Slank Mendirikan Koperasi Konsumen Berbasis Fans dan Keanggotaan Multipihak

JAYAKARTA NEWS – Slank adalah salah satu band terkenal di tanah air. Sejak kelahirannya tahun 1983 telah memiliki penggemar yang setia dan loyal sampai kini, dan fans ini turun dari generasi X ke anak cucu mereka generasi melenial, gen Z dan gen post Z”.

Penggemar slank ini oleh Kaka diberi nama Slankers. Slankers dibuatkan wadah oleh bunda Iffet bernama Slank Fans Club tahun  1998. Ada ratusan fans club di berbagai kota. Slanker bagi Slank adalah nafas, tanpa Slankers mungkin Slank tidak akan melegenda seperti sekarang ini.

Kilas balik 38 tahun lalu, Slank masih muda, penuh karya, energik, banyak panggung, banyak uang, banyak penggemar dan suka bereksperimen hal-hal baru dalam menciptakan lagu sendiri dengan pindah-pindah tempat, mencoba minum minuman berenergi, hingga tidak menyadari ternyata menggunakan aneka drugs.

Karena drugs inilah yang menggagalkan tour ke berbagai kota dan negara lain. Kata Bimbim, “3 tahun drugs menghancurkan semuanya, drugs bukannya membuat kita kreatif tetapi membelenggu kreatifitas kita, mati kagak hidup kagak.”

“Maka jangan sekali kali mendekati, apalagi memakai drugs”.

Kaka menambahkan, “Untunglah ada bunda iffet yang menyelamatkan kami sembuh total dari drugs dengan cinta, Bunda mengingatkan kalau mau hancur jangan ajak-ajak anak orang, jelek-jelek kalian banyak penggemarnya, maka apapun yang kamu lakukan ditiru penggemarmu.”

SLANK memilih tobat, tahun 2000 mengumumkan diri berhenti total menggunakan drugs, berjuang melawan sakau, berjuang untuk menyembuhkan diri sendiri dari ketergantungan dan memilih berkarya dengan lagu yang bercerita tentang cinta, peduli persoalan sosial, peduli lingkungan dan peduli anak muda.

Kata Bimbim, “Banyak lagu kita yang bicara tentang kerja keras, gotong royong atau ngeslank rame-rame yang kita wujudkan dalam berkoperasi.”

“Inilah yang melatarbelakangi SLANK terpanggil untuk memberdayakan slanker dalam wadah resmi,” imbuh Deny, management SLANK.

Wadah ini disebut Koperasi SLANK JURUS TANDUR. Arti Jurus Tandur adalah maju terus pantang mundur. Maju terus dalam menebar kebajikan dan menegakkan kebenaran.

Pendirian Koperasi ini sebagai bentuk nyata kepedulian dan dedikasi Personil SLANK untuk memberdayakan generasi muda. Jadi Koperasi ini sasaran anggotanya adalah anak muda dan utamanya para Slanker. “Potensi slanker itu sangat luar biasa ya, banyak yang gue temui di daerah.”

“Agar mudah diingat orang, Koperasi Konsumen SLANK JURUS TANDUR menggunakan nama beken SLANKOPS. Diharapkan SLANKOPS ini dapat menjadi wadah berproses bagi anggota yang ingin menjadi wirausaha mandiri dan tangguh,” imbuh Bimbim Ketua Slankops.   

Teten Masduki (foto Slank)

SLANKOPS adalah Koperasi Konsumen, dengan model keanggotaan multipihak,  wilayah kerjanya meliputi seluruh wilayah Indonesia, berbadan hukum nasional dan berbasis digital. Didirikan oleh 12 orang anggota Slank dan Slanker yang diwakili 4 daerah Jakarta, Bekasi, Yogyakarta dan Purbalingga, pada 14 April 2022 di Markas Slank, Jl. Potlot III No.14, RT.1/RW.3, Duren Tiga, Kec. Pancoran, Kota Jakarta Selatan.

SLANKOPS ini berkantor pusat di Jakarta dan secara manajemen terhubung dengan Kantor cabang di daerah yang di bentuk. SLANKOPS telah memiliki badan hukum yang sah AHU-000943.AH.01.29 tahun 2022, di bawah binaan langsung Kementerian Koperasi dan UMKM RI.

