Film Bayi Gaib Bukan Daur Ulang Bayi Ajaib

 

SEBELUM berjudul Bayi Gaib: Bayi Tumbal Bayi Mati, film ini sempat memiliki judul Bayi Ajaib. Banyak yang mengira film ini akan menjadi daur ulang (remake) dari film horor garapan Tindra Rengat pada 1982 dengan judul yang sama. Tetapi hal tersebut dibantah oleh produser Dheeraj Kalwani.

“Saat pra-produksi, kita melihat ada perubahan pada naskah skenario, dan saya lihat, kami lebih banyak mengangkat masalah baby blues syndrome dan ide-ide lain, makanya kita ganti judul,” ujar Dheeraj saat press screening belum lama ini.

Sutradara Rizal Mantovani juga angkat bicara. Menurutnya, plot cerita film Bayi Gaib: Bayi Tumbal Bayi Mati sama sekali berbeda dengan plot cerita Bayi Ajaib. “Dari cerita emang bukan seperti plot cerita film tahun ‘80-an itu sih,” ujarnya.

Film Bayi Gaib: Bayi Tumbal Bayi Mati berkisah mengenai kebahagiaan Rafa (Ashraf Sinclair) sebagai kontraktor sukses, nyaris lengkap saat istrinya Farah (Rianti Cartwright) mengabarkan kehamilannya setelah penantian 2 tahun. Hal ini semakin memicu kedengkian Ronald (Fadika Royandi), saingan Rafa, yang menghalalkan segala cara untuk membuat Rafa menderita. Beruntung Rafa memiliki sahabat seperti Eddie (Mario Lawalata), yang selalu mendukung dan menjaganya.

Namun kebahagiaan Rafa dan Farah berangsur berubah petaka. Berawal dari proses kehamilan dan kelahiran yang tidak wajar, hingga gangguan-gangguan gaib di rumah. Rafa mulai sadar bahaya besar mengintai keluarganya, saat korban mulai berjatuhan secara misterius. Rafa mencari sumbernya dan ternyata berhubungan dengan bayi yang sudah lama mereka nanti.

Film Bayi Gaib: Bayi Tumbal Bayi Mati akan tayang pada 15 Februari 2018 di bioskop-bioskop seluruh Indonesia.

Sule dan Rizky Febian Adu Akting di ‘Hongkong Kasarung’

WAJAH komedian Sule akan kembali menghiasi film layar lebar berjudul ‘Hongkong Kasarung’ produksi Artomoro Pictures. Yang menarik, sahabat Andre Taulani untuk pertama kalinya beradu akting dengan putranya sendiri, Rizky Febian.

“Aji mumpunglah. Mumpung dia lagi di atas, mumpung dia anak saya,” canda Sule yang ditemui di peluncuran Trailer dan Poster ‘Hongkong Kasarung’ di Senayan City, Jakarta, Senin (12/2/2018).

Di film garapan sutradara Eric Satyo tersebut, Sule dituntut untuk menangis. Ia mengaku agak kesulitan untuk melakoni adegan tersebut.

“Di sini lebih ke 60 persen yang drama. Saya harus menangis disitu. Saya juga bingung nangisnya gimana biar lebih drama,” jelas pelantun lagu ‘Susis’ ini.

Di saat yang sama, sang putra Rizki Febian mengaku senang bisa beradu akting dengan Ayah kandungnya. Baginya, ini merupakan kesempatan langka di tengah kesibukannya sebagai penyanyi.

“Seru karena harus berperan sama Ayah. Karena Iki juga mengidolakan Ayah sendiri. Jadi berakting sama ayah sendiri tuh deg-degan,” terangnya.

