Hantu Baru, Horor Komedi yang tak Menakuti Penonton

JAYAKARTA NEWS— Umumnya hantu atau setan di dalam film Indonesia berwajah menakutkan dan mengerikan. Hobinya membalas dendam dan membunuh manusia yang pernah menewaskan seorang perawan di suatu waktu dan di suatu tempat.

Namun, sutradara Adink Liwutang dalam karya debutnya berjudul “Hantu Baru’ yang beredar di bioskop 23 Maret 2023, jenis hantinya cantik rupawan yang tak menakutkan. Juga, hantunya ramah dan baik, dan enggak pendendam, apalagi balas dendam.

Dibungkus nuansa komedi yang mencairkan suasana, film produksi Keene Entertainment ini nyaman ditonton selain hantunya juga sedap dipandang (kalau bukan hantu, pasti banyak cowok yang ‘gatel’ ingin menciumnya).

Wuah, ternyata yang memerankan sebagai hantu adalah Acha Septriasa, pelakon nasional yang sudah menorehka rekam jejak yang menjanjikan.

Ceritanya demikian : Sasa baru saja meninggal menjadi korban suatu kecelakaan. Setelah menjadi hantu baru, Sasa diperkenalkan kepada kehidupan perhantuan oleh para hantu senior. Sayang, tempat yang mereka huni kedatangan seorang paranormal (diperankan secara grmilang oleh Sudjiwo Tedjo yang eks wartawan Kompas) ingin mengusir hantu. Misi paranormal gagal.

Adink Liwutang mengemukakan, inspirasi membuat Hantu Baru datang begitu saja.
“Mungkin karena saya kerap dan banyak menonton film horor komedi dari Thailand dan Korea,” ucap Adink serius.

Acha Septriasa yang kini mukim di Australia membeberkan kiat utamanya bermain film horor adalah harus selalu menyiapkan stamina dan rajin berdoa agar dirinya tetap sehat dan kuat didalam set.

“Makan makanan yang bergizi dan olahraga seperlunya, jangan terlalu berat, seperti jalan kaki dan senam, cukuplah,” urai Acha.
Kok tertarik main film horor ?

“Saat ini, market film horor memang sedang naik-naiknya. Sebagai aktris film, saya ingin mengisi celah itu,” jawab Acha mantap.

“Tapi saya memiliki pandangan lain. Pesatnya industri film horor harus bisa diseimbangkan dengan genre lain juga di bioskop, agar penonton kita punya banyak variasi cerita dan pilihan tontonan ” timpal Acha.

Produser Rezky Aditya yang semula berprofesi sebagai biduan dan aktor mengaku ingin mencoba bidang industri film yang dikatakan para pengamat dan kritisi bahwa ‘film dan musik itu sesaudara kandung’.

“Kali aja saya ingin mencari cuan (untung) di bisnis film. Okelah, tapi yang jelas saya tertarik dengan skenario yang alur ceritanya mengesankan, selain tentunya melihat akting Acha Septriasa yang luar biasa. Hal ini membuat nilai tambah saya jadi terdongkrak ke atas,” imbuh Rezky Aditya yang memiliki strategi dan kiat bisnis market dan promosi tersendiri yang dipelajarinya sejak remaja.

“Ini menjadi tantangan dan obsesi saya sejak lama,” pungkas Rezky Aditya berwajah cerah. (pik)

Losmen Melati, “yang Singgah yang Mati”

JAYAKARTA NEWS— Losmen alias Logement (bahasa Perancis) atau penghunian adalah sejenis penginapan komersial yang nenawarkan tarif yang lebih murah daripada hotel atau bungalow. Tapi film ‘Losmen Melati’ dengan sutradara Mike Wiluan adalah judul film horor yang tayang di bioskop bulan Maret 2023 ini dipenuhi adegan menyeramkan dan menegangkan

“Bukan cuma tentang pengunjung yang tak bisa keluar dengan selamat, tapi ada banyak elemen didalamnya termasuk kisah awal yang menyebabkan Losmen Melati akhirnya lekat dengan kata mati,” kata Mike Wiluan (kata ‘melati’ dibaca pada malam hari jadi ‘mati’ yang abjad e dan l terhapus).