Slankops menjadi koperasi pertama di Indonesia yang berbasis fans, dan juga pertama di Indonesia koperasi konsumen yang menerapkan model keanggotaan Multipihak. Koperasi  multipihak sendiri model baru di Indonesia, berdasarkan peraturan Menteri Koperasi dan UKM no 8 tahun 2021.

Dengan potensi basis keanggotaan Slankops kedepannya, maka penerapan Koperasi dengan Model Multi Pihak menjadi relevan, karena dengan ide-ide kreatif Slankops dapat membangun beragam unit usaha yang dikelola secara profesional.

Untuk itu, dalam menjalankan unit-unit usaha tersebut Slankops dapat mengelompokkan anggotanya kedalam kluster yang seragam, seperti kelompok anggota yang berprofesi sebagai pekerja, kelompok investor, kelompok supplier dan kelompok founder Slankops sendiri.

Kata Jos Oren, yang dipercaya sebagai Direktur SLANKOPS, “Untuk mencapai tujuannya, Slankops akan mendirikan 6 unit, ada Slankmart, SlankStyle, Slanklin, SlankStore, WarSlank, dan SlankAgri. Nah, pada tanggal 20 Mei 2022 SLANKOPS telah melakukan soft launching dengan membuka usaha WarSlank atau warung kopi di Bekasi. Warung ini disetting sebagai tempat nongkrong anak muda, juga mereka yang usia separuh baya yang menyajikan menu kopi potlot, makanan ringan yang harga sangat terjangkau oleh kalangan menengah ke bawah.  Selain warung kopi pengunjung bisa live music dan jamming di sini. Saya yakin, WarSlank ini dapat berkembang dengan cepat. Secara unit bisnis semua akan dikelola oleh professional dan menjadi rintisan sistem waralaba berbasis koperasi. Semua perangkat kita siapkan, tinggal buka. Bisnis desain dan sistem yang sudah terstandar di seluruh Indonesia.”

Gerobak Kopi Potlot (foto ipik)

Memanfaatkan moment hari KOPERASI tanggal 12 Juli yang tahun ini 75 tahun, maka SLANKOPS, tanggal 19 Juli 2022, jam, 15.00 – 17.00 melaksanakan LAUNCHING KOPERASI KONSUMEN SLANK JURUS TANDUR “SLANKOPS” dan PRODUK KOPI POTLOT, di markas SLANK.

Acara ini, di hadiri oleh Bapak Teten Masduki, Menteri Koperasi KUKM dan Jajaran Deputinya,  Bapak Erick Thohir Menteri BUMN dan jajarannya, Slankers, Agen/Distributor, Media dan Pengurus serta Pengawas SLANKOPS.

Bersama SLANKOPS diharapkan slankers dan anak muda umumnya dapat belajar Bersama hingga menjadi wirausaha yang mandiri dan tangguh. Image seorang penggemar band yang negatif seperti tidak mau di atur,  slenge’an, urakan, pemabuk, pecandu narkoba, dan cap negatif lainnya, pelan tapi pasti dapat dihilangkan dan berganti image positif, yakni  penggemar band yang kreatif dan penuh prestasi. 

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki juga memberikan apresiasi kepada SLANK atas didirikannya Koperasi Slankops ini. Menteri Teten menegaskan perlunya koperasi yang berbasis komunitas, karena ciri khas dari koperasi adalah sebagai badan usaha berbasis anggota, baik sebagai modal sosial maupun sumber daya manusia yang potensial untuk dikembangkan dari segi ekonomi.

“Saya harap Slankops dapat menjadi role model bagi pengembangan koperasi komunitas dan fan based lainnya di tanah air,” pungkas Menteri Teten. (pik)

Nanang Hape, dari Dalang sampai jadi Juri Mukbang

JAYAKARTA NEWS – Biar anak dalang dan akhirnya jadi dalang, toh Nanang Hape terus bereksperimen.

Dalang yang berambut panjang ini (kini rambutnya diikat) enggak betah mendalang dengan lakon yang itu-itu saja, cerita carangan dari Mahabharata atau dari Wayang Purwa. Ia mencipta Wayang Urban dengan cerita kekinian dengan bumbu satire komikal peristiwa yang terjadi di negara kita di era mutakhir.

