Menkeu Tekankan Pentingnya Penanganan 3 Hal Ini di Forum World Bank-IMF

JAYAKARTA NEWS – Masih dalam rangkaian IMF-World Bank Annual Meeting 2023 di Maroko, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati ikut berpartisipasi dalam 54th Joint Governors’ Meeting of The WBG and IMF of the South-East Asia Constituency pada Rabu (11/10) waktu setempat.

Pada event ini, perwakilan setiap negara anggota khususnya di wilayah Asia Tenggara berkesempatan untuk saling bertukar pikiran mengenai sejumlah pengembangan dan kebijakan terkini dari institusi IMF serta World Bank. Hadir mewakili Indonesia, Menkeu menekankan pentingnya penanganan isu kemiskinan, kesejahteraan, dan perubahan iklim.

“Pengentasan kemiskinan, pemerataan kesejahteraan, dan mitigasi perubahan iklim harus berjalan beriringan. Di tengah situasi global yang kian dinamis, penanganan terhadap ketiga isu tersebut menjadi semakin kritis,” ujarnya sebagaimana dikutip dari akun Instagram @smindrawati pada Kamis (12/10/2023).

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap langkah evolusi World Bank melalui visi-misi terbarunya. Termasuk modernisasi penerapan model bisnis dan finansial untuk mengatasi keterbatasan pendanaan.

“Sebagai institusi yang terus berevolusi, semangat World Bank untuk meningkatkan dampak positif dan pendekatan yang lebih modern patut diapresiasi,” lanjut Menkeu.

Ia pun berharap, World Bank bisa mengambil peranan dalam menciptakan suatu inovasi pembiayaan sekaligus memberi dampak positif di kancah global.

“Dengan sejarah panjang dan pengalamannya, semoga World Bank bisa terus berinovasi dan memberi manfaat terbaik bagi dunia..!” tutupnya.***/mel

Menkeu Sampaikan Komitmen Dunia Atasi Permasalahan Iklim

JAYAKARTA NEWS – Penanggulangan atas permasalahan iklim menjadi semakin penting seiring berjalannya waktu. Melihat urgensi ini, para menteri keuangan sedunia berkomitmen untuk menanganinya secara serius karena permasalahan iklim merupakan permasalahan bersama seluruh dunia. Hal ini mengemuka dalam pertemuan Coalition of Finance Ministers for Climate Action yang diselenggarakan di Marrakech – Maroko, Rabu (11/10).

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati bersama Sigrid Kaag (Wakil Perdana Menteri dan Menteri Keuangan Belanda) memimpin jalannya pertemuan ke-10 Coalition of Finance Ministers for Climate Action. Menurut Menkeu, pertemuan ini semakin relevan melihat beragam fenomena krisis iklim yang terjadi sepanjang 2023 ini.

“Pada pertemuan ini, terdapat beberapa topik utama yang dibahas. Pertama, keberlanjutan lingkungan dan ekonomi. Negara-negara harus terus berkomitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dan ekonominya. Keuangan transisi disepakati menjadi salah satu cara menyeimbangkan keduanya,” terang Menkeu melalui keterangan resminya (12/10).

Kedua, Menkeu mengatakan bahwa pada pertemuan tersebut membahas peran penting Pemerintah dalam upaya penanggulangan permasalahan iklim. Pemerintah harus menjadi penggerak utama dari beragam upaya keberlanjutan baik melalui reformasi kebijakan perpajakan, pembentukan komite-komite terkait, serta penerbitan obligasi hijau.

“Ketiga, inovasi dan pengukuran. Negara-negara harus mengadopsi pendekatan yang inovatif serta memiliki metode pengukuran yang terukur untuk memastikan tujuan-tujuan berkelanjutan ini tercapai,” lanjut Menkeu.

Pada pertemuan tersebut, Menkeu menuturkan bahwa para delegasi juga membahas peran kolaborasi. Kolaborasi sangat penting baik dalam lingkup domestik maupun global, karena institusi global memiliki peran penting dalam mengoordinasikan serta mengharmonisasikan upaya-upaya penanggulangan permasalahan iklim.

“Saya sangat kagum dengan pertemuan ini. Pembicaraan yang terjadi menjadi bukti betapa besarnya potensi yang kita miliki bila kita terus berkolaborasi dan berinovasi dalam menghadapi perubahan iklim,” tutur Menkeu.