‘Hongkong Kasarung’ bercerita tentang Sule, pemuda kampung yang tak bisa jauh dari Emak (Yatie Surachman) dan selalu peduli pada kesulitan orang di sekitarnya, yang justru seringkali menyulitkan dirinya sendiri. Ia bercita-cita untuk merebut kembali cintanya setelah kekasihnya, Iis (Selvi Kitty) berpaling ke teman sekampungnya Cecep (Uus) yang terlihat sukses setelah pulang bekerja dari Malaysia. Sule pun nekat mengikuti jejak Cecep ke negeri tetangga agar Iis kembali ke pelukannya. Tapi naas, Sule justru Kasarung (tersesat) di Hongkong.

Film ini tidak melulu menghadirkan adegan komedi, tapi juga adegan laga serta drama yang mengharukan. Film ini juga dibintangi oleh Pamela Bowie, Iwa K, George Rudi, Ery Makmur, Daus Separo dan lain-lain. ‘Hongkong Kasarung’ akan tayang pada 15 Maret 2018 di bioskop. ***

Ruth Sahanaya Luncurkan ‘Rinduku’

DIVA pop Indonesia, Ruth Sahanaya mengungkapkan rasa bahagianya bisa kembali ke industri musik Indonesia. Melalui album ke 18 yang berjudul ‘Rinduku’, Uthe, begitu ia kerap disapa, siap menyapa penggemar dengan 10 lagu yang ditulis oleh Ria Prawiro.

“Jujur, aku excited sekali dengan album ini karena punya konsep big band, ini yang aku impikan sejak dulu,” ujarnya kepada penulis. Uthe menjelaskan konsep big band ini berbeda dari musisi lain karena menggunakan belasan alat musik dan dirasa mampu mengedukasi para penikmat musik di Indonesia.

“Waktu itu pernah konsep big band tapi untuk album Christmas, lebih segmented dan sekarang untuk umum,” paparnya dengan muka bahagia. Saat proses rekaman, Uthe sendiri mengaku tidak mengalami kendala berarti. Bahkan, waktu untuk merekam suaranya hanya butuh dua hari dengan waktu penjiwaan setengah jam.

“Aku sebenarnya enggak tahu kenapa bisa cepat prosesnya, biasanya sehari itu dua lagu saja, mungkin Tuhan sudah mengizinkan aku membuat album baru, pas rekaman aku dikasih mood bagus, rekaman lancar, jadi semua yang terlibat juga lancar saja,” ungkap Uthe.

Dalam sehari, pelantun lagu ‘Kaulah Segalanya’ itu bisa merekam lima hingga enam lagu dan hanya membutuhkan waktu tiga puluh menit untuk menyelesaikannya. Ditanya perihal konsep album, Uthe menjelaskan album kali ini bercerita tentang cinta secara universal, baik itu cinta terhadap orangtua, pasangan, Tuhan dan sesama. Ide tersebut datang dari Ria Prawiro yang juga sahabatnya. Kerinduan Ria akan sosok ayahnya, Radius Prawiro yang juga Menteri Keuangan era Presiden Soeharto membuatnya menuliskan banyak luapan hati yang kemudian dinyanyikan oleh Uthe.

“Dari empat tahun lalu, Ria itu mau ketemu aku, tapi baru kesampaian sekarang. Ria dan Gihon (Gohanda), music director-nya sudah buat konsep dari lama, aku tinggal menjiwai lagu-lagunya,” tutur ibu dari Nadine Emanuella Waworuntu dan Amabel Odelia Waworuntu itu.

“Harapanku juga aku bisa tur solo ke daerah-daerah lagi, enggak cuma di Jakarta saja, jadi yang mau nonton enggak harus ke Jakarta,” imbuhnya. ***

Kisah Pasar Seni Ancol ‘Lumbung’ Rejeki Para Seniman

ajat ali bahar, pelukis yang masih eksis di Pasar Seni Ancol sejak era 70-an hingga kini–foto ebn

Pasar Seni Ancol era 70-80 an sempat menjadi lumbung rejeki para seniman Ancol. Kata Ajat Ali Bahar, pelukis Pasar Seni yang sampai sekarang masih eksis di sana, ‘ibaratnya’ mau melukis kayak apapun pasti jadi duit. Rejeki melimpah sampai-sampai banyak seniman jadi  ‘kaya’ mendadak, termasuk dirinya. Harga lukisan pada masa itu sudah mencapai Rp25-40 ribu, lumayan mahal. Tapi pengunjung tak sayang ‘buang duit’ untuk beli lukisan.