“Wayang utamanya menjadi tontonan alternatif. Makanya saya kolaborasikan dengan musik cadas yang hingar bingar. Lain waktu, saya gabungkan dengan pergelaran musik jazz yang dimainkan Luluk Puwanto dari Indonesia yang mukim di Belanda,” lontar Nanang Hape ketika menjadi juri dalam Festival Musik Kebangsaan (Mukbang) antar pelajar SMA yang dihelat oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail (PPHUI), Jakarta, Jumat (15/7).

Nanang Hape bersama Anissa Putri Ayudya  (aktris) dan Rahmad Suhendro dari BNPT menilai 10 finalis yang masuk Mukbang. “Wayang itu sarat makna. Karena itu, agar generasi muda dan kaum milenial menyukai seni wayang, saya mendalang memakai bahasa Indonesia. Apakah saya menodai wayang? Terserah penilaian orang. Toh saya tetap menyuguhkan cerita tradisi dan enggak melanggar pakem (meski ada juga cerita carangan atau sempalannya),” papar Nanang kelahiran Ponorogo ini.

Nanang Hape (kiri) dan Putri Ayudya (kanan) sebagai juri Mukbang (foto Irish)

Selain itu, Nanang memang tampil eksentrik. Dia enggak mengenakan beskap dan sarungan. “Saya terbiasa mendalang berpakaian casual, santai. Enggak yang terlalu formal. Ini cara dan kiat saya agar generasi muda kita makin suka dan kenal wayang,” beber Nanang Hape lagi.

Toh dikatakannya, eksperimen atau terobosan baru dalam disiplin seni sah-sah saja dicuatkan, sepanjang enggak merusak tradisi. Lalu, bagaimana pendapat Anda tentang Mukbang dimana Anda diminta jadi juri untuk pertama kali?

 “Saya gembira melihat pelajar SMA bermusik dan bernyanyi. Ini kegiatan positif.  Wajar saja jika dalam penampilan pertamanya, ada yang suaranya fals dan pecah. Atau vokalis ceweknya malu-malu kucing. Enggak apa. Biarin aja. Yang penting keberanian mereka perlu didukung. Daripada berantem atau ngeceng enggak karuan, ini ide berseni yang baik, bereksperimen dan kaya akan gagasan. Semoga ide ini bisa berlanjut di tahun depan. Siapa tahu, dari Mukbang lahir penyanyi solois, duo dan band-band pelajar yang tangguh dan berkebangsaan luas,” pungkas Nanang Hape yang juga kurator seni ini  optimistis. Mainkan terus, pak! (pik)

Sohieb Toyaroja Pameran “Kebo Iwa”

JAYAKARTA NEWS— Pelukis Sohieb Toyaroja kembali menggelar pameran tunggal. Kali ini, pameran bertajuk “Kebo Iwa: Sukma Suci Nusantara” digelar di Gallery Kunstkring, Menteng Jakarta Pusat, 14 – 28 Juli 2022. Sebuah pameran yang mengangkat dimensi spiritual tertinggi terwujudnya Sumpah Palapa Patih Gajah Mada.

“Tanpa pengorbanan Kebo Iwa bisa jadi tidak ada Nusantara. Dengan kata lain, berkat pengorbanan Kebo Iwa maka lahir Nusantara, yang kemudian menjadi inspirasi pejuang kita mendirikan NKRI,” ujar pelukis kelahiran Kediri, tahun 1968 itu.

Alkisah, Maha Patih Gajah Mada mengumandangkan Sumpah Palapa dengan misi suci penyatuan Nusantara. Saat itu Kerajaan Majapahit di bawah kendali Ratu Tribhuwana Tunggadewi. Kerajaan Bedahulu (Bali) dengan Maha Patih Kebo Iwa, adalah salah satu yang harus ditaklukkan.

Bukan sekali dua prajurit Majapahit mencoba menaklukkan Kebo Iwa, baik dengan cara ksatria ataupun nista. Perang tanding Kebo Iwa dan Gajah Mada melewati batas siang dan malam. Sama digdaya.