Mengangkat tagline ‘yang singgah yang mati’, film ini menghantui para penonton dengan cerita horor yang sudah disiapkan secara matang. Tak hanya seram, tapi juga banyak cerita mengejutkan yang diungkap di film ini.

“Kami juga menyiapkan sinematografi yang khas, salah satunya dengan menyoroti losmen itu sendiri, yang merupskan gedung tua yang didirikan sejak jaman kolonial Belanda,” papar Billy Christian, co sutradara.

‘Losmen Melati’ mengisahkan sebuah penginapan terpencil dan misterius yang dikelola pemilik yang juga misterius, Madame Melati. Ia dapat memikat pengunjung dan membuat mereka tidak curiga. Namun, para pengunjung akan dihadapkan pada mimpi terburuk dan tak pernah terlihat lagi.

Melati, pemilik losmen ternyata memiliki agenda tersembunyi untuk para tamu yang bermalam di losmennya. Di tengah keseraman losmen penonton akan mengetahui latar belakang sosok Melati yang kelam. Masa lalu Melati adalah kekuatan jahat yang akan diungkap di film ini.

Produksi Infinite Studios dan Catchplay ini dibintangi oleh Alexandra Gottardo, Samuel Panjaitan, Dwi Sasono, Fandy Christian dan beberapa cameo lain.

Lalu, bagaimana ending film dalam balutan cerita yang mencekam dan menggedor jantung ini ? (pik)

Dukung BBQ RIDE 2023, bank bjb Manjakan Penggemar Modifikasi Mobil dan Motor

BANDUNG, JAYAKARTA NEWS – bank bjb memanjakan para penggemar modifikasi mobil dan motor melalui beragam promo menarik dalam pagelaran BBQ RIDE 2023 yang digelar di area Summarecon Mall, Gedebage Bandung pada Sabtu-Minggu 11-12 Maret 2023.

BBQ Ride tahun ini merupakan event ke-10 dengan konsep dan tema Fusion Culture dengan beragam kegiatanya yakni cars and motor cycle exhibiton, motor sales, art and photo exhibition, colective market, currated bicyle showcase, slow race, lucky draw, dan lainnya.

Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb, Widi Hartoto mengatakan bank bjb senantiasa memanjakan para penggemar otomotif sekaligus mendukung industri lokal di bidang otomotif, melalui pagelaran BBQ Ride.

“bank bjb mendukung penuh BBQ RIDE 2023 yang mengangkat dan memperkenalkan industri lokal apparel, riding gears hingga sparepart kendaraan,” ujar Widi.

Menurutnya, dukungan bank bjb terhadap industri otomotif punya arti yang sangat penting karena dapat berkontribusi menggerakan roda perekonomian.

Sebagai bukti nyata komitmen tersebut, bank bjb menghadirkan Exclusive Collaboration yakni program berupa pemberian Work Jacket “BBQ Ride X Mooneyes” kepada 100 nasabah baru maupun existing yang membuka rekening atau hold dana pada tabungan bjb Tandamata, bjb Tandamata Berjangka, atau bjb SiMuda sesuai dengan nominal yang telah ditentukan.

Selain itu, bank bjb juga menggelar program Digi dan DigiCash dengan memberikan diskon untuk nasabah yang melakukan transaksi menggunakan Digi (QR Payment), DigiCash di QRIS bank bjb & Debit Card bank bjb.

