di JJF 2023 di masa endemi! (pik)

“Bunga Khatulistiwa” di TVRI – Kekayaan Warisan Budaya Bangsa

JAYAKARTA NEWS – Sudah sekian lama pergelaran kesenian asli Indonesia jarang dipertunjukkan di televisi plat merah maupun televisi swasta. Nah, TVRI kini memvisualkan kembali seni tradisi Indonesia lewat ‘Bunga Khatulistiwa’ yang tayang secara reguler tiap hari Kamis pukul 8 PM (pukul 20.00 WIB).

Bekerjasama dengan Studio 26 Artlink  pimpinan  Ati Ganda, TVRI kali ini menyuguhkan variety show berupa ragam seni dan budaya Indonesia (tari, nyanyi dan talk show tentang ragam budaya dan seni asli Indonesia). “Acara ini adalah pengenalan kembali alat musik tradisi kita. Tentang tata cara pernikahan, kuliner dan adat istiadat tradisi suku-suku di Indonesia. Temanya beragam, misalnya tentang Sedekah Bumi,” kata Ati Ganda selaku Creative Produser.

Ketika pengambilan gambar episode bertema “Menjemput Semangat’ di Auditorium TVRI Jakarta, 27 Maret 2022, TVRI dan Studio 26 Artlink joint dengan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan Pemda Jambi serta Kemdikbud Ristek. Saat bersamaan, Pemda Jambi tengah merancang event ‘Kenduri Swarnabhumi Batanghari: Dulu, Kini dan Nanti’. Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S. Sos. M.H juga ikut hadir dalam  pengambilan gambar di TVRI Jakarta.

Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S. Sos. M.H (foto : Ibonk)

Acara ini bertujuan memperlihatkan kekayaan warisan budaya bangsa yang membanggakan orang asing di luar negeri. “Enggak hanya budaya asli. Tapi kita juga tampilkan budaya pribumi yang dapat pengaruh dari Cina, India, Arab, Eropa dan lain-lain,” timpal Ati Ganda yang kali ini dibantu Surya Dharma (Penanggung Jawab Musik),  Pipit Rusdi (Penanggung Jawab Tari) dan Ni Kadek Suartini dari TVRI selaku produser.

“Di acara ini, kita cari hal-hal unik, extravaganza, dan ada benang merahnya,” imbuh Ati Ganda. Misalnya ihwal alat musik dari bambu. Ada angklung dari Jawa Barat, bumbung dari Bali, lalu ada rebana biang dari Betawi yang semuanya mirip rapai dari Aceh. “Yang pasti, di acara ini kita kemas dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika, berbeda tapi tetap satu. Tetap selaras, meski dalam keberagaman budaya,” pungkas Ati Ganda. Adat dijunjung…budaya disanjung…(pik)

‘Mengejar Surga’ – Pencarian Seorang Anak

JAYAKARTA NEWS – Ayah adalah segala-galanya. Tanpa ayah, anak enggak mungkin lahir. Film ‘Mengejar Surga’ yang disutradarai Bambang Drias membahas perjuangan seorang anak wanita yang mencari ayah kandungnya untuk menjadi wali nikah.

Iqbal, kekasihnya, sudah melamar dirinya dan Iqbal menginginkan pernikahan itu wajib dihadiri ayah Atikah sebagai wali (sesuai ajaran Islam). Ini permasalahan utamanya.

Sudah lebih 20 tahun Atikah enggak pernah melihat ayahnya yang meninggalkannya sebelum Atikah lahir. Ibunya mengabarkan ayahnya bernama Hendrik de Jong mukim di Amsterdam, Belanda. Ditemani sahabat baiknya, Fatma, Atikah mencari ayahnya ke Amsterdam.

Proses  pencarian sang anak ke Belanda ini dipenuhi halangan dan kendala. Beruntung Iqbal menyusulnya ke Belanda dan bersama mencari tempat tinggal Hendrik. Berhasilkah Atikah mencari ayahnya dan menjadi wali dalam pernikahan dirinya bersama Iqbal?