Di tengah napas yang terengah, bertanyalah Kebo Iwa kepada Gajah Mada, mengapa harus ada sengketa. Mengapa harus saling mencabut nyawa. Diwartakanlah ihwal Sumpah Palapa. Ihwal sumpahnya untuk menyatukan Nusantara. Hanya dengan merajut persatuan, antar-nusa akan tercipta Nusantara yang tenteram dan sentosa.

Kebo Iwa menerimanya sebagai sumpah mulia. Bahkan ia pun rela jika nyawa harus pisah dari raga. Kebo Iwa menunjukkan di mana letak pintu sukmanya. Patih Gajah Mada membunuh Kebo Iwa tidak dengan jumawa. Gajah Mada tahu, Kebo Iwa mati bukan karena kalah, tapi rela mati demi terwujudnya Sumpah Palapa.

Sukma suci Kebo Iwa pun moksa ke swarga loka. Sumpah Palapa Gajah Mada, menjadi paripurna dengan pengorbanan Kebo Iwa. Nilai-nilai pengorbanan dan kepahlawanan Kebo Iwa mengusik “kreativitas-batin” pelukis Sohieb Toyaroja, dan menjadikannya sebagai ide besar penciptaan karya. Persembahan Pameran Lukisan “Kebo Iwa, Sukma Suci Nusantara” adalah upaya menguak sisi terdalam lahirnya Nusantara sebagai inspirasi kepada anak bangsa.

Sohieb dikenal sebagai pelukis dengan ciri khas sapuan palet yang ekspresif. Ia banyak menggelar pameran tunggal dengan tema-tema sejarah dan spiritual. Tahun 2016 misalnya, ia menggelar pameran tunggal “Spitirual Journey” di Kunstkring. Setahun berikutnya, 2017, pameran fenomenal digelar memperingati 72 tahun kemerdekaan Indonesia. Pameran itu diberinya tajuk “72 Tokoh Indonesia & 7 Presiden RI” di Epiwalk Epicentrum, Kuningan – Jakarta.

Tahun 2021, ia bahkan dinobatkan banyak kalangan sebagai “pelukis Semar”, berkat pameran tunggalnya “Semar Ngruwat Jagad”, di Kunstkring Galleri, dan Jogja Gallery. Di luar itu semua, ia juga mengelola Bellevue Art Space, di Cinere, Kota Depok.

Kembali ke tema pameran “Kebo Iwa”, Sohieb menyebutnya sebagai sebuah “panggilan jiwa”. Pengalamannya mukim di Bali pada satu periode kehidupannya, membuat ia merasa dekat dengan sosok Maha Patih Kerajaan Bedahulu (Abad ke-8 sampai Abad ke-14). “Bangsa ini harus mengingat peran besar Kebo Iwa dalam sejarah terwujudnya Nusantara, sebagai cikal-bakal NKRI,” ujarnya.

Kisah Kebo Iwa dan Gajah Mada ini menjadi warisan budaya Indonesia agar dipahami kemudian dilestarikan oleh generasi penerus bangsa. Sohieb bahkan melemparkan gagasan pembangunan Museum Kebo Iwa di Bali. “Saya akan menyampaikan gagasan tersebut. Semoga melalui pameran ini, jalan menuju pembangunan Museum Kebo Iwa bisa terwujud,” tekad Sohieb Toyaroja.***din

Ivanna, Teror Hantu Tanpa Kepala

JAYAKARTA NEWS – Lagi sebuah film horor produksi MD Pictures bertajuk ‘Ivanna’ mengikuti jejak bujet hampir setara film ‘KKN di Desa Penari’. “Ivanna yang disutradarai Kimo Stamboel akan tayang 14 Juli 2022 menelan biaya 15 miliar rupiah. Ini fantastis sekali,” lontar CEO MD Pictures, Manoj Punjabi.

Setting rumahnya di satu lokasi bujetnya sangat tinggi. “Sutradara Kimo Stamboel harapannya tinggi. Dan saya harus mewujudkan karyanya,” ucap Manoj Punjabi. Hal ini menurut Manoj Punjabi enggak masalah sepanjang sutradara menjaga kualitas film yang dibuatnya.