Diskon/potongan harga diberikan secara langsung senilai Rp15 ribu dengan minimal transaksi Rp50 ribu di all merchant BBQ Ride 2023 untuk 50 transaksi pertama. Nasabah juga dapat menikmati program diskon 10% untuk pembelian Official Marchendise BBQ Ride menggunakan Digi (QR Payment), DigiCash melalui QRIS bank bjb.

Tidak hanya itu, bank bjb juga memberikan kesempatan bagi nasabah yang beruntung untuk mendapatkan satu unit motor custom yang diundi pada akhir kegiatan, dengan cara menunjukan bukti transaksi menggunakan Digi atau DigiCash minimal Rp100 ribu akan diberikan 1 (satu) kupon undian, berlaku kelipatan dengan maksimal kelipatan 10 (sepuluh) kupon undian dalam 1 (satu) kali transkasi, dimana kupon tersebut dapat di ambil di booth bank bjb.

“Jangan lupa untuk terus mengikuti berbagai rangkaian promo menguntungkan lainnya dari bank bjb. Kami senantiasa mengutamakan kemudahan dan kenyamanan nasabah dalam bertransaksi di berbagai kesempatan,” ungkap Widi.***

Andang Bachtiar & Penyelaras Luncurkan Album Geopuisifilosofi Kedua di Malang

JAYAKARTA NEWS— Di dunia geologi, nama Dr. Ir. Andang Bachtiar M.Sc. tak asing lagi. “Geolog independen” ini terkenal sampai ke dunia internasional. Nama mantan Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) tersebut juga makin sering disebut setelah musibah lumpur Lapindo terjadi.

Sisi lain dari Andang Bachtiar adalah seorang seniman. Kesenimanannya seakan telah melebur, menyatu dengan dunia geologi. Tak heran karya musiknya sangat kental dengan lirik puitis filosofis yang berakar dari materi geologi.

Sabtu (11/3), Malang menjadi tempat peluncuran album geopuisifilosofi kedua Andang Bachtiar & Penyalaras yang diberi judul “Mata Air Mata”. Suasana Hotel Ubud Malang yang sedang hujan deras tidak mengurangi minat sahabat komunitas Andang Bachtiar & Penyelaras hadir memadati tempat pementasan yang semi terbuka.

Hadir para tokoh masyarakat, seniman, budayawan senior Malang berkumpul menjadi satu. Andang seakan menjadi magnet sendiri untuk menyatukan berbagai tokoh masyarakat Malang. Mereka menyatu bersama menyimak pementasan musik dan lirik dari Andang Bachtiar & Penyelaras.

Lirik album “Mata Air Mata”, sangat sarat pesan pesan bijak untuk kita mulai memikirkan sesuatu yang lebih hulu daripada yang biasanya dipersepsikan orang kebanyakan sebagai hulu. Mata air itu biasanya terletak di hulu sungai. Tapi, seperti diuraikan di atas, ada yang lebih hulu daripada hulu. Kalau dari muara sungai ke mata air kita hanya bicara air permukaan, dari hulu sungai ke arah daerah imbuhan, kita bicara air tanah. Kita bicara tentang lapisan-lapisan bumi pembawa air tanah (akuiler). Bukan sekadar riak jiwa di permukaan, tapi juga aliran lapisan rasa di bawah permukaan jiwa-jiwa.

Bambang Irianto sebagai seorang penerima penghargaan Kalpataru dari Malang yang juga hadir punya penafsiran sendiri tentang album “Mata Air Mata”. “Kita harus merawat mata air, kalau tidak ingin banjir air mata karena bencana banjir yang menimpa masyarakat” ucap Bambang. (Heri)

Paramitha Rusady Jadi Dewi Sartika

JAYAKARTA NEWS— Kalau di Jepara ada tokoh emansipasi wanita RA Kartini, maka di Bandung (Jawa Barat) dikenal Raden Dewi Sartika. Tokoh pejuang dan pelopor pendidikan wanita ini diangkat sebagai Pahlawan Nasional.

