TRUST Gelar Rockins’tra di TIM

Nathania Karina , dirigen Trinity Youth Symphony Orchestra –foto istimewa

Memasuki  tahun 2018, Trust alias Trinity Youth Symphony Orchestra menggelar konser yang diberi tajuk Rockins’tra  di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Sabtu (24/3).

Orkestra yang berdiri tahun 2008 kali ini menampilkan 75 musisi, berusia dari 9 sampai 21 tahun. Dengan durasi pergelaran 2 jam, penonton yang gratis masuk dengan membawa undangan ini dihibur dengan sekitar 15 nomor – vokal dan instrumentalia – lagu-lagu cadas dari Beatles, Queen, Deep Purple, Led Zeppelin, Guns N’ Roses, Bon Jovi, Aerosmith, Coldplay, Linkin Park, Muse, Green Day, Red Hot Chilli Peppers dan seabreg nomor lawas lainnya. Hanya satu lagu berlirik bahasa Indonesia yang bernuansa rock yaitu ‘Roman Picisan’ milik Dewa 19.

Dirigen dipegang Dr (musik) Nathania Karina lulusan Boston University. Sedangkan beberapa vokalis dicomot dari luar dengan penampilan ala rocker bagi biduannya yaitu Andy Owen (dari Teddy Sujaya Project) dan Andy Lee (dari grup Roy Jeconiah Boomerang), plus Nikki Thierry. Duet Andy Owen dan Andy Lee cukup prima ketika menggebrak lagu-lagu rock dari Aerosmith dan Queen. Owen sembari melantunkan vokalnya yang nyaring, juga memetik gitar elektrik.

Konser dibuka dengan nomor ‘We Will Rock You’ milik Queen. Lagu yang terasa cadas ini seketika menggiring penonton untuk bernyanyi bersama dan meggoyang-goyangkan badannya di tempat duduk.

Disusul nomor-nomor lain yang sangat akrab di telinga kita, dari lagu-lagu rock di tahun 70an sampai 90an, diantaranya ‘Stairway to Heaven’ (Deep Purple), ‘Come Together’ (Beatles), ‘Smoke on The Water’ (Deep Purple), ‘Bohemian Rhapsody’ (Queen), ‘Beautiful Day’ (U2), ‘Hysteria’ (Muse), ”I Don’t Wanna Miss A Thing’ (Aerosmith, lagu tema film ‘Armagedon’), Sweet Child O’ Mine (Guns N. Roses), ‘Yellow’ (Coldplay) plus beberapa medley (rangkaian lagu) seperti ‘Numb’ dan ‘In The End’ dari Linkin Park, ‘Always’ dan ‘It’s My Live’ dari Bon Jovi.sebagai lagu pamungkas.

Dr Nathania Karina disela-sela istirahat selama 15 menit memaparkan, latihan di Trust bersifat intensif namun fun. Para personel Trust terbanyak datang dari Jakarta, tapi ada yang datang dari Karawang, Bandung dan Lampung.

“Mereka lulus lewat serangkaian test. Yang utama, harus menguasai not balok dan lihai memainkan salah satu instrumen musik, baik piano, keyboard, gitar, drum, bas maupun string, biola dan lain-lain,” ungkap Nathania Karina.

Setiap anggota didukung untuk mengasah kemampuan individu mereka semaksimal mungkin. “Berbeda anggapan bahwa orkestra selalu membosankan, repertoar lagu yang dimainkan di Trust sangat bervariasi mulai dari klasik, pop, rock, jazz sampai tradisional. Kami enggak mengkotak-kotakkan genre musik. Semua jenis musik baik, asal dimainkan dengan benar dan berbobot,” tambahnya.

Trust pernah mewakili Indonesia dalam event Australia International Music Festival 2015 di Sydney Opera House, home orchestra Festival Film Indonesia 2015 di Banten dan di Java Jazz Festival 2015. Dan Juni 2017 yang lalu, Trust unjuk diri bersama Malaysian Youth Philharmonic Orchestra di Kuala Lumpur, Malaysia.

