“Rezeki Anak Soleh” Dijadikan Program TV

RTV menayangkan program spesial “Rezeki Anak Soleh” Program yang peduli terhadap kesejahteraan anak dan membangun rasa empati pemirsa Sahabat RTV untuk melihat situasi anak-anak sekitar.

Melalui program “Rezeki Anak Soleh”, Sahabat RTV diajak untuk lebih peduli terhadap panti asuhan yang membutuhkan uluran tangan kita, untuk mendapatkan bantuan, edukasi dan hiburan bagi anak-anak asuhannya di daerah masing-masing.

Selain untuk menghibur anak-anak di panti asuhan dengan kehadiran bintang tamu artis, anak-anak panti ini akan diajak melakukan aktivitas edukasi seperti ke Kidzania, taman bermain, dll. Diberikan juga berbagai kebutuhan logistik seperti beras, susu, sembako, diapers, pakaian, hingga rak buku, mainan, lemari dan lain-lain.

“Rezeki Anak Sholeh” mengunjungi panti-panti asuhan yang berada di Wilayah Jakarta, Depok dan Tanggerang. Di antaranya, YSPA Amanah As-Sodiqiyah (Tanggerang), LKS Riyadhus Solihin (Depok), KSA Bina Ramaja Mandiri (Depok), dan LKS Murni Jaya (Jakarta).

Pada program ini, RTV melibatkan kalangan masyarakat, yang sering atau telah terbiasa melakukan kegiatan Charity dengan tujuan memberikan informasi dan inspirasi kepada masyarakat luas, tentang keberadaan panti asuhan. Perannya di setiap panti untuk mendampingi dan beraktivitas bersama anak-anak panti asuhan.

Dengan konsep reality show, acara yang dapat disaksikan di layar RTV setiap Sabtu mulai tanggal 19 Mei 2018 pukul 16.00 WIB sampai dengan 17.00 WIB akan dipandu oleh beberapa host secara bergantian, Dwi Andika dan Nadia Vega. ***

Ultah Ke-2 Pafindo – Bersinergi dan Berkarya

SEDERET nama artis terkenal seperti Tri Utami, Elma Theana, Rency Milano,Tya Subiakto, Rony Dozer, Ria Irawan, Teddy Perangi, Robby Bo dan masih banyak lagi artis top ibukota hadir di ulang tahun ke 2 Pafindo.

Semua yang hadir merasakan keseuan dan suasana keceriaan, serta kebersamaan antar artis dari berbagai profesi, mulai dari bintang film, pemain sinetron, penyanyi, sutradara dan berbagai profesi lainnya, yang terkait dalam bidang seni dan budaya. Mereka semua berbaur bersatu diultah kedua Perkumpulan Artis Film Indonesia (Pafindo) yang dipimpin langsung Ketua Umum Bagiono Prabowo atau akrab disapa Gion.

“Walau Pafindo baru seumur jagung,  kita bertekad Pafindo punya peran penting untuk meningkatkan kemajuan industri perfilman nasional dan di bidang seni lainnya serta budaya,” ujar Gion Prabowo yang didampingi Trie Utami sebagai humas Pafindo pada awak media malam itu.

“Pafindo juga ingin semua anggotanya punya kompentsi yang siap pakai dan profesional sesuai bidangnya masing-masing,” lanjut Gion yang belum lama meluncurkan film horor Get Lost, menggarap film-film pendek dan aksi-aksi sosial.

“Saya tertarik bergabung ke Pafindo karena saya lihat visi dan misinya bagus. Tentu ke depannya saya berharap Pafindo menjadi organisasi yang profesional dan mampu mewakili sebagai wadah organisasi seni yang sesuai kita harapkan,” tambah Trie Utami yang turut memeriahkan acara tersebut malam itu dengan dua lagu. Sebuah lagu pop, Trie berduet dengan Bagiono SH. ***

‘Disebelah Ada Surga’ Siap Tayang Ramadhan

ANDHIKA Pratama, Gading Marten dan Uus kembali bintangi sinetron religi SCTV. Tak lagi berjudul 3 Semprul mengejar Surga, kali ini ketiganya akan muncul dalam sinetron berjudul Di Sebelah Ada Surga yang akan tayang selama Ramadan di SCTV.

Sinetron produksi Starvision ini masih dibintangi beberapa pemain yang sebelumnya muncul di 3 Semprul Mengejar Surga. Menariknya, sinetron Di Sebelah Ada Surga hadirkan ibu dan anak, Gisella Anastasia dan Gempita Nora Marten.