Riwayat perjuangan Dewi Sartika baru-baru ini diangkat ke panggung oleh aktris Paramitha Rusady (56 tahun) dalam acara peringatan ultah Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) ke-67 di Cinema Hall, Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail (PPHUI), Jakarta. Bertajuk ‘Panggil Aku Uwi’, teater pendek ini mengalir lancar berdurasi sekitar satu jam, dan ada penambahan adegan film.

“Saya sendiri yang memerankan sebagai Dewi Sartika. Latihan dan menghafal dialog memakan waktu satu bulan,” lontar Paramitha Rusady usai pergelaran di PPHUI.

Paramitha Rusady dan artis-artis memeriahkan HUT 67 Parfi dengan mementaskan ‘Panggil Aku Uwi’ (foto Dudut SP)

Bukan hanya sebagai orang Sunda, Mitha, nama panggilannya, juga mengidolakan sosok Dewi Sartika. “Ibu Dewi Sartika (1884-1947) adalah wanita dari Bandung yang mengangkat martabat kaum wanita dan merintis sekolah buat kaum bumiputera di tanah Parahiangan, dengan mendirikan Sakola Kautaman Isteri di Bandung,” cetus Mitha.

Ia menjelaskan, tokoh pendidikan ini mengajarkan ketrampilan wanita seperti memasak, menjahit dan belajar bahasa Melayu dan Belanda.

Mitha yang berkali-kali masuk nominasi dalam FFI ini mengaku bangga dapat memerankan tokoh wanita Sunda yang menjadi Pahlawan Nasional.

“Insha Allah, kisah perjuangan Dewi Sartika bisa diangkat ke layar lebar. Pelakon lain adalah Ully Sigar Rusady dan Atalarik Syah yang juga bermain dalam teater pendek ini,” janji Mitha yang mengawali debutnya sebagai aktris film dalam film ‘Ranjau Ranjau Cinta’ mendampingi Rano Karno garapan sutradara Nasri Cheppy.

Selain itu, Mitha jugs tarik suara bersama kakaknya Ully Sigar Rusady dan saudara-saudaranya yang lain dalam kelompok Veni Vidi Vici. (pik)

Java Jazz 2023 Digebrak Lagi

JAYAKARTA NEWS— Mengusung tema ‘Let music lead your memories’, Java Jazz Festival (JJF) ke 18 akan digelar di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, 2 sampai 4 Juni 2023 mendatang.
Dengan 11 panggung, sebanyak lebih dari musisi jazz baik dari manca negara maupun lokal akan menggebrak dan meramaikan gelaran akbar ini.

Beberapa jazzer yang siap tempur dan tercatat di line up antara lain Max, Cory Wong, Chicago Rxperience featuring Danny Seraphine dan Jeff Coffey (ini adalah 3 biduan spesial), Jesus Molina, Jese James, Ginger Roat, Matt Johnson, Stacey Ryan, Sezairi, Jazzmeina Horn, Titi DJ, Alfonzo Brata Dereda, Nona Ria featuring Tetty Kadi, Oslo Ibrahim, Jordan Susanto, Nial Juliarso, Manna Trio dan masih seabreg musisi lain yang belum registrasi.

“Akan banyak musisi dari dalam dan luar negeri berkolaborasi mendendangkan lagu dan instrumentalia di 11 pangging JJF yang tersebar di titik-titik venue. Setiap hari ada 3 show,” ujar Dewi Gontha selaku Dirut Java Productions.

Dikatakannya, tema ‘let music lead your memories’ diusung guna menciptakan kenangan baru sembari mengingat kenangan lama masa lalu yang indah.
“Selama 18 tahun itu banyak suka dan duka kita alami. Namun, ada juga sukanya,” imbuh Dewi Gontha.

Progaming JJF, Nikita Dompas yang juga seorang jazzer menambahkan, tiket seharga Rp 625 ribu mulai dijual mulai saat ini.

