Panji Laras Svara Kelompok Musik Genre World Music dari Malang

MALANG, JAYAKARTA NEWS – Salah satu kelompok musik asal Malang, yakni Panji Laras Svara yang selalu tampil nyentrik, miliki beragam aliran musik. Hal itulah, yang membuat kelompok musik tersebut berbeda dari lainnya.

Komposer Panji Laras Svara, Agus Wayan menjelaskan, ini merupakan pertama kalinya di Malang yang berani membentuk kelompok musik dengan jenis musik seperti itu. “Kebanyakan para penggemar menganggap musik kita adalah world music dan ini baru pertama kali di Malang. Jadi, bermacam-macam jalur musik bisa masuk dengan gaya Panji Laras Svara,” ujarnya,

Panji Laras Svara yang beranggotakan sembilan orang dengan berbagai macam alat musik yakni Agus Wayan, Lukman, Syafril, Siti, Iwan, Yoyok, Mohammad, Zaky, dan Nova, Sangat di kenal permainan musiknya karen penuh dengan penjiwaan,  membuat para penikmat seakan melayang terbawa alunan sound healing-nya.

Selain antik dan nyentrik, saat perform Panji Paras Svara selalu berkolaborasi dengan penari Sufi, Dalang, Boneka Nyai Putut / Jailangkung, Penari Tradisional, Kuda Lumping, Bantengan, dan lain-lain.

“Kami sengaja berkolaborasi dengan pelaku seni budaya sebagai salah satu bentuk nguri – uri atau melestarikan budaya kami”. terang Iwan Dongkel.

Bukan hanya itu saja, Panji Laras Svara kerap melakukan konser kepedulian terhadap lingkungan, antara lain bersih – bersih gunung dan sungai untuk memotivasi masyarakat agar selalu menjaga kebersihan dan kelestarian alam. ujar Lukman yang akrab disapa Joko Tebon.

Di akhir kata, berkarya dengan cinta dan hati, seperti sosok Panji sang musisi era majapahit serta menambah persaudaraan, dengan harapan genre world music Panji Laras Svara dapat di terima oleh semua kalangan masyarakat di Indonesia. (Nova)

‘Naga Bonar’ Deddy Mizwar Terpilih Lagi Jadi Ketua PPFI

JAYAKARTA NEWS— Secara aklamasi dan merupakan calon tunggal, ketua petahana Deddy Mizwar akhirnya terpilih lagi jadi Ketua Umum Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI) untuk periode 2023 – 2028. Ini adalah kado spesial bagi dirinya yang akan nemasuki usia 68 tahun pada 5 Maret 2023 mendatang.

Dalam Kongres PPFI ke XXI, Deddy Mizwar yang kerap dijuluki ‘Jenderal Naga Bonar’ memang menjabat sebagai produser di Demi Gisela Film bersama istrinya, Giselawati. Selain itu, Deddy Mizwar juga berprofesi sebagai sutradara, pemain film dan politikus.

Dalam sambutannya, Deddy Mizwar berjanji akan mengadakan dialog dengan pihak terkait ihwal masih banyaknya produksi film nasional yang belum tayang di bioskop akibat pandemi Covid 19 yang melanda Indonesia.

“PR kita belum usai. Tapi kita salut kepada seluruh insan film, bahwa produksi dan syuting film masih terus jalan,” ucap mantan Ketum Badan Perfilman Indonesia 2006-2009 ini.

Secara khusus pula Deddy Mizwar memaparkan, film adalah media efektif untuk memengaruhi pola pikir banyak masyarakat.

“Realisasinya, sistem tata edarnya harus baik. Dan segenap insan film bersama lembaga-lembaga perfilman bisa bersatu untuk bekerjasama membuat film yang baik dan bermutu guna kemajuan dunia perfilman nasiional. Kita harus mendorongnya,” urai Deddy Mizwar optimis.