Bersifat non-profit, dan bernaung dibawah label Trinity Optima Production, keanggotaan Trust terbuka untuk umum dan setiap orang berkesempatan bergabung selama mereka berkomitmen dan mencintai musik. Sejak awal, Trust memiliki komitmen untuk memberikan wadah bagi anak muda belajar dan mengapresiasi musik serta memberikan ‘pathway to music industry’.

Ditengah sedikit sekali grup orkestra yang mampu bertahan di Jakarta, Trust hendak menunjukkan eksistensi mereka sebagai salah satu orkestra komunitas terbaik dan terbesar (serta terbanyak anggotanya) di Jakarta khususnya dan Indonesia umumnya.

“Musik orkestra enggak identik dengan sesuatu yang membosankan dan memberatkan. Kami bersama bisa mendorong generasi muda untuk semakin mencintai dan mengapresiasi musik di Indonesia secara general,” tegas Nathania Karina, yang menambahkan akan menghelat konser dengan tema lagu-lagu soundtrack film populer. ***

Syamsul Fuad Gugat Hak Cipta ‘Benyamin Biang Kerok’

Poster film benyamin biang kerok–Syamsul Fuad–foto kapanlagi com

Hak cipta film Benyamin Biang Kerok arahan sutradara Hanung Bramantyo digugat oleh penulis naskah benyamin asilnya, Syamsul Fuad, ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Dikutip dari laman sipp.pn-jakartapusat.go.id, gugatan bernomor perkara 9/Pdt.Sus-HKI/Cipta/2018/PN Niaga Jkt.Pst itu didaftarkan sejak 5 Maret 2018 lalu.

Syamsul yang mencipta kisah Benyamin Biang Kerok pada 1972 menggugat pihak Falcon Pictures dan Max Pictures sebagai rumah produksi yang menggarap film Benyamin Biang Kerok (2018).

Tak hanya itu, bos Falcon Pictures HB Naveen dan produser film tersebut juga menjadi pihak tergugat.

Dalam gugatannya, Syamsul menuding tergugat telah melakukan pelanggaran hak cipta atas cerita Benyamin Biang Kerok dan Biang Kerok Beruntung.

Penulis berusia  81 tahun ini juga menuntut ganti rugi materil sebesar Rp 1 miliar untuk harga penjualan hak cipta film Benyamin Biang Kerok yang tayang 1 Maret 2018 lalu.

Selain itu, Syamsul menuntut royalti penjualan tiket film tersebut senilai Rp 1.000 per tiket.

Tak cuma itu, ia pun menggugat para tergugat untuk membayar ganti rugi immateril sebesar Rp 10 miliar yang mencakup kerugian akan hak moralnya sebagai pencipta atau pemegang hak cipta cerita Benyamin Biang Kerok.

Terakhir, Syamsul meminta para tergugat melakukan permohonan maaf kepadanya dan klarifikasi melalui media massa terhadap masyarakat atas pelanggaran hak cipta tersebut. Sidang perdana atas perkara tersebut digelar pada Kamis lalu (22/3/2018). ***

 

Sambut Hari Film Nasional 119 Bioskop Akan Putar Film Indonesia

konferensi pers hari film nasional–istimewa

Menyambut perayaan Hari Film Nasional, akan digelar berbagai kegiatan untuk meramaikannya. Salah satunya akan diadakan nonton bareng dan pemutaran film Indonesia  di 119 bioskop di tanah air.  “Tema Hari Film Nasional kali ini disamakan dengan kegiatan pemerintah yang akan menggelar Asian Games, yakni  ‘Indonesia Gemilang’. Kita berharap masyarakat luas pun bisa merayakannya secara mandiri di daerahnya masing masing,” kata Maman Wijaya, Kepala Pusat Pengembangan Perfilman Departemen Pendidikan danKebudayaan.

Tema dari acara akbar ini, tambah Maman, untuk menumbuhkan rasa percaya diri insan perfilman Indonesia sehingga bisa meningkatkan prestasi dan mengangkat derajat perfilman Indonesia,baik itu secara regional, nasional maupun internasional.