Menkeu melanjutkan bahwa seluruh pembahasan dalam pertemuan ini akan dibahas lebih lanjut pada Finance Day COP28 yang akan diselenggarakan di Dubai, Desember tahun ini. COP28 ini sendiri akan menjadi tonggak penting dalam sejarah yang berperan sebagai landasan upaya-upaya aksi iklim kolektif dunia.

“Kami sepakat untuk terus mengedepankan kebijakan-kebijakan ketahanan iklim, investasi berkelanjutan, serta kebijakan fiskal yang akan terus melindungi bumi kita. Kini dan nanti..!,” tegas Menkeu.***/mel

‘Startup Safari’: Cerita Sukses yang Lebih Seru!

Menjelajahi Bisnis Bersama Co-Founder & CEO HOLEO Andre Husada

JAKARTA, JAYAKARTA NEWS –  Andre Husada, Co-Founder & CEO HOLEO resmi meluncurkan buku pertamanya bertajuk Startup Safari. Buku Startup Safari merupakan panduan bagi anak muda untuk mendobrak kewirausahaan tradisional sekaligus membangun tujuan personal dengan metode Design Thinking.

Andre Husada membeberkan salah satu alasan terciptanya buku ini, yaitu ingin berbagi pengalamannya dalam mempelajari dan berkecimpung di dunia startup. Yuk, kenalan lebih jauh dengan Andre Husada, penulis buku Startup Safari melalui 6 fakta menarik ini!

1. Terjun ke Dunia Kewirausahaan Sejak Usia 11 Tahun

Andre Husada pertama kali menjadi entrepreneur sejak usia 11 tahun. Saat itu, Andre pertama kali terjun sebagai wirausaha dengan menjual flower gift dan membuka stand burger bersama rekan-rekannya di acara sekolah. Saat ini, Andre adalah co-founder & CEO HOLEO. HOLEO adalah sebuah atraksi wisata mini golf dan museum dessert.

2. Inspirasi Menulis Startup Safari

Alumnus Loyola Marymount University dan Babson College ini mengaku mendapatkan inspirasi menulis Startup Safari dari hasil belajar serta pengalaman berkecimpung di bidang entrepreneurship dan startup selama 10 tahun.

3. Meraih Prestasi Gemilang Selama Berkuliah

Tak hanya sekadar menuntut ilmu, pengusaha yang lulus S1 di umur 19 tahun ini juga meraih sejumlah prestasi gemilang selama berkuliah di Loyola Marymount University, di antaranya Presidential Citations Awardee dan Program Scholar in Entrepreneurship di tahun 2017. Andre juga aktif berorganisasi sebagai Vice President LMU Entrepreneurship Society dan Babson Peer di Babson Family Entrepreneurship Peer Forum.

4. Orang tua adalah Role Model dalam Berbisnis

Andre menjadikan kedua orang tua sebagai panutannya dalam berbisnis. Diketahui orang tuanya memiliki bisnis yang bergerak di bidang manufaktur garmen dan fashion. Dari kedua orang tuanya, Andre belajar pentingnya kerja keras, dedikasi, dan integritas dalam menjalankan bisnis.

5. Andre Husada Merupakan Co-Founder & CEO of HOLEO, Startup yang Bergerak di Bidang Entertainment Entrepreneurship

Saat ini, Andre Husada tengah menjalankan kesibukannya sebagai Co-Founder & CEO HOLEO, startup yang bergerak di bidang entertainment entrepreneurship.

“Di HOLEO, kami memberdayakan lahan tak terpakai menjadi atraksi hiburan yang viral dan mendatangkan profit dengan memanfaatkan keahlian growth-hacking, menghasilkan return yang positif dari investasi yang cepat, sehingga kami mampu memenuhi kebutuhan konsumen.

Kami menyajikan pengalaman yang menakjubkan yang akan menjadi ‘Memories of a lifetime’ bagi konsumen.” ujar Andre Husada, Co-Founder & CEO HOLEO.

HOLEO adalah startup di bidang entertainment entrepreneurship yang mentransformasi lahan tak terpakai menjadi atraksi hiburan yang disruptif. Saat ini, HOLEO memiliki dua konsep.