“Yang namanya dolar AS, rupiah bertumpuk-tumpuk, nggak disimpan di bank. Banyak bule ke sini beli lukisan makanya kita punya banyak dolar,” ungkap Ajat.

***

Generasi 70 hingga 80-an tentu mengingat betul Pasar Seni Ancol, tempat tongkrongan paling favorit di kalangan anak muda. Maklum pada masa itu tempat ‘hang out’ atau tempat ‘tongkrongan’ masih sangat terbatas di Jakarta. Maka jadilah Pasar Sen yang berada di Kawasan Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, menjadi pilihan utama.

Di sana bukan hanya menikmati kuliner dan aneka kerajinan seni, tapi utamanya adalah hiburan musik yang disajikan. Mau apa? Jazz, pop, blues, rock, dangdut, bahkan kesenian daerah hingga musik anak-anak ada di sana.

Band-band papan atas masa itu seperti Karimata, Krakatau, Bharata band, dll rutin manggung di sana. Penyanyi-penyanyi top seperti Utha Likumahua, Vonny Sumlang, Abadi Soesman, Elfa Secioria, dll  juga rutin manggung di sana. Pokoknya, Pasar Seni pada masa itu benar-benar ‘top markotop’. Apalagi kalau Kamis, Jumat, Sabtu, tempat itu ‘bak pasar’ yang ramai.

salah satu kios di Pasar Seni Ancol–foto ebn

Yang ‘bahagia’ tentu saja bukan hanya managemen TIJA tapi juga para pedagang kerajinan serta pelukis. “Masa itu adalah puncak kejayaan Pasar Seni. Ramainya minta ampun. Kita para seniman menyambut gembira karena para pengungung datang bukan hanya menikmati hiburan tapi juga keliling Pasar Seni dan belanja lukisan,” ujar Ajat Ali Bahar, pelukis yang sejak Pasar Seni berdiri tahun 1975 hingga sekarang masih eksis di sana.

Kala itu ibaratnya, tutur Ajat, kita (pelukis) melukis apapun bakal dibeli oleh pengunjung. “Saya nggak tahu kenapa, tapi lukisan kita-kita di sini pada masa itu laris manis. Saking larisnya, harga lukisan bisa tergolong ‘mahal’ tapi orang tak sayang ‘membuang’ uang, mereka mau saja beli. Waktu itu harga sepeda phoenix  Rp7.500 (sekarang termurah Rp1,5 juta), harga lukisan sudah mencapai Rp25-40 ribu lebih. Tapi orang tetap beli,” ungkap Ajat.

Jadi, lanjutnya, tidak heran kalau pada masa itu banyak seniman Pasar Seni jadi ‘kaya’ mendadak. “Yang namanya dolar AS, rupiah bertumpuk-tumpuk. Kadang saya nggak setor ke bank, disimpan saja. Teman-teman saya beli mobil dan macem-macem. Pokoknya berkah melimpah, benar benar luar biasa,” ujar lelaki asal Kalimantan ini.

ajat ali bahar–foto ebn

Masa-masa keemasan itu sudah berlalu. Pamor Pasar Seni makin memudar seiring bermunculannya tempat-tempat kongkow baru di Jakarta. Satu persatu seniman Pasar Seni hengkang, hanya beberapa yang memilih tetap tinggal salah satunya adalah Ajat Ali Bahar. “Ada beberapa teman yang ngajak pindah, tapi saya memilih tetap bertahan di sini,” ujarnya.