“Khusus 3 biduan spesial kita undang dengan pertimbangan mereka adalah bintang pop yang sedang top dan wajib ditonton,” timpal Nikita Dompas. (pik)

‘Iblis Dalam Darah’, Membuka Awal Puasa

JAYAKARTA NEWS— Selama bulan puasa Ramadan, konon iblis dan setan dibelenggu kaki dan tangannya. Makhluk yang satu ini enggak boleh gentayangan mengganggu kaum muslimin yang sedang menjalani ibadah dalam salah satu dari kelima rukun Islam ini.
Namun, berbeda di dunia film layar bioskop. Sejumput film bergenre horor mendominasi khasanah industri film nasional.

Membuka awal puasa di bulan Maret ini (23 Maret 2023), film bertajuk ‘Iblis dalam Darah’ garapan wanita sutradara Yannie Sukarya turut meramaikan bioskop di tanah air.
Film horor ini terinspirasi kisah yang diriwayatkan oleh HR .Imam Bukhari tentang iblis yang bisa merasuki manusia melalui darah.

Haruni, 23 tahun, yang tubuhnya dirasuki iblis. Dia merasakan seperti ada yang menyerang dan mrnggerakkan dari dalam, Selain kesakitan, Haruni juga cenderung menyakiti dirinya sendiri.

Seorang dokter muda ahli mata dan religius bernama Achmad mendengar cerita mengerikan ini dari orang tua Haruni. Adik Haruni bernama Hanum tengah menjalani pengobatan mata dengan dokter Ahmad. Ahmad berkesimpulan bahwa Hanum ada hubungan khusus sebuah kasus orang bunuh diri.

Ahmad dibantu temannya, seorang polisi mrncari data orang bunuh diri dan mengusir roh jahat dari tubuh Haruni.

“Saya ingin menampilkan film yang dekat dengan cerita kita sehari-hari. Saking melekat tanpa kita sadari ada iblis yang merasuk dalam darah memengaruhi sikap kita,” beber Yannie Sukarya yang film ini merupakan debut pertamanya.

Produser dari Helroad Productions Helfi Kardit mengatakan lokasi syuting di Gunung Salak dengan seting rumah di tengah hutan nan sunyi dan sepi. “Hal ini untuk mewakili sebuah ekonomi bawah yang seperti merasakan terisolasi dalam kesendirian menghadapi masalah. Shot di sekitar perkampungan dan hutan Gunung Salak, selain syuting di sungai dan gua,” ujar Helfi Kardit.

Dibintangi Michele Joan, Ryaas Randa (penyanyi dang dut jebolan D’Academy), Cut Ashifa Al’ar, Soraya Rasyid dan Egy Fedly.

Ryaas Randa mengaku bangga bisa pertama bermain film. “Ada adegan ruqyah yang khusyuk dengan lantunan ayat-ayat suci yang khidmat dan indah ,” aku Ryaas Randa.
Pedangdut ini mulanya sgak khawatir enggak bisa memenuhi ekspektasi. “Ternyata sutradara bilang, kamu oke. Alhamdullilah,” jelas Ryaas Randa terharu. (pik)

Malang Retro Kembali Hadir di Sarinah Malang

MALANG, JAYAKARTA NEWS – Setelah sukses menggelar bazar UMKM di ujung tahun 2021 lalu, kini Malang Retro Organizer kembali akan menggelar event “Malang Retro II” di Sarinah Malang lantai 2. Acara akan diselenggarakan pada besok hari Jumat tanggal 10 – 12 Maret 2023 mulai pukul 10.00 pagi hingga 21.00 malam.

Dalam “Malang Retro II” akan hadir, Bursa Antikan, Kolektor Kaset Retro, Aqua Scape, Malang Trifting, Bazar UMKM, Cafe Retro F&B, Die Cast & Toys, Music Retro Show, Fashion Show Retro, Workshop & Talkshow, Grand Final Lomba Nyanyi, Festival Al Banjari, Vaksin dan tes kesehatan gratis serta Pelayanan Publik Dispenduk.