Konsep pertama adalah HOLEO Golf & Museum di Cideng, Jakarta Pusat yang menggabungkan mini golf 18 hole dan museum dessert. Konsep kedua adalah HOLEO Pop-Up Mini Golf yang berlokasi di COVE Batavia, Pantai Indah Kapuk. HOLEO Pop-Up Mini Golf menawarkan konsep “Golf by the Sea ” dan “Glow-in-the-dark golf”. Ke depannya, akan muncul lebih banyak lagi konsep hiburan yang inovatif dari HOLEO.

6. Seorang Pencinta Alam: Skier, Golfer, dan Pemancing

Pengusaha satu ini ternyata adalah seorang pencinta alam. Di waktu senggangnya, Andre gemar bermain golf, ski, dan memancing. Pengalaman paling mengesankan dari hobinya, antara lain memancing king crab di wilayah Akrtik dan rockfish di Marina del Rey, California.

Kemudian, Andre suka sekali mencoba berbagai arena golf di banyak negara dan berolahraga ski di Deer Valley Resort, Utah. (pr)

Kemenkeu Selenggarakan Seminar Penguatan Implementasi Manajemen Risiko

JAYAKARTA NEWS – Berbagai upaya perbaikan terus dilakukan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) agar implementasi manajemen risiko semakin terintegrasi antar unit kerja dan dapat berjalan efektif. Kemenkeu juga terus mendorong tumbuhnya kesadaran risiko yang melekat pada organisasi dan individu agar bisa dikelola sebaik mungkin supaya tidak mengganggu pencapaian kinerja dan reputasi Kemenkeu. Terkait hal tersebut, Kemenkeu menyelenggarakan Seminar Penguatan Implementasi Manajemen Risiko dengan tema “Pengelolaan Risiko Yang Terintegrasi Dalam Mendukung Keberhasilan Pembangunan Nasional”, Selasa (10/10) di Aula Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK), Jakarta.

“Kita harus mengatakan bahwa risiko tidak mungkin (bisa) hilang. Yang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita memitigasinya. Supaya mitigasinya itu bisa bagus, tepat sasaran, dan efektif, yang juga paling penting adalah akurasi kita dalam mengidentifikasi resiko,” kata Sekretaris Jenderal Kemenkeu Heru Pambudi saat membuka acara tersebut.

Heru melanjutkan bahwa Kemenkeu telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Keuangan Nomor 2 tahun 2023 tentang Penguatan Implementasi Manajemen Risiko dan Budaya Sadar Risiko di Lingkungan Kementerian Keuangan yang mengamanatkan beberapa hal. Beberapa diantaranya yaitu menyusun program peningkatan budaya sadar risiko di seluruh unit kerja, menyempurnakan profil risiko tahun 2023 khususnya penerapan risiko fraud dan risiko loyalitas pegawai, dan mengidentifikasi risiko secara top-down (cascading) dan bottom-up (eskalasi) untuk menentukan besaran pada risiko yang terintegrasi.

“Dengan pengalaman panjang dalam mengelola kinerja dan risiko di Kementerian Keuangan, terdapat beberapa hal yang ingin saya sampaikan. Pertama, jadikan risiko sebagai elemen penting dalam menjalankan proses bisnis dan pengambilan keputusan,” terang Heru.

Selanjutnya, Heru mengatakan bahwa pengelolaan risiko secara terintegrasi melalui komunikasi yang intensif antar unit kerja dan antar instansi terkait juga perlu dilakukan. Terakhir, Heru mengingatkan bahwa perlu adanya kesadaran untuk menumbuhkan budaya sadar risiko sepanjang waktu di masing-masing unit, mulai dari level pelaksana hingga level pimpinan.

“Integritas menjadi dasar dari semua nilai pribadi seseorang. Integritas bukan hanya kata-kata, tetapi sebuah komitmen untuk bertindak dengan jujur, etis, dan adil dalam semua aspek pekerjaan kita,” tegas Heru.***/mel

bank bjb Tawarkan ORI024, Semakin Menarik dengan Tenor hingga 6 Tahun

BANDUNG, JAYAKARTA NEWS – bank bjb kembali menjadi Sub Mitra Distribusi Surat Berharga Negara (SBN) Ritel ORI024 melalui produk bjb Obligasi Ritel. Khusus penawaran kali ini, pemerintah memberikan dua pilihan tenor yang dapat dipilih oleh investor yaitu tenor tiga tahun (ORI024-T3) dan enam tahun (ORI024-T6) .

bank bjb, sebagai bank yang aktif mendorong pembangunan Indonesia, turut serta ambil bagian sebagai Sub Mitra Distribusi ORI024. Obligasi ini ditawarkan sebagai bentuk investasi yang aman dan menguntungkan bagi seluruh warga negara Indonesia.