 Film ini dipenuhi sederet pemain andal seperti Jessica Mila, Al Ghazali, KImberly Rider, Gus Miftah, Jeremy Thomas,  Endhita dan Delano Daniel. Yang menarik, Jessica Mila sebagai pemeran Atikah yang berjilbab dan rajin shalat di masjid dalam kehidupan sehari-hari diluar film adalah penganut Nasrani yang taat. “Saya belajar cara berwudhu dan tata cara shalat melalui casting coach. Juga saya harus menghafal beberapa ucapan bahasa Arab yang bernuansa Islam seperti Assalammualaikum, Bismillah, Astagfirullah, Allahu Akbar dan masih banyak lagi,” terang Jessica Mila.

Drama religi produksi Viera Film berkolaborasi dengan Maxstream dan PT Melon Indonesia ini selain tayang di Indonesia mulai Kamis (26/5), juga akan diputar di Malaysia dan Brunei Darussalam, Juni mendatang. “Ini langkah perusahaan untuk memperkuat pertumbuhan industri film nasional. Sebagai bukti, komitmen kami dengan Maxstream adalah menjaga kualitas konten di Indonesia sebagai platform  OTT sekaligus penyedia konten orisinal yang mampu bersaing secara global,” kata Vice President Digital Lifestyle Telkomsel, Nirwan Lesmana.

Sebuah film drama ihwal cinta sejati, kesetiaan dan harapan yang diuji dengan putusan cespleng sesuai ajaran agama. Pesan dan nilai serta pelajaran yang bisa dipetik kita dapatkan melalui film ini. Yuk, ke bioskop! (pik)

‘Keluarga Cemara 2’ Buka Bali Film Festival 2022

JAYAKARTA NEWS – Film drama keluarga karya sutradara Ismail Basbeth bertajuk ‘Keluarga Cemara 2’ bakal membuka Bali International Film Festival di Cinema XXI, Beachwalk, Kuta, Bali, 9 Juni 2022 mendatang. Film produksi Visinema yang merupakan sekuel Keluarga Cemara ini diputar dalam rangkaian dalam pemutaran perdana World Premier (sebelum diputar untuk umum di bioskop).

Ismail Basbeth, sutradara Keluarga Cemara 2 (foto: MUBI)

Skenario ditulis  Irfan Ramly dan sinematografer di tangan Yadi Sugandi. Pemain inti masih sama seperti di Keluarga Cemara, yaitu Ringgo Agus Rahman, Nirina Zubir, Adhisty Zara, Muzakki Ramdhan dan Widuri Putri. Kali ini, ditambah seabreg pemain senior diantaranya Yayu Unru, Asri Welas, Epy Kusnandar, Joe P Project, Ruth Marini, Nilovfer Bahalwan dll.

Ceritanya berlatar pasca pandemi dan membuka lembaran kehidupan baru. Abah kali ini dapat pekerjaan baru dengan membuka usaha sampingan. Sementara puteri mereka, Euis telah meningkat remaja dan mulai kenal pacaran. Sedangkan Emak merawat si bungsu, Agil. Yang jelas, penghuni ‘istana’ kesepian, ditinggal orang-orangnya yang sibuk dengan pekerjaan masing-masing.

Selain itu, Balinale alias Bali International Film Festival juga bakal menayangkan 63 film peserta dari 26 negara. Beberapa produser, sutradara, artis, pengamat dan kritikus film bakal menghadiri Bali International FF, mulai 9 Juni sampai 12 Juni 2022. (pik)

‘DOLL 3’ – Horor Gore yang Berdarah-darah

JAYAKARTA NEWS – Sekuel The Doll akan berakhir. Meski cerita carangan (spin off) diantara tokohnya bisa saja dibikin. Sutradara Rocky Soraya merangkap produser Hitmaker Studio dalam film ‘Doll 3’ menuntaskan kisah boneka yang ‘diisi’ roh yang sudah mati.

Boneka berambut sedikit pirang bikinan Amrik seharga 2 milyar rupiah ini bisa bergerak, berjalan, bicara dan….membunuh manusia-manusia yang  dibencinya. Ini dikenal dengan sistem Animatronic.

Kisahnya pasca kematian kedua orang tuanya dalam kecelakaan, puterinya bernama Tara merasa sedih.  Terlebih lagi, setelah adiknya, Gian yang trauma bunuh diri. Tara tak rela dan depresi.

Pertunangannya dengan Aryan menjadi renggang dan rencana pernikahannya tertunda. Tara kemudian pergi ke shaman (dukun) agar Gian bisa dihidupkan lagi. Memanggil arwah Gian pun dimulai dan masuk kedalam boneka yang dipanggil Bobby.