“Ini wujud nyata kita terhadap perfilman nasional. Kita ingin Hari Film Nasional bisa diakui oleh masyarakat, khususnya sineas perfilman nasional. Dan kita akan berjalan seiring dengan dengan masyarakat”,  kata Maman.***

Inilah Lawan-Lawan Tangguh Wiro Sableng

SETELAH memperkenalkan empat pendekar dari golongan putih, kali ini Lifelike Pictures memperkenalkan para pendekar golongan hitam yang akan menjadi lawan-lawan tangguh Wiro Sableng dan sahabat-sahabatnya. Pendekar-pendekar golongan hitam yang diperkenalkan adalah Mahesa Birawa, Kalingundil, dan para Bandit.

Karakter Mahesa Birawa yang diperankan oleh Yayan Ruhian adalah bekas murid Sinto Gendeng yang berkhianat. Jurus pamungkasnya, pukulan kelabang hijau, membuat Mahesa Birawa  menjadi musuh golongan hitam yang paling ditakuti. Senjata andalannya adalah gada rantai berduri dan tongkat besi bercagak dua. Mahesa Birawa diperankan oleh Yayan Ruhian, yang dikenal lewat film The Raid 1 & 2, serta Starwars: The Force Awakens. Selain berperan sebagai Mahesa Birawa, Yayan Ruhian juga duduk sebagai Action Choreographer dalam film Wiro Sableng ini.

Sementara karakter Kalingundil, yang diperankan oleh Dian Sidik. Kalingundil adalah kepala rampok anak buah Mahesa Birawa, yang bersarang di Jatiwalu. Dian Sidik dikenal karena perannya sebagai Jaka Tingkir dan banyak bermain dalam sinetron di berbagai TV swasta.

“Sangar banget!” demikian tanggapan spontan Yayan Ruhian ketika pertama kali diperlihatkan poster karakter Mahesa Birawa oleh produser Sheila Timothy. Pendekar-pendekar golongan hitam ini diperkenalkan melalui empat poster karakter yang dirilis oleh Lifelike Pictures melalui akun-akun media sosialnya. Bersamaan dengan dirilisnya karakter-karakter golongan hitam ini, Wiro Sableng dan Bujang Gila Tapak Sakti akan tampil untuk pertama kalinya di layar kaca. Dalam satu segmen di program Indonesian Box Office Movie Awards (IBOMA) 2018, Wiro Sableng dan Bujang Gila Tapak Sakti akan melakukan adegan laga melawan bandit-bandit pasukan dari Mahesa Birawa.

Film Wiro Sableng yang diproduseri oleh Sheila Timothy, disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko dan ditulis oleh Tumpal Tampubolon & Sheila Timothy; dan Seno Gumira Ajidarma ini akan rilis di bioskop pada paruh akhir 2018 mendatang. ***

 “PENGABDI SETAN” BORONG TUJUH PIALA

SALAH satu stasiun televisi swasta di Indonesia SCTV kembali menggelar ajang penghargaan Indonesian Box Office Movie Awards (IBOMA) 2018. Tahun ini merupakan perhelatan ketiga yang kembali memilih 10 film terbaik dengan jumlah penonton terbanyak.

Film-film tersebut antara lain Surat Cinta Untuk Starla The Movie, The Dolls 2, Mata Batin, Jailangkung, Susah Sinyal, Surga Yang Tak Dirindukan 2, Danur: I Can See Ghosts, Ayat-Ayat Cinta 2, Warkop DKI Reborn Part 2: Jangkrik Boss dan Pengabdi Setan.

Acara yang dihelat di kawasan Studio 6 Emtek City, Daan Mogot, Jakarta Barat pada Jumat (23/3/2018) malam banyak dihadiri sineas tanah air mulai dari produser hingga cast dari 10 film yang terpilih untuk masuk dalam nominasi dan dipandu oleh Andhika Pratama, Darius Sinathrya, Prilly Latuconsina serta Astrid Tiar.