Selepas menjabat sebagai Wagub Jawa Barat, Deddy sama sekali tak bisa menghilang dari ranah politik. Kali ini, Deddy dipercaya menduduki bidang Seni dan Budaya dalam Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) yang lolos verifikasi peserta Pemilu 2024 di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Politik secara santun dan demokratis saya tekuni dari dulu (Deddy Mizwar sebelumnya aktif di Partai Demokrat). Saya ingin mempertunjukkan seni politik yang luber dan jurdil,” beber mantan pegawai di Dinas Kesehatan DKI ini.

Siap bertugas di seni budaya/film dan politik, Jenderal Naga Bonar ! (pik)

Budjana Gandeng Astrid Rekam Lagu Religi

JAYAKARTA NEWS— Menyongsong bulan puasa Ramadan dan Idul Fitri 2023, beberapa musisi dan penyanyi ‘mencuri start’ merekam lagu religi. Gitaris band Gigi, Dewa Budjana tahun ini menggandeng penyanyi Astrid merekam single religi bertajuk ‘Lillahi Ta’ala’ yang artinya berserah diri.

“Idenya dari Lemmy Ibrahim dari Lemmon Music selaku produser eksekutif,” ujar Budjana dalam acara peluncuran album perdana Astrid di kawasan Kemang, Selasa (28/2).

Budjana mengemukakan, ini pas momen Ramadan. “Apalagi Gigi sudah lama enggak merilis album religi. Peluncuran single ‘Lillahi Ta’ala’ ini kembali ke konsep single guitar dengan penyanyi. Kebetulan Lemmon Music mendukung,” ungkap Budjana yang membuat melodinya saat pulkam di Bali.

Ihwal Budjana mengajak Astrid, dia mengaku tertarik dengan karakter vokal Astrid saat Gigi merekam lagu di Sony Music.

“Karakter suaranya khas dan saya menilai dia terbaik untuk membawakan lagu ini. Astrid sangat kuat dan pas,” imbuh Budjana lagi.

Di sisi lain, Astrid mengatakan, bangga bisa berkolaborasi dengan Budjana.

“Ketika mas Budjana menawari saya rekaman, saya gemetar. Saya langsung oke. Saya bilang, lagu religi ini tanpa vokal pun, sudah kuat melodinya. Tapi mas Budjana menjawab, pokoknya yang pas melantunkan single ini hanya Astrid,” aku Astrid spontan. (pik)

‘Young Royals’, Kisah Pangeran Swedia yang Gay

JAYAKARTA NEWS— Hubungan intim sejenis (gay, lesbi) adalah premis basi, klise. Entah berapa puluh film baik dari luar maupun dari dalam negeri bercerita tentang hubungan tak biasa tersebut. Namun, film yang satu produksi televisi Swedia yang tayang di platform Netflix ini berbeda.

Bertajuk ‘Young Royals’ dengan 12 episode, drama romansa remaja ini mengalir utuh dan kisahnya bikin penasaran penonton.

Digarap okeh sutradara Rojda Sekersoz dan Erika Calmeyer, film ini mengangkat kisah seputar drama romansa kehidupan Kerajaan Swedia.

Pangeran Wilhelm adalah pangeran bungsu pewaris Putra Mahkota sejak kakaknya, Erik, wafat. Pangeran merasakan suatu keanehan karena seluruh tindakan dan gerak geriknya diawasi para pengawalnya.

Cerita dibuka dengan skandal yang menjerat Pangeran. Ia bersama teman-temannya ketahuan berbuat kenakalan dan mabuk-mabukan di sebuah klub. Oleh Sang Ratu, Pangeran dikirim ke sekolah elite Hillerska yang bersisten asrama.

Awalnya, Pangeran benci dengan kehidupan barunya. Namun, sejak bertemu dan menjadi dekat dengan seorang siswa miskin bernama Simon, seketika jati diri dan tingkahnya berubah total. Simon adalah penyanyi paduan suara di gereja sekolah.

Mereka berdua semakin akrab dan mulai memasuki dunia kekerabatan intim. Dimana ada Pangeran, disitu ada Simon. Tatkala siswa August memergoki Pangeran sedang tidur dengan Simon di sebuah kamar dan mengabadikan dengan ponselnya, dan diedarkan, gegerlah sekolah.