Penawaran ORI024 ini rencananya akan digunakan untuk membiayai berbagai kebutuhan keuangan negara dengan target sekitar Rp20 triliun. SBN ini memberi kesempatan kepada masyarakat ikut serta berpartisipasi membantu pemerintah membiayai Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Penawaran ORI024 telah dibuka mulai dari 9 Oktober 2023 sampai dengan 2 November 2023 dan akan didistribusikan pada 8 November 2023. ORI024-T3 akan jatuh tempo tanggal 15 Oktober 2026 dan ORI024-T6 jatuh tempo tanggal 15 Oktober 2029.

Pemerintah memberikan penawaran kupon fixed rate  menarik untuk ORI024.  ORI024-T3 memiliki tingkat kupon 6.10% p.a sedangkan ORI024-T6 memiliki tingkat kupon 6.35% p.a. Semakin panjang tenor yang dipilih, semakin tinggi kupon yang diperoleh.

Kupon ini lebih menarik dari SBN ritel sebelumnya dengan rate di atas 6% atau lebih tinggi dari beberapa SBN sebelumnya. Dari sisi pembelian, pemerintah juga memberi keleluasaan dengan nilai sangat terjangkau mulai dari Rp1 juta hingga maksimal Rp5 miliar untuk ORI024-T3 dan maksimal Rp10 miliar untuk ORI024-T6.

Sesuai jadwal, Pemerintah akan membayar kupon ORI024 per tanggal 15 setiap bulannya, dengan pembayaran kupon pertama ORI024 pada 15 Desember 2023.

Menariknya, bagi nasabah bank bjb atau masyarakat yang akan melakukan transaksi melalui bank bjb, akan mendapatkan cashback menarik. Cashback berupa saldo tabungan yang akan ditransfer ke rekening nasabah maksimal 30 hari kalender setelah settlement ORI024.

ORI024 ini ditawarkan kepada investor individu melalui sistem online e-SBN dengan alamat infobjb.id/sbn. Ada empat tahap untuk pembelian ORI024, yaitu tahap registrasi/pendaftaran, pemesanan, pembayaran, dan settlement. Informasi lebih lanjut tentang SBN dapat diakses melalui infobjb.id/obligasiritel.

Diketahui, obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau korporasi berisi janji dari pihak yang menerbitkan untuk membayar kupon obligasi dan melunasi pokok utang pada waktu yang telah ditentukan. Hal ini sesuai Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2002.

Keuntungan investasi obligasi adalah adanya imbal hasil atau return yang lebih bersaing dibandingkan dengan produk deposito. Kemudian memberikan pendapatan yang tetap berupa kupon obligasi. Juga adanya potensi keuntungan atas penjualan obligasi. Namun yang terpenting adalah investasi aman dengan pengembalian pokok 100% pada saat jatuh tempo.

Namun, produk ini juga memiliki beberapa risiko pasar yang harus diketahui. Diantaranya adanya potensi keuntungan maupun kerugian akibat faktor ekonomi yang mempengaruhi pasar keuangan, seperti perubahan tingkat suku bunga, nilai tukar, dan harga obligasi.

Sebagai produk negara dan bukan produk bank bjb, perseroan dalam hal ini hanya bertindak sebagai Sub Mitra Distribusi. Setiap pilihan atas produk Obligasi yang dibeli (calon) Investor merupakan tanggung jawab dan keputusan (calon) Investor sepenuhnya, termasuk apabila (calon) investor memilih jenis produk yang tidak sesuai dengan profil risiko (calon) investor.***PR

Memaksimalkan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

BADUNG, JAYAKARTA NEWS – Pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) harus dapat dimaksimalkan dalam upaya memastikan pertumbuhan berkelanjutan yang memperhatikan kepentingan masyarakat.