Di awal acara, IBOMA 2018 sempat memberikan medali emas sebagai apresiasi yang tinggi untuk 10 film terbaik dengan penonton terbanyak selama penayangannya di tahun 2017 yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan pemenang dari 15 kategori yang diperebutkan.

Film yang merupakan remake dari judul yang sama Pengabdi Setan tahun 1980 mendominasi dengan membawa sekitar 7 piala mulai dari Pendatang Baru Terbaik hingga Film Box Office Tahun Ini.

Berikut daftar lengkap pemenang Indonesian Box Office Movie Awards (IBOMA) 2018:

KATEGORI PENDATANG BARU TERBAIIK

Aurora Ribero, Susah Sinyal

Bianca Hello, Mata Batin

Ira Ilva Sari, The Doll

Adhiyat, Pengabdi Setan – Pemenang

Nora Danish, Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 2

KATEGORI PEMERAN PENDUKUNG PRIA TERBAIK

Abdur Arsyad, Susah Sinyal

Endy Arfian, Pengabdi Setan

Epy Kusnandar, Mata Batin

Gading Martin, Susah Sinyal – Pemenang

Reza Rahardian, Surga Yang Tak Dirindukan 2

KATEGORI PEMERAN PENDUKUNG WANITA TERBAIK

Aurora Ribero, Susah Sinyal

Ayu Laksmi, Pengabdi Setan – Pemenang

Niniek L. Karim, Susah Sinyal

Raline Shah, Surga Yang Tak Dirindukan 2

Shareffa Daanish, Danur: I Can See Ghosts

KATEGORI PEMERAN UTAMA PRIA TERBAIK

Abimana Aryasatya, Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 2 – Pemenang

Bront Palarae, Pengabdi Setan

Ernest Prakarsa, Susah Sinyal

Jefri Nichol, Surat Cinta Untuk Starla the Movie

Vino G. Bastian, Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 2

KATEGORI PEMERAN UTAMA WANITA TERBAIK

Adinia Wirasti, Susah Sinyal

Laudya Cynthia Bella, Surga Yang Tak Dirindukan 2

Luna Maya, The Doll 2

Prilly latuconsina, Danur: I Can See Ghost

Tatjana Spahira, Ayat-Ayat Cinta – Pemenang

KATEGORI ORIGINAL SOUND TRACK FILM TERBAIK

Kelam Malam, The Spouse (Music Kickup) – Pemenang

Surat Cinta Untuk Starla, Virgoun (DR.M)

Bulan Dikekang Malam, Rossa (MD Music/Trinity Optima)

Bukan Sekedar Kata, The Overtunes (Sony Music)

Andeca Andeci, Abimana Aryasatya, Tora Sudiro, Vino G. Bastian (Facon Music)

KATEGORI PENULIS SKENARIO TERBAIK

Alim Sudio, Hanung Bramantyo, Manoj Punjabi. Surga Yang Tak Dirindukan 2

Bene Dion Rajagukguk, Andi Awwe Wijaya, Anggy Umbra. Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 2

Ernest Prakasa, Meira Anastasia. Susah Sinyal – Pemenang

Joko Anwar. Pengabdi Setan

Lele Laila, Ferry Lesmana. Danur: I Can See Ghost

KATEGORI POSTER FILM TERBAIK

Jailangkung, Screenplay Films – Pemenang

Mata Batin, Hitmaker Studio

Pengabdi Setan, Rapi Film

Susah Sinyal, Starvision

Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 2, Falcon Pictures

KATEGORI TRAILER FILM TERBAIK

Ayat-Ayat Cinta 2, MD Pictures

Danur: I Can See Ghost, MD Pictures

Pengabdi Setan, Rapi Films – Pemenang

Surat Cinta Untuk Starla The Movie, Screenplay Films

Susah Sinyal, Starvision

KATEGORI ENSEMBLE TALENT TERBAIK

Danur: I Can See Ghost : Prilly Latuconsina, Indra Brotolaras

Jailangkung : Jefri Nichol, Amanda Rawles, Hannah Al Rashid, gabriella Quinlyn

Surga Yang Tak Dirindukan :Fedi Nuril, Laudya Cynthia Bella, Raline Shah, Reza Rahardian