Ajaib, boneka Bobby bisa bergerak, berjalan dan bercakap-cakap. Kehidupan Tara tertata kembali. Hubungannya dengan Aryan dan Mikha (anak Aryan dengan isterinya terdahulu) membaik kembali.

Boneka Bobby berkawan manis dengan Tara, namun benci kepada Aryan dan Mikha. Bagi Bobby, siapa yang bersalah – dalam pandangannya – , harus dibunuh dan mati. Kini, boneka Bobby terpengaruh energi negatif dari alam kematian.

Dari dukun, teman baik dan kerabat Tiara bahkan 2 polisi pun, semua mati. Heran, sebuah boneka lihai membunuh aparat keamanan yang berpistol. Darah mengalir dimana-mana. Bisakah boneka Bobby dimatikan dan dikembalikan menjadi boneka tok tanpa ‘dimasuki’ roh Gian?

Pemeran Tara dimainkan secara cemerlang oleh Jessica Milla, gesture dan improvisasinya memukau. Pemeran lain seperti Winky Wiryawan, Masayu Anastasia, Sara Wijayanto dan Jeremy Thomas hanya sebagai pelengkap yang mengisi celah dan isi cerita.

Seni peran yang menawan dan sangat polos justru diperlihatkan oleh dua pemeran anak yaitu Monserrat Gizelle dan Zizie Zidane. Walakin, film ‘Doll 3’ yang diakurasi lolos sensor untuk 17 tahun ke atas ini bakal mengikuti kesuksesan film horor ‘KKN di desa Penari’ yang sudah meroket dahsyat pasca pandemi. (pik)

‘Ambush’ – Penyergapan Tiga Tentara UEA

JAYAKARTA NEWS – Film aksi perang produksi Uni Emirat Arab (UEA) ini dibuat berdasar kisah nyata. Disutradarai Pierre Morel, film adaptasi nyata tentang situasi penyergapan tahun 2018 ini melibatkan tentara dan pemberontak Emirat. 

Penyerangan tiga tentara UEA yang menjalankan misi perang yaitu Sersan Ali Almisnati, Sersan Al Hindasi dan Bintara Tinggi Bilal Al Saadi.  Gabungan tentara Angkatan Bersenjata UEA selama perang Yaman yang berbasis di Mocha yang melakukan patroli rutin di area pegunungan dan mendadak sontak mereka disergap musuh dari arah tak terduga.

Adegan film ‘Ambush’ (foto : Arab News)

Tiga tentara UEA terjebak didalam ngarai yang sempit sebelum tertembak. Tiba-tiba terdengar dentuman tembakan musuh dan situasinya memang tak menguntungkan. Bagaimana mereka menyelamatkan tiga tentara yang terjebak diperlukan seni perang tersendiri.

Film berdurasi 110 menit ini memang dari awal sampai akhir hanya di satu lokasi peperangan. Dar der dor terus berdentuman selama peperangan. Tiga pemain dari UEA yaitu Marwan Abdulla Saleh, Khalifa Al Jassem dan Mohammad Ahmad bermain bagus. Tak ada konflik diantara pemainnya. Cerita mengalir runtut hanya terjadi di medan peperangan. (pik)

Webinar FFWI XII – Perubahan Trend Film Indonesia Pasca Covid Melandai

JAYAKARTA NEWS – Webinar Festival Film Wartawan (FFWI) XII yang dihelat secara daring menghadirkan 4 narsum kyaitu Awi Suryadi (sutradara ‘KKN di desa Penari), Djonny Syafruddin (Ketum GPBSI, gabungan pengusaha bioskop) dan Wiwit Setya (Ketua Subkomisi Penyensoran LSF). Dipandu Susi Ivvaty dari Lesbumi dan eks wartawati Kompas, acara dibuka oleh Wina Armada Sukardi selaku Ketua Pelaksana FFWI.

Dikatakannya, secara sosiologis, masyarakat dibagi menjadi 2 jenis penonton yaitu agraris humoris dan yang masih suka mitos. “Bahkan, para akademisi dan orang-orang terdidik banyak yang masih suka mengunjungi makam-makam keramat,” ujar Wina Armada yang kritikus film ini.