“Ada banyak alasannya kenapa saya tetap di sini. Salah satu yang pasti adalah karena saya merasa Pasar Seni telah mengangkat hidup saya. Banyak teman-teman saya yang tak tahan dan menutup kiosnya, tapi saya tidak. Tekun, ulet, kerja keras, itu saja resepnya,” ungkapnya.

“Rejeki tak akan tertukar,” tegas Ajat. Yang terpenting adalah tekun berkarya, kerja keras. Soal hasil tak perlu dipikirkan, Yang Maha Kuasa sudah mengaturnya. Nyatanya, lanjut lelaki yang berdomisili di Bandung ini, meski memang tidak ‘melimpah’ seperti dulu, namun pelanggan-pelanggan lamanya kerap datang. Setidaknya setiap bulan ia masih bisa mengantongi Rp4-5 juta dari menjual karyanya. “Tempat ini terlihat sepi, tapi jangan salah lho, rejeki tetap mampir ke sini,” kata Ajat yang telah berusia 70 tahun sambil tertawa. ***

 

 

Eiffel I’m In Love 2, film sekuel setelah 14 tahun berlalu

 

BANYAK yang tak sabar menanti kelanjutan kisah cinta antara Tita dan Adit dalam film bertajuk Eiffel I’m In Love. Film garapan sutradara Rizal Mantovani ini rilis pada tahun 2003 ini sukses menarik perhatian. Lebih dari 2,8 juta penonton menjadi saksi kisah cinta remaja antara Adit dan Tita yang berlatar Kota Paris, Prancis.

Film yang dibintangi Samuel Rizal dan Shandy Aulia ini telah dibuatkan sekuelnya, yakni Eiffel I’m In Love 2. Film Eiffel I’m In Love dibuatkan sekuel setelah 14 tahun berlalu. Tak heran apabila banyak penonton penasaran dengan kelanjutan kisah asmara Adit dan Tita setelah sekian lama. Film sekuel ini rencananya akan tayang serentak pada Hari Valentine atau 14 Februari 2018. Trailer film produksi Soraya Intercine Films ini telah disaksikan lebih dari 1 jutaan penonton.

Cerita dalam film Eiffel I’m in Love dilanjutkan hingga dibuatkan film sekuelnya. Film yang rilis pada tahun 2003 ini telah dibuatkan kisah lanjutannya. Tahun 2017 lalu, sang produser Sunil Soraya menggandeng sutradara Rizal Mantovani untuk film Eiffel I’m in Love 2. Film ini akan tayang pada bulan 14 Februari 2018 mendatang. Rentang waktu yang cukup lama untuk proses sekuel. Tak heran banyak penonton menantikan kisah kelanjutan hubungan cinta Tita dan Adit.

Sutradara pada film pertama, Nasri Cheppy telah meninggal dunia. Sang produser Sunil Soraya pun berusaha mencari penulis untuk proyek film sekuelnya. Sunil mengaku selama proses pembuatan film sekuel sempat mengalami gonta-ganti penulis skenario untuk film Eiffel I’m in Love 2. Pada akhirnya terpilih penulis Donna Rosamayna yang menarik perhatian sang produser. Film Eiffel I’m in Love 2 ini mengisahkan hubungan Adit dan Tita dengan yang dikemas secara dewasa. ***

Karnaval Barranquilla: Kegembiraan yang mengalahkan ketakutan

 

 

 

PERANG BUNGA. Ya, parade beraneka  ragam yang membuka empat hari Karnaval di Barranquilla, Colombia, menjadi panggung untuk kegembiraan dan kegembiraan untuk mengatasi rasa takut dua minggu lalu yang terjadi  di kota itu, menyusul sebuah serangan teroris yang menewaskan enam polisi dan 40 lainnya terluka.

Parang bunga atau  “La Batalla de Flores” yang merupakan acara tertua di Karnaval, telah diselenggarakan sejak 1903, ketika Kolombia baru saja meninggalkan Perang Seribu Hari (1899-1902), perang sipil paling berdarah di negara itu, dan Barranquilleros memutuskan bahwa alih-alih Peluru, bentrokan antar orang harus dengan bunga.