Caitlin Halderman, pemeran utama (foto MD Pictures)

Jangan buat konten horor yang jelek dan buruk. “Penonton kini lebih pandai dan menjanjikan. Penonton akan hilang dan menjauh disuguhi film horor yang jelek. Kita harus menjaga mutu,” imbuh Manoj Punjabi.

Film ini diadaptasi dari novel ‘Ivanna van Dijk’ karya Risa Saraswati. Ceritanya berkisah ihwal teror yang dialami Ambar dan keluarganya saat merayakan Lebaran di Bandung.

Ambar punya penglihatan terbatas dan sebagai gantinya ia dapat melihat hal-hal yang enggak bisa dilihat manusia. Kala itu, Ambar dan Dika mau pergi ke panti jompo khusus buat manula. Pemilik panti jompo adalah kawan orang tua Ambar.

Para pemeran ‘Ivanna’, tampak Yayu Unru, Tanta Ginting, Jovarel Callum, Caitlin Halderman dll (foto MD Pictures)

Panti jompo hanya dihuni tiga penghuni yaitu nenek Ani, kakek Farid dan oma Ida. Keributan terjadi tatkala ditemukan patung tanpa kepala di ruang bawah tanah. Bagaimana mereka berupaya mengatasi suasana horor dan suara-suara aneh yang muncul di situ, sutradara Kimo Stamboel punya keistimewaan dan gaya tersendiri.

Ternyata, di tempat sama pernah terjadi pemenggalan kepala sebuah keluarga pejuang Indonesia oleh tentara Jepang. Roh gentayangan berusaha menuntut balas dan yang terkena imbasnya adalah Ambar dan keluarganya. (pik)

Bencoolen Dhol Attraction 2022 di Bengkulu

JAYAKARTA NEWS – Bumi Rafflesia menyimpan satu alat musik yang eksistensinya secara eksklusif cuma ada di Indonesia. Namanya dhol, bedug tradisional yang bisa dimainkan secara individu maupun kelompok dan jadi salah satu warisan budaya kebanggaan masyarakat Kota Bengkulu.

Dikenal hingga ke kancah internasional, gema alat musik dhol yang mendunia ini punya keunikan pada ragam ciri khas suara yang dihasilkan. Untuk mengetahuinya, bisa dilihat di Kanal Youtube Natural Bengkulu yang telah menyiarkan secara langsung acara Bencoolen Dhol Attraction 2022, Jumat sore (8/6).

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Menparekraf RI) Sandiaga Salahuddin Uno membuka acara ini secara virtual. Ia mengatakan, melalui Bencoolen Dhol Attraction 2022 diharapkan dapat meningkatkan tonggak kebangkitan sektor pariwisata di Propinsi Bengkulu yang mampu bersaing secara global.

Bencoolen Dhol Attraction 2022 (Kanal Youtube Natural Bengkulu/mel)

Ia juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemprov Bengkulu atas terselenggaranya event ini. “Dengan semakin menggeliatnya pelaksanaan event daerah di tingkat nasional bahkan internasional, menjadi salah satu pemacu pertumbuhan ekonomi, seperti halnya di Bengkulu,” ujarnya.

Terlebih lanjut Sandiaga, alat musik Dhol Bengkulu telah ditetapkan Menparekraf RI sebagai warisan budaya Indonesia. Bahkan alat musik Dhol Bengkulu yang jika dimainkan penuh energik ini, sejak beberapa tahun lalu telah banyak dikenal masyarakat luas serta mendunia.

Bencoolen Dhol Attraction 2022 berisi rangkaian kegiatan yang mengupas tuntas keunikan alat musik dhol, berlangsung meriah dan berkesan. “Ini dapat menjadi tonggak kebangkitan sektor parekraf di Provinsi Bengkulu, membangkitkan kembali semangat para pelaku pariwisata dan UMKM, kearifan lokal serta semakin banyak menciptakan lapangan kerja,” katanya.

