5 Kabupaten/Kota Terbaik sebagai Role Model KaTa Kreatif 2024

JAYAKARTA NEWS – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) kembali meluncurkan rangkaian event dari salah satu program unggulan, yakni Pengembangan Kabupaten/Kota Kreatif 2024 (KaTa Kreatif 2024). Memasuki tahun keempat, ada 94 Kabupaten/Kota yang telah terfasilitasi melalui program KaTa Kreatif. 

Dikutip dari Rilis Kemenparekraf, Rabu (13/3/2024), secara keseluruhan ada 14.510 pelaku ekonomi kreatif yang berpartisipasi dan difasilitasi sejak program KaTa Kreatif diluncurkan 2021. Tentunya, KaTa Kreatif 2024 akan tetap berfokus pada peningkatan inovasi dan kewirausahaan bagi pelaku industri kreatif di berbagai daerah. Sehingga, dapat memberikan banyak manfaat dan dampak baik bagi masyarakat sekitar daerah tersebut. 

Dalam mendukung keberlangsungan KaTa Kreatif 2024, Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno, menetapkan 5 Kabupaten/Kota sebagai role model atau model panutan dalam pengembangan subsektor ekonomi kreatif unggulan di Indonesia. 

Pemilihan 5 Kabupaten/Kota sebagai role model KaTa Kreatif 2024 berdasarkan keunggulan serta ciri khas yang dimiliki dalam setiap subsektor ekonomi kreatif dari setiap daerah. Selain itu, penetapan tersebut turut menjadi pengakuan Kemenparekraf secara nasional kepada Kabupaten/Kota yang secara konsisten berkomitmen tinggi dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif. 

Berikut 5 Kabupaten/Kota yang menjadi role model KaTa Kreatif 2024:

Banyumas

Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah menjadi salah satu Kabupaten di Indonesia yang terpilih menjadi role model KaTa Kreatif 2024. Terpilihnya Banyumas sebagai role model berkat subsektor ekonomi kreatif unggulan yang dimiliki, yakni subsektor seni pertunjukan. 

Penting diingat kembali, Kabupaten Banyumas pernah meraih penghargaan KaTa Kreatif 2023 untuk kategori seni pertunjukan dari Kemenparekraf/Baparekraf. Penghargaan tersebut didapatkan berkat kentalnya seni pertunjukan yang dimiliki Kabupaten Banyumas. Mulai dari wayang, ebeg, lengger, dan banyak lagi.

Meski begitu, keberhasilan yang didapatkan juga berkat kemampuan pelaku industri kreatif yang dapat melakukan kolaborasi antara tradisional dan modern yang dinilai mampu membalut akar tradisi yang berdaya saing. Sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

Sleman

Role model Kabupaten/Kota KaTa Kreatif 2024 berikutnya adalah Kabupaten Sleman, D.I. Yogyakarta. Hal ini dilatarbelakangi dengan terpilihnya Kabupaten Sleman sebagai salah satu kabupaten yang ditetapkan sebagai KaTa Kreatif 2023 atas kontribusi dalam menumbuhkan sektor ekonomi kreatif unggulan, yakni subsektor film, animasi, dan video (FAV).Subsektor film, animasi, dan video di Kabupaten Sleman terbukti telah melahirkan kreator yang kompeten. Terlihat dari adanya permintaan dari jaringan TV internasional kepada studio animasi lokal di Kabupaten Sleman. Keberhasilan Kabupaten Sleman menjadi salah satu role model KaTa Kreatif 2024 juga didukung adanya lima universitas dan dua sekolah tinggi yang memiliki jurusan linear dengan subsektor FAV. Ke depan diharapkan dapat memberikan kesempatan lebih luas bagi generasi muda yang tertarik di subsektor film, animasi, dan video.

Foto: Kerajinan batik Rifaiyah khas Kabupaten Batang (Shuttestock/Bambang Sutiyoso)Foto: Kerajinan batik Rifaiyah khas Kabupaten Batang (Shuttestock/Bambang Sutiyoso)

Batang

Kabupaten Batang, Jawa Tengah juga berhasil menjadi model panutan di subsektor kriya dengan menonjolkan ciri khas Batik Rifaiyah. Sekadar informasi, Batik Rifaiyah adalah batik asli dari Batang yang diajarkan Kiai Rifa’i ke penduduk lokal pada zaman penjajah Belanda, yang dimulai dengan ajakan kiai pada masyarakat untuk bersyair lewat membatik.