Susah Sinyal : Abdur Arsyad, Arie Kriting – Pemenang

Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 2 : Abimana Aryasatya, Tora Sudiro, Vino G. Bastian

KATEGORI SUTRADARA TERBAIK

Awi Suryadi, Danur: I Can See Ghost

Ernest Prakarsa, Susah Sinyal

Guntur Soeharjanto, Ayat-Ayat Cinta

Hanung Bramantyo, Surga Yang Tak Dirindukan 2

Joko Anwar, Pengabdi Setan – Pemenang

KATEGORI FILM BOX OFFICE TERBAIK

Danur: I Can See Ghost, MD Pictures

Pengabdi Setan, Rapi FIlms – Pemenang

Surga Yang Tak Dirindukan, 2 MD Pictures

Susah Sinyal, Starvision

Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 2, Falcon Pictures

PRODUCER OF THE YEAR: Manoj Punjabi (MD Pictures)

FILM BOX OFFICE TAHUN INI: Pengabdi Setan. ***

SIAP-SIAP MERINDING DI DANUR 2: MADDAH

Sukses film Danur pada tahun 2017 membuat sang sutradara Awi Suryadi melanjutkan kisah mengerikan Risa (Prilly Latuconsina) bertualang bersama teman-teman fantasinya dalam film Danur 2: Maddah.

Seperti yang sudah diketahui sebelumnya kisah Danur dimulai dari buku yang ditulis oleh Risa Saraswati yang memang punya pengalaman bertemu dengan makhluk dari dunia lain.

Kesuksesan buku Danur yang berjudul Gerbang Dialog Danur, akhirnya digubah dalam bentuk film berjudul Danur.Risa, pemeran utama dalam film Danur diceritakan sebagai anak Indigo yang kesepian. Namun, karena kesepian ia berdo’a agar diberikan teman-teman baru.

Do’a Risa pun terkabul. Peter, William, Hans, Hendrick, dan Jansen adalah anak-anak yang akhirnya menjadi teman Risa.Pada film Danur, Risa melakukan petualangan dan menjawab misteri bersama teman-temannya. Film ini ternyata menuai sukses dan dilanjutkan kembali pada tahun 2018 ini.

Melalui film Danur 2: Maddah bergabung juga selebriti Indonesia seperti Sophia Latjuba, Bucek, Shawn Adrian, hingga Sandrinna Michelle. Film Danur2: Maddah masih menceritakan hal yang relevan dengan film pertamanya. Cerita ini terlihat dari trailer film terbaru mereka yang menampilkan Risa sedang melewati kamar mayat.

Saat melewati kamar mayat, Risa berdialog dengan penjaga kamar mayat dan munculnya dialog.”Ini bau Danur, tapi sepertinya kamu sudah tidak asing lagi,” ungkap seorang wanita penjaga kamar mayat. Danur dikenal sebagai cairan yang keluar dari mayat yang membusuk.

Film Danur 2: Maddah menghadirkan karakter baru yang diperankan oleh dua selebritis yang pernah jatuh cinta di kehidupan nyata yaitu si cantik dan Sophia Latjuba dan Bucek Deep. Sophia dan Bucek disini berperan sebagai salah satu anggota keluarga Risa. Namun, keduanya menyimpan misteri-misteri yang belum terjawab.

Danur 2: Maddah terdapat sebuah vila mewah yang penuh misteri. Vila ini ternyata menyimpan berbagai macam keanehan, salah satunya adalah ritual yang dilakukan oleh pamannya Bucek Deep.  Maddah disebut memiliki arti yang sangat panjang. Jika didasarkan dari buku sang penulis, Maddah merupakan kisah lanjutan dari buku Danur.