Bencoolen Dhol Attraction 2022 (Kanal Youtube Natural Bengkulu/mel)

Dia pun melontarkan pantun sebagai penutup sambutannya: Ke Bengkulu melihat bunga raflesia, mekarnya indah sungguh menawan, Bencoolen Dhol Attraction 2022 hadir menghibur pemirsa, Parekraf maju budaya berkelanjutan.***(mel) 

‘Perjalanan Pertama’ – Perjalanan Kakek dan Cucu

JAYAKARTA NEWS – Keluarga adalah segala-galanya. Hubungan cucu dan kakek dalam film ‘Perjalanan Pertama’ ini mengalami naik turun disebabkan beberapa kejadian di masa lalu.

Bergenre drama perjalanan yang mengambil lokasi full di Sumatera Barat dengan panoramanya nan elok sungguh nyaman di mata. “Berlatar belakang cerita keluarga, film ini menjadi spesial bagi saya,” ujar Arief Malinmudo, sutradara film ini.

Karena di film ini, dua aktor utama dari dua negara serumpun beda generasi, Indonesia dan Malaysia yaitu Muzakki Ramdhan (Indonesia) dan Ahmad Tamimi Siregar (Malaysia) yang bermain sangat gemilang.

Hasil kerjasama dua rumah produksi dari Mahakarya Pictures (Indonesia) dan D’Ayu Pictures (Malaysia) yang diakurasi untuk semua umur ini memang membawa pesan dekat dengan keluarga.

Sutradara ‘Perjalanan Pertama’ Arief Malinmudo (nomor 2 dari kiri) dan para pemain (foto:Arul)

Seni peran Muzakki Ramdhan sebagai Yahya sungguh pas. Gesture dan matanya bicara banyak. Demikian pula halnya Ahmad Tamimi Siregar sebagai perupa bernama pak Tan yang bagai roller coaster mengimbangi akting cucunya.

Duet kakek berusia 72 tahun bersama sang cucu yang baru disunat jelang akil balik ini juga tak mengecewakan. Pelakon lain juga bermain wajar, diantaranya Adinda Thomas, Randy Pangalila, Gilang Dirga dan banyak cameo lain.

 “Harapannya misi film ini mengingatkan kita sebagai orang tua. Kita enggak pernah bisa memilih bagian mana yang bakal ditiru oleh anak cucu kita nanti. Dan kenangan dari cerita apa yang akan diingat oleh anak cucu kita kelak. Tentu saja cerita yang manis dan mulia,” tutup Arief Malinmudo sembari menginformasikan ‘Perjalanan Pertama’ sukses menghelat World Premier di  ajang ‘Moslem Film Festival’ , Australia  dan Asian Premier di Jogja Netpac Asian Film Festival tahun 2021 yang lalu. Adakah sekuel Perjalanan Kedua? (pik)

Konser BCL di Singapura Pasca Pandemi

JAYAKARTA NEWS – Biduanita dan aktris Indonesia, Bunga Citra Lestari alias BCL bakal menghelat konser di Singapura, 19 dan 20 Agustus 2022. Dalam konser bertajuk ‘Blossom Intimate’ di Resorts World Ballroom di Resorts World, Pulau Sentosa, Singapura itu, bagi BCL menjadi konser pertamanya secara internasional sejak pandemi menutup perbatasan di seluruh dunia.

Selama ini mendedikasikan diri terhadap musik nasional dengan menghadirkan pergelaran dari rumah sembari terus merilis single baru. “Saya siap untuk melangkah ke tahap selanjutnya,” ujar BCL di Sofia, Gunawarman 3, Kebayoran Baru, Jakarta, baru-baru ini.

Dirinya memilih konser internasional pertamanya dalam suasana yang dekat dengan khalayak agar dapat berinteraksi lebih jauh dan menggambarkan perjalanan dia dengan lebih baik. “Nantinya saya akan menampilkan aransemen baru dari lagu-lagu hit saya,” beber isteri almarhum Ashraf Sinclair dan ibu seorang anak ini.

Dalam konsernya nanti, BCL akan menggandeng Ronald Steven sebagai music director, Hagai Pakan selaku creative director, Hamada Abdool sebagai koreografer serta Isha Hening sebagai seniman visual.