Dipimpin oleh Ratu Karnaval, Valeria Abuchaibe, yang berparade di salah satu dari 18 pelampung yang menghiasi karavan warna-warni, sekitar 12.000 pemain  terlibat di 90 kelompok rakyat dan 200 kostum menikmati lebih dari 600.000 orang yang ditempatkan sepanjang empat kilometer. dan setengah perjalanan.

Salah satu penyamaran yang paling populer adalah “Papa Quillero”, di mana sekitar 60 anggota berpakaian serupa dengan Garda Swiss membuat sebuah jalan kehormatan kepada seseorang yang menyamar sebagai Paus Francisco yang berasal dari sebuah kendaraan, dan diikuti oleh sebuah pengadilan para biarawati, memberkati kanan dan kiri.

Revelers tampil selama pawai Karnaval Barranquilla di Barranquilla, Kolombia, pada 10 Februari 2018. / AFP PHOTO / Luis ACOSTA

Parade tersebut, yang dimulai pada siang hari ketika suhu dan luminositas yang tinggi dirasakan begitu kuat sehingga suasananya kadang menindas, ini berfungsi sebagai kerangka bagi kelompok rakyat yang berbeda untuk memberikan penghormatan kepada korban serangan para korban, yang diklaim oleh Tentara Pembebasan Nasional (ELN).

Didampingi oleh dua sepupu, tiga tetangga dan empat anak mereka berusia antara 10 dan 17 tahun, Ángela Rodríguez, seorang wanita berusia 40 tahun dengan kulit gelap, mencoba di antara kerumunan untuk melihat pemandangan pelampung, kostum dan kostum yang lebih baik.

Seorang reveler tampil selama pawai Karnaval Barranquilla di Barranquilla, Kolombia, pada 10 Februari 2018. / AFP PHOTO / Luis ACOSTA

“Kami tiba dari pukul delapan pagi untuk melangkah maju dan memiliki posisi yang lebih baik, terutama yang kecil, karena kotaknya sangat mahal dan di rumah kita banyak,” wanita tersebut memberi tahu Efe di tengah hiruk-pikuk yang bergema.

Sementara mereka membuat jalur untuk memasukkan salah satu kotak yang memberi tampilan istimewa pada parade tersebut, beberapa orang Argentina merasa senang dapat menikmati pesta tersebut dan kebahagiaan Barranquilleros.

“Ini adalah pertama kalinya kami berada di Barranquilla di Karnaval karena undangan yang dibuat oleh beberapa teman di sini dan yang sebenarnya adalah saya sudah menanti-nantikan untuk kembali karena saya yakin ini adalah kota yang damai dengan orang-orang yang sangat disayangi,” kata Valeria González.

 

Dengan nyaman duduk di tempat teduh dari kotak-kotak yang diatur oleh panitia, atau berdiri di samping jalan dan di bawah matahari tropis yang tidak bersahabat, para asisten dapat mengamati tahun ini Pertempuran Bunga di tengah kegembiraan dan penggembalaan.

Salah satu hal baru tahun ini di Battle of Flowers adalah tema integrasi di lembah Laut Karibia yang hebat, yang terkait dengan Olahraga Amerika Tengah dan Karibia yang akan diadakan pada bulan Juli di kota ini.

“Baqui”, maskot Olimpiade, diarak di salah satu pelampung yang disebut Circus Marimonda, ditemani oleh Raja-Raja Karnaval Anak-anak, Shadya Fernández Londoño, dan Samuel Martínez Alcázar.

Kafilah tersebut dibuka oleh banyak comparsas de marimondas dari Barrio Abajo, sebuah kelompok kostum yang selama 35 tahun telah berpartisipasi dalam parade utama.