Namun, patut ditunggu, apakah di film Danur 2: Maddah ini akan melanjutkan kisah-kisah Risa bersama “teman-teman” mereka. Di dalam trailer Danur 2, terlihat Risa memainkan piano dengan nada-nada lirih. Lalu, apa sebenarnya fungsi dari piano tersebut? Apakah Risa akan bertemu dengan “teman-temannya” lagi? ***

 

‘MILLY&MAMET’, SEMPALAN ‘ADA APA DENGAN CINTA’

Tahun 2002 film yang menceritakan kisah asmara Rangga dan Cinta ini amat booming. Kelanjutannya pun AADC 2 berhasil menggaet kembali para penggemar film tersebut pada tahun 2016. Tidak tanggung-tanggung, 3,6 juta penonton berhasil diraih.

Selain kisah Cinta & Rangga, ada lagi  tokoh yang mencuri perhatian penonton dari film Mira Lesmana itu. Tidak lain adalah hubungan asmara yang dirasakan sahabat Cinta, yakni Milly (Sissy Priscillia). Mengejutkannya pada AADC 2, Milly menikah dengan Mamet (Dennis Adhiswara), pria yang jatuh hati dengan Cinta di AADC 1.

Nah, karena dua karakter ini amat terkenal selain Cinta & Rangga, sang Produser, Mira Lesmana tertarik untuk memperpanjang ‘nafas’ dua karakter tersebut. Berangkat dari inilah, Miles Films bekerjasama dengan Starvision menggarap film Milly dan Mamet. Ernest Prakasa pun dipercaya untuk menggarap film drama komedi itu. Alhasil, film ini merupakan ‘spin off’ alias sempalan kisah dari AADC.

“Sebenarnya dari dulu enggak pernah kepikiran (kolaborasi dengan Starvision) tapi saya dan Parwez sudah kenal puluhan tahun. Sering berkomunikasi dan ngobrol. Ini saya pikir perfilman Indonesia sedang semarak jadi akan lebih seru kita bekerja sama,” papar Mira Lesmana saat temu pers di Menara By Kibar, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (22/3).

Di saat yang sama Ernest pun mengaku tertarik terlibat dalam film ini karena antusias dapat bekerjasama dengan sosok Mira Lesmana. Belum lagi AADC yang merupakan film paling fenomenal membuat Ernest merasa tertantang untuk kembali menghadirkan kisah dari film tersebut agar bisa diterima dan booming di antara para penikmat film.

“Karena AADC adalah salah satu karya paling fenomenal di sejarah layar lebar Indonesia, saya berharap bisa memenuhi ekspektasi penonton dan memberikan kontribusi di dunia AADC,” timpal Ernest.

Produser Starvision sendiri, Chand Parwez mengaku film ini berhasil diwujudkan karena sosok Ernest. Menurutnya Ernest adalah sutradara berbakat yang cocok menggarap film ini. “Ini bisa terjadi karena Ernest,” katanya.

Lebih dalam, film ini akan menceritakan timeline setelah film AADC 2. Kini Milly dan Mamet sedang disibukkan mengurus bayi mereka. Mamet yang sempat bekerja sebagai seorang juru masak kini bekerja di pabrik milik papa Milly. Mamet harus menjadi tumpuan keluarga karena Milly memutuskan resign dari pekerjaannya untuk fokus merawat sang jabang bayi.***

‘PERAHU CINTA’ ALDIBRIAN

Aldibrian pendatang baru yang merupakan salah satu juara bintang radio RRI 2017, siap meluncurkan lagu berjudul Perahu Cinta, karya apik penulis lagu dan pencetak hits Rieka Roslan. Lagu yg memiliki tingkat kesulitan tinggi,mampu ditaklukkan oleh seorang Aldibrian dengan keseriusannya menekuni vocal workshop yang panjang dengan Rieka Roslan sebagai producer dan guru vokal yang terkenal sangat teliti.

Lagu yang berisikan tentang kekuatan cinta yang menjadi kekuatan manusia dalam mengisi kehidupan. Keindahan musik yang dibuat oleh maestro arranger hebat Dian HP yang mengantar  lagu ‘Perahu Cinta’ menjadi perahu yang siap berlayar di industri musik Indonesia. Pengisian string dilakukkan di Budapest, terdengar lagu ini sangat menyatu dengan suara Aldibrian dan cerita indah perahu cinta.