Sambutan Direktur Perfilman, Musik dan Media (PMM) Kemdikbud Ristek, Ahmad Mahendra yang berhalangan hadir dibacakan oleh Ketua Kelompok Kerja Apresiasi dan Literasi FIlm Direktorat PMM Kemdikbud Ristek, Edi  Suwardi. “Kini, ada kegairahan kembalinya penonton ke bioskop dan menonton film, setelah Covid melandai,” ungkap Ahmad Mahendra.

Sutradara Awi Suryadi yang berasal dari Lampung diberi kesempatan pertama bicara karena harus segera syuting film horor lagi berjudul “Jurnal Risa”. “Saya enggak menduga orang ramai-ramai nonton KKN. Mungkin karena dua tahun tertahan atau libur Lebaran jadi momen tepat. Sampai di loket penonton antre. Dan ada yang menitipkan helm dan sandalnya di parkiran,” papat Awi tertawa.

Bagi Awi, meledaknya KKN disambut terkejut dan gembira. “Ini jadi angin segar untuk kembalinya penonton ke bioskop. Jujur, ketika saya pertama thread nya di Twitter, engagementnya kuat. Lalu saya tawarkan ide ini ke pak Manoj Punjabi, produser dari MD Puctures. Alhamdullilah, dia setuju difilmkan,” imbuh Awi yang mencatat KKN saat ini, 21 Mei 2022, sudah ditonton lebih dari 7 juta penonton. “Saya berobsesi akan membuat film horor untuk anak-anak,” timpalnya.

Di sesi lain, Djonny Syafruddin mengapresiasi kehadiran dan kedisiplinan Awi Suryadi. “Muda, dan orangnya sederhana. Saya mengusulkan agar nanti Panitia FFWI memberikan penghargaan buat Awi,” usul Djonny.

Terakhir, Wiwit Setya dari Lembaga Sensor Film (LSF) menambahkan, KKN disensor jauh sebelum merebaknya Covid. “Sebelum pandemi mengamuk, sekitar dua tahun silam,” kata Wiwit memungkasi webinar yang digelar dari, oleh dan untuk wartawan yang menarik ini. Tabik! (pik)

Jaya Suprana Dibuat Menangis Haru

JAYAKARTA NEWS – Jaya Suprana tak kuasa menahan tangis haru ketika tiga orang anggota Kwartet Punakawan mendadak muncul di ruang pertemuan Jaya Suprana School of Performing Art yang terletak di lantai LG Mall of Indonesia Jakarta, Jumat, (20/5).

Rupanya Jaya Suprana sudah 12 tahun tidak pernah bertemu dan manggung bersama anggota Kwartet Punakawan. Pertemuan hari ini merupakan prakasa istri Jaya Suprana, Aylawati Sarwono yang ingin membuat hadiah kejutan untuk suami tercinta. 

“Terakhir mereka bermain bersama di Hotel Ritz Carlton,” ujar Aylawati Sarwono yang gemar melukis dan menari ini. 

Para anggota Kwartet Punakawan terdiri musisi handal yang masing-masing punya talenta, seperti diakui Jaya Suprana usai didaulat tampil bersama memainkan 8 lagu daerah.

Jaya Suprana sendiri adalah seorang komponis dan pianis sakti mandraguna, dimana dia sebagai pianis pertama di dunia yang mengkhususkan diri mempergelar resital-piano dengan all Indonesian music compositions repertoar. 

Junaidi Muslim tampak handal dalam permainan perkusi seperti menyulap suara perkusi menjadi berbagai warna dan jenis bunyi di luar imajinasi konvensional. 

Punakawan lainnya, Jubing Kristianto adalah gitaris legendaris yang pernah 4 kali Juara Festival Gitar Indonesia dan pemenang Distinguished Award Festival Gitar Asia di Hongkong. Penulis buku Gitarpedia, ensiklopedia gitar pertama dalam bahasa Indonesia di dunia.

Anggota Kwartet Punakawan terakhir adalah Heru Kusnadi, seorang pemain bas gitaris professonal yang sudah makan asam-garam dapur rekaman dengan kemampuan petikan bas, seorang gitaris langka dan unik.

“Setelah 12 tahun tidak bertemu, rasanya kangen sekali, namun akhirnya kesampaian juga kami bisa bertemu. Budaya kita harus terus berjalan dan dikembangkan,” ujar Junaidi Muslima.