Gaun dari marimondas adalah kombinasi antara monyet dan gajah dengan setelan dan dasi warna-warni, yang dengan morisqueta dan isyarat mereka mewakili kegembiraan hidup yang hadir dalam Karnaval Barranquilla.***


 

Kata Kim Cattrall ke Sarah Jessica Parker: Kau bukan temanku

 

KIM  Cattrall  mengecam kepada sesama mantan bintang   “Sex and the City“, Sarah Jessica Parker yang menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya adik Cattrall, Chris.

“Anda terus-menerus mengulurkan tangan, pengingat yang menyakitkan tentang betapa kejamnya Anda saat itu dan sekarang,” tulis Cattrall di Instagram.

“Biarkan saya membuat ini SANGAT jelas. (Jika saya belum melakukannya) Anda bukan keluarga saya. Kau bukan teman saya. Jadi saya menulis untuk memberi tahu Anda, kapan terakhir kalinya untuk berhenti mengeksploitasi tragedi kami untuk mengembalikan kepribadian ‘sosok gadis baik Anda’. ”

Kedua aktris tersebut kabarnya belum pernah berpacaran selama bertahun-tahun.

Kakak Cattrall ditemukan tewas pekan lalu. Umurnya 55 tahun.***

Aktor Legendaria Advent Bangun Meninggal Dunia

 

PANGGUNG hiburan tanah air kembali berduka. Kali ini, berita duka datang dari aktor legendaris Advent Bangun yang dikabarkan meninggal dunia sekitar pukul 02.35 WIB, Sabtu (10/2/2018).

Kabar meninggalnya Advent Bangun disampaikan pihak keluarga lewat pesan WhatsApp kepada kalangan awak media. Istri Advent Bangun, Louise juga telah membenarkan kabar duka tersebut.

“REST IN PEACE Telah Berpulang Ke Rumah BAPA Di Surga, Bapak Pendeta *Yohanes Thomas Advent Bangun* pada Pukul 02.35 WIB, hari Sabtu, 10 Febuari 2018 di HCU RSUP Fatmawati, Jakarta. Tuhan menghiburkan keluarga yang ditinggal,” ungkap pihak keluarga mendiang Advent Bangun, Sabtu (10/2).

Rencananya, jenazah Advent Bangundisemayamkan di rumah duka yang berlokasi di Jalan Kecapi II No 64, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Sementara, untuk pemakaman belum diketahui jadwal dan lokasinya.

Advent Bangun meninggal dalam usia 65 tahun. Sejak bulan lalu, beliau menderita gagal ginjal dan dirawat di Rumah Sakit (RS) Fatmawati, Jakarta Selatan.

Sementara itu, Advent Bangun sendiri telah lama tidak terlihat di layar lebar. Sebelum aktif di dunia perfilman, dia merupakan atlet karate. Sejumlah film besar telah diperankan Advent Bangun sejak tahun 70-an. Mulai dari Rajawali Sakti (1976), Satria Bambu Kuning (1985), Anita (1984), dan Dendam Jagoan (1986).

Gelar Konser Akustik, Tohpati Gandeng Marcel Siahaan dan Sheila Majid

Gitaris Tohpati bersama Marcel Siahaan.

 

GITARS Tohpati akan menggelar konser di Titan Center, Bintaro, pada 18 Februari 2018 mendatang. Konser bertajuk Konser Akustik Tohpati ini menandai 30 tahun Tohpati berkarir di industri musik Indonesia.

Dalam konser tersebut, Tohpati akan melibatkan sejumlah musisi ternama, seperti Marcell Siahaan, Sheila Majid, Indro Hardjodikoro dan masih banyak yang lainnya. Dan pemilihan nama-nama di atas ternyata bukan tanpa alasan.

“Memilih Marcell, karena saya udah kenal sejak tahun 2003. Marcell salah satu musisi bersejarah dalam musik saja. Kemudian Sheila Majid, saya udah bekerjasama udah lama banget. Apalagi, Sheila Majid itu udah ngefans, ngefans sama seniman Indonesia. Kalo diajak kerjasama dengan Indonesia, dia happy banget,” ujar Tohpati di Terroir Cafe, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (8/2).