Walau lagu ini memiliki range vocal luas dan tingkat kesulitan tinggi, namun sangat merayu  di kuping  pendengar. Finishing mixing mastering  dikerjakkan oleh Ari Renaldi yang selalu menjadi langganan artis muda spt Tulus, Yura dll .Keseriusan Aldibrian, Rieka Roslan,  Dian HP, dan Ari Renaldi menjadikan lagu ini satu bentuk karya yang patut dibanggakan  oleh industri musik Indonesia. ***

Adegan Syur di Film Love For Sale Bikin Deg-Degan

Film ‘Love For Sale’ yang diperankan Gading Marten dan Della Dartyan menuai kontroversi. Betapa tidak, dalam film yang lolos sensor untuk 21 tahun ke atas  karya Andi Bahtiar Yusuf,  Gading Marten beradegan ranjang dengan Della Dartyan lebih dari 3 kali.

Bahkan, Gading berkali-kali garuk alat vital ketika bangun pagi dan astaga… di awal film, Gading memperlihatkan pantatnya (maaf) yang disyut dari belakang. Adegan vulgar Gading Marten dan Della dalam film tersebut penyebabnya.

Awalnya netizen tidak heboh, namun ketika Chicco Jerikho memposting sebuah foto mesra komentar netizen pun bak membanjiri kolom komentar. Banyak netizen langsung mengaitkan adegan itu dengan Gisella Anastasia istri Gading Marten.

Terlebih lagi apakah Gisella sebagai istri cemburu melihat peran Gading tersebut. Alhasil, tidak sedikit orang yang mengasihani Gisel karena melihat suaminya mesra dengan wanita lain meski hanya di film.

Tak disangka, reaksi lain malah diperlihatkan Gisel.  Wanita cantik berparas oriental itu tak terlihat cemburu meski suami sudah bericiuman mesra dengan wanita lain sambil tiduran.

“Jadi pertama ditawarin, deg-degan juga karena tahu ada love scene-nya. Harus ada izin dari “RI 1” (istri) dulu nih hahaha. Waktu dapet script-nya langsung bilang sama Gisel, ‘Ini gimana ada adegan love scene-nya?,” kata Gading saat menggelar jumpa pers.

Alih-alih khawatir tidak disetujui oleh ibu dari Gempita Noura Marten, Gisel justru mendukung suaminya agar bertindak profesional.

“Dia sempat tergantung ceweknya siapa, mungkin dia tidak mau saya bermain dengan mantan-mantan saya, ha-ha-ha. (Gisel) bilang iya terus dia bilang siapa tahu aku dapet peran gitu sama Rio Dewanto, bercanda gitu,” ujarnya lagi. ***

 

Malaikat Cinta Hadir di Ulang Tahun Radja

radja band

Band Radja yang digawangi oleh Ian Kasela, Moldy, Indra dan Seno kembali hadir di blantika musik Indonesia dengan mengeluarkan single terbaru berjudul Malaikat Cinta.

Single tersebut telah mereka rilis pada tanggal 14 Februari yang lalu dengan menggunakan label milik Radja sendiri bernama Istana Musik.

Videoclip dari single Malaikat Cinta juga sudah bisa dinikmati di Istana Musik Indonesia official.

Ian mengatakan dengan dirilisnya single terbaru berjudul Malaikat Cinta adalah sebagai bentuk langkah awal kembalinya Radja di industri musik tanah air.

“Di tahun 2018 ini kita merilis single dulu untuk langkah awal yaitu single Malaikat Cinta dibawah label kita sendiri juga yaitu Istana Musik”, ujar Ian Kasela saat ditemui penulis di Hard Rock Cafe Jakarta. Malam harinya, Radja juga menggelar konser di Hard Rock Cafe Jakarta.

Saat ini Radja memilih menjadi band indie dengan mengeluarkan lagu lewat label miliknya sendiri. ***