Buku ’11 Tahun Kangen Chrisye’ Diluncurkan

Ferry bernyanyi bersama wartawan–foto dudut

Hampir setiap tahun sejak kepergian penyanyi ‘Lilin-Lilin Kecil’ pada 30 Maret 2007 lalu, Ferry Mursyidan Baldan yang akrab dipangil Bang Ferry ini melakukan beragam aktivitas baik rutin pergi ziarah ke makamnya atau sambil melakukan aktivitas lainnya.

Tahun ini, dengan mengusung tema “11 Tahun Setelah Chrisye Pergi”, Bang Ferry bersama Komunitas Kangen Chrisye (#K2C) kembali menggaet awak media untuk berpartisipasi ikut mengapresiasi kepergian Chrisye dalam bentuk tulisan yang dipublish antara tanggal 29 Maret – 5 April 2018, di medianya masing-masing.

Alhasil ada 29 jurnalis yang ikut mengapresiasi ide dan gagasan Bang Ferry ini yang seluruhnya berupa tulisan baik menyangkut tentang karir sang legenda, tentang album yang diproduksi, lagu-lagunya , film atau apapun yang berkaitan dengan sisi humanis Chrisye.

“Prestasi seorang legenda pada zamannya meskipun kini telah pergi, tetap harus terpelihara”, tambah Bang Ferry.

Bang Ferry juga pernah menjabat sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang / Ketua Badan Pertanahan Nasional di Kabinet Kerja pada 2014-2016.

Selanjutnya, Bang Ferry ingin membukukan 29 judul artikel menjadi buku yang berjudul ’11 Tahun Kangen Chrisye’ dari berbagai media yang telah ikut berpartisipasi.

“Penghargaan dan apresiasi kami berikan tidak hanya untuk Chrisye, tapi juga legenda lainnya seperti Nike Ardila dan juga Koes Plus”, ungkap Bang Ferry yang telah mempersiapkan proyek untuk dua nama tersebut. (pik)

Naura Tampil di ‘Dongeng Tiga’ Diiringi 40 Pemain Orchestra

The Baldys. Nola, Baldy, Naura, Befan dan Neona

Setelah sukses menggelar konser “Dongeng 2” dibeberapa kota, kini penyanyi Adyla Rafa Naura Ayu atau lebih dikenal dengan Naura akan kembali menggelar konser “Dongeng Tiga”. Rencananya konser “Dongeng Tiga” ini akan digelar pada 6 Oktober 2018 mendatang di ICE BSD, Tangerang, Banten.

Dalam konser ini, anak dari Nola Be3 akan menyajikan penampilan berbeda dari konser-konser sebelumnya. Mulai dari tata panggung, lagu dan masih banyak lagi. Dan sebagai bocoran Naura akan membawakan kurang lebih 30 lagu dalam konser yang bertajuk “Dongeng Tiga Naura”.

“Jadi tanggal 6 Oktober akan ada konser Dongeng ketiga aku. Nah, beda banget sama konser Dongeng 1 dan 2 aransemennya berubah, panggungnya berubah, terus lagu-lagunya banyak yang baru,” ujar Naura di GIK, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, baru baru ini.

Untuk memuaskan para penonton, bocah 12 tahun ini disibukkan dengan kegiatan latihan. Wajar saja, mengingat konser ini bakal menyedot stamina.

“Aku harus melatih stamina aku, lagunya ada sekitaran 30, karena ada lagu dari film. Baru mau rekaman bakal dibawain juga,” sambungnya.

Ditempat yang sama, sang ibunda, Nola juga menjelaskan bahwa sang anak untuk saat ini giat mengikuti gymnastic guna mengembalikan performa terbaiknya saat tampil, meski dirasa konser tersebut masih akan dihelat Oktober mendatang. Namun baginya tidak ada salahnya bila mulai melakukan persiapan jauh-jauh hari.

“Karena kalau persiapan sudah Naura lakukan sebulan yang lalu, jadi mulai lagi gymnastic. Jadi dari umur 8 tahun Naura suka jungkir balik sendiri, artinya sempat masuk gymnastic on off, on off gitu kan. Karena sudah sibuk kegiatan bernyanyi, sekarang ini bentuk badan makin besar, lebih tinggi, jadi fleksibelitinya berkurang dan stamina juga harus dilatih terus,” tambah Nola.