Rencananya, musisi-musisi yang terlibat dalam konser yang berkonsep intimate concert instrumental ini akan berkolaborasi dengan Tohpati. Nantinya, mereka akan bernyanyi dengan alunan musik akustik gitar yang dimainkan oleh pria 46 tahun itu.

“Nanti Marcell dan Seila Majid akan nyanyi. Tapi bukan lagu baru, nanti lagunya akan dikemas dengan akustik,” kata Tohpati.

Sementara itu, Marcell mengatakan sangat bahagia bisa terlibat di konser tunggal Tohpati. Menurutnya, Tohpati salah satu musisi yang sangat berpengaruh di dalam karir musiknya.

“Kalo ditanya pendapat Mas Bontot (panggilan Marcell kepada Tohpati) sebagai fans, sejauh ini belum ada yang busa menggantikan dia main gitar akustik. Kita tau ketika Mas Bontot main, suara gitarnya kayak gimana. Bisa ada di sini, saya sih bangga sekali. Ini bagian dari karir saya juga,” kata Marcell.

“Konser tunggal untuk seorang musisi adalah suatu momen yang sakral. Karena merupakan pencapaian dari kreatifitas total selama berkarir,” terang Tohpati.

‘Meet Me After Sunset’: Matahari, bulan dan bintang

 

MEET Me After Sunset merupakan film teen lit drama romantis yang di produksi oleh MNC Pictures, Desember 2016 yang lalu. Film ini dibintangi oleh Maxime Bouttier (Vino), Agatha Chelsea (Gadis) dan Billy Davidson (Bagas).

“Kami syuting 2 minggu di Bandung.” ucap Danial Rifki, sutradara film Meet Me After Sunset saat Press Screening di Jakarta, belum lama ini.

Film ini juga berbeda dari film drama remaja kebanyakan yang mengambil tema kekinian. Film ini berfokus kepada kisah persabahatan dan keluarga yang mengedepankan norma-norma ketimuran.

“Kami mengedepankan unsur-unsur ketimuran dan kekeluargaan, menjunjung tinggi kebersamaan, untuk berani mengejar mimpi dan apa yang kita mau capai,” ucap penulis film Meet Me After Sunset, Haqi Achmad.

Sosok Gadis adalah seorang remaja perempuan yang berbeda dari kebanyakan. Ia lebih senang beraktivitas di malam hari dan hanya memiliki seorang sahabat yang bernama Bagas.

Sementara itu, Vino merupakan seorang anak yang baru saja pindah dari Jakarta untuk tinggal di Bandung. Meskipun Vino merasa kurang nyaman dengan tempat tinggal barunya, justru ia menemukan cinta sejatinya, Gadis.

Namun, Vino harus berhadapan dengan Bagas, karena ia selama ini yang selalu menemani dan menjadi malaikat pelindung bagi Gadis sejak kecil.

Bagas sangat mengerti Gadis dan selalu memberikan dukungan kepada Gadis agar tidak menampakkan diri di siang hari. Berbanding terbalik dengan Bagas, Vino adalah orang yang selalu meyakinkan Gadis bahwa siang itu lebih menyenangkan.

Perhatian yang diberikan oleh Vino membuat Gadis tertarik padanya. Ia juga mengenalkan hal-hal baru kepada Gadis. Sehingga Gadis pun terjebak diantara dua pilihan yang membingungkan.

“Kami membuat perlambangan dari alam, bulan, bintang, dan matahari. Maxim (Vino) ini bad boy seperti matahari yang memberikan sinarnya tulus tanpa rasa pamrih,” ucap Danial.

“Kemudian, Chelsea (Gadis) ibarat bulan yang diterangi oleh matahari dan Billy (Bagas) seperti bintang yang selalu mengitari bulan dan membuat malam menjadi indah.” tambahnya.