Guna menambah keseruan para fans di Indonesia dan Asia Tenggara, BCL juga mengundang dua musisi populer Indonesia sebagai bintang tamu yaitu Ariel Noah dan Alvin Jo (pemenang X-Factor Indonesia) yang keduanya memiliki peran penting dalam perjalanan BCL di industri musik. (pik)

‘Mencuri Raden Saleh’: Berbiaya Rp 20 Miliar

JAYAKARTA NEWS – Sebuah lukisan karya maestro Raden Saleh dicuri oleh sekelompok mahasiswa? Pengamanan di galeri lukisan tersebut minim? Kok bisa?

Dalam video berdurasi sekitar 2 menit itu, dipenuhi adegan-adegan laga dan berbahaya. Tabrakan mobil, meloncat dari gedung berketinggian enam meter sampai adegan baku hantam seru.

“Ide membuat film ini ketika saya melihat lukisan Raden Saleh di sebuah galeri yang minim pengamanan. Ini mudah kalau dicuri,” ujar sutradara Angga Dwimas Sasongko. “Film ini menelan biaya sekitar Rp 20 miliar. Proyek ini terbesar dan terlama. Skenarionya saja melalui empat penulis,” imbuh Angga.

Sutradara berbakat ini juga menambahkan, selama syuting sudah menghancurkan 20 mobil baru. “Kita blokir SCBD selama empat hari. Kalau enggak ada pengawalan ketat, bisa jadi nanti ada orang lewat masuk kamera,”  ungkap Angga lagi.

Film produksi Visinema Pictures yang bakal tayang di bioskop 25 Agustus 2022 ini menampilkan sederet pemain top, seperti Iqbaal Ramadhan,  Angga Yunanda,  Ary Irham, Umay Shahab, Aghniny Haque dan Rachel Amanda.

Adegan film ‘Mencuri Raden Saleh’ (foto Visinema)
 

Ke enam mahasiswa ini mencuri lukisan bernilai puluhan miliar karena alasan masing-masing. Ada yang terbentur uang kuliah. “Jadi, ini bukan tindak kriminal. Mereka terpaksa melakukan  pencurian,” urai Iqbaal Ramadhan yang tanpa stuntman meloncat dari gedung tinggi berlantai 6.

Apakah mereka berhasil mencuri lukisan maestro ataukah sebelum aksinya dilaksanakan, mereka keburu ditangkap polisi? “Saksikan nanti di bioskop  ya. Kalau saya bocorkan cerita endingnya, nanti spoiler,” pungkas Angga tersenyum.

Yang pasti, ‘Mencuri Raden Saleh’ adalah film bergenre ‘heist’ yaitu subgenre film kriminal tentang pencurian berskala besar. (pik)

‘Suka Duka Berduka’ – Berebut Harta Warisan

JAYAKARTA NEWS – Ada 3 Ta (harTA, waniTA dan tahTA) selalu dipertautkan dalam kehidupan seorang pria kaya raya, konglomerat, taipan. Dalam series baru produksi Rapi Films dan Vidio yang berjudul ‘Suka Duka Berduka’, dikisahkan seorang pria kaya bernama Rauf Affan mendadak wafat terkena serangan jantung mendadak.

Rauf Affan baru saja melahap sate kambing, durian dan bir dingin secara berturutan. Seluruh keluarga besarnya menangisi kepergian almarhum yang tanpa pesan itu.

Berkumpullah isteri muda, anak, menantu dan cucunya di depan jenazah. Selepas pemakaman, di rumah besar itu diadakan pengajian 3 hari, 7 hari sampai 40 hari.

Keluarga membahas harta warisan almarhum yang akan dibagikan secara adil dan merata. Namun, timbullah konflik diantara mereks  dengan niat berbeda-beda. Bagaimana akhir keluarga Rauf Affan dalam cerita drama komedi satire sebanyak 8 episode ini?  

Nia Dinata sebagai sutradara mengaku senang bisa bekerjasama dengan bintang-bintang terkenal dalam series ini. “Series ini penuh tawa, haru dan ketegangan,” ujar Nia Dinata yang sukses membuat film drama bertajuk ‘Arisan’ dan tengah menanti beredarnya film ‘A World Without’.