Selain terkenal dengan batik Rifaiyah, Kabupaten Batang juga punya banyak produk Kriya unggulan lainnya yang tidak kalah populer. Mulai dari motif Batik Tiga Negeri, hingga banyak produk ekonomi kreatif seperti kerajinan action figure dengan menggunakan bahan dasar dari besek, tas kayu, hingga jam tangan kayu. 

Makassar

Berhasil meraih prestasi dalam KaTa Kreatif 2023 turut menjadikan Kota Makassar sebagai salah satu role model KaTa kreatif Indonesia. Berbeda dengan lainnya, subsektor unggulan di Kota Makassar adalah kuliner. Hal ini berkat keunggulan Kota Makassar yang memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi, sehingga dapat menciptakan resep kuliner unik yang tidak dimiliki kota-kota lain di Indonesia.

Seperti yang Sobat Parekraf tahu, Makassar punya banyak kuliner khas yang siap untuk menggoyang lidah kita dan sayang untuk dilewatkan. Mulai dari coto makassar, pisang epe, pallubasa, barongko, es pisang ijo, dan masih banyak lagi. 

Pangkalpinang

Tidak kalah dengan Kabupaten/Kota sebelumnya, Kota Pangkalpinang juga sukses menjadi model panutan pengembangan sektor ekonomi kreatif unggulan. Subsektor unggulan yang menjadikan Kota Pangkalpinang sebagai KaTa Kreatif ada di subsektor Kuliner.

Dari banyaknya produk ekonomi kreatif kuliner yang dimiliki, Otak-otak ase menjadi salah satu kuliner andalan dari Kota Pangkalpinang. Tidak tanggung-tanggung, bahkan produk ekraf tersebut sukses menghasilkan pajak bagi pemerintah setempat sekitar Rp130 juta/bulan. Harapannya, pencapaian tersebut bisa menginspirasi dan memotivasi para pelaku industri kreatif lainnya untuk meningkatkan kualitas produknya.***/mel

Memaksimalkan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

BADUNG, JAYAKARTA NEWS – Pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) harus dapat dimaksimalkan dalam upaya memastikan pertumbuhan berkelanjutan yang memperhatikan kepentingan masyarakat.

Demikian dikatakan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dalam sambutannya secara daring di acara “AIS Blue Economy High-Level Dialogue: Forging A New Era of Sustainable Growth” di Bali, Senin (9/10/2023).

“Integrasi antara pariwisata dan ekonomi kreatif (kreativitas) adalah kunci,” kata Menparekraf Sandiaga Uno.

Dalam upaya tersebut, Kemenparekraf menghadirkan berbagai program atau kebijakan yang mendorong terwujudnya pariwisata berkualitas dan yang terpenting adalah berkelanjutan. Di antaranya adalah pengurangan emisi karbon, pelestarian sumber daya alam, budaya, serta tradisi lokal.

Sementara di sektor ekonomi kreatif, pengembangannya didasarkan pada ruang kreativitas, inovasi, serta penguatan kekayaan intelektual.

“Kami memiliki beberapa politeknik pariwisata yang memberikan pelatihan dan pendidikan agar masyarakat dapat meningkatkan keterampilan dan kemampuan bekerja yang mendukung praktik-praktik berkelanjutan,” kata Sandiaga.

Menparekraf pun mengajak seluruh pihak untuk dapat terus berinovasi dan berkolaborasi agar dapat fokus pada visi jangka panjang dan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.

“Saya percaya dengan mengintegrasikan kreativitas, budaya, serta prinsip-prinsip berkelanjutan akan dapat membuka potensi pertumbuhan dengan tetap menjaga identitas keberagaman dan kekayaan alam kita,” kata Sandiaga.

Sementara Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf/Baparekraf, Rizki Handayani, menambahkan Kemenparekraf memiliki komitmen yang kuat dalam mengeksplorasi praktik terbaik dalam melakukan dekarbonisasi dan aksi iklim di sektor pariwisata, serta tanggung jawab yang kuat terhadap keberlanjutan dan ketahanan iklim.

Penandatanganan Deklarasi Glasgow pada 2022 menjadi salah satu bukti komitmen Kemenparekraf/Baparekraf dalam menyelaraskan kebijakan pariwisata dengan tujuan aksi iklim.