Seperti diketahui, anak pertama dari Nola Be3 ini telah mengadakan konser sebelumnya pada Oktober 2015 dan Februari 2017 lalu. Sontak dengan kembalinya diadakan konser “Dongeng Tiga” menandakan banyaknya minat anak-anak untuk menyaksikan Naura diatas panggung. (pik)

 

Wow!!! Film Marlina, Si Pembunuh Dalam Empat Babak Bakal Tampil di Ajang Oscar 2019

Salah satu adegan dalam film ‘Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak’–istimewa

Komite seleksi Best Foreign Language Oscar ke 91 memilih film Marlina,  Si Pembunuh Dalam Empat Babak,  sebagai film pilihan dan berhak mewakili Indonesia mengikuti kompetisi Best Foreign Language Oscar ke 91 tahun depan.  Demikian dibacakan Ketua Komite Seleksi Christine Hakim,  Selasa (18/9) petang di Jakarta. Christine Hakim menambahkan,   Film Marlina dipilih setelah menyisihkan 100 film nasional lainnya,  yang beredar setahun lalu.

“Unsur unsur yang dipertimbangkan untuk kategori ini meliputi semua unsur. Baik dari tema,  dan semua unsur pendukungnya, ” katanya.

Dia menambahkan, ajang bergengsi ini bukan festival untuk memilih yang terbaik. Tapi memilih yang sesuai dengan karakteristik Oscar. ” Kalau bisa,  kita inginnya memilih lebih dari satu. Tapi,  sayangnya setiap negara harus memilih satu,” katanya.

Di atas itu semua, menurut dia,  komite ingin memotivasi para film maker muda,  agar lebih serius dalam dunia film. Sehingga bantuan pemerintah pun menjadi lebih konkrit. “Turunannya,  dukungan publikasi pemerintah di sana juga makin total,” kata Christine Hakim.

Anggota Komite Oscar 2019 berjumlah 13 orang, di antaranya Alim Sudio, Reza Rahadian,  Benni Setiawan, Christine Hakim, Fauzan Zidni, Firman Bintang, Hardo Sukoyo, Yenny Rachman, Marcella Zalianty, Mathias Muchus, Roy Lolang, Thoersi Argeswara, Yudi Datau, dan Zairin Zain.

Maman Wijaya,  Ketua Pusat Pengembangan Perfilma, Kemendikbud mengatakan dalam ajang ini goal yang hendak dicapai adalah pembinaan film Indonesia dari hulu sampai hilir. “Atau dengan kata lain,  film Indonesia untuk dunia,” katanya. 

Menurut Reza Rahadian,  film Marlina mempunyai lokal wisdom yang sangat kuat. Dari setting,  cerita dan lainnya.  “Selain itu,  dalam kategori ini,  banyak negara yang mengirim film yang berisi isu kemanusian dan gender. Apakah teknis berpengaruh.  Iya.  Jadi sangat komplit film ini, ” katanya.

Zairin Zain mengatakan, mengikuti Oscar harus sangat marathon. Kita harus mencuri perhatian semua orang di sana.  Dan itu membutuhkan cost.  Itu tugas negara. Makanya mind set penyelenggara negara harus diubah.

Menurut Ketua Umum Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI)  Firman Bintang, pemerintah via PusbangFilm Kemendikbud telah memberikan bantuan yang luar biasa di ajang ini. “Saya yakin ke depan peran dan kehadiran negara makin terasa, ” katanya. Sebelumnya, Academy of Motion Pictures Arts and Sciences (AMPAS), selaku penyelenggara gelaran Academy Awards atau Oscar, untuk kali kesekian menunjuk Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI) untuk memilih satu film Indonesia, guna bertarung dikategori Best Foreign Language 2019.

Untuk mendapatkan satu film Indonesia yang akan diikutkan dalam Best Foreign Language 2019, anggota komite Oscar kategori Best Foreign Language, sudah mulai bekerja per tanggal 31 Agustus 2018 lalu. (pik)

 

 

 

Serem!!! Pengalaman Olla Ramlan Ketemu Genderuwo

Olla Ramlan–foto istimewa

Olla Ramlan selama ini dikenal lewat aktingnya di sejumlah sinetron bergenre drama. Namun kini ia terjun ke dunia layar lebar dalam film perdananya yang bertajuk Sakral. Dalam film bergenre horor ini, ternyata ada banyak adegan menantang yang mesti dilakoni Olla Ramlan. Apalagi syuting film ini biasanya dilakukan mulai pukul tiga sore sampai delapan pagi.

“Ada adegan aku harus lari-lari di hutan, gelap, jam tiga malam. Kadang aku merasa ada yang ngeliatin,” tutur Olla Ramlan baru baru ini. Ternyata, ada makhluk dari dunia lain yang ikut hadir dalam syuting adegan ini. “Aku tahu di situ ada genderuwo. Adik aku kan bisa lihat,” tutur Olla Ramlan

Saat syuting, Olla memang ditemani oleh adiknya yang memiliki kemampuan untuk melihat makhluk-makhluk tak kasat mata. Sang adik ikut untuk menjaga Olla, sekaligus memberi ‘laporan pandangan mata’ tentang kondisi di lokasi syuting.