Demikian dikatakan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dalam sambutannya secara daring di acara “AIS Blue Economy High-Level Dialogue: Forging A New Era of Sustainable Growth” di Bali, Senin (9/10/2023).

“Integrasi antara pariwisata dan ekonomi kreatif (kreativitas) adalah kunci,” kata Menparekraf Sandiaga Uno.

Dalam upaya tersebut, Kemenparekraf menghadirkan berbagai program atau kebijakan yang mendorong terwujudnya pariwisata berkualitas dan yang terpenting adalah berkelanjutan. Di antaranya adalah pengurangan emisi karbon, pelestarian sumber daya alam, budaya, serta tradisi lokal.

Sementara di sektor ekonomi kreatif, pengembangannya didasarkan pada ruang kreativitas, inovasi, serta penguatan kekayaan intelektual.

“Kami memiliki beberapa politeknik pariwisata yang memberikan pelatihan dan pendidikan agar masyarakat dapat meningkatkan keterampilan dan kemampuan bekerja yang mendukung praktik-praktik berkelanjutan,” kata Sandiaga.

Menparekraf pun mengajak seluruh pihak untuk dapat terus berinovasi dan berkolaborasi agar dapat fokus pada visi jangka panjang dan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.

“Saya percaya dengan mengintegrasikan kreativitas, budaya, serta prinsip-prinsip berkelanjutan akan dapat membuka potensi pertumbuhan dengan tetap menjaga identitas keberagaman dan kekayaan alam kita,” kata Sandiaga.

Sementara Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf/Baparekraf, Rizki Handayani, menambahkan Kemenparekraf memiliki komitmen yang kuat dalam mengeksplorasi praktik terbaik dalam melakukan dekarbonisasi dan aksi iklim di sektor pariwisata, serta tanggung jawab yang kuat terhadap keberlanjutan dan ketahanan iklim.

Penandatanganan Deklarasi Glasgow pada 2022 menjadi salah satu bukti komitmen Kemenparekraf/Baparekraf dalam menyelaraskan kebijakan pariwisata dengan tujuan aksi iklim.

Kemenparekraf bersama UNDP melalui “Climate Promise Project” telah mengembangkan peta jalan dekarbonisasi di sektor pariwisata yang berfokus pada tiga subsektor. Yakni tempat wisata (destinasi wisata), akomodasi, serta tour and travel.

“Pada inisiatif awal ini, peta jalan berfokus pada dua aspek yakni konsumsi energi serta produksi limbah. Pemilihan dari dua aspek tersebut didasarkan pada fakta bahwa keduanya berkontribusi signifikan terhadap emisi gas rumah kaca,” kata Rizki.

Rizki berharap, forum “AIS Blue Economy High-Level Dialogue” yang merupakan side event dari AIS Forum, dapat memimpin jalan ke depan bagi berkembangnya pariwisata dan pengelolaan kekayaan alam  secara berkelanjutan sehingga dapat lestari untuk generasi mendatang.

“Kami berharap acara ini dapat menjadi titik awal untuk lebih banyak kemitraan di masa depan agar menciptakan sektor pariwisata yang memiliki ketahanan dan ramah iklim,” ujar Rizki Handayani.***/mel

Presiden Pimpin Ratas Bahas Stabilitas Harga Komoditas Pangan

JAYAKARTA NEWS – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memimpin rapat terbatas (ratas) yang membahas stabilitas harga komoditas pangan, khususnya jagung, gula, dan beras, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (09/10/2023).

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan usai mengikuti ratas menyampaikan bahwa pemerintah akan melakukan impor jagung guna menekan harga jagung pakan ternak yang mulai merangkak naik.

“Jagung memang berangsur-angsur harga di tempat peternak ya naik. Oleh karena itu, tadi ditambah, ditambah karena kita impor jagung untuk industri, ditambah sebanyak 250 ribu ton tadi,” ujar Mendag.

Zulkifli menekankan, jagung yang diimpor tersebut hanya diperuntukkan untuk pakan ternak dan bukan untuk konsumsi.

“Untuk peternakan, untuk industri, untuk peternakan, bukan konsumsi untuk industri pakan ternak,” tegasnya.

Terkait ketersediaan beras, Mendag mengatakan bahwa saat ini Indonesia memiliki stok yang cukup. Namun Mendag mengakui, meskipun tidak naik, harga beras di sejumlah daerah masih belum turun.