“Kami akan memberi ruang seluas-luasnya kepada komunitas dan UMKM di Malang untuk berkembang melalui even Malang Retro II,” ucap Wahono sebagai penggagas dan penanggung jawab Malang Retro II.

Sementara itu dari pihak Sarinah Malang, Agus Sunaryo sebagai Store Manager PT Sarinah Malang mengatakan, Sarinah akan membantu memfasilitasi UMKM dan komunitas Malang untuk berkiprah di tempat yang representatif seperti di Sarinah Malang ini. Karena Sarinah adalah bagian dari BUMN yang salah satu tugasnya adalah menunjang pelaksanaan pembangunan nasional khususnya bidang perekonomian.

Untuk menggaungkan acara “Malang Retro II” pihak panitia aktif mensosialisasikan acara ini baik secara offline maupun online melalui media sosial. Dan, media JayakartaNews dipercaya sebagai salah satu media partner “Malang Retro” sejak tahun pertama diselenggarakan. (Heri)

‘Anak Medan’, Drama Komedi Berbalut Budaya yang Kental

JAYAKARTA NEWS— ‘Horas bah’ dsn ‘Ini Medan bung 1’ adalah ungkapan atau pemeo yang kerap diucapkan oleh masyakat di Sumatera Utara. Di setiap kedai kopi, pergelaran musik dan pertandingan bola, dipastikan ungkapan-ungkapan tersebut selalu hadir meramaikan acara.

Medan memiliki ciri khas kehidupan yang keras, lalu lintas yang padat serta enggak jarang konflik sosial kemasyarakatan.

Produser Agustinus Sitorus dan Riahna Jamin Ginting yang membuat film ‘Anak Medan – Cocok ko Rasa ??’ bertujuan mengangkat budaya dan kehidupan sosial masyarakatnya di ibukota Sumatera Utara tersebut dan kita akan melihat bahwa Medan ternyata sangat kental dengan pertemanan atau persahabatan, variasi kuliner yang khas serta banyaknya spot atau destinasi bersejarsh ataupun pariwisata yang indah dan belum terekspos secara maksimal ditampilkan di film ini.

“Sejak awal saya bersama penulis Ridho  Brado ditambah beberapa tim kreatif telah sepakat ingin menghadirkan sebuah film yang memiliki kekuatan pada unsur drama konedi yang segar serta balutan budaya Bataj, Melayu, Jawa dan Cina Medan yang sangat kental,”  ujar Ivan  Bandhito selaku sutradars di Jakarta, baru-baru ini.

(Foto : Ihsan/Dudut SP)

Kisahnya tentang empat anak Medan bernama  Ucok, Joko, Rafly dan Chisabyang bersahabat sejak SMA. Saat perayaan kelulusan SMA  terlibat dalam sebuah insiden yang membuay tangan Rafly cacat, sehingga dia gagal menjadi perwira sesuai kemauan ayahnya. Akibat insiden itu, ayah Rafly melarang mereka bertemu.

Liku-liku peristiwa yang menarik dan enggak disangka sama sekali dihadirkan di film ini. Ucok di ending menghelat konser tunggal di event Batak Nite. Bahkan Ucok juga sukses merekam lagunya di studio milik penyanyi Stevan Pasaribu. Stevan membuatkan musiknya yang sangat harmonis dan menjadi viral.

Stevan menawarkan Ucok diorbitkan karirnya sebagai biduan di Jakarta. Namun, Ucok menolak karena untuk saat ini dia hanya ingin menghabiskan momen-momen dengan keluarga dan sahabatnya yang sudah dia lewatkan.

Cast film ini disesaki bintang-bintang remaja yaitu Ajil Ditto, Mael Lee, Mario  Maulana, Maria Simorangkir,  Lina Marpaung, Adysky. Amara Sophie dan Stevan Pasaribu.