Tak heran, saat melakukan adegan tersebut, ia berlari dengan sekencang-kencangnya. “Lari beneran gue, ketakutan,” kata Olla Ramlan. Di film horor produksi MD Pictures ini, Olla berperan
menjadi istri dari Teuku Zacky. Turut main juga bintang Raquel Katie, Erica Karlina, dll. (pik)

DVD ‘The Best of Keluarga Somat’ Resmi Diluncurkan

DVD ‘The Best of Keluarga Somat’ resmi diluncurkan–foto breakingnews co id

Formula Pictures bersama CFC hari ini merilis DVD film anak terbaru berjudul “The Best of Keluarga Somat”, salah satu animasi karya anak bangsa. Peluncuran DVD tersebut berlangsung di CFC Bangka Kemang, Jakarta Selatan, baru baru ini.  DVD ini berisi tujuh episode dari Keluarga Somat yang sudah lebih dahulu tayang di televisi.

Hengky Direktur Utama CFC Indonesia mengatakan,” Kami ingin mengapresiasi hasil karya anak bangsa. Sehingga kami sepakat untuk melaunching DVD ini,” kata Hengky.

Pengamat anak Seto Muljadi sekaligus perwakilan dari Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) menjelaskan bahwa DVD Keluarga Somad ini bisa membantu tumbuh kembang anak-anak yang memang belajar dan mendapat pendidikan dari lingkungan sehari-hari. “Kami memberikan apresiasi dari diterbitkannya DVD ini. Untuk memberikan lingkungan yang kondusif bagi anak,” jelasnya.

Senada dengan Kak Seto, Yan Wijaya selaku Pengamat Film sangat yakin kalau cerita dari Keluarga Somat ini mampu bersaing dengan Upin dan Ipin yang juga tontonan edukasi anak asal Malaysia. “Selama ini anak-anak sangat mengenal Upin dan Ipin asal Malaysia. Tapi keluarga Somat ini mampu menyaingi. Dan mudah-mudahan diperpanjang lagi episode yang baru,” harapnya.

Film animasi ini mengangkat kisah realitas keseharian hidup keluarga Pak Somat beserta istri, Bu lnah dan kedua anaknya, Dudung dan Ninung. Film Keluarga Somat juga dihadirkan sebagai sebuah keluarga yang mengedepankan sikap demokratis, keterbukaan dan menghargai perbedaan yang ditunjukkan melalui tokoh-tokoh Iain dengan latar belakang kultur yang berbeda.

Selain memiliki alur cerita yang mudah dicerna, sarat dengan pesan moral tentang nilai demokrasi serta Bhinneka Tunggal lka. Banyak sisi humanis dan karakternya begitu dekat dengan keseharian kita dan dikemas secara ringan dan kocak.

Berbagai keberhasilan telah diperoleh Film Animasi Keluarga Somat, antara lain Anugerah Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kategori Program Animasi Terbaik dan Animasi Anak. Bahkan rating share Film Keluarga Somat berhasil menggusur rating Film Animasi Import. Prestasi yang cukup membanggakan insan perfilman Indonesia. (pik)

 

Adeline Rilis Lagu, Teejay Marquez Beri Kejutan

Adeline Margaret –foto kabarhiburan com

Penyanyi muda rupawan asal  Surabaya, Adeline Margaret baru saja merilis single perdana berjudul Bila Saja. Lagu yang berkisah tentang kehilangan rasa cinta karena egoisme pasangan itu diciptakan sendiri oleh Adeline.

“Pertama kali kerja bareng dengan Adeline katanya punya lagu sendiri. Pas saya dengar sudah jadi materinya cuma dia enggak pede (percaya diri). Setelah jadi dia nyanyiin merdu dan empuk, lagunya ringan, karena dia penciptanya juga jadi tahu cara bernyanyinya,” ujar Mario Kacang selaku produser di Hard Rock Cafe, Jakarta Selatan baru baru ini.

Terbukti memang saat membawakan single perdananya secara live, Adeline memiliki suara sopran nan lembut. “Bikin lagu itu karena dari dulu aku memang suka nyanyi. Aku juga suka bikin cover musik di YouTube. Ada lagu Afgan, Glenn Fredly,” tutur musisi solo yang berada di naungan AFE Records tersebut.