“Stok cukup, mulai dari pusat, provinsi sampai kabupaten ya, jadi digelontorkan. Memang yang dekat-dekat, seperti Jakarta dan Jawa Barat sebagian sudah turun, tapi yang jauh-jauh belum turun tapi tidak naik lagi,” ujarnya.

Mendag menambahkan, untuk mengantisipasi dampak dari El Nino pemerintah juga tengah menjalin kerja sama dengan sejumlah negara untuk pengadaan beras jika nanti diperlukan.

“Tadi diputuskan, kalau diperlukan ada kita bisa beli lagi beras itu walaupun nanti belum tentu dibawa kemari. Jadi, kalau ada kita beli, pada waktu yang diperlukan baru nanti diimpor,” kata Mendag.

Sedangkan untuk gula, Zulkifli mengungkapkan bahwa harga gula mulai berangsur naik yang disebabkan minimnya realisasi pengadaan gula dari luar negeri untuk menutupi kekurangan suplai dari dalam negeri.

“Para pelaku importir gula, baru mengimpor gula itu kira-kira 30 persen. Jadi, yang diharuskan, dikeluarkan persetujuan impornya yang diputuskan neraca komoditas dan dihitung, direkomendasikan oleh perindustrian karena yang menunjuk itu dua ini, baru terealisasi kami cek, lebih kurang 30 persen,” tandasnya.***/mel

Emil Dardak Bahas Keuangan Daerah dalam Dialog Tingkat Tinggi UCLG-UNCDF

SURABAYA, JAYAKARTA NEWS– Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menjadi panelis di Dialog Tingkat Tinggi ‘Koalisi Global Malaga untuk Keuangan Kota’ secara virtual yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development (UNCDF) dan United Cities and Local Governments (UCLG) pada Jumat (6/10).

Wagub Emil hadir menjadi panelis bersama Pakar Desentralisasi Fiskal Daerah NALAS Mr. Elton Stafa, Dirjen Pemerintah Daerah Kementerian Administrasi Teritorial dan Desentralisasi Guinea Mr. Ousmane Sako, Penasihat Teknis Senior Dewan Bank Pembangunan Eropa (CEB) Ms. Elisa Muzzini, Direktur Divisi Manusia dan Inklusi Sosial Kepala Jaringan Global CIFAL Institut Pelatihan dan Penelitian PBB (UNITAR) Mr. Alexander A. Mejia, Kepala Keuangan Publik Internasional Fitch Ratings Mr. Nicolas Painvin, dan Profesor Keuangan dan Perencanaan Publik Universitas New York Prof. Paul Smoke.

Koalisi Global Malaga untuk Keuangan Kota dibentuk pada tahun 2018 oleh United Nations Capital Development (UNCDF) dan United Cities and Local Governments (UCLG), bekerjasama dengan Global Fund for Cities Development (FMDV). UNCDF adalah pusat keuangan subnasional PBB dan UCLG adalah jaringan global terbesar yang mewakili pemerintah lokal dan regional. Koalisi Malaga bertujuan untuk membekali pemerintah daerah dengan dukungan finansial dan teknis untuk mewujudkan potensi penuh mereka dalam bertransformasi.

“Saya mendapatkan kehormatan untuk berpartisipasi kembali dalam agenda ini, dimana pada 2019 saya diundang OECD ke Paris untuk membahas penyusunan data keuangan daerah (SNG-WOFI) ini. Saya senang bisa dimintai tanggapannya terkait bagaimana WOFI bisa jadi referensi berharga sekaligus arah keuangan pemerintah daerah kedepannya,” kata Wagub Emil.

Wagub Emil mengatakan bahwa pentingnya memiliki suatu tolak ukur. Pasalnya praktik politik bisa saja dapat menjadi suatu penghalang jika menyangkut desentralisasi daerah, desentralisasi kewenangan dan desentralisasi sunber daya fiskal yang seharusnya berjalan beriringan dan diselaraskan.

“Selama masa jabatan saya sebagai Wakil Gubernur, akhirnya tahun 2022 kemarin disahkan undang-undang baru yang mengubah hubungan antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi sebagai pemerintah daerah, dan pemerintah kota dalam hal pembagian pajak dan pemungutan pajak,” ucapnya.