Ya, hadirnya si kecil Gempita jadi sorotan netizen yang penasaran dengan aksi anak Gading Marten dan Gisel ini. Sinetron ini juga dibintangi Nadira Octova yang sebelumnya bermain di D’Hijaberssebagai Yua.

Pemain lainnya ada Amy O’Brien, Aquino Umar, Vicky Nitinegoro, Tabah Penemuan, Derry 4 Sekawan, Arida Nuraini dan Razhu Khan.

Melalui instagramnya, Endik Koeswoyo selaku tim penulis mengungkap alasan 3 Semprul Mengejar Surga berganti judul. Di kolom komentar Endik mengungkap ada sedikit perubahan konsep agar cerita lebih segar dan menarik.

“ganti judul ka @endikkoeswoyo udh ga 3semprul ya kk… suka bgt sma sintron religi ini..kocak..lucu bgt jdi betah ntn..hehe,” tanya @zhie_lujieyanti17.

“hehehe ganti konsep dikit kak ? lebih fresh ceitanya,” jawab @endikkoeswoyo. ***

Marcell Siahaan Deg-degan jadi Coach

Kaka Slank, Agnes Mo, Marcell Siahaan

MARCELL Siahaan dan Kaka ‘Slank’ menjadi penghuni baru di kursi coach The Voice Kids Indonesia season 3. Keduanya menemani Agnez Mo sebagai coach di yang juga hadir di dua musim sebelumnya.

Dipilih sebagai coach acara yang tayang di GTV tersebut, Marcell mengaku gugup. Ia pun lantas mengungkapkan impannya pada generasi saat ini untuk menjadi pemberi warna baru di industri musik Tanah Air.

“Saya deg degan sebetulnya karena kalau melihat anak anak, saya punya impian bagaimana sebaik mungkin menciptakan karakter yang original. Saya punya impian anak anak bisa jadi diri mereka sendiri. Saya enggak sabar lihat talenta anak anak,” kata Marcell di komplek MNC Studio, Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada Senin (14/5/2018).

Hal berbeda diungkapkan Kaka Slank yang mengaku merasa tepat berada di The Voice Kids Indonesia season 3. Ia penasaran bagaimana akan menjadi teman sekaligus pembimbing bagi para peserta The Voice Kids Indonesia season 3 dari banyak daerah.

“Aku justru merasa sama anak kecil suka ngajak main terus anak kecil ke aku enggak terlalu fit out amat. Jadi penasaran aku kalo handle kids kaya apa ya apalagi buat talent,” papar pelantun tembang Ku Tak Bisa tersebut.

Seperti diketahui, The Voice Kids Indonesia season 1 dan 2 telah sukses dengan lahirnya penyanyi cilik Tanah Air berbakat. Sebut saja Christo sebagai pemenang musim pertama dan kedua dengan lahirnya Sharla Martiza sebagai pemenang atas bimbingan Agnez Mo.

Agnez Mo juga mengungkapkan perasaannya akan bekerjasama dengan Marcell dan Kaka. Ia yakin karakter keduanya akan membuat The Voice Kids Indonesia season 3 semakin siap dan seru.

“Seru sih. Karena apalagi lihat coach yang ini dua lainnya baru. Tapi aku sudah kenal mereka lama dan sudah tahu karakter mereka asik seru out going. Penasaran sih sama mereka,” terang pelantun tembang hits Sebuah Rasa itu. ***

Raja Jomblo pun Menikah

Raditya Dika menikahi Anissa Aziza.

KOMIKA, sutradara sekaligus aktor Raditya Dika telah resmi menikahi kekasihnya, Anissa Aziza di Grand Ballroom Hotel Ritz Carlton Pacific Place, SCBD Jakarta, baru baru ini.

Pria berusia 33 tahun ini kini telah bahagia sudah bisa melepas status jomblo dan menjadi seorang suami. Resmi menikah, julukan Raja Jomblo, yang dinobatkan oleh warganet kepada Radit, otomatis hilang.

Radit pun dengan bangganya memamerkan buku pernikahan yang dimilikinya dalam akun instagram. Dia memposting foto pernikahannya berdua bersama Annisa, sambil memegang buku nikah.  “Buat yang gak tahu, ini namanya buku nikah,” tulis Radit di akun instagramnya, @raditya_dika.