Video ini sampai ke Kerajaan. Geger. Sang Ratu harus ‘menertibkan’ kenakalan dan penyimpangan seksual yang dilakukan Putra Mahkota.

“Apakah yang saya lakukan salah ? Ini wajar dan normal. Eksplorasi seksual ini sehat dan menggairahkan,” bela Pangeran kepada Simon, di suatu hari.

Namun, aturan Kerajaan wajib ditaati. Disusun skenario bahwa cowok di video tersebut bukan Pangeran, hanya pria yang mirip Pangeran.
Bagaimana ending kisah ini ? Apakah ‘dosa’ Pangeran sekali lagi harus ditertibkan.

Cerita dan alur yang tak biasa ini sempat menggegerkan para kritisi dan penikmat televisi tidak hanya di Swedia, tapi juga di benua lain.

Di satu sisi, Young Royals memang menawarkan cerita yang segar, unik dan realistis. “Kisahnya ihwal remaja yang terjerumus dalam kehidupan LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender). Ini suatu kehidupan yang ‘queer’ (aneh) tapi ada dan realistis. Namun, di film ini menyangkut tradisi Kerajaan yang harus dihormati,” papar sutradara Rojda Sekersoz.

Kali ini, Rojda Sekersoz sangat detil, hal-hal yang realistis pun dilakukannya. Misalnya ihwal make up pemerannya. Wajah Pangeran tanpa dipoles, tampil apa adanya. Wajahnya berjerawat, dan ada fkek hitam.

Pangeran yang diperankan Edwin Ryding yang berdarah biru divisualkan tidak gentle dan kehidupannya penuh cela. Sebaliknya, siswa miskin Simon yang sukses dibawakan Omar Rudberg (blasteran Swedia dan Venezuela) yang semula berprofesi sebagai penyanyi berwajah tampan dan nyaman dipandang.

Kedua bintang muda ini dinilai bermain ciamik penuh kedalaman rasa lewat tatapan, genggaman, sentuhan dan ciuman tatkaka beradu akting di depan kamera. Terus terang, diluar film, mereka pria normal.

Mengikuti naskah yang ditulis Lisa Ambyorn, sutradara berhasil mengeksekusi ide cerita dan mengemas dalam sinema nan apik. Dan ‘Young Royals’ termasuk tontonan favoritTop 10 Netflix. Bravo ! (pik)

Bismillah, Kunikahi Suamimu: Cinta, Kesetiaan dan Pengorbanan

JAYAKARTA NEWS— Judulnya cukup kontroversial Film baru produksi MD Pictures yang disutradarai Benni Setiawan (ingat Layangan Putus?) ini mengisahkan ihwal cinta dan kesetiaan, cinta dan poligami.

Pasangan suami isteri Malik dan Hanna tengah berada dalam puncak kebahagiaan. Mereka sedang menantikan kelahiran anak pertamanya.

Tepat di hari konsultasi, dokter yang merawat pasutri ini berhalangan hadir dan digantikan oleh dokter spesialis ginekolog dr Cathy. Cathy adalah mantan kekasih Malik.

Malang, Hanna ternyata mengidap kanker otak yang mengancam jiwanya. Saat dekat kelahiran, Hanna harus dioperasi agar anak mereka selamat.

Dalam keadaan sekarat, Hanna mengusulkan agar suaminya yang setia mendampingi dirinya menikahi Cathy. Cathy dan Malik menolak ide gila itu. Mana bisa cinta dibagi dalam sebuah pernikahan poligami?

Namun, menjelang saat-saat terakhir Hanna meninggalkan dunia yang fana ini, banyak pihak menyetujui usul poligami.

Akhirnya, dalam sebuah ijab qabul, Malik menikahi Cathy. Bismillah, sah.
Bagaimana kelanjutan pernikahan poligami ini, dan lika liku bentuk pengorbanan seorang isteri terhadap suaminya menjelang sakaratul maut menghampirinya?