Beberapa destinasi yang indah di Medan dan Jakarts menjadi lokasi film ‘Anak Medan’, antara lain Tugu Jamin Ginting, Istana Maimun, Stadion Teladan, bundaran HI, patung Selamat Datang dan beberapa tempat lain yang jarang didatangi wisatawan. (pik)

‘Kun ana wa anta’- Film Anak Melawan Perdagangan Satwa Ilegal

JAYAKARTA NEWS— Belakangan jarang atau bahkan tak ada film anak yang diproduksi di republik ini. Mendadak sontak mencuat sebuah film keluarga dan anak berjudul ‘Kun ana wa anta’ yang berarti ‘Jadilah Diri Sendiri’ yang dibuat oleh DNA Production, Happening Films dan Maxstream.

Jujur, film ini sangat menarik dan memberikan nilai edukasi kepada penonton ditengah langkanya film bergenre anak.

‘Kun ana’ bercerita tentang 5 sahabat di pesantren. Kisah religi ini enggak menggurui dan sangat lugu, bahkan ceritanya jujur dari kacamata anak-anak.

Dibintangi oleh aktor anak yang sangat menjiwai perannya, Muzakki Ramdhan. Pelakon lainnya hampir semuanya anak, yaitu Abe Moore, Kayla Harlo, Balgis Balfas dan Austyn Senduk. Plus beberapa bintang dewasa diantaranya Donny Alamsyah dan Mathias Muchus, kisah petualangan anak-anak ini mengalir runtut dengan alur linear.

Kedatangan Firman di pondok pesanren membuat heboh karena ular yang dibawanya terlepas sehingga berkeliaran di aula, tempat acara sunatan masal yang dihadiri semua penghuni pondok.

Intro ini membuat penonton tertawa geli karena ada satu santri anak enggak mau disunat. Si santri anak ini berkata mau disunat seperti Nabi Ibrahim yang dipotong kulupnya ketika berusia 80 tahun.

Adegan awal berupa penyelipan edukasi yang menarik ihwal kesehatan dan kebersihan sirkumsisi (sunat) ini berhasil diselipkan oleh sutradara Rully Manna secara pas dan menggelitik.

Namun, bukan adegan sirkumsisi itu yang penting. Tapi peristiwa Firman membawa ular ke pondok itu yang dibahas dan dibincang. Karena pengasuh pondok menerapkan peraturan bahwa di pondok enggak diperkenankan memelihara binatang yang diluar kelaziman.

Di pesantren, Firman tinggal bersama Hanif, anak desa yang benci terhadap semua binatang. Selain berkawan dengan Hanif, Firman juga berteman karib dengan sobat yang lain. Firman dan csnya, yaitu lima sahabat ini enggak sengaja terseret kedalam petualangan menegangkan yang mengancam jiwa mereka.

Bagaimana semua bisa terjadi ?

Kun ana memang menyuguhkan hal-hal yang luar biasa. Nilai-nilai positif untuk anak kita, cinta kepada sesama, cinta kepada lingkungan dan memerangi sindikat perdagangan satwa liar dan ilegal semuanya divisualkan secara ciamik oleh sutradara.

Tanpa tedeng aling-aling, ihwal filosofi kehidupan di pondok dikemas dengan luwes nan apik dalam satu film anak yang edukatif tanpa mrmbosankan.

“Memang sudah menjadi mimpi saya untuk membuat film anak yang ceritanya juga disukai orang dewasa,” tutur Rina Novita, Direktur Utama DNA Productions. Ucapan ini juga direspon Kak Seto, pendidik anak yang ditunjuk sebagai Duta Kun ana wa anta.
“Film ini wajib tonton oleh seluruh keluarga di Indonesia,” tutur Kak Seto.
Syabas ! (pik)