Para warganet langsung membanjiri postingan Radit tersebut dengan ucapan selamat. Postingannya tersebut bahkan mendapat 1,2 juta like. “Congratulations ka dikaa,” kata seorang warganet.

“Oh itu ya buku nikaah ????” tulis warganet lainnya.

Seorang warganet dengan bercanda mempertanyakan apakah benar Radit sudah menikah, dan bukan tengah syuting film. “Nikah beneran kan ini? Bukan film kan?” katanya.

Gelar Raja Jomblo kini diserahkan kepada Baim Wong. Hal itu diutarakan Radit usai akad nikah. “Ya, bersama dengan terlaksananya akad nikah ini maka tanggung jawab itu (raja jomblo) gue serahkan ke Baim Wong,” kata Radit. ***

Ayu Ting Ting Jualan Dimsum dan Martabak

PADA Minggu (13/5/2018) sore, Ayu Ting Ting terjun langsung ke lapangan dengan berjualan dimsum dan martabak di atas food truck. Ayu dan Boy William akan keliling jualan martabak se Jabotabek dan pemasukan uangnya akan diberikan kepada anak-anak yatim.

Hal tersebut ia lakukan untuk promosi film Dimsum Martabak yang dijadwalkan akan tayang saat Lebaran nanti. Menurut pantauan, berbagai kalangan, baik muda maupun tua, terlihat memadati food truck Dimsum Martabak yang terletak di Ramayana Cimone, Tangerang.

Sebelum food truck yang dinaiki Ayu Ting Ting tiba pun sudah banyak masyarakat yang memadati wilayah sekitar. Terlihat bahwa antusias pembeli dimsum dan martabak yang dijual Ayu Ting Ting sangat tinggi. Menyadari hal tersebut, penyanyi berusia 25 tahun itu mengaku sangat senang.

Ia berharap dimsum dan martabak yang ia jual akan diserbu banyak pembeli saat bulan puasa nanti. “Rame banget Alhamdulillah, mudah-mudahan martabak sama dimsumnya laku biar disumbangnya juga banyak,” tutur Ayu Ting Ting ketika ditemui di kawasan Cimone, Tangerang, Minggu (13/5/2018).

Rencananya, hasil penjualan makanan tersebut akan disumbangkan ke anak yatim pada saat peluncuran film Dimsum Martabak saat Lebaran mendatang. Hari ini tidak akan menjadi hari terakhir Ayu Ting Ting berjualan di atas food truck.

Nantinya selama bulan puasa, ia bersama Boy William akan berkeliling wilayah Jabodetabek untuk berjualan makanan tersebut. Boy William sendiri merupakan salah satu pemeran dalam film Dimsum Martabak. Pada saat bersamaan, Ayu juga merilis OST (Original Sound Track) bertajuk ‘Hanya Kamu’ film ‘Dimsun Martabak’. ***

Aurelie dan Megantara Terbawa Peran Film EL di Kehidupan Nyata

Achmad Megantara dan Aurelie Moeremans.

AURELIE Moeremans yang berperan sebagai Dafychi dan Achmad Megantara sebagai Mario Adipati Haling dalam film EL mengaku masih terbawa karakter ke dalam kehidupan sehari-harinya.

Dikatakan Aurelie, kebiasaan itu sering terjadi saat dia mulai memasuki dunia perfilman. “Iya dulu pernah kan aku meranin karakter yang antagonis, eh kebawa dalam kegiatan sehari-hariku,” kata Aurelie.

Lebih lanjut, Aurelie juga mengaku hingga kini usai memerankan Dafychi dan Dafyna yang memiliki peran ganda, dirinya terkadang masih membawa kedua karakter di kehidupan nyata.

“Ya kadang-kadang cuma sekarang sudah terbiasa sih,” imbuhnya.

Di kesempatan yang sama, Megantara, pemeran Mario, yang merupakan pengusaha muda, super cuek mengaku terkadang juga masih menjadi sosok tersebut di kehidupan nyata.

“Kalau aku sih santai aja ya, cuma kadang-kadang kerasa aneh sih. Tapi sekarang sudah enggak kok,” kata Megantara.

Film EL merupakan garapan dari penulis asal Malang yakni Luluk HF ini nantinya akan tayang di bioskop tanah air pada tanggal 9 Mei.

Megantara berharap film ini bisa sukses dengan memikat banyak penonton di manapun.