Diadaptasi dari novel karya Vyntiana Itari, sutradara Benni Setiawan lihai menggiring penonton, terutama kalangan wanita, untuk terpaku ditempat duduk dan kemudian menguras air matanya sampai pol, tuntas.

“Saya enggak bergeser dari plot naskah di novel aslinya. Ceritanya sudah bagus dan pas. Jadi enggak perlu ada tambahan dalam cerita drama romantis ini,” lontar Benni Setiawan.
Di sisi seni peran, tiga pemain utamanya yaitu Rizky Nazar, Mikha Tambayong dan Syifa Haju cukup bisa memasuki dunia para tokoh yang diperankannya.

“Peran sebagai isteri yang mengidap kanker otak kronis yang mengakhiri hidupnya baru sekali ini saya dalami. Sebelum take camera, saya kerap berdialog dengan beberapa pasien kanker di Rumah Sakit. Yang saya salut, mereka tetap tersenyum dan bergembira menikmati hidup dan kehidupannya, meski suatu saat, mereka akan dipanggil Tuhan,” ujar Mikha Tambayong berbagi cerita.

Sedih? Terharu? Sudah takdir?

Sediakan sapu tangan sebelum memasuki gedung bioskop. (pik)

Diskusi Musik Melayu dan Keroncong Berlangsung Hangat dan Meriah

JAYAKARTA NEWS— Musik Melayu adalah jenis musik tradisional Indonesia yang berawal dan berkembang di pantai timur Sumatera (populer disebut Melayu Deli/Melayu Riau), Kalimantan dan Semenanjung Malaya (kini Malaysia). Kala itu, sekitar tahun 50an dan 60an, muncul dan meroket nama-nama pencipta lagu dan biduan/biduanita musik Melayu yang sangat populer, seperti Husein Bawafie, Said Effendy, Amir Hamzah, Munif Bahasuan, Alwi dan Oslan Husein, Ellya Khadam, Djuhana Sattar, OM Kelana Ria dan masih banyak lagi.

“Saat itu, musik Melayu berkembang sangat pesat. Orkes Melayu enggak hanya berdiri di kota-kota besar, tapi juga sampai Kecamatan dan Kawedanan,” lontar Fitri Carlina (yang melejit lewat lagu ‘SMS’ dan ‘ABG Tua’), penyanyi dangdut asal Banyuwangi dalam diskusi musik Melayu dan Keroncong dalam globalisasi industri musik dunia yang bertema ‘Spirit Musik Indonesia’ yang dihelat di Hotel Sultan, Jakarta, baru-baru ini.

Dikatakannya, pemerintah kala itu ikut turun tangan membantu perkembangan musik berciri Indonesia yang berkepribadian nasional dan berdiri diatas kaki sendiri (berdikari). Studio dan perusahaan rekaman seperti Lokananta dan Irama hampir setiap minggu merilis piringan hitam (long play) dari semua genre musik : populer (pop), keroncong dan musik Melayu. Bahkan, seorang musikus keroncong bernama R Maladi diangkat oleh Presiden pertama RI, Bung Karno menjadi Menteri Penerangan dan Menteri Pemuda/Olahraga.

Senada pendapat Ato, vokalis band Angkasa bahwa musik Melayu adalah cikal bakal musik dang dut yang bercirikan irama Hindustan (India).

Fitri Carlina

“Sedangkan musik Melayu lebih condong ke unsur dan beat Timur Tengah. Ada irama gambus, dan kini dikenal dang dut koplo yang merambah pantura,” papar Ato yang menambahkan, peran dan sepak terjang Rhoma Irama sebagai tokoh pembaru musik Melayu yang dikolaborasi dengan musik rock. Terakhir, Rhoma Irama mendirikan organisasi PAMMI yaitu Persatuan Artis Musik Melayu Dang dut Indonesia, wadah berhimpunnya artis-artis dang dut Indonesia.
Dipandu Ote Abadi (eks vokalis Leo Kristi dan terakhir membantu band The Mercys), diskusi berlangsung meriah, renyah dan hangat.

Pada sesi kedua, digebrak diskusi musik keroncong yang diisi Liliek Jasqee dan Leonard Nyoo Kristianto (produser JK Record).