Mengejutkan, saat konferensi pers tiba-tiba saja aktor tampan asal Filipina, Teejay Marquez hadir membawakan bunga untuk Adeline. Bahkan pemain sinetron Siapa Takut Jatuh Cinta itu juga mengutarakan isi hatinya.

“Lagu kamu bagus banget, selamat buat single baru kamu dan aku senang banget karena aku bisa kenal kamu. I will always support you dan i will always be here. I wanted you to know aku suka kamu,” tuturnya. Adeline juga menguasai alat musik piano. Gadis muda berusia 20 tahun yang mengidolakan Adelle ini berharap single ini akan menjadi karya yang membawanya ke warna warni industri musik Indonesia dan bisa diterima oleh penikmat musik di Indonesia. (pik).

 

Heboh! Ada Ayu Ting Ting dan Nagita Dalam Film Raffi Ahmad ‘Kesempatan Keduda’

Film Kesempatan Keduda–foto grid.id

Raffi Ahmad dengan bendera RA Film makin gencar memproduksi film. Ia banyak membuat film tahun 2018 ini. Ada film dengan bintang utama Ayu Ting Ting dan Boy William pada Lebaran 2018 lalu, ‘Dimsum Martabak’ hingga film horor ‘The 13 Hauntet’ yang diperankan oleh anak Maia Estianty, Al Ghazali. Terbaru film horor Ayu Ting Ting, Zaskia Gotik, dan Dewi Perssik yang sedang diproduksi.

Baru-baru ini Raffi kembali lagi merilis proyek barunya yang menampilkan beberapa pasang nama. Film tersebut bukan film bergenre horor, melainkan komedi dan drama cinta. Raffi Ahmad lewat akun media sosialnya menunjukkan poster terbaru film tersebut. Film ini direncanakan tayang pada tanggal 11 Oktober 2018 mendatang.

Poster film menunjukkan Raffi Ahmad yang mengenakan pakaian chef, bersama aktor Zizan Razak. Di belakang mereka ada Cut Meyriska dan Marsha Aruan, juga Bastian Steel dan Aqilla Herby. Dalam poster tersebut beberapa nama ikut muncul.Bukan nama yang asing, banyak artis dan publik figur yang sepertinya memang ikut ambil bagian di film satu ini.

Rupanya, yang mencuri perhatian netizen di media sosial karena tiba-tiba muncul nama Ayu Ting Ting dan juga Nagita Slavina. Film Raffi Ahmad ini diberi judul ‘Kesempatan Keduda’. Rilis pada Senin (10/9/2018), film ini telah melakukan press conference. (pik)

 

 

Bunga Zainal Bersahabat dengan Pria Pengidap Autis

Bunga Zainal –istimewa

Setelah 13 tahun vakum dari dunia seni peran, Bunga Zainal, kembali berakting di sebuah judul film. Bunga Zainal menjadi salah satu pemeran utama dalam film Dancing In The Rain.

Dalam film Dancing In The Rain ini, Bunga Zainal berperan sebagai Kirana, sahabat Banyu (Dimas Anggara) yang mengidap spectrum autis.

“Ini film keluarga, tentang anak yang punya kebutuhan khusus, yaitu spectrum autis. Dia punya sahabat luar biasa yang care. Cerita tentang persahabatan dan kesetiaan, film family. Persahabatan kita luar biasa mengorbankan apa pun demi persahabatan,” kata Bunga Zainal di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (5/9/2018).

Ada kisah menarik saat Bunga Zainal menjalani akting di film tersebut. Bunga Zainal yang dalam film tersebut adalah seorang wanita berusia 21 tahun, secara tidak sengaja menunjukkan sifat keibuannya ketika sang sahabat di-bully oleh teman-temannya.

“Waktu itu Dimas ada adegan di lapangan basket. Dia di-bully, terus aku malah masuk sampai jatuh. Kejadian itu jam tiga pagi. Aku lari, terus keibuan aku keluar. Refleks banget. Aku lari kekencangan terus jatuh,” papar Bunga Zainal.

Film Dancing In The Rain mengisahkan kasih sayang dan perjuangan Eyang Uti (Christine Hakim) terhadap cucu satu-satunya, Banyu (Dimas Anggara). Sejak lahir, Banyu ditelantarkan orangtuanya. Eyang Uti dengan penuh kasih sayang merawat dan membesarkan Banyu.