“Kalau bisa sih sebanyak-banyaknya penonton ya. Itu harapan saya dan kami semua pastinya,” ia menadaskan. ***

Zeta, Film Zombie Siap Hantui Bioskop

SERIAL horor The Walking Dead menjadi inspirasi bagi sineas muda berbakat, Amanda Iswan dalam menggarap film berjudul Zeta (When The Dead Awaken).

Menurut wanita yang akrab disapa Mandy ini, film Zeta yang ia buat adalah satu-satunya film Pure Thriller Zombie pertama di Indonesia.

“Ini film serius di Indonesia, di mana riset enggak asal-asal. Kebanyakan film horor Indonesia hanya ngomongin hantu, tapi di film Zeta ini yang aku angkat adalah zombie yang salah satu inspirasinya dari serial The Walking Dead,” ucap Amanda Iswan saat jumpa pers film Zeta di Madagaskar, Plaza Senayan, Jakarta, Jumat (11/5/2018).

Sebagai sineas muda, Amanda Iswan telah mendalami dunia perfilman di luar negeri. Pengetahuan yang ia dapatkan kemudian diterapkannya di film yang digarapnya yakni Zeta.

Dikatakannya, untuk film Zeta, ia juga harus melakukan riset mendalam perihal penyakit yang diangkat ke dalam film tersebut.

“Sebenarnya semua berbasis pengetahuan. Saya mendapat challange dalam menggarap ini, saya biasa di luar dan kemudian harus beradaptasi dengan sistem perfilman di Indonesia. Saya laraskan antara drama aksi sampai melakukan riset ihwal muasal penyakit yang diceritakan di film ini,” papar wanita lulusan Quinnipiac University, School of Communications Hamden, Amerika Seirkat ini.

Film Zeta (When The Dead Awaken) menceritakan tentang hubungan anak dengan seorang ibu yang memiliki penyakit Alzheimer. Keduanya harus bertahan hidup di apartemen dan mencari cara memanggil tim penolong datang menyelamatkan mereka.

Film ini dibintangi Jeff Smith sebagai Deon, Cut Mini yang berperan sebagai ibu Isma yang menderita Alzheimer, Reza yang diperankan Dimas Aditya, serta Edo Borne yang berperan sebagai Reyhan dan Willem Bevers sebagai Dr. Richard Ross, Natasha Grot sebagai Maya, Revaldo Vivaldi sebagai Ario. ***

‘Pemburu di Manchester Biru’ Angkat Kisah Jurnalis Bola Manchester

Press Conference Film “Pemburu di Manchester Biru”.

KISAH nyata pemuda asal Payakumbuh, Sumatera Barat, yang menjadi orang Indonesia pertama yang bekerja di bagian media klub Liga Primer Inggris, Manchester City, diangkat ke layar lebar dalam “Pemburu di Manchester Biru.”

Kisah Hanif Thamrin ini sebelumnya telah dituliskan ke dalam buku berjudul sama. Kini kisah pria berusia 32 tahun ini menjadi film non-fiksi pertama bagi Oreima Films. “Film ini menjadi sangat menarik dan unik karena ini film bercerita tentang satu-satunya orang Indonesia yang bekerja di EPL yang bekerja sebagai jurnalis,” ujar produser Reza Hidayat, di Jakarta, Jumat.

Film ini akan berpusat pada kisah Hanif yang merantau ke London untuk menyelesaikan sekolah S2 dan mengejar kesempatan bekerja di Manchester City di mana dia harus berjuang melawan stigma di lingkungan kerja.

Hanif merasa wartawan Asia tidak dianggap mumpuni dibanding wartawan Eropa. Dari situ, dia berusaha mati-matian untuk meyakinkan mereka bahwa dia memiliki kualitas yang sama hingga akhirnya dia menjadi produser program.

“Saya awalnya hanya dikasih liputan yang ringan-ringan, sampai akhirnya diberi kesempatan untuk meliput manajer dan pemain,” ujar Hanif seraya menambahkan, “ini pengalaman yang luar biasa karena tidak semua penggemar bola merasakan pengalaman ini,” sambung dia.

Tokoh Hanif akan diperankan oleh Adipati Dolken. Bagi Adipati, dapat bermain dalam “Pemburu di Manchester Biru” menjadi  perwujudan mimpinya dari kecil. “Film ini berbeda dari film gue sebelumnya. Gue cinta bola, gue cita-cita jadi pemain bola. Ini mimpi, walaupun gue enggak bisa jadi pemain bola sekarang,” kata Adipati.