Tak kalah seru, dua sosok muda ini juga tangkas melontarkan ihwal perkembangan musik keroncong di tanah air. Diakui, jenis musik satu ini dibawa oleh orang-orang Mestizos, pelaut dan budak kapal niaga dari Portugis pada abad 16 ke Nusantara.

Para pelaut Mestizos ini kemudian mendarat di kawasan Toegoe, Betawi dan menikah dengan dara-dara lokal. Untuk menghibur diri melepas kesepian, mereka memainkan gitar, ukelele (cuk), dawai, suling, biola dan bas betot. Irama yang mereka mainkan
bersumber pada aliran ‘fado’ dari Portugis, berciri pada ukuran birama 4/4.

“Keroncong adalah musik rakyat dan musik tradisional Indonesia. Karena kala itu belum ada label rekaman, musisi peranakan Indo Eropa di Toegoe ini kerap mengisi tempat-tempat pertunjukan seperti toneel (sandiwara) dan panggung-panggung rakyat,” urai Leonard Nyoo Kristianto.

Ihwal istilah keroncong disebut Leonard karena irama yang mereka mainkan menghasilkan bunyi ‘krong krong’ dan ‘crong crong’.

Acara yang diselenggarakan oleh Aliansi Jurnalis Video (AJV) yang difasilitasi oleh Nagaswara dan snack Orang Tua (OT) ini digelar guna menyongsong Hari Musik Nasional (HMN) yang jatuh 9 Maret 2023 mendatang.

“Pada hari H itulah, inshaa Allah, kami akan mengadakan lagi acara diskusi dan pergelaran musik yang lebih spektakuler,” janji Fauzi Zuhri alias Didi, penggagas dan Ketua Pelaksana HMN AJV, optimistis. (pik)

Cara Mudah Dapatkan Tiket Now Playing Festival 2023 Bersama bank bjb

BANDUNG – Now Playing Festival 2023 hadir dengan berbagai bintang tamu lokal maupun internasional yang banyak dinanti. Hanya dengan menabung di bank bjb, Anda bisa memperoleh tiket Now Playing Festival 2023 dan sejumlah kemudahan lainnya. Simak caranya di sini!

Now Playing Festival 2023 adalah festival musik yang menghadirkan puluhan musisi papan atas dari dalam maupun luar negeri. Tahun ini, festival tersebut akan diselenggarakan pada dua pekan yang berbeda, yakni 3-5 Maret 2023 dan 10-12 Maret 2023 di Lapangan Pussenif Kodiklat TNI AD, Kota Bandung.

Guest star yang dihadirkan tahun ini adalah para musisi lintas genre dan lintas generasi, ditujukan bagi pengunjung dari berbagai kalangan usia. Sejumlah musisi yang akan tampil di antaranya adalah Dashboard Confessional (USA), Secondhand Serenade (USA), Boys Like Girls (USA), HYBS (Thailand) Kahitna, Yura Yunita, David Bayu, Vierratale, Potret, Juicy Luicy dan berbagai artis nasional lainnya serta musisi legendaris dari Bandung yang tergabung dalam Bandung Heroes (Cokelat, Java Jive, La Luna, /rif, The Changcuters, Rossa dan lainnya).

Program Promosi Now Playing Festival 2023 adalah skema pemberian tiket masuk konser Now Playing Festival 2023 kepada nasabah bank bjb yang mengikuti program promosi sesuai ketentuan. Promo ini berlaku bagi nasabah baru maupun eksisting, berlaku mulai 30 Januari 2023 hingga 3 Maret 2023.

Terdapat enam skema promo yang dapat diikuti oleh nasabah untuk mendapat tiket Now Playing Festival 2023. Mulai dari setor dana bjb Tandamata Berjangka/SiMUDA, hold dana tabungan bjb Tandamata, penyimpanan dana DPLK dengan atau tanpa setoran bulanan, hingga program khusus bjb Prioritas x Now Playing Festival 2023 untuk nasabah eksisting.