Rasa iba semakin dalam begitu Banyu diketahui mengidap spektrum autis. Hal tersebut membuat Banyu sulit berinteraksi dengan lingkungan. Apalagi Banyu juga sering dirisak oleh teman-temannya. Namun, seiring berjalannya waktu, Banyu menemukan sahabat yang sangat menyayangi, yaitu Kinara (Bunga Zainal) dan Radin (Deva Mahenra). (pik)

Amanda Manopo Siap Meneror di ‘Bisikan Iblis’

Film horor perdana Amanda Manopo yang tayang bulan Mei lalu ‘Sajen’ secara mengejutkan berhasil meraup sukses besar dengan ditonton hampir 800 ribu orang. Amanda kini telah siap kembali ‘ditakuti’ oleh para dedemit dalam film terbarunya yang berjudul ‘Bisikan Iblis‘. Film ini mempertemukan kembali Amanda dengan Sutradara film ‘Sajen’, Hanny R Saputra.

Bisikan Iblis diangkat dari novel laris rilisan tahun 2011 berjudul ‘Ghost Dormitory’ karya Dian Hartati.Amanda akan memerankan Nany, seorang gadis yang dapat melihat mahluk tak kasat mata. Di masa lalu, saat masih kecil Nany melihat “hantu hitam” membunuh ibunya Sophia (Elsa Diandra).

Namun tidak ada yang percaya kata-katanya termasuk ayahnya sendiri. Kejadian ini membuat Nany menjadi pribadi yang traumatis dan penyendiri. Nany dikirim ke sebuah asrama oleh ayahnya. Dia tidak menduga diperlakukan tidak adil oleh orangtuanya. Dengan setengah hati dia menjalani kehidupan barunya di Asrama Erly.

Malam pertama di asrama, Nany ditakut-takuti oleh Ghi, teman sekamar yang memiliki keahlian membaca peristiwa masa depan. Nany beruntung karena teman sekamarnya yang lain, Shila, dapat menenangnya. Seiring berjalannya waktu, mereka pun menjadi sahabat baik.

Ghi tidak lagi menyebalkan seperti saat pertama kali bertemu Nany. Mereka bertiga pernah terlibat hal-hal aneh dan berbau mistik. Misalnya, berhasil mengungkap kejahatan surat kaleng yang mengancam keselamatan penghuni Asrama Erly, selain itu mereka pernah menyelamatkan Asrama Erly dari teror makhluk gaib!

Apa saja hal-hal misterius yang mereka rasakan selama berada di Asrama Erly? Dan bagaimanakah nasib Nany selanjutnya?

Iblis dalam film ini siap ‘meneror’ Anda di bioskop mulai tanggal 13 September 2018. (pik)

 

Daniel Mananta Bangga Jadi Ahok di Film

Daniel Mananta Bangga Jadi Ahok di Film—foto tempo co

Mantan VJ MTV Daniel Mananta mengumumkan dirinya berperan sebagai Basuki Tjahaja Purnama atau yang dikenal dengan sebutan Ahok dalam film garapan sutradara Putrama Tuta.
Film berjudul A Man Called Ahok ini diadaptasi dari buku berjudul sama karya Rudi Valinka.

“Rahasia akhirnya terungkap. Film ini lebih dari sekadar tentang Ahok. Film ini tentang nilai yang menciptakan generasi pria dan wanita sepenuhnya seperti Ahok,” tulis Daniel pada keterangan foto berupa poster film itu. Sementara, lewat akun Twitter miliknya, Daniel hanya membagikan gambar poster beserta kata ‘Segera.’

Kisah dalam buku karya Rudi Valinka atau pemilik akun Twitter @kurawa itu berisi kumpulan cuitannya tentang pengalaman dia menelaah masa lalu Ahok di Belitung.  Buku itu berisi beberapa kisah hidup Ahok dan cerita orang-orang yang pernah berinteraksi dengan Ahok selama di Belitung.

Di sisi lain, Ahok menyampaikan harapannya lewat cuitan yang diunggah oleh timnya melalui akun media sosial.

“Saya ucapkan sukses, suka cita dan doa saya yang terbaik agar film yang rilis di tahun 2018 ini dapat ditonton oleh seluruh masyarakat,” kata Ahok sembari menitipkan salam dari balik jeruji Mako Brimob Kelapa Dua.

Sayangnya, sitradara tak tegas soal kemunculan Vero (yang kemudian cerai). Selain itu, juga tak dikisahkan soal Ahok yang terkena kasus blasphemi (penodaan agama). Kisah-kisah lain, oke. Film yang menarik untuk dilihat dan direnungkan falsafahnya. Selain Daniel Mananta, sederet bintang top menghiasi film ini yaitu Denny Sumargo, Sinta Nursanti, Eriska Rein, Eric Febrian (sebagai Ahok remaja), dll. (pik)