Kemenparekraf bersama UNDP melalui “Climate Promise Project” telah mengembangkan peta jalan dekarbonisasi di sektor pariwisata yang berfokus pada tiga subsektor. Yakni tempat wisata (destinasi wisata), akomodasi, serta tour and travel.

“Pada inisiatif awal ini, peta jalan berfokus pada dua aspek yakni konsumsi energi serta produksi limbah. Pemilihan dari dua aspek tersebut didasarkan pada fakta bahwa keduanya berkontribusi signifikan terhadap emisi gas rumah kaca,” kata Rizki.

Rizki berharap, forum “AIS Blue Economy High-Level Dialogue” yang merupakan side event dari AIS Forum, dapat memimpin jalan ke depan bagi berkembangnya pariwisata dan pengelolaan kekayaan alam  secara berkelanjutan sehingga dapat lestari untuk generasi mendatang.

“Kami berharap acara ini dapat menjadi titik awal untuk lebih banyak kemitraan di masa depan agar menciptakan sektor pariwisata yang memiliki ketahanan dan ramah iklim,” ujar Rizki Handayani.***/mel

Menparekraf Ditantang Pelaku Ekraf Serang Buat Batik Ecoprint Teknik Shibori

JAYAKARTA NEWS – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno ditantang untuk membuat batik ecoprint dengan teknik shibori oleh para pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di Serang, Banten. 

Menparekraf Sandiaga bersama Pj Gubernur Banten Al Muktabar ditantang pemilik usaha batik ecoprint Cahaya Cinta Carenang Vina untuk mencoba langsung proses batik ecoprint dengan teknik shibori. 

Teknik shibori di Indonesia banyak dikenal untuk diaplikasikan di kain dengan teknik serupa misalnya di Jawa ada jumputan, Banjarmasin dinamakan sasirangan, ataupun di Palembang dikenal dengan pelangi. 

“Ini sebagai salah satu inovasi bagi pelaku kriya, dan cara ini juga sebagai upaya memuliakan lingkungan dan kelestarian alam,” kata Menparekraf Sandiaga Uno saat kegiatan Workshop Peningkatan Inovasi dan Kewirausahaan Kabupaten/Kota Kreatif (KaTa Kreatif) di Plaza Aspirasi, Serang, Banten, Sabtu (19/8/2023).

Indonesia memiliki beraneka ragam batik yang tersebar di berbagai daerah yang setiap daerahnya memiliki motif atau ciri khas serta makna yang berbeda-beda. Selain itu, ada beragam jenis teknik dalam pembuatan batik, seperti teknik canting tulis, teknik printing, teknik colet, dan teknik celup ikat atau jumputan. 

(Foto: Kemenparekraf)

Batik jumputan bisa diartikan sebagai salah satu jenis batik yang dibuat melalui cara menghias  dengan ikat celup. Adapun cara kerja batik jumputan yaitu mengikat kencang beberapa bagian kain kemudian dicelupkan pada pewarna pakaian. 

Vina owner dari Cahaya Cinta Carenang menjelaskan produk yang ia buat adalah inovasi dari produk batik ecoprint yang dikombinasikan dengan teknik shibori (teknik melipat dan pengikatan serta pewarnaan), yang membuat produk ini berbeda dari ecoprint biasanya.

Teknik pewarnaan dengan cara diikat dan dicelup dalam larutan pewarna. Dalam pembuatan shibori bahan yang digunakan adalah kain putih katun, glossy, dan pewarna kain. “Pewarnanya dari kunyit untuk warna kuning, secang untuk warna orange, teger untuk warna cokelat, indigo untuk warna biru, dan daun jati untuk ungu,” ujarnya. 

Selain itu usaha yang dirintis Vina, sudah mengurangi penggunaan plastik, kecuali untuk pembelian melalui platform online untuk kemasan. Bagi konsumen yang membeli langsung diberikan kemasan khusus yang ramah lingkungan. “Untuk bahan ecoprint tersebut harganya Rp200 ribu dan bisa dipakai untuk pakaian, kain, dan jilbab,” katanya.

(Foto: Kemenparekraf)

Dalam kesempatan tersebut hadir mendampingi Menparekraf Sandiaga Uno, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf Hariyanto; Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf Oneng Setya Harini; dan Direktur Akses Pembiayaan Kemenparekraf/Baparekraf, Anggara Hayun Anujuprana.***/mel

Menparekraf: Festival Danau Sentani 2023 Beri Dampak Positif Masyarakat

JAYAPURA, JAYAKARTA NEWS – “Festival Danau Sentani XIII 2023” yang berlangsung di tepian Danau Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua selama tiga hari, 5 Juli – 7 Juli 2023. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi festival ini yang melibatkan masyarakat dalam pertunjukkan seni tari dan budaya khas suku Sentani.

Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan, Festival Danau Sentani selain menjadi momentum pesta rakyat juga memberikan dampak yang baik terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan menjadi sarana untuk melestarikan seni budaya lokal sehingga keberlanjutannya tetap terjaga. 

“Hari ini Festival Danau Sentani 2023 begitu meriah. Kita lihat tadi kearifan masyarakat dengan budaya dan juga atraksi menghias perahu. Dan begitu banyak masyarakat yang terdampak dan UMKM yang bergerak dari perhelatan event ini,” kata Menparekraf Sandiaga.

Festival Danau Sentani yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Jayapura merupakan festival pariwisata tahunan yang berlangsung di sekitar Danau Sentani, Khalkote, Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua.

Dibuka dengan Tari Isosolo yang dibawakan sekitar 250 penari dari 10 kampung yang terdiri atas dua Distrik Sentani Timur dan delapan Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura. Berbeda dengan tarian daerah lainnya, Tari Isosolo dilakukan di atas perahu yang sudah dihias. Tarian ini biasanya dilaksanakan atas perintah, restu, atau petunjuk Ondoafi atau pemimpin adat asli Sentani.

Selain untuk menjalin tali persaudaraan antara kampung satu dengan kampung yang lain, tarian Isosolo juga sebagai bentuk rasa syukur ketika musim panen tiba. Membawa hasil kebun untuk diberikan kepada keluarga, kerabat yang ada di kampung.

“Mungkin tahun depan diberi kesempatan, dilombakan dan para wisatawan diajak juga naik di atas perahu dan ikut prosesi adat yang mungkin akan memberikan pengalaman dan kenangan yang mengesankan bagi para wisatawan. Sehingga target penciptaan lapangan kerja sesuai dengan arahan Presiden Jokowi 4,4 juta lapangan kerja di tahun 2024 bisa kita capai,” ujar Menparekraf Sandiaga.

Menparekraf Sandiaga meyakini bahwa Festival Danau Sentani bisa kembali menjadi bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN). Sebelumnya festival tersebut masuk dalam rangkaian kalender pariwisata (calender of events).

“Kita memiliki standar untuk KEN yang melibatkan para kurator dan para penasehat yang terbiasa mengkurasi dan menilai produk event berskala nasional dan internasional. Oleh karena itu saya cukup yakin festival ini akan kembali masuk ke KEN karena tadi saya lihat langsung. Tinggal dipoles beberapa segi beberapa aspek. Yakin ini akan tembus KEN tahun depan,” kata Sandiaga.

Pesta rakyat tersebut juga melibatkan 20 pelaku UMKM. Sesuai dengan tema festival kali ini adalah “Sagu is my life”, salah satu produk unggulan yang ditampilkan adalah olahan makanan yang berbahan dasar sagu.

Pj. Bupati Jayapura, Triwarno Purnomo mengungkapkan rasa terima kasih kepada Menparekraf yang secara langsung membuka Festival Danau Sentani 2023.

“Ini momen baru, semangat baru buat semua penggerak, pelaku usaha dan pariwisata di Jayapura. Seperti yang Menparekraf bilang kita harus gercep, geber, gaspol. Mari kita sama-sama melangkah untuk membangun pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Jayapura,” kata Triwarno.

Salah satu pemuda yang tergabung dalam PYCH (Papua Youth Creative Hub) sekaligus Staf Khusus Kepresidenan, Billy, mengatakan hampir 50 sampai 60 persen tarian Isosolo dibawakan anak-anak dan juga pemuda. 

“Artinya anak muda melestarikan budaya, meningkatkan sektor pariwisata maka perekonomian akan meningkat di Papua,” ungkapnya.

Turut mendampingi Menparekraf Sandiaga, Staf Khusus Menparekraf Bidang Pengamanan Destinasi Wisata dan Isu-isu Strategis Kemenparekraf/Baparekraf, Brigjen TNI Ario Prawiseso; Direktur Event Nasional dan Internasional Kemenparekraf/Baparekraf, Dessy Ruhaty; dan Direktur Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenparekraf/Baparekraf, Dwi Marhen Yono.***/mel