Setiap program yang diikuti nasabah bisa mendapatkan tiket 3 days pass untuk festival minggu pertama atau kedua, hingga tiket 3 days pass kategori VIP dengan gratis light meals dan beverage di lounge bank bjb. Informasi lebih lengkap untuk ketentuan masing-masing skema bisa diakses di laman http://infobjb.id/npf2023.

Tak hanya itu, bank bjb juga menghadirkan promo pembelian makan dan minum di tenant F&B selama acara berlangsung. Dengan transaksi minimal Rp40.000, pengunjung yang bertransaksi menggunakan DIGI dan DigiCash by bank bjb berhak memperoleh diskon Rp20.000. Para tenant juga berkesempatan memperoleh hadiah uang tunai total Rp5.000.000 untuk 5 pemenang bila mencapai transaksi dengan volume yang sudah ditentukan.

Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb Widi Hartoto mengatakan, beragam promo yang dihadirkan bank bjb dalam gelaran Now Playing Festival 2023 adalah salah satu wujud dukungan perusahaan dalam memajukan industri hiburan tanah air.

“Diharapkan berbagai promo bank bjb pada Now Playing Festival 2023 dapat menarik minat pengunjung untuk menghadiri festival musik tersebut. Hal tersebut dapat menjadi dukungan bagi industri hiburan tanah air agar terus bergeliat. bank bjb juga senantiasa berkomitmen memberikan kemudahan bagi nasabah melalui promo transaksi cashless selama acara berlangsung,” ungkap Widi.***/pr

Jelang Hari Musik Nasional, AJV Divisi Hiburan Gelar Diskusi ‘Spirit Musik Indonesia’ di Hotel Sultan Jakarta

JAYAKARTA NEWS – Aliansi Jurnalis Video (AJV) divisi hiburan akan menyelenggarakan acara diskusi dalam rangka menyambut Hari Musik Nasional yang diperingati setiap tanggal 9 Maret.

Diskusi bertemakan ‘Spirit Musik Indonesia’ ini akan berlangsung di The Sultan Hotel & Residence Jakarta, Jumat (17/2/23) sekitar pukul 17.00 WIB.

Acara akan menghadirkan narasumber seperti CEO Nagaswara Rahayu Kertawiguna, aktor senior Roy Marten, Fitri Karlina, Ato Angkasa Band serta artis dan pelaku industri musik lainnya.

Diskusi ‘Spirit Musik Indonesia” ini akan ditayangkan secara live melalui Unastv dan media sosial.

“Terbatasnya waktu dan lainnya untuk menyiapkan acara spektakuler ini tidak membuat kami terkendala. Justru menjadi tantangan yang harus diwujudkan,” ungkap Ketua Panitia Pelaksana Acara Fauzi Zuhri, akrab disapa Didi.

AJV divisi hiburan, kata didi, menaruh perhatian yang besar terhadap industri hiburan termasuk dunia musik Indonesia.

“Untuk itu, menjelang Hari Musik Nasional tahun ini kami mengelar diskusi musik mulai dari keroncong, melayu, dan lainnya,” kata Didi.

Acara yang akan ditayangkan secara live ini juga akan menampilkan sejumlah penyanyi dan band seperti Fitri Karlina, Icha Christy, Seis Band, Barbie Kumala serta pengacara kondang Deolipa.

“Terima kasih kami ucapkan kepada para sponsor. Acara ini berlangsung dengan dukungan Hotel Sultan, Nagaswara, Unastv serta Orang Tua Group,” ungkap Didi, lelaki murah senyum ini.

Sementara itu, Ketua AJV divisi hiburan Achmad Syahban Lolo mengatakan, acara ini akan berlanjut pada puncak Hari Musik Nasional yang jatuh pada 9 Maret 2023.

“Salut kepada panitia yang memiliki semangat kerja tinggi di tengah keterbatasan yang ada. Saya optimistis acara yang akan disiarkan secara live ini akan sukses,” paparnya.

Lolo mengatakan, AJV divisi hiburan juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dari insan musik yang akan mengisi acara.