Emil pun memberikan gambaran dimana sumber pendapatan pemerintah provinsi berasal dari pajak kendaraan dan pemerintah pusat secara langsung menungut pajak pertambahan nilai serta pajak penghasilan baik dari perorangan maupun badan usaha, sedangkan pemda memungut pahak dari badan usaha seperti restoran, pusat perbelanjaan, hiburan, dan pajak properti.

“Pengaturan semacam ini juga menciptakan semacam kesenjangan antara satu kota dengan kota lainnya, dan kota yang secara dominan metropolis akan memiliki lebih banyak pendapatan karena mereka mendapatkan keuntungan dari valuasi properti yang lebih tinggi, dan kota-kota atau metropolis juga memiliki lebih banyak perusahaan yang dapat menjadi objek pajak bagi pemerintah kota,” tuturnya.

Menurut mantan Wakil Presiden UCLG Asia Pacific tersebut, forum ini sangat penting untuk menyatukan diskusi tentang semua perihal tersebut dan gambaran praktik yang terjadi di seluruh dunia.

“Bisa dilihat bahwa kita memiliki praktik yang berbeda-beda antar negara, dan juga sifat negara yang berbeda. Misal di negara berbentuk federal maka mereka memiliki kekuatan secara mendasar melekat pada negara tersebut, dibandingkan Indonesia yang merupakan negara kesatuan dimana pemprov diberikan kekuasaan oleh pemerintah yang berdaulat sehingga terdapat perbedaan situasi,” ungkapnya.

Menurutnya pula dalam konteks pergantian rezim dan perimbangan fiskal akan memiliki dampak pada keberlanjutan keuangan daerah seperti dalam contoh kasus yang terjadi saat Pandemi Covid-19.

Pemerintah pusat memberikan insentif kepada pemda untuk mengakses pembiayaan utang dengan memberikan pinjaman tanpa bunga dengan kelonggaran waktu yang lebih lama guna meningkatkan pengeluaran pemerintah untuk inisiatif pemulihan ekonomi termasuk infrastruktur.

“Jadi mereka sudah mengenal gagasan tentang peningkatan pendapatan, namun saat ini pemerintah-pemerintah ini mulai memasuki masa pelunasan hutang, kita mulai melihat bahwa ada juga permasalahan dalam situasi politik antar parlemen terkait cara meningkatkan pendapatan negara guna melunasi hutang negara,” jelasnya.

“Situasi ini sangat menarik. Kematangan masing-masing pemerintah daerah di Indonesia berbeda satu sama lain, mulai dari perihal desentralisasi hingga tata kelola pemerintahan, sehingga perlu diperhitungkan apakah suatu kota benar-benar siap untuk mengakses pembiayaan tersebut atau tidak,” sambungnya.

Sebagai penutup, Emil berharap melalui diskusi ini tentunya ada tindaklanjut dengan adanya konsensus global mengenai bagaimana seharusnya ada keselarasan antara desentralisasi fiskal dan desentralisasi kewenangan.

“Saya sangat mendukung SNGWOFI ini dan sangat antusias untuk menindaklanjuti pembahasan kita serta mencoba membawa hal ini ke dalam diskusi dengan asosiasi pemerintah serta kementerian dalam negeri yang bertugas mengawasi pemerintah daerah,” pungkasnya. (poedji)

Pemerintah akan Lakukan Pengetatan Impor Sejumlah Barang

JAYAKARTA NEWS – Pemerintah berencana untuk melakukan pengetatan arus impor sejumlah barang yang mengganggu pangsa pasar produksi dalam negeri. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh adanya keluhan dari asosiasi maupun masyarakat akibat tingginya barang impor di pasar tradisional, sepinya pasar tradisional, dan peningkatan penjualan bukan barang dalam negeri di lokapasar.

Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 6 Oktober 2023, usai mengikuti rapat yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo.

“Pemerintah tadi arahan Bapak Presiden untuk fokus kepada pengetatan impor komoditas tertentu, komoditas yang dipilih adalah mainan anak-anak, elektronik, alas kaki, kosmetik, barang tekstil, obat tradisional dan suplemen kesehatan, pakaian jadi dan aksesoris pakaian jadi, dan juga produksi tas,” ujar Airlangga.