Diungkapkannya, ada kepuasan batin ketika memainkan lagu-lagu tradisional dari Sabang Merauke bersama Kwarter Punakawan. Dan ia sangat berkeinginan agar Kwarter Punakawan dapat dihidupkan kembali.

“Semoga untuk kedepannya kwartet punakawan tetap dapat eksis,” harap Junaidi yang akrab disapa Juned.

Sementara Jubing Kristianto mengatakan bahwa sejarah terbentuknya Kwartet Punakawan terjadi takala di tahun 2005 dia dkontak Jaya Suprana untuk mencari pemain bas dan perkusi karena ingin buat kwartet.

“Kayak kwartet jazz tapi bisa main macam-macam musik nusantara,” jelas Jubing mantan wartawan tabloid Nova.

Akhirnya, lanjut Jubing, dia mengumpulkan teman di sekolah musik untuk dipertemukan dengan Jaya Suprana. Dan ternyata cocok ketika latihan bersama.

Pertama kali Kwartet Punakawan tampil, jelas Jubing, adalah di Pusat Kebudayaan Prancis di Kota  Bandung. Setelah itu bermain diberbagai tempat, mulai bermain di penjara hingga berbagai pagelaran baik dalam maupun luar negeri seperti konser di empat ibukota wilayah Australia; Brisbane, Sydney, Melbourne dan Perth.

“Hal itu terjadi karena komunitas dan jaringan Pak Jaya Suprana yang luas, disamping penampilan Punakawan yang selalu jenaka” ujar Jubing.

Usai tampil bersama di panggung, Jaya Suprana diberi kejutan lagi oleh Heru Kusnadi, usai anak Heru melakukan wawancara ke Jaya Suprana.

“Pak Jaya, ini adalah anak perempuan saya yang dulu digendong-gendong Bapak, dan selalu ikut kita kemana-mana,” ungkap Heru sambil tertawa.

Mendengar pengakuan itu Jaya Suprana tampak terkejut dan berkaca-kaca. 

“Hari ini saya diberi dua kali kejutan,” ucap Jaya Suprana.(mel)

Rocket Rockers, Mocca, Band Kuburan merilis sebuah NFT berbasis PFP bersama Guts Invasion

JAYAKARTA NEWS – NFT atau Non Fungible Token makin berkembang di Indonesia. Setelah dikejutkan oleh Ghazali yang merilis foto selfie yang dilakukan terus-menerus selama 5 tahun menjadi sebuah NFT, dimana volume trading dari NFT Ghazali everyday mencapai belasan milyar. Di Indonesia sendiri antusiasme terhadap NFT makin berkembang pesat, terlihat dari beberapa project nft dari Indonesia yang berbicara di global seperti Karafuru, Jukiverse, mindblowon dan lain sebagainya.

Di pertengahan tahun ini Guts Inc. mengajak beberapa musisi nasional untuk berkolaborasi merilis nft tapi bukan berupa nft musik melainkan nft berbasis gambar profil atau yang sering disebut PFP. Band – band yang ikut berkolaborasi itu antara lain ada Rocket Rockers, Mocca, Kuburan Band, konfliction, Turtle Jr, Begundal Lowokwaru, Painful By Kisses dan Ice Cream Attack!

Rocket Rockers (foto : Grid.id)

Guts Inc. didirikan oleh Dhani Chaniago seorang pemilik perusahaan rekaman independen yang sudah merilis belasan album atau single dari beberapa musisi nasional bernama Revolusi Musik Indonesia. Dia mengungkapkan bahwa perkembangan teknologi blokchain yang pesat ini bisa mendukung para musisi sebagai salah satu sumber pendapatan selain melakukan pertunjukan. NFT membuka kemungkinan baru, berkat kapasitasnya untuk memperkuat kepemilikan dan kelangkaan aset digital.

Guts Inc sendiri memiliki visi dan misi untuk mendukung perkembangan ekosistem musik dan industri kreatif nasional dalam dunia blockchain. kedepannya Guts akan menjadi perusahaan rekaman musik NFT pertama di Bali, kita akan mengadakan festival – festival musik dan industri kreatif di Bali serta untuk proyek jangka panjangnya kita mau membangun restoran NFT pertama di Bali atau mungkin di Indonesia dimana didalamnya terdapat NFT gallery, studio rekaman, podcast dan coworking space.(pik)