Mengenai diskusi yang menapilkan genre keroncong dan melayu, Lolo punya penilaian tersendiri.

“Kami ingin membumikan musik keroncong dan melayu. Harapannya semakin digemari pecinta musik Indonesia,” jelasnya.

Apalagi, ungkap Lolo, komunitas musik keroncong itu ada. “‘Namun minimnya perhatian dari produser membuat sedikitnya talenta bakat muda di musik keroncong,” tandasnya. (Agus)

Berbalas Kejam: Keras Dibalas Keras

JAYAKARTA NEWS— Kosong, marah dan dendam. Dua tahun silam, rumah arsitek Adam di jalan Kamboja dijarah tiga perampok. Ternyata, selain hartanya yang dibawa kabur, juga isteri dan anaknya yang masih kecil dibunuh di depan matanya.

Mengingat peristiwa itu, Adam trauma dan kerap berteriak sendiri. Kosong, marah dan dendam ingin menuntut balas.

Atas saran boss nya di kantor, Adam diterapi dan diberi nasihat oleh psikiater Amanda. Semula cuek dan ogah-ogahan, lama kelamaan Adam tertarik dan bahkan terpikat dengan terapi kejiwaan Amanda yang masih ‘sorangan wae’.

Pembalasan dendam Adam terendus oleh polisi bernama Diaz. Bersama temannya, ia menelisik dan mendatangi serta menanyakan peristiwa terbunuhnya dua perampok di tangan Adam. Namun, Adam berkelit tidak tahu ihwal dua perampok yang tewas tersebut.

Terjadilah sesuatu yang mengejutkan. Suatu saat, Amanda mengenalkan kakaknya bernama Karni kepada Adam. Betapa kagetnya Adam, Karni ternyata perampok ketiga yang telah membunuh isterinya. Ciri diri Karni yang mata kirinya cacat masih diingatnya.

Deretan pemain ‘Berbalas Kejam’ (foto Arul)

Lalu, bagaimana perjalanan dendam Adam kepada perampok terakhir Karni? Dimana posisi Amanda antara membela kakaknya yang bakal dihabisi Adam, pria yang telah meniduri dirinya? Apakah main hukum sendiri dibenarkan di negeri ini tanpa melaporkan ke aparat kepolisian?

Sisik melik perjalanan balas dendam ini semua tertuang dalam film bertajuk ‘Berbalas Kejam’ yang bergenre thriller besutan sutradara Teddy Soeriatmadja.

“Saya sengaja memasukkan sisi manusiawi Adam yang jatuh hati kepada adik kandung Karni yang telah membunuh isteri dan anaknya. Apakah tindakan aksi balas dendam Adam dibenarkan oleh hukum ?,” tanya Teddy Soeriatmadja kepada penulis.

Memang, dendam harus terbayarkan. Tapi, kapan dan bilamana hukum dilecehkan oleh seorang arsitek ? Beberapa adegan jelang ending divisualkan secara ‘plot twist’ yang pas dan enak dinikmati tanpa menggurui. Kecerdikan dan kelihaian Teddy Soeriatmadja menyelipkan alur dan gambar yang manusiawi boleh diberi punten.

“Saya gambarkan naik turunnya emosi Adam setelah dua tahun pasca pembunuhan terhadap isteri dan anaknya. Masukan dan nasehat Amanda sebagai psikolog adalah jawaban jitu terhadap emosi Adam. Apakah keras harus dibalas dengan keras?” Jelas Teddy Soeriatmadja.

Tayang di Prime Video, film produksi Tiger Wong Entertainment ini salah satu film yang layak ditonton ditengah banjirnya film horor di republik ini.

Meski ada beberapa kelemahan kecil yang sangat mengganggu, misalnya kenapa tidak sedari awal Amanda enggak bercerita ihwal kakaknya kepada Adam. Apakah sutradara sengaja membuat gimmick berupa plot twist jelang ending?