Airlangga menyebut bahwa jumlah Harmonized System Code (HS Code) yang diubah ada 327 kode pos untuk produk tertentu, untuk pakaian jadi ada 328 kode pos, dan untuk tas ada 23 kode pos. Selain itu, lanjut Airlangga, ada perubahan aturan pengawasan barang-barang yang dilarang atau dibatasi (lartas) menjadi border atau diawasi dalam kawasan pabean.

“Saat sekarang yang sifatnya post-border diubah menjadi border. Dengan persetujuan impor dan juga laporan surveyor. Indonesia sendiri sudah menangani beberapa komodiitas baik yang ada lartas itu ada 60 persen dan nonlartas ada 40 persen,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga akan melakukan pengawasan kepada importir umum, dari awalnya post-border menjadi border. Akibat dari perubahan post-border menjadi border tersebut, kata Airlangga, maka ada regulasi yang harus diperbaiki di sejumlah kementerian/lembaga.

“Jadi peraturan menteri pertanian harus dilakukan perubahan, (menteri) perdagangan, (menteri) perindustrian, Badan POM, kemudian Kementerian Kesehatan, menteri ESDM (energi dan sumber daya mineral), dan (menteri) kominfo (komunikasi dan informatika). Bapak Presiden minta peraturan menteri turunannya ini bisa segera direvisi dalam waktu dua minggu,” ucapnya.***/mel

Atasi Kelangkaan Pangan Akibat El Nino, Diversifikasi Pangan Perlu Didorong

JAYAKARTA NEWS—- Masyarakat diajak untuk melakukan diversifikasi pangan untuk mengatasi kelangkaan komoditas beras akibat fenomena El Nino. Kondisi kemarau berkepanjangan ini diketahui telah menimbulkan berkurangnya produksi beras dalam negeri. Hal ini juga berakibatnya pada naiknya harga beras.

Disampaikan oleh Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yudia Ramli, diversifikasi pangan tersebut diperlukan untuk menghindari ketergantungan pada beras.

Selain beras, Indonesia memiliki banyak komoditas pangan yang dapat menjadi sumber karbohidrat yang menyehatkan. Upaya ini diharapkan bisa menekan permintaan terhadap beras sehingga harga lebih dapat stabil.

“Beberapa minggu terakhir Bapak Menteri Dalam Negeri juga mengonsumsi jagung dan ubi jalar. Jadi memang diversifikasi pangan ini penting agar kita tidak bergantung dengan pangan tertentu saja,” ujar Yudia Ramli dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat (6/10/2023).

Dia menjelaskan, potensi pangan di Indonesia sangat lah besar. Terdapat beragam bahan pangan lainnya yang bisa dimanfaatkan masyarakat seperti halnya sagu, keladi, kentang, dan sukun. Selain beragam, komoditas tersebut diketahui juga menyehatkan.

“Kita memiliki kekayaan alam yang sangat luar biasa, salah satunya aneka pangan yang bisa menjadi salah satu sumber karbohidrat yang menyehatkan,” terangnya.

Di lain sisi, jelas Yudia Ramli, pemerintah terus berupaya mendorong terkendalinya pasokan beras dalam negeri. Upaya ini dilakukan melalui berbagai strategi seperti getol menggelar gerakan pangan murah atau operasi pasar murah. Selain itu, pemerintah juga terus berupaya memastikan stok beras terpenuhi dengan melakukan impor maupun menyerap hasil panen dalam negeri.

Selain mendorong adanya keragaman pangan, Kemendagri juga secara rutin setiap minggunya menggelar Rakor Pengendalian Inflasi bersama kementerian/lembaga terkait termasuk pemerintah daerah sejak tanggal 23 Agustus 2022 sebagai tindaklanjut Rakornas Pengendalian Inflasi tanggal 18 Agustus 2022 yang dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo. Forum tersebut untuk membahas kondisi inflasi terkini sekaligus komoditas yang menjadi penyebab inflasi. Melalui forum tersebut berbagai permasalahan dibahas dan dicarikan solusi terbaiknya dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

“Termasuk persoalan harga beras juga tidak luput dibahas dan dicarikan solusi terbaiknya dengan memperkuat sinergisitas antara pemerintah pusat dan daerah,” tandasnya.***din