Selain pemenang penghargaan “Actor of The Year” di Indonesian Choice Awards 2018 itu, ada pula Ganindra Bimo yang memerangkan Pringga, sahabat Hanif di London. “Secara look ini bisa menjadi sangat menarik karena pemerannya dari Indonesia hanya dua ini, sisanya pemeran asing, pemeran lain dari orang Inggris karena film ini 90-95 persen mengambil lokasi di Inggris,” kata Reza.

Untuk urusan birokrasi dan menajemen saat pengambilan gambar di Inggris, Reza mengatakan, telah bekerja sama dengan Production House di Inggris. Sementara, pihak Manchester City, menurut Reza, sangat menyambut baik akan dibuatnya film ini. Proses pengambilan gambar di Inggris akan dimulai pada akhir Mei hingga minggu ketiga Juni.

Sementara itu, di balik layar, film ini akan disutradarai oleh Rako Prijanto. “Ini film beda dari apa yang sudah saya kerjakan. Film ini beda dari keberagaman film yang ada sekarang,” ujar Rako. “Film ini mengangkat sepak bola dengan mengalihkan kamera ke luar lapangan — bagaimana produser bekerja membuat konten berita,” lanjut dia.

Lebih lanjut, “Pemburu di Manchester Biru,” bagi Rako juga bisa menjadi edukasi bagi anak muda pecinta sepak bola untuk mewujudkan mimpi bertemu idol di klub favoritnya. ***

Sineas, Budayawan, dan Kritikus di Workshop Kritik Film

Para peserta workshop kritik film.

SEJUMLAH nama kondang dan punya kompetensi tinggi menjadi nara sumber dalam workshop kritik film tingkat lanjut yang dihelat oleh Pusbang Film Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Nama-nama seperti Prof David Hanan, Marcelli  Sumarno, akademisi kondang IKJ,  Senior Kritik Film Salim Said,  Sineas kampiun John De Rantau,  Niniek L Karim,  Bre Redana atau Remy Silado dan Wina Armada bergantian menjadi  pembicara dalam acara yang dilaksanakan  pada tanggal 9-11 Mei di hotel Grandhika, Jakarta Selatan tersebut.

Rencananya, setelah di Jakarta, kegiatan serupa juga akan dilaksanakan di Jakarta, Makassar dan daerah lainnya.  “Standar kritikus film tidak hanya sekedar banyak menonton film tapi harus paham dan sistematika keseluruhan dari teknis dan non teknis sehingga artikel jadi menarik,  bisa membedakan plagiat dan epigon dari sebuah karya film,” jelas Wina Armada sebagai senior CriticFilm dan Journalis sekaligus mengingatkan tentang hak cipta, saat menjadi pembicara pertama, Rabu (9/5/2018) ini.

Sesi Wina banyak raih respon mulai dari kasus Benyamin Biang Kerok dan beberapa film di masa lalu terkesan plagiat yang semua ini harus diketahui oleh penulis kritikus film.

Lanjut,  sesi Marcelli Sumarno yang tercatat sebagai Dekan IKJ dan juga pembuat 20-an film dokumenter yang menanti ujian program doktornya. “Saya bangga dan senang sekali saat diajak mas Wina tapi saat ini jadi refresh dari disertasi saya sehingga saya memberikan beberapa lembar dari disertasi saya ini,  Di IKJ saya sudah mulai mengagas filmologi jadi penyeimbang dari karya film dengan kajian-kajian mendalam. Sebagai penulis Kritik Film harus memahami sosok sineas dengan gayanya dan gestur, ” ucap pria berkacamata yang suka memberikan bintang kepada film-film saat masih di Kompas dan jadi kontributornya.

Marcelli tulus mengatakan bahwa ia menyukai film karena dari film ia belajar hidup dan kehidupan.

Peserta sekitar 40-an dari jurnalis dan komunitas perfilman akan raih materi seperti Sejarah Perfilman dan Perkembangan Kritik Film di Indonesia,  Peran Institusi Pendidikan dalam Membangun Kritik Film,  Penyutradaraan dan Semiotika Film,  Pentingnya Memahami Psikologi bagi Kritikus Film,  Pentingnya Memahami Kebudayaan Bagi Kritikus Film,  Perkembangan Teknologi Pers dan Kritik Film,  Perlunya memiliki wawasan luas dalam menilai film: Persoalan Hak Cipta,  Keistimewaan Budaya dalam Film Indonesia:Bhineka Tunggal Ika,  dan Teknik Penulisan Kritik Film. ***