Jujur, sederet pemain andal berhasil menghidupkan ‘roh’ film ini, diantaranya Reza Rahadian, Laura Basuki dan Baim Wong (juga bertindak sebagai produser). Bahkan, sejak awal, Baim Wong bilang ke Teddy Soeriatmadja agar pemain utamanya adalah Reza dan Laura. Selain itu, sekeranjang pemain lain juga tak boleh disetip dari daftar yaitu Niken Anjani, Yoga Pratama, Irgi Fahrezi, Kiki Narendra, Haydar Salishz dan Athan Barakbah.

Satu hal yang perlu diberi acung jempol adalah soal judul ‘Berbalas Kejam’ : bahwa pembalasan dendam juga bisa kejam, sadis dan berdarah-darah. (pik)

John Tobing: Antara ‘Politics, Love and Empathy’

YOGYAKARTA, JAYAKARTA NEWS – Hujan sesaat membuka Pentas Tunggal John Tobing, Sabtu 11 Februari 2023 sore di Sanggar Maos Tradisi, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta.

Kali ini syair romantika warisan jaman pergerakan ciptaannya diiring petikan gitar khasnya,–mengalun potongan-potongan pergulatan bathin masa lalunya.

Rintik hujan sore tingkahi denting gitar di telinga ratusan penonton, membawa kenangan dalam pengalaman hidup setiap penonton.

Berbeda dengan biasanya, berbagai balada bertemakan perkawanan dengan anak-anak, cinta dan orangtua serta Tuhan apik dinyanyikan.

Syair sederhana, “… ambil uang, beri uang. Tak peduli berapa besarnya…kamu layani semua..,” dalam lagu Gadis Bank terkesan lugu.

Potongan syair, “..jawaban ada pada dua arah, Tuhan dan diri mu…kan kubekuk kalian, kuikat jadi satu dan kusekap selama waktu…” dilantun dalam lagu Tunggu Dulu enak didengar.

Dalam lagu berjudul Maaf, “… Tersenyum kekasih…kutakut kau marah kepadaku…kuberjanji tak mengulangi, menyakiti lagi…” John terdengar getir.

Pentas Tunggal kali ini, banyak dihadiri mahasiswa baru, dosen berbagai perguruan tinggi, kaum milenial hingga orang tua. Semua bangku dan bahkan pelataran pentas diduduki pengunjung yang mayoritas adalah penggemar John Tobing.

Seperti diketahui, pencipta lagu perjuangan “Darah Juang” yang populer sampai saat ini memang dikenal dekat dengan semua kalangan. Semua orang pribadi merasakan kehangatan persahabatan orang Batak satu ini.

Disela-sela pentasnya, beberapa aktivis, dosen, tokoh LSM bahkan pengusaha ikut menyampaikan pesan singkatnya di depan pentas. Mereka menceritakan pengalaman dan kedekatan masing-masing dengan John Tobing. Membagi pengalaman saat John sebagai aktivis, percintaannya hingga mencari Tuhan. Kehidupan John Tobing.ternyata penuh warna sebelum ia mencipta “Darah Juang”.

Dr. Ari Sujito, pengasuh Sanggar Maos Tradisi (SMT) yang juga Wakil Rektor di Universitas Gadjah Mada (UGM), membuka acara dengan menyebut bahwa akhir Januari kemarin adalah hari lahir SMT. Ini pula yang menyebabkan John Tobing sebagai bagian dari SMT menyanyikan lagu berjudul Sanggar Maos Tradisi. “…Sanggar Maos Tradisi adalah mendengar Pendengar…”

Hadir juga Dekan Fakultas Filsafat Dr. Siti Murtiningsih, yang dulu saat mahasiswa menjadi sahabat John Tobing, yang banyak menjadi sarana penciptaan lagu-lagunya.

Karena pentas saat ini di daerah Sleman atau Utara Yogyakarta, Leony sebagai host menyampaikan bahwa pementasan berikut akan direncanakan di Yogyakarta bagian selatan. Ada beberapa penggemar John Tobing yang memintanya.

Demikian 40-an  lagu yang tak sanggup dipentaskan semua karena keterbatasan waktu, akan dilanjutkan di pentas berikutnya.***/din