‘Suka Duka Berduka’  dimeriahkan puluhan bintang yang lama malang melintang di dunia film nasional, yaitu Luna Maya, Atiqah Hasiholan, Oka Antara, Tora Sudiro, Jihane Almira, Ersa Mayori, Krisjina Baharuddin, Samudra Taylor dan masih banyak lagi. Series nan memukau ini tayang perdana di platform streaming Vidio sebanyak 8 episode mulai 7 Juli 2022. (pik)

‘Madu Murni’ – Kisah Suami yang Impoten

JAYAKARTA NEWS – Kondisi pandemi yang mengamuk tidak menyurutkan semangat para insan film terus berkarya. Sutradara Monty Tiwa dan produser Chand Parwez Servia dari Starvision bisa merampungkan film drama komedi bertajuk ‘Madu Murni’ dan siap dirilis di bioskop, 30 Juni 2022.

Berdasar skenario yang kocak karya Musfar Yasin, cerita film ini mengalir lancar dan hampir di setiap adegan dipenuhi gelak tawa.   Mustaqim (Ammar Zoni), eks guru ngaji kini bekerja sebagai penagih hutang dengan harapan mendapat penghasilan yang lebih banyak.

Tapi Murni (Irish Bella), isterinya, tak mau menerima pemberian uang dari suaminya. Maklum, Murni tak setuju pekerjaan suaminya yang penuh resiko dunia akhirat. Hubungan pasutri ini sudah lama tak membuahkan keturunan.

Atas saran rekannya, Rojak (Tanta Ginting), Mustaqim kawin lagi dengan Yati (Aulia Sarah). Namun, poligami ini juga tak cespleng: ‘burung’ Mustaqim tak bisa berdiri alias loyo. Impoten. Yati, isteri kedua, jadi uring-uringan.

Sudah berobat ke dukun dan menyantap torpedo kambing, burung Mustaqim tetap tak bisa tegak. Murni yang tahu suaminya kawin lagi juga uring-uringan dan marah, tak mau lagi berhubungan badan.

Bagaimana kehidupan yang mereka jalani? Potret masyarakat bawah berhasil dipindahkan ke digital secara jitu dan lihai. Dialog-dialog lugu dan sarkas juga berseliweran enak dilihat dan nyaman diresapi.

Walhasil, istilah-istilah saru yang acap dilontarkan masyarakat urban sehari-hari menjadi terbiasa dan menjadi milik kita. “Burungnya enggak bisa nga…,” berkali-kali dikeluhkan Murni dan penonton ketawa ngakak.

Penulis skenario Musfar Yasin menjelaskan bahwa ‘kisah Madu Murni dimaksudkan mengajak kita untuk menertawakan diri sendiri jika kita sendiri yang mengalaminya. “Mengajak kita berempati jika orang lain yang mengalaminya,” kata Musfar Yasin. “Setiap orang memiliki komedi hidupnya sendiri. Setiap orang lucu. Setiap orang pantas tertawa dan ditertawakan. Semoga di ujung gelak tawa menyisakan renungan,” imbuhnya berfalsafah.

Sebelum syuting, digelar diskusi panjang. Ihwal pemilihan pemain, akan melibatkan aktor atau komika? Tapi Monty Tiwa menyarankan pakai aktor yang pasutri beneran di dunia nyata yaitu Ammar Zoni dan Irish Bella. Kemudian ada Aulia Sarah (Yati) sebagai madu dari Murni.

Diperkuat oleh ensembel pemain lintas generasi dan kawakan, seperti Tanta Ginting, Ira Wibowo, Jaja Mihardja, Yayu Unru, Meriam Bellina, Epy Kusnandar, Mo Sidik, Joe P Project dan segerobak pemain lain yang bermain natural. Penata musik Andi Rianto tak ketinggalan melengkapi ruang-ruang visual film yang semakin hidup dan moncer.

Dan juga peranan Tepan Kobain dan  Angga Prasetyo sebagai penata artistik sangat apik mengisi set lokasi yang keren dan realis. Perpindahan plot cerita menjadi adegan yang bernas pas direkam gambarnya oleh penata kamera Jimmy Fajar berhasil menyuguhkan realita lingkungan perkampungan yang padat dan realis.

Last but not least, penyutradaraan Monty Tiwa yang prima, piawai menggiring kita ke situasi nan menggugah emosi. Berkelindan antara haru, tawa nan kocak menggelikan yang dibungkus satire sosial nan kritis. (pik)